FEB

Kategori: fakultas

  • Mahasiswa FEB Ikuti Kuliah Umum Kewirausahaan di Era Industri 4.0

    Mahasiswa FEB Ikuti Kuliah Umum Kewirausahaan di Era Industri 4.0

    Di era Industri 4.0, perkembangan teknologi yang pesat telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang kewirausahaan. Digitalisasi, otomatisasi, kecerdasan buatan, dan teknologi berbasis data telah membawa perubahan yang signifikan dalam cara bisnis dijalankan.

    Dalam konteks ini, penting bagi para calon wirausahawan untuk memahami bagaimana mereka dapat memanfaatkan teknologi untuk menciptakan peluang bisnis yang inovatif dan berkelanjutan.

    Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Kuliah Umum, Selasa 19 November 2024 di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS.

    Dalam kuliah umum itu menghadirkan Prof. Dr. Dra. Endang Dwi Amperawati, M.M sebagai narasumber dan dimoderatori oleh Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak.

    Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang mendalam mengenai kewirausahaan di era Industri 4.0 dan bagaimana para mahasiswa dapat mempersiapkan diri untuk sukses di dunia bisnis yang semakin digital dan terhubung.

    Materi yang diangkat dalam kuliah umum ini mencakup berbagai topik yang relevan dengan kewirausahaan dan perkembangan teknologi.

    Narasumber menjelaskan konsep dan perkembangan kewirausahaan, definisi kewirausahaan serta evolusinya dalam menghadapi perkembangan teknologi dan digitalisasi.

    Ia menjelaskan  teknologi dan inovasi dalam bisnis, yang membahas berbagai teknologi yang mendukung perkembangan bisnis, seperti kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), big data, dan blockchain.

    Lebih lanjut peluang bisnis di era industri 4.0, mengidentifikasi sektor-sektor yang berkembang pesat akibat teknologi baru, seperti e-commerce, fintech, dan startup teknologi.

    Juga  menerangkan strategi bisnis digital, pembahasan mengenai penerapan strategi pemasaran digital, model bisnis berbasis platform, dan pengelolaan sumber daya digital.

    Dan terakhir, menguraikan tentang keterampilan wirausahawan di era digital,  Keterampilan yang perlu dimiliki oleh wirausahawan untuk sukses di dunia bisnis modern, seperti keterampilan analisis data, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi.

    Usai paparan materi, narasumber memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi terkait tema kuliah umum.

     

     

     

  • Company Visit APM BEM FEB, Tingkatan Pemahaman Keuangan Digital

    Company Visit APM BEM FEB, Tingkatan Pemahaman Keuangan Digital

    Akademi Pemimpin Muda (APM) adalah program kerja kaderisasi kepemimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk melahirkan sosok pemimpin yang dapat bermanfaat di dalam organisasi, lingkungan perkuliahan, masyarakat, serta saat di dunia kerja. yang didasarkan pada anak magang BEM FEB UNS.

    APM memiliki beberapa rangkaian kegiatan yakni Grand Opening, Kelas Besar, Kelas Besar 2, Pengkaryaan dan Company Visit.

    Salah satu kegiatan APM yang baru saja dilaksanakan adalah Company Visit, 19 November 2024 di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo.

    Peserta Company Visit APM BEM FEB UNS yakni seluruh peserta magang, panitia APM, Presiden dan Wakil Presiden BEM FEB UNS 2024, Surya Azhar dan Faiq Aqil Murtadlo.

    Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNS juga turut mendampingi Company Visit APM.

    Tujuan yang diharapkan dapat tercapai di Company Visit APM ke OJK ini diantaranya menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan inovasi di era digital, meningkatkan pemahaman tentang keuangan digital, serta membangun kesadaran akan pentingnya regulasi keuangan

    Di kegiatan tersebut, peserta mengikuti seminar interaktif bertemakan Keuangan Digital dengan pemateri Aji Bagus Wardhana dan Fauzan Widodo dari OJK Solo.

    Narasumber mengingatkan peserta untuk berhati-hati dalam menghadapi kejahatan keuangan digital.

    Fahrunisa Oktaningrum, penanggung jawab APM BEM FEB UNS menyampaikan, dengan tema seminar Keuangan Digital, company visit ini membuka wawasan tentang peran OJK dalam mengawasi sektor keuangan di era digital.

    “Para peserta APM mendapatkan pemahaman mendalam tentang inovasi keuangan digital, regulasi untuk melindungi konsumen, dan pentingnya literasi keuangan dalam menghadapi tantangan teknologi. Selain itu, peserta APM juga memperoleh inspirasi untuk menjadi pemimpin muda yang adaptif dan visioner dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia. Diskusi interaktif dengan para ahli di OJK memperkaya perspektif mereka tentang peran institusi keuangan dalam mendukung ekonomi digital yang berkelanjutan” tuturnya.

