FEB

Kategori: fakultas

  • Peresmian Islamic Economics and Business Center Tandai Langkah Strategis UNS Bangun Ekosistem Syariah

    Peresmian Islamic Economics and Business Center Tandai Langkah Strategis UNS Bangun Ekosistem Syariah

    Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta secara resmi meresmikan Gedung Islamic Economics and Business Center di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Selasa (10/2/2026). Peresmian gedung ini merupakan bagian dari Program Kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Tahun 2025 sekaligus menjadi wujud komitmen UNS dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional.

    Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada BPKH atas dukungan yang diberikan melalui Program Kemaslahatan sehingga pembangunan gedung tersebut dapat terlaksana. Ia menjelaskan bahwa pembangunan Gedung Islamic Economics and Business Center UNS telah dimulai sejak Juli 2025 dan kini siap dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan akademik dan pengembangan keilmuan.

    Menurut Prof. Hartono, kehadiran gedung ini merefleksikan semangat kolaborasi dan visi bersama dalam membangun masa depan ekonomi syariah yang inklusif, adil, dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan keuangan syariah dan industri halal, seiring dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. Namun, peluang tersebut perlu diimbangi dengan penguatan sumber daya manusia, riset, serta ekosistem yang berkesinambungan.

    Lebih lanjut, Prof. Hartono menyampaikan bahwa pembangunan Islamic Economics and Business Center sejalan dengan strategi DREAMTEAM UNS, khususnya nilai Active, yang menekankan pentingnya kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, lembaga filantropi, hingga masyarakat sipil.

    Ia menekankan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai agen solusi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, gedung ini diharapkan menjadi pusat unggulan pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, dengan fokus pada pengembangan ekonomi dan bisnis syariah berbasis keilmuan dan kemaslahatan umat.

    Selain itu, Islamic Economics and Business Center UNS diproyeksikan menjadi ruang lahirnya gagasan inovatif, riset aplikatif, serta wadah sinergi lintas sektor dalam pengembangan ekonomi syariah di tingkat lokal, nasional, hingga global. UNS berharap pusat ini mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjunjung tinggi integritas, etika, dan kepedulian sosial.

    Pada kesempatan yang sama, Rektor UNS juga menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS serta seluruh pihak yang telah mempersiapkan pengelolaan gedung secara berkelanjutan. UNS pun membuka peluang kerja sama seluas-luasnya dengan pemerintah daerah, lembaga keuangan syariah, lembaga zakat dan wakaf, dunia industri, hingga mitra internasional.

    Sementara itu, Anggota Dewan Pengawas BPKH, Dr. Mulyadi, S.E., M.M., M.Si., menjelaskan bahwa Dana Abadi Umat yang dikelola BPKH memiliki fungsi kemaslahatan, salah satunya melalui dukungan terhadap pembangunan sektor pendidikan. Prinsip tersebut menjadi landasan BPKH dalam mendukung pembangunan Gedung Islamic Economics and Business Center di UNS.

    Ia menyambut baik langkah UNS yang tidak hanya memanfaatkan pembangunan gedung, tetapi juga merencanakan pembukaan program studi baru di bidang ekonomi dan keuangan Islam. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan mandat BPKH dalam mengelola keuangan haji secara transparan, akuntabel, dan berlandaskan prinsip syariah.

    Melalui kerja sama ini, BPKH berharap kolaborasi dengan UNS dapat terus dikembangkan dalam berbagai bentuk, khususnya dalam bidang pendidikan serta penguatan literasi ekonomi dan keuangan Islam. Kehadiran program studi baru juga membuka peluang kegiatan lanjutan, seperti sosialisasi keuangan haji, seminar, dan penguatan peran BPKH di tengah masyarakat.

    Dalam pelaksanaannya, Program Kemaslahatan BPKH dikelola bersama mitra pelaksana, salah satunya Rumah Zakat. BPKH telah membangun berbagai fasilitas pendidikan di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke, termasuk pondok pesantren dan institusi pendidikan lainnya. Dipilihnya UNS sebagai mitra strategis didasarkan pada peran UNS sebagai perguruan tinggi yang terus berkembang serta memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat dan potensi besar sebagai pusat pengembangan pendidikan ekonomi dan keuangan Islam di Indonesia.

