FEB

Blog

  • Lebih dari 80 Siswa SMA Assalam Sukoharjo Berkunjung ke FEB UNS

    Lebih dari 80 Siswa SMA Assalam Sukoharjo Berkunjung ke FEB UNS

    Lebih dari 80 siswa dan 5 Guru Pendamping SMA Assalam Sukoharjo berkunjung ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Selasa 17 Januari 2023.

    Rombongan diterima oleh Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si, Wakil Dekan Perencanaan Kerja Sama Bisnis dan Informasi, Dr. Mugi Harsono, SE, M.Si., Koordinator Tata Usaha, Tunggul Ardi, S.Si., serta Himpunan Mahasiswa Jurusan di Aula Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.

    Prof. Izza dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang, terima kasih atas kehadiran siswa dan guru Assalam serta mohon maaf apabila dalam penyambutannya ada hal yang kurang berkenan.

    Lebih lanjut Prof. Izza memaparkan profil FEB UNS meliputi program studi yang ada di FEB, capaian akreditasi nasional dan internasional serta profil lulusan.

    FEB memiliki 8 program studi (prodi), 4 Prodi S1 yakni Ekonomi Pembangunan, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis Digital;  3 Prodi S2, Magister Akuntansi, Magister Manajemen dan Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan serta 1 Prodi S3, Program Doktor Ilmu Ekonomi.

    “Alhamdulillah prodi S1 di FEB angka keketatan masuknya tinggi, bahkan Prodi S1 Bisnis Digital yang baru satu angkatan tapi keketatannya juga tinggi, dari 2 kelas yang diterima sejumlah 60 orang, yang mendaftar di atas 1000 orang, tahun depan kita akan membuka 4 kelas” ungkapnya

    Ketiga Prodi di FEB, Manajemen, Akuntansi dan Ekonomi Pembanguman telah terakreditasi A oleh BAN PT, selain itu juga telah terakreditasi internasional AQAS dan AUN QA.  FEB juga sudah masuk pada 10 besar perguruan tinggi di level nasional dan 600 besar di dunia.

    “Kami mendorong mahasiswa untuk berprestasi sejak awal masuk perkuliahan. Banyak aktifitas yang kita lalukan untuk meningkatkan hard skill maupun soft skill mahasiswa. Alumni kita di atas 50% cumlaude, lulus tepat waktu kurang dari 4 tahun. Kami menfasilitasi seluruh mahasiswa agar lulusan kita BMW, Bekerja, Melanjutkan studi atau Wira Usaha” jelasnya.

    Sementara itu, Maryono, ST, Guru Pendamping SMA Assalam menyampaikan ucapan terima kasih karena rombongannya diterima dengan sangat baik oleh FEB, sebuah fakultas favorit bagi anak-anak Asssalam.

    Disampaikannya, kunjungan ke FEB bertujuan untuk mendapatkan informasi-informasi tentang FEB UNS langsung dari sumbernya, dengan Bapak Ibu Pimpinan dan juga dari Mahasiswa yang tergabung dari Himpunan Mahasiswa Jurusan di FEB. Yang utama adalah informasi terkait dengan penerimaan mahasiswa baru.

    Di sesi tanya jawab, siswa SMA Assalam sangat memanfaatkan kesempatan baik itu, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan.  Usai acara, rombongan dipandu oleh himpunan mahasiswa jurusan berkeliling kampus FEB.

  • Management Study Program Hosted MBKM Partnership Workshop

    Management Study Program Hosted MBKM Partnership Workshop

    The Management Study Program, Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) hosted Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Partnership Workshop in Syariah Hotel Solo, Saturday, January 7th, 2023. The workshop was attended by all Management Study Program Partners, the Indonesian Chamber of Commerce and Industry (Kadin) for Surakarta Office, MSMEs partners, Lecturers, and students.

