FEB

Kategori: fakultas

  • Tim PPK Ormawa BEM FEB Adakan Program Perempuan Paham Parenting bagi Ibu-Ibu PKK Desa Karangturi

    Tim PPK Ormawa BEM FEB Adakan Program Perempuan Paham Parenting bagi Ibu-Ibu PKK Desa Karangturi

    Tim Program Peningkatan Kapasitas (PPK) Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan program pembelajaran bertemakan “Perempuan Paham Parenting”, Jumat, 25 Agustus 2023.

    Program Perempuan Paham Parenting ini menjadi program ke-4 yang diadakan oleh Tim PPK Ormawa BEM FEB UNS melalui Sekolah Perempuan Karangturi (SEANTURI) yang berfokus terhadap pemberdayaan masyarakat perempuan di Desa Karangturi.

    Program ke-4 dari Sekolah Perempuan Karangturi (SEANTURI) ini diusung dengan tema “Perempuan Paham Parenting” dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat perempuan akan pentingnya pemahaman terhadap komunikasi positif dan pola asuh anak.

    Dihadiri oleh ibu-ibu yang sebagian besar tergabung dalam Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Karangturi, Tim PPK Ormawa BEM FEB UNS sedari awal memang menargetkan Ibu-Ibu PKK sebagai sasaran audien, mengingat masih terdapatnya ibu-ibu maupun calon ibu yang minim pengetahuan terkait pola asuh anak yang baik dan benar. Padahal, pemahaman yang tepat terkait pola asuh anak merupakan stimulus dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan sang anak, khususnya secara karakter.

    Guna mendukung implementasi target output dari program ini, Tim PPK Ormawa BEM FEB UNS mengundang Citra Tyas Laksmadita, S.Psi., M.Psi., sebagai eksekutor penyampaian poin-poin pola asuh anak kepada Ibu-Ibu PKK Desa Karangturi.

    Pembelajaran dalam program ini dikemas dengan interaktif untuk menarik antusias dari masyarakat perempuan serta menghindari model pembelajaran yang monoton.

    Kegiatan inti dari program ini diawali dengan pengenalan materi oleh pembicara dengan tema “Pentingnya Parenting: Pola Asuh dan Komunikasi Positif serta Digital Native untuk Mewujudkan Insan Cerdas dan Unggul”. Pembicara terlihat sangat semangat dan interaktif dalam menyampaikan materi parenting, sehingga dapat membangkitkan semangat para peserta.

    Sesi materi dalam program ini dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan pembicara. Dalam sesi ini sangat terlihat antuasias dari ibu-ibu PKK yang cukup banyak menanyakan pertanyaan-pertanyaan seputar parenting berdasarkan pengalaman pribadi maupun orang-orang terdekat.

    Setelah sesi tanya jawab, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Focus Group Discussion (FGD) yang didampingi oleh Tim PPK Ormawa BEM FEB UNS dan juga penugasan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan. Para peserta juga dipersilahkan secara sukarela untuk mempresentasikan hasil penugasan secara interaktif.

    Pelaksanaan program “Perempuan Paham Parenting” diakhiri dengan pemberian hadiah kepada peserta yang telah aktif dalam penugasan dan juga sesi dokumentasi yang diikuti oleh peserta dan pembicara yang dipandu oleh Tim PPK Ormawa BEM FEB UNS.

    Tentunya melalui implementasi program ke-4 ini diharapkan “para bunda” lebih paham dan mampu menerapkan komunikasi positif dan pola asuh yang tepat kepada “sang buah hati”.

