FEB

Kategori: fakultas

  • FEB UNS Susun Roadmap Student Exchange

    FEB UNS Susun Roadmap Student Exchange

    Saat ini, perguruan tinggi dituntut untuk memperluas jaringannya dalam rangka memacu perkembangan institusi pendidikan, caranya adalah dengan Internasionalisasi perguruan tinggi.

    Untuk masuk kedalamnya, kampus tentunya harus dapat memenuhi standar pemeringkatan global.

    Pernyataan itu disampaikan Eko Suwardi, .Ph.D., Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada dalam Workshop Penyusunan Roadmap Student Exchange di UNS Inn, Senin, 2/12/ 2019.

     

    Dikatakannnya, beberapa upaya yang harus ditempuh oleh sebuah perguruan tinggi diantaranya adalah bekerjasama dengan mitra internasional, berafiliasi dengan sekolah bisnis di ASEAN, Asia Pasifik, Eropa dan Amerika Serikat, terakreditasi oleh akreditasi internasional terkemuka, memiliki kekuatan khusus di bidang ekonomi dan bisnis, mengikuti pameran pendidikan internasional serta aktif dalam international network gathering.

    Adapun aktivitas yang tercakup dalam international network diantaranya faculty exchange, student mobility (dual degree, exchange, summer/winter), program, Ph.D Program , research and training.

    Satu hal yang juga penting adalah
    exchange untuk staf tenaga kependidikan (tendik) karena di sebuah lembaga yang hebat, banyak didukung oleh peran tendik yang memiliki kemampuan hebat pula.

    Di workshop yang dihadiri oleh pimpinan akademik fakultas di UNS dan juga dosen FEB, Eko, Ph.D mengingatkan agar tujuan melakukan internasionalisasi harus selalu mengacu pada visi dan misi pendidikan kita. Diterjemahkan dalam visi misi UNS. Kemudian diturunkan ke visi misi fakultas selanjutnya ke prodi.

    Hal itu penting karena program internasionalisasi yang kita canangkan untuk perbaikan berkelanjutan prodi-prodi harus ada komitmen yang dijalankan secara bersama-sama .

    Sementara itu , Acep Purqon, Ph,D , dosen Institut Teknologi Bandung memberikan arahan dalam menyusun roadmap student exchange usai menceritakan strategi student exchange di institusinya.

    “Solo dan juga UNS memiliki keunikan yang mampu menjadi daya tarik yang besar bagi pelajar asing. Buatlah paket-paket kegiatan menarik yang ditawarkan, misalnya dalam bentuk courses atau kegiatan-kegiatan seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) ” paparnya.

    Ditegaskan, hal paling awal yang perlu dilakukan adalah dengan membuat portofolio yang bagus. Tentukan targetnya dan SDMnya yang memiliki pasion. Setelah itu siapkan pula infrastrukturnya.

    Workshop diakhiri dengan tukar menukar cendera mata antara FEB UNS dengan FEB UGM dan ITB.

     

  • Di Era Digital, UKM Harus Mampu Beradaptasi

    Di Era Digital, UKM Harus Mampu Beradaptasi

    Membangun sebuah e-commerce tidak sebatas membangun sebuah website, tanpa pemahaman menyeluruh mengenai fungsi dari website tersebut. Mindset ini hanya akan menghabiskan uang.

    E-commerce bukan hanya menempatkan transaksi bisnis di website e-commerce.

    E-commerce dibangun berdasarkan perubahan pengetahuan bisnis, perubahan perspektif, dan perubahan pendekatan bisnis.

    Hal itu dipaparkan Dr. Adi Prananto dari Swinburne University of Technology saat berbicara dalam workshop yang digelar Tim Internasionalisasi FEB UNS, Senin 25 November 2019.

    UKM perlu memahami bahwa mereka perlu merubah cara mereka dalam mengoperasikan bisnis, untuk dapat mengakomodasi intensitas dan perbedaan antara transaksi e-commerce dengan transaksi langsung (face to face).

    Di hadapan peserta yang sebagian besar mahasiswa MESP dan PDIE, Dr. Adi menyampaikan bahwa dalam hal penerapan e-commerce,  hal utama yang perlu dipahami oleh UKM adalah mereka perlu mentransformasi cara berpikir, mereka perlu memahami mengenai era baru dalam hal marketing dan promosi.

