FEB

Kategori: fakultas

  • Sejumlah Mahasiswa Asing Ikuti International Short Course 2019

    Sejumlah Mahasiswa Asing Ikuti International Short Course 2019

    16 mahasiswa dari luar negeri ikuti International Short Course yang diselenggarakan oleh Program Studi (Prodi) S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS).

    Saat iniAcara yang akan dilaksanakan tanggal 17 hingga 22 November 2019 merupakan upaya internasionalisasi Prodi S1 Akuntansi FEB UNS.

    FEB UNS telah menjadi anggota organisasi internasional EFMD EPAS Akreditasi dan ABEST 21(The Alliance on Business Education and Scholarship for Tomorrow).

    International Short Course adalah kegiatan akademik singkat yang menggabungkan serangkaian kuliah, kunjungan perusahaan, diskusi studi kasus, dan sejumlah acara sosial dan budaya.

    Perkuliahan langsung diampu oleh dosen FEB UNS dan para profesional yang kompeten di bidangnya. Peserta akan mendapatkan pengetahuan tambahan terkait bisnis di Indonesia.

    Sejumlah kasus bisnis akan diajarkan kepada peserta didik untuk berdiskusi perkelompok. Setiap kelompok akan diminta untuk membuat analisis dan mengusulkan sejumlah solusi untuk kasus tertentu.

    Peserta juga akan mendapatkan pengalaman praktis melalui kunjungan perusahaan. Kunjungan industri dilakukan ke beberapa perusahaan. Peserta akan mengunjungi PT Sri rejeki Isman dan PT Aneka Adhilogam karya.

    Selain itu, yang tidak kalah menariknya, peserta akan diajak mengunjungi beberapa destinasi di daerah Solo yang kental dengan budaya Jawa seperti Keraton Surakarta, Kampung Batik Laweyan, dan monumen keris. Peserta juga dapat menikmati berbagai pilihan kuliner Solo.

    Diharapkan dengan kegiatan ini, akan meningkatkan hubungan yang baik antara FEB UNS dengan Universitas mitra.
    Memperkaya pengalaman belajar mahasiswa yang berpartisipasi dengan meningkatkan keterlibatan langsung antara UNS dan Universitas mitra.

  • The Undergraduate in Accounting Study Program Invites Visiting Lecture from University Sains Malaysia

    The Undergraduate in Accounting Study Program Invites Visiting Lecture from University Sains Malaysia

    Prof. Dr. Hooy Chee Wooi from University Sains Malaysia becomes a visiting lecture for the Undergraduate in Accounting Study Program of the Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), from Monday, November 18 to Wednesday, November 20, 2019. There are two classes that participated in the visiting lecture on Investment and Portfolio Theory with 3 Credits. The course involves an interactive discussion in the related topics.

    This collaboration with partner Universities in Visiting Lecture is expected to improve the learning experiences and international academic atmosphere both for students and lecturers

     

  • International Students from Various Countries Participate in International Short Course 2019

    International Students from Various Countries Participate in International Short Course 2019

    In total 16 international students participate in the 2019 International Short Course Program organized by the Undergraduate in Accounting Study Program, the Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret (FEB UNS). The program took place on 17 to 22 November 2019, is one of the programs initiated by the Study Program as their internationalization agenda. The FEB has become a member of EFMD EPAS and ABEST21.

    This International Short Course Program is a short academic program that combines academic courses, company visit, case study discussion, and social and cultural activities. The academic course was provided by FEB UNS academics members and expert practitioners in business. Through this course, the participants are expected to earn new insight on business condition in Indonesia.

    Several business cases are given to be discussed in a group. Each group is assigned to analyse the problem and propose a solution on the matter. The participants are also scheduled to do companies visit to PT. Sri Rejeki Isman and PT Aneka Adhilogam Karya. They also visit various cultural attraction in Solo such as the Surakarta Palace, Kampung Batik Laweyan, and Kris Monument. It is expected that through this program FEB UNS can maintain its relationship with international partners and providing new insight to the participants of the program.

