FEB

Kategori: fakultas

  • Leadership Webinar Prodi S1 Manajemen Angkat Tema An Overview of the Departmental Leadership Role: Scope, Framework, and Scorecard

    Leadership Webinar Prodi S1 Manajemen Angkat Tema An Overview of the Departmental Leadership Role: Scope, Framework, and Scorecard

    Program studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret menyelenggarakan webinar dengan tema An Overview of the Departmental Leadership Role: Scope, Framework, and Scorecard dengan narasumber Prof. Arifin Angriawan, Ph.D dari Purdue University Northwest, USA pada Senin 26 Juli 2021. Webinar tersebut merupakan rangkaian kegiatan Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2021.

    Dr. Atmaji, MM, Ketua Program Studi S1 Manajemen dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas pengelolaan lembaga, terutama Prodi S1 Manajemen agar mampu menjadi program studi berkinerja unggul di tingkat nasional dan internasional.

    “Untuk mencapai tujuan tersebut, diharapkan dukungan dan peran serta aktif dari Bapak dan Ibu dosen Manajemen agar bersama-sama meningkatkan kualitas aktivitas akademik dan aktivitas lain di masa yang akan datang” tegasnya.

    Peserta Leadership Webinar

    Dalam webinar ini, Prof. Arifin Angriawan menyampaikan pengelolaan kelembagaan dilihat dari berbagai perspektif mulai dari berbagai sumber daya, dosen, kurikulum, proses pembelajaran, kemahasiswaan, dan dampaknya pada pihak ekternal. Beliau juga memaparkan pengalaman best practice atas pengelolaan kelembagaan di Purdue University Northwest berdasarkan akreditasi internasional AACSB.

    Dikatakannya, pengelolaan lembaga berdasarkan standar terbaru dari AASCB sebanyak 9 standar mencakup: strategic planning; physical, financial, and virtual resources; faculty and professional staff resources; curriculum; assurance of learning; learner progression; teaching effectiveness and impact; impact of scholarship; and engagement and societal impact.

    Prof. Arifin Angriawan menambahkan bagaimana mengimplementasikan scorecard framework pada lembaga. Implementasi scorecard framework tersebut juga mencakup evaluasi dari target yang sudah ditentukan, sehingga dapat diamati perubahan kelembagaan.

    Sumber: Prodi S1 Manajemen

    Editor: Humas FEB

     

  • Riset Grup Monetary and Fiscal Studies FEB UNS Beri Pelatihan Karyawan BMT KUBE COLOMADU SEJAHTERA.

    Riset Grup Monetary and Fiscal Studies FEB UNS Beri Pelatihan Karyawan BMT KUBE COLOMADU SEJAHTERA.

    Riset Grup (RG) Monetary and Fiscal Studies Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) kepada karyawan BMT KUBE COLOMADU SEJAHTERA, Rabu, 7 Juli 2021.

    Tim PKM yang diketuai oleh Dr. Siti Aisyah Tri Rahayu, M.Si dan beranggotakan Drs. Sutanto, M.Si., Lukman Hakim, S.E., M.Si., Ph.D., Dr. Mulyanto, M.E, Riwi Sumantyo, S.E.M.M, Ariyanto Adhi Nugroho, SE, M.Ec,Dev, MAPPI (Cert), Hery Sulistio Jati Nugroho Sriwiyanto, S.E., M.S.E, Dr. Tetuko Rawidyo Putro, S.E., M.Si, dan Johadi, S.E., M.Sc  memberikan pelatihan pelayanan prima secara online via zoom dan offline.

    Kegiatan yang dilakukan di Kantor KSPPS BMT KUBE COLOMADU SEJAHTERA itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM dan kinerja karyawan KSPPS BMT KUBE COLOMADU SEJAHTERA dengan cara memberikan pelatihan pelayanan prima (service excellent) kepada karyawan.

    Dr. Aisyah  mengatakan, fokus pelatihan ini adalah pada upaya peningkatan kinerja karyawan supaya dapat memberikan pemahaman tentang pentingnya pelayanan prima dalam interaksi  internal maupun eksternal.

    Tim membekali peserta dengan pemahaman tentang konsumen sebagai seorang individu yang mempunyai banyak keinginan dan persepsi pada sebuah produk atau pelayanan.

