FEB

Kategori: fakultas

  • Tendik FEB Ikuti Sarasehan SDM, Bangun Etos Kerja untuk Memajukan FEB

    Tendik FEB Ikuti Sarasehan SDM, Bangun Etos Kerja untuk Memajukan FEB

    Tenaga Kependidikan (Tendik) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti kegiatan Sarasehan di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi, Selasa 5 September 2023. Selain sebagai sarana untuk mengevaluasi kinerja Tendik, kegiatan itu juga dalam rangka perkenalan dengan Koordinator Tata Usaha di FEB yang baru,  Iwan Kusmartono, SH.

    Wakil Dekan Sumber Daya Manusia FEB UNS, Dr. Djuminah, M.Si., Ak dalam sambutannya menyampaikan agar Tendik FEB selalu menjaga rasa persatuan dan kesatuan dalam bekerja, saling bekerja sama untuk kelancaran tugas di FEB.

    “Jangan terlalu terkotak-kotak dalam bekerja sehingga melunturkan kebersamaan. Kita harus saling bisa membantu” tegasnya.

    Lebih lanjut disampaikan, kita punya kekuatan masing-masing, diri,  unit atau fakultas. Kelemahan dan kekuatan itu harus menjadikan peluang untuk kita bekerja bersama lebih baik dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman yang begitu cepat.

    Sementara itu, mengawali kata sambutannya Iwan berbagi pengalaman ketika bertugas di bagian SDM Kantor Pusat. Ia juga mengajak kepada lebih dari 40 Tendik yang hadir dalam sarasehan untuk selalu bersyukur.

    “Kita harus  memantapkan hati, selalu bersyukur bahwa kita disini lebih beruntung dari pada orang-orang yang di luar sana. Hal itu penting karena jika kita tidak memantapkan hati seperti itu,  yang ada hanyalah kita akan selalu kurang, jika merasa kurang maka apa yang ditugaskan di luar pekerjaan kita, pasti akan merasa berat dan kita tolak” ungkapnya.

    Iwan juga menekankan pentingnya untuk menjaga amanah dalam bekerja, hal-hal yang terkait urusan pekerjaan diselesaikan terlebih dahulu dan menjaga kedisiplinan untuk menepati jam kerja yang telah ditentukan.

    Prinsip membantu, meringankan dan  mempermudah urusan orang lain perlu ditanamkan agar pekerjaan berjalan dengan baik dan memberikan kontribusi positif kepada FEB khususnya dan juga UNS.

    “Di awal mari kita coba membangun sinergi bersama, membangun etos kerja, membangun hubungan kerja yang baik agar semua pekerjaan bisa tuntas berjalan dengan baik juga, bukan untuk orang per orang tapi untuk FEB” ajaknya .

    Iwan juga berpesan agar berhati-hati dalam memberikan layanan, jangan membuat statement hal-hal yang menciderai. Di era ini, setiap ketidakpuasan dari pihak yang kita layani akan sangat mudah untuk diunggah di media sosial, terutama twitter.

    Iwan juga menyampaikan beberapa hal yang sebelumnya telah didisdiskusikan dengan para subkoordinator di FEB, diantaranya perbaikan dalam hal Standar Operasional Prosedur (SOP), evaluasi Tugas Pokok dan Fungsi Tendik,  penerapan legalisasi dalam pelaksanaan pekerjaan dan yang terdekat adalah penyusunan data dalam layanan informasi yang harus termuat dalam Website PPID, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi FEB.

    Di akhir arahannya, Iwan mengajak Tendik untuk bekerja sama memajukan, membangun FEB dengan tidak saling menyikut dan tidak saling menyalahkan. Bangun etos kerja yang baik dengan rasa simpati dan empati.

    Sarasehan tersebut juga membuka diskusi dengan para tendik, harapannya dengan kedekatan hubungan, permasalahan yang ada bisa terpecahkan dengan baik.

    Ke depan, sarasehan direncanakan akan digelar rutin sekali dalam sebulan.

  • Jalin Kerja Sama dengan BKF, Prodi EP Adakan Kuliah Simulasi APBN

    Jalin Kerja Sama dengan BKF, Prodi EP Adakan Kuliah Simulasi APBN

    Pada pekan pertama perkuliahan, Tim dari Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berbagi pengalaman tentang APBN kepada mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Kamis 31 September 2023 di Gedung Suhardi FEB UNS.

