FEB

Blog

  • Internship and Career Development FEB UNS Sosialisasikan Program Magang

    Internship and Career Development FEB UNS Sosialisasikan Program Magang

    Kegiatan magang merupakan proses pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman di dunia kerja. Mahasiswa dapat mengasah softskill, belajar untuk memahami berbagai alternatif penyelesaian masalah dengan menggunakan kajian ilmu yang telah diperoleh dari kampus.

    Magang bukan hanya sekedar formalitas untuk menggugurkan matakuliah yang wajib ditempuh namun lebih dari itu untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa.

    Untuk membekali mahasiswa yang akan melaksanakan magang, Internship dan Career Development (ICD) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) yang diketuai oleh Dr. Arum Kusumaningdyah Adiati, S.E, MM menyelenggarakan sosialisasi dan pembekalan magang bagi mahasiswa S1 Reguler 2018 dan S1 Transfer 2019, Senin, 13 Juli 2020 melalui daring.

    Sebelum pembekalan, Juliati, SE, MA, Ak, Kepala Divisi Magang ICD FEB UNS menjelaskan tentang  tata cara dan prosedur kegiatan magang .

    Tiga pembicara alumni FEB UNS dihadirkan sebagai narasumber untuk membekali mahasiswa agar siap magang yakni Cahyo Priyatno, SE, AK, M.ACC, CPMA,CMA, CEC, CIBA, CA , Komisaris PT Akuakultur Semesta Rata yang juga Dosen dan Trainer, Praliyana Mega Sari, Human Resources Department Hotel Novotel dan IBIS Solo serta Ariyo DP Irhamna, Ekonom INDEF (Institute for Development of Economics and Finance).

    Di awal paparannya, Cahyo Priyatno, alumni FEB UNS dari Program Studi (Prodi) Akuntansi menjelaskan pentingnya kegiatan magang bagi mahasiswa. Mahasiswa akan mendapatkan banyak hal selain yang sudah didapatkan di bangku kuliah, terutama mendapatkan pengalaman riil di dunia kerja.

    Mahasiswa harus meneguhkan tujuan awal dalam menjalankan magang karena akan berpengaruh terhadap sikap ketika magang, baik di perusahaan maupun instansi. Mahasiswa harus bersikap jujur terhadap aktifitas magangnya.

    Cahyo juga menyinggung beberapa hal yang menjadi salah kaprah dalam kegiatan magang yang perlu diluruskan, diantaranya mahasiswa yang magang melakukan kegiatan yang kurang bermanfaat, sering mengeluh atau meremehkan pekerjaan yang diberikan. Ada juga yang memiliki pemahaman bahwa magang yang digaji itu lebih baik, anak magang pasti bakal ditawari kerja di perusahaaan tersebut, harus mengejarkan sesuatu sesuai dengan jobdesk dan pemahaman bahwa magang harus di perusahaan yang besar.

    “Saat magang, silahkan mahasiswa bertanya kepada perusahaan untuk meminta penjelasan terhadap perkerjaan yang akan dan sudah dilakukannya dengan pertanyaan yang berkualitas namun jangan mempertanyakan, semisal kok saya diberi pekerjaan seperti ini. Mahasiswa harus menjaga profesionalitas serta menjaga kerahasiaan perusahaan” jelasnya.

    Sementara itu, alumni Prodi Manajemen FEB UNS, Praliyana Mega Sari menegaskan magang adalah saat yang tepat bagi mahasiswa untuk mengeksplor keahliannya. Ia juga mendorong kepada mahasiswa yang akan melaksanakan magang agar mulai melatih diri untuk memiliki perilaku yang positif dan juga memiliki kesiapan skill dan knowledge yang mendukung saat melakukan aktifitas magang. Hindari perilaku yang tidak berfaedah, misalnya dengan memposting status aktifitas di tempat magang yang dirasakan kurang menyenangkan. Terkadang perusahaan akan memberikan penilaian perilaku dari status yang diunggah oleh mahasiswa.

    Beberapa skill atau kemampuan yang perlu dipersiapkan sebelum magang diantaranya adalah kemampuan berbahasa Inggris, teknologi, pengetahuan akademik, kreatifitas, inovasi, komunikasi , kepemimpinan dan adaptasi.

    Mahasiswa juga harus memahami dan beradaptasi dengan budaya organisasi di tempatnya magang. Hal ini sangat penting agar mahasiswa bisa cepat dalam berintegrasi atau mengenal perusahaan dan juga dapat menjalin hubungan kerja dengan para pegawai dan pimpinan perusahaan serta banyak manfaat lebih lainnya untuk mengembangkan diri.