    “Mereka perlu mengetahui dan memahami tentang media sosiiial seperti twitter, facebook, dan Instagram” jelasnya.

    Perlu ada perubahan dalam hal komunikasi dan interaksi antara bisnis dan konsumen, di era marketing yang baru ini.

    UKM perlu memahami bagaimana memberikan keunikan dalam produk yang ditawarkan, cara membedakan produk mereka dengan produk dari UKM lain.

    Hal itu dapat dicapai melalui berbagai mekanisme lingkungan bisnis, misalnya dalam bidang legal dan regulasi, stabilitas, transportasi dan logistik yang baik, akses ke bank, mekanisme pembayaran, dan 3E (engage, engage, and engage), yang berarti sebuah bisnis harus tetap mengelola hubungan baik dan konsumennya.

  • Dosen UNEJ Ikuti Pelatihan yang Digelar FEB UNS

    Dosen UNEJ Ikuti Pelatihan yang Digelar FEB UNS

    Sebanyak 32 Dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember (FEB UNEJ) ikuti Pelatihan Design Eksperimental yang digelar Center of External Affairs (CEA) FEB UNS, Rabu 27 November 2019.

    Kegiatan yang dibuka oleh Dr. Djuminah, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum dan Keuangan FEB UNS, menghadirkan narasumber tunggal yakni Dr. Budhi Haryanto, Dosen FEB UNS

    Pelatihan ini merupakan salah satu upaya CEA untuk aktif menjalin kerjasama dengan pihak eksternal.

    Kerjasama dalam bentuk pelatihan ini adalah kali pertama dilaksanakan CEA  dengan UNEJ.

    Dr. Dwi Prasetyani, Ketua CEA FEB UNS diawal sambutannya menyampaikan profil CEA sebagai salah satu unit di FEB UNS yang berperan dalam kerjasama dan pengembangan bisnis.

    “CEA menjadi gerbang depan kerjasama dengan pihak eksternal. CEA juga mengemban tugas untuk mengoptimalkan layanan internal di fakultas.” papar Dr. Dwi

    Design eksperimental yang menjadi tema dalam pelatihan ini pernah digunakan narasumber sebagai metode dalam disertasi doktornya.

    Dalam eksperimental, peneliti  melakukan manipulasi terhadap satu atau lebih variabel dengan suatu cara tertentu sehingga berpengaruh pada satu atau lebih variabel lain yang di ukur.

    “Jika kita sudah masuk dalam design eksperimental, tidak ada kata sulit dalam metode ini, yang ada adalah sangat menyenangkan dan ini sangat prestisius karena kita dituntut untuk berkontribusi secara akademikal, tidak praktikal, tidak banyak mengaplikasikan, peneliti bisa berakrobat dalam riset ini” tutur Dr Budhi.

    Di kegiatan ini, peserta juga diberi kesempatan untuk langsung berlatih dan mendiskusikan terkait design eksperimental.

  • Undang Prof. Wimboh, FEB UNS Gelar FGD Pendirian Prodi Fintech.

    Undang Prof. Wimboh, FEB UNS Gelar FGD Pendirian Prodi Fintech.

    Untuk kali ketiga, Tim yang diketuai oleh Irwan Trinugroho menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pendirian Program Studi S1 Keuangan, Perbankan dan Teknologi Keuangan, Sabtu 23 November 2019 di UNS In, Solo.

    FGD yang dihadiri oleh Dekanat dan Kepala Program Studi (Kaprodi) S1, S2 , S3 FEB UNS secara khusus mengundang Prof. Wimboh Santoso untuk memberikan arahan bagi kesempurnaan kurikulum yang telah dirancang.

    Dalam sambutannya, Dr. Izza Mafruhah, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) mengatakan bahwa pembahasan Pendirian Prodi Fintech telah dimulai sejak awal Juni lalu.

    “Diharapkan akhir semester ini akan kita submit ke Dikti agar bisa diberikan ijin pembukaan prodi dan di tahun akademik 2020/2021 sudah mulai menerima mahasiswa ” jelasnya.