    “Peserta diharapkan mampu memberikan pelayanan prima, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan seorang konsumen dan berbagai metode pengukuran pelayanan prima serta mampu menangani berbagai keluhan” jelasnya.

    Hasil pelatihan diharapkan mampu menjadi motivasi dan memberikan skill yang diperlukan bagi karyawan yang akan meningkatkan kualitas layanan Lembaga keuangan syari’ah di era global.

    Dua narasumber yang memiliki kompetensi di bidang keuangan dan perbankan juga dihadirkan yakni Lukman Hakim, S.E., M.Si., Ph.D., akademisi dari FEB UNS dan Ita Jaya Puspitarini, S.Psi., M.M. praktisi di bidang perbankan.

    Kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu cara yang dapat diambil oleh BMT untuk meningkatkan kemampuan sumberdayanya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabahnya.

    Pelayanan yang prima terhadap nasabah akan meningkatkan kepuasan nasabah, sehingga pada akhirnya akan memperbesar jumlah nasabah BMT dan meningkatkan dana nasabah yang bisa dihimpun oleh BMT untuk disalurkan kepada pihak ketiga yang memerlukan pembiayaan.

    Dengan semakin banyaknya nasabah BMT baik sebagai penyimpan dana maupun sebagai pemohon dana, pada akhirnya akan meningkatkan keuntungan yang diperoleh oleh BMT.

    Sumber: Riset Grup Monetary and Fiscal Studies FEB UNS

    Editor: Humas

     

     

     

     

     

     

  • Riset Grup Ekonomi Kreatif FEB Latih Karyawan RSIS Yarsis Berwirausaha Hidroponik

    Riset Grup Ekonomi Kreatif FEB Latih Karyawan RSIS Yarsis Berwirausaha Hidroponik

    Rumah Sakit  Islam Surakarta (RSIS) Yarsis memiliki jumlah karyawan yang cukup besar. Pada awal tahun 2021, rumah sakit ini belum termasuk rumah sakit yang menerima pasien Covid-19 sehingga mengakibatkan pendapatan rumah sakit kurang maksimal.

    Aktivitas kerja berkurang dan pegawai banyak yang bekerja dari rumah. Hal ini berdampak  pada tingkat pendapatan yang semakin menurun.

    Selain itu, khususnya untuk beberapa pegawai rumah sakit banyak yang akan purna tugas sehingga diperlukan pembekalan untuk mempersiapkan setelah tidak lagi bekerja di RSIS Yarsis.

    Dengan kondisi tersebut, Riset Grup (RG) Ekonomi Kreatif Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) melakukan pengabdian kepada masyarakat di tanggal 5 dan 12 Juni 2021 lalu, di Ruang Bumy RSIS Yarsis.

    Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 20 karyawan itu bertujuan memberikan wawasan secara umum tentang pentingnya berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan nilai ekonomis dan usaha produktif bagi individu karyawan.

    Selain itu pelatihan ini memberikan treatment berupa pembekalan kewirausahaan dan melakukan usaha produktif berupa usaha tanaman hidroponik.

    Praktisi Hidroponik, Drs. Djoko Purwanto, MBA bersama dengan Tim dari RG Ekonomi Kreatif yaitu Prof. Dr. Asri Laksmi Riani, MS, Suryandari Istiqomah, SE, MSc, Drs. Moch. Amien Gunadi, MP, Dra. Anastasia Riani Suprapti, M.Si, Yeni Fajariyanti, SE, M.Si dan  Amina Sukma Dewi, SE, M.Si memberikan wawasan kreativitas dan inovasi sederhana yang bisa dilakukan bagi pegawai purna tugas dan sharing pengalaman bertanam hidroponik.

    Tim juga memandu karyawan untuk melakukan praktik langsung, melakukan penanaman sayur dengan menggunakan metode hidroponik.

