Pandemi Covid-19 mempengaruhi segala sektor kehidupan, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga perekonomian masyarakat yang menjadikan semua bentuk usaha di berbagai level usaha mengalami banyak perubahan dan hambatan. Dampak tersebut sangat dirasakan para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dalam pengelolaan usahanya dilakukan oleh individu atau perorangan.
Untuk tetap bertahan, maka UMKM harus terus berkreativitas dan berinovasi untuk memberikan produk dan layanan prima kepada konsumennya. Hal ini juga yang menjadi perhatian BUMDES dan UMKM di Desa Polengan, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang yang ingin memiliki inovasi dari bahan-bahan yang ada disekitar daerah mereka yang selama ini belum dikelola secara baik.
Keinginan dari BUMDES dan UMKM ini kemudian direspon oleh Kelompok pengabdi dari Riset Group Ekonomi Kreatif, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UNS yang diketuai oleh Prof. Dr. Asri Laksmi Riani, MS dengan memberikan Pelatihan Inovasi Produk berbahan baku sayuran setempat.
Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2022 bersama Bapak Bambang Tri Admojo yang mendemokan beberapa masakan berbahan local di depan peserta dari BUMDES dan UMKM desa Polengan.
Dalam pelatihan ini didemokan 3 macam makanan yaitu kripik daun singkong, bayam krispi dan bolu tiwul.
Selama pelatihan, pelatih memberikan materi dan meminta bapak ibu peserta untuk langsung ikut dalam proses pembuatan makanan tersebut. Peserta juga dapat melakukan tanya jawab selama proses pelatihan berlangsung.
Peserta terlihat bersemangat dan antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan ini terlihat dari peran serta mereka untuk ikut serta dalam proses produksi makanan.
Selain inovasi produksi, kegiatan pengabdian ini juga mendorong BUMDES dan UMKM Desa Polengan juga melaksanakan inovasi pemasaran melalui internet. Oleh karenanya Tim Pengabdi juga memberikan peralatan yang mendukung penjualan online yang diserahkan kepada pihak desa yang diberikan pada tanggal 10 Oktober 2022 yang berlangsung di Desa Polengan. (Tetri)
Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Republik Indonesia bersama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Penerbit Rajagrafindo Persada menggelar Kuliah Umum dan Kajian Buku Pembiayaan UMKM di Auditorium Haryo Mataram UNS, Kamis (20/10/2022).
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S. dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih kepada Kemenko Perekonomian yang telah menjalin kerjasama dengan UNS untuk melaksanakan kegiatan Kuliah Umum dan Kajian Buku Pembiayaan UMKM yang pada hari ini buku tersebut dibahas secara mendalam.
Prof. Yunus menyampaikan bahwa buku hasil karya Menko Perekonomian Republik Indonesia Dr. (H.C.) Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T., I.P.U. membahas lima pokok bahasan meliputi peranan UMKM terhadap perekonomian, ketahanan UMKM terhadap krisis, pembiayaan UMKM, pembiayaan syariah bagi UMKM, dan pembiayaan UMKM pada masa pandemi COVID-19.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S.
Disampaikannya juga, UNS sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) terus berupaya berperan aktif dalam pengembangan dan pemberdayaan UMKM. Peran aktif ini tidak hanya diwujudkan dalam bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi tetapi juga menerapkan langkah-langkah strategis pemberdayaan UMKM melalui kerjasama kemitraan dan pemberian penghargaan kepada para pelaku UMKM, dan pendampingan kegiatan wirausaha mahasiswa.
Dalam keynote speech, Dr. (H.C.) Ir. Airlangga Hartarto menyampaikan kegiatan hari ini dalam rangka mendorong pengembangan UMKM dan mendiseminasikan pembiayaan UMKM secara lebih luas untuk pembangunan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.
Buku pembiayaan UMKM yang telah diluncurkan 11 November 2021 ini berisi berbagai pengetahuan dan pengalaman dalam mengembangkan UMKM. UMKM merupakan pilar pertumbuhan ekonomi yang selama pandemi ini bisa bertahan.
