FEB

Kategori: fakultas

  • Prof. Daniel Chicksand Sampaikan Materi dalam Guest Lecture A Practical Approach to Supply Chain Management Risk Prodi S1 Manajemen

    Prof. Daniel Chicksand Sampaikan Materi dalam Guest Lecture A Practical Approach to Supply Chain Management Risk Prodi S1 Manajemen

    Program Studi (Prodi) S1 Manajemen kembali menggelar Kuliah Tamu (Guest Lecture) sebagai bagian dari Rangkaian Kegiatan Visiting Professor Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2022. ‘

    Kegiatan bertajuk ‘Guest Lecture: A Practical Approach to Supply Chain Management Risk,’ menghadirkan narasumber Prof. Daniel Chicksand dari Birmingham Business School, UK.

    Acara berlangsung secara daring melalui Zoom Cloud Meeting dan dipandu oleh Miftachul Ma’arif, SEI., MM, Dosen Prodi S1 Manajemen FEB UNS.

    Agenda kuliah tamu yang dilaksanakan pada Rabu, 30 November 2022 dihadiri oleh lebih dari 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa FEB UNS dan dosen.

    Mengawali paparan materi Prof. Chicksand mengenalkan tentang konsep risiko pada peserta yang hadir.

    “Risiko adalah potensi keuntungan atau kerugian, yang bersifat laten. Dimana potensi tersebut tidak akan terjadi, kecuali telah ada sebuah kejadian yang menyebabkan risiko tersebut. Sehingga bisa diartikan bahwa risiko hanya akan menjadi potensi, bila tidak terdapat kejadian penyebab,” jelas Prof. Chicksand.

    Berawal dari definisi risiko tersebut, Prof. Chicksand menunjuk pada tiga kriteria dari sebuah risiko yaitu risiko adalah merupakan potensi, risiko bersifat laten, dan setelah terjadi maka efek dari risiko tersebut akan dapat diukur secara kuantitatif.

    Terkait risiko yang dihadapi oleh perusahaan manajer hendaknya mengidentifikasi potensi risiko yang ada, memahani efek dari risiko tersebut, serta memprediksi probabilitas dari setiap risiko.

    “Risiko secara alami ada dimana saja, meskipun terkadang efeknya cukup kecil atau rendah. Setiap manajer juga memiliki preferensinya masing-masing terkait pengambilan risiko. Sehingga langkah yang digunakan untuk menghadapi sebuah risiko akan berbeda,” ungkap Prof. Chicksand.

    Prof. Chicksand kemudian menjelaskan mengenai manajemen risiko rantai pasokan. Dalam hal mitigasi jenis risiko berdasarkan efek dan probabilitas, Prof. Chicksand memaparkan 4 (empat) pilihan antara lain reduce (mengurangi), avoid (menghindari), retain (mempertahankan), serta transfer.

    “Ketika sebuah risiko memiliki efek yang besar dan probabilitas yang tinggi, manajer sebaiknya menghindari risiko tersebut dengan menerapkan strategi berbeda. Jika risiko tersebut memiliki efek yang besar namun probabilitasnya rendah, maka manajer dapat menggunakan taktik transfer, yaitu memindahkan risiko ke pihak lain, seperti contohnya asuransi. Sementara ketika sebuah risiko memiliki efek yang kecil, manajer dapat menggunakan strategi retain ataupun reduce,” jelas Prof. Chicksand. (Tetri & Aulia)

  • FEB UNS Bahas Rencana Strategis Tahun 2020-2024

    FEB UNS Bahas Rencana Strategis Tahun 2020-2024

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Pembahasan dan Pengesahan Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2020-2024, Selasa 6 Desember 2022 di UNS Inn.

    Kegiatan dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan, Kepala Program Studi, Kepala Laboratorium, Kepala Unit, Pengelola Rekognisi MBKM, Koordinator, Sub Koordinator dan Tim Renstra FEB UNS.

    Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com, (Hons)., Ph.D., Ak. dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tim Task Force Renstra FEB UNS yang diketuai oleh Dr. Wulan Permatasari, S.E., MM karena telah bekerja keras untuk menyelesaikan Draf Renstra tahun 2020-2024.

