FEB

Kategori: fakultas

  • Diskusi Magang Riset Internasional, Hadirkan Carmen Aquilar Cabello

    Diskusi Magang Riset Internasional, Hadirkan Carmen Aquilar Cabello

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Diskusi Magang Riset Internasional dengan menghadirkan Carmen Aquilar Cabello, Mahasiswa Master Program in Sustainable Economics Wageningen University and Research, the Netherland yang sedang melakukan riset di FEB UNS.

    Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan (WD) Bidang Akademik dan Penelitian FEB dalam sambutannya menyampaikan beberapa kegiatan seperti kegiatan hari ini merupakan bagian dari kegiatan internasional di FEB UNS.

    Menurutnya, saat ini FEB masih terus berusaha untuk mengembangkan program-program menarik untuk mahasiswa kelas internasional dengan tujuan untuk memberikan pengalaman dan akses yang lebih baik ke program student mobility.

    Mahasiswa bisa melakukan pertukaran pelajar ke universitas partner FEB UNS di area ASEAN, seperti Malaysia, Thailand, ataupun Filipina. FEB UNS juga memiliki kerja sama dengan universitas di Taiwan dan Rusia yang juga menawarkan program pertukaran pelajar.

    “Program lain, kita juga punya program kerja sama dengan universitas di Belanda (Netherlands). Kesempatan yang saat ini ada memungkinkan mahasiswa FEB UNS untuk melakukan pertukaran pelajar dalam program short-course (satu semester) ataupun untuk jangka waktu yang lebih panjang (satu tahun),” jelas Prof. Tri Mulyaningsih.

    Lebih lanjut Prof. Tri Mulyaningsih menyampaikan bahwa untuk mahasiswa kelas internasional, fakultas berusaha memberikan kesempatan yang lebih luas agar mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk belajar di luar negeri baik itu short-term, long-term, ataupun double-degree program.

    Selain informasi terkait program exchange (baik inbound maupun outbound), dalam sesi diskusi tersebut juga menghadirkan contoh dari student inbound yang saat ini sedang belajar di FEB UNS, Carmen Aquilar Cabello, Mahasiswa Master Program in Sustainable Economics Wageningen University and Research, the Netherland.

    “Kalau sebelumnya saya membahas mengenai student outbound, saat ini kita juga kedatangan contoh dari student inbound. Carmen disini adalah mahasiswa magister yang sedang melakukan riset di FEB UNS. Dengan contoh ini diharapkan kalian menjadi mengetahui bahwa skema mobility tersedia dalam berbagai bentuk, model, namun dengan satu tujuan yaitu mendapatkan pengalaman baru,” ungkap Prof. Tri Mulyaningsih.

    Carmen kemudian diberi kesempatan untuk menjelaskan kegiatan riset yang sedang dilaksanakan di FEB UNS.

    Dalam risetnya, Carmen meneliti tentang pola diet remaja di Indonesia.

    “Indonesia adalah lokasi yang sangat baik untuk melakukan riset/studi karena setiap negara yang mengalami kemajuan tingkat ekonomi akan diikuti dengan transisi nutrisi. Artinya komposisi diet masyarakat cenderung berubah dari tradisional intake menjadi makanan olahan (processed food). Hal ini juga menjadi faktor pendorong peningkatan obesitas di negara yang ekonominya baru-baru saja bertransisi menjadi negara maju (developed countries), sehingga kita perlu mengetahui akar permasalahannya dari awal,” jelasnya.

    Carmen juga menjelaskan proses yang perlu dilengkapi dalam proses kuliah di luar negeri sebagai mahasiswa dari Spanyol yang kuliah di Belanda dan melakukan riset di Indonesia.

    Menyambung penjelasan dari Carmen, Tri Mulyaningsih menjelaskan keterkaitan antara ilmu ekonomi (ekonomi pembangunan) dengan kesehatan sebagaimana dilaksanakan dalam riset Carmen.

    Pada dasarnya studi ilmu ekonomi seringkali berfokus dalam usaha untuk membuat kebijakan publik yang efektif dan efisien, sehingga dalam kesehatan, khususnya terkait diet remaja, penelitian tersebut kemudian bertujuan untuk menemukan rumusan kebijakan yang tepat.

  • Prodi S1 Manajemen Adakan Workshop Applied Research

    Prodi S1 Manajemen Adakan Workshop Applied Research

    Program Studi S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Workshop Pendekatan Applied Research dalam Manajemen, Rabu, 4 Desember 2024 di Ruang Sidang I Gedung Soeharno TS FEB UNS.

