Sense of belonging atau rasa memiliki organisasi harus selalu kita tanamkan. Dengan hal itu, akan menumbuhkan sense of responsibility atau tanggung jawab terhadap organisasi tersebut. Sikap ini yang harus selalu kita tumbuhkan pada diri kita semua untuk memajukan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS). Dengan rasa memiliki itu, maka ketika bekerja, kita akan merasa bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang kita lakukan dan akan memberikan yang terbaik.
Pernyataan itu disampaikan Dr. Djuminah, M.Si., Ak, Wakil Dekan Sumber Daya Manusia, Keuangan dan Logistik FEB UNS pada kegiatan Evaluasi Kinerja dan Perilaku Pegawai yang diselenggarakan di Aula Konimex Gedung Bakhtiar Effendi FEB UNS, Rabu, 16 November 2022.
Di hadapan seluruh Tenaga Kependidikan (Tendik) FEB UNS, Dr. Djuminah juga mengingatkan agar Tendik FEB harus selalu bersinergi, menjaga kekompakan.
“Sesuai dengan arahan Rektor UNS yang sering didengungkan kepada seluruh pegawai untuk bekerja dengan keras, cerdas, tuntas dan ikhlas, mari kita selalu bersinergi. Bekerja secara ikhlas untuk kepentingan bersama dan bukan untuk kepentingan pribadi. Dan jika ada perbedaan di sana-sini itu adalah hal biasa, yang terpenting visi kita tetap sama” tegasnya.
Dr. Djuminah juga berpesan kepada Tendik untuk dapat bersikap dewasa apabila menghadapi situasi atau kondisi yang tidak sesuai dengan yang diharapkan dan tetap selalu menjaga layanan yang prima untuk kemajuan FEB UNS.
Kegiatan yang diadakan secara serius tapi santai tersebut diawali dengan evaluasi kinerja dan perilaku oleh Wakil Dekan Sumber Daya Manusia, Keuangan dan Logistik FEB dilanjutkan oleh Koordinator dan Sub Koordinator. Tendik juga diberi kesempatan untuk memberikan masukan atau saran terhadap kinerja pimpinan.
Hasil dari kegiatan tersebut akan dicatat dan dijadikan bahan untuk evaluasi pimpinan. (Tetri)
Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Penulisan Tesis dan Publikasi Jurnal Ilmiah, Senin, 14 November 2022 di Gedung Bachtiar Effendi Lantai 3 FEB UNS.
Kegiatan yang digelar secara hybrid tersebut dibuka oleh Kepala Prodi MESP, Dr. Evi Gravitiani, SE., M.Si. Dua pembicara dihadirkan yakni Prof. Dr. Djoni Hartono, S.Si., M.E., Kepala Faculty Academy UI dengan materi Strategi Menulis Publikasi Ilmiah dan Tri Mulyaningsih, SE, M.Si,.Ph.D, Dosen FEB UNS dengan materi Tips Menulis Tesis dengan Baik dan Benar.
Sebelum masuk ke materi, melalui aplikasi mentimeter, Tri Mulyaningsih, Ph.D mengajak peserta menyampaikan pendapat atau pengalamannya terhadap makanan kesukaan. Peserta secara langsung menyampaikan pendapatnya melalui handphone masing-masing. Selanjutnya, beberapa pertanyaan terkait disampaikan lebih spesifik lagi.
Contoh sederhana ini untuk menggambarkan bahwa sebenarnya sebuah topik besar bisa dengan mudah untuk dikerucutkan atau dibuat lebih spesifik. Demikian juga dalam sebuah penelitian, seorang peneliti harus bisa membuat topik penelitian yang lebih spesifik.
Peserta yang hadir di Aula Konimex
Menggali pendapat dengan mentimeter ini mulai biasa digunakan oleh Tri Mulyaningsih, Ph.D di setiap akan memulai presentasi agar suasana lebih menyenangkan, komunikatif dan interaktif.
Menurutnya, aplikasi ini sebagai solusi untuk membuat survey sederhana secara online sehingga presentasi yang disampaikan lebih interaktif karena bisa langssung menggali pendapat peserta secara langsung.
Masuk ke materi, Dosen Prodi Ekonomi dan Pembangunan FEB UNS tersebut menyampaikan bahwa tahap awal dalam sebuah penelitian adalah dengan menemukan masalah penelitian.