    In his remarks, Dr. Atmaji, MM, as the Head of the Management Study Program FEB UNS, states that the study program welcomed the MBKM program, initiated by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology (Kemendikbud Ristek), by preparing various supporting programs. Responding to the MBKM program, the Management Study Program has designed supporting programs for the students interested in participating in MBKM.

    “Alhamdulillah, when MBKM was initiated, our Study Program reacted swiftly, thus, when the Minister of Education finally launched MBKM, Management Study Program could directly participate, even though only in one program, the student exchange program. For the following semester, however, our students participated in eight MBKM programs,” he reveals.

    The eight programs are student exchange, internship, teaching assistance at education institutions, research, humanities project, entrepreneurship, independent project or study, and village development program or thematic student community program (KKNT). Students participating in the MBKM program will receive 20 credits for the one-semester MBKM program.

    Not only studying theories, in the MBKM program, students can get involved in field activities and interact with the community according to their selected MBKM program. Students can learn about how the community interacts and how to get involved in business interaction and networking.

    Higher Education Institutions cannot implement the MBKM program independently because it needs a partnership with various parties. Considering this, Dr. Atmaji also thanked all parties supporting MBKM implementation in the Study Program, particularly to Surakarta Kadin Office, for providing the opportunity for the industrial internship in the Solo Great Sale last year. He also thanked 16 MSMEs for supervising the students during the MBKM program, especially for business consulting for the last two months.

    This workshop also marked the end of the MBKM business consulting and industrial internship program at the Surakarta Kadin Office.

    The Head of the Kompetisi Kampus Merdeka Program (PKKM) for Management Study Program, Dr. Joko Suyono, M.Si., reported the implementation of PSM PKKM. The report states that the MBKM Program was strengthened through the PKKM programs. “The Study Program has entered its second year. In the first year, the Study Program developed the existing supporting laboratory and Project Based Learning program. While in this second year, the program will develop a virtual laboratory for data science,” he states.

    Further, Dr. Joko Suyono explains that the main objective of MBKM is to improve the graduates’ competency, lecturers’ competency, and curriculum design for the Study Program. There are five programs proposed by the Management Study Program, including the development of a student learning platform, digital finance innovation development, graduates’ competency improvement, student entrepreneurship activity, and development of the study program reputation.

    The workshop continued with testimonials from the partners’ representatives regarding the implementation of the MBKM program, followed by an award session for the best team in SGS 2022, as well as a Memorandum of Understanding signatory for the next MBKM Program.

  • PDIE FEB UNS Welcoming Visitation from Doctoral Program FBE Universitas Islam Indonesia

    PDIE FEB UNS Welcoming Visitation from Doctoral Program FBE Universitas Islam Indonesia

    The Doctoral Program in Economics (PDIE), Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, welcoming a visitation from the Economics Study Program for Doctoral Degree, Faculty of Business and Economics (FBE), Universitas Islam Indonesia (UII), at Assembly Room I, Bachtiar Effendi Building, FEB UNS, Monday, January 9th, 2022.

    The entourage was welcomed by the Head of PDIE FEB UNS, Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak., and the Head of Development Economics Study, Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D.

    Prof. Rahmawati also thanked the Administrator of the Economics Study Program for Doctoral Degree FBE UII for visiting UNS to discuss Doctoral Program development.

    According to her, the main problem previously faced by PDIE UNS is related to students’ length of study. This problem is resolved through continuous monitoring and evaluation in the mid-semester and at the end of each semester.

    Tri Mulyaningsih added that the monitoring and evaluation process initiated by Prof. Rahma is expected to encourage students to report their progress to the study program, facilitating their study to get completed earlier. In a specific instance, for students who need specific assistance, the Head of the Study Program can send a recommendation letter to get assistance from the student’s workplace or employer.

    “In the second semester, students started their independent study, and now, this stage is more structured. Students can start composing a literature review according to their field expertise to find a research gap, this was specifically designed for students taking management and development economy focus study. In the third semester, there is a research project to familiarize the student with academic writing. While in the fourth semester, students started their research proposal, followed by proposal seminar and examination,” she explained.

