FEB

Kategori: fakultas

  • Capacity Building FEB UNS 2025, Membangun Sinergi dalam Kebersamaan

    Capacity Building FEB UNS 2025, Membangun Sinergi dalam Kebersamaan

    Dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti kegiatan Capacity Building Pegawai FEB UNS, Selasa-Rabu, 29-30 Juli 2025 di Bandungan.

    Kegiatan ini diadakan dalam rangka membangun sinergi, mempererat kerja sama dan komunikasi antar Civitas Akademika FEB UNS, terutama dosen dan tendik.

    Berbagai rangkaian acara digelar meliputi Sarasehan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Ekonomi dan Bisnis (KKFE), Rapat per Prodi dan Tendik, Sarasehan bersama Dekanat.

    Di hari kedua, dosen dan tendik FEB mengikuti aktifitas outbond dengan banyak fun games untuk mengembangkan keterampilan sosial, meningkatkan kepercayaan diri, melatih kerja sama tim, memecahkan masalah, dan meningkatkan kemampuan komunikasi. Selain itu, outbound juga dapat menjadi sarana hiburan, menghilangkan kejenuhan rutinitas kerja.

    Saat membuka acara di sesi Sarasehan, Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D. menyampaikan terima kasih kepada dosen dan tendik yang telah berpartisipasi di kegiatan ini.

    “Terima kasih kepada semua yang hadir, dosen, dan juga tendik.  Apresiasi juga kepada senior-senior yang sudah rawuh, Prof. Tulus, Bu Tyas, Pak Wartono, Pak Agustinus, Bu Djum. Silahkan hari ini kita rehat sejenak, hari ini diisi dengan ramah tamah. Mudah-mudahan menambah keakraban, dosen dan tendik. Kita perlu kekompakan dan solid, saling nyengkuyung” ungkapnya.

    Prof. Bhimo juga menyampaikan bahwa Dekanat memerlukan banyak bantuan dan kerja sama dari seluruh elemen FEB UNS. Tanpa kerja sama, maka cita-cita yang telah dibangun tidak akan tercapai.

    Sementara itu Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D.,QCRO menyampaikan target-target yang harus di”sengkuyung” bersama  agar UNS bisa terus meraih berbagai capaian.

    Di sesi Sarasehan bersama Dekanat tersebut,  juga digelar  sharing reflektif purnatugas dosen dan penyerahan kenang-kenangan kepada 6 purnatugas FEB UNS yakni  Drs. Agus Budiatmanto, M.Si,Ak., Dr. Wartono, M.Si., Ak., Dr. Setianingtyas Honggowati.M.M,Ak, Prof. Dr. Tulus Haryono, M.Ek, dan Dr. Djuminah, M.Si.

    Kegiatan Capacity Building bagi dosen dan tenaga kependidikan FEB UNS ini memperkuat kapasitas SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dengan meningkatkan sinergi, keterampilan sosial, dan kolaborasi internal. Sementara atmosfer kebersamaan dan peningkatan kemampuan interpersonal juga mencerminkan esensi SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat, khususnya dalam membangun institusi pendidikan yang inklusif dan suportif.

     

  • FEB UNS Menerima Kunjungan Benchmarking Gugus Penjaminan Mutu FE UNTIDAR

    FEB UNS Menerima Kunjungan Benchmarking Gugus Penjaminan Mutu FE UNTIDAR

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima Kunjungan Benchmarking Gugus Penjaminan Mutu (GPM) Fakultas Ekonomi Universitas Tidar (UNTIDAR) Magelang, Jumat 1 Agustus 2025 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS.

    Kehadiran Pimpinan dan GPM FE UNTIDAR diterima oleh Dekanat, Unit Penjamian Mutu (UPM),  Kepala Bagian dan Kepala Subbagian FEB UNS.

    Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D., Dekan FEB UNS mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada rombongan dari FE UNTIDAR. FEB UNS sangat terbuka untuk menerima UNTIDAR. Sebelumnya, di akhir tahun 2024, FEB UNS juga menerima kunjungan dari Tendik FE UNTIDAR.

    Disampaikan, dalam melaksanakan penjaminan mutu  di FEB UNS, dipimpin oleh Ketua UPM, Dr. Evi Gantyowati, M.Si., Ak.,QA,  dibantu oleh Dr. Mulyanto, M.E, Wakil Ketua Bidang Sisitem Penjaminan Mutu Intternal (SPMI) dan Wahyu Trinarningsih, S.E., M.M., M.A.,CFE, Wakil Ketua Bidang Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) serta Gugus Kendali Mutu di masing-masing prodi.

