FEB

Kategori: fakultas

  • Dosen FEB UNS: Mahasiswa Punya Potensi yang Besar untuk Mengembangkan Bisnis Startup

    Dosen FEB UNS: Mahasiswa Punya Potensi yang Besar untuk Mengembangkan Bisnis Startup

    Startup merupakan model bisnis baru yang relatif berbeda dengan model-model bisnis sebelumnya. Dari sisi bisnis, pilar manajemen dan lainnya, pada prinsipnya sama dengan nilai-nilai yang diajarkan sebelumnya oleh para dosen kepada para mahasiswa, misalnya belajar karakter, motivasi dan ide bisnis. Di startup ada beberapa penyesuaian karena media yang digunakan berbeda dan karakter konsumen berbeda, maka secara istilah berbeda dan pendekatan bisnisnya juga berbeda.

    Hal itu disampaikan Catur Sugiarto, S.E, M.S.M, Ph.D, Kepala Divisi Startup & Inkubasi Universitas Sebelas Maret (UNS) mengawali presentasinya dalam Webinar yang bertema Merintis Startup saat Masih Kuliah, Kenapa Nggak?, Jumat, 8 April 2022.

    Di hadapan peserta webinar yang sebagian besar adalah para mahasiswa, dosen FEB UNS itu menyebutkan ada 35 startup yang dihasilkan dan telah diinkubasi oleh Inkubator Bisnis UNS di tahun 2021. Hal ini berdampak, baik secara langsung ataupun tidak terhadap mahasiswa, industri dan UNS sebagai sebuah lembaga. UNS mendapatkan beberapa prestasi yang tidak terduga dari mahasiswa dan juga alumnus. Hal ini berpengaruh juga pada peningkatan Indikator Kinerja Utama (IKU) UNS.

    Menurutnya, potensi yang dimiliki mahasiswa saat ini sangat besar dan startup menjadi satu model bisnis yang relevan sekali di saat ini, di era pandemi yang menjadi sebagai solusi untuk berbagai pihak.

    “Startup sudah menjadi perhatian banyak pihak karena dampaknya sangat besar terhadap kebangkitan ekonomi nasional. Berbagai upaya bisa dilakukan agar bisa menumbuhkan startup lebih banyak lagi, tidak hanya dari sisi kuantitas tetapi juga kualitas, utamanya di perguruan tinggi, dari lingkup terkecil. Bahkan kita bisa merekomendasikan ke yang lebih luas, ke tingkat pemda ataupun nasional untuk bisa mengembangkan ekosistem” jelasnya.

    Upaya yang bisa kita lakukan adalah dengan mengembangkan ekosistem startup, menumbuhkan berbagai tools atau perangkat infrastruktur, salah satunya dengan menumbuhkan kreatif-kreatif hub atau inkubator atau coworking space. Ekosistem  yang lebih luas lagi yakni stakeholder terkait, perbankan, pemerintah.

    UNS memiliki kesempatan untuk bisa menumbuhkan eksosistem dengan cara memperbanyak tempat- tempat menuangkan ide mahasiswa, ruang-ruang diskusi dosen dengan mahasiswa dalam kaitannya  kewirausahaan, bagaimana merintis bisnis dan bagaimana mengembangkan bisnis.

    Mengutip dari starupblink, ekosistem seperti apa yang dimaksud dalam pengembangan ekosistem yakni dari sisi kuantitas meliputi jumlah startup yang dihasilkan satu negara atau wilayah, jumlah tempat- tempat bekerja,  berdiskusi, mengeluarkan ide, jumlah akselelator bisnis, dan jumlah konferensi-konferensi starup. Sedangkan dari sisi kualitas, traction, investment, jumlah pegawai, jumlah unicorn, global startup event.

    Tidak kalah penting adalah lingkungan bisnis yang baik, kaitannya dengan kebijakan pemerintah, seperti kemudahan bisnis, internet speed, internet freedom, jumlah paten. Kemampuan Bahasa Inggris juga menjadi sangat penting kaitannya dengan networking dan bagaiman mempelajari literatur untuk secara mandiri mengembangkan bisnis.

    Di kegiatan itu, Catur Sugiarto mengajak mahasiswa untuk mulai mengembangkan potensi yang dimiliki, sering mengunjungi laman UNS Innovation Hub di alamat ihub.uns.a.c.id untuk mendapatkan banyak informasi startup.  iHub merupakan divisi di bawah Direktorat Inovasi dan Hilirisasi UNS berfokus pada program pengembangan startup dan pengelolaan inkubator bisnis UNS. Divisi ini membantu pengembangan ekosistem inovasi serta melahirkan startup-startup yang mandiri dan berdaya saing dalam menghadapi Revolusi Society 5.0. (Tetri).

  • Tim Pengabdian Masyarakat FEB UNS Beri Pelatihan Peternak Ikan Karamba Kedung Ombo

    Dalam rangka Dies Natalis ke 46 Universitas Sebelas Maret (UNS), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS mengadakan kegiatan Pengabdian Masyarakat Pelatihan Pembuatan Pakan Ikan bagi Peternak Ikan Karamba di Kedung Ombo Ngargosari Sumber Lawang, Rabu 30 Maret 2022.