    Lebih lanjut dikatakan, Prodi yang akan kita bentuk nanti merupakan salah satu prodi yang sedang “booming”. Sementara, nama yang diusulkan masih “Prodi S1 Keuangan, Perbankan dan Teknologi Keuangan” dan masih memungkinkan untuk berubah.

    Harapannya, ketika prodi baru ini dibuka, akan banyak peminatnya, dan lulusannya lebih mudah terserap di lapangan kerja.

    Prof. Wimboh memberikan masukan kepada tim untuk mempertimbangkan kembali beberapa nama matakuliah diantaranya Blockchain, Crypto Finance, Modal Ventura agar dijadikan satu Mata Kuliah Produk Keuangan.

    Demikian juga untuk Matakuliah Modal Ventura dengan 3 SKS, perlu ditinjau ulang karena terlalu memakan waktu yang lama dan Teory Probability itu sebaiknya digabung ke dalam Matakuliah Statistik.

    Di kesempatan itu juga, Prof Wimboh memberikan usulan pendirian
    Pusat Pengembangan Start-Up di FEB UNS yang mampu menyalurkan start-up start-up baru. Otoritas Jasa Keuangan (OJK ) siap membantu tenaga pengajarnya.

    “Satu bulan ke depan sudah diusahakan agar selain launching Program S1 Fintech, juga Pusat Pengembangan Start Up dan Pusat Pengembangan Digital office bekerja sama dengan Fintech OJK Center ” tegas Prof . Wimboh

    Sasaran dari program ini adalah siswa-siswa dari keluarga yang kurang mampu namun cukup pintar, kita beri uang saku selama proses pendidikan.

    Untuk program ini tidak perlu sertifikasi karena lulusannya akan langsung terserap dilapangan kerja.

    Pendirian pusat pengembangan itu untuk membantu USER dalam proses pelatihan dan pendidikan.

  • Prodi Akuntansi Sukses Gelar Konferensi Internasional Perdana

    Prodi Akuntansi Sukses Gelar Konferensi Internasional Perdana

    Jaringan logistik dan sistem pembayaran merupakan komponen pendukung yang sangat  berperan vital dalam meningkatkan penetrasi pasar e-commerce Indonesia yang saat ini sedang booming. Dan kompleksitas masalah distribusi membuat logistik menjadi tema yang masih perlu dipelajari dilingkup praktisi dan akademisi.

    Studi dari kedua perspektif ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengembangkan dunia ekonomi yang lebih baik.

    Pernyataan itu disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof. Ahmad Yunus saat membuka International Conference on Business, Accounting, Supply Chain and Logistics (ICBASL) , Kamis, 21 November 2019 di Hotel Harris Solo.

    Prof. Yunus memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Program Studi (Prodi) Akuntansi FEB UNS  dan seluruh narasumber atas terselenggaranya konferensi internasional perdana Prodi Akuntansi dan kegiatan lainnya dalam sepekan meliputi visiting lecturer dan students inbound.

    Ucapan  terima kasih disampaikan kepada Prof. Hooy Chee Wooi dari Universiti Sains Malaysia, yang selama tiga hari  telah  mengajar mahasiswa FEB UNS  untuk Matakuliah  Teori Investasi dan Portofolio.

    Prof. Yunus juga mengapresiasi ke enam belas  mahasiswa dari luar negeri yang meluangkan waktu mereka untuk bergabung di Program International Short Courses.

    “Kami berharap kedatangan mahasiswa dari luar negeri di acara ini akan memperkuat hubungan antara UNS dan universitas di luar negeri”.

    ICBASL dengan tema “New Paradigm of Link and Match Between Government,
    University, and Industry” akan membahas beberapa topik terkait akuntansi, bisnis, dan logistik dalam kaitannya dengan globalisasi saat ini yang akan disampaikan oleh narasumber dari berbagai negara.

    Narasumber  ternama yang hadir dalam konferen yakni Prof. Juliana Sutanto (Lancaster University), Prof. Madya Dr. Corina Joseph (Universiti Teknologi MARA Cawangan Sarawak, Malaysia), Prof. Ruhul Salim, BSc, MSc., Ph.D. (Curtin University, Australia), and Prof. Habib Mahama, Ph.D (Qatar University, Qatar), dan Prof. Dr. Hooy Chee Woi (Universiti Sains Malaysia, Malaysia).

