FEB

Kategori: fakultas

  • P4M Sosialisasikan Peraturan Baru Riset Grup

    P4M Sosialisasikan Peraturan Baru Riset Grup

    Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menyelenggarakan Sosialisasi dan Penataan Riset Grup (RG), Selasa, 17 Desember 2019.

    Dihadapan para Kaprodi, Ketua dan Sekretaris RG , Doddy Setiawan, SE.,MSi,. Ph.D, Ak, Ketua P4M menyampaikan beberapa peraturan-peraturan baru di RG.

    Berbeda dengan sebelumnya, di aturan yang baru, ada pembatasan kelompok RG , RG terdiri dari minimal 5 orang dan maksimal 10 orang, sudah termasuk ketua dan sekretaris.

    RG juga harus menginduk ke prodi, sesuai dengan homebase ketua riset grup yang telah ditunjuk.

    Lebih lanjut, Doddy, Ph.D mengatakan, dosen boleh menjadi anggota di dua RG namun tidak boleh dalam prodi yang sama. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas kolaborasi antar disiplin ilmu.

    “Keanggotaan di RG yang utama adalah di prodinya, dan keanggotaan RG yang kedua harus di prodi yang lain atau fakultas lain di UNS atau pusat studi, tidak boleh di luar UNS” jelasnya.

    Hal lain yang perlu diperhatikan adalah persyaratan bagi yang ditunjuk sebagai ketua RG, ada beberapa jenjang.

    Ketua RG adalah seorang profesor yang pernah memenangkan riset atau pengabdian kompetitif tingkat nasional/internasional atau memiliki P indeks minimal 2 atau >= 2 (sains) atau H indeks Scopus >= 1 (soshum).

    Berikutnya, ketua RG dipilih dari seorang doktor dengan 2 persyaratan, memiliki publikasi di jurnal internasional/ invensi terdaftar dan pernah memenangkan riset atau pengabdian kompetitif nasional/internasional atau memiliki P indeks minimal 2 atau H indeks scopus >=2 (sains) atau H indeks Scopus >= 1 (soshum).

    Atau Ketua RG dipilih dari dosen dengan kualifikasi S2 Lektor Kepala dengan 3 syarat, memiliki publikasi di jurnal internasional bereputasi/invensi terdaftar dan pernah memenangkan riset dan pengabdian kompetitif nasional/internasional dan P Indeks minimal 2 atau H indeks Scopus >=2 (sains) atau H indeks Scopus >= 1 (soshum).

    Diakhir sosialisasinya, Ketua P4M memberikan waktu kepada para dosen untuk menyerahkan daftar kelompok RGnya ke P4M paling lambat Senin tanggal 23 Desember 2019.

  • Silaturahmi, Kunci Utama Lecture Exchange

    Silaturahmi, Kunci Utama Lecture Exchange

    Kunci utama dari program internasionalisasi perguruan tinggi, lebih spesifiknya lecture exchange adalah dengan menjalin silaturahmi dengan pihak luar.

    Ketika dosen studi lanjut atau ada kesempatan untuk melakukan presentasi di luar negeri, dosen juga harus mampu memanfaatkan peluang tersebut dengan menjalin komunikasi, menjalin kerjasama, berdiskusi dengan para profesor yang berguna bagi pengembangan institusi.

    Pernyataan itu disampaikan Prof. Dr. Raditya Sukmana , Ketua Departemen Ekonomi Syariah UNAIR saat  Diskusi Interaktif, Lecture Exchange: Capaian Dosen vs Kebutuhan Institusi, Senin, 16 Desember 2019 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS).

    Dijelaskannya, di tempat kami, ada aplikasi bagi dosen untuk melakukan perjalanan ke luar negeri, harus ada kemanfaatan yang lebih. Apakah mengikuti konferensi internasional yang outputnya publikasi di scopus atau non scopus, ataupun aktifitas kerjasama lainnya dan harus memiliki poin lebih dari 6. Jika tidak, maka tidak diijinkan untuk ke luar negeri.