    Kegiatan yang bertajuk Kuliah Simulasi APBN merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang sebelumnya telah dilakukan antara Prodi EP FEB dengan BKF Kemenkeu.

    Dalam sambutannya, Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si., Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS menyampaikan ucapan terima kasih kepada BKF atas jalinan kerja sama dengan FEB.

    “Kami mewakili fakultas mengucapkan terimakasih kepada BKF atas kesediaannya untuk selalu menjalin kerjasama. Kami harapkan terobosan-terobosan yang bisa kita lakukan ke depan,  supaya kerjasama ini bisa lebih bermakna dan berdampak untuk para mahasiswa” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Dr. Dwi berharap jalinan kerja sama ini tidak hanya berdampak bagi civitas akademika FEB, namun juga UNS,  perguruan tinggi di luar UNS, dan juga untuk pemerintah daerah.

    Salah satu inisiasi kerja sama yang masih dalam proses penggodokan yakni pembentukan Fiscal Corner. Fiscal Corner akan menjadi sebuah wadah kerja sama antara FEB dengan Kementerian Keuangan.

    Dikatakan juga, Prodi EP termasuk sebagai prodi yang bisa memberikan kontribusi jumlah kerja sama peringkat sepuluh besar tertinggi di UNS. Ini adalah capaian yang membanggakan.

    Usai mendapatkan arahan di Gedung Suhardi, mahasiswa mengikuti kegiatan simulasi yang terbagi dalam 3 kelas dan dipandu oleh Tim BKF serta masing-masing Dosen Pengampu Prodi EP.

  • Tim KKN UNS Berikan Sosialisasi Pembentukan UMKM di Desa Monterado Kalimantan Barat

    Tim KKN UNS Berikan Sosialisasi Pembentukan UMKM di Desa Monterado Kalimantan Barat

    Tim Kuliah Kerja Nyata Kebangsaan (KKN) IX Kalimantan Barat Kelompok 9 menyelenggarakan sosialisasi bertempat di Desa Monterado, Bengkayang, Kalimantan Barat. Kegiatan ini ditujukan untuk pengembangan masyarakat serta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Monterado.

    Tim KKN IX merupakan kolaborasi dari perguruan tinggi diantaranya Universitas Sebelas Maret, Universitas Sriwijaya, IAIN Palangkaraya, Institut Tekonolgi dan Bisnis Nobel Indonesia Makasar, Institut Shanti Bhuana Bengkayang, IAIN Pontianak dan Universitas Tanjungpura.

    Kepada feb.uns.ac.id, Muhammad Ezzat Alfauzi, mahasiswa Prodi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS menyampaikan bahwa program yang bertajuk “Sosialisasi Pembuatan dan Pengembangan UMKM” dilaksanakan dengan pemaparan yang di presentasikan oleh tim KKN Kebangsaan kelompok 9.

    Dalam Sosialisasi tersebut dijelaskan bagaimana syarat-syarat pembuatan UMKM dan juga apa pengaruh positif kepada masyarakat apabila UMKM bisa merangkul masyarakat disekitarnya.

    Sosialisasi Pembuatan dan Pengembangan UMKM dilaksanakan pada tanggal (03/08/2023) Ilmu yang didapat bermanfaat tidak hanya bagi Kepala BPD, tetapi juga warga desa Monterado.

    Terdapat berbagai macam permasalahan dalam pembuatan dan pengembangan usaha, terutama UMKM, seperti masyarakat yang belum memanfaatkan hasil alam sepenuhnya yang seharusnya dari pemerintah desa bisa mendorong potensi produk lokal yang dapat mendorong perekonomian penduduk.

    Dengan adanya sosialisasi pembuatan dan pengembangan UMKM, diharapkan masyarakat Desa Moterado bisa memanfaatkan sumber daya yang ada dan kreatifitas yang dimiliki warganya sehingga dapat meningkatkan perekonomian warga di Desa Monterado.

    Dari Sosialiasi yang diadakan mendapatkan respon positif dari Bapak BPD dan juga Masyarakat di Desa Monterado, Banyak dari Masyarakat yang tertarik untuk membuat produk yang dapat menghasilkan uang dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, dengan bantuan BUMdes sebagai wadah untuk legalitas diharapkan UMKM akan berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan perekonomian di Desa Monterado.