  • Tanggap Potensi Bencana, Tim PPK Ormawa BEM FEB Bersama SAR UNS Gelar Program Perempuan Paham Mitigasi Bencana di Desa Karangturi

    Tanggap Potensi Bencana, Tim PPK Ormawa BEM FEB Bersama SAR UNS Gelar Program Perempuan Paham Mitigasi Bencana di Desa Karangturi

    Tim Program Peningkatan Kapasitas (PPK) Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menggelar program ke-5 dari Sekolah Perempuan Karangturi (SEANTURI) dengan tema “Perempuan Paham Mitigasi Bencana”, Jumat, 8 September 2023, di Desa Karangturi, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

    Pada program kali ini, Tim PPK Ormawa BEM FEB UNS menggandeng SAR UNS sebagai kolaborator dari pelaksanaan program ke-5 yang berorientasi terhadap mitigasi bencana.

    Pelaksanaan program Perempuan Paham Mitigasi Bencana ini diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakat, khususnya perempuan, dalam merespon kejadian bencana yang terjadi di daerah setempat.

    Guna mendukung tercapainya poin-poin indikator keberhasilan program, pelaksanaan program ini tidak hanya diisi oleh sesi materi, namun juga sesi praktik dan penugasan yang dapat menunjang pemahaman dari para peserta terkait dengan materi yang disampaikan.

    Tim SAR UNS sebagai kolaborator dari program ini berpendapat bahwasannya potensi bencana yang sekiranya terjadi di Desa Karangturi adalah gempa bumi dan kebakaran, melihat bahwa secara tata letak geografisnya, Desa Karangturi merupakan daerah yang cukup berbukit dan gersang. Oleh karena itu, sesi materi yang dibawakan dalam program ini yakni terkait dengan gempa bumi dan mitigasinya. Kemudian, dilanjutkan dengan sesi praktik berupa simulasi pemadaman api kebakaran yang dipandu oleh tim dari SAR UNS. Baik dari peserta maupun Tim PPK Ormawa BEM FEB sangat antusias dalam mempratikkan simulasi mitigasi kebakaran.

    Setelah sesi materi dan praktik simulasi selesai, kegiatan program ke-5 dilanjutkan dengan penugasan langah-langkah mitigasi bencana gempa bumi.

    Berdasarkan penugasan ini dapat terlihat bahwa para peserta telah mengikuti sesi materi dengan baik sehingga sudah cukup memahami terkait mitigasi gempa bumi. Selain itu, para peserta juga terlihat cukup antusias dalam mengerjakan penugasan yang diberikan oleh Tim PPK Ormawa BEM FEB UNS.

    Program Perempuan Paham Mitigasi Bencana ditutup dengan penyerahan vandel oleh Tim PPK Ormawa BEM FEB UNS kepada pihak SAR UNS sebagai bentuk apresiatif kolaborasi yang telah dilaksanakan.

    Tim PPK Ormawa BEM FEB dan SAR UNS berharap agar melalui program ini tingkat kesadaran dan pengetahuan masyarakat terhadap potensi bencana yang terjadi di Desa Karangturi dapat meningkat, sehingga mampu memberikan rasa yang lebih aman bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat.

  • Alumni Magister Akuntansi FEB UNS Beri Motivasi Mahasiswa Baru

    Alumni Magister Akuntansi FEB UNS Beri Motivasi Mahasiswa Baru

    Mahasiswa baru Program Studi (Prodi) Magister Akuntansi (MAKSI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru, Kamis 14 September 2023 di Ruang Telekonferen Gedung Soedarah Soepono.

    Di kegiatan itu, prodi menghadirkan narasumber Moch Chozinuddin Holil, S.E., M.Si., Ak CA., CRMO, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Wonogiri yang juga Alumni MAKSI FEB UNS.

    Dalam sambutan kepada mahasiswa baru MAKSI, Dr. Eko Arief Sudaryono, M.Si., Ak, Ketua Gugus Kendali Mutu Program Studi Magister Akuntansi (MAKSI) memberikan ucapan selamat kepada 21 mahasiswa baru MAKSI.

    “Selamat datang dan selamat belajar yang sungguh-sungguh di Prodi MAKSI. Di MAKSI, sebelum lulus, mahasiswa harus melakukan publikasi minimal Sinta 2 atau pada jurnal internasional”, terangnya.

