FEB

Kategori: fakultas

  • Selamat, Prof. Irwan Jadi Pemenang I Academic Leaders Bidang Ilmu Sosial dan Humaniora

    Selamat, Prof. Irwan Jadi Pemenang I Academic Leaders Bidang Ilmu Sosial dan Humaniora

    Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc,.Ph.D, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil menjadi Pemenang I pada seleksi Academic Leaders Tahun 2022 di UNS untuk Bidang Ilmu Sosial dan Humaniora. Selanjutnya, Prof. Irwan bersama dengan 2 dosen pemenang lain pada kategori bidang yang berbeda akan dikirimkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) untuk mengikuti seleksi tingkat nasional.

    Mekanisme penilaian Academic Leaders di UNS dilakukan dengan tiga tahapan yakni pemeriksaan administrasi dokumen peserta, presentasi dan wawancara. Pengarahan dan wawancara Dosen peserta Academic Leader telah dilaksanakan Selasa 4 Oktober 2022 di Ruang Sidang 1 Gedung dr. Prakosa UNS.

    Seleksi tersebut diselenggarakan UNS untuk menindaklanjuti Program Anugerah Dosen sebagai Academic Leaders Tahun 2022 dari Kemdikbudristek. Kegiatan penganugerahan kepada dosen ini merupakan salah satu prakarsa dari Kemendikbudristek untuk menggelorakan dan memperkuat implementasi Merdeka Belajar, Kampus Merdeka guna menghasilkan SDM Indonesia unggul, berakhlak mulia dan berkepribadian Pancasila.

    Penganugerahan ini diberikan kepada Dosen yang selama bertugas telah menghasilkan karya inovatif bidang pembelajaran, bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, berkontribusi nyata terhadap pencapaian indikator kinerja utama (IKU) perguruan tinggi tempat bekerja, menginspirasi teman sejawat dan sangat bermanfaat bagi pembangunan masyarakat dan bangsa, hingga mendapat pengakuan nasional dan/atau internasional.

     

  • FEB UNS Menerima Kunjungan Magister Ekonomi Universitas Andalas

    FEB UNS Menerima Kunjungan Magister Ekonomi Universitas Andalas

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menerima kunjungan dari Program Studi (Prodi) Magister Ekonomi Universitas Andalas, Selasa 1 November 2022. Kedatangan Kepala Program Studi, Dr. Neng Karmani beserta tim diterima oleh pimpinan dan juga beberapa mahasiswa Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB UNS.

    Dr. Neng Karmani menyampaikan bahwa kunjungannya bersama tim adalah untuk memperoleh  pengetahuan dan pengalaman tentang pelaksanaan pembelajaran di Program Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan di FEB UNS. Dalam kunjungan itu, selain beberapa pimpinan,  13 mahasiswa juga turut serta.

    Sementara itu, Prof. Izza Mafruhah, Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada pimpinan dan juga mahasiswa dari Prodi Magister Ekonomi UNAND.

    “Selamat datang kami ucapkan, di kegiatan ini nanti kita akan berbagi, ada sesuatu yang kami miliki, dan ada sesuatu yang dibawa UNAND untuk dibagi dan dibahas bersama, harapannya akan menjadi suatu bentuk kerja sama antara UNAND dan UNS khususnya FEB UNS” sambutnya

    Lebih lanjut Prof. Izza menjelaskan profil FEB UNS meliputi prodi-prodi yang ada di FEB, capaian akreditasi, fasilitas pembelajaran hingga perubahan status UNS sebagai Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTN-BH).

    Pada tanggal 6 Oktober 2020, UNS telah resmi menyandang gelar PTN-BH. Perubahan status ini didasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2020 tentang UNS Surakarta Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum PTN-BH yang telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo. Dengan demikian, UNS resmi tercatat sebagai perguruan tinggi di Indonesia ke-12 yang berstatus PTN-BH.