    Further, PDIE also facilitates students with a study room on the third floor of the Bachtiar Effendi Building.

    The discussion went on for around two hours and concluded with an exchange of a token of appreciation and a group photo.

  • Berkunjung ke PDIE FEB UNS, Program Doktor FBE Universitas Islam Indonesia Diskusikan Pengelolaan Program Doktor

    Berkunjung ke PDIE FEB UNS, Program Doktor FBE Universitas Islam Indonesia Diskusikan Pengelolaan Program Doktor

    Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menerima kunjungan dari Pengelola Program Studi Ilmu Ekonomi Program Doktor Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Islam Indonesia  UII di Ruang Sidang 1 Gedung Bachtiar Effendi, Senin  9 Januari 2022.

    Rombongan diterima oleh Kepala Program Studi PDIE, Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak. dan Ketua Peminatan Ekonomi Pembangunan PDIE,  Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D.

    Prof. Rahmawati mengucapkan selamat datang kepada Pengelola Program Studi Ilmu Ekonomi Program Doktor FBE UII  atas kunjungannya ke PDIE FEB UNS untuk berdiskusi tentang pengelolaan program doktor.

    Dalam sambutannya, Prof. Rahma juga menyampaikan secara singkat proses studi di PDIE dan juga beberapa kerja sama yang selama ini telah dilaksanakan.

    Menurutnya, problem utama yang sebelumnya ada di PDIE terutama terkait masa studi mahasiswa dan ini telah diupayakan solusinya dengan melakukan monitoring dan evaluasi yang secara rutin dilakukan di tengah semester dan akhir semester.

    Tri Mulyaningsih menambahkan, proses monitoring dan evaluasi yang telah diinisiasi Prof. Rahma tersebut harapannya mahasiswa akan melakukan laporan ke prodi dan studinya dapat berjalan dengan lancar. Untuk kasus tertentu, bagi mahasiswa yang memerlukan pertolongan, Kaprodi mengirimkan surat ke pimpinan tempat mahasiswa bekerja.

    “Pada semester 2, mahasiswa melakukan independen studi, sekarang sudah terstruktur. Mahasiswa  melakukan literature review di bidangnya yang tujuannya adalah untuk mencari riset gap, khusus untuk minat manajemen dan ekonomi pembangunan. Di semester 3 ada research project agar mahasiswa terbiasa menulis dan di semester 4 mahasiswa menyusun proposal, dikondisikan juga dengan seminar proposal, baru kemudian bisa ujian proposal” jelasnya.

    Lebih lanjut dikatakan,  PDIE juga memfasilitasi mahasiswa dengan ruang belajar di lantai 3 Gedung Bachtiar Effendi yang cukup memadai dengan kemudahan akses internet.

    Kegiatan diskusi berlangsung sekitar dua jam, diakhiri dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama.

  • Prodi S1 Manajemen Gelar Workshop Kemitraan MBKM

    Prodi S1 Manajemen Gelar Workshop Kemitraan MBKM

    Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Workshop Kemitraan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Hotel Syariah Solo pada Sabtu 7 Januari 2023.

    Kegiatan diikuti oleh seluruh mitra MBKM Prodi S1 Manajemen, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Surakarta, UMKM, Dosen dan juga mahasiswa.

    Dalam sambutannya, Dr. Atmaji, MM, Kepala Program Studi (Prodi) S1 Manajemen FEB UNS menyampaikan bahwa Prodi S1 Manajemen menyambut program MBKM yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dengan menyusun berbagai program. Prodi telah mendesain program-program untuk menfasilitasi mahasiswa yang berminat melakukan MBKM.

