FEB

Kategori: fakultas

  • Melalui Program Cow Complete, Riset Grup Akuntansi Keperilakuan Dampingi Peternak Sapi Desa Pandeyan

    Melalui Program Cow Complete, Riset Grup Akuntansi Keperilakuan Dampingi Peternak Sapi Desa Pandeyan

    Riset Grup Akuntansi Keperilakuan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan program pengabdian masyarakat pada kelompok peternak sapi Subur Lestari di Desa Pandeyan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat, 15/4/2022.

    Tim pengabdian yang diketuai oleh Taufiq Arifin, S.E., M.Sc., Ph.D, Ak, dengan Program Cow Complete Feed-nya memberikan pendampingan para peternak sapi melalui penyuluhan pembuatan pakan ternak komplit yang memiliki nilai gizi baik dan juga bantuan mesin pencampur pakan.

    Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kandang Komunal Desa Pandeyan tersebut diikuti oleh perwakilan anggota kandang komunal karena masih dalam masa pandemi. Dari perwakilan selanjutnya akan memberikan edukasi kepada peternak lain bagaimana penggunaan mesin dan pembuatan pakan.

    Sebelum kegiatan ini terselenggara, tim pengabdian melakukan wawancara dan diskusi dengan kelompok ternak. Tim melihat kurangnya pengetahuan masyarakat, khususnya pada kelompok peternak sapi Subur Lestari di Desa Pandeyan tentang pemenuhan gizi sapi melalui pakan.

    Pembuatan Pakan Ternak Komplit dengan Mesin Mixer

    Dari hasil diskusi, masalah yang paling penting untuk diselesaikan terlebih dahulu adalah tambahan bantuan alat dan pengetahuan pembuatan pakan ternak komplit. Hal ini berkaitan dengan kekhawatiran dari para anggota kelompok ternak terkait kesediaan pakan selama masa paceklik atau masa non panen. Hasil diskusi juga menunjukkan adanya keingintahuan yang besar terkait perbaikan gizi sapi mereka karena adanya keinginan memiliki sapi yang lebih sehat dan bernilai ekonomi tinggi.

    Tim pengabdian mendiskusikan lebih lanjut solusi yang paling mungkin untuk dilakukan. Langkah pertama tim adalah memesan mesin pencampur pakan atau mixer. Hal ini berdasarkan saran dari sebagian besar anggota yang menyebutkan bahwa mesin ini dapat membantu pembuatan pakan. Selanjutnya memberikan memberikan penyuluhan mengenai pembuatan pakan ternak yang bergizi baik.

    Tim berharap, pemberian mesin yang langsung diujicobakan serta penyuluhan yang telah dilaksanakan dengan baik dapat menghasilkan peningkatan pengetahuan anggota kelompok ternak terkait pakan komplit yang menyehatkan ternak dan menambah nilai ekonomi sapi-sapi peternak.

    Pakan yang telah diolah (kiri), perwakilan peternak saat mengikuti penyuluhan (kanan)

    Hasil evaluasi menunjukkan mayoritas peternak merasa puas dan bertambah pengalamannya dalam mengelola pakan sapi. Para peternak juga menyebutkan rasa syukurnya karena sekarang mereka memiliki mesin yang dapat membantu membuat pakan ternak mereka.

    Pengabdian lebih lanjut yang direkomendasikan dari pengabdian ini adalah penyuluhan terkait marketing pakan ternak yang dapat dijual ke luar kelompok ternak. Tentunya hal ini membutuhkan modal lebih karena beberapa bahan pembuat pakan ternak harus dibeli, sementara sisanya merupakan hasil limbah panen yang belum tentu selalu ada sepanjang musim.

    (Tetri)

  • Grup Riset Kearifan Lokal Bahas Perkembangan Grounded Theory Research

    Grup Riset Kearifan Lokal Bahas Perkembangan Grounded Theory Research

    Grup Riset Kearifan Lokal Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan Seri Webinar Grup Riset Kearifan Lokal 2022 dengan tema Grounded Theory sebagai Teknik Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif Bidang Manajemen pada hari Rabu (29/06/2022).