    Di kegiatan yang dihadiri oleh Bappeda, Dinas Tenaga Kerja dan para peternak Sragen, Tim Pengabdian  FEB UNS yang diketuai oleh Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si tidak hanya menfasilitasi pelatihan bagi para peternak ikan karamba, namun juga memberikan bantuan alat pengolahan pakan ikan.

    “Selain memberikan pelatihan pembuatan pakan ikan berbasis bahan baku lokal yang akan disampaikan oleh Bapak Amien Cahyo, kami juga memberikan sebuah alat pengolahan pakan ikan. Alat yang diberikan hanya 1 terlebih dahulu untuk melihat bagaimana perkembangannya dari pengunaan alat tersebut. Selain itu, bahan-bahannya juga sudah disiapkan. Bahan tersebut dipilihkan yang mudah diperoleh di sekitar” ungkap Prof. Izza .

    Mewakili Dekan FEB UNS, Prof. Izza menyerahkan langsung alat pengolahan pakan ikan kepada Bapak Ngadimin sebagai Ketua Bumdes Sari Mulyo, Ngargosari. Dengan pemberian alat dan juga pelatihan pengolahan pakan ikan, Bumdes bisa mengoptimalkan kemanfaatannya,  tidak hanya untuk kepentingan desa Ngargosari namun untuk Sragen pada umumnya. (Tetri)

  • Awarding Competition Digelar Sebagai Penutup ARTEFAC UNS

    Awarding Competition sekaligus penutupan ARTEFAC Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) diselenggarakan secara hybrid, Sabtu 26 Maret 2022 di Gedung Suhardi.

    Acara Awarding Competition  yang menghadirkan juri-juri nasional, secara resmi dibuka oleh Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E, M.Si, Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemasiswaan FEB UNS.

    Prof. Dr. Reviono, dr., Sp.P(K), Ketua Dies Natalis UNS ke 46 mengapresiasi para dewan juri yang sudah meluangkan waktu untuk datang ke UNS dan mengapresiasi terselenggarakan acara Artefac yang berkreativitas mengangkat seni dan olahraga di era sekarang ini.

    Kompetisi yang telah digelar oleh ARTEFAC UNS terdiri atas  Contemporary Dance Competition, Modern Dance Competition, dan Monolog Competition.

    Mohammad Da’i, Ketua ARTEFAC UNS 2022 menyampaikan terimakasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kompetisi ARTEFAC UNS. Meskipun diadakan di tengah pandemic, tetapi antusiasme dari para peserta sangat luar biasa terbukti dengan jumlah peserta dari masing-masing kompetisi yaitu Monolog Competition sebanyak 50 peserta, Modern Dance Competition sebanyak 25 peserta , dan Contemporary Dance Competition sebanyak 26 peserta.

    Kompetisi yang diadakan ARTEFAC UNS sudah di selenggarakan selama beberapa tahun dan selalu ditunggu-tunggu oleh pecinta penikmat seni dan olahraga di seluruh Indonesia. Peserta berasal dari penjuru Indonesia mulai dari Surakarta, Bali, Jakarta, Blora, Semarang, dan lain-lain.

    Acara ini dimeriahkan dengan talkshow dari para juri Monolog Competition yaitu Hanindawan dan Nano Riantiarno yang memberikan wawasan mengenai Monolog. Mereka mengatakan bahwa Monolog merupakan suatu ruang yang digunakan untuk menampilkan kreativitas dari para pemain untuk menghasilkan suatu karya. Pada Monolog Competition terdiri dari dua kategori yaitu kategori SMA dan Universitas.

    Setelah melewati penjurian, untuk juara Monolog Competition pada kategori SMA diraih oleh Teater Gentamalini sebagai Penata Musik Terbaik, Teater Tsuntsinelas sebagai Artistik Terbaik, Teater Timboel sebagai Juara 3, Teater Bala sebagai Juara 2, dan Teater Gentamalini sebagai Juara 1. Sedangkan pada kategori Universitas, juara Monolog Competition diraih oleh Teater Sendratasik sebagai Penata Musik Terbaik, Teater Geniwara sebagai Artistik Terbaik, Teater Soekamto sebagai Juara 3, Teater Sendratasik sebagai Juara 2, dan Teater Trompah sebagai Juara 1.

    Selain itu, talkshow juga dihadiri oleh juri Contemporary Dance Competition yaitu Didik Nini Thowok dan Otniel Tasman menjelaskan sedikit tentang kontemporer sebagai sesuatu yang diekspresikan pada diri kita dengan spontan dimana identik dengan kebebasan dan dapat mengikuti zaman.

    Setiap periode seni tari kontemporer akan beruba-ubah atau dapat mengikuti perkemnangan zaman dengan media yang baru pula. Untuk pemenang Contemporary Dance Competition diraih oleh Sawung Dance Studio sebagai Best Choreo, Janata Team sebagai Juara 3, Taksu Krisna sebagai Juara 2, dan Kuda Dance Community sebagai Juara 1.