    “Alhamdulilah, ketika MBKM dilaunching, Prodi S1 Manajemen berlari cepat, sehingga pada saat Pak Menteri melakukan launching MBKM, Prodi S1 Manajemen langsung melakukan kegiatan walaupun baru 1 bidang yaitu pertukaran pelajar dalam negeri dan luar negeri, kemudian di semester berikutnya, dari 8 bidang MBKM ada mahasiswa yang mengambil dari masing-masing bidang itu” ungkapnya.

    Delapan bidang MBKM yang bisa diambil oleh mahasiswa  meliputi pertukaran pelajar, magang atau praktik kerja, asistensi mengajar di satuan pendidikan, penelitian atau riset, proyek kemanusiaan, kegiatan kewirausahaan, studi/proyek independen, membangun desa atau kuliah kerja nyata tematik (KKNT). Bagi mahasiswa yang mengambil diakui kredit senilai 20 SKS yang dilakukan dalam waktu satu semester.

    Dikatakan, dengan MBKM itu, mahasiswa tidak sekedar mendapatkan teori yang di peroleh kelas tapi juga benar-benar berpraktek, berinteraksi dengan  masyarakat sesuai bidang yang di ambil. Mahasiswa akan mendapat pengalaman bagaimana bermasyarakat, bagaimana bersosialisasi khususnya di bidang bisnis.

    Perguruan tinggi tidak mungkin berjalan sendiri, perlu mitra kerja. Dr. Atmaji juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sudah  memfasilitasi kegiatan MBKM, kepada Kadin Surakarta yang telah menfasilitasi magang industri termasuk pelibatan mahasiswa dalam Solo Great Sale tahun 2022 kemarin.

    Terima kasih juga disampaikan kepada 16 UMKM yang telah berpartisipasi dalam membimbing mahasiswa yang mengambil MBKM, khususnya dalam konsultasi bisnis selama 2 bulan terakhir.

    Kegiatan workshop kali ini sekaligus menjadi penanda penarikan mahasiswa MBKM konsultasi bisnis dan dari 47 mahasiswa yang mengikuti kegiatan magang industri di Kadin Surakarta.

    Selanjutnya, Ketua Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) PSM Prodi S1 Manajemen, Dr. Joko Suyono, M.Si memaparkan secara singkat pelaksanaan MBKM PSM.

    Dikatakan, MBKM diperkuat oleh kementerian dengan menawarkan program-program kompetisi kampus merdeka.

    “Prodi Manajemen sudah masuk tahun ke 2. Di tahun pertama, ada pengembangan laboratorium, Project Base Learning dan di tahun kedua pengembangan laboratorium virtual terkait data sains” paparnya.

    Lebih lanjut dikatakan, inti dari tujuan MBKM adalah meningkatkan kompetensi lulusan, kompetensi dosen dan juga desain kurikulumnya. Ada 5 aktifitas yang diusulkan Prodi S1 Manajemen yakni pengembangan platform yang mendukung pembelajaran mahasiswa, pengembangkan inovasi keuangan digital, peningkatan kompetensi lulusan, peningkatan minat kewirausahan mahasiswa, dan peningkatan reputasi program studi.

    Di kegiatan workshop tersebut juga disampaikan kesan dan pesan singkat dari perwakilan mitra tentang pelaksanaan MBKM dilanjutkan dengan pengumuman perhargaan tim terbaik dalam SGS 2022 dan penyerahan perjanjian kerjasama MBKM.

  • Development Economics Study Program Community Service Team Provides Assistance for Fish Farmers in Trenceng Village

    Development Economics Study Program Community Service Team Provides Assistance for Fish Farmers in Trenceng Village

    Education, Research, and Community Service are obligatory assignments for a lecturer under the Tri Dharma of Higher Education Institutions. To fulfill the requirement of their duties, lecturers conducted community service activities to show their concern and contribution to community development.

    The Development Economics Study Program Community Service team, Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, organized community assistance for fish farmers in Trenceng Village, Sumbergempol Sub-District, Tulungagung Regency. The program, which aims to assist the development of community skills in producing fish pellets independently, effectively, and efficiently, was implemented well in 2022.

