FEB

Kategori: fakultas

  • Mahasiswa FEB Ikuti Pelatihan Effective Logistics Management

    Mahasiswa FEB Ikuti Pelatihan Effective Logistics Management

    Sejumlah mahasiswa dari program studi S1 Manajemen, Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti Pelatihan Effective Logistics Management, Kamis, 16 Juni 2022 di Ruang 2022 Gedung Djarwanto PS.

    Pada pelatihan yang digelar hingga besok, Jumat 17 Juni 2022, praktisi dari Alfi Institute menyampaikan beberapa materi diantaranya Perdagangan Internasional, Incoterm 2020, Packaging, Customs Procedure (Prosedur Pabean Ekspor Impor), Pengangkutan Barang Internasional, Introduction to Logistics, Warehouse Management dan IT in Logistics.

    Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si , Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS dalam sambutannya mengatakan pelatihan ini adalah semacam ekstrakurikuler untuk menambah keterampilan bagi mahasiswa khususnya dalam bidang Managemen Logistik. Setelah pelatihan, mahasiswa juga akan mendapatkan sertifikat untuk melengkapi Surat Keterangan Pendamping Ijazah.

    Disampaikan juga, pelatihan ini adalah kali ketiga yang dilaksanakan FEB, yang pertama dilaksanakan dengan peserta para dosen, kedua dengan peserta dosen dan mahasiswa. Beberapa dosen FEB sudah ada yang tersertifikasi sehingga memungkinkan kegiatan ini untuk dikombinasikan.

    “Pelatihan ini akan kita kembangkan lebih terstruktur sehingga paling tidak bisa mencapai sekitar 12 SKS,  sehingga bisa tercapai MBKM. Pelaksanaannya juga bukan hanya di kelas namun dengan studi lapangan” ungkapnya.

    Menurutnya, ke depan perdagangan luar negeri adalah suatu keniscayaan yang harus kita siapkan dan harus kita ikuti. Perdagangan semakin global sehingga mahasiswa tidak cukup hanya berpegang pada teori yang diajarkan di kelas saja yang akan berbeda dengan implementasi yang ada di lapangan, pastinya akan ada kesenjangan. Itulah sebabnya praktisi kita libatkan dalam proses pembelajaran untuk membuka wawasan mahasiswa.

    Di akhir sambutannya, Prof Izza berpesan kepada mahasiswa untuk mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh. FEB telah banyak memfasilitasi berbagai pelatihan untuk pengembangan skill mahasiswa dan peluang ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

    (Tetri)

  • Beragam Pertunjukan Daerah Meriahkan Pergelaran Budaya di FEB

    Beragam Pertunjukan Daerah Meriahkan Pergelaran Budaya di FEB

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar beragam pertunjukan untuk memeriahkan Pergelaran Budaya di Halaman Gedung Djarwanto PS FEB, Jumat malam, 10 Juni 2022.

    Gamelan dan gending Jawa, lagu-lagu daerah serta wayang kulit kontemporer dihadirkan sebagai wujud kepedulian FEB untuk melestarikan budaya daerah. Tamu undangan yang hadir pun diharapkan mengenakan pakaian adat nusantara.

    Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho SH, M.Hum. memberikan apresiasi kepada FEB yang mampu menyuguhkan pergelaran budaya dengan sangat meriah. Rektor juga mengajak kepada seluruh hadirin untuk menyukseskan pergelaran budaya yang telah menjadi agenda rutin UNS, sekali dalam sebulan.

    Sementara itu, Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons) Ph,D, Ak. dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah berkenan hadir di kegiatan Pergelaran Budaya dan juga kepada seluruh tim yang telah kompak bekerja untuk kesuksesan seluruh rangkaian acara.

    “Terima kasih untuk Pimpinan UNS, Pimpinan FEB, Dharma Wanita, Dosen, Tendik, Mahasiswa dan juga Alumni serta tamu undangan lain yang telah berkenan hadir di pergelaran ini. Dalam waktu persiapan yang tidak terlalu lama, Alhamdulillah FEB akhirnya bisa melaksanakannya. Silakan menikmati hiburan daerah yang kami sajikan, dan juga wedangan serta makanan yang telah kami siapkan, juga bisa diambil secara langsung di gerobak-gerobak hik di area pergelaran” Kata Dekan.

