FEB

Kategori: fakultas

  • Tim Abdimas FEB UNS dan Sekolah Vokasi Bekerja Sama dengan Gilang Ramadhan Studio Band, Latih Peserta Program Cayoo

    Tim Abdimas FEB UNS dan Sekolah Vokasi Bekerja Sama dengan Gilang Ramadhan Studio Band, Latih Peserta Program Cayoo

    Dosen Program Studi (Prodi) di S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Sekolah Vokasi (SV) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerjasama dengan  Gilang Ramadhan Studio Band  (GRSB) Solo Grand Mall dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dimulai sejak 5 Juli 2021.

    GRSB merupakan sekolah pendidikan informal yang menyenangkan dan inovatif untuk semua umur dengan kurikulum yang sudah disusun dengan metode pembelajaran berstandar internasional. GRSB memiliki kelas reguler dan privat diberbagai tingkatan umur, mulai dari umur dibawah 5 tahun hingga 15 tahun dengan instruktur yang mumpuni di bidang alat musik.

    Tim abdimas yakni Dr. Intan Novela QA, SE, M.Si, Reza Rahardian, SE, M.Si, Deny Dwi Hartomo, SE, M.Sc, Lintang Ayuninggar, SE, M.Sc, dan Adnan Effendi, SE, M.Sc memberikan pelatihan dan pendampingan kepada peserta didik GRSB dalam Program Cayoo.

    Dr. Intan Novela QA, SE, M.Si, Ketua abdimas mengatakan tujuan  dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengalaman simulasi sebagai grup musik secara utuh yang mampu tampil di depan audiens baik secara langsung maupun melalui media rekam audio visual.

    “Materi yang diberikan dalam program ini terbagi menjadi 16 sesi antara lain pembelajaran teknik instrumentasi dalam grup musik, pembekalan keterampilan berkomunikasi, pengalaman proses rekaman lagu, pengalaman tampil secara live, dan pengalaman proses rekaman video clip” jelasnya.

    Sebelum pelaksanaan kegiatan, tim abdimas melakukan konsolidasi dan koordinasi pelaksanaan program dengan management GRSB dan orang tua peserta didik.

    Pada sesi perdana, siswa-siswi Cayoo memperoleh pengetahuan tentang skill komunikasi paling mendasar, yaitu bagaimana cara memperkenalkan diri secara lisan, baik di hadapan satu lawan bicara, di depan banyak orang, ataupun dalam sorotan kamera video.

    Sesi kedua yakni Video Perkenalan Diri. Sesi ini tim mengajak peserta untuk langsung praktik memperkenalkan diri melalui media video. Dengan berbagai kreasinya, ada yg syut video sampai beberapa kali, ada yg sambil main alat musik, dan ada pula yang berbahasa asing.

    Sementara itu, untuk sesi ke tiga akan dilaksanakan setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berakhir. (Humas FEB )

  • Pimpinan FE UNTAN Kunjungi FEB UNS, Diskusikan MBKM

    Pimpinan FE UNTAN Kunjungi FEB UNS, Diskusikan MBKM

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS menerima kunjungan dari pimpinan Fakultas Ekonomi  Universitas Tanjungpura (UNTAN) Pontianak, Senin 20 September 2021 di Ruang Sidang 1 FEB UNS.

    Pimpinan FE UNTAN yakni  Muz’an Sulaiman, SE, MM, Wakil Dekan 1,  Dr. Haryono, SE, Ak, CPA, Asean CPA, Wakil Dekan 2, Dr. Restiatun, MSi, Sekprodi Doktor IE, Dr. Afrizal, MSi, Kepala Perpustakaan diterima langsung oleh Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons) Ph.D.,Ak., para Wakil Dekan, Kepala Program Studi (prodi) S1 dan Kepala Program Doktor Ilmu Ekonomi.

    Di kesempatan itu, Pimpinan FEB UNS menyampaikan profil FEB UNS, Kebijakan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan implementasinya di masing-masing prodi.

    Dr. Haryono, WD 2 FE UNTAN saat menyampaikan profil FE UNTAN

    Usai menyampaikan selamat datang kepada pimpinan FE UNTAN, Prof. Djoko Suhardjanto memaparkan sekilas profil FEB UNS.