    Dr. Sinto Sunaryo sebagai pembicara pada seri webinar tersebut memaparkan metode grounded theory dalam penelitian kualitatif kepada 191 peserta secara online melalui zoom cloud meeting. Webinar yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam tersebut dibuka oleh ketua Grup Riset Kearifan Lokal FEB UNS, Dr. Joko Suyono yang menyampaikan bahwa seri webinar ini merupakan agenda bulanan dari grup riset yang ia pimpin.

    Dr. Joko Suyono juga menyampaikan bahwa sebagian besar tema seri webinar yang diselenggarakan oleh Grup Riset Kearifan Lokal berfokus pada penelitian kualitatif sebagai keunggulan dari riset grup tersebut.

    Dalam materinya, Dr. Sinto Sunaryo menjelaskan perkembangan grounded theory serta langkah-langkah penerapan grounded theory dalam penelitian kualitatif. Dijelaskan juga perbedaan dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif, terutama peran teori dalam kedua jenis penelitian tersebut.

    Materi yang disampaikan oleh Dr. Sinto menarik perhatian para peserta dan menghasilkan diskusi yang mendalam. Seluruh peserta cukup antusias berpartisipasi dalam sesi tanya jawab seusai pemaparan materi dari pembicara.

    (Tetri & Aulia)

  • Salurkan Aspirasi Mahasiswa, BEM FEB Undang Pimpinan di Bincang-Bincang Fakultas

    Salurkan Aspirasi Mahasiswa, BEM FEB Undang Pimpinan di Bincang-Bincang Fakultas

    Sebuah forum untuk menyalurkan aspirasi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret  yang dikemas dalam Bincang-Bincang Fakultas (BBF) telah digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB  secara hybrid, di Ruang Sidang 1 dan Zoom Meeting, Senin 4/7/2022.

    Kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahun tersebut dihadiri oleh Dekanat, Kaprodi,  Koordinator, Sub Koordinator, BEM, DEMA, Ormawa UKM dan juga mahasiswa dari prodi Akuntansi, Manajemen dan Ekonomi Pembangunan.

    Legenda Telaga Asih, Ketua BEM FEB UNS dalam sambutannya menyampaikan BBF ini menjadi agenda penting di setiap tahunnya sebagai sarana menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada pimpinan FEB UNS dan sebagai dasar dari pelaksanaan BBF ini, BEM telah melakukan survei kepada 215 mahasiswa yang telah dilaksanakan sejak tanggal 1 – 11 Juni 2022 melalui google form .

    “Survei telah dilaksanakan sekitar 2 minggu  dan melibatkan 215 mahasiswa. Survei ini menjadi dasar atau pijakan kami dalam melaksanakan BBF dan telah mewakili mahasiswa FEB UNS secara keseluruhan  dari prodi Akuntansi, Manajemen dan Ekonomi Pembangunan. Aspirasi ini bukan hanya dari teman-teman BEM tapi mahasiswa dari ketiga prodi” jelasnya.

    Harapannya, hasil survei ini dapat menjadi masukan untuk dekanat, kaprodi dan tenaga kependidikan FEB UNS dalam hal peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan yang ada di FEB berdasarkan data aspirasi dan fakta dari mahasiswa.

    Meski hanya dilaksanakan satu atau dua kali dalam setahun,  BBF menjadi sarana yang efektif untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa dari berbagai aspek, akademik, kemahasiwaan, keuangan serta sarana dan prasarana.

    Sementara itu, Dr. Mugi Harsono, M.Si. Wakil Dekan Perencanaan, Kerjasama Bisnis dan Informasi FEB UNS dalam sambutannya mewakili Dekan menyampaikan bahwa penting sekali adanya sambung rasa seperti BBF ini, ada evaluasi terhadap kinerja fakultas, berdiskusi tentang banyak hal yang dalam perjalanan fakultas  pasti ada irisan-irisan .

    “Kita akan mendengarkan progress yang telah dilakukan adik-adik mahasiswa berkaitan dengan kinerja kita saat ini. Aspirasi yang disampaikan dari perwakilan mahasiswa akan kita terima dengan baik. Saya harap proses bincang-bincang ini berjalan dengan hangat, ibarat satu keluarga, anak dengan orang tua”  paparnya.