    Di sesi terakhir, Ariyo DP Irhamna, alumni Prodi Ekonomi Pembangunan FEB UNS yang saat ini sukses sebagai Ekonom INDEF lebih banyak berbagi pengalaman berkarir sebagai peneliti ekonomi.  (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Ketua Dewan Komisioner OJK Bahas Mitigasi Pandemi Covid-19 Terhadap Sektor Jasa Keuangan

    Ketua Dewan Komisioner OJK Bahas Mitigasi Pandemi Covid-19 Terhadap Sektor Jasa Keuangan

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen mengurangi kerugian ekonomi Indonesia akibat pandemi Covid-19 yakni dengan menstabilkan sektor jasa keuangan, mulai dari perbankan, pasar modal, dan sektor jasa keuangan lainnya.

    Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Wimboh dalam webinar ‘Kebijakan Countercyclical untuk Sektor Jasa Keuangan dalam Mitigasi Pandemi Covid-19’ yang digelar oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Sabtu 20 Juni 2020.

    Prof. Wimboh yang juga sebagai Guru Besar Tidak Tetap bidang Ilmu Manajemen Resiko FEB UNS menerangkan di awal merebaknya SARS-CoV-2 langsung direspon negatif oleh para investor global. Mereka sudah memprediksi bila hal ini akan berdampak langsung terhadap pengusaha yang mengeluarkan surat hutang atau sahamnya di pasar modal.

    “Ini menyebabkan investor outflow terjadi walau sektor riil masih oke tapi sentimen negatif sudah muncul di seluruh dunia. Akhirnya, para investor menjual sahamnya dan dialihkan ke emas,” ucap Prof. Wimboh.

    Sentimen negatif tersebut sempat dirasakan Indonesia dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Maret lalu. Dalam perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat terjadi trading halt selama 30 menit sebanyak 2 kali karena kemerosotannya lebih dari 5%.

    Prof. Wimboh menjelaskan bila sesuai dengan Surat Perintah OJK Nomor: S-274/PM.21/2020 bursa saham akan dihentikan aktivitasnya selama 30 menit bila IHSG anjlok 5% atau lebih. Tujuannya sebagai langkah preventif dalam mengurangi fluktuasi tajam di pasar modal.

    “Paling parah dampakya di bulan Maret IHSG kita yang biasanya di atas 6.000 menjadi di bawah 4.500 karena sentimen negatif di pasar modal sehingga dampak ini yang pertama kita rasakan. Kalau kondisi normal saham akan di stop perdagangannya di level 7% tapi kita mengambil kebijakan auto rejection 5% agar penurunan tidak begitu cepat,” jelasnya

    Selain di pasar modal, Alumnus FEB UNS tahun 1983 ini juga menerangkan apabila sesuai dengan Peraturan OJK Nomor 11/POJK.03/2020, sektor perbankan/ lembaga keuangan yang nasabahnya tidak dapat mengangsur, diberi kemudahan untuk sementara tidak menyisihkan modalnya. Hal tersebut dimaksudkan agar sektor perbankan/ lembaga keuangan modalnya tidak berkurang.

    Langkah tersebut diambil OJK sebab banyak perusahaan di tanah air yang mengalami permasalahan keuangan akibat pandemi Covid-19 sehingga tidak bisa mengangsur kewajibannya ke bank/ lembaga keuangan.

    Prof. Wimboh juga menjelaskan bila pemerintah akan memberikan insentif kepada bank/ lembaga keuangan supaya untuk sementara tidak perlu menggolongkan kreditnya sebagai kredit macet/ non lancar dengan cara direstrukturisasi.

    “Salah satu opsinya menunda pembayaran pokok dan bunga. Dibayar kalau perusahaannya sudah recover dengan penundaan paling lama 1 tahun. Dalam skema restrukturisasi sementara tidak perlu menyisihkan modalnya untuk menutup kerugian. Yang bisa direstrukturisasi adalah perusahaan yang sebelumnya tidak bermasalah,” ujar Prof. Wimboh.

    Dalam webinar tersebut, Prof. Wimboh memastikan bila krisis akibat pandemi Covid-19 tidak akan menjalar menjadi krisis lainnya. Dengan terus menjalin komunikasi yang intens dengan pemangku kepentingan lainnya, seperti Menteri Keuangan (Menkeu), Bank Indonesia (BI), dan sektor jasa keuangan, ia percaya masyarakat tidak akan panik.

    “Insyaallah aman, krisis pandemi ini tidak akan menjadi krisis keuangan karena kita mitigate dengan kebijakan-kebijakan yang terukur, transparan, dan mudah diimplementasikan,” ujarnya. (Humas UNS)

  • Potensi dan Tantangan Pengembangan Destinasi Wisata Halal

    Potensi dan Tantangan Pengembangan Destinasi Wisata Halal

    Destinasi wisata halal harus memenuhi beberapa indikator diantaranya harus memiliki sertifikasi makanan dan minuman halal, memiliki fasilitas ibadah dan tidak boleh ada aktifitas yang non halal atau aktifitas yang ada kemaksiatan serta disarankan terpisah antara laki-laki dan perempuan.