    Kegiatan ini menjadi pengalaman yang berkesan untuk membangun kompetensi kepemimpinan berbasis pemahaman sektor keuangan modern.

     

  • Senat Akademik FEB UNS Adakan Evaluasi Kinerja Lembaga dan Susun Rencana Kerja Tahun 2025

    Senat Akademik FEB UNS Adakan Evaluasi Kinerja Lembaga dan Susun Rencana Kerja Tahun 2025

    Senat Akademik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Evaluasi Kinerja Lembaga FEB UNS Akhir Tahun 2024 dan Penyusunan Rencana Kerja Senat Akademik Fakultas Tahun 2025 di Gedung UNS Tower Ki Hadjar Dewantoro.

    Prof. Dr. Tulus Haryono, M.Ek, Ketua Senat FEB dalam sambutannya menyampaikan bahwa salah satu tugas Senat Akademik Fakultas (SAF) adalah meminta laporan dari fakultas maupun unit pendukung di fakultas untuk mendapat gambaran secara umum apa yang sudah dilakukan dalam mengelola lembaga .

    Dikatakan, SAF akan memberikan saran dan masukan agar FEB semakin maju.

    Kegiatan yang diikuti oleh 29 anggota SAF berlangsung selama dua hari, 22-23 November 2024.

    Agenda di hari pertama, paparan dari Dekanat, Ketua Unit Penjaminan Mutu (UPM),  Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P4M) dengan moderator Dr. Joko Suyono, S.E.,M.Si. Setelah itu paparan dari Ketua Program Studi (Kaprodi) S-1 dengan moderator Dr. Mulyanto, ME. Usai paparan materi dilanjutkan diskusi dan Evaluasi SAF.

    Di hari kedua, paparan Kaprodi S-2 dan S-3 dimoderatori oleh Dr. Sri Hartoko, MBA., Ak., CACP.  Selanjutnya diadakan rapat perencanaan program kerja komisi-komisi SAF tahun 2025 dan paparan hasil rapat komisi SAF oleh Ketua Komisi  yang dimoderaori oleh Dila Maghrifani, S.E., B.Sc., M.Sc.,Ph. D. Dilanjutkan Diskusi dan Evaluasi SAF.

    Prof. Tulus juga menyampaikan usulan Anggota Komisi SAF Pergantian Antar Waktu (PAW) terbaru dari 4 komisi yang telah disusun.

    Komisi A, Komisi Akademik dan Penelitian dengan ketua Prof. Doddy Setiawan, SE.,M.Si,Ak,Ph.D.; Komisi B, Komisi Non Akademik dengan ketua Prof. Dr. Yunastiti Purwaningsih, MP; Komisi C, Komisi Kemahasiswaan dan Alumni dengan Ketua Prof. Dr.Budi Haryanto, MM; Komisi D, Komisi Profesor/Guru Besar dengan ketua Prof. Dr. Hunik Sri Runing Sawitri, M.Si.

    Di penghujung acara, Prof. Tulus menyampaikan bahwa hasil akhir dari rumusan setiap Komisi SAF agar dapat ditindaklanjuti oleh pimpinan fakultas dan prodi.

    “Telah menjadi tugas pimpinan fakultas dan prodi-prodi untuk menjalankan apa yang nantinya  dihasilkan dari  komisi A, B, C, dan D.  Nanti dari hasil komisi ini akan kami rangkum, kami buat   satu progam kerja SAF yang sekaligus akan jadi dokumen kita pada hari ini dan kita tambahkan kepada fakultas untuk menyiapkan timeline dari  program yang telah dibuat oleh SAF” pungkasnya.

  • Dosen FEB UNS: Pengetatan Regulasi Industri Hasil Tembakau Jadi Kendala Pencapaian Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah

    Dosen FEB UNS: Pengetatan Regulasi Industri Hasil Tembakau Jadi Kendala Pencapaian Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah

    Jawa Tengah adalah salah satu produsen tembakau utama di Indonesia selain Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, dan Aceh.

    Beberapa daerah penghasil tembakau utama di Jawa Tengah yakni Temanggung, Rembang, Magelang, Boyolali, Wonosobo dan Grobogan.