    Dr. Eko juga menyampaikan terima kasih kepada narasumber, Moch. Chozinuddin. Diharapkan dengan acara orientasi ini bisa memberikan motivasi kepada mahasiswa baru MAKSI agar bisa lulus cepat dan tepat waktu.

    Chozinuddin diawal paparan materinya berpesan kepada mahasiswa baru MAKSI agar bisa menikmati seluruh proses perkuliahan.

    “Nikmati saja prosesnya, rajin mengikuti perkuliahan, mengerjakan tugas-tugas dan lain-lain, jika lelah beristirahat dahulu dan setelahnya bisa dilanjutkan lagi, tidak apa-apa. Yang penting miliki niat yang kuat untuk kuliah, tidak ada yang sulit. Ketika sedang mencari data atau mencari artikel di jurnal dan lain-lain, ikuti saja, jalani saja” urainya memotivasi.

     

    Selanjutnya disampaikan agar mahasiswa dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan  memperbanyak membaca, berdiskusi dengan kakak tingkat atau dosen untuk menambah wawasan,  tidak hanya memahami materi saja.

    Usai menyemangati dan memotivasi mahasiswa, Chozinuddin menyampaikan materi pengelolaan keuangan daerah. Mahasiswa secara aktif diajak untuk berdiskusi tentang materi yang telah dipaparkannya.

  • 30 Tenan Bergabung di Culinary of Development Economics yang Digelar HMJ EP

    30 Tenan Bergabung di Culinary of Development Economics yang Digelar HMJ EP

    Culinary of Development Economics (CODE) Presented by Pekan Kewirausahaan (PKWU) dengan tema “Membangun Ekonomi dari Generasi Emas dengan Merangkul Peran Seni” merupakan  salah satu Program Kerja Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan Periode 2023.

    Di era digital saat ini, ekonomi kreatif atau yang biasa disingkat sebagai ekraf mungkin sudah tidak asing lagi di telinga. Berbagai bisnis dijalankan dengan mengutamakan konsep kreatif sehingga tidak saja memudahkan masyarakat, tapi juga mengintensifkan kreativitas.

    Sektor bisnis kuliner memiliki potensi kuat untuk berkembang, perlu mendapatkan perhatian semua pihak untuk membantu mengembangkan dan penting untuk memperkenalkan bisnis kuliner yang dimiliki oleh mahasiswa atau pun masyarakat luas agar mereka dapat meningkatkan produksi, penjualan dan terbukanya pasar untuk bisnis tersebut.

    Faktor inilah yang menjadi pendorong Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan untuk menyelenggarakan bazar kuliner bagi seluruh mahasiswa Ekonomi Pembangunan, UNS, masyarakat, dan para pecinta kuliner.

    Culinary of Development Economics pada tahun 2023 diharapkan mampu memberikan impact yang besar dalam bidang ekonomi dan sosial, karena acara ini mengutamakan prinsip from us. to us, and for us yang memiliki fokus pada pengembangan bisnis kuliner dan acara seni yang berguna dalam penyebaran dan pengembangan seni untuk mahasiswa serta dapat menjadi acara hiburan yang dapat mempererat hubungan antar mahasiswa terutama mahasiswa baru S-1Ekonomi Pembangunan.

    Bazar CODE (Culinary of Development Economics) berlangsung selama 3 hari dari Selasa, 29 Agustus – Kamis, 31 Agustus 2023 diikuti oleh 30 tenant makanan mulai dari makanan tradisional hingga modern food. Diisi dengan berbagai rangkaian acara yang terdiri dari TalkShow, Perlombaan Makan, Panco, PES, dan Performance dari Mahasiswa Ekonomi Pembangunan, Mahasiswa FEB, dan Spesial Guest Star lokal.

  • Selama Dua Hari, Mahasiswa Baru Prodi Magister Manajemen Ikuti Orientasi, Pembimbingan dan Pelatihan

    Selama Dua Hari, Mahasiswa Baru Prodi Magister Manajemen Ikuti Orientasi, Pembimbingan dan Pelatihan

    Mahasiswa Baru Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti Orientasi, Pembimbingan dan Pelatihan, Kamis-Jumat, 14-15 September 2023 di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi.

