FEB

Kategori: fakultas

  • Prodi Akuntansi FEB UNS Gelar Visiting Lecture: Research Methodology in Accounting, Business, Finance and Economic

    Prodi Akuntansi FEB UNS Gelar Visiting Lecture: Research Methodology in Accounting, Business, Finance and Economic

    Program Studi (Prodi) S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan Visiting Lecture dengan judul ‘Research Methodology in Accounting, Business, Finance and Economic: Naural Experiment and Panel Data,’ bersama Professor Ruhul Salim, BSc, MSc, Ph. D.,  Director of Graduate Researcher in The School of Economics and Finance, Curtin University Australia.

    Hari pertama Visiting Lecture, Selasa 14/12/2021, Prof. Ruhul menyampaikan materi pengantar statistik dalam riset dibidang akuntansi, bisnis, keuangan, dan ekonomi.

    Untuk melakukan analisis statistik dalam riset, Prof. Ruhul menyatakan bahwa analisis regresi dapat membantu peneliti untuk menemukan pengaruh dari satu variabel independen terhadap variabel dependen. Sebagai contoh, analisis regresi dapat membantu peneliti untuk menemukan hubungan antara gaji CEO dan performa perusahaan.

    “Sebagai starting point (titik awal) analisis, scatterplot dari dua variabel yang diteliti menjadi penting,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Prof. Ruhul menyatakan bahwa, meskipun bermanfaat, terkadang hasil dari analisis regresi memberikan hasil yang ‘tidak wajar’ atau tidak sesuai dengan teori yang ada.

    Professor Ruhul Salim saat menyampaikan materi

    Dalam kondisi seperti ini, peneliti dapat menggali lebih dalam untuk menemukan penyebab dari hasil yang tidak wajar tersebut melalui analisis lain. Disela-sela materi, Prof. Ruhul memberikan kuis singkat yang dapat menjadi bahan latihan mahasiswa.

    “Saya berharap peserta dapat memahami materi yang saya sampaikan hari ini terkait Pengantar Metodologi Penelitian (Introduction to Research Method Program). Pada sesi ini kita berfokus pada pembahasan metode kuantitatif yaitu simple linear regression method (SLRM). Di sesi selanjutnya kita akan membahas mengenai Regresi Linear Berganda (Multiple Linear Regression) dan Panel Data,” tutup Prof. Ruhul mengakhiri paparan materinya.

    Agenda Visiting Lecture tersebut terbagi menjadi tiga sesi dimana setiap sesi akan membahas mengenai metode penelitian yang lebih mendalam.

    Tim:  Tetri dan Aulia

  • Dekan FEB: Prof. Irwan adalah Guru Besar yang Istimewa

    Dekan FEB: Prof. Irwan adalah Guru Besar yang Istimewa

    Sivitas Akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS sangat bangga dengan bertambahnya guru besar baru FEB di Bidang Ilmu Manajemen Keuangan, Prof. Irwan Trinugroho, M.Sc, Ph.D. yang telah dikukuhkan pada Kamis (30/12/2021) secara luring di Auditorium UNS dan juga daring.

    Prof. Irwan merupakan guru besar yang istimewa, telah menjadi guru besar pada usianya yang sangat muda, 37 tahun. Perjalanan untuk meraihnyapun sangat luar biasa cepat dengan berbagai prestasi yang hebat.

    Dekan FEB saat Memberikan Sambutan

    Hal itu disampaikan Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto, M. Com (Hons)., Ph,D, Ak dalam sambutannya di acara Mangayubagyo Pengukuhan Guru Besar Prof. Irwan Trinugroho yang digelar di Aula gedung 3 FEB UNS.

    Acara Penyambutan Dihadiri Pimpinan, Dosen dan Tendik FEB

    “Hari ini adalah hari yang membahagiakan, kita mendapatkan guru besar yang istimewa sekali. Guru Besar termuda di UNS, dalam usia 37 tahun. Perjalanan mencapai guru besar Prof. Irwan sangat luar biasa, cepat sekali. Prestasinya hebat,  ada 54 publikasi,  19 diantaranya adalah Scopus Q1. Prof. Irwan juga menduduki jabatan-jabatan penting di UNS dan memberikan kontribusi bagi negeri. Ini luar biasa, beliau adalah suri teladan bagi kita semua,” ungkapnya penuh kebanggaan.

    Selanjutnya dikatakan, pengukuhan guru besar Prof. Irwan diharapkan memberikan inspirasi bagi dosen-dosen lain untuk menjadi guru besar, yang bisa membesarkan nama FEB dan UNS pada umumnya ke kancah internasional.

    Sementara itu, Prof. Irwan sangat terharu dan berterima kasih atas penyambutannya di FEB. walaupun secara fisik sudah jarang ke FEB namun bagi Prof Irwan, FEB adalah tetap rumahnya. Prof. Irwan mengajak agar sivitas akademika FEB tetap selalu menjaga kekompakan.