    Dekan juga mohon kepada Rektor untuk meresmikan Gerbang Garuda Yaksa.  Gerbang Garuda Yaksa memiliki makna filosofi yang luhur.  Kata “Yaksa” diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti seorang setengah dewa yang bisa menembus langit. Ini merupakan sebuah harapan kami agar lulusan FEB UNS dapat “menembus langit”.

    Di Gerbang Garuda Yaksa ini ada 8 pilar yang menunjukkan hastabrata. “Hasta” berarti delapan dan “brata” berarti perilaku pengendalian diri. Hastabrata melambangkan kepemimpinan dengan delapan unsurnya yaitu, bumi, matahari, api, samudera, langit, angin, bulan, dan bintang.  Gerbang ini sebagai lambang kepemimpinan yang ideal.

    Pergelaran budaya diawali dengan peresmian Gerbang Garuda Yaksa FEB oleh Rektor UNS, Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Rektor UNS dan Dekan FEB, disaksikan oleh jajaran pimpinan UNS dan FEB serta tamu undangan.

    Selanjutnya, pentas musik gamelan dengan 4 lagu yang dibawakan dengan sangat semangat oleh mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) FEB UNS, lagu Ojo Dipleroki, Perahu Layar, Gugur Gunung dan Sarung Jagung. Kemeriahan semakin bertambah karena Pimpinan UNS yang hadir turut serta dalam menyanyikan ke empat lagu tersebut.

    Grup Band Tenaga Kependidikan (Tendik) FEB UNS dengan Vokalis Ardi Wikanto, Sub Koordinator Non Akademik turut memeriahkan acara dengan lagu-lagu daerah yang dibawakan.

    Wayang Kontemporer dengan lakon Gathutkaca Senopati oleh Paguyuban Dalang Muda se Surakarta, Darmasuta menjadi pementasan terakhir di acara Pergelaran Budaya FEB.  (Tetri)

  • Prodi S1 Manajemen Terima Kunjungan HMU Germany

    Prodi S1 Manajemen Terima Kunjungan HMU Germany

    Program Studi (Prodi) S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) tidak henti-hentinya mengembangkan jejaring kolaborasi internasional. Kali ini, Prodi Manajemen menerima kunjungan dari Neu-Ulm University of Applied Sciences (HNU) Germany, dalam rangka pengembangan kolaborasi pertukaran pelajar.

    Kunjungan yang dihadiri oleh perwakilan dari HNU Germany, Kaprodi dan Dosen Prodi Manajemen berserta mahasiswa tersebut dilaksanakan di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS, FEB UNS pada Kamis (02/06/2022).

    Kaprodi S1 Manajemen, Dr. Atmaji, MM dalam sambutannya berterima kasih atas kehadiran perwakilan HMU di kota Solo yang merupakan pusat budaya dan pendidikan. Usai menyampaikan profil singkat UNS dan Prodi, Dr. Atmaji berharap melalui kunjungan tersebut, kedua institusi dapat membangun pemahaman yang lebih baik terkait kesempatan kerja sama dan aktifitas lainnya.

    Lebih lanjut, Dr. Sinto Sunaryo, dosen Prodi Manajemen, menyampaikan informasi proses belajar mengajar yang diterapkan di Prodi Manajemen. Dr. Sinto juga menjelaskan mengenai metode yang digunakan dalam proses belajar mengajar serta fasilitas pendukung yang tersedia, termasuk juga informasi  program MBKM. “Semoga kolaborasi ini dapat bermanfaat bagi kedua institusi,” harap Dr. Sinto.

    Dua perwakilan HMU Jerman, Verena Seitz, Kepala International Office HMU dan Cornelia Häusler, Wakil Kepala Internasional memperkenalkan HMU kepada peserta yang hadir. Perkenalan tersebut mencakup profil universitas, petunjuk arah dan transportasi yang tersedia untuk mengunjungi HMU, program yang tersedia, kesempatan kolaborasi, profil dosen, serta dukungan yang diberikan oleh International Office HMU kepada mahasiswa internasional.