    Untuk program lecture exchange, Prof. Raditya menyampaikan, di UNAIR dilakukan dengan short term dengan waktu kurang dari 3 bulan (visiting lectures) dan long term lebih dari 3 bulan (adjunct profesor), inbound maupun outbound

    “Adjunct profesor, inbound, meskipun berbiaya mahal namun banyak keuntungan yang akan diperoleh. Dalam waktu yang cukup panjang, selain memberi materi untuk Program S1, S2,S3, juga membantu dalam riset mahasiswa dan dosen . Demikian juga membantu di penyusunan kurikulum dan program-program lainnya. Pengajar dari luar tersebut dapat dimasukkan dalam tim teaching yang di SK kan” jelasnya.

    Senada dengan Prof. Raditya, narasumber kedua, Yunieta Anny Nainggolan, Ph.D., Ketua Program Studi Magister dan Doktor Sains Manajemen SMB ITB mengatakan, lecture exchange adalah sebuah upaya dosen untuk mendapatkan exposure di lingkungan internasional.

    “Hal ini penting untuk mengembangkan kompetensi kita di Tri Dharma Perguruan Tinggi , dalam pembelajaran, riset maupun pengabdian ” katanya

    Dalam hal internasionalisasi, yang sangat penting adalah membangun hubungan dengan perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri, perluas kerjasama.

    “Percuma KPI yang dibuat jika dosennya tidak memiliki pasion untuk kerjasama luar negri” jelasnya.

    Kegiatan yang diikuti dosen dan mahasiswa pascasarjana ini merupakan tindak lanjut dari serangkaian acara International Office (IO) FEB UNS.

    Dr. Izza Mafruhah, M.Si., Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UNS dalam sambutannya mengatakan bahwa lecturer exchange merupakan salah satu dari beberapa indikator yang penting dalam rangka mewujudkan UNS sebagai World Class University.

    Sebelumnya, IO FEB telah melaksanakan beberapa aktifitas kegiatan lain yakni Inisiasi Kelas Internasional dan Student Exchange.

    Kegiatan – kegiatan ini dilakukan secara berkesinambungan. Di tahun 2020 mendatang tim IO FEB akan mengadakan pelatihan-pelatihan khusus bagi dosen-dosen muda untuk mempersiapkan lecture exchange.

  • FEB UNS Diskusi dengan FEB UNEJ

    FEB UNS Diskusi dengan FEB UNEJ

    Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) sejak Maret 2019, sudah memberlakukan instrumen akreditasi program studi 4.0.

    Sebelumnya menggunakan akreditasi 3.0 dengan memakai standar 7. Sekarang tidak lagi standar tapi kriteria 9. Dulu lebih kepada input dan prosesnya kalau sekarang adalah proses dan hasil capaian atau luarannya.

    Hal itu disampaikan Aisyah Tri Rahayu saat menjadi salah satu narasumber dalam Academics Refreshing Metodologi & Pengembangan Riset Berbasis Kurikulum, Jumat, 15 November 2019.

    Kita harus mempersiapkan Akreditasi dengan 9 kriteria. Banyak hal yang harus dirombak.

     

    “Misalnya, dalam proses pembelajaran , jika hanya dilakukan secara off line, dikelas, ternyata nilainya hanya 2 . Jika ditambah dengan yang online nilainya 3. utk mencapai nilai 4 harus ada dokumentasi proses belajar, di videokan dan diupload agar bisa diakses publik.

    Semakin banyak matakuliah yang memenuhi kriteria di atas maka nilainya semakin tinggi.

    Hasil riset juga harus digunakan utk proses pembelajaran. Apa yang kita ampu itu harus sesuai dengan riset yang kita lakukan.

    Termasuk melibatkan mahasiswa dalam penelitian, tidak hanya sekedar membantu tapi outputmya, dalam publikasi hasil riset ada nama mahasiswa.