    Retno Tanding Suryandari, S.E., M.E., Ph.D. Kepala Program Studi (Kaprodi) MM dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dan berharap mahasiswa MM bisa lulus tepat waktu.

    “Selamat datang dan terima kasih Anda sudah memilih Prodi MM untuk melanjutkan studi. Dari sekarang Anda sudah mulai fokus untuk bisa lulus tepat waktu. Target dari prodi, semua mahasiswa bisa selesai dalam 4 semester sesuai kurikulum yang kami desain” tegasnya.

    Lebih lanjut dikatakan, mahasiswa baru Prodi MM berjumlah 41mahasiswa dan merupakan jumlah terbesar dari program pascasarjana di FEB UNS.

    Dari jumlah tersebut, ada yang berasal dari jalur reguler, beasiswa, melalui Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU). PMDSU merupakan program beasiswa bagi sarjana unggul untuk melakukan percepatan pendidikan menjadi lulusan doktor pada usia muda. Jadi pada jalur ini, mahasiswa studi di magister sekaligus pada program doktor. Selain itu, mahasiswa baru MM ada juga yang mahasiswa asing,  berasal dari Libya.

    Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si., Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB memberikan selamat kepada Prodi MM yang diminati masyarakat terbukti di tahun 2023 memiliki jumlah mahasiswa terbesar diantara prodi pascasarjana di FEB.

    Kepada mahasiswa baru,  Dr. Dwi menekankan agar di awal mahasiswa harus memiliki tujuan melanjutkan studi di Prodi MM

    “Anda masuk ke MM motivasinya apa? Ända harus punya misi dan tujuan, ini adalah jalur yang lebih baik untuk masa depan Anda, untuk meningkatkan kapasitasi diri Anda. Kami sangat berharap, dengan Anda masuk di MM ini, kemampuan, kompetensi Anda betul-betul bertambah dan memiliki kekhususan yang bisa mencirikan, membranding diri Anda” paparnya.

    Dr. Dwi juga berharap agar Kaprodi mengawal, membimbing mahasiswa Prodi MM agar  bisa lulus tepat waktu.

    Dihari pertama, setelah pengenalan Prodi MM oleh Kaprodi dan Pengenalan Administrasi Akademik oleh Sub Koordinator Akademik, Nur Hariawan, SH., mahasiswa mendapatkan  materi dari empat pembicara.

    Prof. Doddy Setiawan, S.E., M.Si., IMRI, Ph.D, Ak. dan Prof. Dr. Hunik Sri Runing Sawitri, M.Si memberikan materi Mengembangkan Ide Penelitian, Tri Mulyaningsih, Ph.D. dan Dr. Roderikus Agus Trihatmoko, SE. MM memberikan materi tentang Penulisan Karya Ilmiah untuk Publikasi.

    Materi penelitian dan publikasi sengaja diberikan prodi di hari pertama orientasi karena memang materi ini biasanya menjadi tantangan terbesar mahasiswa.  Saat mendaftar ujian tesis syaratnya adalah memiliki publikasi.

    Dihari kedua, empat narasumber lain memberikan materi untuk memperkaya pengetahuan mahasiswa baru. Dr. Mulyanto, M.E memberikan materi Penulisan Karya Imiah Populer, Suradi, SE, MM dengan materi Trend Tantangan Bisnis dan Manajerial, Zahra Noor Eriza, S.I.Kom., MM dengan materi Reinventing Online Personality serta Erwina Sulistiyaningrum, S.Sos dengan materi Digital Literacy.

  • Tenaga Keamanan FEB Ikuti Koordinasi Kerja    

    Tenaga Keamanan FEB Ikuti Koordinasi Kerja    

    Sejumlah Tenaga Keamanan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis (FEB) Universitas sebelas Maret (UNS) mengikuti Koordinasi dan Diskusi mengenai Tugas Pokok Tenaga Keamanan,  Rabu 13 September 2023 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS.