“Terkendalinya kasus pandemi covid-19 secara konsisten telah mendorong peningkatan mobilitas masyarakat, terlihat dari kepercayaan masyarakat dalam melakukan aktivitas ekonomi mulai pulih kembali. Situasi ini juga memicu peningkatan aktivitas bisnis UMKM” ungkapnya.
Peserta Kuliah Umum dan Bedah Buku Penuhi Auditorium
Selanjutnya dijelaskan, Pelaku UMKM merupakan kunci penting bagi perekonomian, kontribusinya terhadap PDB sebesar 61% dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 97% dari tenaga kerja nasional, juga mendorong investasi dan ekspor. Investasi UMKM sebesar 60% dari total investasi nasional dan kontribusi terhadap ekspor non migas mencapai 16%.
Dalam rangka menjaga momentum pemulihan ekonomi dan pemberdayaan UMKM, pemerintah melakukan strategi pengembangan UMKM disertai dengan peningkatan akses pembiayaan UMKM.
Presiden telah memberikan arahan untuk meningkatkan pos kredit UMKM terhadap perbankan dengan target 30% di tahun 2024 atau setara dengan Rp 1800 Triliun dan Bank Indonesia telah mengeluarkan peraturan Bank Indonesia. Program pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah dilakukan oleh pemerintah.
Dr. (H.C.) Ir. Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian
Menko Perekonomian berharap, buku ini menambah pengetahuan bagi para akademisi untuk membuat kebijakan, para mahasiswa untuk melakukan monitoring dan evaluasi serta mengetahui kebijakan-kebijakan di sektor UMKM. Buku ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi dan koordinasi untuk pemberdayaan UMKM guna mempercepat dan memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi.
Sementara itu, pada pengantar diskusi kegiatan kuliah umum dan kajian buku, Dr. Iskandar Simorangkir, S.E., M.A., Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan mengatakan bahwa melalui Undang-Undang Cipta Kerja No 11 tahun 2020 dan turunannya PP 77 tahun 2021 mengatur bagaimana pemerintah mendorong UMKM agar bisa naik kelas, salah satunya dalam hal perizinan usaha. Sampai dengan posisi September 2022 sudah ada 1,7 juta unit usaha mikro yang mendapat Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui online single submission (OSS).
Dr. Iskandar Simorangkir, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Mikro dan Keuangan
“UMKM perlu didorong, pertama dengan mendorong kualitasnya sesuai dengan standar yang dibutuhkan bukan hanya nasional namun juga internasional, kemudian dengan mengikutsertakan UMKM di dalam produk-produk perusahaan besar yang saling sinergi dan saling bantu-membantu. Dengan demikian, diharapkan UMKM yang bisa naik kelas, pendapatannya semakin meningkat. Jika kita bisa melakukan itu, maka niscaya kita bisa menjadi negara maju” tegasnya.
Dipenutup paparannya, Dr. Iskandar Simorangkir mengajak kepada peserta yang sebagian besar mahasiswa agar tidak sekedar menjadi pencari kerja tetapi dapat menciptakan lapangan kerja dengan mendorong usaha-usaha baru yang tentunya berawal dari UMKM sehingga bisa berkembang pesat.
Pembahas pada Kuliah Umum dan Bedah Buku
Kuliah umum dan Kajian Buku pembiayaan UMKM yang dimoderatori oleh Devi Setyorini, Analis Kebijakan Ahli Muda Kemenko Perekonomian tersebut menghadirkan tiga pembahas yakni Dr. Ferry Irawan, SE, ME, Asisten Deputi Moneter dan Sektor Eksternal, Gede Edy Prasetya S.E., M.M.Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Kemenko Bidang Perekonomian, serta Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E., M.Si, Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS. (Tetri)
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Pelatihan untuk Pengembangan Program Unggulan Badan Pengelola Usaha (BPU) FEB UNS, Selasa 11 Oktober 2022 di Ruang Telekonferen Gedung Soedarah Soepono dan Zoom Meeting.