    Komponen dari wisata halal tidak hanya terkait makanan tetapi juga beberapa komponen yaitu hotel, logistik, tour packages dan finance yang halal.

    Hal itu disampaikan Dr. Falikhatun, M,Si, Ak, CA, SAS, Ketua Riset Grup Ekonomi dan Keuangan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret dan pengurus DPW IAEI Jawa Tengah pada Webinar Tantangan dan Peluang Pemerintah Daerah dalam Mengembangkan Industri Halal Menyongsong Era New Normal, Sabtu 4 Juli 2020

    Selanjutnya disampaikan bahwa Indonesia di tahun 2019 mendapat penilaian yang sama dengan Malaysia dari Global Muslim Travel Index (GMTI) dengan score 78. Indonesia menjadi tujuan wisata halal yang kedua setelah malaysia. Jika Indonesia mau mengembangkan Islamic tourism merupakan potensi yang sangat luar biasa untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan negara selain pajak.

    Lombok merupakan destinasi wisata terbaik di Indonesia karena memiliki banyak kriteria kehalalan yang tidak dimiliki daerah lain, 60 hotel yang sudah tersertifikasi halal, memiliki 8456 masjid, 25 situs heritage dan banyak atraksi-atraksi yang tidak melanggar syariah, dan 7 event yang rutin dilakukan setiap tahun.

    Islamic tourism memiliki tantangan yakni tidak adanya standar global dalam sertifikasi. Masing-masing negara memiliki sertifikasi dan tidak berlaku internasional sehingga barang-barang di Indonesia yang sudah disertifikasi ketika diekspor masih dilakukan sertifikasi di negara lain.

    Tantangan lain dalam masalah gender, ada beberapa negara yang memiliki persepsi yang agak berbeda dengan negara lain, ada yang berkeyakinan bahwa wanita jika bepergian harus didampingi oleh mahromnya sehingga bisa dibuat suatu aturan agar muslimah enjoy dalam melakukan Islamic tourism. Juga terdapat perbedaan persepsi terhadap makanan halal.

    Demikian pula dukungan keuangan untuk meningkatkan pariwisata halal yang masih sedikit sekali. Bank-bank konvensional masih jadi masalah untuk beberapa aktifitas yang terkait industri hotel halal.

    Terakhir, Dr. Falikhatun memaparkan rekomendasi kepada pemerintah untuk meningkatkan destinasi wisata halal. Harus ada aturan khusus destinasi mana yang memiliki potensi untuk dikembangkan melalui musyarawah mufakat dari stakeholder dalam menjadikan sebuah desa sebagai tempat wisata.

    Kementerian wisata dan dinas wisata juga harus mendorong untuk diadakan training tourism agar destinasi wisata halal mampu berkembang subur di Indonesia. (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Webinar Prodi MM dan MESP Bahas Ekonomika Eksperimen

    Webinar Prodi MM dan MESP Bahas Ekonomika Eksperimen

    Program Studi Magister Manajemen dan Magister Ekonomi Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UNS) menggelar Webinar Behavioral Economics, Fondasi dan Arah Pengembangan Penelitian Ekonomi Keperilakuan, Sabtu 27 Juni 2020.

    Kegiatan diikuti oleh mahasiswa program pascasarjana dengan menghadirkan narasumber Rimawan Pradiptyo, SE, M.SC. Ph. D dari Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada.

    Dalam paparannya, Rimawan Pradiptyo yang menyebut Behavioral Economics dengan Ekonomika Eksperimen (EE) menjelaskan bahwa EE merupakan cabang ilmu ekonomi yang menggunakan metoda eksperimen untuk mempelajari bagaimana manusia mengambil keputusan ekonomi, baik secara mandiri maupun secara interaktif.

    Sebagian besar studi EE bertujuan untuk menguji teori ekonomi dan dilakukan di lingkungan yang mudah terkontrol (laboratorium). Hampir semua asumsi dalam teori ekonomi bisa dipenuhi di laboratorium.

    Dalam perkembangannya, EE dilakukan diluar laboratorium, yaitu sebagai field experiment yang menggunakan metoda randomised control trial (RCT).  RCT adalah tulang punggung analisis impact evaluation. Perkembangan selanjutnya,  EE digunakan untuk merumuskan kebijakan.