    Acara berlanjut dengan sesi tanya jawab bersama mahasiwa yang berlangsung secara interaktif. Antusias mahasiswa tampak jelas pada sesi tanya jawab, terutama terkait jumlah SKS yang ditawarkan, sarana pendukung, serta kriteria mahasiswa yang diharapkan oleh HNU untuk bergabung dalam program pertukaran pelajar. (Tetri & Alifah)

  • FEB UNS Undang Profesor Bidang SDM Jadi Narasumber di Capacity Building Dosen dan Tendik FEB UNS

    FEB UNS Undang Profesor Bidang SDM Jadi Narasumber di Capacity Building Dosen dan Tendik FEB UNS

    Kegiatan capacity building (peningkatan kapasitas) dilakukan untuk menjadi motivasi dalam diri dan meningkatkan hubungan kerja sama untuk meningkatkan budaya dan etos kerja pegawai, sehingga dapat mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien.

    Untuk hal itu, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan Capacity Building bagi Dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik), Kamis 12 Mei 2022 di Aula Lt 5, Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.

    Capacity Building yang merupakan bagian dari agenda Dies Natalis ke-46 UNS, menghadirkan Prof. Dr. Soeprayitno, MM, Guru Besar FEB UNS  yang baru saja dikukuhkan di 31 Maret 2022 lalu.

    Dalam event introduction, Prof. Izza Mafruhah, SE, M.Si mengatakan kegiatan capacity building ini harapannya dapat meningkatkan kinerja dosen dan tendik FEB UNS, juga mampu mempererat persaudaraan.

    “Kegiatan ini akan memberikan semacam penyegaran, refreshing. Mungkin selama ini pelayanan agak berkurang, kita akan lebih ditingkatkan lagi sehingga semester depan, saat mulai perkulihaan luring, kita sudah siap.

    Dikatakannya, hidup kita itu seperti pensil. Ada beberapa hikmah yang dapat kita ambil dari sebuah pensil. Pensil itu jika ditangan Affandi akan menghasilkan lukisan yang hebat, juga ketika pensil di tangan W.S Rendra maka akan menjadi karya puisi yang besar. Namun pensil tidak mengatakan kalau itu karyanya. Hikmahnya adalah sebagus apapun kerja kita, selalu ada tangan tuhan yang menggerakkan. Pensil jika digunakan untuk menulis terkadang ada yang salah, ketika salah maka harus segera menghapus, jika tidak maka akan selalu salah. Di kehidupan kita, baik kepada Allah, kepada manusia, kita harus segera meminta maaf. Dan yang ketiga kaitannya dengan capacity building, pensil jika sering digunakan untuk menulis,  pasti akan  tumpul, maka harus kita pertajam lagi dengan diraut dan bisa digunakan untuk menulis.

    “Untuk meningkatkan  ketajaman di dalam kita berkinerja, kita selayaknya seperti pensil yang diraut kembali agar runcing dan dapat digunakan menulis. Kita perlu dilatih, diingatkan kembali dan kali ini dengan seorang guru besar yang banyak memiliki penglaman di bidang Sumber Daya Manusia, Prof. Soeprayitno” ungkapnya.

    Saat sambutan dan membuka acara, Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com., Hons, Ph.D,Ak, mengingatkan peserta pada sebuah teori bahwa untuk mencapai kinerja yang optimal harus ada kesesuaian tujuan individu dan organisasi. Dengan menggunakan pendekatan goal setting theory, kinerja pegawai yang baik dalam menyelenggarakan pelayanan publik diidentikkan sebagai tujuannya. Para pegawai harus tahu dan memahami visi FEB UNS yakni menjadi pusat pengembangan ilmu ekonomi dan bisnis yang berkinerja tinggi dan berkelanjutan di tingkat nasional dan internasional berlandaskan pada nilai-nilai luhur  budaya nasional.