    Perubahan UNS menjadi PTN-BH memiliki banyak PR ke depan yang harus ditanggung oleh UNS. Salah satunya menjadikan UNS sebagai World Class University yang masuk dalam jajaran 500 perguruan tinggi terbaik di dunia. Di tanggal 6 Oktober kemarin baru saja UNS genap 2 tahun berstatus PTN-BH, masih banyak penataan-penataan yang dilakukan.

    Ditambahkan oleh Wakil Dekan Perencanaan, Kerja Sama Bisnis dan Informasi, Dr. Mugi Harsono, sejak UNS berstatus PTN-BH ada penekanan bahwa universitas harus mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk “dijual”.

    “Paradigmanya sudah berubah, untuk itu FEB telah mengagendakan adanya Lembaga Training and Consulting untuk mensertifikasi seluruh dosen FEB sesuai kompetensinya, lalu akan kami “jual”, alumni juga men-support” tegasnya.

    Di bidang akademik, FEB  sudah melakukan kerja sama dengan Badan Pusat Statistik dengan skema kelas kerja sama. Selain itu, FEB juga memiliki mitra binaan, dengan berbagai skema pembiayaan yang ada.

    Kegiatan yang dimoderatori oleh Kepala Program Studi Ekonomi Pembangunan, Bhimo Rizky Samudro, Ph.D  berlangsung akrab dengan diskusi interaktif. Usai kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama.

  • Webinar GR Kearifan Lokal Angkat Tema Content Analysis pada Penelitian Kualitatif Bidang Ekonomi-Sosial

    Webinar GR Kearifan Lokal Angkat Tema Content Analysis pada Penelitian Kualitatif Bidang Ekonomi-Sosial

    Content Analysis menjadi sesuatu yang menarik untuk kita kaji dan didiskusikan bersama meskipun secara definitif Content Analysis bukan merupakan teknik penelitian kuantitatif, namun kualitatif tetapi kalau kita lihat dari penelitian-penelitian sebelumnya bahwa didalam metode ini ternyata ada proses atau metode kuantitatif.

    Hal itu disampaikan Ana Shohibul Manshur A, SE, M.Sc, moderator di Seri Webinar bertajuk Content Analysis pada Penelitian Kualitatif Bidang Ekonomi-Sosial yang diselenggarakan oleh Grup Riset Kearifan Lokal Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), Senin 31 Oktober 2022 melalui Zoom Cloud Meeting.

    Dalam sejarah penggunaannya, metode ini sudah ada sejak 400 tahun yang lalu kaitannya dengan menganalisis sebuah ilmu komunikasi, bagaimana mengidentifikasi sebuah pesan dalam ilmu komunikasi.

    Sejalan dengan itu, narasumber webinar, Sarjiyanto, SE, MBA, Ph.D., peneliti GR Kearifan Lokal menyampaikan metode ini awalnya memang dilakukan untuk penelitian komunikasi. Namun saat ini, Content Analysis banyak digunakan untuk menganalisis ilmu-iIlmu lain karena perkembangan ilmu dan fenomena yang ada tidak cukup diselesaikan dengan sebuah metode saja, sehingga Content Analysis juga mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian.

    Sarjiyanto,Ph.D., peneliti GR Kearifan Lokal

    “Ada beberapa buku yang bisa kita jadikan dasar dalam menggunakan metode ini, buku yang paling lama miliknya Weber atau juga bisa menggunakan Krippendorff, yang menjadi acuan dalam pembahasan webinar ini dan tentunya banyak sekali referensi-referensi lain yang bisa kita jadikan acuan” ungkapnya.

    Mengacu pada Krippendorf 2013, Dr. Sarjiyanto menyampaikan Content Analysis adalah sebuah metode penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif, untuk membuat inferensi yang valid dan dapat diteliti ulang dari data berdasarkan konteksnya. Data yang berupa kata atau teks tersebut diinferensi dengan menggunakan Content Analysis sehingga menghasilkan informasi yang memiliki makna.