    “Syukur alhamdulillah Draf Renstra telah selesai disusun oleh tim, saya ucapkan terima kasih meskipun banyak yang harus dicermati lagi untuk menyempurnakannya. Renstra ini sebagai acuan yang penting bagi kita terutama untuk akreditasi LAMEMBA. Diharapkan Renstra yang telah disusun ini di semua elemen bisa memuat daya saing internasional” papar Dekan.

    Setelah mempelajari Draf Renstra tersebut, Dekan menyampaikan beberapa catatan yang perlu dilakukan revisi atau disesuaikan dengan Renstra Universitas. Renstra juga dijadikan patokan oleh LAMEMBA untuk menilai daya saing internasional. Apakah perlu dimasukkan indikator tambahan yang bersifat internasional, misalnya prosentase mahasiswa asing, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang bersifat internasional, agar jika diakreditasi LAMEMBA, FEB bisa unggul.

    Dalam waktu dekat di Tahun 2023, Renstra ini akan dijadikan pijakan bagi prodi yang akan diakreditasi LAMEMBA yakni Prodi S1 Akuntansi dan Manajemen.

    Dr. Mugi Harsono, S.E., M.Si, Wakil Dekan Perencanaan Kerjasama Bisnis dan Informasi FEB UNS sekaligus sebagai penanggungjawab Renstra FEB mengharapkan kepada para peserta yang hadir untuk dapat memberikan arahan dan masukan untuk menyempurnakan Draf Renstra FEB yang telah disusun. Masukan yang diberikan mencakup juga redaksinya.

    Sementara itu, Dr. Wulan dalam presentasinya menyampaikan garis besar dalam penyusunan Draf Renstra yang meliputi landasan dan tujuan penyusunan Renstra FEB UNS 2022-2024, Tim Task Force Renstra, Luaran Tim Taskforce Rentra dan Finalisasi.

    Disampaikan, Renstra adalah acuan bagi pimpinan fakultas, program studi dan unit-unit terkait di lingkungan FEB UNS  dalam menyusun Rencana Program Kegiatan Tahunan, Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT), Laporan Akuntabilitas Kinerja Intansi Pemerintah (LAKIP).

    Dr. Wulan menambahkan penyusunan Renstra ini juga untuk menyusun kegiatan dan menjalankan tugas pokok dan fungsi tiap unit kerja agenda terdekat pada Prodi Manajamen dan Akuntansi yakni Akreditasi LAMEMBA. Dokumentasi Renstra juga menjadi instrumen dalam mewujudkan tata kelola fakultas yang baik (good university governance/GUG) dan menjamin pelaksanaan pembangunan dan pengembangan FEB UNS yang berkelanjutan.

    Dalam kesempatan ini, FEB UNS juga mengundang Prof. Clotilde Coron dari Université Paris-Saclay Perancis, Anto Prabowo (OJK), dan Irfan Setiaputra (PT Garuda Indonesia) (secara daring) untuk memberikan review tentang renstra khususnya visi dan misi yang dimiliki oleh FEB UNS.

    Dalam forum tersebut, berbagai arahan dan masukan telah dicatat sebagai bahan untuk menyempurnakan Draf Renstra. (Tetri)

  • Interpretative Phenomenological Analysis, Peneliti Tidak Sekedar Mentranskripsikan Hasil Wawancara namun Mengeskplor Lebih Dalam

    Interpretative Phenomenological Analysis, Peneliti Tidak Sekedar Mentranskripsikan Hasil Wawancara namun Mengeskplor Lebih Dalam

    Mengutip artikel Smith et.al., 2009, Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) adalah pendekatan penelitian kualitatif yang berkomitmen untuk memeriksa bagaimana orang memahami pengalaman hidup utama mereka.

    Dalam pendekatan  IPA ini peneliti diharapkan  menjadi bagian dari partisipan. Peneliti melakukan wawancara mendalam dan tinggal sejenak dengan informan, melihat, mendengar dan merasakan kehidupan keseharian informan.