    “Visi kita harus menjadi lembaga yang unggul baik di tinggkat nasional maupun internasional tapi berbasis budaya nasional. Di dalam bekerja kita harus prigel, juga harus memiliki semangat gotong royong dan bekerja sama. Urip sing urup, memayu hayuning bawana, hidup harus bisa memberikan kebaikan untuk sesama dan alam sekitar”

    Kegiatan berlangsung dari pagi hingga siang dan diikuti dengan semangat oleh seluruh peserta. Di akhir acara, Prof. Soeprayitno meminta kepada seluruh peserta untuk menuliskan apa yang harus dilakukan agar menjadi pegawai yang lebih baik lagi dalam bekerja dan ditempelkan di papan yang telah disediakan.(Tetri)

     

  • Webinar Internasional Prodi MESP Angkat Tema How to Publish a High Quality of Paper and Time Series Method in Economic Analysis

    Webinar Internasional Prodi MESP Angkat Tema How to Publish a High Quality of Paper and Time Series Method in Economic Analysis

    Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan webinar bertajuk ‘How to Publish a High Quality of Paper and Time Series Method in Economic Analysis,’ Senin, 9 Mei 2022.

    Acara yang dibuka oleh Kaprodi MESP FEB UNS, Dr. Evi Gravitiani tersebut menghadirkan dua pembicara, Prof. Tamat Sarmidi dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dan Dr. Siti Aisyah Tri Rahayu, Dosen FEB UNS.

    Dalam materinya, Prof. Tamat Sarmidi berfokus pada beberapa tujuan pembelajaran antara lain kemampuan mahasiswa untuk menemukan tema penelitian yang relevan, mahasiswa dapat melaksanakan penelitian yang terukur dan reliabel, serta mahasiswa dapat mempublikasikan hasil penelitiannya pada jurnal bereputasi. Ketiga tujuan pembelajaran tersebut dirangkum dalam delapan sub-materi antara lain langkah-langkah penelitian dan publikasi, pencarian jurnal yang tepat, serta strategi menulis.

    “Saya bukan ahli dalam menulis artikel ilmiah, menurut pengalaman saya, pada awalnya saya membutuhkan beberapa bulan untuk dapat menyelesaikan sebuah artikel. Namun sekarang kurang lebih dalam satu bulan, satu artikel dapat saya selesaikan. Tentunya menulis artikel bukanlah suatu kegiatan yang mudah, sehingga membutuhkan konsentrasi yang tinggi,” jelas Prof. Tamat.

    Sementara itu, Dr. Siti Aisyah Tri Rahayu menyampaikan materi Data Time Series, analisis yang sering digunakan dalam penelitian di bidang ekonomi.

    “Data Time Series sebagian besar digunakan untuk menemukan pola variasi dari data di masa lalu untuk memprediksi perilaku di masa depan,” ungkap Dr. Siti Aisyah.

    Lebih lanjut Dr. Aisyah menjelaskan empat unsur yang ada dalam data time series yaitu trend, siklikal, musiman, dan tak beraturan.

    Webinar yang berlangsung selama hampir tiga jam dan dipandu oleh Amelia Choya selaku Moderator tersebut ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dengan peserta serta foto bersama.

    Tim: Tetri & Aulia

  • Dekan FEB: Kita Harus Dukung Gerakan Masuk ke Fase Knowledge Based Economy

    Dekan FEB: Kita Harus Dukung Gerakan Masuk ke Fase Knowledge Based Economy

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menjadi pelaksana Apel Pagi yang diselenggarakan secara daring bagi Pegawai UNS di hari pertama masuk kerja setelah libur panjang Idul Fitri, Senin 9 Mei 2022.

    Di awal pengarahan Apel Pagi yang diikuti lebih dari 2000 peserta, Dekan FEB UNS menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh peserta apel yang merayakan.

    “Selamat Merayakan Idul Fitri 1443 H, Taqobballallohu Minna Wa Minkum. Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon maaf lahir dan batin. Semoga amal ibadah kita selama bulan Ramadhan diterima oleh Allah SWT. Sebulan sudah kita diuji di bulan ampunan, semoga kita bisa kembali suci. Suci untuk menapaki langkah ke depan, langkah yang penuh optimisme mencapai target kinerja seperti IKU dan indikator lain yang bertaraf internasional” ungkapnya.