    Seluruh prodi di FEB UNS, Prodi S1 dan Pascasarjana telah terakreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Sertifikasi akreditasi internasional pun telah diraih yakni  EPAS, AUN QA dan ABEST21. Sekitar bulan November tahun ini,  ketiga program studi S1  FEB UNS, Akuntansi, Manajemen dan Ekonomi Pembangunan akan divisitasi AQAS, lembaga akreditasi internasional yang diakui oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti).  Tahun ini pula, FEB UNS membuka kelas internasional.

    “Sejak 6 Oktober 2020 lalu, UNS menyandang status sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Selain itu, UNS masuk klaster satu atau klaster utama dari Perguruan Tinggi (PT) terbaik di Indonesia. Karena sudah PTNBH, syarat utama 50% dosennya harus bergelar  doktor dan FEB sudah mendekati” tegasnya.

    Sementara itu, Kebijakan MBKM disampaikan Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS, Prof. Izza Mafruhah, SE, M,Si dan untuk implementasinya di masing-masing prodi disampaikan oleh Kaprodi Akuntansi, Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA, Kaprodi Manajemen,  Dr. Atmaji, M.M., dan Kaprodi Ekonomi Pembangunan, Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D.

    Rombongan mengunjungi ruang studio FEB UNS

    Dalam kunjungan itu, pimpinan UNTAN juga ditunjukkan beberapa fasilitas FEB UNS yang telah disesuaikan dengan standar akreditasi nasional dan internasional diantaranya ruang kelas, ruang profesor, ruang studio pembelajaran, work station, ruang telekonferen dan lain sebagainya. (Humas FEB).

  • FEB UNS Undang Tiga Narasumber, Diskusikan Revitalisasi Pelatihan atau Jasa Konsultasi Berorientasi Pasar

    FEB UNS Undang Tiga Narasumber, Diskusikan Revitalisasi Pelatihan atau Jasa Konsultasi Berorientasi Pasar

    Bidang Kerjasama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar diskusi daring bertemakan Revitalisasi Pelatihan atau Jasa Konsultasi Berorientasi Pasar, Sabtu  18/9/2021.

    Tiga narasumber dari Lembaga Managemen  FEB Universitas Indonesia dihadirkan yakni Yuli Setiono, MSi, Direktur Training & Asessment, M. Slamet Wibowo, MBA, Tim Ahli Pimpinan dan Taufiq Nur, MSc, Assistant Group Head of Training Services.

    Dr. Ahmad Ikhwan Setiawan, S.E., M.T., Ketua Badan Pengelola Usaha Fakultas (BPUF) dalam sambutannya mengatakan FEB UNS memiliki lembaga pelatihan yang selama ini sudah berusaha bergerak aktif dalam rangka kemandirian lembaga. Misi BPUF adalah generating income, memberikan pendapatan untuk membesarkan nama lembaga. Untuk hal ini, perlu ada yang memotivasi baik dalam menggarap pasar  internal terutama di Solo Raya maupun upaya untuk mengembangkan ke jasa konsultasi.

    “Saat ini, FEB UNS memiliki sumberdaya yang cukup, dalam arti profesor dan doktor yang siap jual. Cuma perlu ada sentuhan yang lebih ke arah marketable atau orientasi pasar sehingga sumber daya kami bisa dioptimalkan untuk peningkatan pengalaman dosen-dosen senior dan juga untuk kemandirian lembaga.” katanya.

    Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS, Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si mengharapkan hasil dari diskusi ini bisa ditindaklanjuti dengan rapat-rapat kerja.

    “Apa yang kita serap di kegiatan ini menjadi salah satu wacana atau tambahan untuk mempersiapkan  di tahun 2022. Setelah ini, tim kerjasama akan menyelenggarakan rapat-rapat kerja untuk menyusun kerja ke depan. Kita coba terapkan, membangun, merekonstruksi atau merestrukturisasi kegiatan yang ada di FEB UNS” tegasnya.

    Dikatakannya, FEB UNS memiliki Pusat Pengembangan Ekonomi Pembangunan (PPEP), Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) dan Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) yang disatukan ke dalam satu wadah yaitu BPUF. BPUF di FEB merupakan penyatuan dari berbagai kekuatan yang ada di fakultas, kita akan mengangkut gerbong FEB ini sesuai dengan kekuatan masing-masing .

