FEB

Kategori: fakultas

  • Berorientasi Pada Pengembangan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat, Tim PPK Ormawa BEM FEB UNS Launching Program Sekolah Perempuan Desa Karangturi

    Berorientasi Pada Pengembangan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat, Tim PPK Ormawa BEM FEB UNS Launching Program Sekolah Perempuan Desa Karangturi

    Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) 2023 yang dibimbing oleh Dr. Nurul Istiqomah, Dosen FEB UNS  telah melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Launching Program Sekolah Perempuan Karangturi (SEANTURI) di Desa Karangturi, Kabupaten Karanganyar, Sabtu, 22 Juli 2023.

    Launching Program SEANTURI dihadiri oleh masyarakat Desa Karangturi, khususnya Ibu-Ibu PKK Desa Karangturi yang juga menjadi target peserta dari program yang sudah dirancang oleh tim PPK Ormawa BEM FEB UNS 2023. Tercatat, sekitar 40 orang yang hadir mengikuti kegiatan pelaksanaan launching program SEANTURI. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh kepala desa dan perangkat Desa Karangturi.

    Peluncuran dan peresmian program SEANTURI dilakukan secara simbolis melalui pemotongan tumpeng. Pemotongan tumpeng dilakukan oleh perwakilan desa dan tim PPK Ormawa BEM FEB UNS sebagai simbol penerimaan tim PPK Ormawa BEM FEB UNS 2023 dan program SEANTURI oleh masyarakat Desa Karangturi.

    Program SEANTURI menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa FEB terhadap masyarakat sekitar melalui kegiatan pengembangan desa dan pemberdayaan masyarakat, khususnya kaum perempuan. Berfokus terhadap aktualisasi perempuan di Desa Karangturi berdasarkan pembelajaran abad 21. Program ini nantinya  ini memiliki 11 kurikulum materi yang bukan saja hanya berorientasi terhadap teori tetapi juga praktik.

    Bersamaan dengan diluncurkan dan diresmikannya program SEANTURI, tentunya banyak sekali harapan yang ditujukan terhadap keberhasilan program ini.

    Lurah Desa Karangturi, Mulyani berharap agar program ini nantinya dapat menjalin kerja sama dengan pihak eksternal desa sehingga mampu memberikan optimalisasi program yang dapat meningkatkan kapabilitas masyarakat desa.

    Selain itu, ketua tim PPK Ormawa BEM FEB UNS 2023, Anisa Miftakhul Jannah, juga berharap program SEANTURI ini mampu mengoptimalisasi peran dan kontribusi kaum perempuan di Desa Karangturi yang nantinya dapat bermanfaat untuk dirinya sendiri dan orang lain utamanya di dalam keluarga.

  • 24 Pengurus Ormawa FEB Ikuti Pelatihan Persiapan Sertifikasi Logistics dan Export Import  serta Pelatihan Logistics Management

    24 Pengurus Ormawa FEB Ikuti Pelatihan Persiapan Sertifikasi Logistics dan Export Import  serta Pelatihan Logistics Management

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UNS) bekerja sama dengan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menggelar Pelatihan Persiapan Sertifikasi Logistics dan Export Import serta Pelatihan Logistics Management, Rabu-Kamis, 2-3 Agustus 2023 di Ruang 2022 Gedung Djarwanto PS FEB UNS.

    Kegiatan yang diikuti oleh 24 mahasiswa  yang aktif di Organisasi Kemahasiswaan FEB UNS dibuka langsung oleh Dr. Dwi Prastyani, S.E., M.Si., Plt. Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan  FEB UNS.

    Dalam sambutannya, Dr. Dwi  mewakili institusi mengucapkan terimakasih atas kedatangan narasumber dari ALFI dan berharap dua hari ke depan akan bisa memberikan banyak pengetahuan yang bermanfaat terutama kepada para mahasiswa.

    Kepada seluruh mahasiswa, Dr. Dwi menyampaikan pentingnya memiliki sertifikat kompetensi.

    “Anda bisa berada disini adalah kesempatan luar biasa, kami mohon Anda bisa memanfaatkan momen ini sebaik baiknya, sekali lagi ini untuk Anda sendiri untuk kedepannya. Sertifikasi itu penting, ketika anda memiliki sertifikasi atas kompetensi tertentu maka itu akan menjadi portofolio yang baik sekali dan akan pasti dilirik oleh mereka yang akan membuka lowongan kerja. Apapun profesinya harus punya sertifikasi”paparnya memotivasi.