Di kegiatan ini, BPU menghadirkan dua narasumber, Widi Andri Astuti, SE, M.Si. dari PT Widi Prakarsa Training Consulting dan Arif Wiranata Patanduk, Founder dan CEO Wiyata Academy.
Dr. Ahmad Ikhwan Setiawan, SE, MT, Kepala Badan Pengelola Usaha (BPU) FEB UNS dalam sambutannya menyampaikan, baru saja UNS memperingati 2 tahun PTNBH UNS di tanggal 6 Oktober 2022 kemarin. UNS harus siap merespon perkembangan bisnis dan juga akademik yang luar biasa cepat, terutama di era digital saat ini.
Badan Pengelola Usaha (BPU) FEB UNS berupaya untuk mengikuti perkembangan yang ada. Era digital ini harus kita sambut bersama, bagaimana mengoptimalkan SDM yang ada, kita harus bergerak keluar, tidak hanya pada market lokal.
“Dalam waktu dekat, kami akan melaunching pelatihan series yang berlangsung hingga tahun 2023. Upaya ini dilakukan untuk mengoptimalkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di FEB, secara mandiri mampu mengelola lembaga agar bisa survive” ungkapnya.
Wakil Dekan Perencanaan, Kerjasama Bisnis dan Informasi FEB UNS, Dr. Mugi Harsono, SE., M.Si., dalam sambutannya juga menegaskan bahwa potensi di FEB sangat besar. FEB memiliki SDM yang handal dan berpengalaman, hanya perlu tambahan pengetahuan bagaimana mengelola sebuah lembaga training dan konsultan dalam rangka memuaskan klien.
Dr. Mugi optimis di FEB akan hadir sebuah lembaga training dan konsultan yang menghasilkan sesuatu yang bernilai, BPU FEB juga sudah menggandeng alumni yang mempunyai kapabilitas dibidang training dan konsultan dan akan mengadakan serangkaian pelatihan.
Dengan ini, kami berharap SDM FEB menghasilkan karya nyata, sumbangan pemikiran dan kreatifitas, bisa mewarnai dinamika masyarakat ke arah yang lebih baik.
FGD yang diikuti kalangan akademisi dari FEB itu berjalan interaktif dan komunikatif. Widi Andri, M.Si, memaparkan bahasan tentang Bisnis Konsultan, sedangkan Arif Wiranata tentang Penguatan Kelembagaan Pengembangan Web dan Media Sosial Lembaga Berorientasi Pasar. (Tetri)
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) dan UNS Innovation Hub, Direktorat Inovasi dan Hilirisasi UNS menyelenggarakan Expert Lecture ‘Sales Ethics: Look beyond what you can see’ dengan pembicara Dr. Colin Mackenzie dari Edinburgh Napier, University, UK, Rabu 5/10/2022 di Aula Konimex3 Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS dan virtual melalui Zoom Cloud Meeting
Catur Sugiarto, Ph.D, Head of Start-ups and Incubation UNS Innovation Hub dihadapan lebih dari 130 peserta baik secara daring maupun luring menyampaikan sambutan sekaligus berterima kasih atas kehadiran Dr. Collin secara langsung di UNS.
“Terima kasih kepada Dr. Collin yang telah bersedia datang ke UNS untuk membagikan pengetahuan, pengalaman, dan wawasan. FEB UNS telah sukses menyelenggarakan berbagai agenda akademik di tingkat internasional dan salah satunya kuliah tamu pada siang hari ini di bidang ‘Ethics in sales and B2B selling’ (etika penjualan dan penjualan bisnis ke bisnis). Kita akan belajar dari Dr. Collin terkait dua topik tersebut dalam konteks global dan asia. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada UNS innovation hub atas dukungan dan kerja kerasnya dalam melaksanakan agenda ini,” ungkapnya.