“Permasalahan di bidang ilmu ekonomi banyak sekali ditemukan di sekeliling kita, misalnya tentang Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Setelah menemukan masalah, tahap berikutnya adalah mengidentifikasi masalah tersebut lebih khusus lagi. Lalu berikan alasan mengapa Anda melakukan penelitian itu. Dan tunjukkan research gap-nya” jelasnya.
Lebih lanjut dijelaskan, Research gap itu dapat berupa kebaruan penelitian; Masalah yang akan diteliti belum pernah diteliti sebelumnya oleh peneliti lain; Masalah penelitian sudah pernah diteliti namun ada aspek penting yang terlewat; Kebijakan baru dan memerlukan studi bagaimana pengaruhnya pada masyarakat; Metode Penelitian yang digunakan lebih baik dibandingkan metode sebelumnya atau bisa juga dengan menguji teori pada satu setting penelitian yang berbeda dan belum pernah dilakukan sebelumnya.
Seorang peneliti memiliki peluang yang lebih besar untuk melakukan penelitian dari permasalahan yang masih sangat baru, misalnya tentang Cryptocurrency. Masalah ini masih sangat menarik untuk dieksplorasi, karena barang baru berarti belum banyak yang melakukan penelitian.
Peserta yang mengikuti secara daring
Dia juga menyemangati dan memotivasi peserta yang sebagian besar mahasiswa bahwa menyusun penelitian itu sebenarnya mudah dan berpesan untuk rajin berkonsultasi dengan pembimbing.
“Penelitian ekonomi itu sebenarnya mudah, jika akan melihat ke belakang maka yang diteliti adalah pengaruhnya ataukah melihat ke depan, berarti yang diteliti dampaknya. Saya harap kalian lebih rajin untuk berkonsultasi dengan pembimbing masing-masing, insyaAllah penelitiannya akan lebih lancar dan cepat selesai” katanya memotivasi.
Sementara itu, Prof. Djoni menekankan kepada peserta untuk lebih fokus dan sabar dalam melakukan penelitian hingga terpublikasikan.
“Penelitian hingga publikasi memerlukan proses yang panjang. Dimulai dari melakukan penelitian atau riset, lalu menyusun dalam bentuk tulisan, memilih jurnal dan submit artikel, serta publikasi artikel. Untuk sampai pada publikasi artikel, seorang peneliti itu perlu fokus dan juga punya daya tahan, pantang menyerah, perlu kesabaran” tegasnya.
Prof. Djoni juga menjelaskan bahwa paper yang diinginkan editor adalah paper yang kualitasnya baik, dari tampilan maupun substansinya. Tampilan paper meliputi penulisan persamaan, gambar, tabel, cara menyajikan tulisan. Sedangkan substansinya meliputi pentingnya penelitian dilakukan, kontribusi, konsistensi antara tujuan, metode dan hasil serta kesimpulan/ implikasi kebijakan. (Tetri)
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil meraih juara 2 pada National Accounting Competition (NAC) yang diselenggarakan di Universitas Muara Kudus. Ketiganya, Nur Pujiastuti, Sukma Mely Asmara dan Raditya Puspa Oksavina merupakan mahasiswa Program Studi (Prodi) S1 Akuntansi FEB UNS.
Ketua Tim, Nur Pujiastuti atau biasa dipanggil Puji menyampaikan kompetisi yang digelar secara luring itu diikuti oleh 33 tim dari 17 universitas dan 9 provinsi di Indonesia. Tim berhasil melalui 4 babak kompetisi dengan persaingan yang sangat ketat.
Di babak penyisihan, tim menyelesaikan 100 soal akuntansi pilihan ganda dan di babak mainround menyelesaikan soal individu pilihan ganda dan soal estafet uraian. Sementara itu pada babak semifinal mengerjakan soal studi kasus dan presentasi dengan topik Studi Kasus Audit Persediaan.
Sesi Final Debat Mosi Impromptu
Sedangkan di babak final yang diselenggarakan pada 19 Oktober 2022 lalu, tim beserta dengan finalis lainnya melalui tahapan debat mosi impromptu dengan judul: The Dead of Accounting, Mengaburnya Marwah CSR dan Transfer Pricing.
Ketiga mahasiswa tersebut, saat ini kuliah semester 7 dan sejak semester semester 4 sudah membentuk tim untuk mengikuti lomba-lomba yang dilaksanakan daring. Namun tim hanya mencapai pada semi final. Kebetulan di semester ini, NAC dilaksanakan secara luring dan ketiganya mengambil kesempatan baik untuk membawa piala di kompetisi itu.
Menurut Puji, motivasi mereka mengikuti lomba ini adalah memberikan kenang-kenangan terbaik bagi FEB UNS.