    The successful program was led by Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., who currently serves as the Head of the Development Economics Study Program FEB UNS. “Fish farmers in Trenceng village need to produce fish pellets independently to maximize its outcome,” he revealed.

    According to him, the problem faced by fish farmers was the ineffective and inefficient usage of fish pellets available in the market, which affected the optimization of fish farming products in Trenceng village. Considering this problem, the community service team needs to provide intensive assistance for the farmers.

    Khoirul Basor, the Head of the Youth Organization in Trenceng village, expressed his gratitude to the community service team for helping fish farmers produce fish pellets independently. This assistance, hopefully, can improve fish farming outcomes in Trenceng village to be more effective and efficient.

  • Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Ekonomi Pembangunan Beri Pendampingan Peternak Ikan Desa Trenceng

    Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Ekonomi Pembangunan Beri Pendampingan Peternak Ikan Desa Trenceng

    Kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat merupakan tugas yang menjadi kewajiban dosen dalam rangka Tri Dharma Perguruan Tinggi.

    Untuk menunaikan salah satu tri dharma tersebut dilaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan kepedulian dalam hal menyumbangkan pikirannya bagi kemajuan masyarakat.

    Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) memberikan pendampingan pembuatan pakan ikan secara mandiri di Desa Trenceng, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung. Kegiatan terlaksana secara baik selama kurang lebih satu tahun pada tahun 2022.

    Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D, Kepala Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB

    Kegiatan yang diketuai oleh Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D, Kepala Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UNS tersebut bertujuan untuk mendukung terbentuknya keahlian masyarakat agar dapat menciptakan pakan ikan secara mandiri, efektif dan efisien.

    “Peternak di Desa Trenceng sangat perlu untuk menghasilkan produk pakan ikan secara mandiri agar hasilnya bisa maksimal” ungkapnya.

    Menurutnya, terdapat permasalahan yang dimiliki oleh peternak yaitu kurang efektif dan efisiennya pakan yang ditawarkan di pasar yang berdampak pada kurang maksimalnya hasil dari ternak ikan pada Desa Trenceng. Untuk itu, tim perlu secara intensif memberikan pendampingan kepada para peternak.

    Khoirul Basor, Ketua Karang Taruna Desa Trenceng menyampaikan terimakasih kepada para tim pelaksana yang telah membantu para peternak untuk dapat menghasilkan produk pakan ternak ikan secara mandiri.

    Dengan adanya pendampingan tersebut maka hasil dari peternakan ikan di Desa Trenceng akan lebih efektif dan efisien. (Tetri)

  • Seri Webinar Grup Riset Kearifan Lokal FEB UNS Bahas Dinamika Karier Pemimpin Perempuan dalam Perspektif Kesetaraan Gender

    Seri Webinar Grup Riset Kearifan Lokal FEB UNS Bahas Dinamika Karier Pemimpin Perempuan dalam Perspektif Kesetaraan Gender

    Grup Riset Kearifan Lokal Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengangkat tema Dinamika Karier Pemimpin Perempuan dalam Perspektif Kesetaraan Gender di seri webinar yang digelar Selasa, 20 Desember 2022.

    Kegiatan yang dimoderatori oleh Dr. Wulan Permatasari, S.E., M.M itu  menghadirkan narasumber Brigjen (Pol) Dr. Rinny Shirley Theresia Wowor, SH, SIK, MPsi, Petinggi Badan Intelijen Negara RI dan Dr. Sinto Sunaryo, SE, MSi, Peneliti Senior Grup Riset Kearifan Lokal FEB UNS.