    Talkshow selanjutnya menghadirkan juri dari Modern Dance Comptetition yaitu Timboel Hiphop dan Acia Pink Panda yang menjelaskan sedikit tentang modern dance dimana para peserta semakin kreatif dalam berkoreografi. Para dewan juri memberi insight dalam perlombaan dance online selain gerakan dance perlu memperhatikan hal lain seperti kostum, pencahayaan, videografi, dan editing. Pemenang kompetisi modern dance, juara 1 dimenangkan oleh Centermix Crew yang berasal dari Blora, Juara 2 adalah Three Six One, Juara 3 dimenangkan oleh Recycle Crew, dan Best Choreo Excellent Dance.

    Di sela acara terdapat pertujukan live tari tradisional dan dance dari Guest Star yang sangat spektakuler.

    Demikian acara berjalan dengan meriah dan lancer. Acara ini sebagai penutup Artefac di tahun 2022. Kami harap acara ini dapat memberi kesan bagi semua yang terlibat dan Artefac selanjutnya bisa dilaksanakan dengan lebih meriah. Sampai jumpa di Artefac selanjutnya.!

    (Tetri)

  • Webinar Internasional FEB UNS Bahas Economic Recovery and SDGs Insight from COVID-19 Pandemic

    Webinar Internasional FEB UNS Bahas Economic Recovery and SDGs Insight from COVID-19 Pandemic

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan Webinar Internasional bertajuk “Economic Recovery and SDGs Insight from COVID-19 Pandemic ”, Kamis 24 Februari 2022 secara Hybrid di Aula Gedung IV FEB UNS dan Zoom Meeting.

    Agenda webinar tersebut menghadirkan dua pembicara keynote dan tiga pembicara yang membahas secara mendalam kondisi pemulihan ekonomi di Indonesia, kawasan ASEAN, serta implikasinya terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDG-Tujuan Pembangunan Berkelanjutan).

    Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto dalam sambutannya mengungkapkan rasa terima kasih pada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penyelenggarakan webinar internasional tersebut.

    Prof. Djoko menyatakan bahwa proses pemulihan ekonomi Indonesia di tahun 2021 telah membawa pesan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap optimis.

    “Pemerintah telah mengambil berbagai kebijakan sebagai bentuk respon terhadap kondisi pandemi Covid-19. Kita sebagai akademisi diharapkan untuk berpartisipasi dalam pencapain SDGs paska pandemi Covid-19. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pembicara dan hadirin yang telah berpartisipasi dalam acara ini. Semoga peserta dapat berpartisipasi aktif dalam webinar internasional ini,” ungkap Prof. Djoko.

    Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho pada sambutannya menyoroti dampak pandemi Covid-19 khususnya di bidang ekonomi, seperti peningkatan pengangguran, penurunan produksi, dan peningkatan utang pemerintah.

    “Kolaborasi dan sinergi antar institusi pemerintah didukung oleh kepercayaan publik akan dapat mempercepat proses pemulihan ekonomi Indonesia, untuk dapat menjadi lebih kuat, kompetitif, dan menjadi negara yang lebih independen,” jelas Prof. Jamal.

    Dalam kesempatan tersebut, Prof. Jamal dengan bangga mengumumkan launching buku yang ditulis oleh dosen dari FEB UNS berjudul “Indonesia Economic Recovery After Covid-19: Multiple Aspect Approach (Pemulihan Ekonomi Indonesia Paska Pandemi Covid-19: Pendekatan Multi Aspek)” yang akan tersedia dalam dua volume, serta pembukaan (launching) website dari Konferensi Internasional “the 2nd Incredible 2022.”

    Pada sesi keynote speech, dua pembicara dihadirkan untuk menyampaikan paparan mengenai proses pemulihan ekonomi Indonesia paska pandemi Covid-19 yaitu Bapak Doni Primantono Joewono yang saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia dan Muhammad Ichsanuddin selaku Deputi Komisioner OJK bidang Industri Keuangan Non Bank (IKNB).

    Doni P. Joewono menyampaikan bahwa ekonomi domestik Indonesia naik ke 5,02% dari 3,51% dari tahun sebelumnya, sementara pertumbuhan ekonomi di angka 3,69% dari depresi di tahun sebulumnya.

    Ditegaskan bahwa di tahun ini, kebijakan moneter akan berfokus pada stabilitas ekonomi dengan menitikberatkan pada kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran, money market deepening, serta ekonomi hijau dan keuangan inklusif. Sementara itu, Muhammad Ichsanuddin membahas secara mendalam mengenai peran tiga sektor yang dapat bertahan dari dampak pandemi Covid-19 antara lain industri asuransi, keuangan non-bank, dan dana pensiun.