  • Pengukuhan Guru Besar UNS: Prof. Dwi Prasetyani Tegaskan Peran Strategis Perempuan Pengusaha dalam Pembangunan Berkelanjutan

    Pengukuhan Guru Besar UNS: Prof. Dwi Prasetyani Tegaskan Peran Strategis Perempuan Pengusaha dalam Pembangunan Berkelanjutan

    Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali mengukuhkan Guru Besar dalam sebuah prosesi khidmat yang digelar di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS, Selasa (10/2/2026).

    Prof. Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si., CIPE., CPRM. resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Kewirausahaan dan Pemberdayaan Perempuan oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., bersama lima Guru Besar lainnya di lingkungan UNS.

    Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Peran Perempuan Pengusaha dalam Perspektif Holistik: Antara Bisnis, Keluarga, Agama, Masyarakat dan Pembangunan Berkelanjutan”, Prof. Dwi Prasetyani menegaskan bahwa perempuan pengusaha memiliki posisi strategis sebagai penggerak ekonomi sekaligus penjaga nilai dalam masyarakat.

    Di awal orasinya, Prof. Dwi memaparkan data empiris yang menunjukkan adanya kemajuan dalam pembangunan gender di Indonesia, seperti peningkatan Indeks Pembangunan Gender (IPG), Indeks Pemberdayaan Gender (IDG), serta partisipasi pendidikan tinggi perempuan. Namun demikian, ia menekankan bahwa kesenjangan masih nyata, tercermin dari perbedaan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), kesenjangan upah, hingga keterwakilan politik perempuan yang belum mencapai kuota afirmatif.

    “Kemajuan telah dicapai, tetapi kesetaraan substantif masih memerlukan upaya kolektif,” tegasnya.

    Menurutnya, perempuan yang telah menikah sering menghadapi peran ganda sebagai ibu dan pekerja, yang kerap memunculkan konflik antara tanggung jawab domestik dan profesional. Dalam konteks inilah kewirausahaan hadir sebagai alternatif pemberdayaan yang memberikan fleksibilitas sekaligus otonomi bagi perempuan.

    Prof. Dwi menjelaskan bahwa kewirausahaan menjadi ruang yang memungkinkan perempuan mengintegrasikan peran bisnis dan keluarga. Motivasi utama perempuan dalam berwirausaha sering kali bertumpu pada otonomi dan fleksibilitas, di samping kebutuhan ekonomi dan aktualisasi diri.

    Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi perempuan pengusaha, antara lain bias gender, keterbatasan akses modal, beban domestik, kesenjangan teknologi, serta keterbatasan jejaring profesional. Oleh sebab itu, pendekatan pemberdayaan perempuan tidak dapat bersifat parsial, tetapi harus kontekstual, sensitif gender, dan berbasis nilai budaya.

    Salah satu penekanan utama dalam orasi pengukuhan ini adalah integrasi nilai-nilai Islam dalam praktik kewirausahaan perempuan. Berdasarkan temuannya pada perempuan pengusaha Muslimah di Surakarta, Prof. Dwi menjelaskan bahwa penerapan nilai Islam tercermin dalam tiga ranah utama: pengelolaan usaha, pengelolaan karyawan, dan pengelolaan keuangan.

    Dalam pengelolaan usaha, orientasi tidak semata pada profit, tetapi juga pada keberkahan dan ridha Allah SWT. Dalam pengelolaan karyawan, nilai keadilan, pemenuhan hak secara tepat waktu, dan pembinaan spiritual menjadi bagian dari budaya kerja. Sementara dalam pengelolaan keuangan, kehati-hatian terhadap riba serta penerapan prinsip muamalah menjadi pedoman utama.

    “Keberhasilan usaha tidak lagi diukur hanya dari pertumbuhan aset atau omzet, tetapi juga dari ketenangan batin, keseimbangan peran, dan keberkahan,” ungkapnya.

    Ia menyebut proses ini sebagai transformasi perilaku, dari orientasi material menuju falah (kesuksesan dunia-akhirat), yang memadukan bisnis, keluarga, dan spiritualitas dalam satu kesatuan utuh.

    Dalam perspektif pembangunan berkelanjutan, Prof. Dwi menegaskan bahwa perempuan pengusaha berkontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam pengentasan kemiskinan melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi local, peningkatan kesetaraan gender, inovasi dan praktik bisnis berkelanjutan yang ramah lingkungan, serta pendidikan dan pelatihan masyarakat sekitar.

    Menurutnya, perempuan pengusaha bukan hanya pelaku ekonomi, melainkan agen perubahan sosial yang membawa dampak sistemik bagi kesejahteraan masyarakat.