    Ketua Grup Riset, Dr. Joko Suyono, S.E.,M.Si mengatakan webinar yang diselenggarakan oleh Grup Riset Kearifan Lokal dilakukan secara periodik setiap bulan. Kegiatan ini sebagai wahana untuk mendiseminasikan hasil karya penelitian, pengabdian terkait kearifan lokal terutama penelitian kualitatif, termasuk kajian dengan konteks lokal, salah satunya adalah tentang tema perempuan yang dibahas dalam webinar ini. Isu-isu kesetaraan gender menjadi topik yang menarik untuk dibicarakan.

    Dr. Joko Suyono, S.E.,M.Si, Ketua Grup Riset Kearifan Lokal

    Menurutnya, perempuan memegang peran sangat penting dalam kehidupan di nusantara termasuk Jawa. Jika melihat sejarah perempuan di Indonesia, khususnya di Jawa, kedudukan perempuan sangat terhormat. Perempuan mulai dipinggirkan sejak berakhirnya perang Jawa, ada peran dari kolonial Belanda.

    Mengawali paparan materi, Dr. Sinto menyampaikan bahwa kepemimpinan perempuan semakin berkembang dari waktu ke waktu meskipun harus diakui bahwa kepemimpinan perempuan ini kalau dibandingkan dengan laki-laki memang masih kalah dari sisi jumlahnya.

    Peserta Webinar

    “Berdasarkan Gender Inequality Index (GII) atau indeks ketimpangan gender di Indonesia di tahun 2020 sebesar 0,48 lebih besar dari GII dunia 0,436, artinya disparitas perempuan dan laki-laki masih relatif cukup tinggi, tetapi kita masih kalah dengan negara yang lain. Dan untuk keterwakilan perempuan di parlemen, jika dibandingkan dengan negara lain, dari data tahun 2020 Indonesia memiliki skor 17,4 itu masih lebih rendah dibandingkan rata-rata dunia yang berada di angka 24,6” paparnya.

    Diharapkan dengan kebijakan pemerintah, kuota 30% perempuan di parlemen  itu akan semakin mendorong meningkatnya keterwakilan perempuan di parlemen sehingga akan bisa meningkatkan skor Indonesia.

    Dr. Sinto Sunaryo, SE, MSi, Peneliti Senior Grup Riset Kearifan Lokal

    Lebih lanjut dikatakan, pada posisi kepemimpinan selama ini memang terjadi perbandingan, meskipun di ranah penelitian, perbandingan kepemimpinan laki-laki dan perempuan itu masih menunjukkan perdebatan.

    “Ada beberapa penelitian yang memang membuktikan bahwa gender itu berpengaruh signifikan pada kepemimpinan, apakah itu dilihat dari efektivitas kepemimpinan maupun dampaknya pada organisasi. Tetapi ada juga penelitian lain yang membuktikan bahwa gender tidak berpengaruh signifikan pada efektivitas kepemimpinan dan organisasi. Di ranah akademis, risetnya masih memunculkan kesenjangan, ada riset gap atau inkonsistensi hasil. Kesenjangan ini bisa menjadi hal yang menarik dan perlu dikaji lebih dalam lagi’” jelasnya.

    Menurut Dr. Sinto, hambatan pemimpin perempuan dibedakan menjadi tiga yaitu hambatan sosial, hambatan struktural dan hambatan internal. Hambatan sosial meliputi budaya patriarkhi, gender steorotype dan ekspektasi peran gender. Sedangkan untuk hambatan struktural meliputi  glass ceiling, kebijakan organisasi, networking, mentoring. Ada kondisi yang tersistem. Yang harus diatasi bukan dari sisi perempuan, tapi juga dari organisasinya, harus ada kebijakan untuk menjamin adanya kesetaraan gender.

    Sedangkan hambatan internal yaitu hambatan yang muncul dari perempuan meliputi self-imposed barriers, tidak percaya diri, ketidaksediaan diri dan kurangnya pengembangan diri.

    Dr. Sinto juga menjelaskan strategi untuk mengatasi ketiga hambatan tersebut yakni dengan merubah mindset ekspektasi peran gender, kebijakan pengarus-utamaan gender, dukungan mentoring dan networking serta peningkatan kualitas diri perempuan.