    Pernyataan itu disampaikan Sarwoto, SE., M.Sc, Ph.D., narasumber pada Seri Webinar Grup Riset Kearifan Lokal Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) yang bertemakan Interpretative Phenomenological Analysis dalam Penelitian Bisnis, Rabu, 30 November 2022.

    Menurut Sarwoto, IPA adalah mengeksplorasi pengalaman, tidak sekedar melihat, mendengar lalu mentranskripsikan apa yang disampaikan informan namun mengeksplor lebih dalam. Dalam hal ini perlu peranan peneliti untuk memberikan makna apa yang diberikan oleh informan.

    “Sebagai contoh, dalam konteks Jawa, khususnya Jawa Tengah seringkali partisipan atau informan menyampaikan sesuatu itu maknanya berbeda dengan apa yang disampaikan. Hal ini memerlukan skill pemahaman bahasa partisipan. Misalnya, ketika informan ditanya bagaimana pendapatannya dan dijawab “Sepi Pak!”. Ketika peneliti tidak yakin dengan jawaban informan, pertanyaan penelitian akan bisa berkembang tapi tetap harus ada deadline. Pendekatan ini memang membutuhkan waktu yang lebih banyak namun sangat menyenangkanungkapnya.

    Contoh yang lain, misalnya ketika seorang informan ditanya bagaimana bekerja sebagai pengusaha, lalu mereka menjawab “Benten kalih pegawai, enak pegawailah!” Jika ditranskripsikan apa adanya, maka  pengusaha itu dari hal pendapatan mungkin dibawah pegawai. Dalam konteks ini perlu menginterpretasikan bagaimana gestur informan saat menyampaikan jawaban, latar belakang ekonominya dan lain sebagainya yang teramati oleh peneliti.

    Lebih lanjut dikatakan, ada 6  tahapan IPA meliputi Reading and Re-reading, Initial Noting, Developing Emergent Themes, Searching for connections across emergent themes, Moving the next case, dan Looking for patterns across cases.

    Tahap  reading and re-reading, membaca berulang-ulang transkripsi yang didapat. IPA membutuhkan kesabaran dan kehati-hatian jika informannya menggunakan bahasa-bahasa kias. Jika dalam penelitiannya, seorang peneliti hanya mengandalkan hasil tranksripsi saja, tidak terlibat dapat dalam pengumpulan data, tidak melihat, tidak mendengar sendiri, maka bisa salah dalam memberikan makna.

    Tahap berikutnya adalah initial noting, memeriksa makna kata yang terkandung dalam bahasa yang digunakan pada tahap eksploratoris (deskriptif, linguistik, konseptual). Data yang asli dari transkrip diberikan komentar-komentar dengan menggunakan ilustrasi komentar eksploratori. Komentar eksploratori dilaksanakan untuk memperoleh intisari. Komentar eksploratori meliputi komentar deskriptif, komentar bahasa, dan komentar konseptual yang dilakukan secara simultan.  Biasanya reading and reading dan initial noting dilakukan secara bersamaan. Dalam membuat catatan atau coretan awal, peneliti harus terbuka, apa yang menarik dalam transkripsi tersebut dicatat.

    Tahap ketiga developing emergent themes, mengembangkan tema-tema yang muncul, dan keempat searching for connections across emergent themes, mencari hubungan yang sama antar tema.

    Setelah tahap 1 hingga 4 dilakukan pada setiap kasus/partisipan selanjutnya moving the next cases, berpindah pada kasus atau partisipan berikutnya hingga selesai semua kasus. Langkah ini dilakukan pada semua transkrip partisipan dengan proses yang sama.

    Tahap terakhir adalah looking for patterns across cases, mencari pola-pola yang muncul antar kasus/partisipan.  Pada tahap ini dibuat master table dari tema-tema untuk satu kasus atau kelompok kasus dalam sebuah intitusi atau organisasi. Untuk tahapan ini, bisa menggunakan alat bantu NVIVO.