    “Penjaminan mutu ini sangat penting, saat kemarin beberapa prodi di FEB menjalani visitasi akreditasi, asesor juga banyak menekankan terkait penjaminan mutu. Saya berharap dengan forum ini, antara FEB UNS dan FE UNTIDAR dapat bertukar pikiran, sharing terkait penjaminan mutu, silahkan berdiskusi, semoga memberikan banyak manfaat.”  ungkap Prof. Bhimo.

      

    Dalam rangka peningkatan mutu dan pengembangan system penjaminan mutu internal di lingkungan FE Untidar

    Dekan FE UNTIDAR, Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E., M.Si mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan FEB UNS atas izin dan perkenan FE UNTIDAR untuk belajar khususnya mengenai penjaminan mutu.

    “FE UNTIDAR telah berdiri cukup lama, hanya proses menjadi negeri baru pada tahun 2014 sehingga yang hadir disini dosen-dosen yang relatif sangat muda, semangat belajar luar biasa. Dengan banyaknya generasi muda, geraknya relatif sama, potensi ini memang perlu untuk tambahan masukan dari FEB UNS yang posisinya jauh di atas FE UNTIDAR” tutur Prof. Izza.

    Lebih lanjut disampaikan, saat ini dengan perubahan akreditasi LAMEMBA yang baru, satu hal yang cukup penting penekanannya yakni pada kegiatan internasional.

    FE UNTIDAR belajar pada UNS, institusi yang sudah sangat lebih stabil. Apa yang selama ini dimiliki oleh FEB UNS dan belum dilakukan oleh FE UNTIDAR, bisa sebagai contoh.

    Dalam penjaminan mutu, bukan hanya bicara tentang pendidikan dan kurikulum, termasuk didalamnya adalah penjaminan mutu terkait infrastruktur, dosen dan lain sebagainya. Terlebih di FEB UNS susah ada sistem dalam melaksanakan proses penjaminan mutu.

    Sesi diskusi di penerimaan kunjungan tersebut berjalan dengan lancar. Acara berakhir siang hari dan ditutup dengan sesi foto bersama di Lobi Gedung Soeharno TS lantai 2.

    Kunjungan FE UNTIDAR ke FEB UNS dalam praktik penjaminan mutu pendidikan tinggi mendukung pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan sistem mutu akademik, serta merefleksikan semangat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, dengan menjalin kolaborasi institusional sebagai modal memperkuat pendidikan tinggi yang inklusif dan unggul.

  • Tim Pengabdian Masyarakat FEB UNS Dorong Optimalisasi Peran BUMDes Gemilang Melalui Pelatihan Barista di Desa Gagaksipat, Boyolali

    Tim Pengabdian Masyarakat FEB UNS Dorong Optimalisasi Peran BUMDes Gemilang Melalui Pelatihan Barista di Desa Gagaksipat, Boyolali

    Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, mendapatkan perhatian khusus dari tim pengabdian masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan menyelenggarakan program pelatihan barista pada Jumat, 13 Juni 2025.

    Pelatihan diikuti oleh anggota BUMDes dan warga setempat, serta menghadirkan praktisi kopi profesional, Renggo Putro Widyarta, sebagai narasumber. Para peserta dibekali dengan keterampilan meracik kopi secara profesional, pengenalan jenis-jenis kopi, hingga pengelolaan usaha kedai kopi yang berkelanjutan.

    Program ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan keterampilan teknis masyarakat dalam mengelola usaha kopi secara profesional, sekaligus mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gemilang sebagai penggerak ekonomi lokal.

    Tim pengabdian diketuai Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si., CRA., CRP dan beranggotakan Danur Condro Guritno, S.E., M.E.,Ph.D, Ratna Malisa Indriawati, S.E., M.E., CBEc, Vita Kartika Sari, S.E., M.Sc, Aulia Hapsari Juwita, S.E., M.E., Dr. Vinc Hadi Wiyono WS, M.A., Dr. Akhmad Daerobi, M.S., Dr. Guntur Riyanto, M.Si.

    Tim melakukan serangkaian kegiatan mulai dari identifikasi kebutuhan masyarakat, perencanaan program, pelaksanaan pelatihan, hingga pendampingan usaha secara berkelanjutan.

    Dengan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis pemberdayaan masyarakat, tim berhasil melibatkan anggota BUMDes Gemilang dan masyarakat Desa Gagaksipat secara aktif dalam setiap tahapannya.