    Mengakhiri orasinya, Prof. Dwi menekankan perlunya pendekatan holistik dalam pengembangan kewirausahaan perempuan. Ia mengusulkan lima dimensi utama yang perlu diakomodasi, yaitu pendidikan kewirausahaan berbasis nilai, pembangunan berkelanjutan, akses pembiayaan yang sesuai (termasuk skema syariah), dukungan budaya lokal dan religius, serta penguatan nilai agama.

    “Bisnis dapat berjalan seiring dengan ibadah, pencapaian ekonomi dapat bersanding dengan kebahagiaan keluarga, dan pembangunan berkelanjutan dapat berakar pada nilai-nilai luhur,” tegasnya.

    Orasi ilmiah ini sekaligus menjadi refleksi bahwa perempuan pengusaha adalah pilar pembangunan bangsa, bukan hanya sebagai pelaku usaha, tetapi sebagai penjaga harmoni keluarga, pemelihara budaya, dan pengamal nilai-nilai spiritual dalam praktik ekonomi modern.

  • Prof. Dr. Evi Gravitiani Dikukuhkan sebagai Guru Besar FEB UNS, Tegaskan Peran Ekonomi SDA untuk Pembangunan Berkelanjutan

    Prof. Dr. Evi Gravitiani Dikukuhkan sebagai Guru Besar FEB UNS, Tegaskan Peran Ekonomi SDA untuk Pembangunan Berkelanjutan

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali mencatatkan capaian akademik membanggakan. Prof. Dr. Evi Gravitiani, S.E., M.Si., CBEc resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Sumber Daya Alam dalam prosesi pengukuhan Guru Besar UNS yang digelar di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS, Selasa (27/1/2026).

    Pengukuhan ini menjadi tonggak penting bagi FEB UNS dalam memperkuat pengembangan keilmuan ekonomi, khususnya yang berorientasi pada pengelolaan sumber daya alam dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

    Prof. Evi merupakan satu-satunya Guru Besar dari FEB UNS yang dikukuhkan pada awal tahun 2026, bersamaan dengan delapan Guru Besar lainnya dari berbagai fakultas di lingkungan UNS.

    Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Ekonomi Sumber Daya Alam dan Transformasi Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan sebagai Fondasi Keilmuan Model Pariwisata Sirkular,” Prof. Evi menekankan pentingnya pendekatan ekonomi sumber daya alam yang adaptif terhadap tantangan global, krisis lingkungan, serta tuntutan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

    Menurutnya, pengelolaan sumber daya alam tidak lagi dapat dipahami semata dari sisi eksploitasi ekonomi, melainkan harus ditempatkan dalam kerangka keberlanjutan jangka panjang yang memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan kesejahteraan masyarakat. Model pariwisata sirkular menjadi salah satu tawaran konseptual yang dinilai relevan untuk menjawab tantangan tersebut.

    “Transformasi pembangunan ekonomi perlu bertumpu pada paradigma keberlanjutan, di mana pemanfaatan sumber daya alam diarahkan untuk memberikan nilai tambah tanpa mengorbankan generasi mendatang,” tegasnya dalam pidato pengukuhan.

    Bagi FEB UNS, pengukuhan Prof. Dr. Evi Gravitiani tidak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga memperkuat peran fakultas dalam pengembangan ilmu ekonomi yang responsif terhadap isu keberlanjutan, lingkungan, dan pembangunan berbasis potensi lokal. Ke depan, keilmuan yang dikembangkan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengambilan kebijakan dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.

    Pengukuhan Prof. Dr. Evi Gravitiani sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Sumber Daya Alam juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Keilmuan yang dikembangkan berkontribusi langsung pada SDGs Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta Tujuan 15 (Ekosistem Daratan) melalui penguatan paradigma pembangunan ekonomi berkelanjutan dan pengelolaan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan.

  • FEB UNS Terima Benchmarking UNESA, Dekan Tegaskan Pentingnya Saling Belajar Antarperguruan Tinggi

    FEB UNS Terima Benchmarking UNESA, Dekan Tegaskan Pentingnya Saling Belajar Antarperguruan Tinggi

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan benchmarking dari Program Studi S1 Akuntansi Kampus UNESA 5, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), pada Kamis, 22 Januari 2026, di Ruang Fiscal Corner, Gedung Soeharno TS FEB UNS.

    Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola akademik, meningkatkan mutu program studi, serta memperluas jejaring dan kolaborasi antarinstitusi perguruan tinggi.