    Dihadapan peserta yang mengikuti secara daring,  peneliti Grup Riset Kearifan Lokal FEB UNS itu juga menegaskan dalam penelitian kualitatif dengan IPA ada mekanisme untuk menyajikan kredibiliti, transferability, dependability dan konfirmatibiliti. Empat tahapan ini lazim ada dalam penelitian kualitatif.

    Usai paparan materi, di sesi diskusi banyak peserta yang mengajukan pertanyaan terkait pendekatan IPA. (Tetri)

  • Prodi EP adakan Monitoring, Follow Up dan Evaluasi Penyelenggaraan Kelas Internasional

    Prodi EP adakan Monitoring, Follow Up dan Evaluasi Penyelenggaraan Kelas Internasional

    Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan Monitoring, Follow Up dan Evaluasi Penyelenggaraan Kelas Internasional, Selasa, 29 November 2022 di ruang Jodhipati, UNS Inn. Kegiatan ini diselenggarakan setelah sebelumnya diadakan Workshop Dosen dan Mahasiswa Kelas Internasional.

    Acara ini merupakan kelanjutan dari acara workshop namun lebih terfokus pada monitoring dan evaluasi bersama penyelenggaraan kelas internasional. Beberapa kemajuan dan kendala program disampaikan sampai dengan persiapan langkah ke depannya.

    Kepala Program Studi EP FEB UNS, Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D. menyampaikan secara detail latar belakang historis, rasionalitas dan proses perkembangan kelas internasional di prodi Ekonomi Pembangunan UNS.

    Dalam forum monev ini, Bhimo meminta masukan dan kritikan dari audiens yang didominasi oleh dosen pengajar kelas internasional. Salah satu usulan yang cukup baik adalah tentang sistem perekrutan mahasiswa, program insentif bagi dosen pengajar dan mitra yang relative sesuai dengan kapasitas mahasiswa program kelas internasional di UNS.

    Agenda monev berlangsung dalam bentuk diskusi ini berlangsung mengalir interaktif sehingga menghasilkan langkah teknis yang konstruktif. Sebagai resume, meskipun masih dalam tahap awal, namun semua dosen yang hadir cukup optimis akan ada proses kemajuan di tahun mendatang.

  • Dr. Chandana Hewege Kembali Hadir dalam Rangkaian Kegiatan Visiting Profesor PKKM 2022 Prodi S1Manajemen

    Dr. Chandana Hewege Kembali Hadir dalam Rangkaian Kegiatan Visiting Profesor PKKM 2022 Prodi S1Manajemen

    Rangkaian kegiatan Visiting Profesor Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2022 yang dilaksanakan oleh Program Studi (Prodi) S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, masih terus berlanjut.

    Kali ini Prodi S1 Manajemen menggelar Kuliah Tamu (Guest Lecture) bertajuk ‘Marketing Research Methods and Marketing Analysis I’ secara daring melalui Zoom Cloud Meeting.

    Pada agenda yang dilaksanakan pada Kamis 24 November 2022 tersebut, Prodi S1 Manajemen kembali menghadirkan Dr. Chandana Hewege dari Swinburne Business School, Australia, yang membawakan materi berjudul ‘Marketing Research: Planning your undergraduate research project,’ selama kurang lebih 2 (dua) jam.

    Mengawali paparan materi, Dr. Hewege menjelaskan sekilas mengenai definisi dari riset yang merupakan penyelidikan yang sistematik yang melibatkan proses sistematik untuk menemukan fakta-fakta, teori, maupun praktik baru.

    Lebih lanjut Dr. Hewege menjelaskan alasan mengapa perusahaan perlu berinvestasi pada sektor riset dan pengembangan, antara lain karena pentingnya data pasar dalam penentuan pasar global dan pengambilan keputusan.

    “Sebuah penelitian yang baik akan membantu perusahaan untuk merumuskan keputusan dan kebijakan yang akurat, artinya keputusan yang baik didukung dengan data dan penelitian yang baik,” jelas Dr. Hewege.