    Penerimaan cukai rokok Jawa Tengah berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 38 Tahun 2021 (Cukai 2022), total alokasi cukai tembakau Rp879.960.583.000 dan Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 38 Tahun 2022 (Cukai 2023), total alokasi cukai tembakau Rp1.207.312.334.000. Terjadi peningkatan alokasi cukai dalam 1 tahun yakni Rp 327.351.751.000.

    Peryataan itu disampaikan Malik Cahyadin, S.E., M.Si.,Ph.D, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) saat menjadi narasumber di Forum Diskusi: Dampak Polemik Regulasi Nasional terhadap Ekosistem Pertambakauan Jawa Tengah, Kamis 14 November 2024 di Kulonuwun Kopi, Solo.

    Lebih lanjut dijelaskan bagaimana regulasi non-tarif  (kemasan polos) menentukan perilaku surplus produsen dan konsumen produk hasil tembakau.

    “Ketika regulasi non-tarif seperti penyeragaman kemasan diberlakukan maka akan timbul kerugian (penurunan) atas surplus produsen dalam bentuk valuasi branding produk rokok. Kondisi ini menjadi disinsentif pelaku usaha; Surplus konsumen dalam bentuk kepercayaan dan kebanggaan (yang diekuivalenkan dengan satuan moneter) akan produk rokok yang diminatinya cenderung turun; Potensi pasar gelap atau produk ilegal dapat meningkat karena tidak ada kebanggaan terhadap kemasan meskipun tingkat harga bersifat elastis terhadap konsumsi rokok; Kerugian atas penyeragaman kemasan selain kecenderungan penurunan surplus produsen dan konsumen: Potensi penurunan pendapatan cukai dan pajak, Potensi penurunan penyerapan tenaga kerja (pengangguran) dan nilai rantai pasok bisnis pembuatan kemasan rokok, ketika kemampuan ekspor Industri Hasil Tembakau (IHT) tetap maka kecenderungan minat petani tembakau” jelasnya.

    Menurutnya, pengetatan regulasi industri hasil tembakau akan menjadi kendala pencapaian pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

    Beberapa dampak pengetatan IHT terhadap ekonomi Jateng dijabarkan sebagai berikut:

    Perekonomian Provinsi Jawa Tengah tergantung pada Sektor Pertanian-Perikanan-Perkebunan, Manufaktur (Industri), dan Jasa. Ketika tidak ada inovasi bisnis yang signifikan pada Sektor Pertanian (selain tembakau) maka secara total nilai sektor ini akan berkurang sebagai akibat pengetatan non-tariff IHT.

    Demikian juga nilai rantai pasok IHT dalam negeri akan cenderung menurun yang berkonskuensi terhadap penurunan penerimaan cukai dan pajak IHT serta motivasi IHT untuk berkompetisi dan berdaya saing dapat menurun karena branding rokok yang menjadi kebanggaan tidak dapat digunakan lagi sebagai instrumen pemasaran.

    Selain itu, investasi skala besar di sektor IHT dapat cenderung kurang menarik serta ketika pengetatan IHT sampai pada desain/layout kemasan tidak diimbangi dengan kemampuan global supply (value) chain maka pangsa pasar IHT Indonesia (Jawa Tengah) akan menurun.

    Konsekuensi dampak-dampak tersebut dapat mempersulit pencapaian pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada level yang lebih tinggi (misal diatas 7%)

    Terhadap permasalahan tersebut, Dr. Malik memberikan solusi. Dari sisi regulasi, penerapan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan perlu ada proses pengawasan dan evaluasi atas dampak ekonomi dan sosial kawasan penghasil tembakau dan produk tembakau.

    Selain itu, Peraturan turunan PP dalam rangka pengetatan IHT perlu uji publik dan evaluasi sehingga tidak berdampak luas terhadap perekonomian daerah dan nasional. Ketika dampak negatif atas regulasi terhadap perekonomian lebih besar maka regulasi tersebut dapat ditangguhkan/ dibatalkan

    Lebih lanjut, petani (asosiasi tembakau) perlu mendapat insentif hasil cukai untuk peningkatan kualitas tembakau sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik dan internasional.

    Pelaku IHT dapat meningkatkan orientasi bisnis pada pasar global sebagai substitusi pasar domestik. Pelaku IHT dan Asosiasi Tembakau bekerjasama dengan pemerintah untuk memangkas produk rokok ilegal dalam rangka menahan dampak negatif regulasi pengetatan IHT

  • 18 Siswa SMA Muhammadiyah Program Khusus Kota Barat Ikuti Sit in University di FEB UNS

    18 Siswa SMA Muhammadiyah Program Khusus Kota Barat Ikuti Sit in University di FEB UNS

    18 Siswa Kelas XI Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kota Barat Surakarta mengikuti Sit in University di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) selama dua pekan, dimulai pada Senin 11 November 2024.