    Kegiatan yang diikuti oleh Dosen Prodi Manajemen menghadirkan narasumber Prof. Drs. B.M. Purwanto, M.B.A., Ph.D.

    Dr. Sinto Sunaryo, S.E., M.Si.,SHRM.CP dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Prof. B.M. Purwanto yang telah berkenan hadir untuk sharing terkait pendekatan applied research.

    “Terima kasih kepada Prof. B.M yang telah meluangkan waktu untuk hadir di FEB UNS, kita akan bersama-sama diskusi mengenai salah satu pendekatan riset, applied research yang juga kita inginkan untuk dapat dikembangkan di Prodi Manajemen” ungkapnya.

    Lebih lanjut dikatakan, selama ini, riset yang dilakukan oleh Dosen Manajemen sebagian besar adalah adalah pure research, sehingga sharing dari pendekatan yang berbeda akan semakin memberi warna pada pendekatan riset yang dilakukan dosen.

    Applied research juga akan memberi warna, bukan hanya pada riset yang dilakukan oleh dosen tetapi juga dilakukan oleh mahasiswa.

    “Disamping pure research, kita bisa juga menggunakan applied research dan terlebih lagi mahasiswa kita sudah mulai tertarik untuk menggunakan applied research terutama mahasiswa-mahasiswa FEB yang mengambil MBKM” tuturnya.

    Harapannya, semoga diskusi ini bisa memberikan pendalaman, bagaimana kita bisa mulai dan mengembangkan pendekatan penelitian lain, salah satunya adalah applied research.

    Diskusi ini, bukan hanya pada konteks penelitian yang dilakukan sebagai dosen, tapi juga apa arah yang sedang dituju fakultas dalam rangka eligibility menuju akreditasi internasional AACSB.

    “Pendekatan-pendekatan riset yang dilakukan menjadi salah sau poin yang dipertimbangkan dalam AACSB. Kehadiran Prof. B.M akan dioptimalkan untuk pengembangan wawasan dan kesiapan kita untuk menuju AACSB “ paparnya,

    Ini adalah kegiatan awal, ke depan Prodi Manajemen bersama Prof BM akan lanjut diskusi yang lebih dalam terkait pendekatan penelitian.

    Di kegiatan itu, Siti Khoiriyah, S.E., M.Si memandu jalannya sesi paparan narasumber dan juga diskusi.

  • Mahasiswa Bisnis Digital FEB UNS Latih Komunitas Difabel Buat Konten 

    Mahasiswa Bisnis Digital FEB UNS Latih Komunitas Difabel Buat Konten 

    7 Mahasiswa S-1 Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) difabel yang tergabung Komunitas Difabel Berdaya Solo membuat konten digital untuk memasarkan produk yang telah mereka buat.

    Praktik langsung yang dipandu oleh mahasiswa digelar setelah para UMKM menerima beberapa materi yang disampaikan narasumber Tokopedia.

    Ke 7 mahasiswa dibagi dalam 5 kelompok meja UMKM dan memberikan pelatihan untuk membuat video pendek yang semenarik mungkin untuk menarik pembeli.

    Beberapa rekomendasi short video untuk mendorong pembelian yakni pada 0-2 detik pertama, tampilkan produk dan tulis frasa menarik untuk menarik perhatian, misalnya “baju sekece ini hanya 50 ribu?”.  3-10 detik berikutnya, tunjukkan detil dan penggunaan produk secara langsung dalam video. Setiap pengambilan gambar harus menampilkan keunggulan produk yang berbeda.

    10-15 menit selanjutnya bagikan call-to-action (CTA) yang jelas untuk penonton, akhiri video dengan pengingat tentang keunggulan produk dan selalu gunakan teks untuk membuat video lebih informatif.

    Para UMKM sangat antusias mengikuti pelatihan yang dipandu para mahasiswa, ada yang menawarkan kemeja, tas yang terbuat dari sumbu kompor dengan aneka warna, snack (camilan) dan lain sebagainya.

    Kegiatan ini diselenggarakan  oleh Tokopedia dan Shoptokopedia bekerja sama dengan Komunitas Berdaya Solo dan FEB UNS dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Nasional, yang jatuh pada 3 Desember 2024.

    Komunitas Difabel Berdaya Solo yang telah berdiri sejak 2020 merupakan wadah bagi penyandang disabilitas untuk berkarya dan berbisnis. Ratusan anggota tersebar di wilayah Soloraya dan telah memiliki UMKM.

