FEB

Kategori: fakultas

  • Laboratorium Fintech FEB UNS Gelar Pelatihan Digital Banking Bertema Perbankan Syariah Digital

    Laboratorium Fintech FEB UNS Gelar Pelatihan Digital Banking Bertema Perbankan Syariah Digital

    Laboratorium Financial Technology (Fintech) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan Pelatihan Digital Banking bertema Digitalisasi Layanan Perbankan Syariah: Solusi Cerdas untuk Masyarakat yang Lebih Sejahtera, Kamis, 10 Juli 2025 secara daring.

    Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 20 mahasiswa FEB UNS dan menghadirkan narasumber spesial, Dewi Fairus, Business Development & Marketing Head OCBC Syariah.

    Dalam sesi pelatihan, peserta mendapatkan wawasan mendalam mengenai perkembangan layanan perbankan syariah berbasis digital serta tantangan dan peluang yang menyertainya.

    Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS dalam sambutannya menegaskan pentingnya mahasiswa aktif memanfaatkan kesempatan belajar di luar ruang kelas, termasuk mengikuti pelatihan, workshop, dan sertifikasi kompetensi yang diselenggarakan oleh berbagai laboratorium di lingkungan FEB UNS.

    Belajar di kelas saja tidak cukup. Menyelesaikan 145 SKS juga belum menjamin kesiapan menghadapi dunia kerja. Yang paling penting adalah pengalaman dan kompetensi yang diperoleh di luar ruang kuliah, salah satunya melalui kegiatan seperti ini, ujar Prof. Tri.

    Dalam kesempatan tersebut, Prof. Tri juga memperkenalkan keberadaan delapan laboratorium di FEB UNS yang secara rutin mengadakan berbagai kegiatan pengembangan diri untuk mahasiswa. Laboratorium Fintech, salah satunya, aktif menyelenggarakan pelatihan, workshop, dan sertifikasi profesional yang mendukung karier mahasiswa di bidang keuangan digital.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Laboratorium Fintech, Ibu Wahyu Trinarningsih, serta panitia pelaksana atas kerja kerasnya sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.

    Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menjadi bekal nyata bagi mahasiswa dalam merintis karier di sektor keuangan, khususnya perbankan syariah digital. Saya titip kepada Bu Dewi agar dapat berbagi pengalaman terkait pengembangan produk perbankan syariah dan bagaimana bersaing di tengah maraknya inovasi produk perbankan saat ini tambahnya.

    Kegiatan ini juga memberikan manfaat tambahan berupa sertifikat yang dapat digunakan sebagai salah satu syarat administratif untuk mendaftar ujian skripsi di FEB UNS.

    Para mahasiswa diharapkan terus memantau informasi terkait pelatihan dan sertifikasi melalui media sosial resmi, website FEB UNS, serta leaflet digital yang dibagikan secara berkala.

    Lulusan FEB UNS harus memiliki nilai tambah, bukan hanya ijazah, tetapi juga kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri, pungkas Prof. Tri.

    Pelatihan ini juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada SDG 8 tentang Decent Work and Economic Growth serta SDG 9 mengenai Industry, Innovation, and Infrastructure. Dengan mendorong digitalisasi layanan perbankan syariah, kegiatan ini mendukung peningkatan inklusi keuangan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan pengembangan inovasi teknologi yang berkelanjutan. Hal ini menunjukkan komitmen FEB UNS dalam memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

  • LAMEMBA Lakukan Asesmen Lapangan pada Dua Program Studi di FEB UNS

    LAMEMBA Lakukan Asesmen Lapangan pada Dua Program Studi di FEB UNS

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan tim asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA) dalam rangka asesmen lapangan terhadap dua program studi, yakni Program Studi S-2 Manajemen dan Program Studi S-1 Bisnis Digital. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 14–16 Juli 2025.

    Tim asesor terdiri atas Prof. Dr. Farida Titik Kristanti, S.E., M.Si. dari Universitas Telkom, serta Dr. Wuryan Andayani, C.A., M.Si., CSRS., CSRA., CMA dari Universitas Brawijaya. Kedua asesor disambut secara resmi di Ruang Sidang Rektor oleh Prof. Dr. Fitria Rahmawati, S.Si., M.Si., selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian, bersama jajaran Dekanat FEB, Ketua Program Studi terkait, serta perwakilan dari Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan UNS.

    Setelah prosesi penyambutan di Rektorat, kegiatan dilanjutkan dengan seremoni pembukaan asesmen lapangan yang dilaksanakan di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS FEB UNS. Dalam sambutannya, Prof. Farida menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mengonfirmasi berbagai hal yang telah disampaikan dalam borang akreditasi masing-masing program studi.

    Proses asesmen meliputi beberapa tahapan, dimulai dengan sesi wawancara yang dilaksanakan pada hari pertama. Wawancara dilakukan oleh kedua asesor kepada berbagai pemangku kepentingan, termasuk pengguna lulusan (user), alumni, dosen, dan mahasiswa.

    Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas yang dimiliki FEB UNS. Lokasi yang dikunjungi antara lain Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P4M), Fiscal Corner, ruang profesor, ruang arsiparis, ruang kelas, Aula Konimex, ruang kerja mahasiswa, serta Laboratorium Komputer.

    Asesmen ditutup dengan sesi penyampaian umpan balik (feedback) dari asesor kepada pimpinan fakultas dan tim akreditasi. Kegiatan ditutup secara resmi melalui penandatanganan berita acara asesmen lapangan, yang menjadi bagian akhir dari seluruh rangkaian kegiatan.

    Kegiatan asesmen ini merupakan wujud komitmen FEB UNS dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi, serta memastikan program studi terus berkembang sesuai standar nasional dan internasional.

    Pelaksanaan asesmen lapangan ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 – Pendidikan Berkualitas, melalui peningkatan mutu program studi berbasis evaluasi eksternal dan akreditasi nasional; SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dengan dukungan terhadap pembaruan sarana dan prasarana pembelajaran serta penguatan fasilitas riset; SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi aktif antara institusi pendidikan tinggi dan lembaga akreditasi untuk menjamin mutu pendidikan.

    Melalui proses asesmen yang transparan dan partisipatif, FEB UNS terus menunjukkan peran aktif dalam mencetak lulusan berkualitas dan berdaya saing global yang siap berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

  • Program Studi S-1 Akuntansi FEB UNS Gelar Orientasi Akademik untuk Kelas Kerja Sama BPKP–UNS

    Program Studi S-1 Akuntansi FEB UNS Gelar Orientasi Akademik untuk Kelas Kerja Sama BPKP–UNS

    Program Studi S-1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Orientasi Akademik bagi mahasiswa baru dari Kelas Kerja Sama antara UNS dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Kegiatan ini berlangsung di Aula Konimex FEB UNS dan diikuti oleh 90 mahasiswa.

    Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman awal mengenai proses akademik, sistem pembelajaran, serta kebijakan-kebijakan strategis yang berlaku selama masa studi. Para mahasiswa juga diperkenalkan pada sistem informasi akademik dan peluang pengembangan akademik lainnya.

    Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian, dalam sambutannya menyampaikan pencapaian akreditasi nasional dan internasional yang telah diraih FEB UNS, antara lain akreditasi Unggul dari LAMEMBA serta akreditasi internasional dari AQAS. FEB UNS juga tengah berproses untuk memperoleh akreditasi dari lembaga bergengsi dunia, AACSB.

    Ia juga menjelaskan teknis perkuliahan yang akan dimulai pada 25 Agustus 2025, serta pentingnya kehadiran minimal 75% sebagai syarat mengikuti evaluasi pembelajaran. Mahasiswa diminta untuk segera mengakses sistem informasi akademik (SIAKAD) untuk melakukan pengisian KRS dan memastikan validasi dari dosen pembimbing akademik (PA).

    Dalam hal kurikulum, FEB UNS telah mengadopsi pendekatan berbasis Outcome-Based Education (OBE). Dengan sistem ini, bentuk asesmen berbeda dengan sebelumnya yang hanya berupa UTS dan UAS, namun bisa dalam bentuk studi kasus, proyek, atau metode lain yang disesuaikan dengan capaian pembelajaran mata kuliah. Pembelajaran dilakukan selama 16 kali pertemuan dengan minimal dua kali asesmen.

    Dr. Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CRA., CRP., ACPA, Wakil Dekan Bidang Non-Akademik, turut mengapresiasi pencapaian para mahasiswa baru yang berhasil masuk melalui jalur kerja sama dengan BPKP. Ia mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal, baik dari sisi akademik maupun pengembangan diri.

    Sementara itu, Ketua Program Studi S-1 Akuntansi, Prof. Doddy Setiawan, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., memaparkan bahwa program studi menyediakan insentif akademik berupa pembebasan dari ujian skripsi bagi mahasiswa yang mampu mempublikasikan karya ilmiahnya di jurnal bereputasi, minimal SINTA 2. Meskipun ujian dibebaskan, mahasiswa tetap diwajibkan untuk menulis skripsi sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pencapaian akademik.

    Ia juga menjelaskan bahwa sejak semester dua, mahasiswa akan mulai mengambil mata kuliah Metodologi Penelitian dan mulai aktif berdiskusi dengan dosen. Pada semester tiga, mereka sudah dapat memilih pembimbing untuk menyusun proposal skripsi.

    Dalam arahannya, Prof. Doddy menekankan pentingnya menyelesaikan studi tepat waktu dan memanfaatkan waktu secara optimal, mengingat masa studi yang dirancang hanya dua tahun.

    FEB UNS, menurutnya, saat ini telah masuk dalam peringkat 300–400 dunia untuk bidang akuntansi. Keunggulan ini didukung oleh kehadiran delapan profesor yang akan terlibat langsung dalam proses pembelajaran dan pembimbingan mahasiswa.