  • Prodi Perlu Kerja Keras, Persiapkan Akreditasi Kriteria 9

    Prodi Perlu Kerja Keras, Persiapkan Akreditasi Kriteria 9

    Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) sejak Maret 2019, sudah memberlakukan instrumen akreditasi program studi 4.0.

    Sebelumnya menggunakan akreditasi 3.0 dengan memakai standar 7. Sekarang tidak lagi standar tapi kriteria 9. Dulu lebih kepada input dan prosesnya , sekarang menekankan proses dan hasil capaian atau luarannya.

    Dr. Siti Aisyah saat memaparkan materi workshop

    Hal itu disampaikan Dr. Aisyah  Tri Rahayu, M.Si, Dosen Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis  Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) di Workshop: Academics Refreshing Metodologi & Pengembangan Riset Berbasis Kurikulum, Jumat 15 November 2019.

    Lebih lanjut dikatakan, untuk mempersiapkan Akreditasi dengan 9 kriteria, banyak hal yang harus dibenahi dan itu memerlukan kerja yang ekstra. .

    Misalnya, dalam proses pembelajaran , jika hanya dilakukan secara off line, dikelas, ternyata nilainya hanya 2 . Jika ditambah dengan yang online nilainya 3. utk mencapai nilai 4 harus ada dokumentasi proses belajar, di videokan dan diupload agar bisa diakses publik.

    Semakin banyak matakuliah yang memenuhi kriteria di atas maka nilainya i semakin tinggi.

    Hasil riset juga harus digunakan untuk proses pembelajaran. Apa yang kita ampu itu harus sesuai dengan riset yang kita lakukan.

    Termasuk melibatkan mahasiswa dalam penelitian, tidak hanya sekedar membantu tapi outputmya, dalam publikasi hasil riset harus ada nama mahasiswa.

    Dalam proses penyusunan kurikulum, sebelumnya kita harus merencanakan profil lulusan. Kita tidak bisa langsung menetapkan namun harus melihat apa yang diinginkan oleh pasar kerja. Sehingga dalam proses penyusunannya harus melibatkan pengguna.

    Termasuk tantangan kita mengadopsi 4.0. Di UNS ada 2 pilihan apakah kita akan menciptakan matakuliah baru terkait digital atau unsur digital dimasukkan ke dalam mata kuliah, dalam bentuk penyampaian matakuliah.

  • SPMI UNS Wajib Diimplementasikan Fakultas dan Prodi

    SPMI UNS Wajib Diimplementasikan Fakultas dan Prodi

    Unit Penjaminan Mutu (UPM) menjadi ujung tombak Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS). Meskipun demikian, UPM tak bisa bekerja sendiri, perlu kerjasama dan dukungan dari semua elemen yang ada di FEB.

    Pernyataan itu sampaikan Dr.Ir.Widyatmani Sih Dewi, MP, Kepala Unit Penjaminan Mutu FP, mengawali Workshop Sistem Penjaminan Mutu Internal, Kamis 14 November 2019.

    Dr.Ir.Widyatmani Sih Dewi, MP, Kepala Unit Penjaminan Mutu FP menjelaskan SPMI

    Kita harus menjamin mutu agar pihak eksternal mempercayai kita. Kita benar-benar dapat menghasilkan output dengan kualitas yang sama dari tahun ke tahun bahkan selalu meningkat.

    Supaya terjamin , standarnya harus terpenuhi, harus ada dokumen tertulis.

    Lebih lanjut dikatakan, Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sebenarnya sudah ada sekitar tahun 2008, namun baru ditahun 2017 kita terbangun.

    “Untuk akreditasi 9 kriteria, dasar utamanya ya SPMI. SPMI itu wajib hukumnya dan kita tidak bisa menghindar. Tanpa SPMI, kita tidak bisa diakreditasi” tegas dosen yang biasa disapa dengan Dr. Dewi.

    Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) memiliki siklus kegiatan yang biasa disebut PPEP, terdiri dari Penetapan Standar Pendidikan tinggi (Dikti) , Pelaksanaan Standar Dikti, Evaluasi Pelaksanaan Standar Dikti, Pengendalian Pelaksanaan Standar Dikti, dan Peningkatan Standar Dikti.

    Evaluasi Pelaksanaan Standar Dikti dilakukan melalui Audit Mutu Internal (AMI). Jadi, AMI merupakan bagian dari SPMI.

    SPMI diimplementasikan di semua bidang kegiatan di perguruan tinggi, yakni akademik meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Dan juga non akademik seperti sarana prasarana SDM dan Keuangan.

    Setiap tahunnya SPMI juga harus dievaluasi. Tak cukup dievaluasi saja tapi juga dilaksanakan. Apakah sudah memenuhi target capaian atau belum. Jika belum dicari akar masalahnya.

    SPMI UNS sudah ada. Fakultas harus mengimplementasikan SPMI UNS. Demikian selanjutnya prodi harus mengiplementasikan SPMI fakultas.

    Dihadapan pejabat UPM FEB yang baru, Dr Dewi berpesan untuk mempelajari lebih dalam peraturan-peraturan yang menjadi dasar SPMI.

    “Dipundak UPM memang berat bebannya karena harus menjamin mutu fakultas dan prodi agar selalu terbaik, namun ini adalah tanggung jawab yang sangat mulia” pungkasnya.

  • Kali kedua di Tahun 2019, Tim Audit Kunjungi FEB

    Kali kedua di Tahun 2019, Tim Audit Kunjungi FEB

    Tim Audit Mutu Internal (AMI) yang diketuai oleh Mercy Bientri Yunindanova, S.Pt, M.Si akan melakukan audit selama beberapa hari di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS). Opening meeting digelar Kamis, 14 November 2019.

    Peserta ikuti penjelasan tentang pelaksanaan audit di FEB oleh Mercy, M.Si

    Kehadiran Tim AMI disambut oleh Dr. Izza Mafruhah, Wakil Dekan Bidang Akademik, dan juga Kepala Program Studi (Kaprodi) serta Tim Unit Penjaminan Mutu (UPM) FEB UNS .

    Kegiatan ini adalah kali kedua digelar di tahun 2019. Audit sebelumnya dilaksanakan di bulan Mei.

    Ada beberapa perubahan terutama terkait waktu pelaksanaan dan jenis temuan.

    Pada periode II di tahun 2019, AMI dilakukan dua kali dalam setahun, di periode semester ganjil dan genap. Sedangkan di tahun 2020 dan ke depannya hanya dilakukan sekali dalam setahun,

    Untuk jenis temuan di periode I 2019 yakni mayor, minor dan observasi. Namun jenis temuan periode II tahun 2019 dan berikutnya menjadi Observasi dan Ketidaksesuaian .

    Di awal penjelasannya, Mercy mengatakan bahwa tujuan AMI bukan dalam konteks mencari ketidaksesuaian namun untuk membangun budaya mutu di perguruan tinggi.

    Yang paling penting adalah membantu lembaga dan unit dalam mempersiapkan diri dalam kegiatan penjaminan mutu eksternal, misalnya akreditasi BAN PT, ataupun sertifikasi internasional.

    Dijelaskannya, temuan AMI meliputi empat kategori yakni mencapai standar, melampaui, belum mencapai dan menyimpang.

    Untuk temuan yang belum mencapai dan menyimpang dari standar maka temuan tersebut dikategorikan Observasi (OB) atau Ketidaksesuain (KTS) .

    Observasi adalah temuan yang berpotensi menjadi ketidaksesuain atau temuan yang dapat segera diperbaiki.