    Acara dilanjutkan dengan official launching dari buku “Indonesia Economic Recovery After Covid-19: Multiple Aspect Approach (Pemulihan Ekonomi Indonesia Paska Pandemi Covid-19: Pendekatan Multi Aspek)” yang ditulis oleh akademisi FEB UNS antara lain Dr. Agung Nur Probohudono, Prof. Asri Laksmi Riani, Prof. Djoko Suhardjanto, Prof. Hunik Sri Runing Sawitri, Prof. Izza Mafruhah, Prof. Rahmawati, beserta beberapa dosen FEB UNS lainnya. Selain akademisi FEB UNS, buku ini juga mencakup bab dari akademisi dari universitas partner seperti Prof. Siong Hook Law dari Universiti Putra Malaysia, serta Doni Primantono Joewono dan Muhammad Ichsanuddin sebagai editor.

    Acara dilanjutkan dengan paparan materi utama dari tiga pembicara yaitu Prof. Dr. Tamat Sarmidi, Professor bidang Ekonomi, Universiti Kebangsaan Malaysia dengan paparan tentang pemulihan ekonomi dan SDG di Malaysia, ASEAN, serta kaitannya dengan SDG, Dr. Arianto A. Patunru, Crawford School of Public Policy, Australian National University dengan materi tentang relevansi SDG dan kondisi paska pandemi terutama di sektor ketahanan pangan, dan Prof. Dr. Rahmawati, Professor bidang Akuntansi FEB UNS dengan materi berjudul “Optimisation of Bumdes in the Processsing of Tourist Waste in Berjo Karanganyar (Optimisasi BUMDES dalam Pengolahan Limbah Wisata di Berjo Karanganyar.”

    Acara webinar yang berlangsung selama lebih dari dua jam tersebut ditutup dengan sesi tanya jawab dan launching laman Konferensi Internasional INCREDIBLE Kedua (2nd International Congress on Regional Economic Development, Information Technology, and Sustainable Business-INCREDIBLE) yang akan dilaksanakan pada 25-26 Agustus 2022, sebagai bagian dari perayaan Dies Natalis UNS ke 46. (Tetri dan Aulia)

  • FEB UNS Gelar Temu Kangen dengan Para Senior

    FEB UNS Gelar Temu Kangen dengan Para Senior

    Tim Bidang Pengabdian Internal dan Dharma Wanita Persatuan, Dies Natalis ke 46 Universitas Sebelas Maret (UNS) yang diketuai oleh Dr. Atmaji, MM menggelar Temu Kangen dengan Senior FEB UNS di Pendopo Aula Suhardi atau Aula Gedung 3 FEB UNS, Sabtu, 5 Maret  2022.

    Kegiatan dihadiri oleh sejumlah Senior FEB diantaranya Bapak Tjilik Suwito, Bapak Soetantyo, Ibu Sri Suwarsi, Ibu GAA Susilowati, Bapak Darustam dan Ibu Mahastuti Agung.  Acara dikemas dalam suasana santai, riang penuh keakraban, mengingatkan kembali pengalaman saat terbentuknya FEB dengan berbagai cerita suka duka.

    Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M. Com, Ph,D., Ak. dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara seperti ini sangat penting, mempertemukan antara senior dan yunior agar para yunior tahu dan memahami bagaimana FEB UNS didirikan, suka dukanya seperti apa. Ke depan, kita harus bisa hidup rukun, ayem tentrem dan berharap kegiatan seperti ini akan selalu menjadi agenda rutin.

    Dekan FEB UNS Saat Sambutan

    Dekan juga menyampaikan terima kasih kepada para senior FEB yang telah memberikan pondasi yang kuat bagi kita semua sehingga FEB bisa mencapai seperti hari ini.

     “Terimakasih kepada para Bapak Ibu Senior yang telah menjadi peletak dasar berdirinya FEB, tanpa Bapak Ibu semua, FEB tidak akan bisa seperti ini. Dan untuk para yunior, jangan lupakan sejarah. Dari para senior, kita bisa mengetahui fakta sejarah bagaimana terbentuknya FEB UNS dengan segala perjuangannya. Dan ini harus dipahami oleh kita semuanya” tegasnya.

    Di acara tersebut, Dekan juga menyampaikan berbagai capaian prestasi yang telah diraih FEB UNS  hingga saat ini.

    Sejak tanggal 6 Oktober 2020, Universitas Sebelas Maret (UNS) resmi berstatus sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), berdasarkan Peraturan Presiden No. 56 Tahun 2020 Tentang UNS PTN-BH,. Dengan status itu, kita harus masuk dalam 500 besar dunia, banyak hal yang harus kita kejar dan kita perjuangkan untuk mencapainya.

    “Alhamdulillah,  posisi FEB masuk peringkat +600 berdasarkan World Univerity Ranking (WUR) dan  UNS berada di ranking +1200. FEB juga telah membuka program kelas internasional dan sudah berjalan untuk Program Studi S1 Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan, FEB mendapatkan bantuan Matching Fund Kedaireka dengan tajuk Educamp Wisata Preneur, Prodi S1 EP FEB berhasil membangun program kerja sama dengan United Nation Development Program (UNDP) dan Prodi S1 Manajemen FEB berhasil memenangkan  Hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka” urainya.