    Ketua komunitas, Sri Hartatik menyampaikan bahwa selama ini pelatihan yang diadakan bersifat sementara dan bergilir. Belum ada media yang memfasilitasi belajar secara berkelanjutan sehingga pemahaman mereka terbatas. Ia berharap ada pendampingan yang berkelanjutan.

  • FEB UNS Menerima Kunjungan FE UNTIDAR, Benchmarking Optimalisasi Layanan  

    FEB UNS Menerima Kunjungan FE UNTIDAR, Benchmarking Optimalisasi Layanan  

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan Fakultas Ekonomi Universitas Tidar (UNTIDAR) Magelang, Jumat 6 Desember 2024 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS

    Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA, Wakil Dekan Bidang Non Akademik FEB UNS mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada rombongan dari FEB UNTIDAR.

    “Terima kasih atas kunjungan ke FEB UNS, kami menerima dengan senang hati, monggo kiranya informasi apa yang bisa kami berikan dan pengalaman yang kami punya. Silahkan disharingkan, ini prosesnya berdikusi ya, saling memberi dan menerima informasi, jika ada baiknya dari FE UNTIDAR bisa juga akan kami gunakan. Kunjungan ini bukan dalam arti kami lebih maju, tapi prinsipnya kesetaraan’’ jelasnya.

    Lebih lanjut, Sutaryo, Ph.D menjelaskan secara umum Tenaga Kependidikan (Tendik) di FEB UNS.

    FEB UNS memiliki 46 Tendik berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Non PNS serta 10 Tenaga Outsourcing, sehingga total 56 pegawai.

    Dalam struktur organisasi FEB UNS dibantu oleh Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) dan Kepala Subbagian Akademik dan Non Akademik. Akademik terkait dengan perkuliahan dan perizinan dan lain-lain, Non Akademik meliputi semua bidang di luar akademik, yakni kepegawaian, sumber daya manusia, sarana prasarana, kerja sama, keuangan, dan informasi.

    Sutaryo, Ph.D juga mengatakan, Dekanat yang baru 3 bulan dilantik, salah satu tugas pokoknya adalah terkait pencapaian akreditasi internasional AACSB.

    Di akreditasi ini, selain dosen, mahasiswa, tendik pun tidak kalah pentingnya.

    “Kedepannya, kami merencanakan peningkatan kompetensi untuk tendik, baik terkait perkuliahan, keuangan, sarana prasarana, kepegawaian, kerja sama maupun informasi” ungkapnya.

    Lebih lanjut Ia juga memperkenalkan Tendik yang hadir dalam penerimaan kunjungan tersebut.

    Sementara itu, Ari Nurul Fatimah, SE., M.Acc, Wakil Dekan Non Akademik FE UNTIDAR mengucapkan terima kasih kepada FEB UNS yang telah memberikan sambutan hangat dalam rangka benchmarking dari FE UNTIDAR.

    “Kunjungan ini dalam rangka sharing beberapa hal terkait tendik, khususnya pelayanan, kompetensi, sistem yang digunakan oleh layanan fakultas. Lebih lanjut untuk mengetahui keterampilan dan  kompetensi apa saja yang sudah dimiliki oleh Tendik FEB UNS, demikian juga saling berbagi informasi layanan yang optimal karena mahasiswa adalah konsumen utama” paparnya.

    Sesi diskusi yang dipimpin oleh Arif Farida Tri Rejeki, S.Pd., M.Si, Kabag TU FEB UNS berjalan dengan lancar. Beberapa Tendik saling berbagi informasi dan pengalaman dalam menjalankan tugasnya.

  • Kunjungi OJK, Mahasiswa FEB UNS Diharapkan Jadi Agen Literasi Keuangan

    Kunjungi OJK, Mahasiswa FEB UNS Diharapkan Jadi Agen Literasi Keuangan

    30 Mahasiswa Program Studi S-1 Ekonomi Pembangunan (EP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan Observasi Lapangan pada Mata Kuliah Bank dan Lembaga Keuangan, Selasa 3 Desember 2024 di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo.

    Ayya Agmulia Asmarani Islam, S.E., M.E., Dosen Pengampu Mata Kuliah Bank dan Lembaga Keuangan, mewakili Kepala Program Studi S-1 EP Dr. Muhammad Yusuf Indra Purnama menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada OJK Solo yang telah menerima kunjungan mahasiswa FEB.

    Dikatakan, kunjungan ini bukan sekedar kegiatan akademik tapi juga merupakan langkah nyata dalam menjembatani teori yang dipelajari di kelas.