    Sedangkan Keidaksesuain adalah temuan yang belum mencapai, menyimpang dan tidak sesuai dengan standar atau persyarataan yang diitentukan Perguruan Tinggi (PT)

    Adapun indikator yang digunakan adalah menggunakan instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) versi 4.0 berorientasi pada output dan outcome dan terdiri dari 2 bagian, Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) dan Laporan Evaluasi Diri (LED).

    Di periode ini , prioritas untuk diaudit adalah Wakil Manajemen Mutu (WMM)/Wakil Dekan Bidang Akademik, MESP, Maksi, MM, KP , Pajak dan Akuntansi.

    Pelaksanaan audit menyesuaikan jadwal dari Kaprodi. Tim audit yang terdiri dari 6 orang akan terbagi ke beberapa prodi yang akan diaudit.

    Closing meeting telah diagendakan dan akan dilaksanakan pada tanggal 22 atau 25 November 2019.

    .

  • ISCAM Business School Madagascar Kunjungi FEB UNS, Bahas Kerjasama

    ISCAM Business School Madagascar Kunjungi FEB UNS, Bahas Kerjasama

    Executive Director ISCAM Business School Madagascar, Mr. Camille Ratsimbazafy yang didampingi oleh Perwakilan KBRI Madagascar, Zulfahmie Aswandie berkunjung ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), Rabu, 13 November 2019.

    Diskusi tentang pertukaran staf akademis

     

    Di Ruang Sidang I, keduanya disambut oleh Dr. Mugi Harsono, Wakil Dekan Bidang Alumni dan Kemahasiswaan, Kepala Program Studi (Prodi), Tim Internasionalisasi, Tim Protokoler dan Humas, serta Unit Kerjasama FEB .

    Dr. Mugi Harsono dalam sambutannya secara singkat memperkenalkan profil UNS, dan kerjasama yang dijalin FEB UNS dengan empat perguruan tinggi di Eropa dan lima perguruan tinggi di Indonesia dengan pendanaan dari European Commission untuk program Capacity Building Erasmus+ bertema “OPTimizing Research and Doctoral Programme in BANKing and Finance in Indonesian universities” / OPTBANK, serta kerjasama lainnya.

    Selanjutnya, paparan tentang profil FEB UNS, disampaikan Tri Mulyaningsih, Ph.D, Ketua Unit Internasionalisasi.

    Mr. Ratsimbazafy pada kesempatan yang sama menyampaikan maksud tujuan kunjungannya yaitu untuk menjalin kerjasama, pertukaran staf akademis di kedua belah pihak dalam bidang yang linier.

    “Kami ingin agar ada staf akademis dari FEB UNS yang mengajar di tempat kami” jelasnya

    Acara berjalan cukup menarik, terlebih di sesi diskusi tentang program doktor dan pertukaran staf akademis antara FEB UNS dan ISCAM .

    Tri Mulyaningsih, Ph.D. mengatakan draf MoU sudah ada. Namun untuk keberlanjutannya perlu ada diskusi-diskusi dan komunikasi yang cukup intens antara FEB UNS dan ISCAM. Bagaimana penyusunan, pelaporan, penugasan oleh Rektor, akan dipelajari terlebih dahulu.

    Disisi lain Tastaftiyan Risfandy, Ph. D, menyoroti tentang biaya pertukaran staf akademis dan juga gambaran biaya hidup di Madagaskar.

    Mr. Camille Ratsimbazafy dan Zulfahmie Aswandie berfoto bersama dengan Pimpinan & Tim Unit

    Beberapa hal  lain yang juga menjadi pembahasan cukup serius yakni berapa lama staf akan berada di masing-masing tempat dan jenis kegiatan apa yang harus dilakukan.

    Acara diakhiri dengan penyerahan cindera mata kepada Mr. Camille Ratsimbazafy dan Zulfahmie Aswandie dilanjukan foto bersama.