    Sebagai bagian dari rangkaian orientasi, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi akademik bertema Riset di Bidang Akuntansi Sektor Publik oleh Prof. Dra. Y. Anni Aryani, M.Prof. Acc., Ph.D., Ak., CA. Materi ini memberikan wawasan awal kepada mahasiswa mengenai pentingnya riset dalam tata kelola sektor publik yang akuntabel dan transparan.

    Kegiatan orientasi ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kualitas kurikulum, pembimbingan akademik oleh profesor, serta insentif riset dan publikasi ilmiah. Selain itu, SDG 16 (Institusi yang Kuat, Transparan, dan Akuntabel) dengan penguatan kompetensi di bidang akuntansi sektor publik dan pengawasan keuangan. Serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mewujudkan Tujuan): melalui kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan lembaga pemerintah, dalam hal ini antara UNS dan BPKP.

  • Rapat Dewan Dosen FEB UNS: Persiapan dan Evaluasi Pembelajaran Semester 2025 A

    Rapat Dewan Dosen FEB UNS: Persiapan dan Evaluasi Pembelajaran Semester 2025 A

    Rapat Dewan Dosen merupakan agenda rutin yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis  (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk mempersiapkan perkuliahan dan juga evaluasi pembelajaran di setiap semesternya.

    Pada semester Agustus 2025-Januari 2026, Rapat Dewan Dosen digelar di Aula Gedung Suhardi FEB UNS, Jumat 22 Agustus 2025.

    Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., menyampaikan sejumlah perkembangan dan program penting di berbagai bidang akademik dan non akademik.

    Seleksi mahasiswa kelas internasional telah dilakukan berbasis rapor dan seleksi mandiri, saat ini menunggu hasil final dari jalur prestasi dan tes. Program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) berjalan dengan peserta dari beberapa program studi, dan Program Rencana Pembelajaran Lampau (RPL) untuk jenjang S1 dan S2 juga sedang berjalan.

    Audit Mutu Internal (AMI) level 1 dan 2 di tingkat program studi dan fakultas telah terlaksana dengan evaluasi hasil pengisian sebagai tindak lanjut. Proses akreditasi AACSB juga terus maju dengan pengajuan Eligibility Application dan penyelesaian draft Business Unit.

    Pelaksanaan Zona Integritas dan Manajemen Risiko di berbagai bidang sudah menyusun laporan dan draft identifikasi risiko, dengan pelaporan resmi dijadwalkan. Entry meeting SPI juga sudah dilakukan dengan tindak lanjut exit meeting.

    Kerjasama pembangunan Islamic Business Center bersama BPKH sudah memasuki tahap peletakan batu pertama, sedangkan kerjasama beasiswa untuk prodi S1 di FEB UNS sudah dialokasikan dan dimonitor secara bersama. Pelaksanaan Global Challenge dengan mahasiswa terpilih yang berangkat ke luar negeri juga tengah menunggu laporan evaluasi.

    Pelatihan di beberapa laboratorium terkait ekspor-impor dan fintech telah terlaksana, dengan program lanjutan yang direncanakan. Pelatihan aplikasi bagi tenaga tendik dilakukan secara terintegrasi dan sedang dievaluasi. Pelaksanaan PKKMB menitikberatkan pada koordinasi akademik dan non-akademik, direncanakan berlangsung Agustus 2025.

    Selain itu, dilakukan evaluasi pembelajaran semester 2024B dan persiapan mahasiswa baru tahun 2025. Rencana pembelajaran tahun 2025A mencakup plotting dosen, beban kerja, pengajaran bahasa Inggris, serta pelatihan dan sertifikasi sebagai syarat ujian akhir. Peluncuran buku pedoman akademik untuk sarjana, magister, dan doktor serta pengaktifan koordinasi Pembimbingan Akademik juga menjadi fokus.

    Dalam tata kelola, pengembangan karir tenaga pendidik, disiplin pegawai, penggunaan anggaran, dan sarana prasarana terus dikelola dengan baik. Kerjasama dengan alumni dalam bentuk kemitraan dan beasiswa terus dikembangkan. Akreditasi AACSB dan pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru (PKKMB) juga mendapat perhatian khusus.

    Di sesi berikutnya, para wakil dekan memberikan paparan materi sesuai bidang masing-masing.

    Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian Riset dan Kemahasiswaan, Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CRA., CRP., ACPA,Wakil Dekan bidang Nonakademik serta Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D, Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan Alumni.

    Usai paparan Wakil Dekan, para dosen berkesempatan untuk memberikan pertanyaan, saran dan masukan kepada Dekanat.

    Kegiatan Rapat Dewan Dosen FEB UNS ini juga sejalan dengan komitmen fakultas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam bidang pendidikan berkualitas (SDG 4), kerja layak dan pertumbuhan ekonomi (SDG 8), serta kemitraan untuk mencapai tujuan (SDG 17).