    Pemberian Tali Asih kepada Senior FEB

    Selanjutnya, di tahun 2022,  FEB akan mendirikan Prodi S1 Bisnis Digital dan akan membuka kelas Internasional untuk Prodi S1 Manajemen dan juga percepatan Lektor Kepala dan Guru Besar. Semoga FEB UNS akan semakin maju dan banyak menghasilkan profesor agar bisa memperkuat rangking kita ditingkat nasional dan internasional.

    Sementara itu, Dr. Atmaji, MM dalam laporan kegiatannya menyampaikan, acara Temu Kangen dengan Senior FEB ini merupakan agenda ketiga, setelah sebelumnya, tim melakukan kunjungan silaturahmi ke rumah keluarga para Tokoh atau Pendiri FEB  dan juga ziarah makam. Acara-acara yang diselenggarakan juga atas kerjasama dengan alumni FEB UNS.

    Di Tanggal 23 Februari 2022 lalu, Tim bersama dengan Dharma  Wanita Unit Persatuan FEB melakukan silaturahmi ke keluarga Pendiri  FEB. Sehari sebelum kegiatan Temu Kangen ini, Tim juga melakukan ziarah ke lima makam para pendiri FEB.

    “Kelima Peletak Dasar FEB yang kami ziarahi tersebut,  akan diabadikan namanya menjadi nama gedung di FEB UNS meliputi: Gedung I, Soeharno TS, Gedung II, Djarwanto PS,  Gedung III, Suhardi, Gedung IV, Bachtiar Effendi dan Soedarah Soepono untuk nama Gedung V. Penamaan Gedung tersebut secara resmi telah tertuang dalam Keputusan Rektor UNS No 12/UN27/HK/2022 tanggal 4 Januari 2022 tentang Penamaan Gedung di Lingkungan Universitas Sebelas Maret Tahun 2022” jelasnya.

    Disampaikan juga, penamaan gedung dengan Nama Tokoh-Tokoh Pendiri FEB ini akan mengingatkan kita pada kegigihan para pendahulu kita yang telah berjuang dalam mendirikan FEB UNS.

    FEB saat ini sudah menorehkan banyak prestasi dan sudah dipandang dunia, semua prodinya sudah terakreditasi A, dan di bulan Maret ini kita akan berjuang untuk meraih Akreditasi Internasional AQAS. (Tetri)

  • Doni P. Joewono Kembali Terpilih sebagai Ketua  KAFEB UNS

    Doni P. Joewono Kembali Terpilih sebagai Ketua KAFEB UNS

    Doni Primanto Joewono, M.Si., Deputi Gubernur Bank Indonesia terpilih kembali menjadi Ketua formatur yang sekaligus juga sebagai  Ketua Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (KAFEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk periode 2021-2026 berdasarkan hasil Musyawarah Nasional (MUNAS) KAFEB UNS yang digelar di Aula FEB UNS, Sabtu 29/1/2022.

    Sidang MUNAS yang dipimpin oleh Agung Nur Probohudono, Ph.D diikuti oleh perwakilan dari angkatan 1976 hingga 2017 dan pelaksanaannya didukung oleh BI Solo, PT Kereta Api Indonesia, PT Jaktour , Batik Riana dan sponsor-sponsor pribadi lainnya.

    Dalam laporan pertanggungjawaban periode sebelumnya, Doni P. Joewono menyampaikan terima kasih kepada para pengurus dan juga memaparkan progam yang telah  dijalankan.

    “Kami atas nama KAFEB 2016-2021 mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang menjadi pengurus. Dalam perjalanan 5 tahun walaupun banyak yang kita lakukan, saya rasa belum optimal. Yang penting KAFEB kita bawa sebagai suatu organisasi yang profesional. Selama 5 tahun paling tidak kita sudah memiliki rekening bank, logo KAFEB. Di periode 5 tahun sebelumnya kita rapikan administrasinya” ungkapnya.

    Peserta MUNAS 2022 dari berbagai angkatan

    Selanjutnya dikatakan, program yang ingin diteruskan adalah program beasiswa.  KAFEB melihat banyak anak-anak FEB yang berprestasi tapi tidak memiliki cukup biaya. KAFEB UNS terus memberikan beasiswa kepada anak-anak yang FEB berprestasi, hingga kini mencapai hampir setengah miliar.

    “Beasiswa ini tentunya berkat teman-teman alumni yang ikhlas mendonasikan. Mahasiswa yang kita beri beasiswa, kita ikuti perkembangannya, kita mendampingi hingga mereka mendapatkan pekerjaan. Teman-teman yang telah kita berikan beasiswa menjadi lulusan-lulusan terbaik, sudah bekerja di perusahaan-perusahaan.” ungkapnya.

    Selain beasiswa untuk mahasiswa, KAFEB juga telah melakukan kajian-kajian riset, mengembangkan database alumni, termasuk juga berbagai aktifitas pengembangan di bidang kelembagaan dan juga alumni.