    Namun begitu, Ia juga menyoroti perbedaan antara riset pasar (market research) dan penelitian pemasaran (marketing research). Menurutnya, meskipun kedua hal tersebut memiliki sisi yang bersinggungan (overlap), namun terdapat perbedaan mendasar, riset pasar hanya berfokus pada kondisi pasar, sementara riset pemasaran mencakup seluruh kegiatan-kegiatan pemasaran.

    “Riset pemasaran lebih luas daripada riset pasar, riset pemasaran melingkupi seluruh kegiatan pemasaran maupun aspek dari pemasaran. Banyak mahasiswa yang berpikir bahwa riset yang mereka laksanakan adalah riset pemasaran, akan tetapi ternyata mereka sedang melaksanakan sebuah riset pasar karena hanya berfokus pada aspek-aspek seperti trend pasar, ukuran pasar, target pasar, dan segmentasi pasar,” ungkapnya.

    Materi kemudian berlanjut ke pembahasan lebih mendalam terkait pendekatan yang perlu diperhatikan oleh mahasiswa sebelum melaksanakan riset ataupun saat akan merencanakan penelitian skripsi.

    Sementara dalam hal tahapan riset pemasaran global, Dr. Hewege merinci enam langkah riset yang perlu dilakukan oleh mahasiswa, antara lain merumuskan masalah penelitian, mengembangkan desain penelitian, menentukan kebutuhan informasi, pengumpulan data, analisis data dan interpretasi hasil, serta yang terakhir adalah penyusunan laporan hasil penelitian.

    “Tujuan utama dari materi yang saya sampaikan hari ini adalah untuk memberikan sedikit gambaran dan background untuk Anda mempersiapkan riset skripsi Anda. Semoga materi tersebut bermanfaat dalam mendukung proses riset yang anda rencanakan,” ujar Dr. Hewege menutup sesi paparan materi. (Tetri & Aulia)

  • Program Studi S2 Magister Akuntansi Adakan FGD Rekonstruksi Kurikulum

    Program Studi S2 Magister Akuntansi Adakan FGD Rekonstruksi Kurikulum

    Program Studi S2 Magister Akuntansi (MAKSI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar FGD Rekonstruksi Kurikulum secara hybrid, di Ruang Teleconference Gedung Soedarah Soepono FEB UNS dan Zoom Meeting , Rabu 23/11/2022.

    Dalam FGD tersebut melibatkan pihak internal, yakni pimpinan, pengelola unit penjaminan mutu, dosen pengampu dan mahasiswa. Sedangkan dari pihak eksternal, alumni dan juga para pengguna lulusan.

    Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons), Ph.D., Ak. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kurikulum ini memang harus kita evaluasi rutin terus menerus, minimal 4 tahun untuk menyesuaikan kebutuhan yang ada dan perkembangan IT yang sangat cepat.

    Dekan FEB UNS saat memberikan sambutan

    “Dulu, transaksi dilakukan secara manual namun sekarang sudah secara online. Demikian juga untuk pembelajaran dulu dilakukan secara tatap muka langsung, selama pandemi Covid-19 dilakukan online, dan sekarang bisa hybrid. Banyaknya transaksi yang secara manual bisa dilakukan online mengubah cara  pandang dan cara pembelajaran kita untuk menyesuaikan terutama dalam hal penyusunan desain kurikulum MAKSI” paparnya.

    Dekan FEB menegaskan, evaluasi kurikulum harus berdasarkan pada visi universitas maupun fakultas terutama program studi. Visi UNS  menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang unggul di tingkat internasional dengan berlandaskan pada nilai luhur budaya nasional. Visi ini yang harus diterjemahkan dalam kurikulum. Profil lulusan juga harus digagas secara baik, lulusan seperti apa yang ingin dihasilkan oleh MAKSI FEB UNS. Profil lulusan itu yang akan mempengaruhi struktur kurikulum maupun capaian pembelajaran lulusan.

    Lebih lanjut dikatakan, S2 MAKSI harus punya perbedaan  dengan yang lain, tidak sama dengan lain, harus ada keunikan dan harus berdaya saing internasional. Keunikan tersebut akan diturunkan ke dalam pengajarannya, penelitiannya dan juga pengabdiannya.