    “Terima kasih, tanpa pertolongan Bapak Ibu dan teman-teman di FEB, saya tidak sampai pada tahap ini. FEB adalah rumah saya, apapun saya lakukan untuk FEB, tetap jaga kekompakan dan kebersamaan” ucapnya.

    Penyambutan guru besar Prof. Irwan Trinugroho di FEB dihadiri oleh pimpinan, tenaga pendidik dan kependidikan FEB UNS. Sebelum acara penyambutan, digelar nonton bareng prosesi pengukuhan. (Humas FEB)

  • Tingkatkan Kebersamaan, FEB UNS adakan Outbond dan Sarasehan

    Tingkatkan Kebersamaan, FEB UNS adakan Outbond dan Sarasehan

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret menyelenggarakan kegiatan Outbond dan Sarasehan bagi Tenaga Kependidikan, Sabtu, 18 Desember 2021 di Kemuning, Karanganyar.

    Serangkaian outbond yang diikuti oleh Dekanat dan Tenaga Kependidikan (Tendik) FEB itu meliputi Fun Game, River Tubing dan Jeep Offroad.

    Prof. Djoko Suhardjanto, Dekan FEB UNS dalam arahannya mengatakan bahwa kegiatan outbond dan sarasehan ini untuk meningkatkan semangat kebersamaan.

    Dekan FEB saat memberikan pengarahan

    “Kita semua harus bisa guyub rukun, saling mendukung satu dengan yang lain, tolong menolong agar tujuan lembaga bisa tercapai dengan baik karena tantangan kita ke depan semakin besar. UNS sudah memasuki PTNBH, banyak sekali yang harus kita kerjakan.” tegasnya.

    Sebagai wadah untuk menaungi kebersamaan tersebut, FEB UNS juga membentuk Komunitas Guyub Rukun.

    Berfoto bersama, Dekanat dan Tendik

    Dekan mengucapkan selamat menikmati kegiatan yang akan berlangsung dari pagi hingga sore hari. Semua tendik diharapkan  saling menolong, terlebih akan ada rintangan-rintangan alam.

    Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UNS, Prof. Dr. Izza Mafruhah usai river tubing menceritakan keseruan wisata air di hari itu.

    “Saya sudah beberapa kali mengikuti wisata yang berkaitan dengan air, tapi kali ini cukup keren, lebih terjal, gelombang airnya besar sekali, kita merasa benar-benar pasrah. Kita bisa berteriak untuk mengeluarkan sumbatan-sumbatan yang ada” ungkapnya.

    Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki manfaat yang lebih untuk meningkatkan kepercayaan diri. Ada saatnya kita menghadapi alam, kita tinggal menghadapi saja, terlebih ketika pada sesi mundur kita tidak tahu apa-apa, tingkat kepasrahan kita semakin dalam.

    Keseruan di river tubing

    “Pelajaran yang kita ambil adalah apapun yang terjadi kita harus melangkah, karena  jika tidak melangkah kita tidak akan sampai kepada tujuan. Mulai dengan bismillah, iringi dengan zikrullah, tutup dengan alhamdulillah dan selalu akhiri dengan istighfar” katanya penuh motivasi .

    Di tengah hutan karet, menunggu jip lain mendekat

    Senada dengan yang dikatakan Prof. Izza,  Tendik yang dalam keseharian bertugas di sekretariat pimpinan, Diah Ayu Kusumaningtyas, S.Pd.,M.Pd mengatakan kegiatan ini sungguh luar biasa, mantap dan mengucapkan terima kasih kepada FEB yang telah menginisiasi kegiatan ini. Meskipun sempat kaget dan harus penuh dengan doa karena semburan air yang sangat kencang di river tubing, tapi insyaAllah aman selama kita mengikuti arahan instruktur.

      Berlatih fokus dalam fun game

    Selain kegiatan fun game yang melatih peserta untuk fokus kepada perintah instruktur, river tubing yang melatih keberanian, peserta juga melakukan offroad dengan jip memasuki area hutan karet. Berbagai hambatan, jalanan yang penuh lumpur dan licin serta berada di sekitar  jurang yang curam akhirnya bisa terlampaui. (Humas)

  • Partisipasi FEB di UNS Innovation Festival 2021

    Partisipasi FEB di UNS Innovation Festival 2021

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) turut berpartisipasi dalam kegiatan Innovation & Business Expo yang digelar selama 2 hari di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS, Senin-Selasa, 13-14 Desember 2021.

    Tim FEB UNS menampilkan berbagai produk dari Program Kewirausahaan, Matching Fund serta Educamp Wisata Preneur (EWP) pada  expo yang diikuti juga oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) se Solo Raya.

    Eklisia Exsis In Samodra, mahasiswa Ekonomi Pembangunan yang aktif mengikuti Program Kewirausahaan FEB UNS dan baru kali pertama gabung di expo sangat senang dengan adanya kegiatan ini.