    Pelatihan yang dipandu oleh praktisi kopi profesional, Renggo Putro Widyarta, membekali peserta dengan teknik meracik kopi yang berkualitas, manajemen usaha kopi, serta strategi pemasaran yang adaptif dengan tren pasar.

    Selain pelatihan tatap muka, tim pengabdian juga membangun komunikasi berkelanjutan melalui grup WhatsApp yang memfasilitasi diskusi dan pendampingan antara peserta dan ahli, guna memastikan usaha kopi yang dikembangkan dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan.

    “Kami melihat potensi besar di Desa Gagaksipat, terutama pada sektor kopi yang sedang berkembang pesat di Indonesia. Melalui pelatihan dan pendampingan ini, kami ingin memberdayakan masyarakat agar tidak hanya menjadi konsumen, tapi juga pelaku usaha kopi yang profesional dan mandiri,” ujar Dr. Dwi Prasetyani.

    Selain meningkatkan keterampilan teknis, tim pengabdian juga membantu optimalisasi pemanfaatan basecamp BUMDes Gemilang sebagai pusat edukasi dan inkubasi bisnis, yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan muncul inovasi dan kolaborasi yang dapat mendorong pertumbuhan usaha kopi dan usaha mikro lainnya di desa.

    “Kami berkomitmen untuk terus mendampingi BUMDes Gemilang dalam mengembangkan usahanya, termasuk menghubungkan mereka dengan pelaku industri kopi dan komunitas lokal agar akses pasar lebih luas dan berkelanjutan,” jelas Dr. Dwi Prasetyani.

    Program ini juga membuka peluang usaha baru yang relevan dengan tren kopi saat ini, seperti kopi susu segar berbahan baku lokal serta usaha kopi mobile dengan gerobak sepeda yang fleksibel. Langkah ini tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tapi juga memperkuat peran BUMDes Gemilang sebagai motor penggerak ekonomi desa.

    Ke depan, tim pengabdian berencana melanjutkan pendampingan intensif secara daring dan luring serta mengembangkan jejaring kerja sama yang lebih luas. Dengan partisipasi aktif masyarakat dan dukungan berkelanjutan dari tim pengabdian, Desa Gagaksipat diharapkan mampu memperkuat kemandirian dan daya saing ekonominya secara berkelanjutan.

    Kegiatan pelatihan barista berbasis pemberdayaan BUMDes di Desa Gagaksipat mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan keterampilan vokasional dan usaha profesional; serta SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan membuka peluang usaha produktif dan berkelanjutan bagi masyarakat lokal.

  • Libatkan UMKM hingga Difabel, Peneliti FEB UNS Susun Model Ekonomi Inklusif di Kepulauan Banda

    Libatkan UMKM hingga Difabel, Peneliti FEB UNS Susun Model Ekonomi Inklusif di Kepulauan Banda

    Tim peneliti dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) yang diketuai oleh Prof. Dr. Budhi Haryanto, M.M baru saja merampungkan penelitian lapangan yang berpotensi merevolusi pengembangan ekonomi di wilayah kepulauan.

    Tim ini sukses menggali potensi unik Kepulauan Banda, Maluku Tengah, dalam kurun waktu 19-24 Juli 2025.

    Penelitian ini merupakan bagian dari skema Hibah Penelitian Fundamental BIMA Dikti Tahun 2025 yang berfokus pada perancangan model ekonomi inklusif berbasis keunikan lokal.

    Kedatangan tim peneliti di Banda Naira disambut hangat oleh pemerintah kecamatan, yang mengapresiasi keterlibatan langsung akademisi dari perguruan tinggi terkemuka dalam riset berbasis masyarakat, terutama di daerah yang seringkali terpinggirkan dari sentuhan pembangunan nasional.

    Dalam risetnya, tim FEB UNS tak hanya melakukan wawancara mendalam dan observasi lapangan terhadap para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mengelola produk khas daerah seperti olahan pala, kerajinan laut, dan kuliner tradisional.

    Lebih dari itu, mereka juga secara khusus menjangkau pelaku usaha dari kalangan difabel, kelompok yang kerap luput dari perhatian program pemberdayaan ekonomi.

    “Kami menemukan banyak praktik bisnis lokal yang berakar kuat pada nilai-nilai budaya, gotong royong, dan inovasi sederhana yang lahir dari keterbatasan,” ungkap Prof. Budhi Haryanto.

    Ia menambahkan bahwa penelitian ini tidak hanya mendokumentasikan praktik ekonomi lokal, tetapi juga mengeksplorasi potensi penciptaan model bisnis yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di wilayah kepulauan.