    Melalui peningkatan mutu pembelajaran, pengembangan program internasional, serta kerjasama strategis dengan berbagai pihak, FEB UNS berkontribusi nyata dalam membangun sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan global secara berkelanjutan.

  • Etika, Jejaring, dan Toleransi: Tiga Pesan Utama Dekan FEB UNS untuk Mahasiswa Baru Tahun 2025

    Etika, Jejaring, dan Toleransi: Tiga Pesan Utama Dekan FEB UNS untuk Mahasiswa Baru Tahun 2025

    Program Pengenalan Kehidupan Kampus (PKKMB) bagi mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) digelar pada tanggal 19 sampai 23 Agustus 2025 di lingkungan FEB  dan UNS.

    Berbagai rangkaian acara, baik universitas maupun fakultas disusun untuk menyambut bergabungnya mahasiswa baru. Beberapa materi diantaranya Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, Etika dan Integritas Akademik, Karakter Lulusan dan lain sebagainya.

    Pembukaan kegiatan PKKMB FEB UNS berlangsung di Gedung Djarwanto PS pada Rabu 20 Agustus 2025, dihadiri oleh Dekanat, Ketua Program Studi (Kaprodi), Kepala Bagian Tata Usaha dan Kepala Sub Bagian serta seluruh mahasiswa baru.

    Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., menyampaikan tiga pesan utama bagi mahasiswa baru dalam sambutannya, yaitu pentingnya etika, membangun jejaring, dan mengembangkan sikap toleransi selama masa studi di kampus.

    “Saya ingin mengingatkan, Anda semua hadir di sini bukan hanya karena usaha sendiri, tetapi juga karena peran Tuhan Yang Maha Esa dan doa dari orang tua, terutama ibu. Doa ibu itu sangat penting dalam perjalanan hidup Anda,” ujar Prof. Bhimo.

    Prof. Bhimo menekankan agar mahasiswa tidak melupakan penghormatan kepada orang tua sebagai bekal utama selama menempuh pendidikan. Selain itu, Prof. Bhimo juga mengingatkan pentingnya menghormati Bapak dan Ibu dosen serta seluruh staf fakultas.

    “Sebagai generasi muda, etika adalah fondasi utama yang harus kalian pegang teguh,” tegasnya.

    Dekan FEB juga mengimbau mahasiswa baru untuk aktif membangun jejaring sosial dengan bergabung dalam organisasi kemahasiswaan.

    “Jangan hanya kuliah pulang kuliah pulang. Bergabunglah dalam setidaknya satu organisasi kemahasiswaan agar kalian memiliki jejaring dan tidak hidup sendiri,” katanya.

    Selain etika dan jejaring, Prof. Bhimo juga menekankan pentingnya sikap toleransi dan rasa saling menghormati antar sesama. Ia menjelaskan bahwa UNS menyediakan lima tempat ibadah sebagai bukti nyata penghargaan terhadap keberagaman dan pluralisme di lingkungan kampus.

    “Inklusivitas dan pluralisme adalah ciri khas UNS yang harus kita pelihara bersama,” ungkapnya.

    Setelah sambutan, Prof. Bhimo memperkenalkan secara bergantian Wakil Dekan, Ketua Program Studi, Kepala Bagian Tata Usaha, dan Kepala Sub Bagian FEB UNS.

    Ketiga pesan utama tersebut, etika, jejaring, dan toleransi sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs). Etika mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menanamkan nilai-nilai karakter yang kuat. Jejaring sosial yang dibangun mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan keterampilan dan peluang kerja. Sementara sikap toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman mencerminkan nilai-nilai SDG 10 (Pengurangan Ketimpangan) dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat).

  • Kolaborasi Grup Riset Manajemen Operasi dan Strategi FEB  UNS dan KADIN Surakarta Dorong Literasi Proses Bisnis untuk Digitalisasi UKM

    Kolaborasi Grup Riset Manajemen Operasi dan Strategi FEB  UNS dan KADIN Surakarta Dorong Literasi Proses Bisnis untuk Digitalisasi UKM

    Transformasi digital telah menjadi isu strategis dalam pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia. Namun, implementasinya seringkali tidak dimulai dari pemahaman proses bisnis secara menyeluruh.

    Menjawab tantangan ini, Grup Riset Manajemen Operasi dan Strategi (RG MOS) bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Surakarta meluncurkan program pengabdian masyarakat bertema Literasi Pemahaman Proses Bisnis sebagai Landasan Solusi Digital bagi Pelaku UKM, Rabu 20 Agustus 2025 di UNS Inn.

    Drs. Yong Dirgiatmo, M.Sc., Ph.D., Ketua RG MOS dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk membantu para pelaku UKM mengenali struktur dan kebutuhan proses bisnis mereka secara sistematis sebelum mengadopsi solusi digital.

