FEB

Blog

  • Riset Grup FEB UNS Beri Pelatihan Akuntansi Zakat, Infaq, dan Shadaqah pada Organisasi Pengelola ZIS

    Riset Grup FEB UNS Beri Pelatihan Akuntansi Zakat, Infaq, dan Shadaqah pada Organisasi Pengelola ZIS

    Riset Grup Ekonomi dan Keuangan Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) secara online kepada Organisasi Pengelola ZIS pada hari Rabu, 2 Agustus 2023.

    Tim PKM FEB UNS yaitu Dr. Falikhatun, M.Si., Ak, CA, SAS sebagai ketua tim PKM memberikan Pelatihan Akuntansi ZIS bekerja sama dengan Majelis Daerah (MD) Forum Alumni HMI Wati (Forhati) kepada pengelola dana Zakat, Infaq, dan Shadaqah (ZIS) se Solo Raya.

    Kegiatan digelar secara on line tersebut bertujuan untuk mendampingi para pengelola ZIS dalam mengimplementasikan standar akuntansi syariah PSAK 109. Dalam paparannya, Falikhatun menyampaikan bahwa ide PKM ini muncul karena Laporan keuangan yang disusun oleh OPZ belum sesuai dengan standar Akuntansi Zakat, Infaq, dan Sahadaqah.

    ”Laporan Keuangan merupakan sarana untuk mempertangungjawabkan sumber dana yang dikelola oleh OPZ, baik dana yang berasal dari Zakat, Infaq, maupun Shadaqah. Laporan keuangan juga harus berisi aliran dana sebagai bentuk pendistribusian kepada mustahiq atau biaya pengelolaan OPZ. Laporan keuangan OPZ sesuai dengan PSAK 109 terdiri dari Laporan Posisi Keuangan, Laporan Perubahan Dana, Laporan Perubahan Aset Kelolaan, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas laporan Keuangan” jelas Dr. Palikhatun.

    Dikatakan, kegiatan ini  diharapkan memotivasi pengelola Dana ZIS agar menyusun Laporan Keuangan sesuai dengan PSAK 109, sehingga kepercayaan Musakki semakin tinggi kepada OPZ, dan  pada akhirnya akan meningkatan jumlah penghimpunan dana Zakat, Infaq, dan Shaqadah masing-masing OPZ.

  • Crowned as 2nd place Winner in the National Islamic Economic Olympiad, FEB Student Team Develops Sharia Financial Services Cooperative Innovation

    Crowned as 2nd place Winner in the National Islamic Economic Olympiad, FEB Student Team Develops Sharia Financial Services Cooperative Innovation

    A Team of the Faculty of Economics and Business (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) students, won 2nd place in the National Islamic Economic Olympiad, held at Gunadarma University, 18-22 July 2023. The collaboration of three FEB students, Novita Anggun Pratiwi (S1 Management Study Program), Fathir Faiq Aqil Murtadlo (S1 Development Economics Study Program), and Fathir Fikro Al Ishlah (S1 Development Economics Study Program), led the three to achieve the victory.

    There are 50 teams from universities in Indonesia competing in the preliminary round, and 12 teams qualify for the semi-final round. Out of these teams, there are only 4 teams competing in the final round. Proposing an innovation entitled ‘Sharia Financial Services Cooperative Program Indonesia Berdaya Ukhuwah,’ derived from the three members’ idea, the team was able to attract the attention of the jury.

    The idea developed by Novita and her colleagues took a modification of the Grameen Bank that had been carried out in Bangladesh, initiated by Muhammad Yunus.

    “We are interested in highlighting the issue of poverty in Indonesia, which remains to this day. Grameen Bank is one of the concepts initiated by Muhammad Yunus in Bangladesh to alleviate poverty. Grameen Bank is only intended for women with the aim of minimizing poverty. This idea was modified by directing it to a group of peasant women in Karanganyar Regency,” explained Novita, the Leader of the FEB UNS Team in the National Islamic Economic Olympic.

    Previously, PPK Ormawa BEM FEB UNS organized a community service program at the Karanganyar Regency Farmers Women’s Group and focused on MSMEs. The idea proposed by Novita and the Team focused on a type of financing for women farmers of Karanganyar Regency, by adhering to the principles of sharia, with a system based on members’ trust. The main goal is to alleviate poverty in Karanganyar Regency.