    Brigjen (Pol) Dr. Rinny Shirley Theresia Wowor, SH, SIK, MPsi, Petinggi Badan Intelijen Negara RI

    Sementara itu, Brigjen (Pol) Rinny menyampaikan pada era pemerintahan Presiden  Joko Widodo saat ini, ada enam orang perempuan yang menjabat sebagai menteri di Kabinet Indonesia Maju. Hal ini dimaknai bahwa ada komitmen dari pemerintah untuk memperjuangkan perubahan positif bagi kaum perempuan, baik dari sisi akses, partisipasi dan manfaat bagi pembangunan di Indonesia.

    Dikatakan, komitmen dalam hal kesetaraan gender ini sebenarnya bukan dari kaum perempuan saja tapi dukungan kaum laki-laki menjadi sangat penting. Karena pemberian kesempatan bagi perempuan juga akan menjamin peningkatan daya saing yang sehat, akan meningkatkan kualitas sehingga perempuan dapat disetarakan dengan kaum laki-laki. (Tetri)

  • Webinar Prodi EP Angkat Tema Ekonomi Eksperimental

    Webinar Prodi EP Angkat Tema Ekonomi Eksperimental

    Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Webinar Ekonomi Eksperimental pada Selasa, 20/12/2022 dengan menghadirkan Guru Besar Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, Prof. Dr. Ir. Bambang Juanda, MS. sebagai narasumber.

    Webinar yang diikuti oleh dosen dan mahasiswa dari dalam maupun luar UNS tersebut dibuka oleh Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D, Kepala Program Studi (Kaprodi) Ekonomi Pembangunan (EP) FEB UNS.

    Bhimo Rizky Samudro, Ph.D, saat memberikan sambutan

    Dalam sambutannya, Kaprodi EP menyampaikan Prodi EP telah beberapa kali menggelar kegiatan webinar yang mengeksplor beberapa cabang ilmu ekonomi. Diskusi-diskusi seperti ini akan terus digelar untuk menambah wawasan keilmuan bagi akademisi.

    Dalam materinya, Prof. Bambang menjelaskan Ekonomi Eksperimental berkembang bersamaan dengan behavioral economics karena kajiannya juga sama yang memasukkan aspek psikologi, emosi dan sosial (multidisplin).

    Prinsip dasar desain eksperimental sebenarnya ada tiga yaitu ulangan, pengacakan  dan kontrol lingkungan.

    Lebih lanjut Prof. Bambang menjelaskan perbedaan antara rancangan survei (survei design) dengan rancangan percobaan (experiment design).

    Prof. Bambang Juanda, narasumber

    Menurutnya, pada survei, peneliti bersifat pasif, peneliti hanya menentukan faktor yang diamati dan memeriksa ketelitiannya, penyebab perubahannya sulit diketahui, telaahannya bersifat enumeratif, cukup kuat dalam representasi karena umumnya didasarkan pada kondisi alami, serta membutuhkan volume data yang besar.

    Sebaliknya, dalam eksperimen peneliti bersifat aktif, memiliki keleluasaan untuk melakukan pengawasan terhadap sumber-sumber keragaman data. Peneliti juga dapat menciptakan jenis perlakuan yang diinginkan dan kemudian mengamati perubahan-perubahan yang terjadi pada responnya. Telaahnya bersipat analitis yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab akibat antar berbagai faktor.

    Perbedaan yang menonjol di antara kedua rancangan terletak pada proses mendapatkan data. Pada survei, data didapatkan dengan mengambil secara langsung dari lapangan, sedangkan data pada eksperimen belum tersedia sehingga perlu dilakukan percobaan terlebih dahulu untuk menghasilkan data.