    Selanjutnya disampaikan, Di Era society 4.0, komputerisasi dan internetisasi telah kita lakukan secara masif.  Begitu juga kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat, hampir semua kegiatan kita lakukan secara daring. Di masa pandemi ini, kita melakukan perubahan yang luar biasa, dari luring ke daring dan itu didukung oleh teknologi informasi.

    Saat ini negara dengan ekonomi kuat dan besar adalah negara yang berbasis pada teknologi dan data, bukan lagi bertumpu pada Sumber Daya Alam (SDA). Dengan demikian, kita harus mendukung gerakan masuk ke dalam fase Knowledge Based Economy. Dulu, kita mengajarkan mahasiswa tentang Ekonomi Berbasis Sumber Daya Alam, sekarang mari kita arahkan ke Knowledge Based Economy.

    “Yang dibutuhkan saat ini adalah empat aspek yang kita sebut sebagai Knowledge Based Economy, yakni sistem pendidikan, kreativitas dan inovasi, manajemen pengetahuan, dan infrastruktur komunikasi dan teknologi Informasi. Untuk sistem pendidikan, kita harus membumikan ajaran Ki Hajar Dewantara, Ing Ngarso sun tuladho (di depan harus memberi teladan), Ing Madyo Mangun Karso (di tengah memberi bimbingan), Tut Wuri Handayani (di belakang memberi dorongan). Mendidik karakter yang baik harus juga dilandasi jiwa Asah Asih Asuh ” jelasnya.

    Namun demikian, sebagai insan beriman kita jangan sampai melupakan fondasi paling dasar yaitu, spiritual. Dengan spritual yang baik pikiran dan hati kita akan tercerahkan. Tercerahkan dalam kehidupan dunia dan akherat.

    Saat Era Startup ini, ada kemungkinan perusahaan yang baru berdiri bisa mengalahkan corporation raksasa. Di Indonesia, Grab dan Gojek secara valuasi telah jauh mengalahkan Garuda Indonesia ataupun Blue Bird, dan bahkan menjelma menjadi kekuatan baru di ASEAN karena mereka memegang Data (Big Data) konsumen dan teknologi informasi. Begitu juga UNS, semoga bisa menjadi the Rising Star University on the World. Semoga bisa menjadi Universitas top dan kebanggaan dunia.

    Petugas Apel Pagi

    Di akhir arahannya, Dekan memohon doa restu kepada peserta apel dengan telah dibukanya Program Studi (Prodi) baru di FEB yakni Prodi S1 Bisnis Digital sebagai wujud nyata menghadapi era disrupsi saat ini. Semoga ini bisa memenuhi harapan Bapak Presiden saat meresmikan Tower Ki Hadjar Dewantara, perguruan tinggi harus responsif dan bergerak cepat terhadap tantangan jaman. (Tetri)

  • Peringati Hari Kartini, Dharma Wanita Persatuan UP FEB UNS Belajar Mewiru Jarik

    Peringati Hari Kartini, Dharma Wanita Persatuan UP FEB UNS Belajar Mewiru Jarik

    Kain jarik dan kebaya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari budaya Jawa. Tempo dulu, pakaian tradisional ini digunakan sebagai pakaian keseharian perempuan Jawa. Seiring dengan perkembangan zaman, saat ini hanya sedikit perempuan Jawa yang masih peduli, baik dalam hal mengenakannya atau keingintahuan pada pakaian tradisional ini.

    Pernyataan itu disampaikan Ibu Lini Subekti, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Pelaksana (UP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) saat sambutan di acara Pertemuan DWP UP FEB dalam rangka memperingati hari Kartini, 21 April 2022 di Ruang Sidang 1 FEB UNS.

    Kegiatan yang mengusung tema “Mewiru Kain/Jarik untuk Melestarikan Budaya Berkebaya” menghadirkan Ibu Emi Indrawati, SE, M.M. sebagai pemandu dalam mewiru jarik.

    Menurut Ibu Emi, saat praktik, ibu-ibu Dharma Wanita  banyak yang sudah bisa mewiru jarik, namun teknisnya masih ada yang belum benar dan rapi. Hal ini sangat bisa dimaklumi karena sekarang sudah tidak jamannya lagi untuk mewiru jarik. Sudah banyak pula penjual yang menyediakan kain wiru yang sudah jadi.