    Tim peneliti ini adalah kolaborasi lintas institusi yang diperkuat oleh sejumlah akademisi dari berbagai universitas.

    Di antaranya; Cheryl Marlitta Stefia dari Universitas Kristen Duta Wacana, Eni Munarsih dari Universitas Mahakarya Asia, dan Baretha Meisar Titioka dari Politeknik Negeri Ambon, ketiganya merupakan mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) FEB UNS.

    Selain itu, Sabda Adji Kurniawan dari Universitas Pattimura turut memperkaya tim dengan sudut pandang dan pendekatan analisis lintas budaya dan wilayah.

    Di sela-sela padatnya jadwal penelitian, Prof. Budhi Haryanto juga menyempatkan diri menjadi narasumber dalam kuliah umum di Universitas Banda Naira.

    Dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan tokoh masyarakat lokal, Prof. Budhi menekankan pentingnya pendekatan strategis dalam pengembangan UMKM berbasis wilayah serta urgensi sinergi antara dunia akademik, pemerintah daerah, dan komunitas lokal.

    “Riset bukan hanya untuk jurnal, tetapi juga harus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kami percaya bahwa ilmu pengetahuan harus mengakar dan menjawab tantangan riil yang dihadapi masyarakat, termasuk UMKM di wilayah kepulauan,” tegasnya.

    Setelah sukses mengumpulkan data di lapangan, tim peneliti akan melanjutkan ke tahap analisis dan penyusunan model berbasis temuan empiris.

    Model ini diharapkan dapat menjadi kerangka kerja aplikatif dalam mendesain kebijakan dan strategi pemberdayaan UMKM di daerah tertinggal dan kepulauan, khususnya yang melibatkan pelaku ekonomi dari kelompok rentan.

    Penelitian ini semakin memperkuat posisi UNS sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen kuat dalam mendorong transformasi sosial melalui penelitian transformatif dan kolaboratif.

    Kegiatan penelitian inklusif tim FEB UNS di Kepulauan Banda, yang menjangkau UMKM lokal dan pelaku ekonomi difabel, secara langsung menyokong upaya pencapaian SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan membuka akses usaha produktif dan inklusif. Selain itu, riset ini mendorong inovasi dan kolaborasi multi-pihak untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan di wilayah tertinggal—selaras dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

  • FGD RG Pemasaran Keperilakuan FEB UNS: Inkubator Kampus Bukan Sekadar Ruang Ide, Ini Pusat Lahirnya Bisnis Masa Depan!

    FGD RG Pemasaran Keperilakuan FEB UNS: Inkubator Kampus Bukan Sekadar Ruang Ide, Ini Pusat Lahirnya Bisnis Masa Depan!

    Inkubator startup di perguruan tinggi berperan penting dalam mendorong inovasi dan pertumbuhan bisnis berbasis riset akademik. Dengan menyediakan lingkungan yang kondusif bagi mahasiswa dan peneliti untuk mengembangkan ide-ide mereka menjadi solusi nyata, inkubator bertindak sebagai jembatan antara dunia akademik dan industri.

    Meskipun memiliki potensi besar, inkubator di perguruan tinggi sering kali menghadapi berbagai hambatan yang dapat menghambat perkembangan bisnis rintisan.

    Untuk mencari solusi tersebut Riset Grup Pemasaran Keperilakuan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Focus Discusion Group (FGD) dengan Pusat Inkubasi Bisnis UDINUS (PIB UDINUS) beserta sejumlah startup mahasiswa UDINUS, Rabu, 9 Juli 2025.

    Dalam forum konsultasi tersebut, Dr. Ahmad Ikhwan Setiawan. SE.MT selaku ketua RG Pemasaran Keperilakuan menyampaikan bahwa kualitas mentorship menjadi salah satu faktor kunci yang menentukan keberhasilan startup.

    Mentor bukan hanya memberikan arahan teknis, tetapi juga membimbing dalam pengambilan keputusan strategis, membantu membangun jaringan profesional, serta mendukung pengembangan mental kewirausahaan.

    Membangun jaringan mentor, Inkubator perlu melibatkan berbagai kalangan, mulai dari alumni sukses, praktisi industri aktif, hingga akademisi yang memahami dinamika inovasi dan bisnis.

    Selain itu Dr. Nilla Tristiarini, SE., M.Si., CSRA, Kepala Lembaga Kewirausahaan UDINUS menyampaikan bahwa Perguruan tinggi perlu mengintegrasikan kewirausahaan dalam kurikulum akademik agar mahasiswa terbiasa berpikir bisnis sejak dini.