    Di pengelolaan kerjasama sebelumnya, FEB UNS merencanakan untuk pemetaan atau identifikasi dari masing-masing keahlian dosen. Kita perlu buat sebuah promosi yang dilakukan bersama-sama sehingga kita bukan hanya memberikan pelayanan kepada mahasiswa namun juga memberikan pelayanan kepada masyarakat , tidak hanya di Solo Raya tapi juga dari Sabang sampai Merauke. Terlebih dengan daring memungkinkan aktifitas tidak hanya untuk masyarakat sekitar tapi juga nasional bahkan internasional.

    Ketiga narasumber memberikan pengalamannya dalam pengelolaan LM FEB UI yang telah berdiri sejak tahun 1963 sebagai perusahaan jasa konsultasi manajemen dengan beberapa produknya yakni asesmen, pelatihan, riset dan konsultasi. (Humas FEB UNS) .

  • Kuliah Umum Prodi S1 Akuntansi Angkat Tema Kinerja Perbankan dan Perkembangan Bisnis di Masa Pandemi  

    Kuliah Umum Prodi S1 Akuntansi Angkat Tema Kinerja Perbankan dan Perkembangan Bisnis di Masa Pandemi  

    Pandemi Covid 19 yang telah menerpa negeri ini selama hampir dua tahun banyak menimbulkan perubahan di dunia usaha. Banyak usaha yang mengalami penurunan omset bahkan ada beberapa pengusaha yang menutup usahanya karena tidak sanggup membiayai operasionalnya. Berkurangnya pendapatan masyarakat menyebabkan turunnya daya beli untuk membeli barang-barang di luar kebutuhan pokok.

    Berdasarkan hasil survei Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Solo, kegiatan usaha hingga triwulan ke 4 tahun 2020 mengalami penurunan. Harta lancar atau uang tunai yang disimpan di bank dan rentabilitas atau laba usaha selama tiga bulan berturut-turut 3 bulan terakhir pada triwulan ke empat tahun 2020 turun masing-masing indikatornya minus 2,8 % dan minus 25%.

    Pernyataan itu disampaikan Lekso Mirmawan, Kepala Cabang Bank Jateng Cabang Solo saat menjadi narsumber di acara Kuliah Umum Kinerja Perbankan dan Perkembangan Bisnis di Masa Pandemi yang diselenggarakan  Program Studi (prodi) S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS),  Rabu 15 September 2021.

    Peserta kuliah umum mengikuti secara daring

    Selanjutnya disampaikan, perbankan termasuk salah satu bagian yang diminta pemerintah untuk mengambil bagian dalam melakukan pemulihan ekonomi nasional.  Perbankan harus melakukan perubahan baik secara internal dalam perusahaan sendiri maupun secara eksternal memberikan kontribusi kepada masyarakat, nasabah  atau debitur- debitur bank.

    “Salah satu upaya yang dilakukan kepada nasabah adalah memberikan relaksasi kepada debitur yang terdampak covid. Relaksasinya adalah penundaan pembayaran pokok kredit, ditangguhkan sampai periode tertentu.  Debitur diberi keringanan, hanya melakukan pembayaran bunga saja. Dengan pola seperti ini diharapkan debitur bisa memanfaafkan agar bisa survive, membayar biaya usahanya, membayar biaya operasional dan seterusnya.” urainya.

    Relaksasi lainnya yakni pembebasan pokok dan bunga kepada pengusaha untuk periode tertentu. Relaksasi ini diberikan kepada perusahaan yang sifatnya non esensial untuk mendorong agar para pengusaha kembali bangkit, bersama berjuang menghadapi pandemi.

    Selain itu, perbankan juga mengalihkan kredit komersial kepada kredit konsumer dengan jenis pembayarannya menggunakan gaji tetap. Menstimulus para pegawai negeri dengan kredit konsumer dengan memberi bunga kredit yang rendah.

    Dalam masa pandemi ini, perbankan juga diterpa isu ketidakpercayaan masyarakat terkait keamanan dananya. Pihak perbankan hingga saat ini terus memberikan edukasi, terus  menyapa nasabah bahwa dana masyarakat yang tersimpan di bank dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

    Sementara itu, Raja Alkautsar, Owner Tanaku Kopi, narasumber kedua di kuliah umum yang diikuti lebih 160 peserta itu lebih menyoroti strategi yang harus dilakukan orang yang ingin menjadi seorang wirausahawan yang sukses.