    “Motivasi saya ikut expo ini adalah ingin tes produk, siapa tahu ketemu investor dan bisa tertarik mengembangkan bareng dengan kita. Dari awal punya usaha ini, kita sudah mengikuti beberapa program dari FEB untuk bisa melihat bagaimana penilaian praktisi atau dosen terhadap produk-produknya, layak atau tidak, dan responnya sangat bagus sehingga kita semangat ikut kegiatan expo ini. Kita Targetnya ingin mengembangkan usaha ini ke ekspor” katanya.

    Mahasiswa yang biasa dipanggil dengan Exsis itu bersama dengan dua mahasiswa lainnya telah memiliki produk fashion yakni Outer, Jumputan, Crop Top Tenun dan Obi Belt Asmat. Dari keempat produk itu sudah lolos dalam penilaian Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan untuk pemasarannya melalui e-commerce.

    Produk lain yang dipamerkan adalah dari Program Matching Fund berupa sepatu dan tas serta dari Program Educamp Wisata Preneur berupa berbagai souvenir serta Aplikasi Kas Pintar yang telah  tersedia di playstore dan appstore.

    Innovation & Business Expo merupakan satu kegiatan dari serangkaian acara UNS Innovation Festival yang diselenggarakan oleh Direktorat Inovasi dan Hilirisasi Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan Kementerian Sosial, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perdagangan, serta Apindo.

    Dalam sambutannya saat membuka Expo, Senin, 13 Desember 2021, Wakil Rektor Riset dan Inovasi, Prof. Dr. Kuncoro Diharjo, S.T., M.T. mengatakan kegiatan ini diinisiasi dari berbagai kegiatan, yakni Program Startup yang ada di UNS, Program Semesta yang menginkubasi 37 tenant. Sinergi bersama dengan Kemenparekraf yang memfasilitasi 135 badan hukum pagi pelaku UMKM di Indonesisa, juga layanan dan fasilitasi pendaftaran HKI yang dilaksanakan di 5 kota. Bersama Indonesia Direct dalam pengembangan Platform Startup Digital, Educamp  Wisata Preneur dengan  5 prioritas  destinasi wisata, yakni Lombok, Sulawesi Utara, Labuan Bajo dan Borobudur. Diperkuat lagi dengan Kemensos pendampingan perorangan ke pelaku UMKM untuk meningkatkan kemampuannya mewujudkan penguatan ekonomi bagi UMKM.

    Didalam pelaksanaannya, UNS secara aktif melibatkan mahasiswa dalam berbagai kegiatan itu untuk membantu pelaku ekonomi kreatif dan juga sekaligus merupakan arena belajar agar mahasiswa bisa belajar secara nyata di lapangan.

     “Hari ini kita bisa tunjukkan sejumlah produk industri kreatif yang diharapkan di awal 2022 nanti bisa kita tingkatkan dengan penguatan pendirian usaha ataupun layanan untuk fasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang endingnya untuk mendukung penguatan ekonomi Indonesia. Bisa juga disinergikan dengan mendukung penguatan industri pariwisata” ungkapnya.

    Kegiatan puncak UNS Innovation Festival digelar pada hari Selasa 14 Desember 2021 yang dihadiri oleh Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka di area expo. Wali Kota Surakarta meninjau langsung stand produk inovatif. (Humas)

  • Research Day, Tiga Peneliti FEB Presentasikan Hasil Risetnya di Tahun 2021

    Research Day, Tiga Peneliti FEB Presentasikan Hasil Risetnya di Tahun 2021

    Program Studi (Prodi) S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan Research Day pada Senin 6 Desember 2021 secara virtual melalui Zoom Cloud Meeting.

    Acara yang diadakan dalam rangka kegiatan Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2021 menghadirkan tiga presenter, Dosen FEB UNS dan juga peneliti dari Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI-PT) Fintech dan Banking (Center for Fintech and Banking) UNS.

    Ketiga presenter diberikan waktu kurang lebih 10 menit untuk dapat mempresentasikan hasil risetnya di tahun 2021 yang kemudian dibahas bersama tiga anggota panelis (Discussant).

    Presenter pertama, Dr. Tastaftiyan Risfandy dengan artikel berjudul Foreign Institutional Investor and Dividend Policy in Indonesia. Presenter kedua,  Prof. Doddy Setiawan dengan judul artikel Business Strategy-MSMEs’ Performance Relationship: Innovation and Accouting Information System as Mediators adalah yang merupakan. Artikel terakhir berjudul Related Bank Deposits: Good or Bad for Stability, dipresentasikan oleh Dr. Aldy Fariz Achsanta.

    Tiga panelis yang dihadirkan dalam Research Day kali ini adalah Dr. Moch Doddy Ariefianto dari Binus University, Dr. Rahmat Setiawan dari Universitas Airlangga, dan Rosnita Wirdiyanti dari DRJK Otoritas Jasa Keuagan (OJK).

    Dr. Tastaftiyan Risfandy saat presentasi

    Selama proses diskusi, ketiga discussants menyampaikan banyak saran, komentar, serta apresiasi pada artikel yang telah ditulis oleh ketiga presenter. Apresisasi disampaikan oleh Dr. Rahmat Setiawan pada artikel yang dipresentasikan oleh Dr. Tastaftiyan.