    Lebih lanjut dikatakan, kita  ini menuju fakultas yang memiliki akreditasi unggul dimana salah satu entitas sudah unggul itu artinya melampaui jadi artinya kita sudah tidak bicara nasional lagi,  sudah harus masuk ke ranah internasional.

    Sementara itu,  Teguh Arif Handoko, Ketua Umum ALFI Jawa Tengah dan DIY dalam arahannya menyampaikan harapannya agar mahasiswa FEB usai pelatihan ini bisa mendapatkan ilmu dan memberikan sesuatu kepada perusahaan logistik, kepada perusahaan ekspor impor. Saat mahasiswa lulus dan kemudian bekerja diperusahaan tersebut juga sudah siap.

    “Nanti saat mahasiswa magang di perusahaan logistik, magang di eksportir, magang di importir. semuanya sudah siap. Masuk magang itu tidak posisi nol. Kalau posisi nol, kami-kami ini yang di industri logistik menerima juga harus memberikan pelajaran dari nol. Tapi kalau tidak dari nol, minimal angkanya di angka 60-70 % dikuasai. Tinggal implementasi saja di lapangan” jelasnya.

    Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut dipandu oleh 3 orang trainer dari ALFI. Beberapa materi yang disampaikan diantaranya Packaging & Cargo Consolidation, Kepabeanan dan Pengangkutan Barang International, Warehouse Management, IT in Logistics dan materi lainnya yang pastinya memberikan wawasan pengetahuan di bidang logistik bagi peserta.

  • RG Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia Latih Digital Marketing dan Produk Kreatif Kewirausahaan kepada SMK Bhakti Karya Karanganyar

    RG Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia Latih Digital Marketing dan Produk Kreatif Kewirausahaan kepada SMK Bhakti Karya Karanganyar

    Research Group (RG) Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar  Pengabdian Masyarakat dengan tema  “Literasi Digital Marketing dan Produk Kreatif Kewirausahaan” di SMK Bhakti Karya Karanganyar, 20 Juli 2023.

    Dalam menjalankan kegiatannya, Tim RG  yang diketuai Dr. Ahmad Daerobi dan beranggotakan Dr. Guntur Riyanto,  Dr. Dwi prasetyani, Dr. Vinc Hadiwiyono, Vita kartika Sari, Msc dan Aulia Hapsari Juwita, M. E  juga berkolaborasi dengan mahasiswa tim KKN 165.

    Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi waktu yang cukup efektif bagi tim untuk memperkenalkan pelajaran kewirausahaan kepada para siswa. Mata pelajaran kewirausahaan merupakan mapel baru bagi siswa SMK Karanganyar ini baru diberikan kepada murid mulai tahun ajaran 2022/2023.

    Pihak sekolah berharap dengan kedatangan Tim RG bisa memotivasi dan memberikan wawasan lebih kepada para murid agar tumbuh jiwa kewirausahaannya. sehingga dapat mempersiapkan anak didik dalam rangka menciptakan lapangan kerja sejak dini.

    Produk kreatif merupakan suatu produk yang diperoleh dari ide unik atau inovasi individu yang kemudian memiliki nilai jual tinggi. Produk kreatif banyak dijadikan sebagai salah satu lahan pendapatan per individu.

    Mengembangkan jiwa kewirausaahan dikalangan siswa merupakan salah satu hal yang penting untuk menjadi bagian dari kesempatan kerja, pendapatan dan kesejahteraan bagi setiap orang/ individu.

    Tim pengabdian menyampaikan jika produk kreatif dapat berupa pembuatan keramik hias yang berasal dari tanah liat, pemanfaatan kain perca dijadikan sebagai celana santai, pemanfaatan limbah akrilik menjadi hiasan ruangan atau rumah. Semakin unik ide dari produk kreatif tersebut, dan semakin tinggi manfaat dalam penggunaanya, maka akan semakin tinggi pula konsumen yang menggunakannya.

    Tidak hanya fokus pada proses pembuatan dan hasil produksinya namun, Tim RG juga menjelaskan bagaimana cara untuk memasarkan produk tersebut. Digitalisasi marketing terbukti lebih efektif, namun bukan berarti semua strategi digital marketing akan membuahkan hasil.