    Hal tersebut dapat dilihat dari antusias warga yang sangat interaktif pada saat sesi pemaparan pentingnya UMKM dan bagaimana dampaknya bagi masyarakat disekitar.

  • Prodi MESP FEB UNS Menerima Kunjungan Kerja Sama  Prodi MIE FEB UNJA

    Prodi MESP FEB UNS Menerima Kunjungan Kerja Sama Prodi MIE FEB UNJA

    Program Studi (Prodi) Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan Prodi Magister Ilmu Ekonomi (MIE) FEB Universitas Jambi, Selasa 29 Agustus 2023.


    Kaprodi MIE FEB UNJA, Dr. Erni Achmad, SE, M.Si., Sekretaris Prodi, Dr. Candra Mustika, S.E., M.Si beserta staf diterima oleh Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS, Dr. Dwi Prasetyani, SE, M.Si, Kaprodi MESP, Dr. Evi Gravitiani, SE M.Si., Kaprodi S1 Ekonomi Pembangunan Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D., beserta sejumlah Dosen.

    Kunjungan dalam rangka external benchmarking ke Prodi MESP FEB UNS. Di kesempatan itu, juga dilakukan penandatanganan kerjasama. Kerjasama tersebut dalam rangka meningkatkan dan memupuk hubungan kelembagaan antara kedua belah pihak dalam melaksanakan kegiatan dibidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian pada masyarakat serta berbagai aspek lainnya dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

  • Sambut Mahasiswa Baru di Hari Pertama Kuliah, Prodi Ekonomi Pembangunan Undang Dosen Tamu dari Universitas Sains Malaysia

    Sambut Mahasiswa Baru di Hari Pertama Kuliah, Prodi Ekonomi Pembangunan Undang Dosen Tamu dari Universitas Sains Malaysia

    Di hari pertama masuk perkuliahan semester gasal Agustus 2023-Januari 2024, Senin 28 Agustus 2023, Prodi S1 Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret menyambut maba dengan mendatangkan Dosen Tamu, Assoc. Prof. Dr. Radij Firdaus Radin Badaruddin dari Universitas Sains Malaysia. Selain itu, hadir pula sebagai narasumber. Dr. Suryanto, S.E., M.Si. Dosen Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan.

    Kegiatan yang diadakan di Aula Gedung Suhardi FEB membahas The Impact of Climate Change on Food Security and Economic Growth. Di kegiatan yang dibuka oleh  Kepala Program Studi S1 Pembangunan,  Dr. Bhimo Rizky Samudra, SE. M.Si , juga diikuti oleh beberapa dosen Ekonomi Pembangunan .

    Prof. Radij dalam paparannya menyampaikan bahwa perubahan iklim telah masuk dalam SDG, lebih spesifiknya adalah SDG13, karena dianggap sebagai hambatan yang paling signifikan dalam pertumbuhan ekonomi. Hal ini didukung dengan banyaknya bukti yang menunjukkan bahwa perubahan iklim secara langsung mempengaruhi kondisi pertumbuhan dan perkembangan sosial, ekonomi, dan sumberdaya manusia di sebuah negara.

    Perubahan iklim sendiri bukanlah sebuah kejadian alam yang baru-baru saja terjadi. Meskipun begitu peningkatan atau percepatan perubahan iklim mulai terjadi sejak pertengahan tahun 1970-an.

    Dilain sisi, beberapa aktifitas kegiatan manusia terbukti memiliki peran dalam kenaikan level karbondioksida (CO2). Diantara banyak kegiatan, sektor produksi listrik dan pertanian (termasuk kehutanan dan penggunaan lahan lainnya) masing-masing berkontribusi sebesar 25% dan 24% pada kenaikan tingkat CO2 di dunia. Kenaikan ini akan membawa banyak efek negatif seperti mencairnya permafrost (salju abadi), kenaikan tinggi air laut, sering terjadinya kekeringan dan cuaca ekstrim, hingga ancaman terhadap produksi pangan. Lebih lanjut dijelaskan mengenai mitigasi perubahan iklim yang dapat dilakukam melalui enam langkah yaitu reduce, remove, regulate, put a price, use of government subsidies, dan international cooperation.