    Program seperti bootcamp startup, kompetisi inovasi, dan pelatihan bisnis dapat membantu membangun mental wirausaha yang kuat di lingkungan akademik.

    Ditekankan juga oleh Prof. Budhi Haryanto, SE.. MM bahwa Startup yang berbasis riset akademik perlu didampingi dalam proses validasi pasar agar produk yang dikembangkan dapat sesuai dengan kebutuhan industri.

    Perguruan tinggi dapat menyediakan program pelatihan bisnis, riset pasar, dan strategi pemasaran yang efektif untuk membantu startup menemukan pangsa pasar yang tepat.

    Upaya pemasaran proaktif dijelaskan oleh Amina Sukma Dewi, SE., MSi bahwa pemanfaatan platform online seperti media sosial, marketplace, dan iklan digital menjadi keharusan startup untuk menjangkau pelanggan lebih luas.

    Dengan strategi pemasaran yang tepat, startup dapat meningkatkan brand awareness dan mempercepat pertumbuhan bisnis mereka di era digital.

    FGD diakhiri dengan presentasi keberhasilan bisnis dari lima startup UDINUS dalam merambah pasar regional dan nasional.

    Kegiatan FGD antara FEB UNS dan PIB UDINUS memperkuat peran inkubator perguruan tinggi dalam inovasi riset dan kewirausahaan—kontribusi nyata terhadap beberapa tujuan SDGs, terutama: SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui transfer ilmu dan pendampingan strategis; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan mendukung startup berbasis akademik tumbuh dan menciptakan peluang kerja; dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, lewat kolaborasi lintas-institusi.

  • Perkuat Penjaminan Mutu, Prodi Bisnis Digital FEB UNS dan APBISDI Gelar Sosialisasi dan Pendalaman Instrumen Akreditasi LAMEMBA 2025

    Perkuat Penjaminan Mutu, Prodi Bisnis Digital FEB UNS dan APBISDI Gelar Sosialisasi dan Pendalaman Instrumen Akreditasi LAMEMBA 2025

    Prodi S1 Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama dengan Asosiasi Profesi dan Pendidikan Bisnis Digital Indonesia (APBISDI) adakan Sosialisasi dan Pendalaman Instrumen Akreditasi LAMEMBA 2025, Senin 7 Juli 2025 di Gedung Ki Hadjar Dewantara, UNS Tower.

    Kegiatan yang diikuti oleh pengelola Program Studi (Prodi) Bisnis Digital dari perguruan tinggi di Indonesia, menghadirkan narasumber Dewan Eksekutif LAMEMBA (Lembaga Akreditasi Mandiri, Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi) yakni Prof. Dr. Ina Primiana, S.E. MT dan Dr. Ahyar Yuniawan, S.E. M.Si.

    Turut hadir di kegiatan itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Bisnis, dan Informasi,  Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan Kemahasiswaan dan Alumni, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D serta Aldy Fariz Achsanta, S.E., M.Rech.,Ph.D, Kaprodi S-1 Bisnis Digital FEB UNS.

    Ketua APBISDI, Dr. Mery Citra Sondari, S.E., M.Si berharap Prodi Bisnis Digital akan memberikan banyak peluang kerja di industri. Terbukti di beberapa Prodi Bisnis Digital penyerapanannya cukup baik.

    “Peluang ini harus dimanfaatkan dan tetap kita jaga, jangan sampai masyarakat memandang bahwa Prodi Bisnis Digital ini tidak berkualitas. Karena ini adalah prodi baru yang kita harus sama-sama kawal, baik itu nanti dalam hal pengembangan keilmuannya, juga bagaimana penyalurannya ke industri”  tuturnya.

    Oleh karena itu, pengurus nasional APBISDI ini sangat concern dengan kualitas. Beberapa kali APBISDI menyelenggarakan sosialisasi. Selanjutnya akan ditidaklanjuti dengan pendalaman-pendalaman yang dibutuhkan oleh para anggota, kekhasan dari Prodi Bisnis Digital.

    Kegiatan ini tidak berhenti di sini, APBISDI akan membuat berbagai kegiatan untuk mengembangkan. Harapannya dari sosialisasi ini membawa manfaat dan dibawa kembali ke prodi masing-masing untuk kemudian menyiapkan, terutama untuk mengejar akreditasi unggul.

    Sementara itu, Prof. Irwan Trinugroho dalam sambutannya menyampaikan bahwa meskipun Bisnis Digital ini relatif baru, sejak UNS membuka pertama  di jalur SNBT tahun 2023, menjadi program studi dengan keketatan sangat tinggi. Ini menunjukkan, market di luar sana itu mengapresiasi keberadaan Bisnis Digital.