    Raja Alkautsar saat pemaparan materinya

    Menurutnya, untuk melakukan usaha, seseorang harus punya passion. Passion bisa terlihat ketika seseorang sangat senang mengerjakan sesuatu dan tidak bosan meski melakukannya dalam waktu yang lama, selalu enjoy melakukannya. Passion jika diasah akan menjadi peluang bisnis yang besar.

    “Orang-orang yang memiliki passion kelihatan lebih detil, tidak mau salah, tidak mau kalah. Beberapa orang sukses yang saya temui biasanya melakukan aktifitas perkerjaanya hingga dalam waktu di luar batas kewajaran, sangat keras dalam bekerja, jika sedang nongkrong pun yang dibahas itu kerjaan. Pulang ke rumah hanya untuk tidur” katanya.

    Raja menambahkan, syarat menjadi pengusaha adalah jangan pernah pantang menyerah, jika gagal segera berdiri, bangkit lagi. Tekanan di dunia bisnis itu memang sangat tinggi, apalagi jika kerjasama dengan orang lain karena harus berbagi profit.

    Penting dalam memulai usaha adalah selalu mengunjungi, mencatat, menganalisa tempat usaha kompetitor. Pelajari mengapa ramai dikunjungi hingga mendapatkan clue-cluenya. Dan yang terpenting ketika sudah menjalankan usaha adalah selalu memberikan pelayanan yang memuaskan kepada pelanggan sehingga pelanggan akan selalu mengulangi kunjungannya. (Humas FEB)

  • Latih Kekompakkan, FEB UNS adakan AMT dan Outbond

    Latih Kekompakkan, FEB UNS adakan AMT dan Outbond

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Achievement Motivation Training (AMT) dan Outbond, Sabtu, 11 September 2021 di Tempel, Sleman, Yogyakarta.

    Kegiatan di periode pertama yang diikuti oleh lebih dari 40 orang tenaga kependidikan (tendik) FEB UNS, juga dihadiri oleh Dekanat dan beberapa pimpinan prodi.

    Sebelum outbond, Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com., Hons., Ph.D, Ak. Dekan FEB UNS memberikan arahan bahwa kegiatan ini selain untuk refreshing juga memberikan motivasi agar tendik lebih kuat dalam menjalani tantangan hidup dan juga melatih kekompakkan pada sebuah tim.

    Kegiatan outbond yang digelar tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Tendik akan berlatih untuk melakukan perjalanan yang cukup jauh di sekitar kaki Gunung Merapi dengan berbagai rintangan, menyusuri kebun salak, menerabas hutan dan juga berjalan di sepanjang aliran sungai.

    Dekan berharap dari kegiatan ini, tendik FEB bisa selalu guyub rukun menjaga kekompakkan untuk mencapai tujuan bersama.

    “Mari kita jaga agar hidup ayem tenteram, urip sing urup memayu hayuning bawana. Hidup hendaknya memberikan manfaat bagi orang lain, memberikan kebahagiaan, keselamatan kesejahteran bagi alam sekitar” katanya memotivasi.

    Saat outbond, tendik yang terbagi dalam 3 kelompok wajib mengikuti arahan dari pemandu perjalanan. Setiap kelompok harus selalu bersama dan membantu kesulitan setiap anggotanya. Beberapa aturan yang harus ditaati selama perjalanan diantaranya, tidak boleh mengambil apapun saat memasuki area perkebunan masyarakat, tidak boleh membuang barang apapun, tidak boleh membunuh hewan apapun kecuali dalam keadaan yang terpaksa.

    Selama perjalanan, tendik harus ekstra hati-hati, naik turun bukit yang tanahnya licin, menyusuri aliran Sungai Krasak yang cukup deras dan dalam serta tebing air terjun yang curam. Tendik juga harus menerabas sepanjang Hutan Sempadan. Di akhir perjalanan, untuk menjaga kelestarian alam, dilakukan penanaman sebuah pohon gayam di pinggir sungai Krasak.