    Dalam proses penyusunan kurikulum, sebelumnya kita harus merencanakan profil lulusan. Kita tidak bisa langsung menetapkan namun harus melihat apa yang diinginkan oleh pasar kerja. Sehingga dalam proses penyusunannya harus melibatkan pengguna.

    Termasuk tantangan kita mengadopsi 4.0. Di UNS ada 2 pilihan apakah kita akan menciptakan matakuliah baru terkait digital atau unsur digital dimasukkan ke dalam mata kuliah, dalam bentuk penyampaian matakuliah.

    Narasumber lain dalam forum yang seluruh pesertanya adalah dosen Fakultas Ekonomi Universitas Jember yakni Bhimo Rizky Samudro, SE, M.Si dan
    Tri Mulyaningsih,SE, M.Si.PhD

  • FEB UNS Jalin Kerjasama dengan FEB UBL

    FEB UNS Jalin Kerjasama dengan FEB UBL

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) Jalin Kerjasama dengan FEB Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bandar Lampung (FEB UBL).

    Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan MOU dari kedua belah pihak yang berlangsung di FEB UBL, yang disaksikan oleh jajaran pimpinan, Jumat 13 Desember 2019.

    FEB UNS dan FEB UBL sepakat untuk mengadakan kerjasama dalam penyelenggaraan pembinaan pendidikan dan pengajaran (narasumber dan visiting professor),
    pembinaan penelitian (coaching / pendampingan dan workshop penelitian serta penelitian bersama) dan publikasi hasil penelitian bersama di jurnal internasional.

    Kerjasama yang akan dilaksanakan bertujuan untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan, penelitian dan publikasi hasil penelitian bersama di jurnal internasional khususnya bagi peningkatan kemampuan dosen.

  • FEB UNS Establish a Collaboration with FEB UBL

    FEB UNS Establish a Collaboration with FEB UBL

    The Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) establish a collaboration with the Faculty of Economics and Business, Universitas Bandar Lampung (FEB UBL). The collaboration was marked with the MOU signing by both parties in FEB UBL, on Friday, December 13, 2019.

    FEB UNS and FEB UBL were agreed to establish a collaboration in the coaching of education and teaching (visiting professor and speaker), research coaching (assistance and research workshops and joint research), and publication of joint research article in international journals. This collaboration aims to accelerate the improvement of education quality, research, and publication of joint research articles in international journal, especially to improve Faculty’s member competency.

  • Lolos Global Talent 2019, Lucida Magang di Kasetsart University

    Lolos Global Talent 2019, Lucida Magang di Kasetsart University

    Bersama dengan tiga tenaga kependidikan (tendik) Universitas Sebelas Maret (UNS), Lucida Rectavia, tendik Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS mendapat kesempatan untuk magang di universitas mitra UNS di luar negeri, selama sepuluh hari, di akhir Oktober lalu.

    Kesempatan magang diperoleh setelah Lucida terpilih menjadi salah satu dari empat tendik terbaik di Program UNS Global Talent 2019 yang diselenggarakan oleh International Office (IO) UNS.

    Berfoto bersama Mr. Tanapon Chaisan, Ph.D Deputi Direktur KURDI (tengah) dan para penelitinya

    Sebelumnya, serangkaian kegiatan UNS Global Talent 2019 untuk menyeleksi kepiawaian tendik telah dilaksanakan, diantaranya adalah beberapa lokakarya dengan materi English Language Skill in The Workplace, Cross Cultural Understanding, dan Global Mindset.

    Program bagi tendik ini adalah kali kedua yang diselenggarakan oleh IO UNS. Di tahun 2018, IO juga telah memberangkatkan 4 tendik untuk magang ke universitas di Thailand dan Taiwan.

    UNS Global Talent bagi tendik adalah program peningkatan keterampilan untuk mengembangkan jaringan dan keterampilan komunikasi di tempat kerja di tingkat internasional.