    Dr. Mugi juga berpesan dengan akan dimulainya kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), para pengurus BEM, DEMA, UKM dan Ormawa bisa bersatu padu bagaimana meng create sebuah mindset agar mahasiswa dapat cerdas secara akademik dan juga cerdas secara organisasional.

    “Jika mahasiswa hanya kuat di akademik atau di organisasi saja, kurang pas.  Sukses itu akan didapat jika mahasiswa terbuki handal di 2 hal itu” ungkapnya memotivasi.

    BBF berjalan sangat lancar dan interaktif hingga lebih dari dua jam. Dekanat, Kepala Program Studi, Koordinator dan juga Sub Koordinator secara bergantian memberikan respon terhadap aspirasi mahasiswa. Mahasiswa yang hadir dalam forum tersebut juga diberi kesempatan untuk menyampaikan saran dan kritik secara langsung. (Tetri)

  • FGD Sinergi Perguruan Tinggi dengan Pelaku Bisnis, Hadirkan Tiga Narasumber

    FGD Sinergi Perguruan Tinggi dengan Pelaku Bisnis, Hadirkan Tiga Narasumber

    Saat ini, persaingan ekonomi global semakin ketat, semuanya sudah benar-benar terbuka, ada AFTA/CAFTA/JIEPA, MEA/AEC. Kompetisi sudah tidak ada batasnya, sebuah produk yang dilihat adalah kualitasnya, tidak melihat lagi darimana asalnya. Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pun menjadi hal yang sangat penting.

    Produktifitas tenaga kerja di Indonesia merupakan salah satu faktor yang menentukan Iklim investasi di Indonesia. Berdasarkan data dari sebuah lembaga yang dibentuk di Asia untuk melihat tingkat produktifitas tenaga kerja di Asean, Asian Productivity Organization (APO), Indonesia masih berada di posisi ke 4. Produktifitas tenaga kerja Indonesia masih dibawah Malaysia, Thailand dan juga Singapura.

    Pernyataan itu disampaikan Ahmad Sumbalawi, CEO Sembilan Daya Manunggal yang juga alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Focus  Group Discussion (FGD) , diselenggarakan oleh Badan Pengelola Usaha FEB UNS, Rabu 29 Juni 2022 di UNS Inn.

    Menurutnya, Hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk menghasilkan SDM yang unggul adalah organizational skills (keterampilan organisasi), value proposition (nilai proposisi), internship and on-the-job training  (pelatihan kerja), driver instead of follower, mempunyai gagasan untuk menjadi leader.

    “Kampus harus mendorong mahasiswa untuk aktif berorganisasi agar memiliki keterampilan untuk mengembangkan softskillnya, memiliki jiwa kepemimpinan. Juga mendorong agar lulusannya percaya diri dengan keunggulan yang dimiliki ketika masuk di dunia kerja” jelasnya.

    Untuk meningkatkan SDM yang unggul, kampus juga harus meningkatkan program-program magang bagi mahasiswa di perusahaan-perusahaan dan mengembangkan kepemimpinan.

    “Kita harus menjadi driver instead of followers, harus menjadi driver, mempunyai ide, gagasan, selalu berlomba menjadi leader dan jangan menjadi follower” tegasnya.

    Senada dengan Sumbalawi, Dr. Darwito, Founder and Trainer NMA mengatakan tantangan SDM Indonesia di era revolusi 4.0 semakin berat. Hardskill saja tidaklah cukup membuat SDM Indonesia untuk dapat menghadapi tantangan masa depan. Keahlian teknis perlu ditambah dengan soft skills yaitu karakter, integritas, kemampuan komunikasi dan kerja sama. Kompetensi ini yang selalu dibutuhkan dan tidak tergantikan.

    Tugas pendidikan saat ini adalah membentuk manusia yang siap menyesuaikan diri dengan adanya disrupsi. Lembaga pendidikan harus mampu menghasilkan karakter manusia pembelajar, mengokohkan kembali karakter dan kepribadian yang bermuara pada kecerdasan personal dan kolektif.