    Acara penyerahan para siswa berlangsung di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS FEB UNS diikuti oleh Dekanat dan Kaprodi FEB serta Guru Pendamping dan siswa-siswi dari SMA Muhammadiyah PK Kota Barat.

    Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNS menyampaikan ucapan terima kasih guru pendamping dan para siswa yang ikut dalam sit in university di FEB UNS, khususnya di Prodi S-1 Akuntansi, Manajemen dan Bisnis Digital.

    “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para guru dan juga siswa-siswi  dari SMA Muhammadiyah PK Kota Barat yang telah ikut menyelami pendidikan, merasakan perkuliahan di FEB UNS itu seperti apa. Ini sangat baik sekali bagi adik-adik semua, bisa menjadi motivasi” ungkapnya.

    Tastaftiyan juga menjelaskan sekilas terkait proses penerimaan mahasiswa dan tingkat keketatan prodi di UNS.

    Ketika akan masuk ke perguruan tinggi, para siswa diharapkan bisa mempertimbangkan tingkat keketatan prodi sebagai gambaran awal peluang masuk yang bisa diakses melalui spmb.uns.ac.id.

    Disampaikan pula, tahun depan, kegiatan sit in university akan diselenggarakan secara open. FEB UNS akan menyampaikan informasi ini ke sekolah-sekolah secara terbuka.

    “InsyaAllah tahun depan kita akan buka kegiatan seperti ini secara umum, pantau IG nya FEB” paparnya menutup sambutan.

    Usai sambutan Wakil Dekan FEB , para kepala prodi yang hadir menjelaskan profil prodi yang ada di FEB UNS.

    Sementara itu, guru pendamping SMA PK Muhammadiyah Kota Barat, Siyami Koestimawati mengucapkan banyak terima kasih karena siswa-siswinya  sudah diberi kesempatan untuk belajar di FEB.

    “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada FEB karena siswa-siswi kami diberi kesempatan belajar, mengenal lebih dalam, FEB itu seperti apa, dan anak-anak masuk ke sini atas keinginan mereka sendiri. Kami menitipkan 18 siswa-siswi kami untuk mengikuti perkuliahan di FEB dan mohon bimbingannya” ucapnya.

    Dikatakan, selain mengikuti perkuliahan, 18 siswa tersebut juga bertugas untuk mengisi jurnal harian, observasi ke himpunan mahasiswa yang ada di FEB sesuai dengan prodi yang diminati.

    Dilaporkan pula, mulai dari angkatan  I dan VIII, SMA Muhammadiyah PK rutin mengadakan sit in university setiap tahun dan di FEB tidak pernah absen karena peminatnya sangat banyak sekali.

    “Alhamdulillah anak-anak yang sit in tahun sebelumnya, waktu lulus masuk juga ke FEB dan itu sebuah kebahagiaan. Kami harapkan juga, yang sit in saat ini di FEB, 2 tahun ke depan bisa masuk ke FEB, masuk ke prodi yang diminati” ungkapnya kemudian.

  • Fiscal Corner FEB UNS Gelar Workshop Pengayaan Rencana Pembelajaran Semester Integrasi Kemenkeu Learning Center

    Fiscal Corner FEB UNS Gelar Workshop Pengayaan Rencana Pembelajaran Semester Integrasi Kemenkeu Learning Center

    Fiscal Corner Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Workshop Pengayaan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Integrasi Kemenkeu Learning Center (KLC), Rabu 13 November 2024 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS FEB.

    Workshop menghadirkan narasumber Puji Agus, SST.,Ak.,M.Ak.,CA dari Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang akan memaparkan terkait mata kuliah Akuntansi Sektor Publik dan Akuntansi Pemerintahan. Dilanjutkan diskusi yang dipandu oleh Dr. Jaka Winarna, M.Si., Ak, Dosen FEB UNS sebagai moderator .

    Disiang harinya, Risky Sulistyanto, S.E.,M.M., dari Biro Umum Kemenkeu mempresentasikan tentang Mata kuliah Perencanaan Pembangunan dan Penganggaran (PPP) dan Analisis Keuangan Daerah  (AKD). Dilanjutkan diskusi yang dipandu oleh Dr. Mulyanto, M.E.

    Diawal sambutan, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS memberikan apresiasi yang tinggi kepada Tim Fiscal Corner FEB UNS yang diketuai oleh Dr. Mulyanto, M.E.

    Lebih lanjut disampaikan workshop ini bertujuan agar bahan ajar yang ada di FEB supaya update, bahan ajar juga sinkron dengan kebutuhan yang ada di luar, dalam hal ini di Kemenkeu yang membidangi masalah fiskal.