    Sementara itu, Dr. Suryanto mengatakan Indonesia sebagai wilayah agraris juga dipastikan mendapat pengaruh negatif dari perubahan iklim. Menurut catatan KLH (2004), perubahan iklim seperti suhu udara dan curah hujan yang terjadi secara terus menerus dalam jangka waktu yang panjang antara 50 sampai 100 tahun. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa temperatur udara global telah meningkat 0,6 derajat Celsius (1 derajat Fahrenheit) sejak 1861.

    “Kenaikan suhu dari tahun ke tahun semakin meningkat, meskipun mungkin tidak terasa, namun jika tidak segera diantisipasi maka suhu akan semakin panas, mungkin bukan Saudara atau kita yang menerima dampaknya, tapi generasi dibawah kita yang mendapatkan efek yang luar biasa” ungkapnya.

    Terkait ketahanan pangan, masalahya bukan hanya pada ketersediaan pangan saja namun  juga tetang aksesibilitas dan pada pilihan bagaimana kita bisa memanfaat kan pangan untuk kesehatan.. Impacts of Climate Change

    Secara garis besar disampaikan bahwa dalam food security atau Impacts of Climate Change terhadap food security adalah cukup signifikan. Ketika gaya dalam kita berekonomi atau ketika mengejar pertumbuhan ekonomi masih menggunakan cara-cara lama yang tidak ramah lingkungan, dan lingkungan memiliki daya tampung dan daya dukung yang terbatas,

    “Sama seperti kita, jika kita diganggu sekali mungkin bisa tahan, dua kali tahan, ketiga mungkin sudah tidak tahan dan marah. Demikian juga dengan  bumi, lingkungan, bagaimana kita bisa berbaik hati terhadap lingkungan supaya ada imbal balik lingkungan dengan kita, bisa beraktifitas ekonomi, lingkungan juga masih mendukung kehidupan kita” jelasnya.

    Ekonomi tidak perlu tinggi jika harus menghancurkan bumi dan manusia menderita.Namun pertumbuhan yang ramah lingkungan tapi jangan panjang, berkelanjutan.

  • PDIE FEB UNS Dorong Mahasiswa Lulus Tepat Waktu,  Adakan Workshop Pendampingan

    PDIE FEB UNS Dorong Mahasiswa Lulus Tepat Waktu,  Adakan Workshop Pendampingan

    Mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti Workshop Pendampingan yang ber Pemanfaatan AI dalam Riset dengan narasumber Dr. Wing Wahyu Winarno, MAFIS CA Akuntan dari STIE YKPN Yogyakarta, Selasa 15 Agustus 2023.

    Kepala Program Studi PDIE, Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak. dalam sambutannya memotivasi para mahasiswa agar fokus mengikuti kegiatan yang difasilitasi oleh prodi dan dapat langsung berkonsultasi dengan narasumber untuk memperlancar penyusunan disertasinya, tentang cara pengolahan data, analisis data dan lain sebagainya.

    Prof. Rahma sangat berharap agar mahasiswa bisa menyelesaikan studinya tepat waktu.

    Selain Pendampingan Pemanfaatan AI dalam Riset, PDIE juga mendatangkan dua narasumber Tips dan Trik Lulus S3 Tepat Waktu yang akan digelar di Aula Konimex FEB UNS dan menghadirkan Dr. Wuryan Andayani S.E., M.Si, Ak dari Universitas Brawijaya dan Prof. Dr. Dyah Sawitri, SE, MM dari Universitas Gajayana pada Senin, 21 Agustus 2023.

    Sebelum memasuki materi, Dr. Wing menyampaikan pengantar kepada hampir 50 mahasiswa PDIE bahwa kesulitan pertama bagi sebagian mahasiswa adalah mencari topik yang kira-kira menyakinkan pembimbing, promotor kopromotor, para penguji dan juga meyakinkan diri sendiri.

    “Jika bisa, topik disertasi Anda adalah topik yang keren, yang fenomenal sehingga bisa dikutip banyak orang. Tapi jika tidak bisa, pokoknya memenuhi kriteria sebuah disertasi, ada rumusan masalah, ada teorinya, ada alat analisisnya, dan studi literaturnya” ungkapnya.

    Permasalahan yang kedua adalah faktor dari luar, promotor dan kopromotor (2 orang). Menyatukan pendapat tiga orang itu tidak mudah. Bagaimana mengatasi itu, mahasiswa harus tahu bagaimana karakteristik masing-masing promotor dan kopromotor, interesnya dimana dan waktu mahasiswa harus memahami waktu yang baik untuk berkonsultasi. Faktor eksternal lainnya adalah faktor dari lingkungan keluarga.