    Sebanyak 250 lebih paper dari berbagai topik terkait akuntansi, bisnis, logistik dan supply chain dipresentasikan dalam acara ini.

    Artikel terbaik yang dipresentasikan dalam konferensi ini akan mendapat kesempatan publikasi di beberapa jurnal nasional terakreditasi DIKTI seperti Jurnal Akuntansi dan Bisnis, Jurnal Keuangan dan Perbankan, Jurnal Akuntansi dan Auditing
    Indonesia, Jurnal Akuntansi Multiparadigma, dan Jurnal Sains Bisnis.

    Artikel terbaik juga akan berkesempatan publikasi di beberapa jurnal terindeks Scopus seperti Social Responsibility Journal (SRJ), Meditary Accountancy Research, Journal of Contemporary Accounting, International Journal of Economics and Management, dan International Journal of Service Management Sustainability.

     

  • FEB UNS Undang Pakar, Bahas Pendirian Prodi Fintech

    FEB UNS Undang Pakar, Bahas Pendirian Prodi Fintech

    Sangat sedikitnya universitas di Indonesia yang menawarkan program keuangan dan perbankan serta tidak adanya program khusus tentang financial technology atau keuangan digital di Indonesia menjadi hal yang menginisiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) untuk bersegera merealisasikan Pendirian Program Studi S1 Keuangan, Perbankan dan Teknologi Keuangan.

    Selain itu, lebih dari 50% profesional keuangan di Indonesia lulus dari universitas di luar negeri serta kurikulum program yang ada tidak benar-benar sejalan dengan kebutuhan industri dan regulator.

    Hal itu diungkapkan Irwan Trinugroho, Ph.D di Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di UNS Inn, Rabu 20 November 2019.

    Dalam FGD tersebut, tak hanya mengundang akademisi, namun juga regulator, dari Bank Indonesia,  Otoritas Jasa Keuangan dan Lembaga Penjaminan Simpanan, serta dari industri perbankan, fintech dan e-commerce.

    Irwan memandang, UNS layak untuk mendirikan program ini karena UNS telah dikenal secara nasional dan internasional karena kualitas penelitiannya di bidang perbankan dan keuangan serta memiliki jaringan internasional yang kuat dengan universitas-universitas internasional terkemuka.

    UNS juga menjadi koordinator Program Capacity Building Erasmus+ dengan tema “OPTimizing Research and Doctoral Programme in Banking and Finance in Indonesian universities” (OPTBANK) dengan pendanaan dari European Commission.

    FGD yang dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UNS, Prof. Ahmad Yunus, menerima masukan dari para peserta, fokusnya pada desain kurikulum dan sebelumnya telah disusun oleh Tim yang diketuai oleh Irwan.

    “Ini adalah FGD yang kedua. Harapan kami sudah mulai mengerucut dan bahasan Kurikulum Program Studi S1 Keuangan, Perbankan dan Teknologi Keuangan dapat terselesaikan di FGD ini sehingga bisa diajukan di Desember tahun ini” papar Irwan, Ph.D.

    Masukan dari peserta FGD akan menjadi bahan pertimbangan bagi tim untuk lebih menyempurnakan desain kurikulum .

  • Peserta International Short Course Kunjungi Industri

    Peserta International Short Course Kunjungi Industri

     

    Kunjungan industri merupakan agenda ketiga dari seluruh rangkaian International Short Course 2019.yang digelar oleh Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas sebelas Maret ( FEB UNS).

    Peserta Menyimak Tayangan Profil PT Sritex

    Setelah dua hari mendapatkan materi dari akademisi dan pakar FEB UNS, 16 mahasiswa dari berbagai negara yakni Malaysia, Kyrgiztan, UK, Madagascar dan Brunei Darussalam melanjutkan agenda kunjungan ke PT Sri Rejeki Isman Tbk atau lebih dikenal dengan PT Sritex & PT Aneka Adhi Logam Karya.