     “Artikel ini sudah sangat baik yang didukung dengan berbagai robustness test.” Ungkapnya.

    Sementara itu, Dr. Tastaftiyan sebagai salah satu presenter mengaku sangat terbantu dan berterima kasih kepada para discussants atas saran yang diberikan.

    Reporter: Aulia

    Editor:  Humas

     

  • Dua Narasumber Kuliah Umum FEB UNS Bahas Prospek dan Tantangan Pengembangan Industri Halal di Indonesia

    Dua Narasumber Kuliah Umum FEB UNS Bahas Prospek dan Tantangan Pengembangan Industri Halal di Indonesia

    Industri halal bukanlah industri yang baru tapi suatu industri yang sudah ada sebelumnya yang direbranding menjadi halal,  menjadi brand yang lebih baik. Beberapa kawasan industri di Indonesia telah menerapkan konsep eco industrial park sebagai salah satu kriteria permohonan.  Kawasan industri halal juga telah mengimplementasikan kesesuaian proses halal pada alur produksinya.

    Hal itu disampaikan Junadi Marki, ST, MT, Kepala Pusat Pemberdayaan Industri Halal Kementerian Perindustrian pada Kuliah Umum “Industri Halal di Indonesia: Prospek dan Tantangan Pengembangan” yang diselenggarakan secara hybrid di Aula Konimex FEB UNS & Zoom Meeting, Senin 6 Desember 2021.

    Selanjutnya dijelaskan sebaran industri halal nasional. Untuk Industri Mikro dan Kecil (IMK) pada tahun 2019 sebanyak 2,31 juta (52,8%). Proporsi terbesar dikontribusikan oleh IMK sektor makanan dan minuman yaitu sebanyak 1,68 juta unit usaha  (38,4%).

    Sedangkan untuk Industri Besar dan Sedang (IBS) Halal sebanyak 11.182 unit usaha (35,6%) di tahun 2019. Proporsi terbanyak berada pada industri makanan dan minuman sebanyak 7.712 IBS (24,6 %). Sebaran wilayah unit usaha terbanyak ditemukan di Jawa Barat, Jawa Timur dan Maluku Utara.

    Junadi Marki, ST, MT, Kepala Pusat Pemberdayaan Industri Halal Kementerian Perindustrian

    Untuk menjamin kehalalan sebuah produk, pemerintah telah menerbitkan Undang-Undang No 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

    “Sejak tahun 2014 itulah, kehalalan sebuah produk yang awalnya sukarela menjadi wajib. Halalnya sebuah produk diambil alih oleh negara,  di bawah Kementerian Agama, tepatnya pada Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).  Dalam perkembangannya, halal menjadi suatu program yang menjadi prioritas dan perhatian negara” ungkapnya.

    BPJPH dalam menjalankan kewajiban sertifikasi halal menerapkan kebijakan penahapan. Produk makanan dan minuman merupakan produk yang pertama dikenai kewajiban bersertifikat halal.

    Mulai dari rentang waktu pembinaan 17 Oktober 2021 hingga 17 Oktober 2024, semua produk minuman dan makanan wajib mendapatkan sertifikasi halal. Obat-obatan,  kosmetik  dan barang gunaan, hingga 17 Oktober 2026 harus sudah tersertifikasi halal. Barang gunaan adalah barang yang berasal dari dan/atau mengandung unsur hewan. Sedangkan bagi produk yang tidak halal harus diregistrasi sebagai barang yang tidak halal agar konsumen mendapatkan kepastian.

    Sementara itu, narasumber kedua, Dr. Falikhatun, SE, M.Si, Ak, Dosen FEB UNS menyoroti industri halal di sektor pariwisata. Di awal paparannya, Falikhatun menekankan pentingnya visi industri halal yang hingga saat ini belum dimiliki oleh Indonesia.  Beberapa negara lain telah memiliki visi, di antaranya: Thailand dengan visinya menjadi “Dapur Halal Dunia”, Jepang dengan visi “Industri Halal sebagai Kontributor Kunci di 2020”, Korea menjadi “Destinasi Utama Pariwisata Halal” dan beberapa visi negara lainnya.

     “Visi halal ini seharusnya ada dan bisa dijadikan acuan dalam menjalankan program-program ke depannya, terlebih lagi mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Dr. Falikhatun dalam paparannya juga menyampaikan tentang definisi pariwisata halal (Islamic Tourism), yang memudahkan pemahaman masyarakat dalam mengoperasionalkan definisi tersebut. Definisi ini muncul karena belum ada definisi tentang pariwisata halal yang lebih komprehenshif pada literatur sebelumnya dan mengakomodir secara langsung apa saja yang terkait dengan  sektor-sektor pariwisata halal.