    Dari pelatihan tersebut, Tim melakukan monitoring hasil penanaman sayur melalui metode hidroponik. Tiga minggu pasca penanaman terlihat sayur kangkung dan pakcoy yang telah ditanam telah tumbuh dengan subur sesuai dengan harapan. (Humas FEB)

  • Riset Grup Behavioral Accounting FEB UNS Dampingi KSM Tegal Duwur

    Riset Grup Behavioral Accounting FEB UNS Dampingi KSM Tegal Duwur

    Tim pengabdian masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam Riset Grup (RG) Behavioral Accounting memberikan pendampingan diversifikasi produk batik ecoprint kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tegal Duwur, Desa Pokak Kabupaten Klaten, Jumat 2 Juli 2021.

    Tim yang diketuai oleh Y. Anni Aryani, Ph.D, dan beranggotakan  Prof. Doddy Setiawan, Dr. Payamta, Dr. Evi Gantyowati, Dian Perwitasari, M.Si, An Nurrahmawati, M.Si, Isna Putri Rahmawati, M.Sc, serta Taufiq Arifin, Ph.D. memberikan peralatan untuk mendukung kebutuhan KSM Tegalduwur berupa mesin jahit dan kompor. Selain itu Tim memberikan bahan habis pakai yaitu beberapa jenis kain sebagai media pembuatan produk ecoprint seperti kain dan kanvas.

    Tim juga melakukan pendampingan dalam pemasaran dan administrasi keuangan. KSM dilatih untuk melakukan inventarisir peralatannya dan melakukan pencatatan transaksi KSM.

    Aktifitas pengabdian yang akan berlangsung dalam periode Maret hingga November 2021 itu bertujuan untuk mendampingi KSM agar melakukan inovasi diversifikasi produk agar dapat bersaing dengan produk ecoprint yang ada di pasaran.

    Sebelumnya, pada tahun 2020, RG Behavioral Accounting telah melakukan pendampingan di desa ini dengan pelatihan pembuatan kain ecoprint dan memberikan beberapa peralatan, media dan bahan dalam pembuatan ecoprint.

    Ecoprint adalah teknik memberi pola pada media dengan menggunakan bahan alami. Teknik ini mudah diterapkan. Hasilnya bisa dipakai sebagai bahan baku pakaian atau barang kerajinan lain seperti Payung, Kipas, Sampul Buku, dan lain-lain. (Humas FEB)

     

     

  • Riset Grup FEB UNS Beri Pelatihan Pemanfaatan Limbah Minyak Goreng

    Riset Grup FEB UNS Beri Pelatihan Pemanfaatan Limbah Minyak Goreng

    Riset Grup Ekonomi dan Keuangan Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di desa Wates, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, Rabu, 7 Juli 2021

    Tim PKM FEB UNS yaitu Dr.Falikhatun, M.Si., Ak, sebagai ketua dan didampingi oleh Prof. Dr. Salamah Wahyuni, SU, Dr. Muthmainah, M. Si., Ak., serta Dr. Muchammad Cholil, MM memberikan pelatihan pemanfaatan limbah minyak goreng (used cooking oil) sebagai produk sampingan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Desa Wates.

    Kegiatan yang digelar di Balai Desa Wates itu bertujuan untuk mendampingi UKM dalam memanfaatkan limbah minyak goreng sebagai produk sampingan, dihadiri oleh aparat desa Wates dan UKM di lingkungan desa Wates.

    Dalam paparannya, Falikhatun menyampaikan bahwa ide PKM ini muncul karena banyaknya limbah minyak goreng atau biasa disebut dengan minyak jelantah yang tidak dimanfaatkan oleh UKM.

    Salah satu UKM melakukan demo hasil pelatihan, membuat sabun dan lilin dari minyak jelantah

    “Minyak jelantah dari hasil usaha keripik diantaranya belut, daun singkong, daun bayam, singkong, dan peyek kacang selama ini tidak dimanfaatkan untuk produk sampingan, tetapi hanya dibuang saja. Hal itu menimbulkan kerusakan lingkungan, selain itu baunya juga yang kurang sedap”  ungkapnya.

    Tim memberikan pelatihan dengan memanfaatkan minyak jelantah itu menjadi sabun dan lilin. Hasilnya, UKM mampu  membuat produk sabun yang dapat dimanfaatkan untuk mengepel lantai atau mencuci barang lain yang tidak digunakan untuk makan dan minum. Sabun ini juga tidak bisa digunakan untuk mandi. UKM juga sudah mampu membuat lilin yang biasa dimanfaatkan ketika mengepak produk dalam plastik selain untuk penerangan.