    Dengan pendekatan berbasis riset dan simulasi, pelaku UKM dibekali kemampuan analitis dan keterampilan awal untuk menyusun strategi digitalisasi yang tepat sasaran, bukan sekadar mengikuti tren.

    Menurut Dr. Yong Dirgiatmo, di lapangan, banyak pelaku UKM yang langsung berfokus pada alat digital seperti media sosial, website, atau metode pembayaran digital, tanpa terlebih dahulu memahami proses bisnis internal mereka. Padahal, digitalisasi yang efektif hanya akan tercapai jika landasannya adalah efisiensi proses, kejelasan prioritas, dan pemetaan masalah nyata di dalam bisnis.

    Program pengabdian yang dilakukan RG MOS ini melihat bahwa pengambilan keputusan digital yang bijak harus diawali dari pemahaman karakteristik usaha, termasuk pengelolaan operasional, sumber daya, pemasaran, hingga aspek keuangan dan keberlanjutan.

    Melalui pendekatan berbasis riset terapan, RG MOS memperkenalkan beberapa metode analisis seperti Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Step-Laddering Technique kepada pelaku UKM. Alat-alat ini digunakan untuk menggali prioritas proses bisnis, mengenali masalah inti, serta merumuskan solusi digital yang paling relevan dan berdampak.

    Kegiatan pengabdian ini dilakukan RG MOS secara bertahap selama kurang lebih 9 bulan. Di awali dengan observasi lapangan selama 1 bulan dengan pemetaan karakteristik usaha dan kebutuhan mendasar dari para pelaku UKM binaan KADIN Kota Surakarta.

    Kemudian pengenalan pola keputusan selama 2 bulan. Penggunaan alat bantu analisis untuk memahami bagaimana pelaku UKM mengambil keputusan dalam menghadapi tantangan bisnis mereka.

    Dan selama 2 bulan, RG MOS melakukan pelatihan dan simulasi berupa workshop simulasi pengambilan keputusan digitalisasi berbasis proses bisnis yang sebenarnya, untuk membekali UKM dengan kemampuan menyusun strategi digital mereka sendiri.

    Berikutnya, RG MOS melakukan evaluasi program selama 1 bulan yakni penilaian menyeluruh terhadap efektivitas pendekatan yang digunakan.

    Terakhir, selama 3 bulan menyusun laporan akhir serta naskah publikasi ilmiah sebagai hasil dari kegiatan pengabdian.

    Dalam pelaksanaannya, RG MOS juga membuka kemungkinan kerja sama dengan institusi lain, termasuk tim teknologi informasi dari sektor perbankan atau institusi keuangan yang relevan untuk mendukung implementasi solusi digital yang aman dan terjangkau.

    Kegiatan yang diinisiasi oleh RG MOS bukan hanya menjawab kebutuhan mendesak akan transformasi digital yang tepat guna, tetapi juga menjadi kontribusi konkret dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

    Melalui pendekatan riset terapan yang terstruktur dan kolaboratif, program ini mendorong peningkatan literasi manajerial dan digital (SDG 4), memperkuat kapasitas usaha kecil untuk tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan (SDG 8), memfasilitasi adopsi teknologi berbasis kebutuhan nyata dalam proses bisnis (SDG 9), serta membangun sinergi antara dunia akademik, pelaku usaha, dan organisasi kewirausahaan seperti KADIN (SDG 17). Inisiatif ini menjadi pondasi penting dalam menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang adaptif, inovatif, dan mampu menghadapi tantangan era digital dengan strategi yang berbasis pada pemahaman mendalam terhadap proses bisnis UKM itu sendiri.

  • Alumni FEB UNS Beri Motivasi Mahasiswa Baru: “Bermimpilah Setinggi Mungkin!”

    Alumni FEB UNS Beri Motivasi Mahasiswa Baru: “Bermimpilah Setinggi Mungkin!”

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menghadirkan alumni inspiratif dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) pada Kamis, 21 Agustus 2025, di Aula Gedung Suhardi FEB UNS.

    Bunga Herlina Oktaviyanti, alumnus Program Studi S-1 Akuntansi FEB UNS, yang kini menjabat sebagai Senior Vice President – Executive Business Officer di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), hadir untuk memberikan motivasi kepada lebih dari 600 mahasiswa baru FEB UNS.

    Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, memperkenalkan Bunga Herlina Oktaviyanti sebagai salah satu alumni berprestasi FEB UNS yang patut dibanggakan.

    Ia menyampaikan bahwa Bunga merupakan contoh nyata lulusan yang mampu mengintegrasikan kompetensi akademik, karakter, dan pengalaman organisasi selama kuliah ke dalam dunia kerja profesional.

    Dengan karier cemerlangnya di sektor perbankan nasional dan posisinya saat ini sebagai Senior Vice President di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Bunga telah menginspirasi banyak orang, tidak hanya karena keberhasilannya, tetapi juga karena konsistensinya dalam menjunjung nilai integritas, kerja keras, dan semangat untuk terus belajar.