    “Mewiru jarik memang tidak semudah yang dibayangkan. Ibu-Ibu DWP UP FEB sudah banyak yang cukup mampu mewiru, hanya perlu merapikan saja dan beberapa ibu masih ada juga yang mengalami kesulitan karena tidak terbiasa” katanya usai menilai hasil mewiru.

    Lebih lanjut dikatakan, hal-hal yang sangat perlu diperhatikan dan masih banyak yang belum tahu  adalah ketentuan ukuran lebar wiru, jumlah lipatan wiru, aturan arah parang atau lereng.

    Menurutnya, dalam mewiru tidak boleh terlalu kecil maupun terlalu lebar. Untuk perempuan hendaknya dibuat dengan ukuran selebar 2 jari dan jumlahnya ganjil sedangkan untuk laki-laki, besar lipatan berukuran selebar 3 jari.

    Jenis kain yang akan diwiru perlu diperhatikan karena beberapa jenis kain jarik ada yang tidak bisa “mati” jika dilipat sehingga sulit untuk diwiru. Demikian juga motifnya perlu diperhatikan sebelum mewiru agar hasilnya tepat, misalnya untuk motif burung arahnya harus ke atas.  Dalam proses mewiru memang perlu kejelian dan juga kelincahan tangan untuk menjaga kekonsistenan lebar wiru dari ujung ke ujung.

    Saat ditemui usai acara, salah satu anggota Dharma Wanita, Ibu Sri Hulupi mengatakan sangat senang dengan agenda mewiru yang digelar. Selama ini Ibu Hulupi hanya sekedar bisa tapi belum tahu tekniknya yang benar dan rapi, sekarang jadi lebih paham. Harapannya, kegiatan ini akan berlanjut dengan belajar mengenakan jarik.

    Latihan mewiru jarik memberikan pengetahuan bagi Ibu-Ibu Dharma Wanita terkait tradisi Jawa khususnya dalam hal mewiru kain. Dalam kegiatan itu, Ibu-Ibu yang dinilai baik dalam mewiru diberikan cinderamata sebagai apresiasi dan diserahkan langsung oleh Ibu Lini Subekti.  (Tetri).

  • Prodi Ekonomi Pembangunan Gelar Diskusi Kebangsaan Bertema Kajian Geopolitik Serangan Rusia dan Dampaknya bagi Indonesia

    Prodi Ekonomi Pembangunan Gelar Diskusi Kebangsaan Bertema Kajian Geopolitik Serangan Rusia dan Dampaknya bagi Indonesia

    Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Forum Diskusi Kebangsaan 5 secara daring dengan menghadirkan Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia,  Prof. Hikmahanto Juwana, SH, LL. M., Ph. D., Kamis 7 April 2022.

    Kegiatan yang diikuti sekitar 70-an peserta itu mengambil topik Kajian Geopolitik Serangan Rusia dan Dampaknya bagi Indonesia.

    Di awal presentasinya, Prof. Hikmahanto mengingatkan agar dalam kasus serangan antara Rusia dan Ukraina jangan menggunakan kata invasi,  karena  dengan kata “invasi” itu berarti kita sudah menghukum Rusia salah, sebaiknya menggunakan kata netral seperti ‘serangan’.  Indonesia jangan bertindak seperti Amerika Serikat (AS) yang menjadi polisi dan hakim dunia. AS menjadi Polisi sekaligus hakim atas tindakan negara lain namun tidak pada dirinya sendiri.

    Menurutnya, perang yang terjadi bukan perang antara Rusia dengan Ukraina melainkan perang antara Rusia dengan AS beserta NATO dimana Ukraina sebagai battle filed. AS hendak mendominasi dunia melalui projection military power dari militernya di setiap kontinen yaitu Eropa, Asia, Australia, Afrika dan benua Amerika Sendiri.