    Selanjutnya disampaikan, untuk mengklasifikasikan, di dalam metode ini ada beberapa pendekatan, Pragmatical Content Analysis, Semantical Content Analysis, Designation Content Analysis, Attribution Content Analysis, Assertions Content Analysis, Sign-Vehicle Content Analysis.

    Peserta Webinar

    Pragmatical Content Analysis dilakukan terhadap tanda menurut sebab akibat yang mungkin terjadi, bisa dengan melihat frekwensi, ucapan atau kata yang menunjukkan sikap atau perilaku atau kecenderungan. Metode ini biasa digunakan untuk penelitian di manajemen, marketing yang bisa menggunakan hubungan sebab akibat. Jika ada kata atau perilaku atau kecenderungan yang menyebabkan sebuah produk  bisa diterima oleh masyarakat.

    ,
    Dr. Joko Suyono, S.E. M.Si, Ketua GR Kearifan Lokal

    Webinar yang diikuti oleh lebih dari 150 peserta itu sangat menarik perhatian. Salah satu peserta yang juga sedang melakukan penelitian dengan Metode Content Analysis menyampaikan saran agar seri webinar tersebut bisa diunggah juga tayangannya ke channel Youtube agar peserta dapat mengikuti secara keberlanjutan dan memberikan pemahaman materi yang utuh.

    GR Kearifan Lokal yang diketuai oleh Dr. Joko Suyono, S.E. M.Si rutin berbagi pengetahuan melalui hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh anggota GR  kepada Civitas Akademika UNS maupun masyarakat luas.

     

  • Siapkan Akreditasi, FEB Adakan Penyamaan Persepsi Borang 9 Standar

    Siapkan Akreditasi, FEB Adakan Penyamaan Persepsi Borang 9 Standar

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) sudah terakreditasi A dan untuk tahap selanjutnya FEB akan menghadapi akreditasi LAMEMBA dengan 9 standar yang cukup memiliki perbedaan dengan akreditasi  yang 7 standar. Sifatnya yang kualitatif dan acuan-acuannya yang berbeda tentunya  harus disamakan persepsinya.

    LAMEMBA adalah Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi yang bertugas untuk melakukan proses Akreditasi untuk Program Studi di Bidang Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi.

    Pernyataan itu disampaikan Prof. Izza Mafruhah, S.E., M.Si., Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS pada kegiatan bertajuk Penyamaan Persepsi Borang 9 Standar, Jumat 28 Oktober 2022 di Ruang Indrakila UNS Inn.

    Kegiatan yang diikuti oleh Reviewer Internal, Kepala Program Studi (Kaprodi), Tim Task Force Borang Akreditasi Prodi Manajemen dan Akuntansi, Koordinator serta Sub Koordinator diselenggarakan  untuk mempersiapkan akreditasi prodi yang akan berlangsung dalam waktu dekat, yakni untuk Prodi Manajemen dan Akuntansi.

    Sementara itu, Dr. Evi Gravitiani, SE, M.Si., Ak, Kaprodi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan dan juga sebagai Reviewer LAMEMBA menjadi narasumber di kegiatan tersebut menyampaikan bahwa peringkat akreditasi oleh LAMEMBA adalah Baik, Baik Sekali dan Unggul.

    “Di akreditasi ini intinya hanya 3 hal. Ketika sebuah perguruan tinggi, visi misinya sudah menunjukkan ke skala internasional maka pasti penilaiannya ke Unggul. Jika skala nasional, maka Baik Sekali. Jika masih lokal, maka Baik. Tetapi memang visi misi ini harus dijabarkan dan  didukung dengan bukti dan fakta. Seberapa internasional atau seberapa nasional” ungkapnya.

    Selanjutnya ditegaskan,  dalam proses akreditasi, kesemuanya harus didukung dengan bukti dan fakta, data-data sangatlah penting. Di FEB, perlu adanya Tim Data  yang data tersebut bisa terhubung dengan DKPS (Data Kuantitatif Program Studi)  sehingga memudahkan kerja tim akreditasi dan juga bisa digunakan untuk hal lainnya.