    Prof. Tri Mulyaningsih yakin dari Kemenkeu banyak sekali hal yang akan bisa pelajari, sehingga materi pembelajaran di FEB secara kualitas menjadi lebih baik.

    Lebih lanjut disampaikan, arah dari kegiatan ini memperoleh variasi metode pembelajaran agar tidak monoton.

    “Arah dari kegiatan ini supaya metode pembelajaran tidak monoton, biasanya klasikal, dosen menerangkan mahasiswa menyimak, kadang-kadang sudah tidak relevan, apalagi mahasiswa sekarang, generasi sekarang cara belajarnya sudah berbeda.  Saya yakin hari ini kita bisa dapat lebih banyak ilmu dari Pak Puji dan Pak Risky supaya kita bisa  pengayaan metode pembelajaran, supaya tidak hanya sekedar klasikal tapi bisa lebih kolaboratif dan partisipatif” ungkapnya.

    Universitas juga memiliki Indikator Kinerja Utama (IKU) yang mendorong agar kelas lebih kolaboratif dan partisipatif, dengan pembelajaran project, pembelajaran berbasis  kasus.

    Hasil akhirnya semoga dalam dua hari ini FEB punya RPS yaitu integrasi antara pembelajaran, kurikulum yang sudah kita susun di FEB  dengan Kementerian Keuangan Learning Center (KLC), materi yang dipunyai.

    Sementara itu, Dr. Mulyanto, M.E, Ketua Fiscal Corner FEB UNS melaporkan tindak lanjut kerja sama antara FEB UNS dan Kemenkeu.

    Fiscal Corner FEB UNS akan mengadakan serangkaian kegiatan yang secara umum terbagi dalam 2 kegiatan.

    Kegiatan pertama adalah kegiatan FGD penyusunan RPS yang diintegrasikan dengan materi yang ada di KLC.  FGD ini rencananya akan diadakan 3 kali, pertama sudah diselenggarakan Rabu 30 Oktober 2024, akan diadakan lagi Selasa 19 November 2024 dan terakhir Selasa, 3 Desember 2024.

    Kegiatan yang kedua adalah Workshop Pengayaan RPS untuk Prodi S-1 Akuntansi untuk mata kuliah Akuntansi Sektor Publik dan Akuntansi Pemerintahan serta untuk Prodi S-1 Ekonomi Pembangunan untuk mata kuliah Analisis Keuangan Daerah (AKD) dan Perencanaan Pembangunan dan Penganggaran (PPP).

    “FGD penyusunan RPS integrasi dengan KLC cukup banyak materinya yang bisa kita adopsi, kemudian kita ambil, kita sebarkan kemudian kira-kira seperti apa mediasi terhadap transfer keilmuan, lebih lanjut kami akan berkoordinasi dengan Kemenkeu” terangya

    Dr. Mulyanto menegaskan kembali bahwa  output dari Workshop Pengayaan RPS untuk Prodi S-1 Akuntansi dan Ekonomi Pembanguan yakni berupa RPS yang sudah terintegrasi sehingga semester depan sudah bisa diimplementasikan.

    Dr. Mulyanto juga memberikan gambaran Fiscal Corner FEB ke depan kerja sama dengan Kemenkeu.

    Yang pertama, adanya keinginan membuat database terkait dengan keuangan dan izin akses dari Kemenkeu untuk menyusun tugas-tugas akhir, baik skripsi, tesis maupun  disertasi.

    Kedua, sudah ditetapkan pengayaan RPS terintegrasi, yang masih direncanakan 4 prototipe mata kuliah yaitu Analisis Keuangan Daerah dan Perencanaan Pembangunan dan Penganggaran (PPP) untuk Prodi Ekonomi Pembangunan serta mata kuliah Akuntansi Pemerintahan dan Akuntansi Publik untuk Prodi S-1 Akuntansi. Ke depan masih ada matakuliah untuk dua prodi lain yaitu Manajemen dan Bisnis Digital.

    Ketiga, adanya program-program Kemenkeu Goes to Campus, seminar, workshop yang terkait tema-tema tertentu, baik dalam rangka dies natalis UNS ataupun kegiatan insidental dari Kemenkeu lainnya seperti Simulasi APBN, dan juga kajian penelitian.

    “Harapannya ada supporting dari Bapak Ibu semua, bersama-sama bagaimana memajukan FEB dengan cara semakin banyak menjalin kerja sama dengan pihak luar. Kegiatan ini menjadi awal dan tidak berakhir, kegiatan akan semakin membaik dan baik, yang manfaatnya bisa dirasakan banyak pihak” pungkasnya.