    Sementara itu Dr. Lilik Wahyudi, MSc, Akademisi FEB UNS memulai diskusi dengan bahasan bertemakan Peran Perguruan Tinggi untuk Meningkatkan Branding dan Positioning Sektor Ekonomi Daerah.

    FGD di hari ketiga  adalah rangkaian dari tiga kegiatan FGD yang dirancang oleh BPU FEB UNS.  Pertama, di hari Senin 27 juni 2022 dengan mengundang pemerintah daerah untuk merangcang sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Di hari kedua. Selasa 28 Juni 2022 mengundang pelaku bisnis di BUMN dan BUMD dan hari terakhir Rabu 29 Juni 2022 mengundang pelaku bisnis yang bergerak disektor riil, pariwisata dan jasa. 

    Ketua BPU FEB UNS,  Dr. Ahmad Ikhwan Setiawan, SE, MT dalam sambutannya berharap dari diskusi ini akan menghasilkan studi yang menarik untuk jadi rekomendasi bagi pemangku kebijakan, pemerintah, BUMN, BUMD dan pelaku bisnis yang bergerak disektor riil, pariwisata dan jasa. (Tetri)

  • Dosen UNS Bahas Sinergi Perguruan Tinggi, Pemerintah dan Dunia Industri

    Dosen UNS Bahas Sinergi Perguruan Tinggi, Pemerintah dan Dunia Industri

    Semakin eratnya pola relasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri membuat Etzkowitz dan Leydesdorff (1995) mengembangkan model inovasi triple helix yang didasarkan pada interaksi antara tiga elemen tersebut.

    Universitas sebagai gudang ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki sumberdaya manusia yang mampu melahirkan inovasi di berbagai bidang yang dapat diterapkan dalam dunia industri. Pemerintah sangat mendorong universitas melalui bantuan dana riset, dan fasilitas lainnya untuk menghasilkan karya bermutu, mengatur perlindungan dan penggunaan hak cipta. Sedangkan industri memberikan dukungan kepada universitas baik dalam kegiatan penelitian dan pengembangan maupun penggunaan hasil riset secara berkesinambungan.

     

    Ketika interaksi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri  meningkat, setiap komponen berevolusi untuk mengadopsi beberapa karakteristik dari institusi lain, yang kemudian memunculkan institusi hibrida. Interaksi bilateral terjadi antara universitas, industri dan pemerintah.

    Namun, ahli lain telah menunjukkan bahwa kegiatan konsultasi anggota fakultas juga dapat memiliki kelemahan, seperti fokus yang berkurang pada mendidik siswa, dan potensi konflik kepentingan yang berkaitan dengan penggunaan sumber daya universitas untuk kepentingan industri.

    Hal itu disampaikan Dr. Akhmad Daerobi, MS, Akademisi FEB UNS saat menjadi salah satu narasumber di hari kedua Focus  Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh  Badan Pengelola Usaha Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Selasa 28 Juni 2022 di UNS Inn.

    Provinsi Jawa Tengah dengan banyaknya perguruan tinggi memiliki peluang strategis bersinergi antara pemerintah daerah, pelaku bisnis, dan perguruan tinggi.

    “Pemerintah telah berusaha keras untuk mencapai kombinasi yang berhasil antara ekonomi komersial dan berorientasi penelitian dengan membangun ekosistem inovasi nasional yang unggul untuk memperoleh daya saing. Sebagai bentuk ekosistem inovasi, kolaborasi akademisi-industri –pemerintah sangat mementingkan promosi pembangunan sosial ekonomi” ungkapnya.

    Dua narasumber lain di FGD yang dihadiri lebih dari 40 peserta dari BUMN, BUMD dan Akademisi tersebut yakni Suparno, ST, MT, Direktur SDM dan Umum PT KAI dengan tema Peran BUMN di Bidang Transportasi dan Logistik dan Kebutuhan SDM dalam Mencapai Pertumbuhan Nasional serta Dr. Supriyatno, MBA Direktur Utama Bank Jateng dengan tema Profil Pembiayaan Infrastruktur  Bank Jateng.