    Kegiatan dihadiri oleh Wakil Dekan Sumber Daya Manusia, Logistik dan Keuangan, Koordinator Tata Usaha, Sub Koordinator Akademik dan Non Akademik serta Tenaga Keamanan FEB.

    Dalam arahannya, Wakil Dekan Sumber Daya Manusia, Keuangan dan Logistik, Dr. Djuminah, M.Si., Ak. menyampaikan kegiatan ini merupakan sebuah ajang silaturahmi untuk menjaga kedekatan hubungan antara pimpinan dan bawahan.

    Di kegiatan itu,  Dr. Djuminah juga membuka kesempatan untuk saling berdiskusi,  menyampaikan banyak hal masukan untuk dapat dibahas bersama demi kebaikan FEB.

    Sementara itu, Iwan Kusmartono, S.H., Koordinator Bagian Tata Usaha FEB mengingatkan kembali tugas dan fungsi tenaga keamanan.

    “Tugas dan fungsi tenaga keamanan adalah  melakukan pengamanan, membuat semua penghuni terasa aman dan nyaman. Sebagai pelayan publik, mindset sebagai tenaga keamanan yang semi militer, terkesan galak dan kaku perlu dirubah menjadi tenaga keamanan yang memberikan keramahan, senyum, salam dan sapa dengan tetap menjaga kewaspadaan tentunya. Ketika ada orang yang tidak dikenal masuk ke lingkungan FEB, tetap waspada dan memastikan keperluannya  serta jika diperlukan berkoordinasi dengan unit terkait“ ungkapnya.

    Lebih lanjut disampaikan, dengan adanya keterbukaan informasi, semua orang akan sangat mudah untuk memberikan penilaian dan dapat leluasa untuk menyebarkannya ke media sosial. Diharapkan seluruh pegawai termasuk tenaga keamanan perlu lebih berhati-hati dalam memberikan layanan, menjaga sikap untuk memberikan  yang terbaik kepada user atau pengguna.

    Dalam hal koordinasi kerja, Iwan juga menekankan agar Standar Operasional Prosedur (SOP) perlu diterapkan. Koordinasi kerja atau penyampaian informasi harap dilakukan dengan berjenjang agar lebih terkontrol.

    Beberapa arahan juga diberikan oleh Sub Koordinator Akademik Nur Hariawan, S.H., dan Sub Koordinator Non Akademik,  Ardi Wikanto, S.E, Ak., M.A.P.

    Tenaga keamanan yang hadir secara bergantian juga diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya, saran dan juga masukan.

     

  • FEB Jadi Tuan Rumah Workshop Kearsipan, Bahas Bagaimana Mengelola Arsip Inaktif

    FEB Jadi Tuan Rumah Workshop Kearsipan, Bahas Bagaimana Mengelola Arsip Inaktif

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menjadi tuan rumah kegiatan Workshop Monitoring dan Evaluasi Kearsipan Internal Tahun 2023, Kamis 7 September 2023 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS FEB.

    Wakil Dekan Sumber Daya Manusia,Keuangan dan Logistik dalam sambutannya dihadapan lebih dari 20 arsiparis UNS yang hadir menyampaikan ucapan selamat datang dan juga kekagumannya kepada para arsiparis.

    “Selamat datang, saya senang sekali ketika berkumpul dengan para arsiparis karena mengingatkan kepada kita agar selalu rapi, tertib dan menata dokumen yang kita miliki dengan baik. Ini sesuatu yang sangat penting untuk memberikan kemudahan juga dalam bekerja” paparnya.

    Dr. Djuminah juga mempersilahkan kepada para arsiparis untuk berdiskusi secara lebih leluasa  membahas hal-hal yang berhubungan dengan kearsipan.