  • Perbaiki Kemasan dan  Pemasaran, Penjualan Kembang Goyang Meningkat

    Perbaiki Kemasan dan Pemasaran, Penjualan Kembang Goyang Meningkat

    Perkembangan teknologi  informasi yang demikian pesatnya, memacu seluruh sektor bisnis untuk mampu beradaptasi. Demikian halnya bagi Unit Kegiatan Masyarakat (UKM) yang mau tidak mau, suka atau tidak suka harus mengikuti perubahan yang semakin cepat jika tidak ingin terlindas.

    Kembang Goyang dengan Kemasan yang Lebih Menarik

    Dari  fenomena tersebut, Tim Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) yang terdiri dari Suryandari Istiqomah, SE, M.Sc, Yeni Fajaryanti SE, M,Si dan Amina Sukma Dewi, SE, M.Si melakukan pembinaan kepada  UKM Camilan tradisional Kembang Goyang “Bu Ninik” di daerah nglorog, Bulaksari, Sragen.

    Suryandari Istiqomah kepada Media FEB menyatakan bahwa selama ini UKM tersebut hanya berfokus pada pasar tradisional. Hanya  terbatas menggunakan media pemasaran dari mulut ke mulut saja atau getok tular.

    Tim melakukan inovasi produk yakni dengan memperbaiki kemasan dan memberikan berbagai varian rasa pada produk kembang goyang.

    Perbaikan kemasan dilakukan dengan melakukan desain kemasan yang lebih eye cathing,  yang menarik perhatian pelanggan, menggunakan stiker untuk kemasan plastik dengan warna yang menyala, kardus kemasan dengan desain yang biasa digunakan untuk pelanggan kelas premium, stiker untuk kemasan khusus seperti toples hantaran dan kardus oleh- oleh.

    Tim juga memberikan pelatihan dan pendampingan dalam pembuatan konten-konten pemasaran yang menarik dan diunggah ke media sosial. Pelatihan mencakup cara pemotretan dan pembuatan konten kreatif.

    Dengan penggunaan media sosial ini diharapkan cakupan penjualan produk camilan tradisional ini akan semakin luas dan merambah kalangan milenial.

    “Dari hasil evaluasi kami, setelah camilan kembang goyang diubah kemasannya  dan dipasarkan melalui facebook, penjualan produk meningkat, banyak respon positif” paparnya.

     

  • Tim Pengabdian FEB UNS Bina  UKM di Sukoharjo

    Tim Pengabdian FEB UNS Bina UKM di Sukoharjo

    Di bulan Mei 2019, Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) yang terdiri dari: Sulardi, SE, M.Si, Ak, Sri Suranta, SE, M.Si, Ak, dan M. Syafiqurrahman, SE, MM, Ak melakukan pembinaan kepada dua Usaha Kecil Menengah (UKM) di  Desa Trangsan Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo.

    Peserta Ikuti Pelatihan Memasarkan Produk Secara Online

    Kedua UKM yang dibina memiliki produk rotan, yakni UKM Wayan Rotan dengan pemilik Bapak Saryanto dan UKM Tiga Warna Rotan dengan pemilik Bapak Sugimin.

    Beberapa barang yang diproduksi diantaranya kursi,  tempat lampu, nampan , meja makan, sofa, keranjang, ayunan, handycraft dan lain-lain dan telah dipasarkan ke dalam dan luar negeri.

    Sri Suranta menyampaikan kepada Media FEB bahwa kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan penjualan ekspor rotan di Desa Trangsan Gatak Sukoharjo dengan metode pemasaran on line.

    Aktifitas diawali dengan pengadaan sarana dan prasarana, berupa notebook dan modem sejumlah dua unit kepada masing-masing UKM.

    Pemilik UKM Memberikan Sambutan

    Selanjutnya, untuk mempercepat proses pemasaran produk mereka, tim membuatkan media online dalam bentuk  website untuk masing-masing UKM dengan alamat: http://wayanrotan.com dan http://tigawarnarotan.com.

    Dari hasil evaluasi, tiga bulan usai pengabdian, tim melihat adanya capain yang cukup signifikan.  Penjualan produk kedua UKM semakin meningkat.