    Dikatakan, Rektor UNS juga menaruh atensi yang tinggi kepada Prodi Bisnis Digital. Sebagai prodi baru tapi keketatannya luar biasa, sehingga di tahun ini UNS menambah dosen bagi Prodi Bisnis Digital,  terpenuhi 3 dosen baru dari yang seharusnya 6 dosen.

    “Sumber Daya Manusianya luar biasa, hampir semua dosennya dari luar negeri dan anak-anak muda semua” ungkapnya.

    Di akhir sambutannya, Prof. Irwan berpesan agar penguatan sistem penjaminan mutu Prodi Bisnis Digital ini bisa dijaga, karena marketnya sudah percaya.

    Kegiatan berlangsung sejak pagi hingga sore. Narasumber memberikan respon dan solusi dari berbagai pertanyaan, permasalahan serta masukan dari para peserta.

    Kegiatan sosialisasi dan pendalaman Instrumen Akreditasi LAMEMBA 2025 yang diselenggarakan oleh Prodi S1 Bisnis Digital FEB UNS bersama APBISDI ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

    Melalui pendekatan retrospektif dan prospektif dalam akreditasi, LAMEMBA menekankan pentingnya budaya mutu dan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dengan fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan relevansi lulusan di dunia kerja.

  • Pengabdian Masyarakat Grup Riset Manajemen Keuangan FEB UNS:  Upaya Mewujudkan Kemandirian UMKM Keluarga Penerima Manfaat (KPM)  Program Keluarga Harapan (PKH)

    Pengabdian Masyarakat Grup Riset Manajemen Keuangan FEB UNS: Upaya Mewujudkan Kemandirian UMKM Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH)

    Grup Riset Manajemen Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertajuk “Upaya Mewujudkan Kemandirian UMKM Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kelurahan Begajah, Sukoharjo.” Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 16 Mei 2025 pukul 13.00–17.00 WIB ini dilaksanakan di Kelurahan Begajah, Sukoharjo, dan dihadiri oleh 30 pelaku UMKM yang merupakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Program Keluarga Harapan (PKH). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam hal pencatatan keuangan dan pemasaran digital.

    Kegiatan ini dihadiri dosen dari Grup Riset Manajemen Keuangan FEB UNS, antara lain Dr. Endang Suhari, M.Si., Dr. Bambang Hadinugroho, S.E., M.Si., Dr. Setianingtyas Honggowati, M.M., Ak., CPMA, Dr. Harmadi, MM, Alpha Liana Yuvita Rahma, S.Hut., MBA., dan Ria Esana, S.AB., MBA. Acara diawali dengan sambutan dari Dr. Bambang Hadinugroho, S.E., M.Si. selaku Ketua Grup Riset Manajemen Keuangan FEB UNS.

    Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Bambang Sudiono, S.Km., MM (Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo) serta Muhammad Jaelani, S.Sos (Koordinator PKH Kabupaten Sukoharjo). Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Widia Lestari selaku pendamping PKH Kabupaten Sukoharjo, Widia Lestari, S.Sos., M.Sos yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat tersebut.

    Materi pertama disampaikan oleh wirausahawan muda, Izzudin Abdurrahman Alghiffari, yang memberikan pelatihan pemasaran digital dengan fokus pada pemanfaatan media sosial seperti status WhatsApp dan Instagram sebagai sarana promosi dan peningkatan penjualan.

    Materi kedua disampaikan oleh Ria Esana, S.AB., MBA., yang memberikan pelatihan pencatatan keuangan menggunakan aplikasi SIAPIK. SIAPIK merupakan sebuah aplikasi yang dirancang untuk membantu pelaku usaha mencatat transaksi secara digital, mudah, dan sistematis. Selama kegiatan berlangsung, peserta diberikan handout berisi pedoman pelatihan baik untuk materi pemasaran digital maupun pencatatan keuangan menggunakan aplikasi SIAPIK.

    Materi ketiga disampaikan oleh Dr. Setianingtyas Honggowati, M.M., Ak., CPMA berupa sesi tanya jawab terkait kendala yang dihadapi oleh peserta dalam menjalankan usaha.  Kegiatan pengabdian ini kemudian ditutup dengan pemberian doorprize serta kesan pesan oleh peserta. Pelatihan ini juga menjadi ajang interaksi yang aktif antara peserta dan narasumber, serta wadah untuk berbagi pengalaman dan tantangan yang dihadapi para pelaku UMKM dalam menjalankan usaha.