    Selain itu,  dalam PKM ini juga diberikan materi tentang kewirausahaan yang disampaikan oleh Prof. Dr. Salamah Wahyuni, SU.

    Prof. Salamah mengatakan untuk menjadi wirausaha sukses, maka seseorang harus memiliki “AKU”. AKU merupakan singkatan dari Angan-angan, Kemampuan, dan Usaha.

    Produk PKM, sabun dan lilin

    “Seseorang yang mau menjadi wirausaha sukses harus memiliki Angan-angan atau cita-cita yang jelas dan terukur, kapan cita-cita itu akan diwujudkan dalam dalam bentuk seperti apa. Selanjutnya Kemampuan menyangkut hal yang terkait dengan tingkat intelektualitas seseorang yang dapat ditingkatkan dengan belajar dan latihan yang terus menerus dengan tekun dan sabar, sedangkan Usaha adalah ikhtiar yang harus dilakukan dengan pernuh tanggung jawab dan tanpa putus asa” jelasnya penuh semangat.

    PKM ini diharapkan meningkatkan pengetahuan dan motivasi UKM dalam meningkatkan kapasitas dirinya dan usahanya serta membuka peluang-peluang baru baik dalam pembuatan produk-produk baru maupun usaha baru. (Humas FEB)

     

     

     

     

     

  • Webinar PDIE Bahas Mixed Method: Kiat Membuat Artikel dan Publikasi di Jurnal Ilmiah Bereputasi

    Webinar PDIE Bahas Mixed Method: Kiat Membuat Artikel dan Publikasi di Jurnal Ilmiah Bereputasi

    Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menyelenggarakan webinar dengan topik Mixed Method: Kiat Membuat Artikel dan Publikasi di Jurnal Ilmiah Bereputasi dengan narasumber Prof. Nurul Indarti, Sivilokonom, Cand Merc., Ph.D dari  Universitas Gadjah Mada dan Prof. Doddy Setiawan, S.E.M.Si., Ph.D, Ak., Rabu 7 Juli 2021.

    Prof. Dr. Rahmawati,M.Si, Ak., Kepala Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS dalam sambutannya mengatakan, PDIE sebulan sekali rutin mengadakan diskusi-diskusi tentang disertasi.

    Dengan mendatangkan narasumber yang ahli dibidangnya, mahasiswa dapat menimba ilmu tentang kiat-kiat menulis artikel yang bagus dan publikasi di jurnal bereputasi. Publikasi di jurnal yang bereputasi merupakan syarat kelulusan bagi mahasiswa.

    “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa, baik yang sudah full disertasi atau ada yang sedang pada tahap proposal maupun sampai kelayakan. Saat ini perkembangannya sangat cepat. Mungkin waktu submit di jurnal belum discontinue tapi setelah beberapa bulan sudah discontinue, sehingga mahasiswa harus pandai-pandai memilih jurnal” pesannya menutup sambutan.

    Di webinar ini, Prof. Doddy berfokus kepada penelitian kuantitatif,  mulai dari mencari ide penelitian hingga mencari jurnal yang tepat.

    Dikatakannya, penelitian yang baik itu adalah penelitian yang selesai. Yang penting sudah ada bentuknya dulu, ada draf kasar,  sehingga bisa melangkah lebih lanjut, melakukan perbaikan-perbaikan. Jika terlalu banyak “mikir-mikir” dan ragu-ragu, maka akan terhalang banyak hal.

    Selanjutnya disampaikan, bagaimana cara menemukan  ide penelitian. Sebaiknya peneliti mencari bidang yang disenangi, apakah bidang keuangan, digital ekonomi, digital finance karena jika sudah senang maka peneliti bisa “menikmati” proses dari penelitian itu.

    “Jangan lupa untuk melakukan suatu kajian menyeluruh terhadap suatu topik. Dengan  melakukan kajian yang secara menyeluruh bisa menjadi modal bagi Anda untuk dapat membuat suatu artikel yang membahas perkembangan terkini dari suatu bidang tertentu. Anda bisa memahami perkembangan penelitian di dunia atau melihat konteks penelitian di Indonesia” jelasnya.