    Dalam menyusun strategi digital marketing, perlu menghindari kesalahan-kesalahan dan kode etik yang tidak boleh dilanggar.

    Di agenda berikutnya, para murid akan diperkenalkan tentang Business Model Canvas (BMC),  kemudian akan diadakan perlombaan terkait BMC. Sehingga secara tidak langsung para murid juga belajar tentang strategi manajemen, mengkomunikasikan ide atau konsep bisnis dengan cepat dan mudah.

    Acara ditutup dengan penyerahan buku yang ditulis oleh tim pengabdian kepada SMK Bhakti Karya Karanganyar

  • Riset Grup FEB UNS Beri Pelatihan Akuntansi Zakat, Infaq, dan Shadaqah pada Organisasi Pengelola ZIS

    Riset Grup FEB UNS Beri Pelatihan Akuntansi Zakat, Infaq, dan Shadaqah pada Organisasi Pengelola ZIS

    Riset Grup Ekonomi dan Keuangan Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) secara online kepada Organisasi Pengelola ZIS pada hari Rabu, 2 Agustus 2023.

    Tim PKM FEB UNS yaitu Dr. Falikhatun, M.Si., Ak, CA, SAS sebagai ketua tim PKM memberikan Pelatihan Akuntansi ZIS bekerja sama dengan Majelis Daerah (MD) Forum Alumni HMI Wati (Forhati) kepada pengelola dana Zakat, Infaq, dan Shadaqah (ZIS) se Solo Raya.

    Kegiatan digelar secara on line tersebut bertujuan untuk mendampingi para pengelola ZIS dalam mengimplementasikan standar akuntansi syariah PSAK 109. Dalam paparannya, Falikhatun menyampaikan bahwa ide PKM ini muncul karena Laporan keuangan yang disusun oleh OPZ belum sesuai dengan standar Akuntansi Zakat, Infaq, dan Sahadaqah.

    ”Laporan Keuangan merupakan sarana untuk mempertangungjawabkan sumber dana yang dikelola oleh OPZ, baik dana yang berasal dari Zakat, Infaq, maupun Shadaqah. Laporan keuangan juga harus berisi aliran dana sebagai bentuk pendistribusian kepada mustahiq atau biaya pengelolaan OPZ. Laporan keuangan OPZ sesuai dengan PSAK 109 terdiri dari Laporan Posisi Keuangan, Laporan Perubahan Dana, Laporan Perubahan Aset Kelolaan, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas laporan Keuangan” jelas Dr. Palikhatun.

    Dikatakan, kegiatan ini  diharapkan memotivasi pengelola Dana ZIS agar menyusun Laporan Keuangan sesuai dengan PSAK 109, sehingga kepercayaan Musakki semakin tinggi kepada OPZ, dan  pada akhirnya akan meningkatan jumlah penghimpunan dana Zakat, Infaq, dan Shaqadah masing-masing OPZ.

  • Raih Juara 2 pada National Islamic Economic Olympiad, Tim Mahasiswa FEB Kembangkan Inovasi Koperasi Jasa Keuangan Syariah

    Raih Juara 2 pada National Islamic Economic Olympiad, Tim Mahasiswa FEB Kembangkan Inovasi Koperasi Jasa Keuangan Syariah

    Tim Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil meraih juara 2 pada  National Islamic Economic Olympiad yang digelar di Universitas Gunadarma, 18 – 22 Juli 2023.

    Kerja sama tiga mahasiswa FEB yakni Novita Anggun Pratiwi (Prodi S1 Manajemen), Fathir Faiq Aqil Murtadlo (Prodi S1 Ekonomi Pembangunan) dan Fathir Fikro Al Ishlah (Prodi S1 Ekonomi Pembangunan) menghantarkan ketiganya meraih kemenangan itu.

    Pada babak penyisihan, kompetisi diikuti oleh 50 tim dari perguruan tinggi se-Indonesia, babak semi final diikuti oleh 12 tim dan babak final diikuti oleh 4 tim.

    Inovasi bertemakan Koperasi Jasa Keuangan Syariah Program Indonesia Berdaya Ukhuwah yang menjadi gagasan ketiganya mampu menarik perhatian juri.

    Gagasan yang dikembangkan Novita dan rekan-rekannya yakni koperasi modifikasi pola Grameen Bank yang pernah dilakukan di Bangladesh dan diinisiasi oleh Muhammad Yunus.