    Keterlibatan para dosen dan praktisi diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kapasitas UMKM melalui pemahaman serta keterampilan digital masyarakat dalam pengelolaan usaha. Melalui kegiatan ini, Grup Riset Manajemen Keuangan FEB UNS berharap para pelaku UMKM KPM PKH di Kelurahan Begajah, Sukoharjo dapat semakin mandiri dan adaptif terhadap teknologi. Disamping itu sebagai bentuk upaya mengoptimalkan pemanfaatan media sosial untuk menjangkau konsumen yang lebih luas serta mampu mengelola usaha secara lebih profesional. Ini merupakan salah satu wujud nyata peran perguruan tinggi dalam memberdayakan masyarakat menuju kemandirian ekonomi.

    Kegiatan pengabdian yang diselenggarakan oleh Grup Riset Manajemen Keuangan FEB UNS di Kelurahan Begajah, Sukoharjo, berfokus pada peningkatan literasi keuangan dan pemasaran digital bagi UMKM Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH). Upaya ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan memberdayakan pelaku UMKM agar lebih mandiri, adaptif terhadap teknologi, dan memiliki akses yang lebih luas ke pasar serta layanan keuangan formal

  • Sinergi BPKH dan UNS: Resmikan Pembangunan Islamic Economics and Business Center di FEB UNS

    Sinergi BPKH dan UNS: Resmikan Pembangunan Islamic Economics and Business Center di FEB UNS

    Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta secara resmi memulai pembangunan Islamic Economics and Business Center di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS.

    Peletakan batu pertama pembangunan Islamic Economics and Business Center dilakukan pada Kamis, 17 Juli 2025 di halaman Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.

    Hadir dalam kesempatan tersebut, Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M. Si.; Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, Internasionalisasi, dan Informasi UNS, Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D.; Direktur Direktorat Keuangan, Aset, dan Umum UNS, Taufiq Arifin, S.E., M.Sc., Ph.D, Ak; Anggota Dewan Pengawas BPKH, Dr. Mulyadi; CEO Rumah Zakat, Irvan Nugraha; Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., dan Wakil Dekan Bidang Nonakademik FEB UNS, Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CRA., CRP., ACPA.

    Pembangunan ini menandai tonggak penting dalam upaya penguatan pendidikan, kajian akademik, pengabdian, serta praktik ekonomi dan bisnis syariah di Indonesia. Peletakan batu pertama dilakukan sebagai simbol komitmen BPKH dalam mendukung pendidikan, pengembangan ekosistem ekonomi Islam yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Indonesia.

    Anggota Dewan Pengawas BPKH, Dr. Mulyadi, dalam sambutannya menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari Program Kemaslahatan BPKH yang dibiayai dari nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU), bukan dari dana setoran awal jemaah haji. Dalam program ini, BPKH menggandeng mitra kemaslahatan Rumah Zakat.

    “Saat ini, BPKH mengelola sekitar Rp3,9 triliun Dana Abadi Umat yang diinvestasikan ke dalam berbagai instrumen syariah. Pokok dananya tidak digunakan, namun nilai manfaatnya kami salurkan untuk mendukung program-program kemaslahatan di seluruh Indonesia. Termasuk pembangunan pusat studi ekonomi Islam ini yang masuk ke dalam asnaf Pendidikan dan Dakwah yang akan menjadi bagian dalam membangun masyarakat di Indonesia,” jelas Dr. Mulyadi.

    Islamic Economics and Business Center diharapkan menjadi wadah pengembangan pendidikan keilmuan dan keterampilan praktis di bidang ekonomi dan bisnis syariah.

    Program-program yang ditawarkan dirancang untuk mencetak talenta dan pelaku ekonomi yang kompeten dan mampu menjawab tantangan ekonomi global melalui pendekatan berbasis nilai-nilai Islam yang berdampak bagi kemajuan bangsa Indonesia.

    “Selain itu, Islamic Economics and Business Center juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai konsep-konsep ekonomi dan bisnis syariah, guna mendorong penerapan prinsip-prinsip ekonomi dan bisnis Islam yang adil, berkelanjutan, dan inklusif, baik dalam skala individu maupun komunitas,” ujar Dr. Mulyadi.

    Dr. Mulyadi optimis bahwa sinergi antara BPKH dan UNS akan terus berlanjut dan berkontribusi dalam mengembangkan pendidikan, penelitian dan pengabdian, serta dapat mencetak generasi pemimpin, pelaku ekonomi dan bisnis syariah yang unggul dan berintegritas yang pada akhirnya memajukan bangsa Indonesia.