    Dalam LAMEMBA ada 9 kriteria penilaian, yakni kriteria  1. Visi Misi, Tujuan dan Strategi; 2. Tata Kelola, Tata Pamong dan Kerjasama; 3. Mahasiswa; 4. Sumber Daya Manusia; 5. Keuangan, Sarana dan Prasarana; 6. Pendidikan; 7. Penelitian; 8. Pengabdian kepada Masyarakat; serta 9. Luaran dan Capaian Tridharma.

    Dijelaskan, proses penilaian akan dilakukan dua tahap yaitu tahap Asesmen Kecukupan (AK) dan tahap Asesmen Lapangan (AL) oleh panel asesor dan diputuskan oleh komite akreditasi. Pada tahap AK dan AL panel asesor akan melakukan analisis data dan informasi serta klarifikasi terhadap dokumen yang disampaikan program studi yaitu Dokumen Evaluasi Diri (DED) dan Dokumen Kinerja Program Studi (DKPS).

    Program studi harus mampu menyajikan data dan informasi secara objektif, benar dan lengkap untuk 9 (sembilan) kriteria, dimensi dan elemen agar tercermin proses dan pencapaian mutu penyelenggaraan pendidikan di program studi sesuai dengan visi, misi, strategi dan tujuan. Dokumen-dokumen tersebut harus didasarkan atas evaluasi diri dan memperlihatkan keterkaitan antarkriteria.

    Penilaian akreditasi LAMEMBA menekankan pada Continuous Improvement dengan melakukan Pemantauan dan Evaluasi (PANEV) setiap tahunnya terhadap program studi dan program studi harus menyampaikan laporan mengenai: (1) Kecukupan dan Kualifikasi Dosen, (2) Jaminan Pembelajaran dan (3) Luaran dan Capaian Tridharma Perguruan Tinggi.

    Kegiatan yang dimoderatori oleh Wakil Dekan Perencanaan, Kerja Sama Bisnis dan Informasi tersebut berjalan dengan diskusi interaktif.

  • Hadirkan Prof. Clotilde Coron, Prodi S1 Manajemen Bahas Teori Organisasi

    Hadirkan Prof. Clotilde Coron, Prodi S1 Manajemen Bahas Teori Organisasi

    Rangkaian Kegiatan Visiting Profesor Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2022 yang dilaksanakan oleh Program Studi S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, masih berlanjut.

    Dalam agenda terbarunya, Prodi S1 Manajemen menghadirkan Prof. Clotilde Coron, dari Sorbonne Business School, Perancis, dalam Guest Lecture Management: Organizational Theories and Flexibility Organizational Design. Acara tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Cloud Meeting dan dihadiri oleh lebih dari 270 peserta.

    Peserta Guest Lecture Management

    Memulai paparan mengenai teori organisasi, Prof. Coron menyampaikan definisi dari organisasi dan teori organisasi. Secara garis besar, organisasi adalah kelompok individu yang bertujuan untuk mencapai tujuan tertentu. Meskipun begitu, pada praktiknya, terdapat beberapa hambatan yang sering dihadapi oleh sebuah organisasi dalam mencapai tujuan. Masalah tersebut seringkali berhubungan dengan keselarasan antara tujuan individu dan organisasi, pembagian tugas, serta proses kontrol.

    “Untuk itu dalam sebuah organisasi, penting untuk memastikan bahwa setiap anggota memiliki tujuan yang sama dengan tujuan organisasi. Dalam kata lain, organisasi perlu memastikan bahwa tujuan kolaboratif dalam organisasi tersebut menjadi tujuan dari setiap anggota di dalammya,” jelas Prof. Coron.

    Sementara dalam hal teori organisasi, Prof. Coron menyampaikan berbagai macam teori yang sering digunakan dalam memahami organisasi. Dalam paparannya, dijelaskan tentang teori klasik (classical theories), teori hubungan (human relations), teori kontingensi (contingency theories), serta teori sistemik (systemic theories).