    Ketua KAFEB Terpilih Melaunching QRIS

    Munas yang bertema “Bersama Alumni FEB Membangun Kemandirian dan Keunggulan UNS” dihadiri Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho; Ketua Umum IKA UNS, Ir. Budi Harto;  Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto; Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Prof. Wimboh Santoso; Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doni Primanto Joewono, M.Si.; Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (KAI), Didiek Hartantyo; dan alumni lainnya.

    Pada acara MUNAS tersebut juga di-launching Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) KAFEB UNS sebagai inovasi pembayaran digital yang dapat memfasilitasi pengumpulan dana alumni. QRIS merupakan standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

    Deputi Gubernur Bank Indonesia yang juga sebagai Ketua tim formatur terpilih KAFEB UNS periode 2021 – 2026, Doni Primanto Joewono melakukan scanning QRIS KAFEB UNS sebagai tanda telah diresmikannya QRIS KAFEB UNS.

    Selain di KAFEB UNS, QRIS juga telah diimplementasikan di lingkungan kampus UNS antara lain di kantin, tempat ibadah, SPBU yang telah dilaunching pada tahun 2021 bersama Bank Indonesia Solo. (Tetri)

  • KAFEB UNS Adakan MUNAS Sekaligus Launching QRIS

    KAFEB UNS Adakan MUNAS Sekaligus Launching QRIS

    Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (KAFEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan Musyawarah Nasional (Munas) di Aula Gedung 3 FEB UNS, Sabtu (29/1/2022) secara luring.

    Munas yang bertema “Bersama Alumni FEB Membangun Kemandirian dan Keunggulan UNS” dihadiri Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho; Ketua Umum IKA UNS, Ir. Budi Harto;  Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto; Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Prof. Wimboh Santoso; Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doni Primanto Joewono, M.Si.; Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (KAI), Didiek Hartantyo; dan alumni lainnya.

    Prof. Djoko Suhardjanto,  dalam sambutannya mengapresiasi terselenggaranya kegiatan MUNAS KAFEB UNS. Ditegaskannya bahwa alumni turut berkontribusi terhadap kemajuan suatu institusi pendidikan.

    “Mari kita bersama guyub rukun merajut prestasi untuk FEB dan UNS yang lebih baik,” kata Prof. Djoko.

    Didiek Hartantyo yang merupakan alumnus FEB UNS menyampaikan terima kasih kepada UNS khususnya FEB UNS yang telah membekali ilmu untuk mengabdi kepada negara.

    “Ekonomi Mikro, Makro, Statistika yang dulu dianggap remeh ternyata dalam keseharian mampu membekali menuju kesuksesan. Saya mengucapkan terima kasih kepada FEB yang telah membekali ilmu dasar-dasar logika yang menjadi bekal saya. Bekal ini yang menjadikan lulusan UNS bisa bersaing dalam dunia kerja dan turut berkontribusi untuk masyarakat,” ungkap Dirut PT KAI tersebut.

    Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Umum IKA UNS, Ir. Budi Harto. Ia berharap melalui Munas ini dapat memberikan dampak bagi para alumni maupun sivitas akademika FEB UNS. Selain itu, melalui kegiatan ini juga dapat membangun jejaring baru antar-alumni yang ada di FEB UNS. Terlebih, dalam kegiatan ini juga menghadirkan stand expo Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dimiliki oleh mahasiswa dan alumni FEB.

    Sedangkan Prof. Wimboh menyampaikan bahwa semakin banyak ilmu yang didapatkan maka semakin besar pula peluang untuk membangun kesuksesan. Alumnus UNS tersebut juga menyampaikan terima kasih kepada FEB UNS yang turut berperan dalam membangun kariernya. Ia menambahkan bahwa hubungan yang kuat antara alumni dengan universitas dapat menciptakan sebuah kolaborasi yang hebat.

    “Mari saling nyengkuyung supaya lebih kokoh dan jejaring yang dibangun semakin luas,” ungkap Prof. Wimboh.

    Sebelum membuka acara secara resmi, Prof. Jamal mengapresiasi seluruh alumni UNS, khususnya FEB UNS karena turut mendukung penuh UNS dalam   mewujudkan visinya mencapai World Class University.

    “Saya mencatat beberapa prestasi membanggakan yang berhasil dipersembahkan oleh FEB UNS, antara lain dalam pemeringkatan QS-Asia Ranking, distribusi negara scholer yang mem-votes UNS didominasi dari bidang ekonomi dan bisnis. Begitu juga dengan kontribusi dan dukungan SDM Alumni FEB UNS yang diberikan kepada negara dengan menduduki posisi strategis di pemerintahan,” terang Prof. Jamal.

    Beberapa alumni FEB UNS yang memiliki peranan penting dalam pemerintahan antara lain Prof. Wimboh Santosa, Ketua Dewan Komisioner OJK; Dr. Abdul Kharis Almasyhari, Wakil Ketua Komisi I DPR RI; Didik Hartantyo, Dirut PT. KAI; Doni Primanto Joewono, M.Si., Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI); Sigit Widyawan, M.Akt., Komisaris Independen BNI; A Iskandar Zulkarnain,M.M., Anggota Badan Pengelola Keuangan Haji; dan masih banyak lagi alumni FEB yang menduduki posisi penting.