    Saat ditemui Media FEB UNS di ruang kerjanya, Lucida memang sangat berharap untuk dapat lolos di program ini. Namun, waktu itu sempat ada sedikit “minder” karena ternyata kegiatan ini, dikuti oleh tendik yang memiliki kecakapan sangat baik dalam berbahasa Inggris, terlebih yang keseharian bekerja di UPT Bahasa UNS.

    “Alhamdulillah, akhirnya bisa lolos juga, meski kekhawatiran itu ada. Ini adalah amanah yang dipercayakan ke saya, dan saya akan berusaha memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, untuk menjaga nama baik UNS” tuturnya

    Selama sepuluh hari, Lucida dengan  Wuji anggraini,  tendik  UPT Bahasa UNS menjalani aktifitas magangnya di Kasetsart University, Bangkok, Thailand.

    Diskusi dengan Assoc. Prof. Piwat Hitakorn, Ph.D Direktur KU Language

    Di hari pertama magang,  masih mengikuti masa orientasi dan gambaran umum tentang Kasetsart University (KU). Orientasi dimulai dengan pengenalan petugas, lingkungan, peraturan dan fasilitas Krissana International Dormitory. Krissana International Dormitory adalah salah satu gedung dormitory yang berada di komplek KU Dormitory yang dikhususkan untuk mahasiswa asing yang belajar/ magang di KU.

    Hari berikutnya, secara berturut-turut Lucida mengikuti aktifitas di beberapa tempat, training di International Affairs Division (IAD), mengunjungi KU Research and Development Institute (KURDI), Kasetsart University Language Center (KU Lang), mengunjungi salah satu Fakultas yaitu Faculty of Business Administration, dan dihari terakhir mengunjugi KU Library (KU Lib) yang berada pada komplek KU Learning Center.

    Lucida sangat menikmati aktifitas magangnya di Kasetsart University. Kegiatan ini semakin menambah wawasannya terkait internasionalisasi di tingkat universitas dan meningkatnya kemampuan bergaul dan berkomunikasi dalam bahasa Inggris serta menumbuhkan ide-ide segar dalam pengelolaan administrasi suatu lembaga.

    Selain itu, aktifitas ini juga mampu menumbuhkan kepercayaan diri dan kemampuan beradaptasi pada lingkungan asing dan menjadi minoritas, kemampuan memecahkan masalah dan menghadapi berbagai kendala di lingkungan magang, dormitory dan masyarakat umum.

    Lucida berharap, ke depan,  teman-teman tendik di FEB juga memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti program ini.

    Di akhir ulasannya, Lucida mengatakan bahwa secara kelembagaan, hasil dari kegiatan ini adalah diundangnya Rektor UNS untuk menghadiri Anniversary Kasetsart University ke 77 pada bulan Februari 2020 mendatang.

  • Masyarakat Perlu Diedukasi, Hindari Bisnis Fintech Ilegal

    Masyarakat Perlu Diedukasi, Hindari Bisnis Fintech Ilegal

    Bisnis financial technology (fintech) berkembang pesat di Indonesia, baik fintech payment maupun lending.

    Hal itu tercermin dari tersalurkannya Rp 41 triliun telah untuk lebih dari 5 juta pemberi pinjaman dan melibatkan lebih dari 480.000 pemberi pinjaman, per Mei 2019.

    Pernyataan itu disampaikan Irwan Trinugroho,Ph.D, akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) pada Workshop bertajuk Sosialisasi Bisnis Fintech, Rabu, 11 Desember 2019.

    Dikatakannya, bisnis fintech, inovasi keuangan berbasis teknologi harus berperan untuk memberdayakan masyarakat miskin dan mengurangi kerentanan mereka.

    Meskipun perkembangan fintech pesat, namun masih banyak masyarakat yang belum paham.

    Dalam hal ini, perguruan tinggi juga memiliki peran  untuk mengedukasi masyarakat, mengenalkan lebih dekat tentang bisnis fintech agar bisa terhindar dari bisnis yang ilegal.