    Harapannya, mahasiswa lebih mengetahui bagaimana pengawasan sektor keuangan mendukung dan berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Dan juga mahasiswa akan mendapatkan edukasi tentang investasi yang legal dan ilegal agar tidak terjerat investasi yang “bodong” atau judol.

    “Hari ini, kita melakukan kunjungan ke kantor OJK Solo untuk mendapatkan edukasi bagi mahasiswa FEB. Dan saya mengajak mahasiswa untuk berpartisipasi aktif di saat kegiatan edukasi keuangan ini. Jika ada yang ingin ditanyakan kepada narasumber, manfaatkan waktu sebaik-baiknya mumpung ada pakarnya dari OJK Solo, bagaimana cara menghindari investasi ilegal, atau bagaimana jika ingin berkarir di OJK Solo, saya berharap Temen-Temen mendapatkan banyak hal yang baik di hari ini” ungkapnya.

    Susan Diah Kusumaningrun, Kepala Sub Bagian Pengawasan Perbankan OJK dalam sambutannya berharap di acara ini, para mahasiswa mendapatkan pengetahuan lebih tentang OJK dan juga mendapatkan edukasi keuangan.

    Lebih lanjut dijelaskan, hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2024, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia  65,43 persen, sudah hampir sama dengan indeks inklusi keuangan sebesar 75,02 persen. Sebelumnya, tahun 2022 literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 49,68 persen dan indeks inklusinya 85,10%.

    “Tingkat literasi keuangan dulu 40-an persen sekarang sudah 65-an persen, sedangkan inklusi keuangan sebelumnya 85-an persen malah sekarang turun menjadi 75-an persen. Dari hasil survei tersebut, tandanya ada gap. Tahun ini literasinya sudah bagus, masyarakat sudah mulai teredukasi” katanya kemudian.

    Ini merupakan capaian yang kita banggakan, edukasi yang kita lakukan ada dampaknya bagi masyarakat. Harapannya, para mahasiswa yang telah teredukasi seperti melalui kunjungan ini akan menjadi kepanjangan tangan OJK. Para mahasiswa juga bisa memberikan edukasi langsung ke masyarakat.

    Lebih lanjut, Susan berpesan kepada mahasiswa agar berhati-hati dalam menggunakan digitalisasi keuangan. Ia juga berpesan agar mahasiswa menjauh dari judi online yang saat ini sedang marak karena korbannya sudah cukup banyak.

    Menurutnya, judi tidak akan membuat kaya, bahkan akan membuat miskin, awalnya mungkin akan diberikan kemenangan dulu tapi kemudian akan kehilangan yang lebih banyak.

     “Di kunjungan ini, salah satu harapan kami, kalian lebih aware lagi jika mendapatkan penawaran investasi online maupun offline, harus bisa membedakan, logis atau tidak, di dunia ini nggak ada yang instan, perlu usaha, kalian harus pelajari dulu produknya, diawasi siapa, hasilnya apa, benar nggak, cek di pencarian pernah nggak ada penipuan terhadap investasi ini” nasihatnya.

    Di kunjungan ini, mahasiswa juga mendapatkan edukasi keuangan digital dan proses magang di OJK oleh beberapa narasumber OJK.

  • Guest Lecture Hadirkan Tiga Pembicara RUDN University Russia

    Guest Lecture Hadirkan Tiga Pembicara RUDN University Russia

    Pembahasan terkait keberlanjutan, kesenjangan, serta peran ekonomi digital saat ini menjadi topik diskusi yang menarik mengingat cepatnya proses digitalisasi dan transformasi teknologi.

    Kondisi transformasi yang sangat dinamis ini kemudian menumbuhkan pertanyaan kritis terkait peran dari kemajuan teknologi dalam menunjang penggunaan sumberdaya berkelanjutan.

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menyajikan sebuah agenda Kuliah Tamu untuk membahas topik tersebut.

    Menghadirkan tiga narasumber dari RUDN University Russia, gelaran Kuliah Tamu tersebut dilaksanakan pada hari Senin 18 November 2024, di Aula Konimex FEB UNS.

    Ketiga pembicara yang hadir sebagai narasumber pada agenda tersebut adalah Prof. Svetlana Ratner dari RUDN University Russia, Assoc. Prof. Svetlana Balashova, Head of Economic and Mathematical Modelling Department RUDN University Russia sekaligus Executive Director dari International Center for Emerging Markets Research (ICEMR), dan Assoc. Professor. Konstantin Gomonov yang juga hadir dari RUDN University.

    Dalam paparan-nya, Prof. Svetlana Ratner menyampaikan materi berjudul “ESG investments for sustainable future: financial instruments for green projects.”