    Prof. Clotilde Coron, dari Sorbonne Business School, Perancis

    “Tidak semua organisasi memiliki sistem yang sama. Terdapat karakteristik khusus dari setiap organisasi yang dipengaruhi oleh faktor internal seperti teknologi, strategi, tingkat kualifikasi, usia organisasi, serta ukuran organisasi. Dalam hal ini teori, berfokus pada bagaimana organisasi berfungsi dan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi organisasi,” ungkap Prof. Coron.

    Setelah paparan materi, acara yang dilaksanakan pada hari Kamis 27 Oktober 2022 tersebut berlanjut dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator, Dr. Wulan Permatasari, SE., MM.

    Peserta yang didominasi oleh mahasiswa sangat aktif menyampaikan pertanyaan disesi diskusi. (Tetri & Aulia)

  • Prodi Manajemen Adakan Guest Lecture Marketing Management I bersama Dr. Chandana Hewege

    Prodi Manajemen Adakan Guest Lecture Marketing Management I bersama Dr. Chandana Hewege

    Program Studi (Prodi) S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta kembali mengadakan kuliah tamu dalam Rangkaian Kegiatan Visiting Profesor, Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2022, Kamis 27/10/2022 melalui Zoom Cloud Meeting.

    Guest Lecture Marketing Management I bertajuk ‘Emerging Trends in Global Consumer Behavior: Implications for Marketers’ menghadirkan Dr. Chandana Hewege (Swinburne Business School, Australia).

    Narasumber: Dr. Chandana Hewege

    Diawal paparan materi, Dr. Hewege menjelaskan topik terkait globalisasi konsumsi. Menurutnya, permintaan konsumen terbentuk dari paparan terhadap pola konsumsi di negara lain, sehingga konsumen bisa saja memiliki keinginan untuk mencoba produk makanan dari negara lain. Untuk itu, konsumen global yang saling terkoneksi membutuhkan produk yang tersedia atau diproduksi secara global.

    Lebih lanjut, Dr. Hewege juga menyoroti tentang karakteristik konsumen millennial dengan karakter uniknya.

    “Konsumen ini (millennial) berbeda. Mereka tidak menginginkan produk, melainkan pengalaman (experiences). Mereka ingin didengar dan berinteraksi dengan perusahaan, dengan keyakinan bahwa generasi mereka berhak atas masa depan yang lebih baik. Mereka juga menuntut keadilan sosial, peduli dengan perubahan iklim, sangat sensitif, dan kebutuhan akan keunikan (authenticity),” jelas Dr. Hewege.

    Peserta tampak antusias, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang masuk saat sesi tanya jawab interaktif di akhir acara. (Tetri & Aulia)

  • Prodi S1 Manajemen FEB Hadirkan Prof. Chicksand dalam Workshop: How to Publish Operation Management Papers in Reputable Journals

    Prodi S1 Manajemen FEB Hadirkan Prof. Chicksand dalam Workshop: How to Publish Operation Management Papers in Reputable Journals

    Program Studi (Prodi) S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menghadirkan Prof. Daniel Chicksand dari Birmingham Business School (UK) dalam agenda Visiting Profesor, Kamis 20/10/2022

    Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2022 yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Cloud Meeting dan dihadiri oleh dosen Konsentrasi Manajemen Operasi Prodi Manajemen.

    Mengawali paparan materi Prof. Chicksand melayangkan pertanyaan terkait sistem perangkingan jurnal yang terdapat di Indonesia, apakah Indonesia menggunakan sistem perankingan Scopus, Scimago, ataukah terdapat sistem khusus yang berlaku di Indonesia.

    Prof. Chicksan juga mengutarakan langkah pertama yang perlu dipersiapkan oleh periset sebelum mempublikasikan artikel risetnya.