    Pariwisata halal menurutnya adalah aktifitas perjalanan yang menggunakan transportasi, konsumsi dan akomodasi menuju destinasi wisata yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam dengan tujuan untuk meningkatkan derajat kemuliaan kita di hadapan Allah SWT.

    Jadi, ada empat kategori yang perlu dikaitkan dengan pariwisata halal yakni transportasi, konsumsi, akomodasi dan destinasi wisata, dan keempatkan harus terintegrasi dalam pelaksanaannya.

    “Industri pariwisata halal memiliki banyak peluang karena secara riil masyarakat Muslim Indonesia sudah menggunakan halalan thayyiban sebagai bagian dari lifestyle. Halalan thayyiban sudah menjadi DNA-nya Muslim Indonesia termasuk dalam hal berpakaian. Indonesia juga merupakan big market Muslim” jelasnya.

    Selain peluang itu, ada beberapa tantangan, terlebih di masa pandemi, yakni berkurangnya daya beli masyarakat terutama pada masyarakat menengah ke bawah yang jumlahnya cukup besar.

    Tantangan lainnya, belum banyak regulasi-regulasi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pariwisata halal, utamanya dalam hal transportasi, konsumsi terkait dengan makanan dan minuman halal yang sudah tersertifikasi, akomodasi (hotel dan penginapan yang tersertifikasi halal) dan destinasi wisata yang memenuhi persyaratan Fatwa DSN MUI nomor 108 tahun 2016. Dengan demikian perlu adanya dukungan pemerintah yang lebih banyak dan kuat lagi, selain Fatwa MUI untuk mengikat pengusaha di bidang pariwisata halal.  (Humas FEB)

  • 14 Mitra MBKM Hadir di Workshop Kemitraan Program MBKM yang Digelar Prodi S1 Manajemen

    14 Mitra MBKM Hadir di Workshop Kemitraan Program MBKM yang Digelar Prodi S1 Manajemen

    Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Workshop Kemitraan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) secara hybrid, di Kusuma Sahid Prince Hotel Solo dan zoom meeting, Sabtu, 4 Desember 2021.

    Di kegiatan yang dihadiri oleh dosen dan juga keempat belas mitra MBKM, Kaprodi S1 Manajemen, Dr. Atmaji, MM menyampaikan, MBKM intinya memberikan peluang bagi mahasiswa untuk belajar di luar kampus maksimal 3 semester .

    Dengan adanya MBKM, maka prodi sebagai pelaksana Tri Dharma Perguruaan Tinggi harus segera merespon karena itu hak mahasiswa. Prodi harus menyediakan hak itu dimulai dengan merekonstruksi kurikulum.

    “Kurikulum yang ada di Prodi S1 Manajemen FEB UNS mengakomodasi mahasiswa,  apakah akan mengambil kurikulum yang sifatnya konvensional, kuliah di kampus saja. Pak Menteri mengibaratkan mahasiswa yang seperti itu hanya berenang di satu kolam renang. Di sisi lain Prodi Manajemen mendesain kurikulum yang mengakomodasi mahasiswa mengikuti MBKM.“ jelasnya

    Dengan mengikuti MBKM, mahasiswa akan memperoleh wawasan yang sangat luas. Mahasiswa diberi hak untuk mengambil MBKM sesuai pasion masing-masing.

    “Dalam hal ini, Prodi S1 Manajemen alhamdulillah telah memberangkatkan mahasiswa ke 8 bidang MBKM yang barangkali belum dilaksanakan oleh prodi lain di UNS.” ungkapnya. ‘

    Mudah-mudahan akan semakin banyak mahasiswa memahami makna dan fungsi MBKM dalam menggodok dirinya sehingga lebih banyak lagi mitra yang kami gandeng serta mahasiswa mendapatkan ilmu yang lebih luas.

    Dr. Atmaji juga mengucapkan terima kasih kepada para mitra yang telah menerima mahasiswa Prodi S1 Manajemen untuk kuliah di intansi mitra.  Dikarenakan MBKM perlu payung hukum,  maka di kegiatan ini juga dilaksanakan perjanjian kerjasama (PKS)  antara UNS dengan intansi mitra MBKM.

    Sementara itu, Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan, Prof. Dr Izza Mafruhah, SE, M.Si mewakili sambutan Dekan mengatakan Prodi S1 Manajemen sangat beruntung menjadi salah satu prodi yang lolos dalam Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM), sebuah Program Hibah Bersaing terkait Implementasi Kampus Merdeka pada Perguruan tinggi yg dibiayai Dikti.

    “Prodi S1  Manajemen memberikan peluang paling banyak bagi mahasiswa untuk mengikuti MBKM, jenis MBKM nya lebih komplit dibandingkan dengan prodi yang lain. Hal ini menyebabkan, prestasi mahasiswa kita naik cukup tinggi, baik pada level fakultas, universitas maupun prodi” ungkapnya

    Prof. Izza juga menyampaikan penghargaan kepada Bapak Ibu mitra yang sudah bekerjasama dengan Prodi S1 Manajemen untuk menerima mahasiswa melakukan aktifitas magang maupun aktifitas lain kaitannya MBKM yang ada di FEB UNS.