    Workshop berlangsung dari pagi hingga sore diikuti oleh dosen-dosen yang tergabung dalam Tim Fiscal Corner yang mewakili dari Prodi S-1 di FEB.

    Esok harinya akan diadakan berbagai aktifitas lanjutan yakni diskusi di Fiscal Corner FEB UNS yang membahas tentang dinamika penyusunan program dan kegiatan di Kemenkeu RI, dilanjutkan dengan  Kemenkeu Corpu Goes to Campus (Kuliah Praktisi Mata Kuliah Perencanaan Pembangunan dan Penganggaran) di Aula Gedung Soedarah Soepono FEB.

    Setelahnya diadakan pembahasan rencana kerja dan harmonisasi materi pengelolaan keuangan negara antara perwakilan Kemenkeu dengan Dekanat FEB.

  • Riset Grup Ekonomi dan Keuangan Islam FEB UNS Beri Materi Cara Mendapatkan Sertifikasi Akuntansi Syariah

    Riset Grup Ekonomi dan Keuangan Islam FEB UNS Beri Materi Cara Mendapatkan Sertifikasi Akuntansi Syariah

    Riset Grup (RG) Ekonomi dan Keuangan Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan kegiatan Webinar Akuntansi, Sabtu, 9 November 2024.

    Kegiatan RG Ekonomi dan Keuangan Islam ini bekerja sama dengan Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) Cabang Surakarta, dan Asosiasi Dosen Akuntansi Indonesia (ADAI) Jawa Tengah, serta didukung oleh Pengurus Daerah (PD) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Surakarta, Dewan Pengurus Wilayah Ikatan Ahli Ekonomi Islam (DPW IAEI) Propinsi Jawa Tengah, dan Pengurus Daerah Forum Alumni HMI Wati (PD Forhati) Solo Raya.

    Webinar yang mengambil tema ”Bagaimanakah mendapatkan Sertifikasi Akuntansi Syariah (SAS)?” diikuti oleh dosen dan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia, dan peserta berjumlah 69 orang.

    Dr. Falikhatun, M. Si., Ak., SAS, yang merupakan Ketua RG Ekonomi dan Keuangan Islam menjadi narasumber pada kegiatan tersebut.

    Dalam paparan materinya, Dr. Falikhatun menjelaskan tentang pentingnya Sertifikasi Akuntansi Syariah bagi Akuntan, terutama bagi dosen dan mahasiswa yang berkeinginan untuk terjun dalam industri syariah, baik lembaga keuangan syariah, maupun Institusi Keuangan Non Bank  (IKNB) syariah.

    ”Tujuan SAS adalah untuk mengukur kompetensi ilmu akuntansi syariah, alat ukur kualitas bagi akuntan yang ingin memahami ilmu akuntansi syariah, dan sebagai alat ukur kualitas lembaga yang ingin memiliki sumber daya manusia yang paham bidang akuntansi syariah, serta menjadi syarat untuk masuk profesi tertentu di bidang akuntansi syariah” jelasnya.

    Lebih lanjut, Dr. Falikhatun menyatakan untuk mendapatkan gelar SAS, mulai tahun 2020, ada dua level ujian yang harus diikuti, yaitu level Dasar dan level Profesional.

    Syarat untuk mengikuti ujian sertifikasi SAS level Dasar, minimal lulus S1 atau D IV dari prodi apa saja, yang penting bisa mengerjakan soal ujian.

    Apabila telah lulus level Dasar, maka bisa mengikuti level  Profesional, dan apabila sudah lulus level Profesional, baru bisa mendapatkan gelar atau sebutan SAS.

    Untuk akuntan ber-Sertifikasi Akuntansi Syariah (SAS) memiliki peluang pekerjaan yang berkaitan dengan bidang akuntansi syariah, misalnya Sharia Financial Analysist, Sharia Supervisory Board (SSB), Sharia Financial Planner, Sharia Auditor, dan Lecturer”. Namun, khusus untuk SSB atau Dewan Pengawas Syariah (DPS) ada sertifikasi tambahan yang harus diikuti dan lulus, yaitu pelatihan dan sertifikasi DPS yang biasanya diadakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Institute.

    Kegiatan ini  diharapkan memotivasi dosen dan mahasiswa, khususnya yang ingin berkecimpung dalam bisnis syariah.

    Selain itu, kegiatan ini diharapkan akan mendorong mahasiswa dan dosen untuk lebih memahami dan mendalami akuntansi syariah, sehingga dapat memanfaatkan peluang karir yang tersedia.