    “Saat ini publikasi di jurnal internasional yang bereputasi bertambah sulit. Sebelum memulai proses publikasi, alangkah baiknya jika Anda mempersiapkan sebuah ‘tema’ yang kemudian akan Anda ikuti, baik untuk mengembangkan riset yang telah ada maupun sebagai identitas keahlian Anda sebagai peneliti” ungkap Prof. Chicksand.

    Lebih lanjut Prof. Chicksand melayangkan pertanyaan kedua terkait materi yang akan beliau sampaikan yaitu apakah alasan untuk melakukan publikasi?

    Selaras dengan jawaban peserta yang hadir, dalam hal ini Ia menyampaikan bahwa salah satu alasan melakukan publikasi adalah untuk membagikan potensi solusi untuk permasalahan yang ada di lingkungan sekitar maupun bisnis.

    Pembahasan kemudian berlanjut pada langkah-langkah atau aspek yang perlu dipertimbangkan penulis dalam memilih jurnal publikasi. Dua hal yang paling sering dipertimbangkan dalam hal ini adalah impact factor dan ranking jurnal.

    Terlepas dari proses pemilihan jurnal, Prof. Chicksand juga menyampaikan beberapa alasan mengapa sebuah penerbit menolak manuskrip yang dikirim.

    “Terkadang masalahnya adalah bagaimana Anda merumuskan masalah penelitian, dan terkadang penulis atau peneliti seringkali terlalu merendah dalam hal menyampaikan kontribusi penelitian yang dilakukannya ” katanya.

    Menutup acara, Prof. Chicksand menyampaikan empat top tips dalam proses sukses publikasi. Tips pertama adalah dengan memilih teori yang tepat untuk penelitian yang akan dilaksanakan. Kedua adalah perlunya membangun proses berkesinambungan dari proses penulisan artikel melalui kolaborasi. Ketiga, peneliti dan penulis perlu membangung resiliensi dan fleksibilitas, dan keempat adalah peneliti perlu belajar dari kesalahan yang dilakukan.

    “Kita perlu membangun sikap resilien dan persisten, serta harus segera move-on setelah menghadapi rejection” tegasnya menyemangati.

    Sesi diskusi dalam workshop berjalan interaktif. Sharing pengalaman tersebut rencananya akan berlanjut dengan review artikel yang dikirimkan oleh peserta. (Tetri & Aulia)

  • RG Mikroekonomi Terapan FEB UNS Bahas Randomized Control Trial for Social Science dalam Inbound Scholar Webinar

    RG Mikroekonomi Terapan FEB UNS Bahas Randomized Control Trial for Social Science dalam Inbound Scholar Webinar

    Riset Grup (RG) Mikroekonomi Terapan, Program Studi (Prodi) S1 Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Kuliah Tamu  bertajuk Webinar: Randomized Control Trial for Social Science, Rabu 26/10/2022 melalui Zoom Cloud Meeting.

    Webinar yang menghadirkan narasumber Dr. Sarah Dong dari Crawford School of Public Policy, Australian National University (ANU) merupakan rangkaian kegiatan dalam Skema Hibah Riset Internasional UNS.

    Dalam paparan materinya, Dr. Sarah menjelaskan tentang penggunaan teknik RCT khususnya dalam konteks kebijakan publik. Contoh, dari efek kontrafaktual, yaitu penelitian yang berusaha mengukur efek dan efisiensi dari kebijakan (bansos) ketika subjek penelitian menerima bantuan tersebut dibandingkan jika subjek tersebut tidak menerima bantuan.

    “Dalam konteks semacam ini, uji regresi OLS tidak dapat digunakan untuk menentukan efek kausal dari pemberian bantuan atau sebuah kebijakan,” terang Dr. Sarah.