    Peserta FGD yang hadir luring

    Dari sisi akreditasi, untuk mencapai unggul, semua elemen Tri Dharma Perguruan Tinggi  dituntut untuk berdaya saing internasional sehingga desain kurikulumnya harus disesuaikan, masukkan hal-hal yang sifatnya daya saing internasional, misalnya dengan visiting professor, seminar internasional, publikasi internasional dan penelitian dan pengabdian berdaya saing internasional.

    Sementara itu, Dr. Wahyu Widarjo, S.E., M.Si.,  Kepala Program Studi S2 MAKSI FEB UNS menyampaikan draf kurikulum yang sudah disusun telah melalui benchmarking ke beberapa prodi MAKSI di Indonesia.  FGD yang dilaksanakan dengan mengundang pihak internal dan eksternal adalah untuk menambah masukan dan saran dalam perbaikan draf kurikulum. Kaprodi juga mengundang beberapa mahasiswa untuk dapat mengevaluasi proses pembelajaran yang diselenggarakan oleh MAKSI FEB UNS.

    Sebelum masuk ke draf kurikulum, Dr. Wahyu Widarjo mengawali dengan memaparkan sekilas Prodi MAKSI diantaranya izin pendirian MAKSI FEB UNS,  capaian akreditasi prodi,  pengelola MAKSI sejak berdiri hingga saat ini, riwayat perubahan kurikulum. Selanjutnya disampaikan visi, misi dan tujuan, profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan, bahan kajian dan daftar mata kuliah.

    Di FGD tersebut seluruh peserta undangan, baik yang hadir secara daring dan luring diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan saran yang akan menjadi bahan pertimbangan untuk  perbaikan draf kurikulum yang telah disusun. (Tetri)

  • Prodi Ekonomi Pembangunan FEB UNS Menerima Kunjungan PPIE Universitas Indonesia

    Prodi Ekonomi Pembangunan FEB UNS Menerima Kunjungan PPIE Universitas Indonesia

    Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan dari Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi (PPIE) Universitas Indonesia, Rabu, 16 November 2022 di ruang Teleconference Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.

    Kunjungan PPIE  UI yang dipimpin oleh Diah Widyawati, PhD dan didampingi Rus’an Nasrudin, PhD serta staf tendik Aini Luthfiyah diterima oleh Kepala Program Studi (Prodi) Ekonomi Pembangunan (EP), Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D dan tim.

    Diah Widyawati mengemukakan bahwa tujuan mereka mengunjungi Prodi EP FEB UNS adalah roadshow kerjasama publikasi artikel jurnal. Secara spesifik, mengemukakan kemungkinan saling bertukar artikel mahasiwa antar jurnal yang dimiliki UI, yaitu Jurnal Ekonomi Pembangunan Indonesia (JEPI) dengan Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan (JIEP) dari Prodi EP UNS.

    Bhimo Rizky Samudro, Ph.D, Kaprodi sekaligus Editor Chief JIEP menyambut baik tawaran dari UI sekaligus menjelaskan tentang posisi JIEP saat ini. Hal serupa ditambahkan oleh koordinator peminatan Ekonomi Pembangunan Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) FEB UNS, Tri Mulyaningsih, PhD  tentang kemungkinan pertukaran artikel terutama untuk kalangan mahasiswa pasca. Selain itu, Dr. Siti Aisyah Tri Rahayu mewakili Dosen Ekonomi Pembangunan UNS juga menyampaikan kemungkinan penulisan artikel secara bersama dari dosen prodi Ekonomi Pembangunan UNS dan UI.

    Kegiatan yang berlangsung dalam bentuk diskusi ini berlangsung akrab dan interaktif. Usai kegiatan dilanjutkan dengan bertukar cinderamata dan foto bersama. (Tetri)

  • Mahasiswa Prodi S1 Bisnis Digital Ikuti Digilife, Elevate Your Career Through the Digital Industry

    Mahasiswa Prodi S1 Bisnis Digital Ikuti Digilife, Elevate Your Career Through the Digital Industry

    Mahasiswa Progam Studi (Prodi) S1 Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti kegiatan Kuliah Dosen Tamu yang bertemakan DIGILIFE, Elevate Your Career Through the Digital Industry, Senin 7 November 2022 di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS.