    Sementara itu, Rektor UNS, Prof. Dr. dr. Hartono, M.Si., menyambut antusias pembangunan Islamic Economics and Business Center di kampus UNS.

    Dalam pernyataannya, Prof. Hartono menyebut pembangunan gedung ini sebagai sebuah amanah besar yang telah lama dinantikan oleh sivitas akademika dan masyarakat luas di Indonesia.

    “Ini adalah gedung yang dinanti-nantikan, dan kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Rumah Zakat yang berkenan untuk berperan dalam merealisasikan gedung Islamic Economics and Business Center di UNS,” ujarnya.

    Menurut Prof. Hartono, gedung ini bukan hanya sekadar bangunan fisik, melainkan simbol dari harapan dan cita-cita besar yang berdampak bagi masyarakat Indonesia dan harus dijaga bersama.

    “Kami menyambut baik amanah yang luar biasa ini, yang wajib kita jaga bersama. Ini merupakan yang pertama dan harapannya dapat menjadi contoh. Gedung ini tidak hanya berdiri sebagai gedung saja, tetapi betul-betul aktivitas di dalamnya dapat memberikan manfaat kepada UNS, masyarakat sekitar, bangsa dan negara, khususnya umat Muslim dan perkembangan ekonomi dan bisnis Islam,” imbuh Prof. Hartono.

    Pembangunan Islamic Economics and Business Center ini merupakan wujud nyata sinergi antara UNS dan BPKH dalam mendorong pengembangan dan memajukan masyarakat Indonesia. Yaitu melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian dalam menerapkan ilmu ekonomi dan bisnis syariah yang berkelanjutan, aplikatif, dan berdampak.

    Pembangunan Islamic Economics and Business Center di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) merupakan langkah strategis dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam aspek pendidikan berkualitas (SDG 4), pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (SDG 8), serta pengurangan ketimpangan (SDG 10).

    Melalui pusat studi ini, diharapkan dapat mencetak talenta unggul di bidang ekonomi dan bisnis syariah yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga berintegritas dan berdaya saing di tingkat global. Program-program yang ditawarkan akan memperkuat inklusi keuangan dan mendorong penerapan prinsip-prinsip ekonomi dan bisnis Islam yang adil, berkelanjutan, dan inklusif, baik dalam skala individu maupun komunitas. Dengan demikian, pembangunan ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi kemajuan bangsa Indonesia dan umat Muslim di seluruh dunia

  • Tim PKM-UNS Gelar Pendampingan dalam Upaya Meningkatkan Literasi Keuangan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Kabupaten Karanganyar

    Tim PKM-UNS Gelar Pendampingan dalam Upaya Meningkatkan Literasi Keuangan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Kabupaten Karanganyar

    Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan kegiatan pendampingan dalam upaya meningkatkan literasi keuangan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Kabupaten Karanganyar. Pendampingan di Kabupaten Karanganyar tersebut dilaksanakan pada hari Rabu,  2 Juli 2025.

    Tim PKM-UNS yang diketuai oleh Prof. Dr. E. Muhtar, S.Pd., M.Si., CFRA. menggelar kegiatan pendampingan tersebut yang dihadiri oleh UMKM yang berada di Lingkungan Kabupaten Karanganyar. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dr. Jaka Winarna, M.Si., Ak., CA. dan Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CRA., CRP., ACPA. selaku anggota dari Tim PKM-UNS dan pemilik UMKM yang bergerak di berbagai bidang usaha yang tersebar di seluruh Kabupaten Karanganyar.

    Dalam pembukaan acara tersebut, Sutaryo, Ph.D. menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya meningkatkan kapasitas usaha, tapi juga memperkuat inklusi keuangan serta membangun UMKM yang mandiri, berdaya saing dan tahan terhadap tantangan bisnis jangka panjang.

    Ia juga menambahkan bahwa literasi keuangan yang baik akan membantu masyarakat, terutama pelaku UMKM, untuk lebih cerdas dalam mengelola pendapatan dan modal usaha, yang pada gilirannya akan mendukung pertumbuhan ekonomi di khususnya di Kabupaten Karanganyar.

    Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan sharing session dari para peserta terkait pengalaman pemilik UMKM mengenai tantangan dan strategi dalam menjalankan usaha, serta bagaimana meningkatkan daya saing produk di pasar nasional maupun global.

    Kegiatan pendampingan literasi keuangan ini menunjukkan kontribusi nyata terhadap SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya target 8.3 yang mendorong pengembangan usaha produktif serta inklusi keuangan bagi UMKM; sekaligus memperkuat SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan finansial pelaku usaha.