    Pada acara MUNAS tersebut juga di-launching Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) KAFEB UNS sebagai inovasi pembayaran digital yang dapat memfasilitasi pengumpulan dana alumni. QRIS merupakan standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

    Deputi Gubernur Bank Indonesia yang juga sebagai Ketua tim formatur terpilih KAFEB UNS periode 2022 – 2027, Doni Primanto Joewono melakukan scanning QRIS KAFEB UNS sebagai tanda telah diresmikannya QRIS KAFEB UNS.

    Selain di KAFEB UNS, QRIS juga telah diimplementasikan di lingkungan kampus UNS antara lain di kantin, tempat ibadah, SPBU yang telah dilaunching pada tahun 2021 bersama Bank Indonesia Solo.  (Tetri)

  • RG Green Economy dan Sustainable Development FEB UNS Latih Guru dan Pendamping TK Aisyiyah se Kabupaten Sukoharjo

    RG Green Economy dan Sustainable Development FEB UNS Latih Guru dan Pendamping TK Aisyiyah se Kabupaten Sukoharjo

    Entrepreneur  merupakan  salah satu program utama yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi masalah pengangguran dan meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat. Entreprenuer merupakan karakter yang harus dibangun sejak dini.  Berangkat dari permasalahan tersebut maka perlu dilakukan inisiasi dan pelatihan bagi anak-anak melalui Kidpreneurship.

    Model pelatihan yang dilakukan dengan tetap memperhatikan kebiasaan dan perilaku anak yang cenderung belajar sambil bermain, dengan panduan dari guru  dan pendamping. Oleh sebab itu maka pelatihan diberikan kepada guru atau pendamping yang akan mentraining anak-anak  dan memandunya secara terus menerus dan berkelanjutan.

    Tanaman Hidroponik

    RG Green Economy dan Sustainable Development Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) melakukan pelatihan pembuatan tanaman hidoponik yang dilakukan terhadap guru  dan pendamping,  dengan sasaran guru TK Aisyiyah se Kabupaten Sukoharjo yang dilakukan di Gayam Sukoharjo.

    Pelatihan ini dengan instruktur Drs. Djoko Purwanto dari Dipi Urban Farming yang telah berpengalaman dalam melakukan penghijauan di lahan sempit. Proses pelatihan dan dilanjutkan dengan pendampingan dengan memberikan fasilitas peralatan tanam, benih dan media yang digunakan.

    Pelatihan dengan model praktek langsung ternyata memberikan dampak yang bagus bagi para guru yang langsung bisa mengimplementasikan kepada anak-anak didiknya di TK Aisyiyah.

    Foto bersama Usai pelatihan 

    Tanaman yang digunakan dalam pelatihan ini adalah sayur-sayuran sehingga terdapat keuntungan lain yaitu mendidik anak-anak untuk menyukai sayuran dan pola makan yang sehat. Selain itu hasil tanaman yang telah bisa dipanen dalam jangka waktu satu bulan akan bisa dilelang kepada orang tua siswa sehingga mendidik anak untuk membangun jiwa dan karakter entrepreneur sejak dini. (Tetri)

  • FEB UNS Terima Kunjungan SMA Islam Al Azhar 8 Bekasi

    FEB UNS Terima Kunjungan SMA Islam Al Azhar 8 Bekasi

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menerima kunjungan SMA Islam Al Azhar 8 Bekasi  secara luring di Ruang Telekonferen FEB UNS dan daring, Jumat 7 Januari 2022.

    Atas nama pimpinan sekolah, Sulardiyono, S.Pd., M.M., Wakil Kepala Sekolah SMA Islam Al Azhar 8  dalam sambutannya menyampaikan salam takzim kepada Dekan FEB UNS dan jajarannya, berterima kasih atas waktu yang diberikan untuk menerima kunjungan dari SMA Al-Azhar 8 ke FEB UNS. Harapannya, kunjungan ini memberikan manfaat khususnya kepada para siswa.

    Sulardiyono, M.M., Wakil Kepala SMA Islam Al Azhar 8 Kota Bekasi

    Beberapa hal ingin dipetik dalam kunjungan ke FEB UNS adalah mendapatkan informasi mengenai keunggulan-keunggulan yang dimiliki FEB UNS, profil lulusan dan serapan di dunia kerja, khususnya alumni FEB yang sudah sukses. Selain itu informasi tentang jalur masuk ke FEB dan program-program beasiswa yang ditawarkan, juga implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

    Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS, Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E., M.Si, di awal sambutannya mewakili Dekan secara daring menyampaikan ucapan selamat datang kepada pimpinan sekolah, guru dan siswa SMA Islam Al Azhar 8 , baik yang hadir secara luring ataupun daring.

    Lebih lanjut, Prof. Izza memperkenalkan jajaran pimpinan serta memaparkan profil FEB UNS, diantaranya penjelasan terkait  program studi (prodi), sumber daya manusia,  kerjasama, profil lulusan, organisasi kemahasiswaan dan MBKM.