    Di kegiatan tersebut, Friddy Wahyu Kurniawan, S.Pd., Pranata Kearsipan dari UPT Kearsipan UNS menjadi narasumber yang memaparkan secara detil bagaimana manajemen arsip inaktif.

    Dikatakan, arsip inaktif merupakan arsip yang frekuensi penggunaannya telah menurun. Arsip Inaktif bertujuan mengurangi volume arsip organisasi dan implikasinya, membebaskan ruang kerja dari tumpukan arsip dan penciptaan sistem penyimpanan yang efektif dan efisien.

    ” Pengolahan arsip inaktif dilaksanakan melalui survei, yang pertama survey terhadap kelembagaan/organisasi meliputi survei tentang perkembangan organisasi atau unit kerja/unit pengolah/unit pencipta arsip, perubahan organisasi, tugas, fungsi serta unit kearsipannnya. Dan yang kedua adalah survei terhadap fisik arsip meliputi survei menyeluruh untuk mengetahui jumlah (volume arsip), umur arsip, tempat penyimpanan arsip dan jenis media arsip” jelasnya.

    Selanjutnya diuraikan prosedur pengolahan arsip inaktif teratur dilakukan dengan cara penyeleksian arsip inaktif, penataan folder/berkas, penyimpanan arsip inaktif ke dalam boks arsip, penempatan boks dalam rak arsip, pembuatan daftar arsip inaktif.

    Sedangkan prosedur pengolahan arsip inaktif tidak teratur dilakukan dengan cara penyortiran, pemberkasan/ pengelompokan/ identifikasi arsip, pendeskripsian arsip, manuver fisches/ kartu deskripsi, penomoran definitif, pembungkusan arsip, manuver berkas, penomoran berkas, penataan fisik arsip, pelabelan, penempatan boks dalam rak arsip serta pembuatan dafar arsip inaktif.

    Pemeliharaan arsip inaktif dapat dilakukan dengan menggunakan rak besi untuk menyimpan boks arsip, menggunakan pendingin ruangan menjaga suhu ruangan tetap stabil seperti AC, tata letak rak arsip disesuaikan dengan luas ruangan penyimpanan, memberi kamper untuk masing-masing boks arsip setiap dua bulan sekali, menjaga kebersihan ruangan penyimpanan arsip serta membatasi akses.

    Lebih lanjut, untuk peminjaman dan penggunaan arsip inaktif ada kewenangan pengguna dan prosedur.

    Prosedurnya meliputi permintaan (lisan,telepon,tertulis), pencarian (lansung ke arsip/melalui daftar), penggunaan tanda keluar (out indikator), pencatatan, pengambilan/pengantaran, pengendalian (masa peminjaman, lokasi dan pengguna) dan penyimpanan kembali (out indikator diambil dan arsip ditempatkan.

  • Undang 2 Narasumber, Tim Pengembangan Kerja Sama Akuntansi Adakan  Workshop Materi Kegiatan Brevet Pajak A dan B

    Undang 2 Narasumber, Tim Pengembangan Kerja Sama Akuntansi Adakan Workshop Materi Kegiatan Brevet Pajak A dan B

    Tim Pengembangan Kerjasama Akuntansi, Program Studi Akuntansi, Fakutas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Materi Kegiatan Brevet Pajak A dan B pada Jumat, 25 Agustus 2023 secara hybrid di Ruang Teleconference, Gedung Soedarah Soepono dan melalui zoom cloud meeting.

    Kegiatan itu menghadirkan dua narasumber, Warsito S.E., M.Si dari Kantor Wilayah DJP Jawa Barat dan Mukh. Nurkholis, Ak., BKP-C., CA. Konsultan Pajak MNCo.

    Dr. Setianingtyas Honggowati, M.M., Ak, Ketua Pengembangan Kerjasama Akuntansi menyatakan dalam sambutannya, zaman dan teknologi semakin cepat berkembang yang tidak menutup kemungkinan akan bersinggungan dengan bidang ekonomi. Maka tujuan dari acara ini adalah sebagai pengembangan diri, untuk mengetahui berbagai macam hal yang terjadi dalam dunia praktek atau dunia kerja guna menghadapi perkembangan jaman.