    Ada dua faktor yang mempengaruhi kelancaran studi mahasiswa S3, faktor akademik 50%, faktor  non akademik 50%, sama pentingnya.  tidak cukup hanya fakotr aksmeisnya. Mahasisa harus punya ilmu bagaimana memahami pembimbing, karena karakternya berbeda-beda.

    Lebih lanjut,  Dr. Wing menunjukkan beberapa tahapan menulis karya ilmiah. Dalam hal  bagaimana mencari topik, Dr. Wing menyampaikan carilah beberapa paper utama (3-5 paper) yang akan dijadikan acuan. Temukan research gap-nya.  (scholar.google.com, openknowledgemaps.org,  connectedpapers,com).  Hal ini wajib agar kita tahu paper-paper yang menulis itu siapa, harus mengacu kepada penelitian-penelitian yang sudah ada.

    Setelah itu mencari referensi-refensi pendukung untuk:  landasan teori, studi pustaka, referensi  model dan analisis (semanticscholar.org, researchrabbit.org, connnectedpapers.com).

    Lebih lanjut menggunakan AI untuk mempelajari konten tiap paper, untuk membuat literature review, hanya untuk memancing ide (lateral.ai, TYPESET.IO. chatpdf.com).

    Lalu mulai menulis mulai dari membuat outline, menuliskan artikel, menganalis data, memuliskan pembahasan.  Manfaatkan berbagai program penulisan (MS Word dengan fitur-fiturnya, grammarly, Quibot, Speedwrote, Mendelety, Zotero Endnote). Manfaatkan fitur-fitur yang ada,  jangan menulis dengan tangan kosong

    Selesaikan naskah dan pilihlah jurnal yang dituju. Perhatikan bagian about The Journal, pilih yang sesuai dengan paper anda (journalfinder.elsevier.com, journalfinder.wiley.com, journalsuggester.springer.com.

  • Peringati HUT ke-78 Republik Indonesia, Tim PPK Ormawa BEM FEB UNS Adakan Lomba Kemerdekaan Bersama Masyarakat Desa Karangturi

    Peringati HUT ke-78 Republik Indonesia, Tim PPK Ormawa BEM FEB UNS Adakan Lomba Kemerdekaan Bersama Masyarakat Desa Karangturi

    Dalam rangka memperingati HUT ke-78 RI, Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) BEM FEB UNS mengadakan Kelas Program ke-3 dengan tema “Perempuan Cinta Indonesia” yang dihiasi berbagai kegiatan menarik di Desa Karangturi pada hari Jumat, 18 Agustus 2023.

    Kelas program ke-3 yang bertemakan “Perempuan Cinta Indonesia” ini dibuka dengan senam sore yang dipimpin oleh anggota Tim PPK Ormawa BEM FEB UNS, yakni Chiniko dan Yumna, sebagai instruktur senam. Kegiatan senam ini dilaksanakan selama sekitar 15 menit dan diikuti oleh Ibu-Ibu PKK Desa Karanturi dengan penuh semangat. Antusiasme Ibu-Ibu PKK Desa Karangturi dalam mengikuti senam turut menambah kemeriahan dan keceriaan suasana kelas program ke-3 dalam merayakan momentum hari kemerdekaan Republik Indonesia.\

    Setelah senam selesai, agenda kelas program ke-3 dilanjutkan dengan lomba tujuh belasan. Berbagai lomba yang menarik diadakan dalam agenda kali ini, seperti lomba cerdas cermat dan tebak lagu. Ibu-Ibu yang hadir dan berpartisipasi dalam lomba ini dibagi ke dalam beberapa kelompok yang dipandu oleh anggota dari Tim PPK Ormawa BEM FEB UNS.

    Setelah dibagi ke dalam kelompok, setiap kelompok dipandu menuju ke posnya  masing-masing untuk mengikuti lomba yang sudah disiapkan dan ditentukan oleh Tim PPK Ormawa BEM FEB UNS. Semarak kemeriahan lomba dan semangat para peserta pun semakin bertambah di saat setiap kelompok pun membuat yel-yel yang sangat beragam.