    Mengawali materinya, Prof. Svetlana menjelaskan bahwa ESG adalah cara untuk memilih aset portofolio sesuai dengan kriteria environment (lingkungan), social (sosial), dan governance (tata kelola). Lebih lanjut, beliau menjelaskan terkait sejarah perkembangan ESG hingga aspek yang menghambat perkembangan ESG.

    Svetlana Balashova dengan tajuk materi “Inequality and Digitalization.” Dalam paparannya terdapat tiga topik utama yang dibahas antara lain cara mengukur inequality (kesenjangan), definisi dari kesenjangan kesempatan, dan bagaimana transformasi digital mempengaruhi kesenjangan. Menurut beliau, ketersediaan akses terhadap teknologi informasi dan komunikasi serta pengembangan keterampilan digital di kalangan masyarakat telah menjadi fokus perhatian di banyak negara di dunia modern. Meskipun begitu, untuk mengurangi kesenjangan digital tidaklah cukup hanya dengan mengembangkan infrastruktur TIK saja, tetapi untuk meningkatkan kualitas hidup perlu meningkatkan tingkat literasi digital dan kecakapan TIK.

    Konstantin Gomonov menjelaskan tentang “Analysis of the level of development of the circular economy (using the example of the European Union countries).” Menurutnya ekonomi sirkuler (circular economy) memiliki tujuan untuk menyelaraskan kegiatan ekonomi dengan keberlanjutan ekologi. Sementara dalam risetnya, ekonomi sirkuler seringkali dianalisa menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA) dan Object-Oriented Approach.

  • Magister Akuntansi  FEB UNS Bahas Carbon Tax dalam Journal of Accounting, Governance and Organization Working Paper Forum

    Magister Akuntansi  FEB UNS Bahas Carbon Tax dalam Journal of Accounting, Governance and Organization Working Paper Forum

    Carbon tax atau pajak karbon menjadi salah satu kebijakan yang dapat diambil oleh sebuah negara dalam menurunkan emisi gas karbon. Pajak ini pada dasarnya serupa dengan pajak lain yang dikenakan ataupun dibebankan atas produk atau kegiatan tertentu, dimana perhitungannya didasarkan pada besarnya kontribusi pada emisi gas karbon yang berasal dari kegiatan bisnis atau industri manufaktur.

    Keterangan tersebut disampaikan oleh Dr. Yusniyati Yusri dalam gelaran Journal of Accounting, Governance and Organization Working Paper Forum yang diselenggarakan secara daring pada Jum’at 6 Desember 2024.

    Pada kesempatan tersebut, Dr. Yusniati Yusri menyampaikan hasil riset berjudul “Carbon Tax: Is Malaysia Ready for it? Perception from Business Owner” yang membahas terkait kesiapan pemilik bisnis di Malaysia menjelang penerapan pajak karbon di negara tersebut.

    “Pajak karbon berkaitan dengan emisi gas karbon di sebuah negara, pajak ini ditetapkan untuk mengatur emisi karbon, dimana biaya yang dikenakan dibayarkan oleh emitter (perusahaan manufaktur ataupun pemilik bisnis) yang besarannya ditetapkan oleh tiap-tiap negara,” jelas Dr. Yus.

    Meskipun begitu pengetahuan mendalam terkait pajak karbon perlu dimiliki oleh warga negara khususnya pelaku usaha yang kemudian akan menjadi objek dari pajak karbon. Pertanyaan yang perlu dijawab kemudian adalah apakah sebuah negara siap untuk menerapkan pajak karbon?

    Pertanyaan tersebut kemudian menjadi latar belakang dari riset deskriptif kuantitatif yang disampaikan oleh dosen dari University Putra Malaysia tersebut.

    Dalam risetnya, Dr. Yus menggunakan instrumen kuesioner yang ditujukan kepada pemilik bisnis di area Petailing Jaya Malaysia. Hasilnya menunjukkan bahwa sekitar 50% dari responden menyatakan bahwa mereka merasa khawatir akan isu lingkungan.

    “Sekitar 50% responden berpendapat bahwa pemerintah adalah pihak yang berkewajiban dan harus berperan aktif untuk mengurangi dampak lingkungan, sementara 32% berpendapat bahwa rumah tangga/individu adalah pihak yang bertanggungjawab untuk mengurangi dampak lingkungan,” jelas Dr. Yus.