    Dr. Setianingtyas juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada kedua narasumber yang telah menyempatkan waktu untuk memberikan pencerahan kepada para tenaga pengajar Brevet Pajak A dan B.

    Narasumber  pertama, Warsito dalam paparannya menjelaskan Sistem perpajakan di Indonesia ada tiga, yakni: Official Assessment System, Self Assessment System, dan Withholding System. Di dalam Self Assessment System, wajib pajak dituntut untuk aktif sementara pihak aparat perpajakan bersifat pasif.

    Wajib pajak diharuskan memiliki pemahaman tentang ketentuan perpajakan. Dalam sistem ini wajib pajak memiliki empat kewajiban (4M), yakni: mendaftar, menghitung, menyetorkan/membayar, dan melapor.

    Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memberi kewenangan kepada para wajib pajak untuk melaksanakan 4M tersebut dengan baik sesuai dengan Undang-Undang KUP. Namun, dikarenakan adanya kekhawatiran dari para wajib pajak mengenai kesalahan dalam proses perhitungan, wajib pajak lebih memilih untuk menggunakan jasa dari konsultan pajak.

    Sementara itu Nurkholis menjelaskan ilmu pajak bukan ilmu yang sekedar tahu saja, ilmu pajak merupakan ilmu praktek atau keterampilan.

    “Belajar pajak itu sama dengan akuntansi, sama dengan belajar silat, sama dengan belajar menari. Ilmu pajak harus dilatih berkali-kali atau berulang-ulang” tegasnya.

    Lebih lanjut, Nurkholis mengevaluasi kendala-kendala yang ada di Brevet dan hampir ada pada seluruh pelatihan dimanapun yakni keterbatasan waktu yang singkat. Kemudian kurangnya motivasi belajar dari peserta Brevet. Dan juga modul yang belum diperbarui, sehingga dapat menciptakan bias dalam pengaplikasian ilmu pajak.

    Para tenaga pengajar Brevet diawal pembelajaran harus sering memotivasi peserta untuk benar-benar mengikuti pelatihan dengan serius dan tidak hanya sekedar formalitas mendapatkan sertifikat sehingga peserta benar-benar menguasai materi.

  • Webinar Grup Riset Kearifan Lokal Angkat Tema Transformasi Pemasaran Digital, Dampak Sosial Masyarakat dan Riset di Era Baru

    Webinar Grup Riset Kearifan Lokal Angkat Tema Transformasi Pemasaran Digital, Dampak Sosial Masyarakat dan Riset di Era Baru

    Grup Riset Kearifan Lokal Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan Webinar Transformasi Pemasaran Digital:  Dampak Sosial Masyarakat dan Riset di Era Baru, Kamis 31 Agustus 2023.

    Kegiatan yang digelar secara daring itu menghadirkan narasumber Dila Maghrifani, S.E., B.Sc., M.Sc., Dosen FEB UNS yang juga merupakan Anggota Grup Riset Kearifan Lokal.

    Di awal paparannya, Dila mengajak Dosen untuk selalu beradaptasi terhadap perkembangan zaman yang bergerak sangat cepat.

    “Seperti halnya pemasaran digital yang terus berkembang begitu pula peran kita sebagai dosen dan peneliti. Kita adalah penerjemah arus teknologi ini, mengubahnya menjadi sebuah pengetahuan yang mencerahkan dan memandu jalannya mahasiswa kita menuju generasi masa depan yang lebih cerah. Dunia berjalan sangat dinamis sehingga apakah kita mau tetap berjalan seperti apa yang biasa kita jalankan ataukah kita mulai berubah beradaptasi berinovasi dan semakin kreatif” ungkapnya.