    Menurutnya, konsep rasionalitas di teori ekonomi cenderung memandang manusia tidak lebih dari sebuah robot yang  mengikuti program tertentu yang diinstal kepadanya. Manusia dalam teori ekonomi diasumsikan memiliki preferensi terhadap barang/ jasa/ prospek dengan ordering yang jelas dan manusia diasumsikan konsisten mengikuti preferensi tersebut. Faktanya manusia bukan robot yang memiliki keterbatasan kemampuan kognitif, memiliki  konsistensi preferensi yang sulit dipenuhi,  dan manusia secara sistematis melakukan kesalahan-kesalahan dalam pengambilan keputusan.

    Salah satu manfaat EE adalah untuk menguji kesahihan teori-teori ekonomi dalam lingkungan yang mudah terkontrol.

    Keunggulan lab eksperimen dapat digunakan untuk studi yang bersifat prospective (belum pernah terjadi) dan retrospektf. Lab eksperimen dapat digunakan sebagai “win tunnel” suatu kebijakan terutama untuk mengantisipasi hal yang belum terpikirkan dampaknya oleh peneliti. Beberapa tema yang terkait dengan Indonesia misalnya redenominasi, skema kompensasi untuk penurunan subsidi BBM dan perubahan nilai tanggungan simpanan nasabah dan lain-lain.

    Sedangkan kelemahan lab eksperimen cenderung kurang realistis sehingga subyek berpotensi kurang serius dalam mengambil keputusan (main-main), untuk riset dengan tujuan menguji teori maka ketidakrealistisan setting tidak menjadi masalah mengingat sebagian besar teori ekonomi memiliki banyak asumsi yang seringkali juga tidak realistis. Dan masalah muncul ketika studi bertujuan untuk menformulasikan kebijakan. Pada titik ini desain eksperimen perlu lebih membumi dan mencerminkan situasi nyata.  (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

     

     

  • Tiga Narasumber Webinar Sharing Human Resource Beri Tips Kesiapan Bekerja

    Tiga Narasumber Webinar Sharing Human Resource Beri Tips Kesiapan Bekerja

    Program Studi (Prodi) Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menggelar Webinar Sharing Human Resource, “Are You Ready to Get Hired?”, Sabtu, 27 Juni 2020.

    Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Prodi Akuntansi, Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA menghadirkan tiga pembicara muda yakni Bima Aryateja, S.E., Ahli Muda Human Capital PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk., Lukman Hakim, S.Psi., Training Development Spv PT. SGMW Motor Indonesia-Wuling, dan Harini Indrawati, M.Psi., HR Improvement & People Analytics KASKUS.

    Mengawali presentasinya, Bima Aryateja, S.E. memaparkan tentang tips penulisan  Cover Letter (CL) dan Curriculum Vitae (CV). CL merupakan pengantar dari CV yang bisa menunjukkan siapa diri kita dan menjadi self branding. Tiga isi dari cover letter adalah sumber info lowongan dan alasan tertarik menawar, alasan kenapa perusahaan harus memilih calon pelamar, dan ucapan terima kasih serta harapan dipanggil wawancara.

    Beberapa hal yang perlu dilakukan ketika akan menulis cover letter yaitu mencari tahu penerima CL, posisi pekerjaan yang ditawarkan, dan lebih baik kalau bisa menggunakan Bahasa Inggris. Jangan menulis terlalu panjang, cukup 1 halaman, terstruktur, hindari typo dalam penulisan jabatan maupun perusahaan.

    CV menunjukkan self branding dan  sebaiknya dibuat semenarik mungkin dan diisi dengan data sebenar-benarnya. CV penting karena menjadi titik awal berupa representasi diri yang menjelaskan pengalaman hidup untuk masuk posisi dalam suatu perusahaan. Isi dari CV yang paling penting adalah data-data pelamar yang paling wow, paling menonjol dari diri pribadi calon pelamar,  buat CV yang menarik “eye catching”. Secara keseluruhan buat CV yang ringkas, foto yg update dan tampil professional, siap bekerja, dan kreatif

    Banyak tools dan cara membuat CV, misalnya www.canva.com, easy resume builder app, resume builder & CV maker app, youtube. Dalam membuat CV, buatlah CV semenarik mungkin dan menyajikan data yang sebenar-benarnya. Berbagai kemudahan yang ditawarkan dalam membuat CV agar CV menjadi menarik dan eye catching.

    Sementara itu, Lukman Hakim, S.Psi. memberikan tips untuk pertanyaan seputar gaji bagi  kandidat . Yang perlu diperhatikan adalah tidak memulai membicarakan gaji sebelum perusahaan menanyakan, mencari tahu UMR, dan jika bidang pendidikan lebih tinggi maka bisa ditingkatkan sedikit, dan paling penting adalah calon pelamar harus bisa menganalisis kebutuhan hidup, sehingga calon pelamar bisa memperkirakan berapa gaji yang dibutuhkan.