    Kegiatan benchmarking dihadiri oleh jajaran pimpinan FEB UNS, dosen Program Studi Akuntansi.

    Rombongan dari UNESA disambut langsung oleh Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D.

    Dalam sambutannya, Prof. Bhimo menyampaikan bahwa kunjungan benchmarking ini merupakan momentum yang sangat baik, seiring dengan pengembangan dan pembukaan program studi baru di FEB UNS. Ia menegaskan bahwa perbedaan karakter dan basis antarperguruan tinggi justru menjadi kekuatan untuk saling melengkapi.

    “Ketika kami menerima surat dari UNESA, kebetulan kami baru membuka program studi. Ini saya rasa menjadi kesempatan yang baik. Walaupun basisnya berbeda, UNESA lebih kuat pada kependidikan, justru dari situlah kami banyak belajar, khususnya terkait pengajaran,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Prof. Bhimo menjelaskan bahwa sistem kependidikan, pengembangan kurikulum, serta metode pembelajaran yang telah mapan di UNESA dapat menjadi referensi penting bagi FEB UNS. Sebaliknya, FEB UNS juga membuka ruang berbagi praktik baik dalam pengelolaan akademik dan pengembangan program studi.

    Ia juga menekankan bahwa potensi kerja sama dapat dilakukan secara bertahap, baik secara parsial maupun per program studi. Beberapa bidang yang berpeluang untuk dikolaborasikan antara lain pengelolaan jurnal ilmiah, pengembangan kelas internasional, serta pelaksanaan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

    Dalam sesi selanjutnya, Ketua Program Studi S1 Akuntansi FEB UNS, Prof. Doddy Setiawan, S.E., M.Si., Ph.D., Ak. menyampaikan paparan mengenai profil dan pengelolaan Program Studi Akuntansi.

    Paparan tersebut mencakup kurikulum, sistem pembelajaran, tata kelola akademik, hingga berbagai inovasi dan program pengembangan yang telah dijalankan. Sesi ini menjadi ruang diskusi interaktif dan pertukaran praktik baik antara FEB UNS dan Program Studi S1 Akuntansi UNESA.

    Melalui kegiatan benchmarking ini, diharapkan terjalin sinergi dan kolaborasi berkelanjutan antara FEB UNS dan UNESA dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan tinggi, khususnya di bidang akuntansi.

    Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan mutu akademik dan kolaborasi antarinstitusi perguruan tinggi.

  • FEB UNS Terima Kunjungan Benchmarking FEB Universitas Telkom, Bahas Penguatan Prodi Bisnis Digital dan Internasionalisasi

    FEB UNS Terima Kunjungan Benchmarking FEB Universitas Telkom, Bahas Penguatan Prodi Bisnis Digital dan Internasionalisasi

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan benchmarking dari FEB Universitas Telkom dalam rangka diskusi dan pertukaran praktik  pengelolaan Program Studi Bisnis Digital, Selasa 20 Januari 2026 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS.

    Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat mutu akademik, tata kelola program studi, serta pengembangan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap transformasi digital.

    Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., menyampaikan bahwa Program Studi S-1 Bisnis Digital FEB UNS, meskipun tergolong baru, menunjukkan capaian yang sangat membanggakan.

    Dari sisi peminat dan tingkat keketatan, Prodi Bisnis Digital FEB UNS menempati peringkat tinggi di UNS, bahkan berada pada posisi kedua untuk rumpun Sosial dan Humaniora.

    “Walaupun baru, Bisnis Digital ini sangat populer. Dari tingkat keketatan yang tinggi tersebut, kualitas input mahasiswa juga sangat baik,” ungkap Prof. Tri.

    Disampaikan pula, FEB UNS saat ini mengelola Program Studi S-1 Akuntansi, Manajemen, Ekonomi Pembangunan, serta Program Studi S-1 Bisnis Digital. Pada jenjang pascasarjana, tersedia Magister Akuntansi, Magister Manajemen, dan Magister Ekonomi Studi Pembangunan, serta Program Doktor Ilmu Ekonomi dengan tiga peminatan utama, yaitu Akuntansi, Manajemen, dan Ekonomi Pembangunan.

    Pada kesempatan tersebut, Prof. Tri juga memaparkan komitmen FEB UNS dalam penguatan kualitas dan internasionalisasi melalui proses akreditasi internasional AACSB (Association to Advance Collegiate Schools of Business). Saat ini, FEB UNS telah memasuki tahap awal (Eligibility) dan tengah menyusun Self-Evaluation Report (SER) sebagai bagian dari proses akreditasi.