    Untuk mencari ide penelitian dapat juga dengan melakukan “short cut” dengan cara mencari limitation of the study dan/atau suggestion for future study di artikel-artikel yang  terbit di jurnal yang bereputasi. Misalnya dengan mengumpulkan artikel-artikel di dua tahun terakhir, dilihat kemana arahnya dan ditaruh dalam folder tersendiri.

    Bagaimana menyusun artikel yang bagus, cobalah contoh artikel yang terbit di jurnal bereputasi, bisa dilihat bagaimana mereka menyajikan argumentasi, alurnya,  pola berfikirnya, dicontoh kemudian kita terapkan.

    Prof. Doddy juga memberikan kiat publikasi artikel di jurnal internasional bereputasi diantaranya  dengan menghindari jurnal yang telah diblack list oleh Dikti, hindari jurnal predatory, dan hindar hi-jacked.

    Narasumber kedua, Prof. Nurul lebih menekankan pada Mix Method Research yang didefinisikan sebagai sebuah penelitian dimana peneliti mengumpulkan dan menganalisis data, mengintegrasikan temuan, menarik kesimpulan dengan menggunakan dua pendekatan atau metode yakni kualitatif dan kuantitatif.

    Penelitian Mix Method yang pernah dilakukah Prof. Nurul adalah literature review atau kajian literatur.  Kajian literatur mengumpulkan banyak literatur dan menggunakan salah satu teknik yang dipakai yaitu teknik bibliometrik, atau teknik yang berbasis pada statistik, pengolahannya menggunakan perangkat lunak, software yang digunakan PoP software (publish of perish software). Dalam hal ini, literature review di awal mengandung kuantitatif, namun pada tahapan berikutnya menggunakan kualitatif. Setelah data terkoleksi dan terkodefikasi dilakukan proses interpretasi.

    Pekerjaan di literature review itu hanya dua yaitu pekerjaan konseptual dan teknikal. Pekerjaan konseptual diantaranya memilih topik, menformulasi research questions, keywordnya seperti apa. Teknikalnya mulai dari mencari artikel, menemukan, mengumpulkan, menyeleksi mana yang relevan dan  mana yang tidak, mendownload artikel-artikel,  menganalasis dan display data.

    Menurutnya, apabila peneliti menggunakan literatur review, sumbangsihnya pada keilmuan akan tinggi, kemungkinan disitasi akan banyak karena menawarkan kebaruan. Manfaat Literatur review memberikan gambaran yang komprehensif sehingga bisa menggarisbawahi pentingnya sebuah penelitian dilakukan juga  menghasilkan ide penelitian yang akan datang terutama mengidentifikasi gap. (Humas FEB)

  • Kelas Internasional UNS Cukup Banyak Peminatnya

    Kelas Internasional UNS Cukup Banyak Peminatnya

    Program Studi (Prodi) S-1 Akuntansi dan S-1 Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret membuka Kelas Internasional. Kelas Internasional merupakan program pendidikan tingkat sarjana yang berkolaborasi dengan Curtin University. Pendaftaran telah dilaksanakan dari tanggal 15 Juni hingga 2 Juli 2021. Sedangkan pengumuman akan diumumkan pada tanggal 13 Juli 2021 mendatang.

    Dalam kesempatan “Jagongan Kelas Internasional UNS”, Selasa 6 Juli 2021, Unit SPMB UNS mengundang Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D, Ak., CA , Kepala Program Studi (Kaprodi) S-1 Akuntansi dan Bhimo Rizky Samudro, M.Si., Ph.D, Kaprodi S-1 Ekonomi Pembangunan untuk mengupas lebih detil tentang kelas yang baru kali pertama dibuka.

    Agung Nur Probohudono menjelaskan Program Unggulan Kelas Internasional diantaranya menghasilkan lulusan yang memiliki kepribadian yang kuat, kreatif dan berkemampuan nalar yang tinggi serta memiliki kemampuan dalam menghadapi tantangan era globalisasi.

    Kurikulumnya hampir sama dengan program reguler, yang membedakan adalah proses pembelajaran yang sepenuhnya menggunakan Bahasa Inggris. Mahasiswa juga berkesempatan untuk  mengikuti pertukaran pelajar, summer course, program double degree, visiting professor dan event internasional lainnya. Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman pendidikan di luar negeri dan juga mendapat pengakuan internasional.