    “Kami tertarik untuk menyoroti isu kemiskinan di Indonesia yang sampai saat ini masih terjadi. Grameen Bank menjadi salah satu cara yang dulu pernah dilakukan oleh Muhammad Yunus di Bangladesh untuk mengentaskan kemiskinan. Grameen Bank ini hanya dikhususkan untuk perempuan dengan tujuan meminimalisir angka kemiskinan. Ide ini akhirnya dimodifikasi dengan mengarahkannya kepada kelompok wanita tani yang ada di Kabupaten Karanganyar” jelas Novita yang merupakan Ketua Tim FEB UNS dalam National Islamic Economic Olympic.

    Sebelumnya, PPK Ormawa BEM FEB UNS sudah menjalankan program pengabdian masyarakat pada Kelompok Wanita Tani Kabupaten Karanganyar dan berfokus pada UMKM. Gagasan Novita dan Tim mengarah pada jenis pembiayaan kelompok wanita tani Kabupaten Karanganyar yang tetap memperhatikan prinsip-prinsip syariah, dengan sistem kepercayaan. Tujuan utamanya yaitu mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Karanganyar.

    Nantinya, kelompok wanita tani ini akan membentuk suatu himpunan semacam PKK. Pada saat kelompok tani tersebut membutuhkan pembiayaan dari KJKS (Koperasi Jasa Keuangan Syariah), mereka tinggal memenuhi prasyarat yang berlaku.

    Gagasan Novita dan Tim yang diperkuat dengan cara mempresentasikan serta bukti-bukti pendukung materi dinilai oleh juri sebagai ide program yang bagus dan diharapkan ke depannya mampu diimplementasikan.

  • Gatrik Goes to Campus (GGTC) 2023, Mengenal Lebih Dekat Tarif dan Subsidi Listrik

    Gatrik Goes to Campus (GGTC) 2023, Mengenal Lebih Dekat Tarif dan Subsidi Listrik

    Gatrik Goes to Campus 2023 dengan tema “Mengenal Lebih Dekat Tarif dan Subsidi Listrik”  diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Gatrik) Kementerian ESDM berkolaborasi dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB Universitas Sebelas Maret (UNS), 24 Juli 2023 di Aula Gedung Konimex, Gedung Bachtiar Effendi Lantai 3.

    Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D, Kepala Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan mewakili Dekan FEB menyambut baik kegiatan GGTC yang sasarannya adalah mahasiswa di UNS.

    Harapannya, dengan kegiatan ini dan dari paparan ketiga narasumber, awareness masyarakat terhadap listrik juga semakin baik, tambahan wawasan bagi mahasiswa misalnya dengan hemat dalam pemakaian listrik.

    Ida Nuryatin Finahari, Sekretaris Dirjen Gatrik mengatakan Kegiatan di FEB ini merupakan pengalaman pertama dari Dirjen Gatrik.

    “Kegiatan ini diadakan karena kami memandang dalam kehidupan sehari-hari, listrik merupakan hal yang sangat penting bagi masyarakat. Tidak semua orang memahami bagaimana pengaturan tarif dan subsidi listrik. Dan kenapa mahasiswa, karena kami ini adalah tempat yang tepat. Kita belum pernah menyampaikan secara sedetil ini kepada mahasiswa. Itulah kenapa kami memperkenalkan tarif dan subsidi listrik kepada mahasiswa bekerja sama dengan FEB UNS” jelasnya.

    Lebih lanjut dikatakan pelanggan listrik ada 83-an juta, hampir separuhnya mendapat subsidi. Terdapat 38  jenis pelanggan. Dari 38 jenis pelanggan tersebut, 25 pelanggan masih disubsidi dan 13 lainnya tidak. Tetapi setiap 3 bulan ada penyesusaian tarif dan jika dari Gatrik tidak menyesuaikan tarif, maka pemerintah akan memberikan kompensasi. Dua-duanya, subsidi dan kompensasi menjadi beban pemerintah.

    Dari sisi kebijakan,  Analis Kebijakan Muda Ditjen Ketenagalistrikan, Syariffudin Ahmad mengatakan Kebijakan subsidi listrik tahun anggaran 2023 yakni memberikan subsidi listrik tepat sasaran dengan diselaraskan pemulihan ekonomi dan daya beli masyarakat, subsidi listrik untuk rumah tangga diberikan secara tepat sasaran bagi rumah tangga miskin dan rentan; dan mendorong pengembangan energi baru terbarukan yang lebih efisien.