    Lebih lanjut dikatakan Prof. Izza, jika sebelumnya kita bersaing di liga BLU, maka di liga PTNBH, persaingan prestasi akan semakin ketat. Namun tidak mengapa karena mahasiswa-mahasiswa FEB dengan dukungan dari Bapak Ibu Dosen dan dukungan kebijakan fakultas dan  univeritas maupun prodi akan mampu bergerak dan melakukan aktifitas yang lebih bagus lagi. (Humas FEB).

  • Prodi S1 Manajemen Adakan Guest Lecture Manajemen Konsultan Bisnis

    Prodi S1 Manajemen Adakan Guest Lecture Manajemen Konsultan Bisnis

    Program S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Guest Lecture Manajemen Konsultan Bisnis, Rabu 1 Desember 2021 secara daring dengan narasumber Dr. Singgih Hartanto, ST, MT., Wakil Ketua Umum DPN INKINDO (Ikatan Nasional Konsultan Indonesia) Jakarta.

    Kuliah dosen tamu yang bertemakan Meniti Karir di Bisnis Konsultan Manajemen, selain diikuti oleh mahasiswa dari Prodi S1 Manajemen Transfer, juga dosen dan mahasiswa lain yang tertarik pada materi ini.

    Matakuliah (MK) Manajemen Konsultan Bisnis adalah matakuliah pilihan di Program S1 Manajamen FEB UNS  dengan bobot 2 SKS. MK Manajemen Konsultan Bisnis merupakan matakuliah yang memberikan panduan kepada mahasiswa tentang bagaimana menjadi seorang profesional di bidang konsultasi bisnis  dengan menekankan  peningkatan pada keterampilan analisis, penyelesaian masalah-masalah praktis yang dihadapi organisasi, bagaimana meningkatkan kinerja organisasi serta membaca dan menangkap peluang bisnis.

    Mengawali presentasinya, Dr. Singgih mengatakan konsultan adalah tenaga atau badan yang secara profesional memberikan jasa kepenasihatan dalam  bidang tertentu.  Konsultan adalah pioner, penggerak pertama di dalam sebuah pembangunan, konsultan bisa membangun sebuah peradaban.

    “Tidak ada negara yang maju tanpa konsultan yang maju dan tidak ada negara yang hebat tanpa konsultan yang hebat.  Ini yang harus disemangati. Seperti halnya di negara-negara maju,  investasi ke negara-negara berkembang, konsultan IT-nya yang maju ” tegasnya.

    Jasa konsultan sangat luas sekali bidangnya meliputi ekonomi keuangan, pendidikan, kesehatan, sosial masyarakat, kebudayaan, tata ruang, lingkungan hidup, sarana prasarana, konstruksi,  pemerintahan, kedirgantaraan, kelautan,  perikanan dan lain sebagainya.

    Menurutnya, yang perlu digaris bawahi adalah bidang jasa konsultan itu berbasis ilmu (knowledge). Pelaku di jasa konsultan harus inovatif, harus bisa melihat peluang pasar dan memiliki strategi yang kuat. Tidak kalah penting juga dengan kemampuan digital. Konsultan-konsultan sekarang sudah kompetitif, di dunia maya sudah simpang siur konsultan yang memasarkan produk-produknya.

    Dr. Singgih Hartanto, ST, MT., Wakil Ketua Umum DPN INKINDO

    Selanjutnya dijelaskan, kunci pokok di dalam sebuah manajemen bisnis konsultan meliputi manajemen pemasaran, manajemen pembiayaan atau keuangan dan manajemen tenaga kerja.

    “Manajemen pemasaran adalah bagaimana memuaskan kebutuhan pelanggan. Pasar yang menilai produk kita. Apabila dalam memasarkan sebuah produk tidak mempunyai sebuah knowledge atau inovasi yang bagus, maka pasar tersebut tidak akan terlihat” jelasnya.

    Dalam manajemen pembiayaan, jasa konsultan harus menyusun rencana atau agenda terkait proyek kegiatan konsultan. Jika neracanya bagus akan dievaluasi, jika tidak bagus maka cepat atau lambat kepercayaan dari klien akan hilang. Jasa konsultasi harus profesional, baik dari waktu maupun kualitasnya.

    Diantara rencana yang harus dipersiapkan dalam hal pembiayaan yakni manual kebijakan dan prosedur pembiayaan, penghimpunan dana oleh bank secara rasional, kemampuan pasar untuk menyerap dana dalam bentuk pembiayaan, potensi daerah setempat, segmentasi dan target market dan rencana anggaran bank yang sudah diterapkan.

    Selain itu, manajemen tenaga kerja merupakan masalah yang penting dan menuntut tanggung jawab paling besar.  Dalam kenyataannya, tenaga kerja adalah salah satu sumber daya yang dikelola secara lemah dalam organisasi. Ada kebutuhan mendesak untuk lebih menerapkan riset-riset keperilakuan dalam fungsi organisasi, tentu saja tanpa meninggalkan aspek-aspek teknik dan lain-lain yang sangat membantu tugas manajer dalam mengelola tenaga kerja.