    Di kegiatan itu, dua pembicara dihadirkan untuk memberikan wawasan terkait bisnis digital, Natali Ardianto, Co-founder & CEA Lifepack.id formet CTO Tiket.com dan Dian Cita Putri, Talent Acquisition Intern at Segari.

    Kepala Program Studi S1 Bisnis Digital Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D dalam sambutannya  menyampaikan, kegiatan ini telah dirancang untuk menyiapkan mahasiswa Prodi S1 Bisnis Digital agar selain paham teori yang diajarkan di perkuliahan, juga mengetahui bisnis yang sesungguhnya.

    Tastaftiyan Risfandy, Ph.D, Kepala Program Studi S1 Bisnis Digital saat memberikan sambutan
    Natali Ardianto berdiskusi dengan mahasiswa

    “Dalam kurikulum Merdeka Belajar Kampus Medeka (MBKM), mahasiswa tidak hanya mendapatkan materi atau teori-teori di perkuliahan saja, namun juga belajar bisnis yang riil dari para praktisi, yang kompeten di bidangnya”

    Dian Cita Putri saat presentasi

    Kepada Mahasiswa angkatan pertama tersebut, Dr. Tastaftiyan menyampaikan mahasiswa akan mendapat materi dari semester 1 hingga 5. Selanjutnya di semester 6 dan 7 itu, mahasiswa dapat magang di luar kampus, misalnya dengan magang di perusahaan-perusahaan  teknologi.

    Natali Ardianto dalam presentasinya mengajak kepada mahasiswa untuk memiliki mindset atau pola pikir yang tepat. Disekitar kita ada banyak masalah, maka dengan segala kemampuan kita cari solusinya. Generasi yang kuat adalah generasi yang siap menghadapi masalah.

    Mahasiswa juga harus memiliki nilai lebih. Cara menambahkan value adalah dengan berorganisasi. Mahasiswa jangan hanya berhenti dari apa yang diajarkan di kelas tapi juga berorganisasi dan menjalin networking itu penting sekali, bergabung dengan komunitas yang jelas. Mahasiswa diharapkan juga selalu berusaha mempertajam kemampuannya. (Tetri)

  • Adakan Workshop Mastering the Art of Research Article Publication in Ranked Journal, Prodi S1 Manajemen Hadirkan Dr. Chandana Hewege

    Adakan Workshop Mastering the Art of Research Article Publication in Ranked Journal, Prodi S1 Manajemen Hadirkan Dr. Chandana Hewege

    Prodi S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali hadirkan Visiting Professor sebagai bagian dari Rangkaian kegiatan Visiting Profesor Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2022.

    Dr. Chandana Hewege dari Swinburne Business School, Australia menjadi narasumber dalam agenda daring melalui Zoom Cloud Meeting yang dilaksanakan Kamis 17 November 2022 tersebut. Workshop ini membahas secara mendalam tentang penerbitan artikel riset pada jurnal bereputasi.

    Mengawali paparan materi, Dr. Hewege memberikan motivasi penting kepada peserta yang hadir.

    “Saat menghadapi ‘rejection’ dalam proses penerbitan artikel ilmiah, jangan berputus asa. Kegagalan ini adalah hal yang umum terjadi dalam proses publikasi artikel ilmiah, terlebih jika kita menargetkan artikel kita untuk terpublikasi di jurnal bereputasi,” ungkap Dr. Hewege.

    Menurut Dr. Hewege, riset adalah kegiatan yang menarik, namun tentunya ada juga akademisi yang kurang tertarik dalam melakukan kegiatan penelitian. Meskipun begitu, untuk mengembangkan karir akademik yang baik, tentu seorang akademisi dan dosen perlu menyeimbangkan berbagai kegiatan.

    “Dalam kesempatan ini materi yang akan saya sampaikan adalah pengalaman saya dalam berbagai proses publikasi. Semoga materi tersebut dan diskusi yang akan berlangsung dapat memberikan dorongan dan motivasi bagi seluruh peserta yang hadir,” harap Dr. Hewege.