“Di awal, kami bertiga semangat untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan harapan besar dapat membawa piala bagi FEB, yang alhamdulillah akhirnya tercapai juga. Kapan lagi kami mengikuti perlombaan karena semester depan kami bertiga harus sudah fokus pada skripsi” ungkapnya gembira.
Foto bersama pemenang lomba dan penyelenggara NAC
Anggota tim lain, Raditya mengatakan timnya sangat optimis untuk memenangkan kompetisi ini. Dari awal, sudah menargetkan bawa piala. Dalam setiap babak yang dilalui, mereka selalu saling menguatkan dan saling memberikan kepercayaan satu sama lain dan yakin akan bisa melewati setiap babak dengan baik.
Disamping rasa optimis untuk dapat membawa piala, mereka juga terus berdoa dan bertawakal kepada Allah atas semua yang telah diupayakan.
Bagi Sukma, mengikuti kompetisi seperti NAC ini memberikan banyak pengalaman berharga. Untuk mencapai sebuah prestasi memang tidak mudah dan akan banyak tantangan namun kita harus tetap semangat.
Menurutnya, selain menuntut ilmu di bangku kuliah, mahasiswa juga harus mengembangkan diri, mengukir prestasi dengan mengikuti berbagai kompetisi. Berbagai fasilitas telah disediakan oleh pihak kampus dan mahasiswa harus bisa memanfaatkan sebaik-baiknya.
Foto bersama Pimpinan Universitas Muara Kudus
“Tim kami juga pernah gagal dalam beberapa perlombaan, tapi dengan kegagalan itu, kami jadikan motivasi untuk mengevaluasi diri dan melakukan usaha yang lebih baik lagi di kesempatan mendatang. Dalam menjalani proses, selain usaha, kita juga harus berdoa. Tuhan akan memberikan sesuai dengan apa yang sudah kita lakukan. Tuhan akan memberi bukan karena siapa kita tapi karena Tuhan itu Maha Pemurah dan Penyayang” pungkasnya. (Tetri)
Dalam rangka Malaysia-Indonesia Inbound dan Outbound Program, Faculty of Accountancy Universiti Teknologi MARA (UiTM), Sarawak, Malaysia bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan webinar internasional, Jum’at 11 November 2022.
Webinar yang bertajuk International Academic Webinar “Digital Transformation” menghadirkan enam pembicara, dua diantaranya adalah Dosen FEB UNS, Taufiq Arifin, S.E., M.Sc., Ph.D, Ak (FEB UNS), Putra Pamungkas, M. Rech.,Ph.D (FEB UNS), Yussri Sawani (UiTM Sarawak), Assoc. Prof. Dr. Mazurina Mohd Ali (UiTM Puncak Alam), Puan NJH. Imilia Ibrahim (UiTM Sarawak), dan Assoc. Prof. Dr. Natrah Saad (Universiti Utara Malaysia).
International Academic Webinar yang digelar melalui Zoom Cloud Meeting dibuka dengan sambutan oleh Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak dan Kaprodi S1 Akuntansi FEB UNS, Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA.
Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Dekan FEB UNS saat memberikan sambutan
Pemateri pertama, Yussri Sawani menyampaikan materi terkait penerapan poin-poin Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals-SDG) di perguruan tinggi, dengan materi berjudul Online SDG Reporting of Higher Education.
Kaprodi S1 Akuntansi FEB UNS, Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA. saat beri sambutan
“Dengan acara ini semoga kita dapat mempersiapkan mahasiswa dengan pengetahuan terkait SDG, sehingga di masa depan akan muncul generasi hijau yang berpengetahuan luas,” ungkap Yussri dihadapan lebih dari 100 peserta webinar.
Pembicara kedua, Assoc. Prof. Dr. Mazurina menyampaikan materi bertajuk, ‘Digital Transformation in Accounting,’ yang membahas secara mendetail terkait perkembangan teknologi terkini yang dapat mendukung profesi akuntan, serta tantangan yang muncul.
Materi yang disampaikan meliputi efek dari transformasi digital pada profesi akuntan, peluang, tantangan, serta perkembangan di masa depan.
Materi ketiga berjudul Digital Transformation: Sustaining Institutional Memory, disampaikan oleh Puan NJH. Imilia Ibrahim, yang membahas mengenai cara menjaga pengetahuan dalam sebuah institusi di era transformasi digital. Dijelaskan, transformasi digital merujuk pada penggunaan teknologi digital ketimbang proses bisnis normal, dengan tujuan untuk mengembangkan proses bisnis melalui teknologi digital.