    Dalam hal merespon Program Kampus Merdeka, Dr. Singgih mengatakan INKINDO melaksanakan kerjasama dalam rangka kegiatan senimar nasional, international conference, jurnal penelitian/research base, kuliah tamu dan dosen tamu.

    Peserta Kuliah Dosen Tamu

    Selain itu, INKINDO juga menerima program magang atau kerja praktek di dunia jasa konsultasi, baik konsultan nasional maupun international bagi mahasiswa tingkat akhir dari perguruan  tinggi serta membangun kemitraan dengan perguruan tinggi untuk pengenalan, pelatihan dan matakuliah kewirausahaan 2 SKS, Consultant Enterprenuer.

    Dr. Singgih berharap ada kerjasama antara INKINDO dan FEB UNS yang dapat memberikan kemanfaatan bagi kedua belah pihak. Misalnya bidang engineering masih ada kekurangan diaspek manajerialnya, ada peluang bagi dosen-dosen di Prodi Manajemen bisa berkolaborasi dengan INKINDO.  (Humas FEB)

  • Bahas Kebijakan Fiskal dalam Pemulihan Ekonomi Nasional, Seminar FEB UNS Hadirkan Tiga Narasumber

    Bahas Kebijakan Fiskal dalam Pemulihan Ekonomi Nasional, Seminar FEB UNS Hadirkan Tiga Narasumber

    Di masa pandemi COVID-19, pemerintah meluncurkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebagai kebijakan pengendalian dampak COVID-19 terhadap perekonomian Indonesia. Berbagai hasil survei menunjukkan bahwa di pertengahan 2021 hampir semua skala usaha seperti ultra mikro, mikro, kecil dan menengah mengalami penurunan penjualan mencapai 50% hingga 75%, bahkan beberapa berada di atas  75%.

    Realisasi PEN telah memiliki dampak signifikan untuk memperkuat ketahanan finansial UMKM. Selain itu, PEN juga telah mampu menjamin pelaksanaan jaminan sosial dan kesehatan berjalan secara baik. Jaminan (bantuan) sosial diharapkan dapat mendorong peningkatan permintaan agregat yang tertekan karena pembatasan kegiatan masyarakat selama pandemi COVID-19. Artinya bahwa stimulus fiskal pada sisi permintaan diharapkan lebih ekspansif dibandingkan stimulis sisi penawaran.

    Pernyataan itu disampaikan oleh Dr. Agus Eko Nugroho, SE, M.Econ, Kepala Pusat Penelitian Ekonomi (P2E) LIPI dalam presentasinya pada Seminar Nasional “Kebijakan Fiskal dalam Pemulihan Ekonomi Nasional” yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) secara luring di Aula Konimex FEB UNS dan daring, Rabu, 1 Desember 2021.

    Selanjutnya dikatakan, beberapa bulan setelah PEN diluncurkan, hampir semua pelaku lembaga keuangan seperti Pegadaian, PT PNM, Koperasi, BMT dan Microfinance Institution (MFI) melakukan restrukturisasi kredit UMKM.  Pelaku usaha tersebut juga mendapat insentif perpajakan dan pendampingan peningkatan akses digitalisasi usaha.

    “Keseimbangan ekonomi tidak akan bisa kembali secara alami dengan cepat karena ada permanen efek.  Termasuk dalam permanen efek adalah perubahan perilaku, baik investasi swasta terhadap digital equipment, juga perilaku masyarakat dalam penggunaan digital. Karenanya, ekspansi fiskal yang kuat dan terukur merupakan langkah yang tepat untuk memulihkan ekonomi kita” jelasnya mengurai prioritas kebijakan.

    Ubaidi Socheh Hamidi, SE, MM, Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kemenkeu RI

    Sementara itu, Ubaidi Socheh Hamidi, SE, MM, Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kemenkeu RI merasa optimis momentum pemulihan ekonomi tetap terjaga meskipun aktivitas ekonomi tertekan oleh varian delta COVID-19. Hal ini dibuktikan pada Triwulan III-2021, kinerja perekonomian nasional mampu kembali tumbuh positif sebesar 3,51%.

    “Tren pemulihan ekonomi akan terus berlanjut dengan kinerja pertumbuhan yang diproyeksikan tumbuh menguat di Triwulan IV” ungkapnya.

    Selanjutnya dijabarkan arah kebijakan fiskal di tahun 2022 yakni penguatan sektor kesehatan sebagai kunci pemulihan ekonomi diantaranya vaksinasi mencapai kekebalan komunal; menjaga resilience, survival dan akselerasi melalui program Perlinsos, dukungan kepada dunia usaha; Momentum reformasi struktural; Reformasi fiskal yang komprehensif meliputi reformasi perpajakan, spending better dan inovasi pembiayaan serta menjaga pelaksanaan APBN 2022 berjalan optimal sebagai fondasi fiskal di tahun 2023.