    Lebih lanjut, Dr. Sarah menjelaskan mengenai proses penerapan dari RCT yang cenderung membutuhkan perencanaan lebih ekstensif. Secara garis besar perencanaan tersebut terbagi menjadi tiga langkah. Langkah pertama dari penerapan RCT adalah penentuan desain dari proses pengacakan, hal ini meliputi jumlah sampel, teknik pengacakan, serta pemeriksaan keabsahan pengacakan. Langkah kedua adalah intervensi, yang merujuk pada proses penggolongan subjek penelitian kedalam kelompok kontrol. Serta langkah ketiga adalah pengujian hasil, yaitu menggunakan uji statistik untuk menghitung efek perlakuan yang diterapkan.

    “Proses pengacakan bisa menjadi rumit, terlebih ketika proses tersebut dilakukan oleh pihak independen, yang prosesnya dapat melenceng dari tujuan penelitian,” jelasnya.

    Setelah penjelasan rinci mengenai proses RCT, Dr. Sarah menjelaskan contoh topik penelitian yang dapat menggunakan teknik RCT, serta proyek penelitiannya yang menerapkan teknik RCT.

    Di penghujung acara, Dr. Sarah mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan, banyak sekali pertanyaan yang diajukan oleh peserta. Peserta juga dapat menghubunginya melalui email apabila terdapat pertanyaan lebih lanjut terkait RCT. (Tetri & Aulia)

     

  • Gandeng 20 Pelaku UMKM, HMJ Manajemen Gelar Ecofair

    Gandeng 20 Pelaku UMKM, HMJ Manajemen Gelar Ecofair

    20 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menggelar berbagai produknya pada acara Ecofair 2022 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), di Halaman Gedung Suhardi, Rabu,  26/10/2022.

    Acara ini diselenggarakan dan dikemas secara luring. Dua tahun sebelumnya, Ecofair diadakan secara daring karena pandemi Covid-19. Harapannya, Ecofair 2022 akan bermanfaat bagi mahasiswa, pihak kolaborator, dan terkhusus bagi para pelaku UMKM.

    Prof. Hunik, Dosen FEB mengunjungi salah satu stan di Ecofair

    Ecofair merupakan acara pembuka dari serangkaian acara Management Carnival yang rutin diselenggarakan setiap tahun oleh HMJ Manajemen. Di tahun ini, Ecofair mengangkat tema “Upgrade Your Business by Collaborating with Us to Find New Opportunities”.

    Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Dekan Perencanaan, Kerja Sama Bisnis dan Informasi, Dr. Mugi Harsono, SE, M.Si. bertujuan agar dapat menjadi media kolaborasi, pengembangan, dan pemberdayaan UMKM. Ecofair sebagai wahana dalam mempromosikan, mengenalkan, dan meningkatkan produk atau jasa yang mereka miliki.

    Pengguntingan Pita oleh Wakil Dekan Perencanaan, Kerja Sama Bisnis dan Informasi

    Pelaku UMKM juga dapat berkonsultasi dengan beberapa instansi terkait seperti LOKA POM dan Dinas Perdagangan Surakarta terkait pengembangan dan program pemerintah dalam mendukung kesejahteraan UMKM di Kota Surakarta.

    Dr. Atmaji,  MM, Kepala Program Studi S-1 Manajemen dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan HMJ Manajemen yang telah memberikan ruang kepada para pelaku UMKM untuk mengenalkan dan memasarkan produk-produknya.

    Mindset bisnis  saat ini sudah berubah. Sebelumnya bisnis itu digaungkan dengan kompetisi. Sekarang mindsetnya berubah,  bagaimana bisnis bisa berkolaborasi, bekerja sama,  saling dukung dan menguntungkan untuk keberlangsungan usaha.  Perubahan  mindset bisnis ini yang sedang dikembangkan.” Ungkapnya.

    Dr. Atmaji berharap, kegiatan yang digelar selama 3 hari itu menjadi pembelajaran bagi mahasiswa di luar kegiatan perkuliahan, melatih berwirausaha dan bergaul dalam dunia bisnis.

    Deretan Stan UMKM di Halaman Gedung Suhardi FEB

    Kegiatan yang akan digelar hingga Jumat 28 Oktober 2022 itu, dimeriahkan juga dengan berbagai kegiatan lain untuk memantik pengunjung Ecofair yakni esport Mobile Legends dan PUBG, fun games bersama para pengunjung on the spot dan penampilan band prodi maupun modern dance sebagai media penyaluran bakat dan pengembangan diri.