    Usai outbond, di pendapa Omah Noto Plankton, tendik mengikuti kegiatan sharing dan evaluasi perjalanan yang telah ditempuh selama kurang lebih 4 jam .

    Seluruh tendik memiliki kesan yang menyenangkan dalam pengalaman perjalanannya menyusuri kebun, hutan dan sungai serta permainan yang diberikan tim pemandu. Para tendik juga memberikan beberapa saran dan masukan kepada tim Omah Noto Plankton yang memandu pelaksanaan outbond untuk perbaikan ke depan.

    Untuk kegiatan di periode 2 akan diadakan pada tanggal 2 Oktober mendatang di lokasi yang sama. (Humas FEB )

  • Tendik FEB Ikuti Pelatihan Zoom untuk Perkuliahan Hybrid

    Tendik FEB Ikuti Pelatihan Zoom untuk Perkuliahan Hybrid

    Sejumlah tenaga kependidikan Akademik Riset dan Kemahasiswaan (Akrima) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti Pelatihan Zoom Hybrid di ruang 2203 Gedung 2,  Kamis 9 September 2021. Pelaksanaan pelatihan dikoordinir oleh Sub Koordinator Akademik FEB, Nur Hariawan, SH.

    Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si, Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS dalam arahannya yang disampaikan secara daring mengatakan, mulai minggu ini, FEB sudah melaksanakan kuliah hybrid yaitu perpaduan kuliah luring dan daring. Untuk kelancaran perkuliahan hybrid diperlukan keahlian petugas akademik terutama pelayanan kuliah.

    Prof. Izza Mafruhah saat memberikan arahan kepada tendik Akrima

    “Alhamdulillah, fasilitas yang kita miliki untuk perkuliahan hybrid ini sudah bagus dan sangat mencukupi. Di FEB dipersiapkan 10 kelas yang akan kita gunakan untuk hybrid, sudah banyak juga dosen hingga saat ini mendaftar untuk melaksanakan hybrid. Tendik di sub Akrima terutama di layanan perkuliahan, baik untuk program S1 maupun pascasarjana diharapkan mampu menyerap ilmu dari pelatihan ini dan mampu mengaplikasikannya untuk memberikan layanan kuliah hybrid.”  ungkapnya.

    Prof. Izza mengingatkan kepada peserta pelatihan, dalam 4 hingga 5 bulan ini, bidang Akrima akan menghadapi masa yang sibuk karena pelaksanaan perkuliahan hybrid. Hybrid mengharuskan kita untuk memberikan layanan Works From Office (WFO) sementara mahasiswa masih berkomunikasi  secara daring.

    “Temen-teman tendik di Akrima akan bekerja lebih banyak dibandingkan dengan yang seharusnya dan harus bersiap” katanya menyemangati.

    Peserta mempraktekkan langsung teknis zoom hybrid

    Selanjutnya dikatakan, setelah agenda pelatihan ini, akan ada lagi kegiatan secara luring untuk tendik Akrima dengan narasumber dari Biro Akademik dan Kemahasiswaan untuk mendapatkan petunjuk mengenai model layanan yang harus dilakukan ketika harus hybrid.

    Bidang Akrima juga akan mengundang dari organisasi kemahasiswaan, dengan tujuan agar BEM atau UKM bisa mensosialisasikan kepada mahasiswa lainnya agar dapat memahami bahwa kinerja pelayanan akademik yang dilakukan kepada mahasiswa dengan perkuliahan hybrid ini sudah merupakan kerja yang optimal.

    Pelatihan yang berlangsung sekitar 2 jam itu, dipandu langung oleh Effendi Setiawan S, tenaga kependidikan FEB. Setelah mendapatkan penjelasan teknis dalam mengoperasikan zoom hybrid, peserta melakukan praktek langsung. (Humas FEB)

  • Prodi Manajemen FEB UNS Hadirkan Prof. Franco Fiordelisi dalam Workshop Recent Issues in Finance

    Prodi Manajemen FEB UNS Hadirkan Prof. Franco Fiordelisi dalam Workshop Recent Issues in Finance

    Program Studi (Prodi) S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menghadirkan Prof. Franco Fiordelisi dalam sebuah Workshop bertema “Recent Issues in Finance”, Selasa (31/08/2021). Workshop tersebut merupakan rangkaian kegiatan dalam Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2021.