    Di forum PKKMB, Bunga mengajak para mahasiswa untuk bangga menjadi bagian dari UNS dan menjadikan masa perkuliahan sebagai pijakan awal membangun masa depan.

    “Mimpi itu gratis, jadi bermimpilah setinggi mungkin. Jika sudah punya cita-cita, yang terpenting adalah kegigihan untuk mewujudkannya. Usaha harus terus menerus, tanpa henti,” ungkapnya.

    Ia juga mengingatkan bahwa setiap pencapaian pasti memiliki tantangannya sendiri.

    “Untuk mencapai titik tertentu, tidak ada jalan yang selalu mulus. Yang penting adalah bagaimana kita menyikapi hambatan tersebut,  dengan semangat dan pantang menyerah,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Bunga berbagi pengalaman tentang pentingnya ketangguhan dalam menghadapi penolakan dan kegagalan.

    “Kalau kamu tidak pernah ditolak atau gagal, kamu tidak akan tahu seberat apa perjuanganmu, dan seindah apa rasanya saat berhasil. Jadi, boleh bersedih, tapi jangan lupa untuk bangkit kembali!” tegasnya memotivasi.

    Tak hanya soal akademik, Bunga juga menekankan pentingnya keterlibatan dalam organisasi kampus. Ia menyebutkan bahwa aktif berorganisasi bisa melatih jiwa kepemimpinan, membangun relasi, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta mengasah kerja sama tim.

    Mengakhiri paparannya, Bunga menyampaikan bahwa mahasiswa perlu melewati tiga tahapan penting.

    Memulai perkuliahan dengan energi dan semangat untuk bertumbuh, baik secara pribadi maupun dalam komunitas FEB UNS. Selanjutnya menjalani proses belajar dengan serius, memanfaatkan kurikulum serta peluang pengembangan hard skill dan soft skill yang disediakan kampus. Dan terakhir, menjadi lulusan yang berkualitas, adaptif, dan berintegritas, siap menghadapi dunia profesional dengan kompetensi dan karakter yang kuat.

    Motivasi dari alumni diharapkan mampu memberikan inspirasi serta semangat bagi mahasiswa baru FEB UNS dalam menapaki perjalanan akademik dan karier mereka di masa depan.

    Melalui kegiatan ini, FEB UNS berkontribusi secara nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs 4,  Pendidikan Berkualitas yakni mendorong pembelajaran yang bermakna dan berbasis pengalaman melalui keterlibatan alumni sebagai role model.

    Selain itu juga mendukung SDGs 8 yakni Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, membekali mahasiswa dengan keterampilan dan motivasi untuk siap menghadapi dunia kerja yang dinamis dan kompetitif.

  • Dekan FEB UNS Tekankan Pentingnya Perhatian terhadap Perkembangan Mental Mahasiswa

    Dekan FEB UNS Tekankan Pentingnya Perhatian terhadap Perkembangan Mental Mahasiswa

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan pertemuan dengan orang tua mahasiswa baru secara daring, Minggu 10 Agustus 2025.

    Kegiatan ini dilaksanakan  untuk membangun sinergi antara fakultas, prodi  dengan  orang tua agar turut mendukung proses belajar mahasiswa selama masa studi. Juga memberikan gambaran umum kepada orang tua mahasiswa tentang struktur fakultas, visi-misi, program studi, kurikulum, dosen, serta fasilitas pendukung.

    Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D., Dekan  FEB UNS dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini memang diinisiasi sebagai langkah awal sebelum masa Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang akan digelar selama 5 hari pada tanggal 19 hingga 23 Agustus 2025.

    “Kami sangat berterima kasih bisa bersilaturahmi dengan Bapak Ibu semua.  Ketika putra-putri Bapak Ibu diterima sebagai mahasiswa di FEB berarti sudah menjadi bagian dari keluarga besar FEB UNS dan sudah menjadi tanggung jawab kami sebagai pengelola fakultas, dari dekanat sampai ke prodi terhadap berbagai proses, termasuk perkuliahan dan organisasi yang diikuti mahasiswa. FEB tidak bisa meng-handle secara utuh, perlu kontribusi dan kerja sama dari orang tua agar proses pendidikan, akademik dan nonakademik berjalan dengan baik”, paparnya.

     

    Prof. Bhimo juga menyampaikan berbagai capaian yang telah diraih oleh FEB UNS, di level nasional maupun internasional.

    Selanjutnya disampaikan bahwa Dekanat FEB mengambil kebijakan, mahasiswa harus punya aktifitas non akademik dengan mengikuti minimal salah satu kegiatan di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau Oganisasi Kemahasiswaan (Ormawa) yang mensupport kemampuan akademik mahasiswa, jadi tidak hanya sekedar belajar lalu pulang.