Taufiq Arifin, S.E., M.Sc., Ph.D saat paparkan materi
Assoc. Prof. Dr. Natrah Saad, menyampaikan materi berjudul Digital Transformation: The Effect on Teaching and Learning.
Sementara itu, Taufiq Arifin, S.E., M.Sc., Ph.D, Ak memaparkan materi berjudul ‘Digital Transformation to Accelerate SDGs Impact’.
Dr. Taufiq merinci bagaimana enam perspektif transformasi digital yang dapat mempercepat penerapan SDGs. Keenam perspektif tersebut antara lain adalah sumber daya manusia (human capital), energi terbarukan, smart cities, smart industry, pertanian digital (digital agriculture), dan pemerintahan digital (digital government).
Putra Pamungkas, M. Rech.,Ph.D saat paparkan materi
“Sebelumnya kita mengenal Millennium Development Goals (MDGs) yang khusus diperuntukkan bagi negara-negara berkembang. Nah, sekarang MDGs tersebut digantikan dengan SDGs yang tidak lagi terbatas untuk negara berkembang, tapi juga berlaku untuk negara maju (developed countries). Sehingga semua negara di dunia wajib menerapkan SDGs yang penting untuk mentransformasi kondisi dunia menjadi lebih berkelanjutan (sustainable),” jelas Dr. Taufiq di awal paparan materi.
Pembicara terakhir, Putra Pamungkas, M. Rech.,Ph.D dengan materi berjudul Sustainable Finance Digital Transformation and Climate Changes, yang mencakup SDGs dan sustainable finance (keuangan berkelanjutan) serta peran digital transformasi dalam implementasi green economy oleh sektor UMKM.
Dalam paparan tersebut, Dr. Putra juga memaparkan hasil riset yang telah dilaksanakan di sektor UMKM di Indonesia yang melibatkan lebih dari 2000 usaha mikro dan kecil.
“Dalam riset ini kami menemukan bahwa selama masa pandemi, usaha mikro dan kecil dengan penjualan dan pendapatan yang besar, memiliki kemungkinan untuk mengadopsi teknologi digital yang lebih tinggi. Kami juga menemukan bahwa transformasi digital di usaha mikro dan kecil memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap implementasi green economy,” jelas Dr. Putra.
Agenda Webinar yang menjadi bagian dari Malaysia-Indonesia Inbound dan Outbound Program tersebut ditutup dengan sesi kuis interaktif melalui platform quizizz. (Tetri & Aulia)
Dalam rangka pengembangan kelas internasional, Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) melakukan kunjungan ke Universitas Indonesia (UI), Rabu, 9 November 2022.
Kegiatan kunjungan yang dikemas dalam Focus Group Discussion (FGD) antara EP FEB UNS dan IUP Univeritas Indonesia dilaksanakan di Ruang Rapat Gedung Pusat Administasi Universitas Indonesia, Lt. 2.
Dr. Isfandiarni, S.E., M.A. Koordinator IUP UI menyampaikan selamat datang kepada Kepala Prodi Ekonomi Pembangunan UNS, Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D. dan tim.
“Selamat datang kami ucapkan, di kegiatan ini nanti kita akan berbagi, ada sesuatu yang kami miliki, dan ada sesuatu yang dibawa UNS untuk dibagi dan dibahas bersama, harapannya akan menjadi suatu bentuk kerja sama antara UI dan UNS khususnya EP UNS” sambutnya
Lebih lanjut, Dr. Isfa menjelaskan mengenai bagaimana perjalanan dan proses IUP UI untuk dapat sampai pada fase ini. Komitmen yang besar dari pimpinan UI menjadi salah satu kunci penting untuk dapat menjalankan program kelas internasional dengan baik.
Kegiatan yang dimoderatori oleh Ketua Departemen Ilmu Ekonomi, Vid Adrison, S.E., M.A., Ph.D. Berlangsung akrab dengan diskusi interaktif. Usai kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama.
Program Studi (Prodi) Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan kunjungan ke Universitas Airlangga, Senin, 7 November 2022. Kunjungan ini merupakan bagian dari pengembangan kelas internasional yang diinisiasi oleh Prodi Ekonomi Pembangunan sejak tahun 2020.