    Prof. Fiordelisi adalah seorang profesor di bidang keuangan dan perbankan dari University or Rome III, Italia, dan University of Essex, Inggris. Prof. Fiordelisi juga menjabat sebagai President of the Financial Intermediation Network of European Studies (FINEST). Saat ini Prof. Fiordelisi adalah associate editor di Journal of Financial Stability, European Journal of Finance, and Economic Modelling. Dalam Workshop kali ini, Prof. Fiordelisi memaparkan artikelnya berjudul Pandemic Lending: The Unintended Effects of Model-based Regulation.

    Dewanti Cahyaningsih, moderator dan Fioerdelisi

    Dalam penelitiannya, Prof. Fioerdelisi mencoba menjawab beberapa pertanyaan terkait pengaruh model-based regulation dalam terjadinya ‘credit crunch’ selama krisis pandemi Covid-19. Hasil riset menunjukkan bahwa bank IRB mengurangi jumlah pendanaan lebih besar dibandingkan dengan bank SA.

    “Krisis saat ini berbeda dengan krisis keuangan global di tahun 2008 yang berasal dari sektor perbankan, krisis pandemi saat ini berawal dari konsumen,” ungkap Prof. Fiordelisi.

    Lebih lanjut Prof. Fiordelisi mengungkapkan bahwa berdasarkan riset yang dilakukan, pengurangan kredit terjadi pada kreditur yang terimbas pandemi. Secara garis besar terdapat beberapa poin saran yang disampaikan oleh Prof. Fiordelisi terkait hasil riset antara lain bahwa model IRB menghambat penyaluran kredit selama periode krisis dimana kreditur sangat membutuhkan bantuan finansial dan bahwa IRB bank menyalurkan lebih sedikit kredit ke kreditur yang sama selama krisis pandemi Covid-19.

    Workshop berlangsung interaktif dipandu oleh Dewanti Cahyaningsih, M.Rech yang merupakan alumni Prodi Manajemen FEB UNS, dan ditutup dengan sesi foto bersama.

    Reporter: Aulia

    Editor: Humas FEB

  • FEB UNS Adakan Simulasi Perkuliahan Hybrid

    FEB UNS Adakan Simulasi Perkuliahan Hybrid

    Sejumlah mahasiswa dari Program Studi S-1 Manajemen semester 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti kuliah Pengantar Ekonomi Makro yang diampu oleh Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si secara luring di Ruang 2.203 Gedung 1  dan beberapa mahasiswa lainnya mengikuti secara daring di rumah masing-masing, Jumat 3 September 2021.

    Perkuliahan secara hybrid, menggabungkan dua metode pembelajaran luring dan daring itu merupakan simulasi awal yang dilakukan FEB untuk mempersiapkan Perkuliahan Tatap Muka (PTM) yang secara bertahap akan mulai dilakukan oleh UNS. Di tahap awal, UNS akan  menggelar PTM bagi mahasiswa semester 1 dan diutamakan bagi warga Solo Raya dan sudah mendapatkan vaksin.

    Mahasiswa terlihat semangat dan antusias mengikuti simulasi perkuliahan hybrid yang berlangsung selama 2 jam, baik yang berada di ruang kelas maupun yang mengikuti secara daring di rumah.

    “Mahasiswa yang mengikuti kuliah luring saat ini sementara baru dari Solo Raya, ada yang dari Wonogiri, Sukoharjo, Klaten dan juga Solo. Dengan seperti ini, ada nilai plusnya, dosen bisa menjelaskan secara detil apalagi untuk matakuliah yang ada hitung-hitungannya seperti yang saya ampu, kalau menggunakan zoom masih ada kesulitan” kata Prof. Izza usai mengajar.

    Menurutnya, memang perlu sekali dipersiapkan peralatan dan petugas teknis yang mendukung pelaksanaan perkuliahan hybrid ini sehingga peserta yang ada diruang kelas dan yang ada dirumah bisa terhubung, dapat jelas menerima apa yang disampaikan dosen pengampu, demikian juga diskusi kelas dapat berjalan dengan lancar.

    Prof. Izza berharap agar universitas segera memberikan fasilitas vaksin kepada mahasiswa baru agar mahasiswa yang mengikuti perkuliahan merasa aman.