FEB saat ini juga menjadi bagian dari kolaborasi SEASAC (South-East Asian Sales Competition), co-funded by ERASMUS+, yang bertujuan untuk memperkuat kapabilitas universitas di Asia Tenggara untuk mempersiapkan B2B sales profesional yang berketerampilan tinggi untuk pasar internasional yang sedang berkembang.
Informasi tersebut diungkapkan oleh moderator acara, Lintang Ayuninggar sebelum paparan materi oleh Dr. Collin. Kolaborasi SEASAC tersebut melibatkan 12 universitas di kawasan Asia Tenggara dan Eropa.
“Proyek kerja sama ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman yang riil, tidak hanya pengetahuan tapi keterampilan. Proyek ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempraktikkan keterampilan tersebut. Ada banyak mahasiswa yang berpartisipasi dalam kompetisi SEASAC menyatakan bahwa mereka belajar sesuatu hal baru tentang diri mereka,” ungkap Dr. Collin mengenai pendapatnya tentang SEASAC.
Paparan materi dibuka dengan perkenalan dari Dr. Collin dengan format yang sering dikenal dengan ‘elevator pitch’ atau perkenalan singkat yang bisa digunakan untuk memperkenalkan diri dalam berbagai situasi maupun kegiatan. Perkenalan tersebut biasanya mencakup tiga aspek yaitu nama, pekerjaan atau status, dan nilai atau keterampilan yang dapat ditawarkan. Dr. Collin kemudian mengundang mahasiswa yang hadir untuk mencoba membuat elevator pitch dengan memperkenalkan diri.
“Inti dari penjualan adalah interaksi atau percakapan, dan hal tersulit dalam interaksi adalah perkenalan. Inilah kenapa sangat penting bagi anda untuk mempersiapkan perkenalan (elevator pitching), karena anda tidak pernah tahu kapan anda akan membutuhkannya,” jelas Dr. Collin.
Paparan materi berlanjut dengan materi terkait arti dari etika, mengapa etika penting, permasalahan terkait etika, serta penerapan etika penjualan dalam organisasi. “Penjualan itu berawal dari kepercayaan, tanpa kepercayaan tidak akan terjadi penjualan.”
Acara expert lecture berlangsung dengan sangat interaktif, Dr. Collin sangat komunikatif, akrab berbaur dengan peserta yang hadir. (Tetri & Aulia)
Dalam rangka pelaksanaan Kegiatan Visiting Professor, Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM), Program Study S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, mengundang Prof. Daniel Chicksand dari Birmingham Business School, UK. Acara yang dilaksanakan secara virtual pada Kamis 6 Oktober 2022 tersebut mengangkat topik Queuing Theory dalam Riset Operasi.
Melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting, acara tersebut dihadiri oleh 80 peserta dan dipandu oleh Dr. Yong Dirgiatmo, dosen Prodi S1 Manajemen FEB.
Dalam agenda kali ini, Prof. Chicksand menyampaikan materi bertajuk ‘Operation Research, Capacity Management and Queuing Theory (Riset Operasi, Manajemen Kapasitas dan Teori Antrian)’ selama 75 menit yang terbagi menjadi dua sesi.
Prof. Chicksand saat paparan materi
Mengawali paparan materi, Prof. Chicksand menjelaskan mengenai definisi dari manajemen kapasitas (capacity management), proses manajemen tersebut secara langsung berhubungan dengan kapasitas (bisnis), permintaan pasar, dan perkiraan (forecast).
Sementara itu, sebuah bisnis perlu menerapkan manajemen kapasitas karena perlu adanya keseimbangan antara kemampuan produksi dan permintaan pasar. Kapasitas (kemampuan produksi) yang lebih kecil dari permintaan pasar akan berimbas pada keterlambatan dan hilangnya peluang penjualan, sementara kapasitas yang terlalu besar akan menyebabkan biaya yang terlalu besar.