Kunjungan yang dipimpin oleh Kepala Program Studi (Kaprodi) Ekonomi Pembangunan, Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D. tersebut diterima oleh Dr. Devi Sulistyo Kalanjati, SE.,M.Acc., M.Sc.,Ak, Koordinator Undergraduated Program (IUP) UNAIR dan juga beberapa pengelola IUP. Di kesempatan itu, digelar Focus Group Discussion (FGD) antara Prodi FEB UNS dan IUP UNAIR.
Dr. Devi menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kaprodi Ekonomi Pembangunan FEB UNS dan tim.
“Selamat datang kami ucapkan, di kegiatan ini nanti kita akan berbagi, ada sesuatu yang kami miliki, dan ada sesuatu yang dibawa UNS untuk dibagi dan dibahas bersama, harapannya akan menjadi suatu bentuk kerja sama antara UNAIR dan UNS khususnya EP UNS” sambutnya.
Lebih lanjut, Ibu Devi menjelaskan mengenai bagaimana perjalanan dan proses IUP UNAIR untuk dapat sampai pada fase ini. Komitmen yang besar dari pimpinan UNAIR menjadi salah satu kunci penting untuk dapat menjalankan program kelas internasional dengan baik.
Kegiatan yang dimoderatori oleh Kepala Prodi Ekonomi Pembangunan UNAIR, Rumayya, S.E., M.Reg. Dev., Ph.D. itu berlangsung akrab dengan diskusi interaktif. Usai kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama. (Tetri)
Antusias masyarakat untuk mendonorkan darahnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) sangat besar sekali. Hal ini terlihat dari jumlah pendaftar yang terus bertambah saat kegiatan tersebut digelar. Total lebih dari 100 peserta yang mendaftar, melalui googleform maupun on the spot.
Kegiatan donor darah yang digelar di Aula Gedung Suhardi, Kamis 10 November 2022 terselenggara atas kerja sama FEB UNS dengan Dharma Wanita Persatuan UNS, Palang Merah Indonesia, SAR UNS, Medical Center UNS dan KSR UNS.
Donor darah tersebut tidak hanya diikuti oleh civitas akademika UNS namun juga oleh masyarakat umum. Tidak hanya dari pendonor yang telah rutin namun juga beberapa peserta terdapat pendonor pemula.
Dekan FEB, saat sambutan
Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons), Ak. dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ibu-Ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) UNS, terutama Ibu Jamal yang telah menginisisasi kegiatan rutin donor darah, setiap bulan di UNS.
“Tema kegiatan donor darah yang diselenggarakan di FEB UNS, Setetes Darahmu Selamatkan Sesama, semoga memberikan manfaat dan barokah bagi kita semua. Jika dalam setahun, UNS bisa menyumbang sekitar 1000 ampul darah maka ini akan sangat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan” terangnya.
Rektor UNS Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum. dalam sambutannya menegaskan kegiatan rutin donor darah ini sudah menjadi tekad kita bersama-sama, berputar dari fakultas satu ke fakultas lain, dan juga ke unit lain di lingkungan UNS. Hal ini sebagai bentuk kepedulian sosial UNS kepada sesama.
Rektor UNS saat sambutan dan membuka acara donor darah
“Ini adalah tekad kita bersama. Di tengah-tengah kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas Bapak Ibu untuk memajukan dan mengembangkan UNS, kita masih bisa menyisihkan waktu untuk kemanusiaan, yaitu dengan donor darah” tegasnya.
Kegiatan donor darah rutin dilaksanakan di UNS setiap bulan di tanggal 11, namun karena di bulan ini, tanggal 11 November bersamaan dengan agenda pemilihan Rektor UNS periode 2023-2028, maka pelaksanaan di FEB maju di tanggal 10 November.
Peserta donor darah
Mahasiswa Program Studi Manajemen FEB UNS, Fitri Binawati menuturkan sangat senang dengan adanya kegiatan donor darah di kampus, lebih dekat untuk berdonor darah dan bisa diikuti disela-sela jam kuliah. Dia merasakan kondisi kesehatan yang berbeda ketika bisa merutinkan donor darah.
Beberapa Ibu DWP UNS turut berdonor darah
“Saya sudah empat kali ini berdonor, alhamdulillah, merasakan di badan terasa lebih sehat. Sebelumnya saya sering sakit, namun ketika merutinkan donor darah jarang sekali sakit” katanya penuh semangat usai berdonor. (Tetri)
Peran dan pengaruh media sosial dalam aspek pemasaran telah banyak membawa perubahan, tantangan, serta kesempatan baru bagi dunia industri. Kondisi tersebut mendorong Program Studi S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk menggelar Kuliah Tamu Visiting Professor bertajuk ‘Global and Digital Marketplaces in Social Media Landscape: Challenges and Opportunities for Firms’ .