    Dari sisi sarana pendukung, FEB UNS didukung oleh delapan laboratorium dan satu Fiscal Corner yang diarahkan untuk menunjang proses pembelajaran, pelatihan, sertifikasi, serta kegiatan riset.

    Mahasiswa program sarjana didorong mengikuti pelatihan dan sertifikasi profesi, sementara mahasiswa magister dan doktor difasilitasi untuk penguatan riset. Selain itu, Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P4M) turut berperan aktif mendukung kegiatan riset dan pengabdian sivitas akademika.

    Sementara itu, dalam sambutannya, Dr. Nurvita Trianasari, Ketua Program Studi Bisnis Digital FEB Universitas Telkom, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk melaksanakan benchmarking dan diskusi akademik terkait pengelolaan Program Studi Bisnis Digital.

    “Fokus benchmarking meliputi pengembangan kurikulum, tata kelola program studi, penguatan sumber daya manusia, implementasi pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE), serta strategi akreditasi nasional dan internasional” paparnya.

    FEB UNS dipilih sebagai mitra benchmarking karena memiliki reputasi akademik yang kuat, capaian pemeringkatan internasional, serta komitmen pengembangan Program Studi Bisnis Digital yang responsif terhadap kebutuhan industri dan perkembangan teknologi digital.

    Kegiatan ini dilanjutkan dengan pemaparan materi dan diskusi yang dipimpin oleh Aldy Fariz Achsanta, S.E., M.Rech., Ph.D., Ketua Program Studi S-1 Bisnis Digital FEB UNS.

    Dalam paparannya, disampaikan gambaran menyeluruh mengenai pengelolaan Program Studi Bisnis Digital, mulai dari visi keilmuan, kurikulum, dukungan laboratorium seperti UNS Fintech Center, hingga strategi penguatan akreditasi dan daya saing lulusan.

    Melalui kegiatan benchmarking dan diskusi ini, FEB UNS berharap terjalin sinergi dan kolaborasi berkelanjutan antarperguruan tinggi dalam meningkatkan mutu pendidikan, relevansi lulusan, serta daya saing institusi di tingkat nasional dan global. Kegiatan ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).

  • FEB UNS Sambut Baik Kolaborasi Riset dengan HIPELKI untuk Penyusunan Whitepaper Industri Alat Kesehatan

    FEB UNS Sambut Baik Kolaborasi Riset dengan HIPELKI untuk Penyusunan Whitepaper Industri Alat Kesehatan

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan Himpunan Pengembangan Ekosistem Alat Kesehatan Indonesia (HIPELKI) dalam rangka penjajakan kolaborasi penyusunan whitepaper kondisi bisnis alat kesehatan yang akan menjadi bahan masukan bagi Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

    Pertemuan berlangsung pada Kamis 22 Januari 2026 di Ruang Sidang Dekan FEB UNS dan menjadi ajang silaturahmi sekaligus diskusi awal penguatan sinergi antara akademisi dan pemangku kepentingan industri.

    Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D. menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menegaskan kesiapan FEB untuk terlibat dalam kolaborasi strategis.

    Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam pengembangan riset yang berdampak nyata.

    Menurutnya, keterlibatan mitra dari asosiasi, industri, maupun pemerintah akan memperkuat kualitas luaran riset dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan rekognisi institusi di tingkat universitas.

    Dalam pertemuan tersebut, Prof. Tri turut memperkenalkan sejumlah dosen dan pengelola di lingkungan FEB UNS yang berpotensi terlibat dalam kolaborasi.

    Keberagaman kepakaran ini dinilai relevan untuk mendukung kajian komprehensif terkait ekosistem bisnis alat kesehatan.

    Prof. Tri juga memaparkan kapasitas akademik FEB UNS yang mencakup program pendidikan jenjang sarjana, magister, hingga doktor di bidang Manajemen, Akuntansi, dan Ilmu Ekonomi.

    Dari sisi penelitian, FEB UNS memiliki berbagai pusat kajian yang aktif melakukan riset terapan sesuai kebutuhan pemangku kepentingan. Ia menegaskan bahwa fakultas terbuka untuk mendengar kebutuhan konkret dari HIPELKI agar kolaborasi riset yang terjalin dapat tepat sasaran dan memberi kontribusi kebijakan berbasis data.

    Ketua Umum HIPELKI, dr. Randy H. Teguh, MM, menyampaikan bahwa penyusunan whitepaper ini bertujuan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan tantangan bisnis alat kesehatan nasional.