“Anda dapat menyesuaikan permintaan pasar jangka panjang dengan menyimpan produk. Contohnya, ketika persediaan (kapasitas kecil) tidak sesuai dengan permintaan pasar, seperti yang terjadi pada saat pandemi Covid-19, kita menyaksikan adanya antrian panjang di rumah sakit dan kekosongan barang di supermarket. Sementara ketika persediaan melebihi permintaan, maka yang terjadi adalah banyaknya produk yang tidak terjual, barang sisa, maupun restoran yang kosong,” jelas Prof. Chicksand.
Lebih lanjut, Prof. Chicksand menjelaskan teknik untuk mengukur fluktuasi permintaan pasar, alternatif perencanaan produksi, serta perencaan campuran. Sementara terkait teori antrian, Prof. Chicksand menyatakan bahwa ‘antrian’ tidak selalu berarti negatif, karena tidak adanya antrian menunjukkan adanya over-kapasitas.
“Teori antrian biasanya digunakan untuk merampingkan staf yang dibutuhkan, perencanaan skedul, serta persediaan barang, guna meningkatkan layanan pelanggan,” jelasnya. (Tetri & Aulia)
Program Studi S-1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, kembali menggelar Guest Lecture dalam rangkaian kegiatan Visiting Professor Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2022, Kamis 6/10/2022.
Di kuliah tamu kali ini, Associate Profesor Clotilde Coron dari Sorbonne Business School, Perancis menjadi narasumber dengan tajuk Diversity and Gender Equality (Keberagaman dan Kesetaraan Gender).
Acara yang dimoderatori oleh Dewanti Cahyaningsih SE, M.Rech diikuti lebih dari 230 peserta hadir secara virtual melalui Zoom Cloud Meeting.
Membuka paparan materi, Assoc. Prof. Coron menjelaskan bahwa topik mengenai keberagaman mulai banyak menarik perhatian sektor industri. Meskipun begitu terdapat banyak pendekatan berbeda dalam diskusi keberagaman.
Associate Profesor Clotilde Coron saat paparan materi
“Terdapat pendekatan berbeda dalam pembahasan topik ini, termasuk juga perbedaan tingkat signifikansi subjek dan topik di tiap negara, contohnya di Amerika Serikat dengan topik BLM (black life’s matter) atau di Perancis dengan topik preferensi seksual. Sehingga penting untuk mengungkapkan sudut pandang Anda tentang keragaman dan kesetaraan,” ungkap Prof. Coron.
Kuliah tamu Prof. Coron kali ini akan mencakup definisi dari keberagaman dan kesetaraan, kesetaraan gender, inklusi difabilitas, bias dalam manajemen SDM, serta metode yang dapat digunakan untuk melawan bias tersebut.
Dalam pembahasan definisi keberagaman, Prof. Coron mengajak mahasiswa untuk memilih kata-kata yang dapat menggambarkan kata keberagaman (diversity) dengan menggunakan wooclap.
“Keberagaman dalam hal ini merujuk pada keragaman tenaga kerja yang merepresentasikan kondisi di populasi negara. Gagasan tentang keberagaman ini intinya adalah untuk menghindari terjadinya diskriminasi, karena, ketika sebuah perusahaan tidak melakukan diskriminasi, maka komposisi pekerja yang ada di dalam perusahaan tentunya akan mencerminkan komposisi masyarakat,” jelas Prof. Coron.
Pembahasan materi kemudian berlanjut dengan perbedaan antara inklusi dan kesetaraan. Inklusi adalah gagasan penting dalam keberagaman. Keberagaman tanpa inklusi tentunya tidak dapat mewujudkan kesetaraan.
“Karena tujuan dari inklusi adalah untuk memberdayakan orang melalui rasa saling menghormati dan apresiasi atas kondisi yang menyebabkan adanya perbedaan.” ungkapnya. (Tetri & Aulia)
Program Studi S-1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan kuliah tamu visiting profesor dalam rangkaian Kegiatan Visiting Profesor, Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2022.