    Lebih lanjut, hasil dari riset menunjukkan bahwa 55% responden sudah mengetahui tentang pajak karbon namun hanya sekitar 44% responden yang menyadari terkait pajak karbon. Dalam hal penerapan pajak karbon di negara berkembang 50% responden telah menyadari fakta tersebut, namun hanya 25% responden yang menyatakan bahwa mereka mengetahui efektivitas penerapan pajak karbon, dan sisanya menyatakan tidak yakin akan efektivitas penerapan pajak karbon ataupun tidak mengetahui.

    Ini menunjukkan apakah mereka (responden) akan menerima penerapan pajak karbon atau tidak, dimana mayoritas responden menyatakan bahwa pelaku bisnis harus mendukung rencana program pemerintah,” ungkap Dr. Yus.

    Di akhir sesi acara Dr. Yus menyampaikan ungkapan terima kasih kepada komite pelaksana acara.

    “Terima kasih kepada panitia yang telah mengundang saya dalam acara working paper ini, saya berharap agar hasil riset ini dapat bermanfaat bagi proses belajar di Indonesia,” ujar Dr. Yus.

    Senada dengan harapan Dr. Yus, Dr. Lulus Kurniasih selaku Kepala Program Studi Magister Akuntansi (MAKSI) juga menyampaikan harapannya di pidato pembukaan.

    “Terima kasih kepada Dr. Yusniati dan juga Prof. Agung Nur Probohudono, agenda working paper pada hari ini bertujuan untuk mendapatkan wawasan terkait bagaimana menulis artikel ilmiah serta untuk mengetahui tren terkini di bidang riset perpajakan. Topik ini (pajak karbon) masih sangat baru sehingga bisa menjadi bahan diskusi dan riset yang menarik serta memiliki tingkat kebaharuan yang tinggi,” ungkap Dr. Lulus.

  • Tim Mahasiswa Bisnis Digital FEB UNS Juara 2 National Business Plan Competition 2024

    Tim Mahasiswa Bisnis Digital FEB UNS Juara 2 National Business Plan Competition 2024

    Tim Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil meraih Juara 2 National Business Plan Competition 2024 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta, 7 Oktober 2024.

    Di final, Laurensius Erlangga Putra Aksami, Aisyah Huril ‘Ain Saajida, dan Kenan Safara Nugroho bersaing melawan 6 tim lainnya untuk mempresentasikan ide bisnis.

    Tahapan National Business Plan Competition 2024 diikuti oleh tim mulai dari seleksi proposal business plan, tim harus mengajukan ide bisnis yang inovatif dan relevan. Setelah lolos seleksi proposal, lanjut ke tahap final, yaitu pitching di depan dewan juri.

    Semua tahapan lomba mengajarkan banyak hal kepada tim dari FEB UNS yang diketuai oleh Erlangga tentang bagaimana membangun dan mempresentasikan rencana bisnis yang solid.

    Kepada feb.uns.ac.id, Erlangga menyampaian bahwa tujuan mengikuti lomba ini adalah untuk mencoba hal baru, mengembangkan potensi diri, dan mengukur kemampuan melalui kompetisi. Selain itu, juga ingin menantang diri untuk keluar dari zona nyaman dan mendapatkan pengalaman berharga yang tentunya dapat meningkatkan wawasan kami.

     “Sebagai tim yang berkompetisi dalam lomba business plan, kami memulai persiapan dengan mengidentifikasi permasalahan yang ada, khususnya di Surakarta. Salah satu permasalahan yang kami temukan adalah masih banyaknya pengrajin kesenian yang kesulitan mendapatkan akses ke pasar yang lebih luas. Berdasarkan analisis tersebut, kami merancang ide bisnis yang relevan untuk menjawab tantangan ini sekaligus memenuhi kebutuhan perlombaan” ungkapnya.

    Menurutnya, momen final adalah pengalaman yang paling berkesan. Bertemu dengan para pesaing yang hebat dan berbagi ilmu bersama mereka menjadi pengalaman yang sangat berharga. Selain itu, insight yang diberikan oleh para juri memberikan tim banyak pelajaran baru dan sudut pandang yang lebih luas untuk terus berkembang.

    “Ikut lomba National Business Plan Competition 2024 itu seru banget, tapi capek juga! Proses persiapannya nggak gampang, mulai dari riset, nyusun proposal, sampai pitch di depan juri, semua butuh waktu dan tenaga ekstra. Tapi, semua usaha itu terbayar banget karena bisa belajar banyak, ketemu tim-tim keren, dan dapetin feedback yang bikin kami lebih paham cara ngembangin ide bisnis. Walaupun capek, pengalaman ini bikin kami lebih semangat buat terus maju” paparnya penuh semangat.