    Fun Games bersama Para Pengunjung on the Spot

    Selain pengembangan di bidang UMKM, Ecofair 2022 juga akan bersinergi dengan beberapa perusahaan BUMN dan pusat unggulan Universitas Sebelas Maret seperti PT. KAI (Persero), PT PLN (Persero), perbankan, OJK, UNS Innovation Hub, UNS Fintech Center, CDC UNS, dan lainnya. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan inovasi bisnis serta melakukan job fair atau pameran lowongan pekerjaan yang relevan dengan Prodi S-1 manajemen agar mahasiswa dapat mengambil peluang dan kesempatan untuk karir ke depan. (Tetri)

     

  • UMKM Desa Polengan Ikuti Pelatihan Digital Marketing, Branding dan Packaging

    UMKM Desa Polengan Ikuti Pelatihan Digital Marketing, Branding dan Packaging

    Perubahan zaman dan teknologi membuat semua perusahaan dituntut untuk berubah. Perubahan ini tidak hanya berlaku untuk perusahaan skala besar saja, namun juga untuk UMKM dituntut berubah agar dapat bertahan dalam pasar yang semakin kompetitif. Salah satu perubahan nyata yang tidak bisa ditolak adalah adanya internet yang menjadi bagian penting manusia dewasa ini.

    Keberadaan internet ini memberikan dampak yang besar termasuk dalam dunia bisnis, banyak perusahaan maupun UMKM semakin melebarkan sayapnya ketika mereka menggunakan internet dalam bisnis mereka, khususnya penjualan melalui internet.

    Peluang besar ini juga dilihat oleh BUMDES dan UMKM di Desa Polengan, namun banyak UMKM Desa Polengan yang masih belum mengetahui dan paham bagaimana untuk dapat melaksanakan pemasaran digital.

    Oleh karena itu, Pengabdian dari Riset Grup Ekonomi Kreatif yang diketuai Prof. Dr. Asri Laksmi Riani, MS dengan anggota Prof. Dr. Hunik Sri Runing Sawitri, S.E., M.Si,  Suryandari Istiqomah, SE, MSc,  Dra. Anastasia Riani Suprapti, M.Si dan Dr. Intan Novela Qurrotul Aini, S.E., M.Si. memberikan pelatihan Digital Marketing, Branding dan Packaging.

    Dalam pelatihan ini, tim pengabdi melibatkan mahasiswa-mahasiswa untuk memberikan pelatihan kepada UMKM.

    Pelatihan terbagi menjadi 3 sesi, dimulai dari pelatihan branding dengan narasumber Brillian Raiszhul. Brillian mengajak pelaku UMKM untuk mengetahui bagaimana caranya agar calon konsumen dapat tertarik hanya dengan melihat foto produk saja, pastinya harus memilih angle yang pas dengan komposisi warna tidak terlalu mencolok dan tidak terlalu pucat.

    Untuk sesi kedua adalah packing agar setelah pelaku UMKM mengetahui pengambilan gambar yang baik bisa membangun branding produk harus diimbangi dengan packing yang bisa menambah nilai produk yang dijual. Sesi ini diisi oleh Salsabilla Indah dengan mengadakan pelatihan mendesign kemasan yang baik dan memikat calon konsumen.

    Sesi terakhir ditutup dengan pembekalan digital marketing dengan narasumber Afifah Hanindia yang mengajak bapak ibu pelaku UMKM untuk mendaftarkan usahanya dibeberapa sosial media, seperti Instagram dan Facebook serta e-commerce Shopee yang bisa membuat produk dijangkau banyak orang dan bisa meningkatan pendapatan warga Desa Polengan.

    Setelah pelatihan dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan monitoring dan  pemberian bantuan kepada peserta. (Tetri)