    Sistem penggajian yang perlu diketahui adalah berapa take home pay, gaji pokok dan tunjangan, insentif, kompensasi, THR, apakah ada BPJS ketenagakerjaan, intinya adalah jangan fokus pada gaji per bulan, tapi fokus pada gaji per tahun dan di rata-rata. Calon pelamar perlu juga fokus pada benefit-benefit apa yang didapatkan.

    Pembicara terakhir, Harini Indrawati, M.Psi menjelaskan tentang proses  Leaderless Group Discussion (LGD) yang biasanya dilakukan perusahaan untuk mengetahui karakter para pelamar agar sesuai dengan posisi pekerjaan yang dilamar, untuk mengetahui kompetensi kandidat dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Topik yang dipakai LGD biasanya lebih diskusi ke hot issue, terkait produk perusahaan, calon pelamar dapat membaca topik-topik terhangat dari koran, media-media lainnya. (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Berbekal Hardskill, Softskill dan Additional skill, Alumni Siap Memasuki Dunia Kerja

    Berbekal Hardskill, Softskill dan Additional skill, Alumni Siap Memasuki Dunia Kerja

    Setiap alumni harus mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja dengan dibekali beberapa hal yaitu hardskill, softskill dan additional skill. Yang paling dicari dalam dunia kerja adalah terutama terkait pengalaman-pengalaman alumni dalam berorganisasi selama di kampus. Karena dengan pengalaman-pengalaman yang ada dapat membentuk karakter yang dibutuhkan dalam dunia kerja.

    Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) bukan merupakan hal utama, tapi tetap menjadi prasyarat awal dalam memasuki dunia kerja, ada batas minimal IPK untuk proses seleksi. Kemampuan lain yang dilihat adalah lebih ke softskill, leadership, communication skill, dan lain-lain.

    Hal itu disampaikan Beltian Hanny, S.E,  Assistant Manager PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. saat memberikan materi Webinar yang diselenggarakan Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), Sabtu 27 Juni 2020.

     “Yang dicari dunia kerja dari jobseeker paling utama adalah pengalaman, misalnya pengalaman memimpin acara, pengalaman organisasi, dan pengalaman magang/seminar/lomba/beasiswa. 80% interview biasanya akan menanyakan terkait pengalaman-pengalaman tersebut. Selain pengalaman, banyak skill tambahan yang dapat menunjang kandidat agar diterima perusahaan, misalnya kemampuan Bahasa Inggris, presentation skill, brevet A/B/C, dan keahlian khusus lainnya” jelasnya

    Sementara itu, pembicara lain,  Bayu Bintoro Setyawan, S.E. , Departemen Luar Negeri Keuangan dan  Akuntansi Divisi Operasi 1 – Timur Tengah & Afrika PT Wijaya Karya (Persero) Tbk menyampaikan dihadapan peserta yang sebagian besar pelajar dan mahasiswa bahwa dalam proses rekrutmen harus mengutamakan kejujuran, keinginan untuk belajar, kegigihan, kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada dan minimal memiliki kompetensi di bidang akuntansi.

    Dan yang perlu dipersiapkan adalah communication skill (kemampuan dalam menyampaikan dan menguasai bahasa asing sebanyak-banyaknya), mentality (persiapan mental untuk bekerja dan tinggal di luar negeri), dan adaptive (kemudahan dalam menyesuaikan perubahan dan lingkungan yang baru).

    Pembicara lainnya,  Devi K. Putri, S.E., Assistant Analyst Accounting PT. PLN (Persero) Tbk. menjelaskan detil tentang  rangkaian seleksi di PLN serta tips dan triknya untuk bisa lolos bersaing.

    Ketiga pembicara muda di webinar itu adalah alumni FEB UNS yang telah menempati pekerjaannya sesuai dengan cita-cita dan harapan mereka. Di webinar yang bertajuk Daya Saing Lulusan Akuntansi di Dunia Kerja, alumni berbagi pengetahuan tentang pengalaman mereka memasuki dunia kerja hingga berada di posisi sekarang. (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

     

  • Memasuki New Normal, Tak Hanya Hotel,  Atraksi Wisata Solo pun Harus Siap

    Memasuki New Normal, Tak Hanya Hotel,  Atraksi Wisata Solo pun Harus Siap

    Memasuki tatanan kehidupan baru, masyarakat diharapkan mampu beradaptasi mengubah perilaku keseharian,  termasuk juga bagi kalangan perhotelan. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) telah menyiapkan protokol kesehatan untuk kembali mengoperasikan sektor usahanya di tengah pandemi Covid-19. Secara bertahap, hotel mulai buka kembali setelah beberapa waktu berhenti beroperasi dan banyak yang merumahkan karyawannya.