    Later, this group of peasant women will form an association like the PKK. When the farmer group needs financing from KJKS (Sharia Financial Services Cooperative), they only need to fulfill the applicable prerequisites.

    This initiative proposed by the FEB Team, which is strengthened by presenting and supporting evidence, is considered by the jury as a good program idea and is expected to be implemented in the future.

  • Raih Juara 2 pada National Islamic Economic Olympiad, Tim Mahasiswa FEB Kembangkan Inovasi Koperasi Jasa Keuangan Syariah

    Raih Juara 2 pada National Islamic Economic Olympiad, Tim Mahasiswa FEB Kembangkan Inovasi Koperasi Jasa Keuangan Syariah

    Tim Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil meraih juara 2 pada  National Islamic Economic Olympiad yang digelar di Universitas Gunadarma, 18 – 22 Juli 2023.

    Kerja sama tiga mahasiswa FEB yakni Novita Anggun Pratiwi (Prodi S1 Manajemen), Fathir Faiq Aqil Murtadlo (Prodi S1 Ekonomi Pembangunan) dan Fathir Fikro Al Ishlah (Prodi S1 Ekonomi Pembangunan) menghantarkan ketiganya meraih kemenangan itu.

    Pada babak penyisihan, kompetisi diikuti oleh 50 tim dari perguruan tinggi se-Indonesia, babak semi final diikuti oleh 12 tim dan babak final diikuti oleh 4 tim.

    Inovasi bertemakan Koperasi Jasa Keuangan Syariah Program Indonesia Berdaya Ukhuwah yang menjadi gagasan ketiganya mampu menarik perhatian juri.

    Gagasan yang dikembangkan Novita dan rekan-rekannya yakni koperasi modifikasi pola Grameen Bank yang pernah dilakukan di Bangladesh dan diinisiasi oleh Muhammad Yunus.

    “Kami tertarik untuk menyoroti isu kemiskinan di Indonesia yang sampai saat ini masih terjadi. Grameen Bank menjadi salah satu cara yang dulu pernah dilakukan oleh Muhammad Yunus di Bangladesh untuk mengentaskan kemiskinan. Grameen Bank ini hanya dikhususkan untuk perempuan dengan tujuan meminimalisir angka kemiskinan. Ide ini akhirnya dimodifikasi dengan mengarahkannya kepada kelompok wanita tani yang ada di Kabupaten Karanganyar” jelas Novita yang merupakan Ketua Tim FEB UNS dalam National Islamic Economic Olympic.

    Sebelumnya, PPK Ormawa BEM FEB UNS sudah menjalankan program pengabdian masyarakat pada Kelompok Wanita Tani Kabupaten Karanganyar dan berfokus pada UMKM. Gagasan Novita dan Tim mengarah pada jenis pembiayaan kelompok wanita tani Kabupaten Karanganyar yang tetap memperhatikan prinsip-prinsip syariah, dengan sistem kepercayaan. Tujuan utamanya yaitu mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Karanganyar.

    Nantinya, kelompok wanita tani ini akan membentuk suatu himpunan semacam PKK. Pada saat kelompok tani tersebut membutuhkan pembiayaan dari KJKS (Koperasi Jasa Keuangan Syariah), mereka tinggal memenuhi prasyarat yang berlaku.

    Gagasan Novita dan Tim yang diperkuat dengan cara mempresentasikan serta bukti-bukti pendukung materi dinilai oleh juri sebagai ide program yang bagus dan diharapkan ke depannya mampu diimplementasikan.

  • Jadwal Pembayaran UKT, Herregistrasi dan Konsultasi Rencana Studi Semester Agustus 2023-Januari 2023

    Jadwal Pembayaran UKT, Herregistrasi dan Konsultasi Rencana Studi Semester Agustus 2023-Januari 2023

    Tanggal 25 Juli s.d 7 Agustus 2023 di link berikut: [Pengumuman Herregistrasi Semester Agustus 2023 – Januari 2024]

  • Operations and Strategic Management RG in Collaboration with KADIN Surakarta Hosted MSME Assistance FGD

    Operations and Strategic Management RG in Collaboration with KADIN Surakarta Hosted MSME Assistance FGD

    Operations and Strategic Management Research Group (RG), Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) hosted a Focus Group Discussion (FGD) for MSME Assistance at Mangesthi Boutique Hotel Solo, Wednesday 26 July 2023. The event was attended by the Executive Director of KADIN Surakarta, MSME partners of KADIN, RG Team, and FEB UNS students.