    Kebijakan Tariff adjustment ditetapkan oleh Direksi PT PLN (Persero) setelah mendapatkan persetujuan Menteri. Tariff Adjusment sendiri diterapkan terhadap golongan pelanggan non subsidi setiap tiga bulan karena beberapa faktor yang bersifat uncomfortable (kurs, inflasi, ICP dan harga batu bara). Tariff Adjusment merupakan  kebijakan berskala nasional, penting, strategis dan berdampak luas kepada masyarakat sehingga dalam pembahasannya sendiri dilaksanakan  pada Sidang Kabinet Paripurna atau Rapat Terbatas.

    Disisi lain,  Moh. Arief Mudhari menjelaskan tentang Subsidi dan Tarif Listrik.  Subsidi listrik adalah bentuk bantuan dari pemerintah untuk masyarakat agar bisa membayar tarif listrik lebih murah dari tarif kehidupan ekonominya. Pelanggan PLN penerima subsidi terdiri dar 25 golongan atau 45,25% dari  total pelanggan, sementara untuk pelanggan non subsidi yang dikompensasi terdiri dari 13 golongan atau 54,75% dari total pelanggan.

    Tarif listrik terdiri dari 38 golongan dan dibagi menjadi dua kelompok, yakni: subsidi dan non subsidi. Tarif subsidi diterima oleh 25 golongan tarif yang meliputi pelanggan rumah tangga kecil (450 VA dan 900 VA) bersubsidi serta semua pelanggan S, B kecil, I kecil dan sedang, P kecil, Traksi dan Curah. Sedangkan tarif non subsidi diterima oleh 13 golongan tarif yang meliputi pelanggan R mampu, B menengah/besar dan I menegah ke atas, P  menengah/besar. Lampu penerangan jalan dan layanan khusus.

    Sementara itu,  Dosen Ilmu Ekonomi FEB UNS, Hery Sulistio Jati N S, SE, MSE menegaskan perlu momen tepat dalam menentukan kenaikan TDL, yaitu saat jangka pendek dan jangka panjang yang lebih optimis.

    Lebih lanjut, struktur subsidi listrik perlu dibangun dengan formula yang lebih progresif guna memastikan trilemma energi listrik tidak menjadi progresif guna memastikan trilemma energi listrik tidak menjadi impossible trinity dalam makroekonomi dengna biaya yang tinggi ketika Indonesia mengoptimalkan semuanya di tahun 1998.

  • RG Manajemen Operasi dan Strategik Gandeng KADIN Surakarta Adakan FGD Pendampingan UMKM

    RG Manajemen Operasi dan Strategik Gandeng KADIN Surakarta Adakan FGD Pendampingan UMKM

    Research Group (RG) Manajemen Operasi dan Strategik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pendampingan UMKM di Mangesthi Boutique Hotel Solo, Rabu 26 Juli 2023.

    Kegiatan diikuti oleh Direktur Eksekutif KADIN Surakarta,  UMKM mitra KADIN, Tim RG  dan mahasiswa FEB UNS.

    Ketua RG Manajemen Operasi, Prof. Wisnu Untoro, MS mengatakan kegiatan FGD ini merupakan rangkaian akhir dari pendampingan UMKM kerja sama dengan KADIN Surakarta dengan melibatkan juga mahasiswa magang dari FEB.

    Prof. Wisnu menyampaikan ucapan terima kasih kepada KADIN Surakarta yang telah bekerja sama dengan RG Manajemen Operasi FEB UNS, harapannya kerja sama seperti ini dapat berlanjut. Dari kerja sama ini, mahasiswa dan juga UMKM mendapatkan banyak manfaat.

    “Kita harapkan setelah magang ini, para mahasiswa bisa mengabarkan pada rekan-rekannya bahwa kegiatan ini bermanfaat dan juga mahasiswa boleh berbangga telah meninggalkan karya kepada UMKM tertentu” ungkapnya.

    Direktur Eksekutif KADIN Surakarta, M. David R. Wijaya, S.E. juga menyambut baik yang disampaikan Prof. Wisnu dengan adanya keberlanjutan dari kerja sama ini.

    Sinergi dan kolaborasi antara dunia usaha, akademisi dan pemerintah kota bersama-sama khususnya dalam pengembangan UMKM dan juga membangun SDM agar ke depan lebih siap dalam menghadapi persaingan global.