Kegiatan ini merupakan bagian dari Rangkaian Kegiatan Visiting Professor dalam Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2022. Agenda yang dilaksanakan secara daring pada tanggal 3 November 2022 tersebut menjadi bagian pertama dalam seri Guest Lecture Marketing Management dan dihadiri oleh lebih dari 100 peserta, malalui aplikasi Zoom Cloud Meeting.
Dr. Chandana Hewege, dari Swinburne Business School, Australia, pembicara kuliah tamu yang hadir secara virtual membuka paparan materinya dengan pengertian marketplace serta kondisi bisnis digital setelah pandemi Covid-19.
Menurutnya, banyak perkembangan teknologi digital yang akan tetap relevan meskipun pandemi telah berakhir, contohnya e-commerce.
“Banyak kegiatan digital atau daring yang akan terus berlangsung dan bertahan setelah pandemi. Saat ini data yang telah terakumulasi di media sosial dan aplikasi digital lain sangatlah besar, sehingga dapat digunakan untuk memprediksi kondisi pasar,” terang Dr. Hewege.
Lebih lanjut, Dr. Hewege menjelaskan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi oleh ahli pemasaran saat ini adalah kebutuhan untuk mengelola toko fisik dan toko daring (virtual) secara selaras. Sehingga jasa, layanan, maupun produk yang ditawarkan secara daring benar-benar diterima oleh pelanggan.
Hal ini selaras dengan permintaan pelanggan masa kini yang lebih berfokus pada pengalaman (experience), yang kemudian mendorong produsen untuk bertransformasi dari multi-channel menjadi omni-channel, dimana bisnis perlu mengintegrasikan semua saluran pemasaran yang tersedia.
Terkait perkembangan tersebut, Dr. Hewege juga menjelaskan bahwa saat ini nilai perusahaan tidak lagi hanya terbatas pada nilai moneter, tetapi juga ‘social capital’ (modal sosial). Konsep ini merujuk pada kondisi dimana perusahaan menarik banyak konsumen untuk membeli ataupun menggunakan jasa yang ditawarkan.
Contoh sederhana dari ‘social capital’ ini adalah laman web yang dikunjungi oleh banyak orang akan memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan laman yang sepi pengunjung.
“Anda sebagai pemasar tidak lagi hanya berfokus pada membangun kelompok konsumen. Anda perlu membangun komunitas, perlu adanya authenticity dalam komunikasi dengan komunitas maupun pelanggan baru. Anda juga perlu sadar akan pengaruh dari aktivisme konsumen (consumer activism), dimana pendapat atau pengalaman yang dibagikan oleh satu orang konsumen dapat mempengaruhi konsumen lain lewat media sosial” ungkapnya.
Setelah sesi paparan materi, agenda kuliah tamu tersebut berlanjut dengan sesi tanya jawab interaktif.
Sebagai penutup diskusi, Dr. Hewege berterima kasih atas dan berharap para mahasiswa menggunakan materi yang disampaikannya untuk lebih berkembang ke depan. (Tetri & Aulia)
Dua Profesor Universitas Sebelas Maret (UNS) yang telah memasuki masa purnabakti, Prof. Dr. Bambang Sutopo, M.Com., Ak dan Prof. Dra. Soeparmi, M.A.,Ph.D menyampaikan Orasi Penghormatan Purnabakti Dewan Profesor, Selasa, 8 November 2022.
Prof. Bambang Sutopo menyerahkan tongkat estafet kepada Taufiq Arifin, Ph.D
Di kegiatan yang digelar secara hybrid, luring di Ruang Sidang 2 UNS dan daring melalui Zoom Meeting dan Channel Youtube UNS, Prof. Bambang Sutopo menyampaikan Orasi Kehormatan dengan judul Penelitian Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret: Prestasi Tantangan dan Peluang. Sedangkan Prof. Dra. Soeparmi, M.A.,Ph.D. dengan judul Pembelajaran Berbasis Riset di Perguruan Tinggi.
Usai menyampakan orasi, kedua profesor menyerahkan tongkat estafet perjalanan pengabdian di UNS kepada kolega muda. Prof. Bambang Sutopo menyerahkan kepada Kolega Muda Taufiq Arifin, SE, M.Sc., Ph.D., Ak., sedangkan Prof. Soeparmi menyerahkan kepada Kolega Muda Mohtar Yunianto, S.Si., M.Si.