    Mewakili Dekan FEB UNS, Dr. Mugi Harsono, SE, M.Si, Wakil Dekan Perencanaan, Kerjasama Bisnis dan Informasi dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan FGD ini, diharapkan perguruan tinggi dengan BUMN dan BUMD memiliki satu gelombang yang sama untuk membuat kebijakan bagi kemaslahatan masyarakat khususnya di Jawa Tengah.

    “Di hari ini, kami mengundang narasumber dari BUMN, PT KAI. Dan dalam aspek sinergi nanti diperlukan partisipasi dari bidang finance, bagaimana peran bank bisa memberikan skema apa yang perlu digelontorkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan para pelaku bisnis sehingga nanti bisa padu, juga secara filosofi dan konseptual akan disampaikan oleh akademisi FEB UNS” paparnya

    Para diskusan juga diharapkan memberikan fakta-fakta di lapangan sehingga bisa merumuskan permasalahan, mengurangi benang kusut, peran perguruan tinggi sebagai pendamping pun dapat maksimal.

    Harapannya acara ini bisa berjalan dengan baik, mampu “menyepuh emas-emas yang tertimbun di tanah”, menghasilkan hal yang bermanfaat untuk Jawa Tengah pada umumnya dan peran UNS pada khususnya.

    Dilaporkan juga FEB memiliki BPUF yang diketuai oleh Ahmad Ikhwan Setiawan, SE, MT. Dalam 5 tahun terakhir ini fokus pada pengembangan sertifikasi profesional bagi para dosen, sehingga jika dalam sebuah kerjasama memerlukan sertifikasi profesional, maka FEB sudah siap. (Tetri)

     

  • BPU FEB UNS Gelar Serangkaian FGD, Sinergi Perguruan Tinggi dengan Pemerintah, BUMN, BUMD dan Pelaku Bisnis

    BPU FEB UNS Gelar Serangkaian FGD, Sinergi Perguruan Tinggi dengan Pemerintah, BUMN, BUMD dan Pelaku Bisnis

    Badan Pengelola Usaha Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar serangkaian Focus  Group Discussion (FGD) selama tiga hari pada tanggal 27-29 Juni 2022 di UNS Inn Solo.

    Hari pertama FGD yang bertemakan Sinergi Perguruan Tinggi dengan Pemerintah Guna Pembangunan Ekonomi Jawa Tengah diikuti oleh peserta dari pemerintah daerah/pemerintah kota se eks Karesidenan Surakarta.

    Di kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Edi Sulistyo Bramantyo, S.E., M.M, Kepala Biro Perekonomian Setda Jawa Tengah, Agung Riyadi, Kepala Balitbangda Kota Surakarta dan Dr. Suryanto, SE, M.Si, Akademisi FEB UNS.

    Mewakili Dekan FEB UNS, Dr. Mugi Harsono, SE, M.Si, Wakil Dekan Perencanaan, Kerjasama Bisnis dan Informasi dalam sambutannya mengatakan sejak UNS berstatus PTNBH maka tuntutan terhadap peran UNS semakin kuat, bukan sekedar menjadi menara gading tetapi UNS harus benar-benar menyatu dengan masyarakat, paham tentang akar permasalahan yang terjadi dan secara aktif memberikan  solusi.

    “Kampus ini adalah milik masyarakat,  kami harus paham apa yang terjadi di masyarakat. Akademisi kampus yang terbiasa dengan penelitian, berteori akan membersamai para praktisi membuat narasi fundamental agar permasalahan yang terjadi di masyarakat tersolusikan, mensinergikan pemikiran para akademisi dan praktisi untuk berjalan bersama. Inilah mengapa FGD ini harus diadakan” paparnya.

    Dr. Mugi berharap, FGD  ini  bisa dilanjutkan dengan pertemuan-pertemuan yang lain.

    Sementara itu, Wakil Rektor Perencanaan, Kerjasama Bisnis dan Informasi UNS, Prof. Dr.rer.nat Sajidan, M.Si,  mengapresiasi penyelenggaraan FGD selama tiga hari berturut-turut oleh BPU FEB UNS.

    Pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo selalu menekankan agar kampus harus segera bergerak. Di perguruan tinggi bergerak dengan Kampus Merdeka Merdeka Belajar. Sejak UNS berstatus PTNBH, tanggal 6 Oktober 2020 UNS memiliki fleksibilias dalam pengelolaan bisnis dan akademik.

    “UNS sudah memiliki PT Semar Sarana Sejahtera. Saat ini masih memayungi hasil-hasil penelitian dosen dan mahasiswa yang diharapkan menjadi pendukung untuk meningkatkan IKU dan juga peran UNS di masyarakat. UNS juga telah menjalin kerja sama dengan banyak pihak “ paparnya.

    Dikatakan pula bahwa FEB memiliki banyak ahli, program studinya mulai dari S1, S2 hingga S3 telah terakreditasi unggul. FEB juga telah banyak menjalin kerjasama baik di tingkat nasional maupun internasional. Dan saat ini telah memiliki program studi baru, Prodi S1 Bisnis Digital, suatu lompatan kerjasama dengan OJK dan PUI Fintech and Banking UNS.

    Di penutup sambutannya, Prof. Sajidan berharap serangkaian FGD ini mencapai rumusan untuk meningkatkan pengembangan perekonomian Jawa Tengah. perguruan tinggi, pemerintah daerah dan dunia industri serta media bersinergi dalam mengembangkan perekonomian di Indonesia yang basisnya bisnis digital.

    (Tetri)

  • FEB UNS Gelar Webinar Bahas Penyusunan Proposal Penelitian dan Pengabdian untuk Dosen

    FEB UNS Gelar Webinar Bahas Penyusunan Proposal Penelitian dan Pengabdian untuk Dosen

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar webinar bertema Seminar Penyusunan Proposal Penelitian Pengabdian bagi Dosen, Penyusunan Roadmap, State of the Art, dan Novelty dalam Penelitan. Kegiatan webinar diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui YouTube Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS, Rabu (15/6/2022).

    Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FEB UNS, Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E., M.Si. Prof. Izza memaparkan bahwa kegiatan webinar ini dalam rangka mengembangkan FEB UNS dari segi penelitian dan pengabdian yang lebih bagus kedepannya.

    “Harapannya materi yang didapat dari webinar ini dapat kita implementasikan untuk serta merta meningkatkan raihan dalam seleksi proposal penelitian dan pengabdian bagi dosen. Kita pun berharap apa yang disampaikan oleh kedua narasumber dapat memberikan wacana baru yang pastinya akan sangat bermanfaat bagi kita bersama,” ujar Prof. Izza dalam sambutannya.

    Pemaparan materi yang pertama disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Semarang, Prof. Dr. Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti, M.Si. Prof. Suci memaparkan tentang Penyusunan Roadmap, State of Art, dan Novelty dalam Penelitian.

    “Strategi untuk menyusun proposal yang menarik yakni menyusun latar belakang yang atraktif. Membuat latar belakang yang atraktif dapat dilakukan dengan mendeskripsikan kondisi ideal suatu hal/topik yang terkait langsung dengan penelitian, mendeskripsikan kondisi eksisting tentang suatu hal/topik tadi, menganalisis mengapa kondisi eksisting tentang sesuatu tersebut demikian, menyampaikan gagasan penelitian kita yang kreatif dan inovatif tentang sesuatu hal/topik tadi agar kondisi ideal tercapai dan disertai dengan penjelasan mengapa gagasan tersebut lebih baik dari gagasan sebelumnya dan pentingnya penelitian terkait gagasan tersebut untuk dilakukan, mendeskripsikan perumusan masalah menjadi tujuan yang terukur, serta menyusun rumusan masalah yang memuat unsur gagasan kita untuk mencapai kondisi ideal,” terang Prof. Suci. (Tetri)

     

     

  • Prodi EP dan BKF Rembug APBN: Peningkatan Produktifitas Untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan

    Prodi EP dan BKF Rembug APBN: Peningkatan Produktifitas Untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan

    Kolaborasi antara Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Binis, Universitas Sebelas Maret (EP FEB UNS) Surakarta, bersama dengan PKAPBN, Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Kementerian Keuangan RI, menghadirkan Ruang Rembug APBN, yang membahas KEM-PPKF 2023 bertajuk Peningkatan Produktifitas Untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan. Acara diskusi tersebut dilaksanakan secara daring pada Kamis 16 Juni 2022.