    “Dengan kerja sama ini, banyak hal yang bisa didapat dari mahasiswa. Mereka bisa belajar banyak tentang praktek melalui UMKM. Di sisi lain UMKM ini kita harapkan juga bisa terbantu dengan kehadiran mahasiswa yang magang. Era sekarang ini, generasi Z lebih memahami tentang dunia digital, lebih banyak tahu tentang bagaimana online marketing, bagaimana tentang market place, bagaimana tentang medsos dan lain sebagainya”, paparnya.

    Dikatakan, magang di KADIN ini tidak semata-mata di KADIN secara internal tapi mendorong bagaimana mahasiswa ini mendapatkan ilmu dari UMKM, praktik di lapangan. Mahasiswa di kampus sudah menerima banyak teori, manajemen keuangan dan lain sebagainya sehingga perlu mengasah kemampuan dengan melihat dari pelaku usaha.

    Mengapa memilih UMKM sebagai tempat magang? Menurutnya, UMKM memiliki banyak ilmu, lengkap mulai dari bagaimana mereka membangun usahanya, bagaimana menyiapkan SDM-nya, bagaimana mencatat keluar masuknya uang, bagaimana membuat produksinya, memasarkannya sampai saat ini bisa eksis dan bertahan, sering dilakukan sendiri.

    Setelah sambutan, kegiatan berikutnya pemaparan materi pengabdian masyarakat dari tim RG yakni Drs. Yong Dirgiatmo, M.Sc., Ph.D dan Dr. Hidajat Hendarsjah, MM yang menyampaikan tentang pengembangan produk-produk UMKM.

    Dilanjutkan dengan FGD Magang Pendampingan UMKM yang berisi pemaparan laporan pelaksanaan magang dan diskusi.

    Disesi terakhir penyerahan form penilaian sekaligus penarikan magang.

  • Asesor LAMEMBA Lakukan Asesmen Lapangan pada Program Studi S1 Akuntansi FEB UNS

    Asesor LAMEMBA Lakukan Asesmen Lapangan pada Program Studi S1 Akuntansi FEB UNS

    Pada hari Kamis-Jumat, 20-21 Juli 2023 telah berlangsung kegiatan visitasi asesmen lapangan akreditasi LAMEMBA bagi Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS).

    Tim asesor yang ditunjuk oleh LAMEMBA untuk melakukan asesmen lapangan yaitu Prof. Dr. Dedhy Sulistiawan, S.E., M.Sc., Ak., C.A. dari Universitas Surabaya dan Dr. Wuryan Andayani, C.A., MSi., CSRS., CSRA., CMA dari Universitas Brawijaya.

    LAMEMBA merupakan Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi yang bertugas untuk melakukan proses Akreditasi untuk Program Studi di Bidang Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi.

    Kedua Asesor di terima di Ruang Sidang Rektor oleh Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S., Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan, Dekanat FEB, Kaprodi S1 Akuntansi serta dan Pengelola Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan UNS.

    Prof. Dedhy dalam sambutannya menyampaikan bahwa kedatangannya dengan Dr. Wuryan merupakan penugasan dari LAMEMBA untuk melakukan sesuatu yang harus dilakukan sebagai asesor.

    “Setelah melihat DED dan DKPS, seharusnya lebih mudah, kami hanya mengkonfirmasi beberapa dokumen dan informasi-informasi tentang masalah internasionalisasi yang telah dilakukan oleh Prodi S1 Akuntansi” ungkapnya.

    Sementara itu, Dr. Wuryan menegaskan, tujuan keduanya ke UNS bukan untuk mengaudit dan tidak perlu ditakuti karena  hanya mengkonfirmasi yang sudah ditulis di Dokumen Evaluasi Diri (DED) dan Dokumen Kinerja Program Studi (DKPS).

    Dikatakan, tujuan akreditasi adalah agar universitas selalu melakukan continues improvement atau perbaikan yang  berkelanjutan agar semakin baik dan profesional.

    Dr. Wuryan yakin  Prof. Djoko sebagai Dekan dan beberapa Asesor LAMEMBA di UNS mengetahui apa yang harus dilakukan asesor .