    Chairman of the Operations Management RG, Prof. Wisnu Untoro, MS., said that this FGD was the final series of MSMEs assistance in collaboration with KADIN Surakarta by involving internship students from FEB.

    Prof. Wisnu expressed his gratitude to KADIN Surakarta for collaborating with Operations Management RG FEB UNS, hoping that this kind of collaboration can go on sustainably. Based on this collaboration, students and MSMEs get many benefits.

    “We hope that after this internship, students can share the experience with their colleagues that this activity is useful and also students can be proud to contribute to certain MSMEs,” he said.

    Executive Director of KADIN Surakarta, M. David R. Wijaya, S.E., also welcomed Prof. Wisnu’s remarks on the sustainability of this collaboration.

    Synergy and collaboration between the business world, academics, and city governments, especially in the development of MSMEs and also developing human resources, thus better preparing them for the future to face global competition.

    “With this cooperation, there are many things that can be obtained from students. They can learn a lot about applied business activities through MSMEs. On the other hand, we hope that MSME can also be helped by the presence of internship students. Today’s era, generation Z understands more about the digital world, knows more about how online marketing, about marketplaces, social media, and so on,” he explained.

    It is said that this internship at KADIN is not solely to work at the KADIN office, but encourages how these students get knowledge from MSMEs, allowing them to experience applied business in the MSME sector. Students have received many theories, financial management, and other knowledge on campus, thus, they need to hone their skills by looking at business actors.

    Why choose MSMEs as a place for internship activity? According to him, MSMEs have a lot of knowledge, ranging from how they build their businesses, how to prepare their human resources, how to record the cash receipt and disbursement, how to manage their production, marketing the product to stay exist to this day and survive, all of these are often done by the business owner.

    After the opening remark, the next activity was the material presentation regarding community service from the RG team, by Drs. Yong Dirgiatmo, M.Sc., Ph.D., and Dr. Hidajat Hendarsjah, MM., who conveyed about the development of MSME products.

    The agenda went on with an FGD on the Internship Program for MSME Mentoring, which included the presentation of the internship implementation report and discussion. The agenda was concluded with the submission of the assessment form as well as the withdrawal of intern students.

  • Gatrik Goes to Campus (GGTC) 2023, Get Closer to Electricity Rates and Subsidies

    Gatrik Goes to Campus (GGTC) 2023, Get Closer to Electricity Rates and Subsidies

    Gatrik Goes to Campus 2023 under the theme “Getting to Know More About Electricity Tariffs and Subsidies,” was organized by the Directorate General of Electricity (Gatrik) of the Ministry of EMR in collaboration with the Faculty of Economics and Business (FEB) and the Student Executive Board (BEM) of FEB, Universitas Sebelas Maret (UNS), July 24, 2023 at the Konimex Building Hall, Bachtiar Effendi Building 3rd Floor.

    Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Sc., Ph.D., Head of the S1 Development Economics Study Program, on behalf of the Dean of FEB, welcomed the GGTC activities whose targets were students at UNS. Hopefully, public awareness of electricity can be improved along with this activity and material from the three speakers, as well as it can bring additional insights for students, for example by saving on electricity consumption.

    Ida Nuryatin Finahari, Secretary of the Director General of Gatrik, said that the current activity in FEB UNS was the first event involving the Director General of Gatrik. “This agenda is organized because we see that in everyday life, electricity is crucial for the community. However, not everyone understands how electricity tariffs and subsidies are arranged. Why students? We believe we are at the right place. We have never conveyed this detail to students before. That is why we are introducing electricity tariffs and subsidies to students in collaboration with FEB UNS,” she explained.