    “Meskipun kelas ini bercorak internasional namun bukan berarti menjadi kelas yang eksklusif. Kami akan membentengi mahasiswa dari sikap yang tidak mencerminkan jati diri bangsa. Jargon-jargon local wisdom akan kita tanamkan semisal memayu hayuning bawana, urip hanguripi agar mampu diimplementasikan para mahasiswa di kelas ini nantinya ketika menjalani studi ” tegasnya.

    Dikatakannya, peserta yang mendaftar di Kelas Internasional cukup banyak, namun di tahun ini, masing-masing prodi hanya membuka satu kelas saja  untuk 25 mahasiswa. Semoga di tahun besok bisa membuka lebih dari satu kelas.

    Bhimo Rizky Samudro, Ph.D menambahkan, beberapa aspek yang dilihat di seleksi Kelas Internasional meliputi potensi akademik, kemampuan berbahasa Inggris dan juga kepribadian peserta melalui tes wawancara.

    “Di informasi yang telah dishare, kita memang tidak mencantumkan berapa score TOEFL atau IELTS nya. Kita berkeinginan agar yang lolos di seleksi ini bukan hanya yang berkemampuan Bahasa Inggrisnya bagus saja namun juga imbang, memiliki kemampuan di akademiknya dan juga dari sisi kepribadiannya.  diharapkan dapat input yang baik.” ungkapnya.

    Selanjutnya disampaikan, di angkatan pertama ini, kami berusaha memberikan yang terbaik, terus berproses dan belajar. Di tahun depan akan direformat lagi pendaftarannya agar lebih fleksibel sehingga bisa memungkinkan peserta yang dari luar negeri juga ikut bergabung di Kelas Internasional ini.   Quality control-nya juga harus kami jaga, agar mahasiswa dan orang tua wali mendapatkan pelayanan yang memuaskan. (Humas FEB)

  • Prodi MESP Gelar Workshop Penulisan Artikel

    Prodi MESP Gelar Workshop Penulisan Artikel

    Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Workshop Penulisan Artikel dengan narasumber Dr. Agr. Sc. Ernoiz Antriyandarti, SP, MP, M. Ec, Dosen Fakutas Pertanian UNS, Rabu 7 Juli 2021.

    Dihadapan sejumlah mahasiswa Prodi MESP, Dr. Ernoiz memaparkan bahwa sebelum penulis  mensubmit artikelnya perlu dievaluasi kelayakannya.

    Ada beberapa indikator untuk menilai artikel itu layak atau tidak. Yang pertama adalah artikel itu harus original. Semua jurnal internasional bereputasi pasti menghendaki similarity index yang rendah, bahkan beberapa jurnal, jika ada artikel yang memiliki kemiripin 15% saja tidak bisa dilanjutkan untuk konten review, di desk evaluation sudah tertolak.

    Artikel dikatakan layak publikasi adalah artikel yang ditulis sesuai dengan format jurnal yang dituju. Selain itu mempunyai kontribusi kebaruan (novelty), valid dan signifikan. Ada sesuatu yang beda dari artikel-artikel sebelumnya. Novelty tidak harus sesuatu yang benar-benar baru. Ada kebaruan dari metodenya, dari variabel yang digunakan, kebaruan dari subyek penelitian, sampel yang digunakan atau periode waktu penelitiannya.

    Selain itu artikel harus ditulis dalam bahasa ilmiah yang jelas singkat dan padat.

    “Salah satu kelemahan kita sebagai orang Indonesia adalah sering menulis dengan panjang dan banyak anak kalimat. Kalimat yang banyak anak kalimatnya ketika akan ditransliterasi akan membingungkan, bahasa Inggrisnya akan tampak aneh” jelasnya.

    Lebih lanjut dikatakan, beberapa artikel yang tidak berhasil biasanya karena tidak jelas state of the arts-nya, hanya paparan data, hanya menjelaskan secara deskriptif, tidak ada research gapnya. Selain itu,  fokus penelitian yang terlalu banyak. Jika fokusnya banyak sebaiknya dirampingkan,  mana garis besarnya, itu yang akan ditulis.