    Di hari pertama pelaksanaan asesmen berlangsung sesi konfirmasi dengan Pimpinan Unit Pengelola Program Studi, Pelaksana Penjaminan Mutu Internal, Tim Akreditasi, Middle Manajemen di UPPS, Dosen serta Alumni dan Pengguna Eksternal. Dilanjukan dengan hari kedua sesi peninjauan fasilitas di FEB.

    Asesmen lapangan ditutup dengan pembacaan berita acara dan penyampaian  rekomendasi oleh kedua asesor.

  • Social Entrepreneurship, Langkah Baru dalam Bisnis Berkelanjutan

    Social Entrepreneurship, Langkah Baru dalam Bisnis Berkelanjutan

    Melihat potensi kewirausahaan yang tidak hanya berfokus pada laba yang diwujudkan dalam kegiatan kewirausahaan sosial, atau sering dikenal sebagai Social Entrepreneurship, Program Studi (Prodi) S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Guest Lecture dengan tema Beyond Profit: Igniting Social Impact Through Entrepreneurship.

    Menghadirkan Pritha O. Aritonang, Project Coordinator di Platform Usaha Sosial (PLUS), sesi kuliah tamu yang terselenggara pada hari Selasa (11/07/2023) tersebut dihadiri oleh lebih 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen Prodi S1 Manajemen FEB UNS secara virtual.

    Dr. Atmaji, MM., Kaprodi S1 Manajemen menyampaikan sambutan sekaligus membuka jalannya kuliah tamu.

    Melalui sambutannya, Dr. Atmaji menyampaikan terima kasih dan harapannya, khususnya kepada Ibu Pritha yang telah bersedia meluangkan waktu untuk menyampaikan materinya semoga dapat memberikan pencerahan terkait bagaimana social entrepreneurship yang ada pada saat ini kepada mahasiswa Prodi S1 Manajemen FEB UNS.

    “Saat ini Prodi S1 Manajemen selalu mengadakan beberapa sesi tatap muka dengan dosen tamu, ini bertujuan agar selain mahasiswa mendapatkan ilmu dari dosen, mereka juga mendapatkan pengetahuan dari praktisi atau para akademisi lain yang dapat memberikan wacana yang lebih luas untuk materi yang sedang dipelajari. Terima kasih pada semua peserta, mahasiswa dan dosen. Saya berharap semoga mahasiswa dapat mengikuti acara secara seksama agar dapat memetik manfaat yang sebesar-besarnya. Mudah-mudahan acara pada pagi ini dapat terselenggara dengan baik dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi mahasiswa,” harap Dr. Atmaji.

    Mengawali paparan mengenai Usaha Sosial (Social Entrepreneurship-SE), Pritha menyampaikan bahwa terdapat perbedaan mendasar antara usaha biasa, organisasi nirlaba ataupun NGO, dan SE.

    “Pada organisasi nirlaba tidak terdapat keuntungan material/laba, sementara SE berada diantara keuntungan finansial dan dampak sosial. Potensi usaha sosial untuk dapat bertahan (sustainable) adalah lebih besar dari NGO,” jelas Pritha.

    Kewirausahaan sosial sendiri dapat didefinisikan sebagai gerakan yang bertujuan untuk membuat perubahan sosial di lingkungan masyarakat, melalui praktik bisnis yang bertanggungjawab sehingga menciptakan dampak yang berkelanjutan (sustainable). Sehingga tujuan dari bisnis tersebut tidak hanya menghasilkan keuntungan tapi juga untuk memberikan dampak positif.

    Menurutnya, fokus dari SE memicu pengelola untuk menumbuhkan nilai unik yang dapat ditawarkan pada konsumen.

    “Usaha sosial juga bisa berfokus pada hasil usaha sendiri dan tidak tergantung pada hibah. Inilah yang membuat usaha sosial bisa lebih sustainable,” tambahnya.

    Berbagi pengalamannya selama bergabung dalam ekosistem tersebut, Pritha juga menjelaskan tiga-tipe dari Kewirausahaan Sosial dilihat dari penerima manfaat (beneficiaries) antara lain embedded model, integrated model, dan separated model.

    Dalam hal ini, terdapat 5 (lima) langkah yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi apakah sebuah bisnis merupakan sebuah Usaha Sosial.

     

    Langkah pertama adalah dengan mengetahui kegiatan bisnis, kemudian perlu juga diketahui siapakah konsumen maupun target dari bisnis tersebut, selanjutnya identifikasi apakah permasalahan yang dirasakan oleh organisasi tersebut, setelah itu perlu diketahui bagaimanakah cara bisnis tersebut mendapatkan income atau pemasukan, dan yang terakhir adalah pentingnya tujuan perubahan yang ingin diciptakan oleh organisasi atau bisnis tersebut.