    Dengan aktif di Ormawa, mahasiswa dapat belajar bagaimana berbicara dihadapan publik, mengasah kemampuan bahasa asing dan lain sebagainya.

    Prof. Bhimo juga mengajak kepada para orang tua mahasiswa untuk berkerja sama membangun edukasi bagi putra-putrinya, terutama dalam hal perkembangan mentalnya.

    “Perlu saya tekankan terkait perkembangan mental mahasiswa, kami tidak bisa melakukan kontrol sepenuhnya diluar akademik. Di era sekarang, ada mahasiswa yang punya kapasitas akademik bagus, inovasi tinggi, adaptasi cepat tapi kena permasalahan sedikit saja tidak bisa mengontrol emosinya atau perilakunya sehingga mengganggu proses perkembangan mentalnya. Untuk edukasi di awal, mari kita sama-sama membina bersama putra-putri Bapak Ibu, di kampus tanggung jawab kami, pengganti ortu. Selepas itu kami  ajak Bapak Ibu sama-sama mengamati perkembangan putra-putrinya” ungkapnya kemudian.

    Usai sambutan Dekan, dilanjutkan dengan penyampaian materi dari  Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D.; Wakil Dekan Bidang Nonakademik, Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CRA., CRP., ACPA, serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D.

    Di kegiatan itu, orang tua mahasiswa juga diberikan ruang untuk berdiskusi dengan Dekanat dan dilanjutkan dengan sesi diskusi dengan masing-masing Ketua Program Studi (Kaprodi).

    Kegiatan silaturahmi daring antara FEB UNS dan orang tua mahasiswa baru ini mencerminkan dukungan terhadap SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui sinergi fakultas‑orang tua dalam mendukung proses belajar yang holistik. Harapannya, kolaborasi ini memperkuat fondasi akademik dan mental bagi mahasiswa baru demi keberhasilan visi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

  • Program Studi S1 Akuntansi UNS Jalin Kerja Sama dengan Center for Economic, Social, and Governance Studies (CESGS) Universitas Airlangga Selenggarakan Stata Training Class

    Program Studi S1 Akuntansi UNS Jalin Kerja Sama dengan Center for Economic, Social, and Governance Studies (CESGS) Universitas Airlangga Selenggarakan Stata Training Class

    Program Studi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS)  menjalin kolaborasi strategis dengan Center for Economic, Social, and Governance Studies (CESGS) Universitas Airlangga melalui penyelenggaraan Stata Training Class yang diadakan pada 7–8 Agustus 2025 di Laboratorium Project Based Learning FEB UNS.

    Kegiatan ini dirancang khusus untuk dosen Program Studi S1 Akuntansi FEB UNS dengan cakupan materi yang mengakomodasi tingkat pemula hingga menengah, sehingga baik peserta yang baru pertama kali menggunakan Stata maupun yang ingin mendalami teknik lanjutan dapat memperoleh manfaat optimal.

    Pada hari pertama, sesi Using Stata Effectively: The Fundamentals membuka rangkaian pelatihan dengan pengenalan antarmuka Stata, manajemen basis data, dan penggunaan do-file untuk memudahkan dokumentasi skrip analisis.

    Materi disampaikan oleh Hamidah Dwi Nita dan didampingi oleh Meifaza Ainur Rosyidah dan Cindi Nandita Dewi, mengajak peserta untuk melakukan praktik langsung mulai dari pembersihan data, penyusunan variabel, hingga penerapan analisis statistik deskriptif dan inferensial.

    Tidak ketinggalan, teknik pembuatan grafik informatif dan pembuatan laporan yang dapat direproduksi (reproducible reporting) turut dibahas guna mendukung kualitas publikasi ilmiah dan transparansi proses analisis.

    Memasuki hari kedua, materi bergeser ke topik Panel-Data Analysis Using Stata yang mencakup konsep dan implementasi regresi linier sederhana, regresi berganda, serta perbedaan antara fixed effects dan random effects.

    Peserta juga diperkenalkan pada metode estimasi variabel instrumental untuk mengatasi masalah endogenitas, serta model panel-data dinamis yang memungkinkan analisis data deret waktu lintas individu. Setiap teknik dianalisis secara mendalam, mulai dari pemilihan perintah Stata yang tepat hingga interpretasi keluaran (output) dan verifikasi asumsi model.

    Stata Training Class ini tidak hanya bersifat edukatif tetapi juga berfungsi sebagai “refresh ulang” bagi dosen yang sudah pernah menggunakan Stata sebelumnya, mengulang dasar-dasar sekaligus mempelajari fitur lanjutan memungkinkan kita menjaga konsistensi kualitas riset dan tetap up-to-date dengan perkembangan kemampuan analisis data.

    Lebih dari sekadar transfer pengetahuan, pelatihan ini menyediakan kesempatan bagi dosen Program Studi S1 Akuntansi FEB UNS untuk berdiskusi langsung dengan para pakar statistik CESGS UNAIR.