    Di akhir kegiatan kelas program ke-3, diadakan sesi awarding bagi para peserta yang memenangkan perlombaan. Tentunya, melalui awarding tersebut diharapkan dapat menambah semangat Ibu-Ibu dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia dan keaktifan dalam mengikuti program-program PPK Ormawa BEM FEB UNS ke depannya.

  • Semesta Wirausaha Merdeka UNS 2023 Siap Cetak Wirausahawan Muda Mandiri

    Semesta Wirausaha Merdeka UNS 2023 Siap Cetak Wirausahawan Muda Mandiri

    Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjadi tuan rumah dalam acara Onboarding Semesta Wirausaha Merdeka, Senin (14/8/2023). Sebanyak 300 mahasiswa terpilih dari 24 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia, diundang untuk hadir secara luring di Aula Suhardi Gedung 3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS.

    UNS menjadi salah satu kampus mitra Kampus Merdeka untuk menyelenggarakan program inisiatif dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), yakni Wirausaha Merdeka. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri menjadi calon wirausahawan. Mereka mengasah jiwa kewirausahaan, mendorong peningkatan pengalaman wirausaha, dan peningkatan kemampuan daya kerja mahasiswa.

    Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum., hadir dan memberi sambutan kepada para mahasiswa. Sembari membuka kegiatan, Prof. Jamal menyampaikan ucapan terima kasihnya atas kepercayaan Kemendikbudristek terhadap UNS dalam pelaksanaan program ini. Beliau turut menyematkan tanda simbolis dengan mengalungkan co-card kepada 2 mahasiswa perwakilan yang kemudian diikuti seluruh mahasiswa yang hadir.

    “Kami berharap program ini dapat melahirkan wirausaha muda yang memberikan kontribusi positif bagi Indonesia,” ujar Prof. Jamal.

    Selain itu, turut hadir Laksmindra Saptyawati, S.E., M.B.A., selaku perwakilan Wirausaha Merdeka Pusat; Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI); Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo); Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin); dan Indonesia Marketing Association (IMA).

    Ketua Pelaksana Onboarding Program WMK UNS 2023, Khresna Bayu Sangka, S.E., M.M., Ph.D., CMILT, menegaskan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi dari berbagai direktorat di UNS dan kampus mitra dalam pelaksanaannya. UNS mengusung identitas program “Sebelas Maret Startup Academy” (Semesta) Wirausaha Merdeka. Kurikulum yang dirancang khusus untuk mencetak calon wirausaha muda Indonesia yang tangguh.

    “Terdapat tiga tahapan utama dalam kegiatan ini Pre-immersion, Immersion, dan Post-immersion, selama 1 semester dengan potensi rekognisi 20 SKS penuh selama 1 semester,” terang Khresna.

    Laksmindra Saptyawati, S.E., MBA., sebagai perwakilan tim program Wirausaha Merdeka Pusat, menjelaskan bahwa program Wirausaha Merdeka hadir sebagai respons atas rendahnya persentase wirausaha di Indonesia, yang hanya sekitar 3.47% di Asia. Fokus utama dalam program ini adalah memberikan pendidikan kewirausahaan yang komprehensif melalui berbagai workshop, pelatihan, dan program pengembangan diri.

    Mahasiswa mendapatkan pengetahuan tentang konsep dasar bisnis, pemodelan bisnis, pemasaran, manajemen keuangan, dan strategi pertumbuhan bisnis. UNS berhasil bersaing dengan berbagai kampus untuk menjadi perguruan tinggi pelaksana WMK 2023 dalam meningkatkan kualitas wirausaha di tanah air.

    Memasuki acara inti, Talk Show Striking Success Story (3S) mengusung tema “Begin Our Business Journey”. Kegiatan ini menghadirkan Founder sekaligus CEO of Creative Kokedama, Dwi Lili Indayani dan Founder of Sekutu Coffe Company, Ricky Vernandes Setiady. Talkshow dipandu oleh Brian Gregory Adhihendra, S.E., M.Sc., selaku moderator.