    Drs. Bambang Irawan, M.Si,  Pengamat  Ekonomi  dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan  pihak PHRI yang menjemput bola untuk mulai menghidupkan kembali hotel dan restoran.

    Menyongsong new normal, PHRI jauh lebih siap untuk mulai  menggiatkan kembali  industri perhotelan. Namun, pariwisata tidak hanya hotel, ada atraksi wisata  yang menjadi daya tarik kota Solo,  selain itu juga ada kuliner dan pasar tradisional.

    Pemerintah pusat melalui PHRI perlu mendorong pemerintah kota untuk mendorong atraksi wisata atau produk-produk wisata lain untuk segera mempersiapkan diri menuju new normal sehingga bisa berakselerasi.

    “Jika ada  meeting di hotel Solo, tentunya peserta tidak akan melulu tinggal di hotel  saja, mereka akan berjalan-jalan mengunjungi pasar tradisonal ataupun  menikmati kuliner yang banyak disuguhkan di kota Solo. Dan untuk hal ini,  sangat perlu dipersiapkan protokol kesehatan yang baru sesuai dengan yang digariskan oleh pemerintah. Harus ada akselerasi yang saling terkait antara pemerintah pusat, provinsi maupun daerah” tegasnya.

    Di tingkat nasional, Solo berada diperingkat delapan dalam hal  MICE (meeting, incentive, convention, exhibition). Hanya dalam konteks exhibition saja yang kurang, Solo belum mempunyai ruang yang memadai.  Solo memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi kawasan MICE City. Potensi yang dimiliki Solo diantaranya keragaman budaya, obyek wisata yang beragam, dan hotel bertaraf internasional.

    Pendapatan dari hotel kebanyakan dengan menjual mice-nya. Hotel perlu mempersiapkan diri di setiap event-event yang diselenggarakannya agar tidak menabrak protokol kesehatan, misalnya dengan pembatasan tamu yang berkunjung. (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • PPM dan PDIE Gelar Sarasehan Daring Membangun Kebaruan Model Disertasi Manajemen

    PPM dan PDIE Gelar Sarasehan Daring Membangun Kebaruan Model Disertasi Manajemen

    Mahasiswa yang menempuh studi pada program doktor harus mampu menunjukkan kepakarannya, memiliki kedalaman pengetahuan, kemampuan analisa, dan pengakuan kepakaran. Mahasiswa diharapkan mampu menyumbangkan konsep-konsep baru dan memperkaya teori. Teori jadi rujukan karena ada kesimpulan-kesimpulan solusi mendasar yang dijustifikasi dengan pikiran-pikiran argumentatif dan diterima secara luas dan seringkali teori ini menurunkan sebuah konsep yaitu pernyataan yang sudah teruji.

    Hal itu disampaikan Dr. Ahmad Ikhwan Setiawan, SE, MT, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) di Sarasehan Daring bertema Membangun Kebaruan Model Disertasi Manajemen, Senin, 6/7/2020.

    Selanjutnya dikatakan, mahasiswa S3 bergerak dilevel teori dan konsep dituntut untuk melakukan kebaruan. Alasan pertama adalah seringkali ada kesenjangan antara realitas bisnis, baik mikro maupun makro dengan perkembangan teori .

    “Tugas mahasiswa adalah menjelaskan kesenjangan realitas bisnis dengan teori. Sebagai contoh, sebelumnya jika bicara marketing mix, maka biasanya ada product , price, promotion, dan place. Namun sekarang sudah terjadi transformasi, masih pentingkah tempat? toh kita bisa jualan dimana-mana bahkan kadangkala pelaku bisnis tidak punya tempat riil, tempatnya adalah dunia maya” papar dosen yang saat ini mengelola Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) FEB UNS.

    Alasan berikutnya adalah karena terjadinya perubahan penilaian bahwa keunggulan bersaing yang biasanya ditentukan oleh kemampuan pelaku bisnis untuk memiliki tempat strategis, tempat di pinggir jalan dan gudang yang luas, namun saat ini bergeser, ditentukan oleh kemampuan pelaku bisnis dalam menjalin jejaring digital, e-networking.

    Dulu dikenal pola perilaku pembelian berdasarkan konsep customer, AIDA, Attention (Perhatian), Interest (Minat), dan Desire (Keinginan), dan Action (Aksi), namun saat ini bergeser berdasarkan konsep customer path 5A, aware, appeal, ask, act dan advocate.

    Kebaruan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa harus memiliki 3 unsur yakni ada unsur solutifnya, berkontribusi memecahkan masalah. Jika hanya bergerak dilevel abstrak, maka tidak memberikan kemanfaatan. Selanjutnya adalah orisinal penelitian yang dilakukan, pengembangan kotemplasi teoritis dan empirris peneliti sendiri dan memiliki pandangan berbeda dari peneliti sebelumnya atau unik, baik metode ataupun solusi.