    Narasumber juga memberikan ilustrasi rancangan percobaan berjudul “Mengkaji Pengaruh Informasi serta Jumlah Penjual dalam Transaksi Pasar.” Pada ilustrasi ini, diberikan tiga rancangan, yakni rancangan perlakuan, rancangan lingkungan, dan rancangan pengukuran. Rancangan perlakuan berkaitan dengan pembentukan perlakuan-perlakuan, rancangan lingkungan berkaitan dengan penempatan perlakuan-perlakuan pada unit-unit percobaan, sedangkan rancangan pengukuran berkaitan dengan pengambilan respons dari unit-unit percobaan. (Tetri)

  • FEB UNS Gelar Apresiasi Purnatugas Dosen dan Tendik

    FEB UNS Gelar Apresiasi Purnatugas Dosen dan Tendik

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Apresiasi Purnatugas Dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik) Periode Juli 2019 s.d Desember 2022, Rabu 21 Desember 2022 di Aula Gedung Suhardi FEB UNS.

    Dari ke-26 Dosen  dan Tendik purnatugas tersebut, FEB juga mengundang keluarga dari 3 dosen dan 3 tendik yang telah berpulang yaitu keluarga dari alm. Drs. Subekti Djamaludin, M.Si, Ak,  Alm. Sumardi, SE, M.Si., Alm. Drs. Heru Purnomo, MM, Alm. Siswanto,  Alm. Muhyidin Alm dan Alm. Agus Yulianto.

    Dekan FEB UNS  Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons) Ak. menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Ibu purnatugas yang telah meletakkan dasar bagi kemajuan FEB.

    “Beliau-beliau, Bapak Ibu yang telah memasuki masa purnatugas adalah yang telah meletakkan dasar dan yang membawa FEB ke arah seperti sekarang ini. Saya ucapkan terima kasih. Kita-kita termasuk generasi setelahnya, semoga kita bisa melanjutkan apa yang menjadi cita-cita beliau-beliau ” ungkapnya.

    Lebih lanjut dikatakan perubahan status UNS dari BLU ke PTNBH membawa dampak yang luar biasa. UNS tidak lagi mendapat jatah Pegawai Negeri Sipil (PNS), baik Dosen maupun Tendik.

    Purnatugasnya dosen akan membawa dampak yang besar kepada tri dharma perguruan tinggi. Karena itu, Dekan mengharapkan agar dosen yang telah purnatugas tetap bisa mengabdi di FEB.

    “Karena tidak ada lagi dosen dan tendik PNS, kami mohon Bapak Ibu Dosen yang purnatugas untuk tetap berkarya di FEB, kami akan berusaha meng-NIDK-kan” tegasnya.

    Sementara itu, Dr. Djuminah, M,Si., Ak., Wakil Dekan Sumber Daya Manusia, Keuangan dan Logistik FEB UNS  sebelum membacakan riwayat ke 26 purnatugas mengatakan kegiatan ini terselenggara sebagai wujud penghormatan fakultas kepada para senior atas pengabdiannya di FEB.

    “Pemilihan kata apresiasi di kegiatan ini kami pilih sebagai wujud penghormatan kami kepada  para senior yang telah mengabdi lebih dulu di FEB. Secara formal pensiun atau purnatugas namun kami masih memberi kesempatan untuk mengabdi, dan itu bukan paksaan barangkali ada yang juga memilih tugas di bidang yang lain” tuturnya.

    Di kegiatan itu, perwakilan dari dosen dan tendik purnatugas diberi kesempatan untuk menyampaikan pesan dan kesan.   Perwakilan Program Studi (Prodi) Ekonomi Pembangunan diwakili  oleh Prof. Mugi Rahardjo, Prodi Manajemen diwakili oleh Prof. Salamah, Prodi Akuntansi diwakili oleh Prof. Bambang Sutopo dan untuk Tendik diwakili oleh Dra. Eny Widayati.

    Kegiatan diakhiri dengan ramah tamah, bersalam-salaman dengan dosen dan tendik maupun keluarga purnatugas. (Tetri)