    Selanjutnya untuk jangka panjang diharapkan akan banyak dosen dan akuntan yang memiliki Sertifikasi Akuntansi Syariah, sehingga dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas institusi tempat pengabdian akuntan syariah tersebut.

     

     

  • Mahasiswa FEB UNS Juara 1 Essay Competition,  Angkat Topik Gerakan Pemberdayaan Kota Surakarta: Inisiatif Gen Z bersama Darikita.Surakarta

    Mahasiswa FEB UNS Juara 1 Essay Competition, Angkat Topik Gerakan Pemberdayaan Kota Surakarta: Inisiatif Gen Z bersama Darikita.Surakarta

    Gerakan Pemberdayaan Kota Surakarta: Inisiatif Gen Z bersama Darikita.Surakarta menuju Kebijakan Berkelanjutan mengantarkan Tim Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menjadi  Juara 1 Essay Competition yang diselenggarakan UPN “Veteran” Jakarta secara daring.

    Tim FEB UNS yang diketuai Kenan Safara Nugroho dari Prodi S-1 Bisnis Digital serta beranggotakan Oryza Sativa Heavenia dari Prodi S-1 Bisnis Digital dan Aulia Herawati Rahma Putri dari Prodi S-1 Akuntansi berhasil mengungguli 9 tim lainnya di final.

    Ke 9 tim tersebut yakni 2 tim UPN Veteran Jakarta, 2 tim Universitas Indonesia, dan 1 tim dari Universitas Airlangga, Universitas Jenderal Soedirman, Institut Pertanian Bogor, Universitas Brawijaya, serta Politeknik Keuangan Negara STAN.

    Lomba yang dilaksanakan 27 Oktober 2024 dan pengumuman juara tanggal 2 November 2024 lalu merupakan ajang yang bertujuan untuk mendorong generasi muda, khususnya Gen Z, agar lebih peka dan proaktif terhadap isu-isu publik.

    Dengan tema kompetisi “Partisipasi Proaktif Gen Z Dalam Pembentukan Kebijakan Publik,” lomba ini mengajak mahasiswa untuk mengekspresikan ide, kritik, dan gagasan konstruktif dalam bentuk esai.

    Tema ini sangat relevan karena menantang mahasiswa, sebagai bagian dari Gen Z, untuk lebih terlibat dalam isu kebijakan publik yang mungkin seringkali dianggap jauh dari keseharian.

    “Melihat dari casenya sendiri adalah bagaimana peran Gen Z ini bergerak untuk kebijakan. Tim kita mengambil tema bahwa sebelum kita membentuk suatu kebijakan perlu ada aksi nyata. Jadi, tema yang kita ambil adalah Aksi Nyata melalui gerakan Darikita.Surakarta yang kita kombinasikan dengan kebijakan terkait pemberdayaan yang ada di Surakarta” tutur Aulia kepada feb.uns.ac.id.

    Dikatakan, tim dari FEB UNS optimis untuk menang karena ide yang diambil adalah ide yang sudah bergerak secara nyata, bukan hanya suatu ide tanpa aksi. Optimis karena ketiganya sudah langsung turun kelapangan dan sangat mengetahui terkait problem dari kasus yang diberikan

    Lebih lanjut dijelaskan, untuk persiapan, timnya  melakukan riset yang mendalam tentang kebijakan publik, terutama yang melibatkan isu-isu yang relevan dengan Gen Z.

    Tim juga melakukan diskusi-diskusi kecil untuk mengekstrak ide-ide yang bisa dituangkan dalam esai. Selain itu banyak membaca literatur dan mengikuti perkembangan terbaru tentang isu kebijakan di media massa agar lebih kaya referensi.

    “Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah saat presentasi di depan dewan juri. Kami merasa gugup, tapi saat berhasil menjelaskan ide kami dengan lancar dan mendapat respons positif dari juri, rasanya luar biasa dan Alhamdulillah kami bisa mengharumkan nama FEB UNS, berhasil juara 1” ungkapnya  gembira.

    Jangan ragu untuk berprestasi, dimana kompetisi semacam ini juga bisa membuka peluang-peluang baru, menambah wawasan, dan tentunya menambah teman-teman dari berbagai universitas. Jadi, manfaatkan kesempatan dan jangan takut untuk mencoba!

  • Ikuti Kompetisi Bisnis Nasional, Mahasiswa Prodi S-1 Manajemen FEB UNS Raih Juara III

    Ikuti Kompetisi Bisnis Nasional, Mahasiswa Prodi S-1 Manajemen FEB UNS Raih Juara III

    Tiga Mahasiswa Fakultas Ekonomi (FEB) dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil menjadi Juara III di Sebelas Maret Business Case Competition 2024.