    Dalam hal strategi menulis artikel ilmiah berkualitas, Dr. Ernoiz menyarankan agar penulis memilih proyek atau topik yang membuat penulis itu tertarik dan bersemangat untuk memajukan bidang ilmu yang penting, pertimbangkan juga topik yang diangkat bermanfaat pada kondisi terkini. Bisa juga menceritakan kisah yang hebat, dengan  memperhatikan aliran naskah.

    Strategi lain agar artikel berkualitas adalah pilih jurnal terbaik untuk referensi makalah atau artikel. Beberapa jurnal internasional bereputasi sangat memperhatikan referensi yang kita gunakan. Jika referensinya banyak diambil dari jurnal yang terindeks scopus atau jurnal internasional bereputasi maka akan meningkatkan kepercayaan terhadap artikel ilmiah kita. (Humas FEB)

  • Di Tahap Ketiga, Mahasiswa FEB UNS Ikuti Vaksinasi

    Di Tahap Ketiga, Mahasiswa FEB UNS Ikuti Vaksinasi

    Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) terlihat mengantri untuk mendapatkan vaksin di Auditorium Fakultas Kedokteran UNS, Senin 5 Juli 2021. Peserta dari FEB yang berjumlah 230 bergabung dengan mahasiswa fakultas lain dari  Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Fakultas Hukum (FH), dan Fakultas Keolahragaan (FKOR).

    Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si, Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan  FEB UNS menyampaikan bahwa kegiatan vaksinasi ini bertajuk Serbuan Vaksin untuk Mahasiswa Universitas Sebelas Maret. Aktifitas ini merupakan kerjasama UNS dengan  Panglima  TNI, Kapolri, Pemerintah Kota Surakarta dan Korem 074/Warastratama, diikuti oleh 1000 mahasiswa di setiap tahapnya.

    Utamanya, vaksinasi diberikan kepada mahasiswa yang tinggal di Wilayah Solo Raya atau juga mahasiswa dari luar Solo Raya namun hingga saat ini berada di Solo.

    Menurut Prof. Izza, kuota untuk mahasiswa FEB sebenarnya ada 300, namun kemungkinan karena saat ini sedang dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sehingga kuota tersebut belum terpenuhi. Harapannya, semoga untuk tahap berikutnya, mahasiswa yang belum mendapatkan vaksin akan memiliki kesempatan yang sama seperti rekannya yang lain.

    Pelaksanaan vaksinasi tetap menjaga Protokol Kesehatan

    “Pemberian vaksin bagi mahasiswa ini sangat membantu karena kita memang berharap agar perkuliahan luring atau minimal blended learning bisa dilakukan pada semester depan. Ini adalah ikhtiar sehat kita. Kita memang tidak menjamin yang sudah divaksin tidak terkena covid, namun minimal ketika sudah divaksin tingkat kebekebalan tubuh menjadi lebih tinggi dan ketika terkena pun tingkat keparahan tidak terlalu, harapannya seperti itu” katanya optimis.

    Nur Hariawan, SH, Sub Koordinator Akademik FEB UNS menambahkan, mahasiswa FEB mendapatkan kesempatan vaksin hari ini, di tahap ketiga bersama dengan tiga fakultas lain. Tahap pertama sudah dilakukan untuk Fakultas Kedokteran dan  tahap kedua untuk Fakultas MIPA,  Pertanian dan FKOR.

    Sebelumnya, sosialisasi untuk pendaftaran vaksin telah langsung disebarluaskan ke WhatsApp Grup dan juga Telegram agar mahasiswa dapat cepat mendaftar dan menyiapkan berkas yang diperlukan.

    Kegiatan akan berlangsung dari pagi hingga sore hari. Untuk tahap berikutnya masih akan dikoordinasikan pimpinan, harapannya, semua mahasiswa UNS akan mendapatkan vaksin.

    Sementara itu, saat ditemui media FEB di sela antrian,  Isti Farida, mahasiswa Program Studi Manajemen FEB yang berasal dari Temanggung mengatakan sangat senang mendapatkan informasi bahwa UNS menfasilitasi vaksinasi bagi mahasiswa.