    Furthermore, it is said that there are approximately 83 million electricity customers, almost half of which get subsidies. There are 38 types of customers. Out of the 38 customers type, 25 customers are still subsidized and 13 are not. But every 3 months there is a tariff adjustment and if Gatrik does not adjust the tariff, then the government will provide compensation. Both subsidies and compensation are a burden on the government finance.

    In terms of policy, the Young Policy Analyst of the Directorate General of Electricity, Syariffudin Ahmad said that the electricity subsidy policy for fiscal year of 2023 aims to provide targeted electricity subsidies with harmonized economic recovery and community purchasing power; to ensure that electricity subsidies for households are given in a targeted manner for poor and vulnerable households; and to encourage the development of more efficient new renewable energy.

    The Tariff adjustment policy is determined by the Board of Directors of PT PLN (Persero) after obtaining the approval of the Minister. Tariff Adjustment itself is applied to non-subsidized customers every three months due to several uncontrollable factors (exchange rate, inflation, ICP, and coal prices). Tariff Adjustment is a national-scale policy, a crucial, strategic, and has a broad impact on the community, thus in its own discussion, it is carried out at the Plenary Cabinet Session or Limited Meeting.

    On the other hand, Moh. Arief Mudhari explained about Electricity Subsidies and Rates. Electricity subsidy is a form of assistance from the government for the general public to be able to pay electricity rates cheaper than their economic condition. Subsidized PLN customers are categorized into 25 groups, which are 45.25% of total customers, while compensated non-subsidized customers are categorized into 13 groups or 54.75% of total customers.

    Electricity tariffs consist of 38 groups and are divided into two groups, namely: subsidies and non-subsidies. Subsidized rates are designated for 25 tariff groups that include subsidized small household customers (450 VA and 900 VA) as well as all small and medium S, B, I, P, Traction, and Bulk customers. Meanwhile, non-subsidized tariffs are designated for 13 tariff groups including ‘R MAMPU’, ‘B’ medium/large, ‘I’ medium to high, and ‘P’ medium/large customers, street lighting, and special services.

    Meanwhile, FEB UNS Lecturer from Development Economics Study Program, Hery Sulistio Jati N S, SE., MSE., emphasized the need for the right momentum in determining the increase in TDL (Base Electricity Rate). That is by considering when the short-term and long-term are more optimistic.

    Furthermore, the electricity subsidy structure needs to be built with a more progressive formula to ensure that the electric energy trilemma does not progress any further. This aims to ensure that the electric energy trilemma does not become an impossible issue at the macroeconomics level with high costs when Indonesia had optimized most aspects back in 1998.

  • Gatrik Goes to Campus (GGTC) 2023, Mengenal Lebih Dekat Tarif dan Subsidi Listrik

    Gatrik Goes to Campus (GGTC) 2023, Mengenal Lebih Dekat Tarif dan Subsidi Listrik

    Gatrik Goes to Campus 2023 dengan tema “Mengenal Lebih Dekat Tarif dan Subsidi Listrik”  diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Gatrik) Kementerian ESDM berkolaborasi dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB Universitas Sebelas Maret (UNS), 24 Juli 2023 di Aula Gedung Konimex, Gedung Bachtiar Effendi Lantai 3.

    Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D, Kepala Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan mewakili Dekan FEB menyambut baik kegiatan GGTC yang sasarannya adalah mahasiswa di UNS.

    Harapannya, dengan kegiatan ini dan dari paparan ketiga narasumber, awareness masyarakat terhadap listrik juga semakin baik, tambahan wawasan bagi mahasiswa misalnya dengan hemat dalam pemakaian listrik.

    Ida Nuryatin Finahari, Sekretaris Dirjen Gatrik mengatakan Kegiatan di FEB ini merupakan pengalaman pertama dari Dirjen Gatrik.

    “Kegiatan ini diadakan karena kami memandang dalam kehidupan sehari-hari, listrik merupakan hal yang sangat penting bagi masyarakat. Tidak semua orang memahami bagaimana pengaturan tarif dan subsidi listrik. Dan kenapa mahasiswa, karena kami ini adalah tempat yang tepat. Kita belum pernah menyampaikan secara sedetil ini kepada mahasiswa. Itulah kenapa kami memperkenalkan tarif dan subsidi listrik kepada mahasiswa bekerja sama dengan FEB UNS” jelasnya.