    Di Indonesia sendiri terdapat tren peningkatan jumlah bisnis sosial dengan jumlah usaha yang didirikan mencapai hampir lebih dari 100 usaha di tahun 2017. Mayoritas usaha tersebut bergerak di bidang industri kreatif, diikuti oleh sektor pertanian dan perikanan, serta pendidikan. Meskipun begitu, menurut data yang disampaikan oleh Pritha, persebaran lokasi usaha sosial ini masih terpusat di pulau Jawa. Dimana mayoritas wirausahawan sosial (47%) menyatakan bahwa tantangan yang paling sering dihadapi adalah keterbatasan modal. Selain itu mereka juga menyatakan bahwa masih kesulitan dalam mengakses sumber pendanaan dan kesulitan dalam meningkatkan keterampilan manajerial.

    Beberapa peserta tampak antusias dalam berdiskusi secara langsung bersama pembicara yang hadir dalam kuliah tamu kali ini. Bahkan beberapa mahasiswa menyatakan bahwa mereka telah mencoba untuk membangun bisnis sosial dan meminta saran dan rekomendasi dari Ibu Pritha selaku Project Coordinator di Platform Usaha Sosial.

  • Kunjungi FEB UNS, Kepala BPS Lakukan Monitoring dan Evaluasi Tugas Belajar Mahasiswa APBN BPS Program Studi Magister Manajemen FEB UNS

    Kunjungi FEB UNS, Kepala BPS Lakukan Monitoring dan Evaluasi Tugas Belajar Mahasiswa APBN BPS Program Studi Magister Manajemen FEB UNS

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Badan Pusat Statistik (BPS), Suntono, SE, M.Si dan tim pada Jumat 17 Juli 2023.

    Tim dari BPS disambut oleh Dekan FEB UNS, Prof. Dr. Djoko Suhardjanto, M.Com., Hons. PhD. Ak, para Wakil Dekan, Kepala Program Studi (Kaprodi) Magister Manajemen (MM) FEB UNS dan seluruh mahasiswa Tugas Belajar BPS Prodi MM di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno FEB UNS.

    Kunjungan tersebut dalam rangka monitoring dan evaluasi tugas belajar mahasiswa APBN BPS Program Studi Magister Manajemen FEB UNS.

    Usai menyampaikan ucapan selamat datang serta memperkenalkan jajaran Dekanat dan Kaprodi MM, Prof. Djoko dalam sambutannya menyampaikan sekilas tentang prosedur kelulusan mahasiswa MM.

    Sebagai syarat kelulusan, mahasiswa MM harus menyusun artikel yang dipublikasikan di jurnal internasional atau jurnal nasional terakreditasi minimal Sinta 2.

    Prof. Djoko menyemangati mahasiswa agar dalam waktu 4 semester bisa menyelesaikan studinya.

    Prof. Djoko juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Suntono dan tim yang telah mengirimkan staf di BPS untuk tugas belajar pada Prodi MM FEB UNS dan berharap kerja sama antara FEB UNS dan BPS dapat berlanjut.

    Terkait kerja sama, Suntono mengatakan Pimpinan BPS menilai UNS dinilai baik dan kooperatif pada tahun pertama penyelenggaraan kerja sama dengan Pusdiklat BPS. Dengan hal tersebut maka kerja sama dengan UNS dapat dilanjutkan.

    Di kegiatan itu, Kaprodi MM, Retno Tanding Suryandari, S.E., M.E.,Ph.D melaporkan dengan detil perkembangan mahasiswa Tugas Belajar BPS di Prodi MM.

    Disampaikan juga, untuk mendukung kelancaran studi mahasiswa MM, prodi telah menyelenggarakan berbagai kegiatan diantaranya Workshop Penulisan Karya Ilmiah, Workshop Alat Analisis, Konferensi NCAB, Seminar Bisnis, Pelatihan Ekonomi Makro dan Kebijakan Fiskal serta yang akan dilaksanakan adalah workshop kepemimpinan.

    Usai acara, ditempat yang sama, Suntono dan tim dari BPS berdiskusi secara internal dengan ke 18  mahasiswa tugas belajar.