    Dokumen tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan fiskal dan dukungan pemerintah terhadap penguatan industri alat kesehatan dalam negeri.

    Audiensi ini menjadi langkah awal untuk menggandeng perguruan tinggi sebagai mitra akademik dalam penyusunan kajian tersebut.

    Kolaborasi ini juga sejalan dengan komitmen FEB UNS dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan ekosistem industri alat kesehatan, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) lewat dukungan riset berbasis inovasi, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara perguruan tinggi, asosiasi, industri, dan pemerintah.

  • FEB UNS Sosialisasikan Arah dan Prioritas P4M Tahun 2026, Dorong Kolaborasi Riset dan Penguatan Integritas Akademik

    FEB UNS Sosialisasikan Arah dan Prioritas P4M Tahun 2026, Dorong Kolaborasi Riset dan Penguatan Integritas Akademik

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Sosialisasi dan Koordinasi Aktivitas Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P4M) Tahun 2026, Senin (12/1/2026), secara daring melalui Zoom Meeting.

    Kegiatan yang dihadiri oleh dosen FEB UNS ini dilaksanakan untuk menyelaraskan program dan aktivitas P4M dengan Perjanjian Kinerja UNS Tahun 2026, menegaskan kebijakan dan standar penelitian khususnya terkait ethical clearance, membangun ekosistem riset yang kolaboratif, berintegritas, dan berkelanjutan, serta menginformasikan peluang pengembangan riset dan penguatan kapasitas dosen.

    Terkait Perjanjian Kinerja UNS Tahun 2026, Dila Maghrifani, S.E., B.Sc., M.Sc., Ph.D, Ketua P4M memaparkan bahwa arah kebijakan dan prioritas strategis P4M UNS tahun 2026 difokuskan pada empat sasaran utama, yaitu peningkatan publikasi internasional bereputasi khususnya jurnal Q1, penguatan kolaborasi riset internasional, kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terutama SDG 1, 4, dan 17, serta pengembangan kompetensi dan kapasitas dosen melalui program upskilling dan upgrading.

    Selain itu, P4M UNS juga menyampaikan adanya indikator kinerja utama (IKU) baru yang secara khusus menargetkan publikasi ilmiah bertema kebudayaan Jawa, sebagai bentuk komitmen UNS dalam melestarikan nilai-nilai budaya lokal melalui karya akademik.

    Dalam evaluasi capaian tahun sebelumnya, Dila Maghrifani menyampaikan bahwa kualitas publikasi dosen FEB UNS pada tahun 2025 menunjukkan tren positif pada level Q1 dan Q2. Namun demikian, secara kuantitas masih mengalami penurunan. Oleh karena itu, dosen didorong untuk memperkuat riset kolaboratif lintas Research Group (RG) dan multidisiplin, menyasar hibah penelitian dengan skala yang lebih luas, serta melakukan pemutakhiran roadmap penelitian agar selaras dengan isu strategis dan target SDGs.

    Aspek etika dan integritas penelitian menjadi perhatian utama dalam sosialisasi ini. Ditekankan bahwa Ethical Clearance (EC) merupakan persyaratan wajib bagi seluruh penelitian yang melibatkan subjek manusia, penggunaan data personal atau sensitif, serta penelitian sosial, perilaku, dan eksperimental. Penelitian yang tidak memiliki EC yang sah tidak dapat diproses lebih lanjut, khususnya untuk publikasi pada jurnal internasional bereputasi.

    Disampaikan pula bahwa P4M tidak memiliki kewenangan menerbitkan EC. Untuk itu, dosen diarahkan mengajukan EC melalui Komite Etik FKIP UNS bagi penelitian sosial humaniora, atau melalui Komite Etik Fakultas Kedokteran UNS untuk penelitian non-soshum, kesehatan, dan eksperimental. Dalam konteks ini, P4M berperan dalam sosialisasi kebijakan, pendampingan administratif, serta mendorong kepatuhan etika penelitian.

    Pada kesempatan yang sama, P4M mensosialisasikan tiga SOP baru dari LPPM UNS, yakni SOP 001, SOP 002, dan SOP 003 tentang pencegahan pelanggaran integritas akademik dosen. SOP tersebut mengatur secara terintegrasi mekanisme pencegahan sejak pelaporan luaran ilmiah, sistem pelaporan dugaan pelanggaran yang transparan dan akuntabel, hingga proses pemeriksaan dan penetapan tingkat pelanggaran dengan sanksi yang terukur.