Prof.Drs. Suranto, M.Sc, Ph.D., Ketua Dewan Profesor UNS dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangga karena Prof. Bambang Sutopo dan Prof. Soeparmi, para senior telah memasuki masa purnabakti setelah mengabdikan sekian tahun lamanya di UNS.
Prof. Soeparmi menyerahkan tongkat estafet kepada Mohtar Yunianto, M.Si
“Kegiatan Orasi Penghormatan Purnabakti Dewan Profesor UNS adalah budaya akademik yang kita kembangkan kepada civitas akademika di UNS bahwa seorang profesor yang telah genap 70 tahun beliau bekerja di UNS akan kita adakan sebuah acara yaitu purnabakti profesor” ungkapnya.
Prof. Suranto., Ketua Dewan Profesor UNS saat memberikan sambutan
Selanjutnya dikatakan, istilah ini hanya digunakan khusus di Dewan Profesor. Bahkan di sebuah peraturan UNS, Prof. Suranto secara khusus meminta kepada Ketua Senat Akademik agar istilah purnabakti profesor jangan diganti dengan purnatugas. Kalau purnatugas itu untuk seluruh pegawai, seluruh dosen, tapi kalau purnabakti spesial untuk Dewan Profesor.
Menurutnya, istilah purnabakti ini hanya terjadi dan hanya untuk para profesor yang memasuki masa pengabdiannya 70 tahun. satu pasal khusus yang dimintakan kepada Ketua Senat untuk tidak diubah.
Di kegiatan ini, para profesor yang memasuki purnabakti dimohon untuk memberikan orasinya dan menyerahkan tongkat estafet kepada juniornya.
“Kami sowan kepada beliau untuk memberikan orasi, bukan pengukuhan tapi orasi kehormatan sehingga lebih luwes, apakah kemudian akan bercerita tentang pengalamannya selama beliau mengabdi di UNS dan yang istimewa pada saat ini adalah beliau akan menunjukkan kepada kita juniornya yang akan kemudian terus mengembangkan keilmuan” jelasnya.
Prof. Ahmad Yunus menyampaikan Sambutan Rektor
Rektor Universitas Sebelas Maret dalam naskah sambutannya yang dibacakan oleh Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S., Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS menyampaikan kepada seluruh undangan bahwa pensiun biasanya identik dengan tidak produktif atau waktunya beristirahat menikmati masa tua.
Namun menurut hemat Rektor, pensiun bukanlah akhir dari segala-galanya dan bukan masa yang menakutkan kalau memang pensiun dimaknai sebagai batas berhenti beraktivitas dan beristirahat saja. Jangan pernah pensiun, namun kalau pensiun itu berarti berhenti mengerjakan rutinitas yang membosankan dan mulai melakukan hal-hal yang membuat Bapak Ibu senang, bahagia dan merasa berarti, maka pensiunlah secepatnya.
Tamu Undangan Orasi Penghormatan Purnabakti Dewan Profesor
Banyak dari kita, contoh-contoh di dalam dan di luar sana justru mulai berkarir lagi setelah memasuki masa pensiun.
Selanjutnya disampaikan, orang tua bukanlah orang sakit yang perlu mengurangi aktivitas dan terus-menerus beristirahat. Pikiran sebagaimana otot kita juga perlu selalu dilatih dan dirangsang sehingga tetap aktif tetap terpelihara dengan baik.
Rektor juga memberikan contoh bagaimana Prof. Bambang Sutopo dan Prof. Soeparmi meskipun sudah memasuki usia 70 tahun tetapi tetap mampu berpikir dengan jernih dan tajam. Keduanya juga inovatif, tetap aktif, mandiri, produktif dalam berkarya serta rajin menjalani aktivitasnya sebagai dosen yang tidak hanya mengajar tetapi juga membimbing, meneliti, menguji mahasiswa di berbagai jenjang pendidikan S1, S2, S3 dan profesi.
Mental kita sebenarnya bekerja berdasarkan siklus tertentu. Kita akui bahwa berbagai kebiasaan beraktivitas yang selama ini telah kita jalankan secara rutin puluhan tahun, ketika memasuki masa purnabakti, pikiran dan tubuh kita akan memerlukan usaha untuk membentuk pola kenyamanan yang baru. Namun Rektor percaya, Prof. Bambang Sutopo dan Prof. Soeparmi tidak akan terkendala dalam menyesuaikan ritme kehidupan baru.