    Paparan materi yang disampaikan mencakup beberapa poin, antara lain proses publikasi, pemilihan outlet publikasi, pentingnya special issues journal, memahami editor jurnal, memahami kualitas artikel yang baik, cara lolos dari desk review, serta tips-tips untuk memperbaiki kualitas artikel.

    Terkait pemilihan outlet, Dr. Hewege menyarankan agar penulis berhati-hati terhadap jurnal-jurnal predator.

    Menutup paparan materi, Dr. Hewege membagikan tips esensial dalam proses publikasi artikel riset.  Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab bersama peserta workshop. (Tetri & Aulia)

  • Mahasiswa UNS Raih Juara 1 Olimpiade Ekonomi Islam  2022

    Mahasiswa UNS Raih Juara 1 Olimpiade Ekonomi Islam  2022

    Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Novita Anggun Pratiwi bersama anggota tim dari fakultas yang berbeda, Nasim Hamid dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan serta Risyad dari Fakultas Teknik berhasil meraih Juara 1 Olimpiade Ekonomi Islam 2022 yang digelar di Universitas Riau, 9-12 November 2022. Ketiganya merupakan mahasiswa dari pembinaan beasiswa yang sama yaitu Rumah Kepemimpinan.

    Kolaborasi yang hebat dan supportif ketiga mahasiswa UNS tersebut berhasil membawa piala kemenangan setelah berkompetisi dengan 27 tim dari berbagai universitas yang ada di Indonesia. Tim mendapat peringkat 1 dengan perolehan skor 664.

    Novita yang juga Ketua Tim sangat bahagia dan bersyukur atas peraihan yang telah dicapai timnya di Olimpiade Ekonomi Islam  2022.

    “Ketika diumumkan menjadi juara 1, kami benar-benar bahagia dan bersyukur kepada Allah SWT karena telah memberikan amanah juara di pundak kami. Kami tidak menyangka bisa sampai di titik ini. Meskipun kami dari 3 jurusan yang berbeda, hal itu tidak menjadikan kami membatasi diri untuk mempelajari hal lain untuk memperluas wawasan dan tidak hanya spesifikasi ilmu. Selain itu, selama di sana kami bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah yang sangat ramah dan seru. Kami sampai di titik ini tidak bisa dilepas dari doa orang tua kami dan teman-teman kami serta dorongan dari lingkungan Rumah Kepemimpinan” ungkapnya.

    Novita dan tim berhasil melalui tahapan kompetisi olimpiade dengan lancar. Di babak penyisihan, tim mengerjakan soal sebanyak 300 soal secara online dan setelah itu dinyatakan lolos kebabak semifinal dengan total nilai tertinggi.

    Babak semifinal dilaksanakan secara offline di Universitas Riau dengan metode cerdas cermat. Dari semifinal tersebut dipilih 7 besar untuk melanjutkan ke babak final. Untuk teknis final para peserta diberikan study case dan timnya mendapat case tentang Investasi Syariah.

    Menurutnya, keinginan mengikuti lomba ini berawal dari keresahan ketiganya tentang prestasi yang belum optimal dalam memanfaatkan peluang dengan lomba-lomba yang ada. Dorongan untuk mengikuti lomba ini tidak hanya dari individu, tetapi dari iklim Rumah Kepemimpinan yang prestatif. Hal itu yang memicu mereka untuk meng-upgrade diri ke depannya dengan hal-hal baik.

    Novita juga berharap rekan-rekan mahasiswa yang lain agar bisa memperoleh juara dalam perlombaan. Dikatakannya, usaha tidak hanya sekedar usaha tetapi perlu dirancang secara strategis agar dapat menghasilkan yang optimal. Usaha saja tidak cukup untuk mengantarkan ke panggung juara tetapi lengkapilah perjuangan kita dengan doa kepada Allah SWT dan orang tua. Jangan pernah tidak melibatkan Tuhan yang memiliki skenario terindah dalam kehidupan. (Tetri)