    Erlangga memberikan pesan kepada teman-teman FEB, jangan pernah ragu untuk mengikuti berbagai ajang perlombaan. Melalui pengalaman ini, kalian akan melatih daya kritis, mendapatkan wawasan baru, dan memperluas ilmu, khususnya di luar lingkup perkuliahan. Ayo, beranikan diri untuk mencoba!

  • Tindaklanjuti Diskusi Kolaborasi Akademik dan Riset, 3 Delegasi RUDN University Berkunjung ke FEB UNS

    Tindaklanjuti Diskusi Kolaborasi Akademik dan Riset, 3 Delegasi RUDN University Berkunjung ke FEB UNS

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan  delegasi dari RUDN University, Rusia, Senin 18 November 2024 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS.

    Ketiga delegasi RUDN University yakni Konstantin Gomonov, Svetlana Ratner dan Svetlana Balashova diterima oleh pimpinan FEB UNS.

    Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian mengucapkan terima kasih kepada delegasi RUDN yang telah hadir. Mengingat jauhnya jarak dan waktu yang harus ditempuh dari Rusia ke Indonesia.

    Prof. Tri Mulyaningsih juga memperkenalkan program studi yang ada di FEB UNS yang terdiri dari 4 (empat) program studi (prodi) sarjana (S1).

    Lebih lanjut beliau Prof. Tri Mulyaningsih berfokus pada pembahasan terkait kolaborasi di bidang akademik dan riset, khususnya terkait potensi joint-program seperti online teaching, kolaborasi akademik, maupun double-degree.

    “Akan sangat baik jika kemudian FEB UNS dan RUDN dapat bekerjasama dalam pembuatan mata kuliah baru yang saat ini belum ditawarkan di UNS, khususnya terkait analisis kuantatif yang merupakan keunggulan dari RUDN” ungkapnya.

    Dalam hal riset, Prof. Tri Mulyaningsih juga memperkenalkan beberapa topik riset yang berpotensi untuk kolaborasi.

    Sementara itu Konstantin Gomonov menjelaskan tentang profil RUDN University.

    “Kami memiliki lebih dari 2000 alumni, dengan banyak Fakultas yang tersedia seperti Fakultas Ekonomi. Selain itu kami juga memiliki program lain seperti Higher school, akademi, dan institut. Kami juga menyediakan kesempatan bagi mahasiswa FEB UNS nantinya untuk bisa mendapatkan beasiswa (research grants) untuk mahasiswa internasional,” jelasnya.

    Beberapa program yang populer di kalangan mahasiswa internasional di tahun 2023 antara lain General Medicine sebagai program paling populer dan Ekonomi serta Manajemen di posisi ketiga dan keempat secara berurutan.

    “Universitas kami juga menyediakan training yang disampaikan dalam berbagai bahasa yang bekerja sama dengan komunitas profesional dan perusahaan start-ups. Serta 72 program studi yang tersedia dengan 4 (empat) bahasa pengantar, Bahasa Inggris, Bahasa Spanyol, Bahasa Perancis, dan Mandarin,” ungkapnya.

    RUDN juga memiliki budaya riset yang baik dengan dukungan lebih dari 200 laboratorium dan 40 pusat studi yang mendorong riset multidisiplin. Tersedia pula berbagai asosiasi/organisasi mahasiswa antar budaya sebagai bentuk dukungan yang diberikan kepada mahasiswa internasional yang berasal dari 160 negara.

    “Dalam hal peringkat, universitas kami saat ini berada di peringkat 316 QS University World Ranking, peringkat ke-3 di Rusia, sehingga kami memiliki posisi peringkat yang baik di bidang Matematika dan Ekonometrika. Dengan begitu universitas kami terbuka untuk kolaborasi internasional,” tutupnya.

    Di kesempatan yang sama, Svetlana Ratner mengucapkan terima kasih atas undangan yang diberikan. Ia menjelaskan bahwa kedatangan delegasi RUDN Rusia kali ini adalah untuk menindaklanjuti diskusi kolaborasi yang telah diinisiasi di dua kunjungan sebelumnya.

    “Ini adalah kunjungan ketiga kami dan kami merasa terkesan dengan kunjungan pertama kami sehingga kami mencoba untuk melanjutkan diskusi terkait kolaborasi antara kedua universitas. Pada kesempatan ini kami akan lebih fokus ke Fakultas Ekonomi RUDN, khususnya di Departemen Ekonomi dan Pemodelan Matematika (Department of Economic and Mathematical Modelling),” jelasnya.