    Narasumber ketiga, Malik Cahyadin, SE, M.Si, Dosen FEB UNS fokus membahas tentang indikator kebijakan fiskal, fiscal sustainability dan pelajaran dari pandemi COVID-19.

    Menurutnya,  kebijakan Program PEN sebaiknya berlanjut hingga 2022 dengan menekankan strategi Industrialisasi Substitusi Impor (ISI) bagi UMKM yang bermitra dengan BUMN dan strategi Global Value Chain (GSC) untuk beberapa industri prioritas yang berdaya saing global, termasuk BUMN terpilih. Inovasi penerimaan negara untuk meningkatkan tax ratio dapat difokuskan kepada aktifitas bisnis yang mendapat manfaat langsung dari dampak pandemi COVID-19 dan aktivtas bisnis berbasis online. Selain itu, integrasi NIK-NPWP dan Pajak-Zakat dapat direalisasikan secara bertahap.

    Malik Cahyadin, SE, M.Si, Dosen FEB UNS

    Selain itu, burden sharing antara otoritas fiskal dan moneter dapat diteruskan seiring dengan proses pemulihan ekonomi. Optimalisasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan digitalisasi aktivitas bisnis dapat difasilitasi oleh pemerintah dengan menyediakan infrastruktur yang memadai dan merata terutama pelaku usaha UMKM. (Humas FEB)

  • Asesor BAN PT Lakukan Pemantauan Tahap 3 PDIE Secara Daring

    Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) melakukan Pemantauan Tahap 3 Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) secara daring, Rabu-Kamis, 24-25 November 2021.

    Asesor yang ditunjuk untuk melakukan pemantauan yakni Prof. Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.Sec. dari Universitas Gadjah Mada dan  Prof. Dr. Agus Suman, SE, DEA dari Universitas Brawijaya.

    Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Ir. Ahmad Yunus, M.S dalam sambutannya mewakili Rektor UNS di acara pembukaan, menyampaikan bahwa UNS sudah satu tahun  berubah statusnya dari Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Usaha (PTN BLU) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH). UNS senantiasa meningkatkan mutu pendidikan terutama dalam hal akreditasi.

    “Hingga tahun ini, sudah ada 15 Program Studi (Prodi) di UNS divisitasi akreditasi internasional, tahun depan kita tingkatkan lagi, paling tidak mencapai 20 program studi. Hal ini untuk memenuhi persyaratan UNS sebagai PTN BH” tegasnya.

    Prof. Ir. Ahmad Yunus, M.S saat memberikan sambutan

    Dikatakannya, dari prodi-prodi yang sudah terakreditasi unggul oleh BAN PT, paling tidak yang sudah mendapatkan dua kali penilaian baik maka kita ajukan untuk akreditasi internasional.

    Peran dari lembaga penjaminan mutu di UNS besar sekali, setiap semester ada monitoring dan evaluasi internal dan juga audit internal di akhir tahun. Dan yang penting lagi adalah pengawasan penjaminan mutu,  baik dari BAN PT maupun lembaga akreditasi mandiri.

    Prof. Yunus berharap kepada kedua asesor BAN PT, di pemantauan tahap 3 ini untuk memberikan pendampingan dan bimbingan, khususnya kepada Tim Taskforce PDIE FEB UNS.

    Sementara itu, Prof. Samsubar dalam sambutannya menyampaikan, pemantauan yang dilakukan asesor adalah untuk mengkonfirmasi terhadap data-data PDIE yang telah disampaikan Tim Taskforce ke BAN PT.

    Dekan bersama Tim Akreditasi  PDIE FEB UNS

    Asesor yakin Tim Taskforce sudah berusaha optimal dan dalam proses asesmen ini, asesor tidak akan mencari di luar dari yang telah disampaikan tim ke BAN PT. Asesor berharap tim bisa memanfaatkan Pemantauan Tahap 3 BAN PT selama dua hari ini dengan baik, memperbaiki  atau menambahkan data-data sepanjang berada dalam periode akreditasi.

    Senada dengan pernyataan Prof. Samsubar, Prof. Agus mempercayai bahwa di pemantauan terakhir ini, tim sudah menyiapkan dokumennya dengan baik.  Kita manfaatkan kegiatan ini, barangkali ada data-data yang akan diperbaiki atau ditambahkan, tentu saja sepanjang berada di dalam periode akreditasi.

    Asesmen lapangan secara daring ini dimulai dengan konfirmasi data Laporan Kinerja Perguruan Tinggi (LKPT),  sesi dengan tim akreditasi dan dilanjutkan dengan pelaksana penjaminan mutu internal.

    Prof. Dr. Agus Suman, SE, DEA dari Universitas Brawijaya

    Di hari kedua, diagendakan kerja mandiri tim asesor untuk penyiapan draf berita acara dan rekomendasi hasil pemantauan serta penyampaian feedback dan penandatanganan berita acara. (Humas)