    Sementara itu, Andreansyah Saputra, mahasiswa S1 Manajemen mengatakan, metode perkuliahan seperti ini sangat baik diterapkan. Mahasiswa dapat memahami dengan jelas materi yang disampaikan dosen.

    “Kami sebagai mahasiswa merasa nyaman mengikuti perkuliahan dengan tetap menjaga protokol kesehatan di kampus dan juga di dalam kelas” ungkapnya singkat. (Humas FEB)

  • FEB UNS Adakan Sosialisasi dan Persiapan Akreditasi AQAS

    FEB UNS Adakan Sosialisasi dan Persiapan Akreditasi AQAS

    Program Studi Akuntansi, Manajemen dan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret  (UNS) tahun 2021 mengajukan Akreditasi Internasional AQAS. Self Evaluation Report (SER) AQAS sudah disubmit pada awal Agustus 2021 dengan dua prodi lainnya di lingkungan UNS. Apabila hasil review desk evaluation memenuhi,  maka awal Nopember akan ada  asesmen lapangan secara daring.

    Sehubungan dengan itu, FEB UNS menyelenggarakan Sosialisasi dan Persiapan Akreditasi Agency for Quality Assurance by Accreditation of Study Programs  (AQAS) untuk Civitas Akademika FEB UNS, Rabu 1 September 2021 secara luring dan daring.

    Dekan FEB UNS saat memberikan sambutan

    Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh tenaga pendidik, kependidikan dan perwakilan organisasi kemahasiswaan menghadirkan dua narasumber, Dr. Heni Hendrayati, SIP, MM, dari Universitas Pendidikan Indonesia Bandung dan Irwan Trinugroho, SE, M.Sc. Ph.D, Direktur Kerjasama  dan Internasionalisasi UNS dan juga Dosen di FEB UNS.

    Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com Hons, Ph.D, Ak dalam sambutannya mengatakan, AQAS merupakan salah satu lembaga akreditasi internasional yang diakui oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) dan berdiri pada tahun 2002 dan berkantor pusat di Cologne, Rhine-Westphalia Utara, Jerman.

    “Semenjak UNS berstatus Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTNBH) per 6 Oktober 2019 lalu, kita diberi mandat untuk bisa masuk ke 500 universitas besar di dunia. Ini sangat berat dan merupakan  tantangan kita bersama, oleh karena itu akreditasi internasional sangat diperlukan” ungkapnya.

    Selanjutnya dikatakan, Universitas Sebelas Maret yang memiliki 167 prodi, oleh kementerian ditarget 15 dari  prodi S1 harus terakreditasi internasional. FEB untuk S1 jelas tertarget semuanya untuk dapat tersertifikasi.

    Sebelum PTNBH, sebenarnya prodi di FEB sudah memiliki sertifikasi akreditasi internasional. Prodi S1 Manajemen, Ekonomi Pembangunan telah mendapat sertifikasi AUN QA, serta Prodi S1 Akuntansi tersertifikasi EPAS. Sedangkan untuk prodi pascasarjana, Magister Akuntansi, Magister Manajemen, Magister Akuntansi serta Program Doktor Ilmu Ekonomi telah tersertifikasi ABEST 21. Namun lembaga tersebut. Saat ini tidak diakui Dikti sehingga kita harus bisa sedikit merubah strategi untuk mencari lembaga akreditasi international yang diakui.

    Diakhir sambutan, Dekan berharap kedua narasumber bisa memberikan pencerahan, bagaimana titik fokus dari Akreditasi AQAS sehingga prodi di FEB berhasil memiliki status akreditasi internasional tersebut.  Di kriteria BAN PT, dalam peraturannya dinyatakan jika prodi sudah mendapatkan akreditasi internasional otomatis akan disetarakan dengan status unggul. Diharapkan akhir tahun ini seluruh prodi S1 bisa terakreditasi international.

    Irwan Trinugroho, Ph.D saat berikan arahan 

    Di kegiatan ini, kedua narasumber menjelaskan secara detil proses persiapan, pelaksanaan visitasi hingga gambaran evaluasi dari akreditasi AQAS. Dijelaskan juga strategi yang harus dilakukan agar pelaksanaannya berjalan dengan lancar.