    Dila menyampaikan bahwa di era  sekarang, pemasaran digital memberikan dampak sosial yang luar biasa. Sekat antara penjual dan pembeli semakin tipis. Pemasaran digital semakin mendorong adanya perilaku impulsif, misalnya  perilaku seseorang yang ingin membeli hanya karena melihat story dari kolega atau teman dan relate dengan apa yang diinginkan walaupun bukan keinginan yang utama.

    Selanjutnya dikatakan, beberapa perubahan paradigma riset dan riset di era digital diantaranya data yang semakin kaya dan luas. Ini menjadi salah satu keuntungan karena kita semakin mudah jika kita membutuhkan data yang sangat banyak tetapi juga menjadi sebuah tantangan karena filteringnya juga semakin challenge. Kita harus filter mana data-data yang memang signifikan dan relevan dan data-data yang hanya.

    Selain itu riset di era digital ada pergeseran dalam metodologi penelitian,  fokus pada inovasi dan kreatifitas dalam menyelesaikan masalah, fokus pada keberhasilan penggunaaan teknologi dan penerapan pada berbagai studi konteks.

    Dalam forum ini, Dila juga membuka kesempatan yang luas kepada peserta webinar untuk saling berdiskusi.

  • Dukung Pengembangan UMKM, HMJ Manajemen Gelar ECOFAIR 2023

    Dukung Pengembangan UMKM, HMJ Manajemen Gelar ECOFAIR 2023

    ECOFAIR 2023 merupakan gong pembuka dari serangkaian acara Management Carnival yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMP) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), 7-9 September 2023 di Halaman Gedung Djarwanto PS.

    Kegiatan yang mengangkat tema “Let’s Collaborate with your business and make MSMEs a Game Changer Keep the spirit to find opportunities” bertujuan untuk mendukung pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan cara memberikan media kolaborasi, pengembangan dan pemberdayaan kepada para pemilik UMKM yang berada di wilayah Solo dan sekitarnya.

    Plt.Kepala Program Studi Manajemen FEB UNS, Dr. Atmaji, MM dalam sambutannya menyampaikan penghargaan kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menggelar ECOFAIR 2023.

    “Terima kasih kepada seluruh panitia, kolaborasi antara mahasiswa dengan UMKM menjadi satu hal yang penting. Salah satu pondasi ekonomi kita adalah UMKM. UMKM itu kapanpun dimanapun bisa hidup bahkan di masa pandemi UMKM justru sebagai salah satu  penyangga ekonomi di Indonesia. Sehingga sangat tepat jika kalian mengangkat tema tentang UMKM” ungkapnya

    Lebih lanjut dikatakan, kegiatan ini merupakan salah satu satu bentuk praktek perkuliahan.

    Upaya yang dilakukan prodi adalah profil lulusan nanti salah satunya adalah bisa menjadi wirausaha. Tentu saja dimulai dari usaha mikro kecil dan menengah, selanjutnya jika dikelola dengan baik, dengan manajemen yang bagus dan ilmu yang dimiliki maka usaha yang dimiliki akan semakin besar.

    Plt. Wakil Dekan Perencanaan, Kerjasama Bisnis dan Informasi, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., juga mengapresiasi kegiatan ECOFAIR.

    Ia berharap kedepannya, himpunan mahasiswa jurusan bisa mulai berpikir bagaimana agar ECOFAIR bisa diselenggarakan dengan dua jalur. Yang pertama secara offline, lalu untuk mengefisiensi waktu bisa diselenggarakan dengan sistem digital atau online karena perkembangan UMKM yang ada sekarang ini semuanya  mengarah pada digitalisasi.

    Harapan kami semoga kegiatan yang seperti ini bisa membawa manfaat baik kepada panitia, fakultas, maupun UMKM di sekitar UNS.

    Selanjutnya, mewakili Dekan, Tastaftiyan, Ph.D. membuka  ECOFAIR 2023 dengan seremoni pengguntingan pita yang disaksikan oleh sejumlah tamu undangan dan pengunjung ECOFAIR.

    ECOFAIR yang berjalan selama tiga hari dimeriahkan dengan lomba e-sport dan fun games.