    Prof. Izza Mafruhah, saat sambutan

    Di hadapan lebih dari 200 siswa SMA Islam Al Azhar 8 yang hadir secara daring Prof. Izza juga menyampaikan trik untuk mencapai target, yakni dengan SMART, tak hanya berarti cerdas tapi SMART juga singkatan dari Specific, Measurable, Achievable, Realistic dan Time Bounded.

    “Untuk dapat mencapai target, kita harus specific dalam menentukan prodi yang dituju, juga harus bisa mengukur kemampuan diri kita, measurable. Achievable berarti sebuah target itu harus mampu diraih, jangan berangan-angan terlalu tinggi, sesuai dengan kemampuan. Realistic artinya apa yang ingin dicapai disesuaikan dengan bekal yang kita miliki. Dan yang terakhir adalah Time bounded, ada jangka waktu. Ketika kita punya waktu sekitar 3 atau 4 bulan lagi untuk berkompetisi masuk perguruan tinggi maka kita harus menambah waktu belajarnya, kurangi nobarnya. Dengan modal SMART itu, maka kita akan mampu menentukan target apa yang akan dicapai.” jelasnya.

    Yaman Umaran, S.Si dan paparan presentasi

    Sementara itu, Yaman Umaran, S.Si dari UPT SPMB menjelaskan detil tentang bagaimana memilih Perguruan Tinggi Negeri (PTN), jalur masuk, peluang serta strategi masuk PTN.

    Berfoto bersama usai acara

    Secara singkat, Yaman menyampaikan tiga strategi yang harus dipersiapkan siswa untuk masuk ke PTN yakni tentukan bidang studi yang diminati, pilih universitas bereputasi dan yang mendukung kesuksesan, serta persiapkan diri secara sungguh-sungguh dalam mengikuti seleksi masuk PTN.   (Tetri)

  • Professor Malaysia Review Program Kewirausahaan Prodi S1 Manajemen

    Professor Malaysia Review Program Kewirausahaan Prodi S1 Manajemen

    Sejalan dengan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan oleh Kemdikbudristek, Program Studi (Prodi) S1 Manajemen, Fakultas EKonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, mengadakan Visiting Professor bersama Associate Professor Dr. Yuhanis Abdul Azis, pada Kamis, 16 Desember 2021, secara virtual melalui Zoom Clound Meeting. Agenda ini merupakan bagian dari rangkaian program Visiting Professor dalam Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2021.

    Agenda pertemuan dengan judul ‘Curriculum Development in Entrepreneurship’ tersebut membahas implementasi program MBKM Kewirausahaan yang saat ini sedang dijalankan oleh Prodi Manajemen.

    Program MBKM merupakan program belajar mandiri yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk dapat mempelajari materi atau topik yang sesuai dengan ketertarikan mahasiswa. Saat ini tercatat terdapat 11 (sebelas) mahasiswa yang terbagi dalam 8 (delapan) kelompok, sedang mengikuti program kewirausahaan MBKM.

    Pada kesempatan tersebut, Prof. Yuhanis menyampaikan hasil review terkait program kewirausahaan Prodi S1 Manajamen FEB UNS yang dikemas dalam tiga poin besar yaitu feedback, rekomendasi, dan kesimpulan.

    Dalam paparannya terkait pengembangan rubrik, Prof. Yuhanis menyatakan bahwa rubrik yang telah dipersiapkan oleh Prodi Manajemen sudah cukup baik.

    “Rubrik Penilaian telah disiapkan dengan baik oleh prodi, meskipun tetap terdapat ruang untuk perbaikan seperti pentingnya menjaga konsistensi dari istilah yang digunakan dan revisi agar rubrik tersebut dapat merefleksikan subjek yang dinilai.”

    Lebih lanjut, Prof. Yuhanis mengakui bahwa laporan yang telah disiapkan oleh prodi terkesan cukup padat, sehingga elaborasi lebih lanjut dapat dilakukan untuk memberikan informasi yang lebih detail serta panduan bagi pembimbing mahasiswa yang ditunjuk.

    Terkait sistem tugas akhir yang diterapkan dalam program tersebut, Prof. Yuhanis menekankan pentingnya informasi terkait target capaian dari Tugas Akhir (Final Assignment), apakah mahasiswa diharapkan untuk melakukan riset atau tidak. Untuk Final Assignment, rubrik penilaian juga diperlukan.

    Terkait syllabus, Prof. Yuhanis mengungkapkan tiga poin temuan yaitu informasi mengenai Target Capaian Luaran yang perlu disesuaikan, kesesuaian subjek, penamaan subjek mata kuliah dan sistem penilaian.

    Setelah penyampaian materi oleh Prof. Yuhanis, acara dilanjutkan dengan tanya jawab, dipimpin oleh Risgiyanti (Dosen prodi Manajemen) selaku moderator acara, antara Prof. Yuhanis dan peserta yang merupakan dosen dari Prodi Manajemen FEB UNS.

    Tim: Tetri dan Aulia