    Terakhir disampaikan tentang tahapan membuat variabel baru, diawali dengan mengindentifikasi gap research dan phenomena gap lalu mengidentifikasi penyebab dan solusi masalah, menentukan nama variabel yang unik dan menarik, memayungi konsep baru dengan sintesa , mendeskripsikan lebih menarik dengan mengidentiikasi anteseden dan konsekuen, dan membangun model riset.

    Selain Dr. Akhmad Ikhwan, kegiatan ini juga menghadirkan lima pembicara alumni PDIE lain, yakni Dr. Fitri Wulandari, SE, M.Si, Dr.Titik Kusmantini, M.Si, CRP, Dr. Kholid Arif Rozaq, MM, Dr. Sri Rahayu, MM dan Dr. Septiana Novita Dewi, M.Si, MM.

    Dalam sambutannya, Prof. Dr, Rahmawati, M.Si, Ak. Ketua Program Doktor Ilmu Ekonomi FEB UNS menyampaikan terima kasih kepada PPM yang telah berkolaborasi dengan PDIE untuk sharing ilmu di Sarasehan Daring.

    PDIE FEB UNS memiliki tiga peminatan yakni Manajemen, Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan. Webinar ini akan dilakukan berseri, tahap awal Minat Manajemen, selanjutnya Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan.

    Webinar ini sekaligus sebagai sosialisasi bagi calon mahasiswa yang akan mendaftar di PDIE yang saat ini masih membuka proses pendaftaran. Peserta sarasehan dapat belajar dari alumni PDIE bagaimana membuat kebaruan atau novelty sebuah disertasi. (Humas).

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan,  M.Si.

  • International Webinar Bahas Global Economy and Financial Sector Post Covid-19

    International Webinar Bahas Global Economy and Financial Sector Post Covid-19

    Covid-19 akan memiliki dampak yang signifikan pada perekonomian dunia sehingga regulator perlu berfokus pada upaya untuk melakukan mitigasi. Kondisi perekonomian di Indonesia yang menghadapi dampak terbesar adalah di kota-kota besar. Akan tetapi setiap negara tentu membutuhkan pendekatan yang berbeda untuk mengurangi efek dari pandemi.

    Dengan kondisi struktur ekonomi, sosial, dan demografi, defisit anggaran Indonesia cenderung lebih rendah dibandingkan negara lain, hal ini mungkin disebabkan karena perekonomian Indonesia yang ditopang oleh mayoritas ekonomi pedesaan yang dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri.

    Hal itu disampaikan Prof. Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai keynote speech di International Webinar yang membahas Global Economy and Financial Sector Post Covid-19, Senin, 6/7/2020. Dalam pidatonya, Prof. Wimboh juga membagikan pengalamannya dalam mendesain respon kebijakan keuangan terkait efek dari Covid-19 di Indonesia.

    Sementara itu, dari sisi asuransi, Prof. Alistair Milne, pembicara webinar dari Loughborough University, UK menyatakan bahwa untuk menentukan kebijakan asuransi dalam kondisi pandemi di kemudian hari, terdapat dua isu penting yang perlu diperhatikan yaitu bahwa penyedia asuransi mungkin saja masih memiliki peran mereka, seperti dalam hal menentukan premi, coverage, dan mitigasi, serta adanya kesulitan dalam menentukan risiko ataupun menghitung tingkat risiko yang dihadapi.

    Pembicara webinar lain yang menyampaikan materi terkait kondisi perekonomian global paska pandemi Covid-19 yakni Sergio Schmukler, PhD – Lead Economist World Bank, Prof. Franco Fiordelisi – University Rome III, Italy/ University of Essex, UK, Dr Emma Allen – Country Specialist Asian Development Bank-ADB, Prof. Amine Tarazi – University of Limoges, France, Prof. Jon Williams – Bangor University, Prof. Robin Luo – Xihua University, China), Prof. Mahmet Huseyin Bilgin -Istanbul Madeniyet University, Turkey), Zenu Sharma, Ph.D-St. John’s University, USA, dan terakhir Irwan Trinugroho, Ph.D- Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) yang saat ini menjabat sebagai Kepala Pusat Unggulan Iptek (PUI) Fintech dan Banking Universitas Sebelas Maret.

    Dalam setiap materi presentasi pembicara memaparkan bahwa Covid-19 telah menyebabkan krisis yang berbeda dari krisis-krisis yang telah terjadi sebelumnya. Akan tetapi beberapa pembicara menggarisbawahi bahwa saat ini sektor keuangan bukanlah penyebab utama dari krisis yang terjadi, akan tetapi sebaliknya, sektor ini dapat menjadi salah satu jalan keluar untuk menanggulangi krisis. Hampir seluruh pembicara merasa optimis bahwa kondisi keuangan global akan membaik.