    Dwi Lili Indayani menyampaikan bahwa memulai bisnis seharusnya didasarkan pada kesukaan terhadap apa yang dilakukan, serta perlu adanya fokus dan konsistensi dalam upaya mencapai kesuksesan. Sementara itu, Ricky Vernandes Setiady mengungkapkan bahwa untuk mengembangkan bisnis, penting untuk memaksimalkan segala potensi yang ada. Mereka sepakat bahwa potensi itu tak hanya terkait dengan uang, tetapi juga memperluas  jejaring  yang kuat dapat juga menjadi modal berharga dalam dunia bisnis. Humas UNS

     Repost uns.ac.id

  • Tim Pengabdian FEB UNS Dampingi Kelompok Usaha Bersama Putri Kawung Bayat

    Tim Pengabdian FEB UNS Dampingi Kelompok Usaha Bersama Putri Kawung Bayat

    Desa Jarum  merupakan sentra batik tulis kain, batik kayu maupun batik dengan media kulit. Penetapan Desa Jarum sebagai desa wisata belum optimal menciptakan nilai bagi masyarakat, meski telah terbentuk kelompok sadar wisata dan paguyuban perajin batik. Hal ini disebabkan karena sarana prasarana pendukung yang tersedia belum dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM).

    Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret  (UNS) Solo melakukan pendampingan tentang iptek dan manajemen bisnis, serta memberikan daya dukung dan resolusi yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi kepada Kelompok Usaha Bersama (Kube) Putri Kawung Bayat.

    Tim terdiri dari Dr. Djuminah, MSi, Ak; Prof Dr Rahmawati, MSi, Ak; Dr Sri Hartoko, MBA, Ak; Ari Kuncara Widagdo, SE, MBA, PhD, Ak; Drs Agus Budiatmanto, MSi, Ak; Dr. Sarah Rum Handayani, MHum; Dra. Siti Nurlaela, MSi, Ak dan beberapa mahasiswa.

    Tim telah melakukan pemetaan need and assesment dengan menggunakan teknik in-deph interview. Permasalahan yang dihadapi mitra dan prioritas permasalahan yang dinilai mendesak untuk diselesaikan.

    “Dukungan dari  FEB UNS mencakup daya dukung tim expert dalam rangka peningkatan kapasitas proses produksi. Keunggulan inovasi teknologi yang ditransfer juga termasuk transfer teknologi tepat guna (TTG) proses pewarnaan untuk meningkatkan kualitas warna tidak luntur,” kata  Dr. Djuminah

    Kemandirian paguyuban jangka panjang dapat difasilitasi tim ahli FEB UNS melalui pendampingan penguatan kelembagaan paguyuban dengan inkubasi koperasi syariah. Dukungan pihak lain yang telah menumbuhkan motivasi perajin di Desa Jarum adalah bantuan pemerintah desa berupa showroom untuk produk anggota paguyuban dan bantuan enam mesin jahit dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Diperinaker) Klaten. Namun, bantuan itu belum dimanfaatkan secara maksimal oleh Kube Putri Kawung.

    “Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan tim FEB UNS ini dirancang sedemikian rupa sehingga memberikan manfaat untuk semua pihak,” ucapnya.

    Bagi akademisi, dosen adalah sebagai bentuk implementasi kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Bagi mahasiswa yang ikut membantu, sebagai tambahan pengetahuan untuk pembelajaran secara langsung tentang permasalahan yang ada di masyarakat dan solusi yang dapat diambil. Terutama untuk Kube Batik Putri Kawung, kegiatan ini memberikan gambaran dan pengalaman untuk inovasi produk selanjutnya.

    “Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mendorong pengembangan potensi Desa Jarum yang terkendala beberapa permasalahan setelah pandemi Covid-19. Kegiatan pendampingan dan penelitian dirancang multitahun dalam rangka perbaikan kapasitas proses produksi yang ramah lingkungan, perbaikan kapasitas pemasaran berbasis teknologi informasi, penguatan kelembagaan serta penyempurnaan adopsi teknologi tepat guna,” terang Rahmawati.

    Dalam rangka perbaikan kualitas produk batik, inovasi yang ditawarkan yakni dengan mencampur warna alam dengan tanah lempung di wilayah tersebut. Metode observasi awal dilakukan dalam rangka evaluasi keterbatasan dan kendala yang dihadapi Kube Putri Kawung dalam rangka mempopulerkan potensi batik di Desa Jarum lebih luas. Hingga kemudian, sejumlah kegiatan strategis dilakukan.

    Di antaranya, melakukan edukasi tentang brand awareness dan sejumlah keterampilan manajemen usaha, seperti manajemen keuangan, kemasan berdaya jual dan promosi. Praktik proses produksi yang ramah lingkungan dengan warna alam campur tanah lempung, serta penguatan kapasitas diversifikasi baik diversifikasi motif ciri khas Klaten ataupun produk turunan batik.