    Mahasiswa melalui Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) dapat membuat produk yang riil dan aplikatif yang bermanfaat bagi masyarakat agar masyarakat bisa terhindar dari jasa keuangan yang ilegal.

    “Mahasiswa juga dapat memanfaatkan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai media untuk meningkatkan literasi masyarakat tentang bisnis fintech” jelasnya

    Lebih lanjut Irwan berpesan kepada peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa agar berhati-hati dalam menggunakan aplikasi bisnis fintech.

    Pada saat download aplikasi fintech jangan asal klik atau “alllow”, jangan sesekali memberikan no kontak dan storage.

    Jika kita mengijinkan, maka seluruh no kontak yang ada di handphone kita otomatis akan terekam diserver pemilik aplikasi tersebut dan akan digunakan menekan  apabila ada keterlambatan dalam pembayarannya. Hal ini akan berakibat tercemarnya nama baik kita di publik.

    Fintech yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah terjamin keamanannya. Pemilik bisnis harus melakukan demo aplikasinya, tidak boleh akses terhadap kontak maupun storage.

    Pesan senada disampaikan pembicara workshop lainnya, Peter Febian, Head of Corporate Communication-Ladang Modal kepada hampir lebih dari 150 peserta workshop agar selektif dalam melakukan pinjaman online.

    “Jangan asal pinjam, pastikan legalitas kreditur fintech melalui kontak OJK 157 atau ojk.go.id” katanya

    Sebaiknya pinjaman tidak digunakan untuk “gali lubang tutup lubang”, karena akan menyeret kita ke masalah yang lebih dalam lagi dan maksimal pinjaman fintech yang kita ambil juga sebaiknya tidak lebih dari 30% dari penghasilan.

     

     

  • Pembentukan Kelas Internasional, Perlu Komitmen Bersama

    Pembentukan Kelas Internasional, Perlu Komitmen Bersama

    Menginisiasi hingga melaksanakan kelas internasional merupakan pekerjaan besar yang memerlukan komitmen bersama, keikhlasan, saling mendukung banyak pihak, dosen, program studi (prodi), fakultas hingga universitas.

    Pernyataan itu disampaikan Prof. Anis Chariri, SE,M.Com, Ph.D.,Ak. pada Workshop Inisiasi Kelas Internasional yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) , Senin, 9 Desember 2019.

    Prof. Chariri berbagi pengalamannya kepada peserta workshop yang seluruhnya dosen FEB UNS , bagaimana  menginisiasi dan mengelola kelas internasional di Universitas Diponegoro (UNDIP).

    Kelas internasional, selain mendorong income generating, berkontribusi pada pencapaian  world class university dan juga memotivasi secara umum bagi program- program lainnya.

    Banyak hal yang perlu dipersiapkan, mulai dari menentukan kriteria dosen pengampu, program pendukung, hingga aspek kelembagaan.

    Dikatakannya, dosen pengampu di kelas internasional harus memiliki kriteria khusus, tak hanya lancar berbahasa Inggris, namun perlu juga memiliki kedisiplinan yang tinggi dan memahami perbedaan budaya. Misal, mampu memahami cara berpakaian mahasiswa asing.

    Kelas internasional harus berbeda dari program reguler, bukan hanya bahasanya saja, namun lebih dari itu.

    Beberapa program pendukung diantaranya
    leadership and cross cultural training camp, Exchange programs Internasional Student/Culture Week serta sertifikasi profesional.

    Sementara itu, dari aspek kelembagaan, perlu didukung dengan tersedianya sarana dan prasarana yang memadai. Adanya international office tingkat fakultas, staf administrasi yang lancar berbahasa Inggris, web khusus, dokumen berbahasa Inggris serta kerja sama dengan universitas mitra.

    Mahasiswa kelas internasional berkesempatan pula untuk menempuh  Program Double Degree, Credit Transfer System atau Summer Course.