    Irwan, Ph.D menekankan yang terpenting adalah  prodi dan taskforce secara intensif bertemu dengan dosen, mahasiswa dan siapapun stakeholder yang diminta interview sesuai SER AQAS, diskusikan dan dikomunikasikan agar semua berada dalam halaman yang sama. Persiapkan semua potensial dokumen dalam google drive dan sudah disusun dalam sub-sub untuk memudahkan pencarian file. Selain itu diisiplin dengan jadwal yang telah disetujui serta fokus pada proses asesmen. (Humas FEB)

  • Tiga Hal Pokok Disampaikan Dekan FEB UNS dalam Apel Pagi yang Diikuti Seluruh Pegawai di Lingkungan UNS

    Tiga Hal Pokok Disampaikan Dekan FEB UNS dalam Apel Pagi yang Diikuti Seluruh Pegawai di Lingkungan UNS

    Universitas Sebelas Maret sebagai salah satu perguruan tinggi yang tumbuh dari Rakyat Kampus Benteng Pancasila dan mengabdikan seluruh kemampuannya untuk kesejahteraan rakyat, berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran yang melibatkan seluruh stakeholder dalam kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

    Dalam kegiatan MBKM ini, UNS harus mampu membentuk karakter anak bangsa yang berbudi luhur, mahasiswa bisa mengembangkan kemampuan diri  bukan hanya hardskill namun juga softskill melalui delapan jenis kegiatan MBKM. Kondisi ini memastikan UNS tidak menjadi menara gading dalam dunia pendidikan namun juga ikut berperan aktif ke masyarakat mengabdikan energinya melalui amal ilmiah dan ilmu amaliah.

    Pernyataan itu disampaikan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com (Hons), Ph,D, Ak. dalam Apel Pagi yang diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan UNS, Senin 30 Agustus 2021 secara daring.

    Selanjutnya dikatakan,  evaluasi kegiatan selama paruh semester kedua dan penyerapan anggaran  digunakan untuk meningkatkan fasilitasi baik dalam ranah pengembangan sumber daya manusia, fasilitas belajar mengajar termasuk laboratorium berkelas internasional serta berbagai macam fasilitas kegiatan dalam mendorong pencapaian akreditasi unggul baik level nasional maupun internasional.

    Peserta Apel Saat Penghormatan kepada Sang Merah Putih

    Dan di pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) semester kedua pada tahun 2021, di semester pertama kita telah melakukan berbagai upaya dalam pencapaian target IKU. Para pimpinan universitas, fakultas bahu membahu dengan dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan bekerja keras untuk bisa mencapai target IKU bahkan melampauinya dan tetap memantapkan UNS pada universitas klaster satu. Namun tentu saja hal ini harus terus berlanjut agar kita bisa masuk ke dalam universitas kelas dunia baik dalam tataran Asian University Ranking maupun World University Ranking.

    Tiga hal pokok tersebut disampaikan Prof. Djoko Suhardjanto dalam pengarahan Apel Pagi     untuk menyambut pekan terakhir di bulan Agustus ini. Harapannya, UNS semakin berjaya baik dalam ranah nasional maupun internasional.

    Apel pagi rutin diselenggarakan UNS pada hari Senin dan penanggungjawabnya secara bergilir di 16 Unit Kerja yang ada di UNS. Pada tanggal 30 Agustus 2021 ini, FEB bertanggung jawab penuh dalam pelaksanaannya.

    Pembacaan Naskah Pancasila oleh Ketua Senat Fakultas

    Petugas lain di apel pagi yakni Kaprodi S1 Manajemen, Dr. Atmaji yang memimpin penghormatan kepada Sang Merah Putih; Mengheningkan Cipta dipimpin oleh Dekan, Prof. Djoko Suhardjanto; Pembacaan Naskah Pancasila oleh Ketua Senat Fakultas, Prof. Tulus Haryono; Pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Tahun 1945 oleh Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan, Prof. Izza Mafruhah; Pembacaan Panca Prasetya Korps Pegawai RI oleh Wakil Dekan Sumber Daya Manusia dan Logistik, Dr. Djuminah; Doa oleh Wakil Dekan Perencanaan, Kerjasama Bisnis dan Informasi, Dr. Mugi Harsono, serta pemandu acara oleh Fungsional Pranata Humas, Tetri Wahyu Aryanti.  (Humas FEB).