     “AS berperan sebagai polisi dunia, terlibat dalam konflik di berbagai belahan dunia. AS berperan sebagai hakim dunia menentukan siapa yang evil namun  AS tidak mau dipersalahkan bahkan bila kalah dalam sengketa yang dibawa ke lembaga penyelesaian sengketa internasional dengan mudah mengabaikan” ungkapnya.

    Meski AS dkk menghakimi serangan Rusia ke Donbass dan Kiev sebagai invasi, namun sebagaimana disampaikan oleh Presiden Putin dan Dubes Rusia untuk PBB operasi militer yang dilakukan adalah dalam rangka melaksanakan pasal 51 Piagam PBB. Oleh karena serangan militer ke Kiev bertujuan untuk menangkap dan menurunkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sehingga kebijakannya tidak pro AS dkk yang membahayakan eksistensi Rusia, apakah menghilangkan ancaman di beranda rumah tidak diperbolehkan? Rusia bisa beragumentasi AS pernah melenyapkan ancaman Uni Suvyet dalam insiden Bay of Pig.

    Ketika presiden menyampaikan “setop perang”, maka rujukan Presiden bila melihat Piagam PBB adalah pasal 2 ayat 3. Pasal tersebut menyebutkan “Semua negara wajib untuk menyelesaikan sengketa diantara mereka melalui cara-cara damai (peaceful means) sehingga tidak membahayakan perdamaian dan keamanan internasional dan keadilan.

    Apa yang menjadi pembelajaran bagi Indonesia? Pentingnya menjalankan politik luar negeri bebas aktif, merelevankan polurgi bebas aktif dalam situasi geopolitik yang bergejolak dan berubah dari waktu ke waktu dan tidak sekedar menjaga konsistensi pengambilan kebijakan politik luar negeri bebas aktif di masa lalu dengan situasi kondisi yang berbeda.

    Memastikan tidak mengekor AS, China maupun negara besar  lainnya dalam kebijakan luar negeri, seperti menjadi polisi atau hakim dunia, ataupun kebijakan luar negeri yang mementingkan diri sendiri dan bukan kerjasama.

    Tafsiran polurgi bebas aktif, polurgi diabdikan untuk kepentingan nasional. Semua negara adalah sahabat sampai dengan kepentingan nasional diganggu atau terganggu. Dalam situasi dua negara atau kelompok negara berhadap-hadapan, Indonesia harus menjaga  jarak yang sama dan memunculkan alternatif dari posisi yang saling berhadap-hadapan. Mengedapankan perdamaian dan kemanusiaan.

    Negara berperang hanya boleh dilakukan 2 hal, apabila dimandatkan membela dirinya sendiri dan bila mendapat serangan negara lain. Sehingga negara yang melakukan serangan, narasinya bukan melakukan invasi, tetapi dalam hal untuk membela diri atau dimandatkan oleh PBB. (Tetri)

  • Prodi S1 Manajemen  Undang Alumni FEB UNS jadi Dosen Tamu Bahas Electronic recruitment

    Prodi S1 Manajemen  Undang Alumni FEB UNS jadi Dosen Tamu Bahas Electronic recruitment

     Electronic recruitment (E-recruitment) adalah sistem seleksi penerimaan karyawan yang dilakukan secara elektronik virtual tanpa dokumen kertas dengan memanfaatkan platform TI. Dalam prosesnya juga memanfaatkan media sosial: company website, job portals and social media like Facebook, Linkedln dan seterusnya.

    Tahapan seleksi mulai dari pengumuman lowongan, tes wawancara,  database dan sosial breaking dilakukan secara online atau virtual. Beberapa lembaga memanfaatkan platform e-recruitmen dan teknologi chartbots and predictive analytics untuk matching profile kandidat dengan organisasi yang membutuhkan karyawan.  E-recruitment juga dapat digunakan untuk merekrut karyawan ahli, multilevel entry, fresh graduate maupun karyawan magang.

     

    Pernyataan itu disampaikan Arifin Susanto, S.E.,M.Sc,  Direktur Pelaksana SDM Otoritas Jasa Keuangan dalam  Guest Lecture : E-recruitment for Effective Talent Acquisition MSDM II yang diselenggarakan oleh Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Kamis, 14 April 2022.