Acara yang bertajuk Guest Lecture Operation Management “Supply Chain Management in 5.0 Industry” menghadirkan Prof. Daniel Chicksand dari Birmingham Business School, UK sebagai narasumber dan diadakan secara virtual melalui Zoom Cloud Meeting, Rabu 5/10/2022.
Di hadapan lebih dari 230 peserta, terdiri atas mahasiswa dan dosen, Prof. Chicksand mengupas materi terkait rantai pasokan (suppy chain) dari sisi praktisi maupun teori (ground theory).
Narasumber: Prof. Daniel Chicksand
“Supply chain (rantai pasokan) tidak terjadi begitu saja, perlu adanya desain. Bisnis perlu memutuskan desain dan bagaimana mereka akan mengatur supply chain,” jelasnya membuka paparan materi.
Prof. Chicksand juga menjelaskan perbedaan antara manajemen operasi dan manajemen rantai pasokan. Manajemen operasi lebih berfokus pada proses transformasi, sementara manajemen rantai pasokan berfokus pada input dan output.
Garis besar paparan materi terbagi dua yaitu supply network design (desain jaringan pasokan) dan supply chain management (manajemen rantai pasokan). Desain jaringan pasokan dipengaruhi oleh dua aspek yaitu struktur dan jaringan dan cakupan dari jaringan rantai pasokan yang digunakan. Sementara untuk sub-manajemen rantai pasokan, Prof. Chicksand menjelaskan proses pemilihan pemasok, hubungan dengan pemasok, serta prioritas rantai pasokan agile vs lean (gesit vs ramping).
Peserta Kuliah Tamu Visiting Profesor
“Saat ini terdapat banyak berita permasalahan terkait rantai pasokan, manajemen harus menghadapi efek angsa hitam (black swan) setiap saat yang disebabkan oleh adanya daerah dengan kerusuhan yang dapat mengganggu proses rantai pasokan, menyebabkan potensi keterlambatan. Manajemen rantai pasokan menjadi penting karena hal tersebut mempengaruhi bagaimana kita menggunakan objek pasokan secara konstan,” jelas Prof. Chicksand.
Setelah paparan materi yang berlangsung selama kurang lebih satu jam tersebut, mahasiswa diberikan kesempatan untuk bertanya langsung secara interaktif dengan Prof. Chicksand. Beberapa mahasiswa tampak antusias dalam menyampaikan pertanyaan. (Tetri & Aulia)
Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar The 4th International Colloquium of Business and Economics (ICBE) dengan tema The Business and Economic Ramifications of the COVID-19 Pandemic, 27-28 September 2022 secara hybrid, di Aula Konimex FEB UNS dan Zoom Meeting.
Kolokium internasional tersebut terselenggara atas kerjasama dengan beberapa mitra yakni Universitas Gajayana Malang, Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama Lumajang, Universitas Dian Nusantara, Universitas Slamet Riyadi (UNISRI), dan Asosiasi Dosen Akuntansi Indonesia (ADAI).
Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto
Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com., Hons. Ph.D, Ak dalam sambutannya menyampaikan bahwa kolokium internasional ini merupakan salah satu tradisi akademik dari Program Doktor Ilmu Ekonomi. Tujuan utamanya adalah untuk mendorong mahasiswa doktoral dalam mendiseminasikan karya ilmiah yang telah mereka hasilkan di lingkungan internasional.
“Saya berharap acara ini akan menginspirasi Civitas Akademika Universitas Sebelas Maret di Surakarta, khususnya PDIE untuk terus maju dan berkembang, serta dapat mengimplementasikan “Program Merdeka Belajar”, mengembangkan sumber daya manusia yang unggul untuk memimpin Indonesia ke depan” paparnya.
Peserta yang hadir luring
Prof. Djoko juga berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada para pembicara utama kolokium yakni Prof. Dr. Corina ak Joseph (Universiti Teknologi Mara Serawak, Prof. Dr. Evan Lau Poh Hock, (Universiti Malaysia Sarawak), Rayenda Khresna Brahmana, Ph. D (Universiti of Bahrain) serta Prof. Dr. Irwan Trinugroho (Universitas Sebelas Maret Surakarta).