    Lebih lanjut dikatakan pelanggan listrik ada 83-an juta, hampir separuhnya mendapat subsidi. Terdapat 38  jenis pelanggan. Dari 38 jenis pelanggan tersebut, 25 pelanggan masih disubsidi dan 13 lainnya tidak. Tetapi setiap 3 bulan ada penyesusaian tarif dan jika dari Gatrik tidak menyesuaikan tarif, maka pemerintah akan memberikan kompensasi. Dua-duanya, subsidi dan kompensasi menjadi beban pemerintah.

    Dari sisi kebijakan,  Analis Kebijakan Muda Ditjen Ketenagalistrikan, Syariffudin Ahmad mengatakan Kebijakan subsidi listrik tahun anggaran 2023 yakni memberikan subsidi listrik tepat sasaran dengan diselaraskan pemulihan ekonomi dan daya beli masyarakat, subsidi listrik untuk rumah tangga diberikan secara tepat sasaran bagi rumah tangga miskin dan rentan; dan mendorong pengembangan energi baru terbarukan yang lebih efisien.

    Kebijakan Tariff adjustment ditetapkan oleh Direksi PT PLN (Persero) setelah mendapatkan persetujuan Menteri. Tariff Adjusment sendiri diterapkan terhadap golongan pelanggan non subsidi setiap tiga bulan karena beberapa faktor yang bersifat uncomfortable (kurs, inflasi, ICP dan harga batu bara). Tariff Adjusment merupakan  kebijakan berskala nasional, penting, strategis dan berdampak luas kepada masyarakat sehingga dalam pembahasannya sendiri dilaksanakan  pada Sidang Kabinet Paripurna atau Rapat Terbatas.

    Disisi lain,  Moh. Arief Mudhari menjelaskan tentang Subsidi dan Tarif Listrik.  Subsidi listrik adalah bentuk bantuan dari pemerintah untuk masyarakat agar bisa membayar tarif listrik lebih murah dari tarif kehidupan ekonominya. Pelanggan PLN penerima subsidi terdiri dar 25 golongan atau 45,25% dari  total pelanggan, sementara untuk pelanggan non subsidi yang dikompensasi terdiri dari 13 golongan atau 54,75% dari total pelanggan.

    Tarif listrik terdiri dari 38 golongan dan dibagi menjadi dua kelompok, yakni: subsidi dan non subsidi. Tarif subsidi diterima oleh 25 golongan tarif yang meliputi pelanggan rumah tangga kecil (450 VA dan 900 VA) bersubsidi serta semua pelanggan S, B kecil, I kecil dan sedang, P kecil, Traksi dan Curah. Sedangkan tarif non subsidi diterima oleh 13 golongan tarif yang meliputi pelanggan R mampu, B menengah/besar dan I menegah ke atas, P  menengah/besar. Lampu penerangan jalan dan layanan khusus.

    Sementara itu,  Dosen Ilmu Ekonomi FEB UNS, Hery Sulistio Jati N S, SE, MSE menegaskan perlu momen tepat dalam menentukan kenaikan TDL, yaitu saat jangka pendek dan jangka panjang yang lebih optimis.

    Lebih lanjut, struktur subsidi listrik perlu dibangun dengan formula yang lebih progresif guna memastikan trilemma energi listrik tidak menjadi progresif guna memastikan trilemma energi listrik tidak menjadi impossible trinity dalam makroekonomi dengna biaya yang tinggi ketika Indonesia mengoptimalkan semuanya di tahun 1998.

  • RG Manajemen Operasi dan Strategik Gandeng KADIN Surakarta Adakan FGD Pendampingan UMKM

    RG Manajemen Operasi dan Strategik Gandeng KADIN Surakarta Adakan FGD Pendampingan UMKM

    Research Group (RG) Manajemen Operasi dan Strategik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pendampingan UMKM di Mangesthi Boutique Hotel Solo, Rabu 26 Juli 2023.

    Kegiatan diikuti oleh Direktur Eksekutif KADIN Surakarta,  UMKM mitra KADIN, Tim RG  dan mahasiswa FEB UNS.

