Grup Riset Ekonomi Kreatif Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan pengabdian masyarakat di Desa Sumberbening, Trenggalek, Sabtu 17 Juni 2023.
Desa Sumberbening adalah salah satu desa di Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek yang mayoritas penduduknya beraktifitas sebagai petani, peternak kambing PE dan sebagian kecil UMKM.
Desa Sumberbening merupakan salah satu desa wisata dari 37 desa wisata yang ada di Kabupaten trenggalek. Desa wisata ini dikelola oleh Pokdarwis “Sengunglung” yang bekerjasama dengan Pemerintah Desa dan juga Bumdesa Sumberbening.

Dengan potensi yang ada di desa, baik itu potensi SDA, SDM, kebudayaan maupun buatan, pokdarwis mencoba menggali dan mengembangkan potensi tersebut untuk dijadikan sebuah budaya di lingkungan warga, sekaligus memberikan nilai ekonomi yang berbasis masyarakat.
Ketua pengabdian, Dr. Mugi Harsono, S.E, M.Si. beserta tim, Prof. Dr. Hunik Sri Runing Sawitri, M.Si., Prof. Dr. Asri Laksmi Riani, M.S, Dr. Intan Novela Qurrotul Aini, S. E., M.Si., dan Suryandari Istiqomah, SE, M.Sc. memberikan pembimbingan dan pelatihan kepada pengelola BUMDES dan UMKM Desa Sumberbening.
Pengabdian masyarakat yang berlangsung di Balai Desa Sumber Bening tersebut mengangkat tema Penguatan Keterampilan Manajerial Bisnis Berbasis Teknologi Informasi Bagi Pengelola BUMDES dan UMKM Desa Sumber Bening, Dongko, Trenggalek.

Grup Riset Ekonomi Kreatif memberikan beberapa materi pelatihan dan pembimbingan kepada pengelola BUMDES dan UMKM yakni tentang motivasi kerja dan dasar-dasar memulai usaha yang meliputi mindset entrepreneurship dan memetakan peluang, menentukan segmen, target dan positioning.
Peserta juga dilatih bagaimana strategi digital marketing UMKM yang meliputi mengenal media digital, strategi digital marketing yang efektif dan efisien, serta mengenal Marketplace.
Materi terakhir tentang praktik digital marketing UMKM diantaranya dengan desain flyer CANVA dan fotografi sederhana serta promosi melalui Whatsapp, Facebook, Instagram dan SHOOPEE.
Sebelumnya, pada 14 November 2022 telah ditandatangani Perjanjian Kerjasama antara FEB UNS, Pemerintah Desa Sumberbening dan juga menggandeng STKIP Trenggalek.

FEB UNS mendapatkan tugas mengawal sistem pengelolaan beberapa unit usaha Bumdes, yang akan direalisasi pada awal tahun 2023.
Dari pertemuan awal tersebut telah disepakati dengan pengurus Bumdes dan Kepala Desa Sumberbening bahwa masalah yang mereka hadapi adalah lemahnya motivasi para pengurus Bumdes karena pekerjaan mereka belum menjamin kehidupan yang layak, lemahnya pengetahuan dan keterampilan tentang mengelola sebuah unit usaha dan kurangnya pengetahuan menggunakan teknologi informasi untuk mendukung pekerjaan bisnis sehari-hari.

Setelah menerima pelatihan dari Grup Riset FEB UNS, pengelola BUMDES sangat terbantu dalam mengembangkan usahanya. Mereka memperoleh pengetahuan tentang pemasaran produk dan juga mengelola bisnis dengan cara digital.



In line with Dr. Joko, Dr. Panji stated that the objectives of the guest lecture are in line with BI duties related to the empowerment of MSMEs. Hence, creating a well-synchronized guest lecture theme. This is because currently Bank Indonesia is actively engaged in disseminating new regulations related to omnibus law or P2SK Law. “Digitization helps MSMEs during the Covid pandemic. Without digitalization, perhaps the effect of the pandemic will be more severe for MSMEs,” said Dr. Panji.


Dr. Ahmad Ikhwan Setiawan, S.E., M.T., Head of FEB UNS Business Management Unit in his opening remarks revealed that this activity is part of a series of activities to develop tourist destinations and increase the synergy between culinary and natural tourism.
Furthermore, he states that the image of Bandungan as a tourist area becomes the center of attraction facilitating the growth of various tourism spots in the surrounding Bandungan area. Various natural tourist destinations such as Gedong Songo Temple, Umbul Sidomukti, and Celosia Flower Park have proven to make Bandungan an iconic tourist spot. The power of Bandungan tourism also shines more brightly with the establishment of new destinations such as Banyukuning tourism and Perantunan tourism.

Competing against participants from 30 universities in the Business Plan Competition, KEI FEB UNS proposed a business idea entitled ‘UNS SYATIF.ID’ (SHARIA OF CREATIVE), Provider of Halal Product Design Freelancer Service Application Platform using Freelance Marketplace to Increase Sharia-Based MSMEs Branding.
Through Central Java Temilreg, FoSSEI cadres who are members of the Islamic Economics Study Group (KSEI) from various universities throughout Central Java have the opportunity to interact with each other, to establish ‘Ukhuwah (t/n friendship/fellowship)’, to share knowledge, and compete in the field of sharia economics.