Kaprodi PDIE, Prof. Dr. Rahmawati
Sementara itu, Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak, Kaprodi PDIE dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada para peserta atas partisipasinya di Kolokium Doktor ke-4 Bidang Bisnis dan Ekonomi. Juga kepada semua pembicara dan pembahas atas kontribusinya dalam meningkatkan kualitas kolokium ini.
Selanjutnya dikatakan, ada lebih dari 300 peserta yang terdaftar dalam acara ini dan 45 makalah dipresentasikan.
Acara ini pada dasarnya didedikasikan untuk memfasilitasi mahasiswa doktoral dan cendekiawan lainnya untuk mendiseminasikan makalah penelitian yang telah dihasilkan. Reviewer akan mengkritik dan memberikan masukan kepada makalah yang disajikan dalam kolokium ini.
Prof. Evan Lau Poh Hock (kanan) saat presentasi
Prof. Rahma juga memperkenalkan secara singkat PDIE FEB UNS. PDIE telah terakreditasi A (unggul) oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sejak tahun 2015. Sejalan dengan visi jangka panjang UNS dan FEB untuk menjadi world class university, PDIE juga telah merancang roadmap untuk mempercepat reputasi internasionalnya termasuk hasil penelitian yang khususnya dihasilkan oleh para mahasiswa.
Prof. Dr. Corina ak Joseph
Pada hari pertama kolokium, 45 peserta yang terbagi dalam 9 ruang mempresentasikan makalahnya. Diakhir acara kolokium, besok, Rabu 28 September 2022 akan diumumkan 3 makalah terbaik berdasarkan hasil penilaian dari reviewer. (Tetri & Aulia)
Mahasiswa baru Program Studi (Prodi) Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Tahun 2022 mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), Sabtu, 17 September 2022, di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi.
Dalam kegiatan yang digelar seharian penuh itu, enam pembicara dihadirkan untuk memotivasi maba, Tri Mulyaningsih, Ph.D. dan Catur Sugiarto, Ph.D. memberikan materi tentang Mengembangkan Ide Penelitian, Prof. Doddy Setiawan dan Dr. Sinto Sunaryo dengan materi Menulis Karya Ilmiah, Zahra Noor Eriza, MM dengan materi Reinventing Online Personality serta Erwina Tri dengan materi Literasi Digital.
Kepala Program Studi MM, Retno Tanding Suryandari, Ph.D. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan PKKMB untuk mahasiswa baru MM ini merupakan upaya prodi untuk memastikan bahwa maba memahami alur dari kegiatan belajar mengajar dan memiliki gambaran tentang apa saja yang harus dihasilkan untuk bisa lulus dari Prodi MM.
Mahasiswa akan mengikuti kuliah secara terstruktur selama 3 semester. Di semester 4 sudah fokus pada penulisan tesis dan memproduksi artikel publikasi sebagai syarat untuk mendaftar ujian tesis.
Lebih lanjut dikatakan, kurikulum Prodi MM didesain agar mahasiswa dapat menyelesaikan studi dalam 4 semester. Mahasiswa harus memiliki motivasi dan fokus selama menempuh studi agar dapat menyelesaikannya dalam 4 semester. Prodi telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk menunjang studi mahasiswa.
“Yang menjadi tantangan adalah ketika selesai semester 3, sering mahasiswa merasa tugas selesai, justru mulai dari semester 3 masuk ke semester 4 akan menjadi tantangan yang luar biasa bagi Anda untuk mengembangkan tesis. Mudah-mudahan semester 2 sudah punya ide penelitian, semester 3 selesai proposal, semester 4 sudah bisa mengembangkan untuk menyelesaikan tesis kemudian memulai menulis artikel untuk publikasi dan juga menghasilkan publikasi” tegasnya memotivasi.
Di kegiatan ini, prodi sengaja memberikan materi, salah satunya terkait ide penelitian kepada maba karena 4 semester itu tidak lama, waktu yang sangat singkat.