    Ketua RG Manajemen Operasi, Prof. Wisnu Untoro, MS mengatakan kegiatan FGD ini merupakan rangkaian akhir dari pendampingan UMKM kerja sama dengan KADIN Surakarta dengan melibatkan juga mahasiswa magang dari FEB.

    Prof. Wisnu menyampaikan ucapan terima kasih kepada KADIN Surakarta yang telah bekerja sama dengan RG Manajemen Operasi FEB UNS, harapannya kerja sama seperti ini dapat berlanjut. Dari kerja sama ini, mahasiswa dan juga UMKM mendapatkan banyak manfaat.

    “Kita harapkan setelah magang ini, para mahasiswa bisa mengabarkan pada rekan-rekannya bahwa kegiatan ini bermanfaat dan juga mahasiswa boleh berbangga telah meninggalkan karya kepada UMKM tertentu” ungkapnya.

    Direktur Eksekutif KADIN Surakarta, M. David R. Wijaya, S.E. juga menyambut baik yang disampaikan Prof. Wisnu dengan adanya keberlanjutan dari kerja sama ini.

    Sinergi dan kolaborasi antara dunia usaha, akademisi dan pemerintah kota bersama-sama khususnya dalam pengembangan UMKM dan juga membangun SDM agar ke depan lebih siap dalam menghadapi persaingan global.

    “Dengan kerja sama ini, banyak hal yang bisa didapat dari mahasiswa. Mereka bisa belajar banyak tentang praktek melalui UMKM. Di sisi lain UMKM ini kita harapkan juga bisa terbantu dengan kehadiran mahasiswa yang magang. Era sekarang ini, generasi Z lebih memahami tentang dunia digital, lebih banyak tahu tentang bagaimana online marketing, bagaimana tentang market place, bagaimana tentang medsos dan lain sebagainya”, paparnya.

    Dikatakan, magang di KADIN ini tidak semata-mata di KADIN secara internal tapi mendorong bagaimana mahasiswa ini mendapatkan ilmu dari UMKM, praktik di lapangan. Mahasiswa di kampus sudah menerima banyak teori, manajemen keuangan dan lain sebagainya sehingga perlu mengasah kemampuan dengan melihat dari pelaku usaha.

    Mengapa memilih UMKM sebagai tempat magang? Menurutnya, UMKM memiliki banyak ilmu, lengkap mulai dari bagaimana mereka membangun usahanya, bagaimana menyiapkan SDM-nya, bagaimana mencatat keluar masuknya uang, bagaimana membuat produksinya, memasarkannya sampai saat ini bisa eksis dan bertahan, sering dilakukan sendiri.

    Setelah sambutan, kegiatan berikutnya pemaparan materi pengabdian masyarakat dari tim RG yakni Drs. Yong Dirgiatmo, M.Sc., Ph.D dan Dr. Hidajat Hendarsjah, MM yang menyampaikan tentang pengembangan produk-produk UMKM.

    Dilanjutkan dengan FGD Magang Pendampingan UMKM yang berisi pemaparan laporan pelaksanaan magang dan diskusi.

    Disesi terakhir penyerahan form penilaian sekaligus penarikan magang.

  • LAMEMBA Assessor Carry-out Site Assessment in Undergraduate in Accounting Study Program FEB UNS

    LAMEMBA Assessor Carry-out Site Assessment in Undergraduate in Accounting Study Program FEB UNS

    On Thursday-Friday, July 20-21, 2023, a site visit assessment was carried out for the Accounting Undergraduate Study Program, Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) to obtain LAMEMBA accreditation. The Accounting Study Program is the first study program at FEB UNS to apply for accreditation conducted by LAMEMBA field assessment.

    The site visit assessment team, as appointed by LAMEMBA to conduct field assessments, consists of Prof. Dr. Dedhy Sulistiawan, S.E., M.Sc., Ak., C.A., from the Universitas Surabaya and Dr. Wuryan Andayani, C.A., MSi., CSRS., CSRA., CMA., from Universitas Brawijaya.

    LAMEMBA is an Independent Accreditation Institute for Business Management Economics and Accounting education program, which is tasked to carry out the Accreditation process for Study Programs in Economics, Management, Business, and Accounting.