    Salah satu mahasiswa FEB sedang divaksin

    “Dengan adanya fasilitas vaksin ini, saya senang dan sangat terbantu,  karena ternyata tidak mudah untuk mendapatkannya. Jika ada info untuk vaksin bagi masyarakat umum, biasanya rebutan dan  cepet habis. Penyebaran info dari bagian kemahasiswaan FEB untuk pendaftaran vaksin sangat cepat, teman-teman bisa dengan mudah untuk mendapatkan penjelasan jika ada kendala ” tutur mahasiswa yang punya sambilan usaha online di tengah studinya. (Humas FEB)

  • Bagaimana Membangun SDM Unggul Berbasis Talenta  

    Bagaimana Membangun SDM Unggul Berbasis Talenta  

    Kondisi pandemi Covid memberikan banyak pembelajaran yang bisa dipetik, terutama yang berhubungan dengan pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM). Terjadi perubahan cara kerja di semua bidang. Konsekuensi logis atas pandemi yang terjadi telah mengubah cara dan metode kerja, yakni adanya hybrid working, remote working, perubahan cara dan disain perkantoran dengan memanfaatkan TI yang menuntut reskilling dan upskilling.

    Hal itu disampaikan Arifin Susanto, SE, M.Sc., Direktur Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat menjadi narasumber Studium  General  “Strategic Talent Management fo The Post-Pandemic World” yang diselenggarakan oleh Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret, Jumat 11 Juni 2021.

    Selanjutnya dikatakan, “GIG Economy” atau ekonomi yang berbasis freelance juga berkembang, tidak ada fix salary dan basisnya project. Anak-anak muda mulai banyak bekerja freelance dan bekerja untuk diri sendiri (self employed).

    Pandemi juga berdampak pada munculnya perubahan jenis pekerjaan dan lifestyle. Jika dulu para pegawai selalu bekerja dari kantor, maka sekarang bisa dilakukan di rumah, dasar bekerjanya dengan menggunakan teknologi informasi atau digital. Tren model bisnis kebiasaan baru pun berkembang pesat, misal bertumbuh pesatnya market place.

    SDM yang berbasis talenta sangat diperlukan karena bisnis model atau proses kerja ke depan berubah total sehingga mau tidak mau, suka atau tidak suka, basisnya digital.

    Jutaan jenis pekerjaan pun bakal hilang dan diganti yang baru. World Economy Forum memperkirakan akan ada 75 juta jenis pekerjaan yang akan hilang, terutama untuk yang clerical, accounting & payroll,  administrative/ secretary, customer service, factory worker, auditor dan lainnya. Dan akan ada 133 juta posisi pekerjaan baru yang akan muncul diantaranya data analyst dan scientist, AI & machine learning, software developer, general manager, new teach specialist,  IT service dan masih banyak lagi.

    Arifin merumuskan bagaimana membangun SDM unggul yang berbasis talenta, yaitu dengan  membangun SDM yang siap untuk  berubah, membangun kompetensi utama yakni Critical Thinking, Complex Problem Solving, Creativity and Innovation (3C) dan Digital Technology (1 D) serta mengoptimalkan intangible asset.

    “Kita harus siap berubah, mengubah mindset dan sistem kerja, tidak bisa kembali ke sejarah, dulu harus bertemu tatap muka, sekarang bisa dilakukan secara online. Siap bekerja tidak di kantor, namun bekerja bisa dilakukan dari jarak jauh, bisa dilakukan juga dari rumah. Beberapa skill harus dikuasai” ungkapnya

    Arifin menambahkan, perguruan tinggi harus menyesuaikan, SDM nya harus ada reskilling dan upskilling, silabusnya harus berbasis STIM (sains, teknologi, seni dan matematika) yang berbasis teknologi.

    Untuk membangun SDM yang siap berubah juga harus mensupport pekerjaan ke depannya. Cara-cara melamar pekerjaan di masa sekarang ini berbeda sekali. Nilai akademik tidak akan dilihat, namun kemampuan IT dan kemampuan di bidang lainnya akan menjadikan  perhatian lebih.

    Penting pula untuk memprioritaskan cara kerja yang baru dan meningkatkan kualitas kerja, berpikir secara strategis dan kritis. (Humas FEB)