    Arifin mengatakan sebagian besar perusahaan-perusahaan swasta di Indonesia sudah menerapkan e-recuitment. Demikian juga sebagian lembaga-lembaga pemerintahan di Indonesia sudah menggunakannya.

    “Banyak manfaat  e-recuitment  bagi perusahaan,  efisien sekali, dan juga efektif. Selain itu  cakupan wilayahnya lebih luas. Kita bisa memperoleh kandidat yang bagus dari berbagai wilayah karena basisnya online. Semakin banyak kandidat, semakin mudah juga kita mengetahui kualitas  kandidat yang kita filter” ungkap alumni FEB UNS yang lulus pada tahun 1991.

    Model ini juga mempermudah pencari kerja yang setiap saat bisa mengajukan dan mengecek lamaran. Pekerjaan yang didapatkan juga lebih spesifik dan jelas sesuai dengan backgroundnya. Peluang kerjanya juga lebih besar.

    Di kegiatan daring yang diikuti oleh lebih dari 130 peserta, itu Arifin juga menjelaskan tahapan dalam e-recruiment. Tahap awal application management, screening dan filtering aplikasi kandidat dengan memanfaatkan data base talent, lalu proses maching antara job description dengan profil kandidat dengan membuat data base. Proses berikutnya adalah wawancara dengan video conference/zoom dan tes online dengan google form, selanjutnya posting dan employer branding, A-Z tetang  perusahaan. Dan terakhir personal attraction, search engine advertisement info ke website, linkedln dan media sosial. (Tetri).

  • Infrastruktur FEB UNS, Ramah Disabilitas

    Semua gedung di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) yakni Gedung Soeharno, Djarwanto, Soehardi, Bachtiar Effendi dan Soedarah Soepono sudah dilengkapi fasilitas bagi penyandang disabilitas, salah satunya adalah ram. Ram merupakan jalur sirkulasi yang memiliki bidang dengan kemiringan dan lebar tertentu untuk memudahkan akses antar lantai bagi penyandang disabilitas dan pengguna gedung. Selain itu, FEB juga menyediakan parkir khusus penyandang disabilitas, tepatnya di Halaman Gedung Bachtiar Effendi.

    Are Parkir Mobil Disabilitas

    Dra. Y Anni Aryani, M.Prof.Acc.,Ph.D.,Ak, Dosen FEB UNS menyatakan kekagumannya saat ke kampus untuk menguji mahasiswa Program Studi Magister Akuntansi, setelah hampir lama melakukan aktifitas secara daring karena Pandemi Covid-19.  Di kampus, Dosen Prodi Akuntansi itu menyempatkan untuk melihat-lihat beberapa lokasi yang telah direnovasi, Rabu 13 April 2022.

    Menurutnya, FEB UNS sekarang sudah berkembang pesat, banyak bangunan-bangunan yang menjadi lebih cantik serta ramah untuk disabilitas.

    “Semua gedung sudah bisa diakses , ada jalur ram untuk masuk ke semua gedung, dan juga ada tiga lokasi untuk area parkir mobil difabel. Alhamdulillah, dengan kursi roda ini saya sudah bisa masuk ke dalam Masjid Al Latief FEB. Fasilitas huruf braile di lift juga sudah ada, sangat berguna bagi yang tuna netra ” ungkapnya.

    Ram menuju Taman FEB Jaya

    Dosen yang pada tahun 2009 lulus Program Doktor di Victoria University Australia  itu menyampaikan masukan langsung kepada Wakil Dekan SDM, Keuangan dan Logistik FEB UNS untuk menambahkan guiding block, yakni keramik atau ubin yang memiliki desain khusus seperti bulatan-bulatan dan garis lurus yang diperuntukkan untuk membantu mengarahkan pejalan kaki yang memiliki kebutuhan khusus terutama bagi penyandang tunanetra.

    Ram Menuju Gedung Soeharno TS

    Harapannya, Semoga fasilitas akses disabilitas di FEB semakin meningkat sehingga FEB secara khusus dan UNS keseluruhan menjadi kampus yang benar-benar inklusif. FEB Jaya, UNS Bisa. (Tetri)