    “Penjualan rotan selama tiga bulan setelah kegiatan pengabdian meningkat sebesar 38% dibanding penjualan tiga bulan sebelumnya, Februari-April “ jelas Sri Suranto.

     

  • Tim Dosen Manajemen FEB UNS Beri Pelatihan Panti Asuhan

    Tim Dosen Manajemen FEB UNS Beri Pelatihan Panti Asuhan

    Tim Dosen Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) memberikan pelatihan dan pendampingan di Panti Asuhan Syifa’ul Qolbi, Dusun Ngasinan, Desa Tugu, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karangnyar, Tengah sejak bulan April 2019 hingga November 2019.

    Kegiatan yang diketuai oleh Risgiyanti,S.E.,M.Si, dan beranggotakan Ana Shohibul Manshur Al Ahmad, S.E.,M.Sc serta Dr. Intan Novela QA, M.Si. merupakan kegiatan pengabdian masyarakat melalui skim Program Kemitraan Masyarakat PNBP 2019.

    Risgiyanti,S.E.,M.Si dalam rilisnya menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan dilatarbelakangi oleh keinginan kuat panti asuhan untuk mandiri secara ekonomi namun belum tercapai secara optimal.

    Disampaikannya, panti asuhan ini memiliki beberapa usaha salah satunya di bidang fashion. Selain menerima jasa jahit, panti asuhan ini juga memproduksi berbagai jenis pakaian sesuai dengan permintaan konsumen.

    Usaha di bidang fashion memiliki potensi yang besar, menyadari hal ini panti asuhan juga memiliki cita-cita untuk mengembangkan usaha ini agar dapat menghasilkan berbagai jenis produk fashion dan memasarkannya secara luas.

    Beberapa anak asuh di panti ini juga dibekali keterampilan menjahit melalui pelatihan yang di selenggarakan langsung oleh pengelola panti. Namun karena kurangnya karakter dan motivasi wirausaha menjadikan keterampilan menjahit pada anak-anak panti tidak menghasilkan added value bagi diri mereka sendiri.

    Harapan pengurus panti agar nantinya keterampilan ini bisa dimanfaatkan ketika mereka sudah terjun ke masayarakat agaknya masih belum tercapai.

    “Berdasarkan dua fenomena tersebut, maka tim pengabdian masyarakat prodi S1 Manajemen FEB UNS membuat beberapa program untuk peningkatan kemandirian ekonomi baik untuk panti asuhan itu sendiri maupun para anak asuhnya” katanya.

    Beberapa program seperti pelatihan kewirausahaan, pelatihan desain dan pola, pelatihan manajemen bisnis, pelatihan e-marketing, pembuatan merek produk dan konsep pemasaran serta pendampingan usaha.

    Pada pelatihan e-marketing, tim membantu peserta untuk mengenal sarana pemasaran online yang efektif seperti instagram, shoope, dan facebook.

    Tim juga menfasilitasi pembuatan merek dagang dan logo yang menarik serta fasilitasi foto produk yang menarik agar program pemasaran menjadi efektif dan optimal.

    Hasil dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah peningkatan motivasi dan karakter kewirausahaan peserta pelatihan, peningkatan keterampilan desain dan pola jahit, peningkatan pengetahuan manajemen bisnis, terciptanya merek, sarana pemasaran online serta dan peningkatan kualitas produksi.

    Tim juga memberikan bantuan peralatan penunjang produksi untuk peningkatan efisiensi dan efektivitas berupa mesin obras empat benang, mesin jahit high speed, dan mesin jahit portable. Hasil dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah peningkatan motivasi dan karakter kewirausahaan peserta pelatihan, peningkatan keterampilan desain dan pola jahit, peningkatan pengetahuan manajemen bisnis, terciptanya merek, sarana pemasaran online serta dan peningkatan kualitas produksi.

    Sumber: Risgiyanti,S.E.,M.Si,