    Ia juga memperkenalkan beberapa program studi di Department of Economic and Mathematical Modelling yaitu program sarjana yang berfokus pada studi terkait ‘Project Analysis’ dan ‘Modeling in Economics.’ Selain itu juga terdapat dua program Magister (S2).

    Lebih lanjut Ia menyampaikan beberapa program kerja sama double degree yang dilaksanakan dengan kolaborasi dari universitas partner internasional RUDN. Selain terkait program pendidikan dibahas pula riset terkini dari delegasi RUDN yang hadir serta kesempatan riset kolaborasi baik untuk dosen dan mahasiswa FEB UNS.

  • Kuliah Umum Prodi S1 Bisnis Digital: Jual Produk Sambil Membangun Personal Branding

    Kuliah Umum Prodi S1 Bisnis Digital: Jual Produk Sambil Membangun Personal Branding

    Program Studi (Prodi) S-1 Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan General Lecture dari TikTok, Senin 11 November 2024 di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS.

    Prodi menghadirkan narasumber dari TikTok Shop, Septian Anggita Sari dan Adhytia Aprisada.

    Ayya Agmulia Asmarani Islam, S.E., M.E, Dosen pengampu S-1 Bisnis Digital mengucapkan terima kasih kepada kedua narasumber yang berkenan hadir untuk memberikan wawasan terkait bagaimana membuat konten yang tepat khususnya melalui platform media sosial Tiktok. Dalam platform tersebut memungkinkan pengguna dan pencipta untuk mengiklankan dan menjual produk.

    Mahasiswa diharapkan dapat aktif dalam mengikuti kuliah umum, bertanya dan berdiskusi terlebih beberapa mahasiswa Prodi Bisnis Digital sudah memanfaatkan platform tersebut.

    Diawal, Adhytia menjelaskan sejarah singkat ByteDance. ByteDance merupakan perusahaan teknologi global didirikan pada Tahun 2012 oleh Zhang Yiming di China dengan misi mengembangkan teknologi berbasis AI yang mampu menghubungkan dan menginspirasi dunia.

    Perusahaan ini dikenal sebagai pemilik TikTok, platform video yang sangat populer di seluruh dunia.

    TikTok Shop merupakan fitur di TikTok yang memungkinkan pengguna untuk menjual dan membeli produk langsung dari platform tanpa meninggalkan aplikasi.

    Septian menegaskan bahwa aplikasi ini menciptakan peluang bagi pengguna dan kreator untuk menjadi digitalpreneur melalui interaksi  langsung dengan audiens mereka.

    “TikTok memungkinkan kreator untuk menjual produk sambil membangun personal branding mereka. Nah bagaimana cara membangun personal branding? pertama dengan mencari tahu siapa Anda, tentukan tujuan yang jelas, jaga konsistensi, buat konten sesuai diri kamu”  ungkapnya.

    Ketika akan membangun personal branding tentukan tujuannya, jadi personal yang seperti  apa,  apakah yang senang mengulas tentang gadget kah? atau lainnya. Lalu juga harus konsisten, misal  membuat konten produk-produk otomotif, jangan pindah ke olah raga, karena jika itu dilakukan maka personal brandingnya jadi tidak jelas. Dan konten yang dibuat adalah sesuai dengan diri kita.

    Lebih lanjut dijelaskan,  TikTok merupakan aplikasi powerfull karena ada 3 elemen yang sangat penting community (komunitas), entertainment (hiburan), dan commerce (perdagangan/komersial).

    Komunitas adalah fondasi kuat dari TikTok. Platform ini memfasilitasi interaksi antar penggunanya melalui komentar, likes, dan berbagi video. Hal ini menciptakan sebuah ekosistem sosial yang sangat aktif, di mana pengguna bisa berkolaborasi, berbagi ide, dan terhubung dengan orang lain di seluruh dunia.

    Commerce atau perdagangan adalah elemen yang semakin penting di TikTok. Platform ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat hiburan dan sosial, tetapi juga menjadi saluran pemasaran dan penjualan bagi merek dan kreator konten.

    Hiburan adalah elemen yang paling jelas di TikTok. Platform ini sangat berfokus pada penyediaan konten yang menarik dan menghibur dalam bentuk video pendek yang mudah dikonsumsi.

    Di kuliah umum ini, narasumber mengajak peserta untuk dapat berbagi pengalamannya dalam membuat konten di TikTok.  Narasumber juga berbagi strategi bagaimana menggunakan platform tersebut untuk mengembangkan bisnis.