Di akhir sambutannya, Rektor mengucapkan selamat dan sukses kepada Prof. Bambang Sutopo dan Prof. Soeparmi yang telah memasuki masa purnabakti. Kedua profesor telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, keteladanan dan pengabdian yang luar biasa demi kemajuan UNS.
Sebagai salah satu bentuk komitmen UNS dan penghargaan atas jasa Prof. Bambang Sutopo dan Prof. Soeparmi, Rektor mengajak kedua profesor untuk mengabdikan ilmunya dan tenaganya sebagai guru besar ber-NIDK di FEB dan FMIPA UNS. (Tetri)
Isu tentang kekerasan seksual marak terjadi di masyarakat, tak terkecuali di lingkungan perguruan tinggi. Dalam rangka mewujudkan lingkungan perguruan tinggi yang aman dari kekerasan seksual, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi dan telah ditetapkan 31 Agustus 2021. Lebih lanjut, Permendikbudristek ini akan disosialisasikan lebih luas kepada publik sebagai Merdeka Belajar Episode Keempat Belas: Kampus Merdeka dari Kekerasan Seksual.
Menindaklanjuti Permendikbudristek tersebut, langkah cepat telah dilakukan Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) dan juga Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaaan UNS dengan membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS). Satgas PPKS UNS diketuai oleh Prof. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si dengan anggota satgas dari dosen, tendik dan mahasiswa yang telah berpengalaman dalam penanganan kekerasan seksual.
Pernyataan itu disampaikan Prof. Izza Mafruhah, S.E., M.Si., Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS dalam sambutannya pada acara Seminar bertajuk “Sex Education sebagai Langkah Pencegahan Seksual di Kampus” , Kamis 3/11/2022 di Aula Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.
Satgas PPKS bertugas menangani banyak hal tindak kekerasan seksual di lingkungan UNS, baik yang dilakukan oleh masyarakat kampus, dosen, tendik, mahasiswa maupun yang dilakukan masyarakat luar kampus terhadap civitas akademika UNS.
“Pencegahan dan penanganan kekerasan seksual bukan hanya menjadi tangung jawab Satgas PPKS tapi juga seluruh warga kampus yakni Dosen, Tendik dan Mahasiswa, khususnya dalam hal pencegahan terjadinya kekerasan seksual” ungkapnya.
Sehubungan dengan itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB bergerak cepat agar FEB terhindar dari kekerasan seksual dengan melakukan kegiatan Seminar Sex Education dengan mengundang tokoh- tokoh yang selama ini cukup banyak membidangi kekerasan seksual.
Prof. Ismi menegaskan kekerasan seksual mencakup tindakan yang dilarang secara verbal, fisik, non fisik, dan atau melalui teknologi informasi dan komunikasi.
Menurutnya, ada sekitar 21 tindakan yang dikategorikan sebagai pelecehan dan kekerasan seksual, diantaranya: Memaksa korban untuk melakukan transaksi atau kegiatan seksual; Membujuk, menjanjikan, menawarkan sesuatu, atau mengancam korban untuk melakukan transaksi (transaksi tidak terbatas pada transaksi uang, tetapi juga meliputi transaksi jabatan, angka kredit, prestasi, ataupun transaksi nilai lainnya) atau kegiatan seksual yang tidak disetujui oleh korban; Mengirimkan pesan, lelucon, gambar, foto, audio, dan/atau video bernuansa seksual tanpa persetujuan korban; Mengambil, merekam, dan/atau mengedarkan foto dan/atau rekaman audio dan/atau visual korban yang bernuansa seksual tanpa persetujuan korban; Mengintip atau dengan sengaja melihat korban yang sedang melakukan kegiatan secara pribadi dan/atau pada ruang yang bersifat pribadi dan masih banyak lagi, bisa didapat pada materi seminar.
Prof. Ismi menambahkan, terbentuknya Satgas PPKS UNS diharapkan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan Universitas Sebelas Maret dapat lebih mudah dan terarah.
“Kami mengajak teman-teman untuk bersama-sama menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman melalui pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual yang tepat dan berperspektif korban. Kuat bersama menghapuskan kekerasan seksual! “ ajaknya.
Untuk pengaduan bisa langsung ke uns.id/LaporSatgasPPKS, Whatsapp 081327062341 atau email: satgasppks@unit.uns.ac.id.
Peserta seminar yang sebagian besar mahasiswa sangat tertarik dengan kegiatan tersebut. Pembicara seminar lain yakni Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S. menjelaskan tentang kebijakan kampus dalam hal pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual dan dr. R. Prihandjojo Andri Putranto, M.Si. menjelaskan tentang pendidikan seks.