    Acara yang dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama UNS, Prof. Sajidan mewakili Rektor terselenggara atas kerjasama Otoritas Jasa Keuangan, Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS didukung oleh Pusat Unggulan Iptek (PUI) Fintech dan Banking UNS (UNS Fintech Center) dan Erasmus+ Optimizing Research & Doctoral Programs in Banking and Finance in Indonesian Universities (OPTBANK) Programme of the European Union. (Aulia/Humas FEB).

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Defisit Energi Akan Terjadi Jika Tak Segera Ambil Langkah Cepat Transisi Energi

    Defisit Energi Akan Terjadi Jika Tak Segera Ambil Langkah Cepat Transisi Energi

    Akibat pandemi Covid-19, mulai tahun 2021, Indonesia diperkirakan mengalami defisit energi dan ini kali pertama sepanjang sejarah. Dengan keadaan ini, jika tidak segera melakukan langkah-langkah darurat dari sekarang, maka di tahun 2040 defisit energi Indonesia mencapai 80 miliar USD.

    Ada upaya untuk mengurangi tekanan defisit energi dengan mengintrodusir biodiesel. Disetiap liter bensin atau solar, 30%-nya dicampur dengan minyak sawit yang diolah. Namun, hal ini menimbukan masalah baru, subsidi BBM turun, tapi ada subsidi lain yang sangat besar bagi pengelolaan sawit. Diprediksi tahun 2025 terjadi defisit sawit, sehingga dibutuhkan 5 hingga 9 juta hektar lahan sawit baru, hal ini bisa merusak hutan. Ongkos untuk energi ini akan sangat mahal.

    Pernyataan ini disampaikan Faisal Basri, SE, MA, Ekonom Indonesia pada Webinar Seri Diskusi Kebangsaan bertema Defisit Energi di Era Pandemi yang digelar Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret, Senin, 6 Juli 2020.

    Kepada peserta webinar yang sebagian besar adalah dosen dan mahasiswa, Faisal Basri menyarankan agar bisa menggunakan energi yang ramah lingkungan dan juga secara teknis lebih murah.

    Lebih lanjut disampaikan, masa pandemi ini menjadi momen bagi generasi muda, generasi milineal untuk menyampaikan pandangan-pandangannya. Generasi muda memiliki hak mendapatkan lingkungan yang baik di masa kini dan mendatang.

    Sementara itu, Hery Sulistyo Jati N, S, S.E., MSE., Dosen FEB UNS mengatakan menurut data Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) defisit listrik akan terjadi sekitar tahun 2022 dan 2023 jika tidak ada komitmen baru dalam jangka dekat dan tidak ada upaya dalam mendorong Energi Baru Terbarukan (EBT).

    Hery Sulistyo Jati N, S, S.E., MSE

    Dengan pandemi ini, energi terbesar yang digunakan oleh masyarakat dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga adalah listrik. Hal ini akan mendorong defisit yang lebih cepat jika tidak ada komitmen baru dalam pembangkitan energi. Di struktur pasar energi kita, meskipun harga energi primer jatuh kita tetap membayar sesuai harga yang ditetapkan (administered price), industri pun tetap membayar pada harga minimum untuk listrik.

    ”Saat ini, transisi energi kita menghadapi tantangan besar. Dalam RUPTL, kita sudah merancang transisi energi dan harapannya di tahun 2022 atau 2023 kita akan punya investasi-investasi baru yang berkaitan dengan energi baru terbarukan sebagai bagian dari komitmen kita terhadap transisi energi. Apapun kondisinya, saat ini upaya untuk investasi EBT rasanya sangat berat, disatu sisi kita sudah mulai stop menggunakan energi fosil karena memang dalam perencananaannya kita sudah mengarah kepada transisi energi” jelas Hery.

    Sasaran pengelolaan dalam tatanan ke depan, kita butuh ketahanan energi, utamanya energi listrik karena landscape-nya berubah, sebagian besar orang kembali ke rumah. Aktivitas akan dilakukan dari rumah seperti bekerja, sekolah dan kuliah dari rumah. Dalam tatanan normal baru, energi listrik memiliki kontribusi signifikan dan mulai menggeser peran BBM khususnya pada rumah tangga.

    Tantangan energi kita adalah disinsentif terhadap pengembangan EBT, yang dulu investasinya mahal dan akan disubsidi pemerintah, sekarang pemerintah tidak akan fokus ke arah itu karena harus mengalokasikan sebagian besar dana untuk penanganan pandemi ini. Meskipun demikian, disatu sisi kita juga punya target pencapaian penurunan emisi, semuanya mengarahkan kita kepada transisi energi. (Humas FEB).

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan,  M.Si.