    Dalam diskusi itu, Prof. Chariri menyampaikan bahwa persiapan yang paling sulit dari seluruh persiapan yang ada adalah saat melakukan pemetaan kurikulum dengan universitas partner.

    “Untuk hal ini, memakan waktu sekitar 6 bulan karena pola kurikulum yang sangat jauh berbeda. Jumlah matakuliah kita dalam satu semesternya jauh lebih banyak dengan mereka yang hanya 4 matakuliah dalam satu semesternya ” paparnya.

    Di siang harinya, dalam tema yang sama, kegiatan workshop ini dilanjutkan dengan  audien yang berbeda, yakni dengan para Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kepala Program Studi di lingkungan UNS.

  • Dr. Tang Ajarkan Strategi Menulis artikel yang Baik

    Dr. Tang Ajarkan Strategi Menulis artikel yang Baik

    Sebagian orang mempublikasikan karya ilmiahnya karena tuntutan kelulusan dalam studinya.

    Hal ini sebenarnya merupakan motivasi yang bagus, akan tetapi hanya akan berfungsi dalam jangka pendek, karena setelah lulus mereka akan kehilangan motivasi untuk melakukan publikasi.

    Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, maka peneliti perlu mencari motivasi mereka yang sebenarnya dalam melakukan riset.

    Pernyataan itu disampaikan Dr. Chor Foon Tang, Senior Lecturer di bidang Ilmu Ekonomi, serta bagian dari Centre for Policy Research and International Studies (CenPRIS), Universiti Sains Malaysia saat memberikan kuliah umum, Senin, 25 November 2019 di FEB UNS.

    Kepada peserta yang sebagian besar mahasiswa pascasarjana FEB UNS, Dr. Tang memberikan saran agar publikasi dari hasil penelitian dilakukan segera dan tidak menunggu saat kelulusan.

    Hal ini untuk mengurangi kemungkinan akan adanya publikasi dengan topik yang sama.

    “Buatlah artikel yang berbeda. Caranya dengan menambahkan perspektif yang berbeda. Misalnya topik financial development atau poverty misalnya, itu topik yang sudah dijelaskan bertahun tahun dan sudah banyak yang membahas. Jika ingin membahas kembali apakah bisa? Tentu saja bisa” tegasnya.

    Namun perlu ditambahkan dengan pembaharuan-pembaharuan lain, misalnya ditambahkan variabelnya, ataupun dengan penjelaskan menggunakan sudut pandang yang berbeda.

    Di kesempatan itu pula, lecturer yang juga sebagai Associate (Regional) Editors di the International Journal of Social Economics, International Journal of Tourism Policy, and Asia menceritakan pengalamannya dalam proses mereview dari sebuah artikel riset hingga artikel tersebut dipublikasi.

    “Hal pertama yang akan saya lakukan ketika ada submisi artikel, maka saya akan melakukan pengecekan apakah artikel tersebut dapat dipublikasi. Terkadang ada artikel yang telah publish tetapi dikirimkan ke jurnal lain, akan tetapi semua isi, data, dan hasil yang diungkapkan sama persis dengan artikel yang telah dipublikasi.” paparnya.

    Dr. Tang menerima gelar Ph.D in Economics dari Faculty of Economics and Administration, Universityof Malaya (UM) dan sudah berpartisipasi dalam bidang riset akademis sejak tahun 2006 serta berhasil mempublikasikan hasil penelitiannya dalam berbagai jurnal bereputasi pada tahun 2007.

    Dr. Tang memberikan tips untuk memulai menulis artikel yang baik sehingga nantinya diharapkan dapat terbit di jurnal ilmiah bereputasi.

    Dr. Tang juga mempraktikkan secara langsung bagaimana cara menulis artikel, dimulai dari bagaimana memperoleh ide atau topik, eksekusi ide hingga mengolah data yang ada menjadi sebuah hasil yang baik.