    Melalui sosialisasi ini, FEB UNS menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem riset yang kolaboratif, berintegritas, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi institusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pengabdian kepada masyarakat, dan reputasi akademik di tingkat nasional maupun intern

  • Awali 2026 dengan Silaturahmi, Perkuat Kebersamaan Tendik dan Pimpinan FEB UNS

    Awali 2026 dengan Silaturahmi, Perkuat Kebersamaan Tendik dan Pimpinan FEB UNS

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Silaturahmi dan Koordinasi Awal Tahun Tenaga Kependidikan (Tendik) dengan Pimpinan Fakultas, Selasa (6/1/2026) di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS.

    Kegiatan ini menjadi momentum penguatan koordinasi, evaluasi kinerja, serta penyamaan visi dalam membangun FEB UNS yang lebih solid dan adaptif.

    Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi seluruh Tendik.

    “Kami berharap tahun 2026 bisa menjadi tahun yang lebih baik. Dengan perbedaan gaya dan karakter, kita tetap harus solid sebagai satu tim, memiliki visi yang sama untuk membangun FEB,” ujar Dekan.

    Lebih lanjut, Prof. Bhimo menekankan pentingnya kebersamaan, kekompakan, dan kerja sama lintas peran dalam organisasi. Soliditas seluruh warga FEB, baik dosen maupun tendik menjadi kunci keberlanjutan kinerja fakultas.

    Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Nonakademik, Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CRA., CRP., ACPA, menyampaikan bahwa dekanat terbuka terhadap evaluasi dan masukan dari tendik terkait pengelolaan fakultas selama satu tahun tiga bulan terakhir.

    Menurutnya, rotasi, mutasi, maupun pengembangan SDM merupakan bagian dari mekanisme organisasi yang sehat dan tidak didasarkan pada pertimbangan subjektif.

    Dalam arahannya, WD Bidang Nonakademik juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kependidikan, baik pada level nasional maupun internasional, sebagai dukungan strategis terhadap target akreditasi internasional AACSB FEB UNS. Program sertifikasi, termasuk sertifikasi BNSP dan sertifikasi internasional Microsoft, menjadi agenda pengembangan SDM yang terus didorong pada tahun 2026.

    “Akreditasi internasional bukan tugas ringan dan tidak mungkin dicapai tanpa peran tendik dan mahasiswa. Karena itu, peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan bersama,” tegasnya.

    Ia juga menekankan bahwa FEB UNS merupakan “rumah bersama” yang harus dijaga nama baik dan keberlanjutannya secara kolektif, dengan mengedepankan niat untuk bertumbuh dan memperbaiki diri secara bersama-sama.

    Pada kesempatan yang sama, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada para tenaga kependidikan atas dukungan aktif dalam pelayanan dan pengelolaan bidang kemahasiswaan.

    Kegiatan ini juga menjadi ruang dialog terbuka antara pimpinan fakultas dan tenaga kependidikan. Dalam sesi diskusi dan penyampaian masukan, sejumlah tendik menyampaikan aspirasi serta mohon arahan  terkait pelaksanaan tugasnya.

    Dalam rangkaian acara tersebut, juga diadakan seremoni penyerahan cinderamata kepada Christina Yulia Puspita Dewanti, S.IP., yang mendapat penugasan baru di Sekolah Vokasi UNS. Sementara itu, posisi bendahara FEB UNS kini diemban oleh Y. Hastuti, S.M.

    Melalui kegiatan ini, FEB UNS meneguhkan komitmennya untuk membangun tata kelola fakultas yang profesional, inklusif, dan berkelanjutan, dengan menjadikan sinergi antara pimpinan dan tenaga kependidikan sebagai fondasi utama menuju FEB yang unggul dan berdaya saing global.

    Kegiatan ini mendukung pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDG 16 (Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan kompetensi SDM, profesionalisme kerja, dan tata kelola organisasi FEB UNS yang berkelanjutan.

  • Workshop MONEV PBM sebagai Upaya Peningkatan Mutu Proses Belajar Mengajar FEB UNS

    Workshop MONEV PBM sebagai Upaya Peningkatan Mutu Proses Belajar Mengajar FEB UNS

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Monitoring dan Evaluasi Proses Belajar Mengajar (MONEV PBM), Senin, 29 Desember 2025 di UNS Tower.

    Kegiatan ini menjadi forum refleksi dan evaluasi internal dalam upaya peningkatan kualitas layanan akademik di lingkungan FEB UNS.

    Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D. diawal menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tenaga kependidikan (tendik) Bidang Akademik atas tanggung jawab, dedikasi, serta kerja sama yang telah terjalin sepanjang tahun 2025.

    “Atas nama pribadi dan bidang akademik, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh Bapak Ibu tendik di bidang 1, petugas layanan perkuliahan, operator, administrasi akademik, juga Kepala Subbagian, hingga Kepala Bagian Tata Usaha. Terima kasih atas kerja sama yang baik selama ini, dan ke depan diharapkan sinergi dapat semakin erat dan lebih baik,” ungkapnya.

    Pada kesempatan tersebut, Prof. Tri juga mengajak agar tendik dapat menyampaikan berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas masing-masing, khususnya dalam satu hingga dua tahun terakhir selama Ia mengemban amanah sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian.

    Kegiatan workshop ini dirancang sebagai ruang dialog terbuka dan konstruktif. Seluruh tendik yang hadir diberikan waktu yang cukup untuk menyampaikan berbagai kendala maupun masukan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan layanan dibidang akademik.

    FEB UNS menegaskan komitmennya untuk mulai mengimplementasikan sistem Monitoring dan Evaluasi Proses Belajar Mengajar (MONEV PBM) yang integratif antara Bidang Akademik, Program Studi, dan Unit Penjaminan Mutu (UPM), yang direncanakan mulai diterapkan pada Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.

    Sistem ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas unit, meningkatkan efektivitas evaluasi pembelajaran, serta mendorong pengambilan kebijakan berbasis data dan umpan balik berkelanjutan.

    Kegiatan ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan mutu layanan akademik, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) dengan mendorong tata kelola institusi pendidikan yang efektif, transparan, dan partisipatif.

  • Tingkatkan Kualitas Proses Belajar Mengajar, FEB UNS Gelar Workshop Learning Management System

    Tingkatkan Kualitas Proses Belajar Mengajar, FEB UNS Gelar Workshop Learning Management System

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Learning Management System (LMS) untuk Mendukung Proses Belajar Mengajar (PBM) yang diikuti oleh dosen FEB UNS pada Senin, 29 Desember 2025 di UNS Tower.

    Kegiatan ini diadakan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran berbasis digital di FEB UNS.

    Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D. dalam sambutannya menekankan pentingnya implementasi Learning Management System (LMS) sebagai salah satu strategi utama dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) UNS.

    Prof. Tri menjelaskan bahwa meskipun dalam praktik pembelajaran digital dikenal berbagai istilah seperti Massive Open Online Course (MOOC), namun penggunaan istilah LMS secara resmi di FEB UNS disesuaikan dengan ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Rektor.

    LMS dipandang sebagai platform digital terintegrasi yang tidak hanya mendukung penyampaian materi perkuliahan, tetapi juga memfasilitasi administrasi kelas, komunikasi sinkron dan asinkron antara dosen dan mahasiswa, serta proses evaluasi pembelajaran.

    Lebih lanjut, Prof. Tri mengajak para dosen untuk tidak semata-mata berorientasi pada pemenuhan target administratif dalam penggunaan LMS, melainkan menjadikannya sebagai sarana refleksi dan inovasi pembelajaran.

    Menurutnya, pemanfaatan LMS yang efektif dapat membantu dosen menciptakan proses belajar yang lebih interaktif, variatif, dan tidak membosankan bagi mahasiswa.

    Dalam paparannya, ia juga menyoroti pentingnya kreativitas dosen serta pemahaman teori pedagogik dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era digital, termasuk gangguan penggunaan ponsel di kelas.

    Dosen diharapkan mampu merancang strategi pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif mahasiswa agar tetap fokus dan memiliki atensi penuh terhadap materi yang disampaikan.

    Workshop ini juga memberikan gambaran mengenai praktik baik pemanfaatan LMS, pengelolaan mata kuliah daring, serta peluang pengembangan pembelajaran berbasis digital, termasuk perluasan pembelajaran daring melalui skema kredensial mikro.

    Dengan dukungan LMS yang optimal, FEB UNS berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu proses belajar mengajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan mahasiswa.

    Melalui kegiatan ini, FEB UNS berharap dosen semakin siap dan terampil dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam pembelajaran, sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi yang berkelanjutan.

    Kegiatan workshop ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan mutu pembelajaran berbasis digital, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong pemanfaatan teknologi informasi dalam pendidikan tinggi.