    Agenda yang bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk peduli pada penetapan APBN tersebut dibuka oleh Wahyu Utomo selaku Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (PKAPBN) BKF. Dalam sambutannya, Wahyu mengungkapkan tiga tujuan dari diadakannya Ruang Rembug APBN yaitu sebagai forum diskusi bersama akademisi demi mendapatkan pandangan dan kritik yang konstruktif dan solutif, forum penyampaian arah kebijakan fiskal di tahun 2023, serta sebagai forum silaturahmi dalam membangung kolaborasi antara BKF dengan akademisi untuk membangun komunikasi yang baik. “Mudah-mudahan diskusi ini dapat memunculkan ide yang konstruktif dan dapat berjalan lancar, demi masa depan negara yang lebih baik,” jelas Wahyu menutup sambutannya.

    Dipandu oleh Sidiq Suryo Nugroho selaku Analis Kebijakan Ahli Muda di BKF, acara yang merupakan agenda rutin BKF dengan sivitas akademika di Indonesia tersebut menghadirkan pemaparan materi dari dua narasumber yaitu Ahmad Ali Rif’an sebagai Analis Kebijakan Ahli Muda BKF, dan Dr. Mulyanto, ME, selaku dosen di Prodi EP FEB UNS.

    Materi pertama mengenai Kerangka Ekonomi Makro Indonesia 2023, disampaikan oleh Ahmad Ali Rif’an. Dalam paparan tersebut beliau menyampaikan beberapa poin penting yang melandasi penyusunan KEM-PPKF 2023 dengan tema Peningkatan Produktifitas Untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan yang telah disampaikan oleh Kemenkeu ke DPR-RI, antara lain tujuan pembangunan nasional, arah strategi pembangunan nasional yang akan berfokus untuk mengarahkan produksi nasional pada peningkatan produksi yang inklusif dan berkelanjutan, serta perkiraan pertumbuhan ekonomi di tahun 2023. “Strategi yang harus diterapkan untuk dapat mencapai tujuan ini antara lain penguatan SDM, akselerasi infrastruktur, reformasi birokrasi, revitalisasi industri, dan ekonomi hijau,” jelasnya.

    Sementara itu, Dr. Mulyanto menambahkan dalam materinya bahwa BKF memiliki tugas besar yaitu untuk mengurangi defisit pendapatan negara di tahun 2023 serta pentingnya peningkatan kapasitas SDM. “Pandemi ini memberi pelajaran bagi kita semua. Semuanya dituntut untuk melek digital sehingga ini membutuhkan SDM yang unggul,” jelas Dr. Mulyanto.

    Lebih lajut beliau juga menjabarkan dasar-dasar hukum yang perlu diperhatikan dalam menyusun KEM-PPKF 2023 serta target pembangunan nasional. “Terima kasih, paparan ini bukan merupakan pembahasan karena, merupakan tugas yang berat bagi saya untuk dapat membahas (KEM-PPKF), namun, semoga dapat melengkapi informasi yang telah disampaikan oleh Bapak Ahmad Ali Rif’an,” tutup beliau.

    Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dimana terdapat bingkisan bagi sivitas akademika UNS yang bersedia menyampaikan pertanyaan atau berdiskusi secara langsung. (Tetri & Aulia)

  • Prodi S2 Maksi Adakan Workshop Rekonstruksi Kurikulum

    Prodi S2 Maksi Adakan Workshop Rekonstruksi Kurikulum

    Program Studi S2 Magister Akuntansi (Maksi) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Workshop Rekonstruksi Kurikulum, Kamis, 16 Juni 2022 di Ruang Giripurna Lt.2, UNS Inn.

    Workshop yang  diikuti oleh sejumlah dosen pengampu Prodi Maksi mengundang Prof. Dr. Abdul Halim, MBA., Ak., CA., Kepala Prodi Magister Akuntansi FEB UGM sebagai narasumber.

    Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M. Com (Hons), Ph.D. Ak. dalam sambutannya menyampaikan agar kurikulum Prodi S2 Maksi FEB UNS di desain kembali untuk bisa menangkap kebutuhan pasar.

    “Tantangan semakin berat dan kita harus memikirkan bagaimana strategi untuk menangkap peluang-peluang pasar, kurikulum harus di desain fleksibel dalam arti kualitas juga tetap terjaga,  program by research mungkin bisa kita tempuh, ini harus kita pikirkan bersama” kata Dekan.

    Untuk mendapatkan mahasiswa, Prodi juga harus bisa memperhatikan berbagai potensi-potensi di pemda, BUMN, perusahaan, kelas-kelas kerja sama harus digiatkan.

    Dekan juga berpesan agar kurikulum prodi harus tetap menjaga keunikan  karena untuk akreditasi selalu mensyaratkan adanya keunikan di setiap prodi. Masing-masing prodi di perguruan tinggi memiliki keunikan masing-masing.

    Workshop berjalan sangat interaktif, dengan suasana yang santai penuh kekeluargaan, narasumber  berbagi pengalaman dalam pengelolaan kurikulum prodi Maksi, juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk aktif berdiskusi. (Tetri)

  • Pengurus BEM, DEMA dan ORMAWA Tahun 2022 Dilantik

    Pengurus BEM, DEMA dan ORMAWA Tahun 2022 Dilantik

    Selama lebih dari dua tahun, aktifitas pembelajaran di kampus, termasuk juga kegiatan kemahasiswaan dilaksanakan secara daring karena Pandemi Covid-19. Saat ini, pandemi sudah menurun dan sejak terbit Surat Edaran Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan No 16/UN27/HK/2022 tentang Pelaksanaan Aktivitas Akademik Universitas Sebelas Maret (UNS) Pasca Pandemi Covid-19 maka aktifitas kampus sudah mulai dilaksanakan secara luring penuh dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

    Pernyataan itu disampaikan Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si., Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan FEB UNS dalam sambutannya mewakili Dekan dalam Pelantikan Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Mahasiswa (DEMA) dan Organisasi Kemahasiswaan (ORMAWA) Tahun 2022, Rabu, 15 Juni 2022 di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi.

    “Saya ucapkan selamat kepada pengurus yang telah dilantik. Alhamdulillah akhirnya kita bisa melaksanakan pelantikan hari ini meskipun sebelumnya para pengurus sudah bekerja. Di tahun ini akan banyak perubahan kegiatan, akan banyak penyesuaian dari kegiatan yang semula daring atau hybrid menjadi luring, demikian juga dari sisi anggarannya tentu menyesuaikan. Pengurus mohon untuk selalu berkoordinasi dengan bidang akademik dan kemasiswaan di setiap aktifitasnya.

    Prof. Izza juga memberikan motivasi agar mahasiswa meningkatkan prestasinya, terutama di dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) karena peran mahasiswa sangat besar dalam pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU). Mahasiswa harus meningkatkan prestasinya baik di level nasional maupun internasional.

    Disampaikan juga meskipun aktif di organisasi kemahasiswaan, mahasiswa harus tetap menomorsatukan studinya.

    “Kami tidak ingin ada mahasiswa yang karena aktif di kegiatan kemahasiswaan tapi studinya terbengkalai, kami ingin mahasiswa mengatakan “meski saya aktif di kegiatan kemahasiswaan, nilai saya tidak kalah dengan yang lain bahkan mengungguli” jelas Prof. Izza menyemangati.

    Di kegiatan yang diikuti oleh Dekanat, Kaprodi S1, Koordinator dan Sub Koordinator tersebut, beberapa rangkaian acara dapat terlaksana dengan lancar, di antaranya penandatangan Berita Acara Pelantikan, Penandatanganan Serah Terima, Pembacaan Ikrar dan Sumpah Pengurus BEM, DEMA dan Ormawa.

    Di periode tahun 2022, terpilih sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa yakni Telaga Asih. Ketua Dema Grecia Yulia Angelina. (Tetri)