    Kegiatan tersebut diikuti peserta dari Kube Putri Kawung. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan sehingga dapat mendorong omzet penjualan. Serta lebih lanjut dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten.

  • FEB UNS Menerima Kunjungan Kerja Sama National Cheng Kung University dan I-Shou University, Taiwan

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menerima kunjungan dari National Cheng Kung University dan I-Shou University, Taiwan, Selasa, 8 Agustus 2023.

    Lima delegasi yang hadir di FEB UNS adalah Prof. Shin Jyh Wei, Ph.D., Director of the Center for Continuing Education at National Cheng Kung University, Taiwan; Wang Yu-Chi, Ph.D, Department of Medical Science and Biotechnology, I-Shou University, Taiwan; dan Prof. Huang Wenshen, Ph.D, Vice Dean, Office of International Affairs I Shou University beserta dua mahasiswa dari I-Shou University.

    Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto beserta jajaran pimpinan menyambut kehadiran kelima delegasi tersebut di Ruang Sidang Gedung Soeharno TS FEB UNS.

     “Selamat siang dan selamat datang di Universitas Sebelas Maret, Solo. Kami harap Anda menikmati kunjungan ke Indonesia, khususnya di Solo,” sambut Prof. Djoko.

    Sebelum menyampaikan profil singkat FEB UNS, Prof. Djoko memperkenalkan jajaran pimpinan FEB yang hadir pada kesempatan tersebut.

    “Saat ini FEB UNS memiliki 8 program studi, 4 program sarjana, 3 program magister, dan 1 program doktoral. Seluruh program studi di FEB UNS telah menerima akreditasi unggul dari badan akreditasi nasional, sementara ketiga prodi sarjana telah terakreditasi AQAS” ungkapnya.

    Menyambung sambutan dari Dekan FEB UNS, Prof. Huang Wenshen dari I-Shou University dan Prof. Shin dari National Cheng Kung University, menyampaikan profil singkat dari kedua universitas.

    Melalui perkenalan tersebut, Prof. Huang menyampaikan bahwa saat ini I-Shou University memiliki sekitar 40 ribu mahasiswa dan 20 ribu mahasiswa di National Cheng Kung University.

    “Ini adalah kali pertama saya mengunjungi UNS. Kami di I-Shou University telah menerima banyak mahasiswa dari Indonesia. Tercatat ada lebih dari 250 mahasiswa Indonesia di I-Shou University. Selain itu, kami juga menerima banyak mahasiswa dari Eropa dan dari Central Asian Region. Karena inilah kami memiliki diversitas mahasiswa yang tinggi dan kami sangat bahagia dapat berbagi pengalaman ini bersama UNS,” jelas Prof. Huang.

    Diskusi kerjasama antara FEB UNS dan kedua universitas dari Taiwan tersebut dipandu oleh Dr. Retno Tanding Suryandari, Kaprodi MM FEB UNS.

    Diskusi diawali dengan informasi dari I-Shou University terkait program-program yang tersedia dan sesuai untuk pengembangan kerjasama internasional. Dijelaskan pula terkait potensi kerjasama berdasarkan pengalaman kerjasama internasional yang telah diterapkan oleh I-Shou University dan National Cheng Kung University. I-Shou University memiliki dua jenis program yaitu program domestik yang disampaikan menggunakan bahasa mandarin dan program internasional dengan bahasa pengantar Inggris.

    “Telah disampaikan oleh Prof. Huang bahwa di I-Shou University terdapat program internasional bisnis yang dapat ditindaklanjuti dalam hal kerjasama dengan UNS. Program internasional lebih cocok untuk proses kerjasama internasional, karena kendala bahasa dalam program domestik,” jelas Dr. Retno menyimpulkan penjelasan dari delegasi I-Shou University.

    Proses diskusi berlangsung hangat. Dibahas pula terkait potensi kerjasama di bidang pengajaran, pengabdian, dan penelitian, juga kemungkinan mentoring dari I-Shou University terkait akreditasi AACSB.

    “Terima kasih atas kehadirannya di FEB UNS. Diskusi kali ini sangatlah bermanfaat bagi FEB UNS. Kami berharap di masa depan kita dapat bekerjasama melalui kolaborasi ini,” tutup Prof. Djoko.