    Pengalamannya dalam menulis 100 jurnal lebih membuat para audiens menjadi lebih terpacu untuk menulis papernya masing-masing.

  • Mahasiswa dan Dosen dari Perguruan Tinggi Di Indonesia Ikuti Pelatihan STATA dan IFLS yang Digelar FEB UNS

    Mahasiswa dan Dosen dari Perguruan Tinggi Di Indonesia Ikuti Pelatihan STATA dan IFLS yang Digelar FEB UNS

    Lebih dari 100 orang mahasiswa dan dosen dari perguruan tinggi di Indonesia mengikuti pelatihan Stata dan IFLS yang digelar oleh Tim Internasionalisasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), Rabu 4 Desember 2019 di Swiss Bellin, Solo.

    Kegiatan yang dibuka oleh Dr. Izza Mafruhah, M.Si, Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UNS, menghadirkan dua narasumber , Wahyoe Soedarmono,Ph.D dari Universitas Sampoerna Jakarta dan Yohanes Sondang Kunto, Ph.D. dari Universitas Kristen Petra Surabaya.

    Di awal presentasinya, Wahyoe mengatakan bahwa paper yang diterima bukan karena paper itu sempurna, tetapi paper yang tidak terlalu salah. Argumen dibangun melalui analisis data yang solid.

    Di kesempatan itu juga,  Wahyoe berbagi pengalaman, bagaimana sebuah riset dilihat dari perspektif sebagai reviewer maupun sebagai author.

    Biasanya, reviewer dijurnal itu simpel, akan meriview paper mendekati deadline, 1 hari sebelumnya dan cukup baca abstraknya.

    “Jika dua paragraf pertama sudah kuat
    berarti penulisnya serius. Jika 2 paragaraf pertama tidak jelas , saya akan langsung reject” jelasnya.

    Reviewer akan melihat tabelnya indah atau tidak , jelas atau tidak, apakah tabel terkait dengan abstrak atau tidak. Setelah clear, lalu membaca lebih dalam.

    Sebuah paper yang bagus adalah paper yang hasil tabelnya jelas, bisa dibaca oleh pembaca secara otomatis tanpa harus dijelaskan oleh penulisnya.Dan perhatikan pula storyline juga harus bagus.

    Dari perspektif peneliti, Wahyoe menyarankan agar dapat meminimalisir ruang untuk reviewer mereject paper kita.

    “Jika seorang peneliti, membuat paper, running datanya memakai EViews lalu outputnya dikopas ke jurnal, tentu akan langsung direject oleh reviewer” papar peneliti yang dalam sepuluh tahun terakhir telah mempublikasikan 16 artikel di jurnal berputasi dengan menggunakan software STATA.

    Lebih lanjut, Wahyoe menjelaskan bagaimana menggunakan software STATA dalam mengolah data penelitian.

    Sementara itu, Yohanes Sondang Kunto, Ph.D. menjelaskan tentang Indonesian Family Life Surveys (IFLS) . IFLS, Survei Aspek Kehidupan Rumah Tangga Indonesia, merupakan survei rumah tangga panel yang telah dilaksanakan beberapa tahun putaran.

    Tidak semua provinsi terkover dalam IFLS, hanya sebagian saja yang berada di Indonesia wilayah Timur.

    Paper yang menggunakan data IFLS telah tersebar di berbagai jurnal internasional. Namun di Indonesia, data IFLS ini belum banyak digunakan, baik oleh mahasiswa, akademisi, maupun pembuat kebijakan.

    Yohanes mengajak peserta pelatihan untuk dapat memanfaatkan data IFLS karena data itu sangat kaya sehingga dapat dieksplorasi untuk menganalisis fenomena masyarakat di Indonesia, terutama pengambilan kebijakan untuk provinsi-provinsi yang terkover IFLS.

    Dihari berikutnya, Kamis 5/12/2019 peserta akan langsung mempraktekkan pengolahan data IFLS dengan menggunakan software STATA.