    Diskusi tersebut meliputi pemecahan permasalahan riil dalam riset akuntansi, strategi pengolahan data besar (big data), dan cara mengoptimalkan sumber daya Stata untuk publikasi di jurnal nasional maupun internasional bereputasi.

    Dengan bekal keterampilan ini, diharapkan para dosen Program Studi S1 Akuntansi FEB UNS akan lebih percaya diri dalam merancang penelitian kuantitatif, meningkatkan mutu pengajaran, serta mendongkrak produktivitas publikasi ilmiah berbasis analisis data yang kuat.

    Kegiatan pelatihan Analisis Data Stata Training Class mencerminkan kontribusi Program Studi S1 Akuntansi FEB UNS terhadap SDG 4: Quality Education—dengan meningkatkan kompetensi dosen melalui penguasaan teknik analisis kuantitatif modern—serta SDG 9: Industry, Innovation, and Infrastructure, khususnya target 9.5, yang mendorong peningkatan riset dan kapasitas teknologi akademik di perguruan tinggi.
    (SDG 9 target 9.5 terkait peningkatan penelitian dan inovasi teknologi)

  • Review Kurikulum, Prodi MAKSI Hadirkan Assoc. Prof. Dr. Ahmad Fahmi Sheikh Hassan dari Universiti Putra Malaysia

    Review Kurikulum, Prodi MAKSI Hadirkan Assoc. Prof. Dr. Ahmad Fahmi Sheikh Hassan dari Universiti Putra Malaysia

    Program Studi Magister Akuntansi (MAKSI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Review Kurikulum Prodi Magister Akuntansi, Selasa 5 Agustus 2025  di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS FEB UNS.

    Assoc. Prof. Dr. Ahmad Fahmi Sheikh Hassan dari Universiti Putra Malaysia (UPM) hadir secara daring untuk mereview kurikulum Prodi MAKSI.

    Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D., Dekan FEB UNS dalam sambutannya menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada Assoc. Prof. Dr. Ahmad Fahmi Sheikh Hassan yang telah bersedia hadir dalam rangka review kurikulum Prodi MAKSI.

    “Saat ini fakultas kami telah berhasil mendapatkan akreditasi Unggul dari LAMEMBA dan juga berada di ranking 350 di level Asia. Meskipun begitu kami masih memerlukan review dan saran dari pihak eksternal untuk bisa mendapatkan perspektif baru untuk dapat meningkatkan kualitas kami,” ungkap Prof. Bhimo.

    Lebih lanjut Prof. Bhimo menyampaikan bahwa review eksternal akan sangat membantu prodi untuk dapat memetakan kekurangan sebagai target perbaikan di kemudian hari.

    Prof. Bhimo juga berharap agar diskusi tersebut dapat memperoleh perspektif dan informasi baru dari Assoc. Prof. Ahmad Fahmi Sheikh Hassan, mengingat UPM telah sukses mendapatkan akreditasi AACSB. 

    Moderator acara, Nasyi’ah Hasanah Purnomowati, S.E.,M.Sc, Ak mengatakan tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk mendapatkan masukan dan saran dari stakeholder terkait, termasuk dari external reviewer yang telah hadir saat ini.

    Diharapkan saran yang diberikan dapat memberikan input bagi prodi untuk dapat memperbaiki kualitas kegiatan belajar mengajar, yang juga relevan bagi pengembangan kurikulum serta menjadi panduan agar prodi dapat mencapai standar kualitas internasional.

    Assoc. Prof. Dr. Ahmad Fahmi Sheikh Hassan mengucapkan terimakasih atas undangan sebagai reviewer, khususnya kepada Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo. Ia menyatakan bahwa dalam kesempatan tersebut akan lebih banyak sharing mengenai pengalamannya dalam melakukan review kurikulum serta sebagai auditor pada beberapa universitas.

    Ia berharap agar sesi tersebut dapat berjalan dengan interaktif, dimana semua peserta dapat terlibat dalam diskusi kurikulum Prodi MAKSI.

    “Sehingga mungkin kesempatan ini akan lebih berfokus sebagai sharing session, dan saya sangat terbuka apabila terdapat pertanyaan, karena pastinya nanti akan ada beberapa pertanyaan dari saya. Jadi mari kita buat kegiatan ini agar menjadi se-interaktif mungkin,” ungkapnya.

    Lulus Kurniasih, S.E., M.S.Ak., Ph.D., Kaprodi MAKSI dan juga Dosen Maksi terlibat aktif dalam diskusi yang digelar.

    Kegiatan review kurikulum Prodi MAKSI bersama Assoc. Prof. Dr. Ahmad Fahmi Sheikh Hassan tidak hanya memperkuat mutu pendidikan (sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas), tetapi juga mencerminkan pentingnya kemitraan internasional dalam memperluas perspektif akademik, sebuah langkah konkret menuju SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.