“Mengapa saya di orientasi maba MM selalu memberikan menu salah satunya tentang ide penelitian? Saya memandang hal ini penting untuk Anda peroleh yang kemudian dapat menjadi bahan diskusi di semester pertama, untuk selanjutnya dibawa sepanjang perkuliahan untuk memperkuat apa yang akan menjadi tesis anda nantinya”, ungkapnya.
Menyelesaikan 3 semester itu mudah, tetapi menghasilkan tesis dan publikasi adalah dua pekerjaan berbeda yang akan memerlukan fokus dan motivasi yang jauh lebih besar. Selamat mengikuti orientasi, harapannya, mahasiswa mendapat insight dari kegiatan ini. (Tetri)
Mahasiswa baru Program Studi (Prodi) Pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Tahun 2022 mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), Kamis, 15 September 2022, di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi.
Kegiatan yang dihadiri oleh Dekanat, Kepala Program Studi (Kaprodi) S2 Magister Akuntansi (MAKSI), Magister Manajemen (MM), Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP), Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) serta Sub Koordinator Akademik dilaksanakan usai penerimaan mahasiswa baru di universitas.
Mewakili sambutan Dekan, Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si. mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa baru pascasarjana FEB UNS.
“Selamat datang kepada para mahasiswa baru, kalian sangat beruntung, mahasiswa yang jempolan, mahasiswa yang terpilih dari sekian banyak yang mendaftar karena tidak setiap mahasiswa memiliki kesempatan bergabung menjadi mahasiswa FEB” ucapnya.
Prof. Izza menyampaikan, masa pandemi membawa dampak yang luar biasa terhadap tingkat kemandirian dan tingkat kecepatan mahasiswa S1 dalam melaksanakan tugas dan sebagainya. Industri 4.0 benar-benar sudah mulai masuk ke dalam perkuliahan. Mahasiswa S2 dan S3 diharapkan jauh lebih dari itu, karena mahasiswa pascasarjana sudah memiliki pengalaman yang lebih banyak, teori-teori dari S1 yang sudah matang.
Selanjutnya dikatakan, FEB memiliki SDM yang bagus yang terdiri dari 17 profesor dan hampir 50% dosen di FEB bergelar doktor. Seluruh prodi di FEB UNS telah terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Prodi MM telah terakreditasi internasional ABEST21. PDIE, MAKSI dan MESP sudah proses akreditasi internasional ABEST21. FEB telah menjadi member AACSB dan juga masuk ke 500 Top Perguruan Tinggi di dunia
Dalam mendukung proses pembelajaran pascasarjana, FEB memiliki sarana dan prasarana yang lengkap, ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, work station dan sebagainya.
Harapan kami, mahasiswa dapat memanfaatkan semua fasilitas yang telah kami miliki. Mahasiswa berangkat bersama-sama, keluar pun bersama, jangan sampai ada yang tertinggal, artinya lulus tepat waktu sesuai yang telah dicanangkan pada saat ini. Dari level prodi akan selalu melakukan monitoring kepada mahasiswa dan di level fakultas akan melakukan monitoring prodi.
“Kami berharap masuknya gampang keluarnya juga gampang artinya dalam proses pembelajaran, mahasiswa bisa cepat menyelesaikan tugas-tugas, tepat waktu lulusnya dan dengan indeks prestasi yang terpuji atau cumload. Kami selaku dosen merasa sangat senang apabila para mahasiswa melebihi dari apa yang kami miliki” ungkapnya memotivasi.
Mahasiswa harus selalu semangat belajar dan memperkuat jati diri di kawah candradimuka FEB, tempat menggembleng agar semua menjadi sukses, dan diharapkan menjalani prosesnya dengan bahagia.
Usai paparan dari Wakil Dekan dan Sub Koordinator Akademik, mahasiswa dari masing-masing prodi menuju ruang-ruang kelas untuk menerima penjelasan kurikulum dari Kaprodi. (Tetri)