    Dalam kunjungannya ke PT Sritex, rombongan yang dipimpin oleh Isna Putri Rahmawati, M.Sc. disambut oleh General Manager HRD, Sri Saptono Basuki.

    Melalui tayangan video, peserta berkesempatan melihat profil perusahaan sejak awal berdirinya hingga berkembang pesat dikancah internasional dan menjadikan Sritex sebagai perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara.

    Peserta juga berkesempatan secara langsung melihat proses produksi mulai dari spinning, weaving, finishing hingga garment.

  • FEB UNS Held a Focus Group Discussion on the Establishment of the New Study Program in Fintech

    FEB UNS Held a Focus Group Discussion on the Establishment of the New Study Program in Fintech

    Currently there is a limited University in Indonesia that offers a study program in Banking and Finance. Moreover, the absence of special program in Financial Technology or Digital Finance in Indonesia motivate the Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) to establish a new Study Program in Finance, Banking, and Financial Technology. Further, more than 50% of the professional in finance in Indonesia is graduated from foreign universities, while the curriculum of the existing study program is not in tune with the industrial demand and regulator. This was expressed by Irwan Trinugroho, PhD during the Focus Group Discussion (FGD), Wednesday, November 20, 2019.

    The FGD does not only invite academician, but also regulators from Bank Indonesia, the Financial Services Authority of Indonesia (OJK), and Indonesia Deposit Insurance Corporation (LPS), banking industry, Fintech companies, and e-commerce. Dr. Irwan mentions that the establishment of this Study Program is feasible for UNS, because UNS has an established reputation both at national and international level, supported with the quality of research in banking and finance from the UNS. Moreover, UNS has a wide international network with reputable international universities. UNS also become the coordinator for the Capacity Building Erasmus+ Program in “OPTimizing Research and Doctoral Programme in Banking and Finance in Indonesian universities” (OPTBANK) with the funding from the European Commission.

    The FGD that was opened by the Vice Rector in Academic Affairs of UNS, Prof. Ahmad Yunus, receive various inputs from the participants with focus on the curriculum for the Study Program. “This FGD is the second FGD on the establishment of this study program, we expect that our discussion will be more focussed on the curriculum for the Study Program in Finance, Banking, and Financial Technology,” Dr. Irwan says.

  • The International Short Course Program Visit to Industry in Solo

    The International Short Course Program Visit to Industry in Solo

    Industry visit is the third agenda from the entire International Short Course Program 2019 activities. This program was organized by the Study Program of Undergraduate in Accounting, the Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret (FEB UNS).

    After two days provided with excellent material presented by academician and expert from FEB UNS, the 16 participants from Malaysia, Kyrgyzstan, UK, Madagascar, and Brunei Darussalam, get an opportunity to visit the PT. Sri Rejeki Isman Tbk or known as PT Sritex, the largest garments industry in South East Asia Region. Second company visited by the participant is PT Aneka Adhi Logam Karya.

    During their visit, the participant, which led by Isna Putri Rahmawati, M.Sc, is greeted by the General Manager of Human Resource Management, Sri Saptono Basuki. Through the video profile, the participants got the chance to learn about the profile of PT Sritex start from the initial establishment to its current rapid development at international level. The participants are also given the opportunity to watch textile production process start from spinning, weaving, finishing, and garment.

  • Prodi Akuntansi Undang Dosen Tamu dari Universitas Sains Malaysia

    Prodi Akuntansi Undang Dosen Tamu dari Universitas Sains Malaysia

     

    Prof. Dr. Hooy Chee Wooi dari Universitas Sains Malaysia menjadi dosen tamu di Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS, Senin-Rabu, 18 -20 November 2019.

    Sebanyak 2 kelas mahasiswa semester 5 S1 Akuntansi dan semester 3 S1 Akuntansi Transfer akan mengikuti kuliah yang disampaikan Prof. Hooy.

    Mata kuliah Teori Investasi dan Portofolio (TIP) yang memiliki kredit sebesar 3 sks disampaikan dalam bentuk ceramah dan diskusi interaktif.

    Kerjasama internasionalisasi dengan menghadirkan dosen tamu dari universitas di luar negeri akan membangun pengalaman dan suasana akademik yang berwawasan Internasional bagi dosen dan mahasiswa di Program Studi.