    Both Assessors were welcomed in the Rector’s Assembly Room by Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S., Vice Rector of Academic and Student Affairs, Dean of FEB, Head of Accounting Study Program, and delegations from UNS Education Quality Assurance and Development Institute.

    Prof. Dedhy in his speech conveyed that his arrival with Dr. Wuryan is a mandate from LAMEMBA to carry out an assignment as an assessor. “After looking at the study program’s Self Evaluation Document (DED) and the Program Performance Document (DKPS), our task should be easier, we only need to confirm some documents and additional information to clarify problems related to the international engagement carried out by the Bachelor of Accounting Study Program,” he said.

    Meanwhile, Dr. Wuryan emphasized that the purpose of both assessor’s visit to UNS is not to audit and shall not be feared, because they only confirms the information reported in the DED and the DKPS. She said that the purpose of accreditation is for the university to make continuous improvements to provide better education and professional services. Dr. Wuryan is confident that Prof. Djoko as the FEB UNS Dean and some LAMEMBA Assessors at UNS know what tasks the assessors have to do.

    On the first day of the assessment, a confirmation session took place with the Head of the Study Program, Management Unit, Internal Quality Assurance, Accreditation Taskforce Team, Middle Management at UPPS, Lecturers, Alumni, and External Users. The Site Visit Assessment continued on the second day with the facility review session in FEB UNS.

    The field assessment was concluded with the report of the minutes of meetings and submissions of recommendations from both assessors.

  • Asesor LAMEMBA Lakukan Asesmen Lapangan pada Program Studi S1 Akuntansi FEB UNS

    Asesor LAMEMBA Lakukan Asesmen Lapangan pada Program Studi S1 Akuntansi FEB UNS

    Pada hari Kamis-Jumat, 20-21 Juli 2023 telah berlangsung kegiatan visitasi asesmen lapangan akreditasi LAMEMBA bagi Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS).

    Tim asesor yang ditunjuk oleh LAMEMBA untuk melakukan asesmen lapangan yaitu Prof. Dr. Dedhy Sulistiawan, S.E., M.Sc., Ak., C.A. dari Universitas Surabaya dan Dr. Wuryan Andayani, C.A., MSi., CSRS., CSRA., CMA dari Universitas Brawijaya.

    LAMEMBA merupakan Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi yang bertugas untuk melakukan proses Akreditasi untuk Program Studi di Bidang Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi.

    Kedua Asesor di terima di Ruang Sidang Rektor oleh Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S., Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan, Dekanat FEB, Kaprodi S1 Akuntansi serta dan Pengelola Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan UNS.

    Prof. Dedhy dalam sambutannya menyampaikan bahwa kedatangannya dengan Dr. Wuryan merupakan penugasan dari LAMEMBA untuk melakukan sesuatu yang harus dilakukan sebagai asesor.

    “Setelah melihat DED dan DKPS, seharusnya lebih mudah, kami hanya mengkonfirmasi beberapa dokumen dan informasi-informasi tentang masalah internasionalisasi yang telah dilakukan oleh Prodi S1 Akuntansi” ungkapnya.

    Sementara itu, Dr. Wuryan menegaskan, tujuan keduanya ke UNS bukan untuk mengaudit dan tidak perlu ditakuti karena  hanya mengkonfirmasi yang sudah ditulis di Dokumen Evaluasi Diri (DED) dan Dokumen Kinerja Program Studi (DKPS).

    Dikatakan, tujuan akreditasi adalah agar universitas selalu melakukan continues improvement atau perbaikan yang  berkelanjutan agar semakin baik dan profesional.

    Dr. Wuryan yakin  Prof. Djoko sebagai Dekan dan beberapa Asesor LAMEMBA di UNS mengetahui apa yang harus dilakukan asesor .

    Di hari pertama pelaksanaan asesmen berlangsung sesi konfirmasi dengan Pimpinan Unit Pengelola Program Studi, Pelaksana Penjaminan Mutu Internal, Tim Akreditasi, Middle Manajemen di UPPS, Dosen serta Alumni dan Pengguna Eksternal. Dilanjukan dengan hari kedua sesi peninjauan fasilitas di FEB.

    Asesmen lapangan ditutup dengan pembacaan berita acara dan penyampaian  rekomendasi oleh kedua asesor.