    Sebelumnya, Heavani Rahmawati, Niken Mar’atus Sholeha dan Justitio Yodha Wistara dari Program Studi S-1 Manajemen FEB UNS berhasil melaju ke tahap final bersama dengan 9 tim lainnya dari universitas terkemuka, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, UPN Veteran Jakarta. Sebelumnya, 140 tim berpartisipasi diajang itu.

    Kepada feb.uns.ac. id, Heavani, ketua tim menyampaikan bahwa alasan mengikuti lomba Business Case ini adalah untuk menambah pengalaman dalam menyelesaikan kasus yang dihadapi oleh perusahaan, serta untuk mengaplikasikan ilmu yang kita peroleh di bangku perkuliahan ke kasus nyata.

    Terkait persiapan, tim mendapatkan bimbingan intensif dari dosen dan mentor dan juga dari rekan senior yang sudah sering menjuarai perlombaan business case maupun business plan.

    Ketiganya mempersiapkan materi dan presentasi sebaik mungkin dengan berlatih di luar jam kuliah.

    Saat latihan, timnya tidak hanya fokus pada materi, tetapi juga pada penguatan mental agar siap menghadapi situasi apapun. Banyak waktu yang dikorbankan namun ketiganya percaya bahwa setiap detik persiapan ini akan terbayar.

    “Kami membagi tugas dalam tim berdasarkan keahlian masing masing, ada yang di bagian keuangan, analisis, marketing maupun design. Dalam brainstorming ide, tentunya kita juga terdapat perbedaan pendapat, namun justru hal tersebut yang membuat solusi kita semakin baik karena saling memberi saran, masukan, dan alternatif ide. Biasanya kita berdiskusi melalui zoom atau gmeet karena jadwal kuliah dan kegiatan non akademik yang padat, namun kita juga menyempatkan untuk brainstorming secara tatap muka dan berlatih presentasi bersama” paparnya.

    Menurutnya, banyak pengalaman baik yang diperoleh peserta SMBCC, bisa mengobrol dengan orang orang penting perusahaan seperti dari Sari Roti dan Gojek dalam sesi Privat QnA maupun saat diskusi terbuka.

    Peserta juga memperoleh insight yang begitu mendalam mengenai bagaimana sebuah bisnis bekerja.

    “Saat hari awarding nama “Born to Win Team” (BTW Team) diumumkan sebagai juara 3 Best Presentation, kami begitu senang. Semua usaha, waktu, dan kerja keras akhirnya terbayar. Dan tuk Sobat FEB, kejar mimpi kalian dan jangan mudah menyerah. Kami yakin setiap dari kalian memiliki kemampuan luar biasa. Jadikan kesulitan sebagai tantangan yang memacu kita untuk terus belajar dan berkembang”tegasnya.

    Sebelas Maret Business Case Competition (SMBCC) 2024 adalah kompetisi bisnis nasional yang menantang tim mahasiswa S1/D3 dari seluruh Indonesia untuk menyelesaikan kasus bisnis perusahaan mitra, yaitu PT Nippon Indosari Corpindo dan PT Goto Gojek Tokopedia Tbk, dengan fokus pada integrasi teknologi dalam ekonomi digital.

    Kompetisi ini terdiri dari tiga tahap yakni Preliminary Round dengan kasus dari Sari Roti, dan Semifinal serta Final Round secara offline bersama PT Goto Gojek Tokopedia Tbk di FEB UNS. Final Round diadakan pada tanggal 10-12 Oktober 2024.

    Acara SMBCC 2024 mengangkat tema “Sustaining Innovative Business in Technology Information on a Digital Marketing”. Dari tema tersebut, Tim dari FEB UNS diharuskan mencari solusi kasus bisnis Sari Roti dan PT Goto Gojek terkait digital marketing yang berkelanjutan.

     

  • Dosen FEB UNS Bahas Kerugian Negara dalam Investasi Pemerintah: Perspektif Ekonomi dan Solusi

    Dosen FEB UNS Bahas Kerugian Negara dalam Investasi Pemerintah: Perspektif Ekonomi dan Solusi

    Investasi merupakan salah satu indikator pembentuk output (pertumbuhan) perekonomian. Investasi dapat dilakukan oleh swasta dan pemerintah.

    Secara konseptual, investasi dielaborasi dalam teori makroekonomi dengan sebutan stok kapital sebagai salah satu input produksi. Stok kapital dapat ditentukan oleh tingkat investasi dan depresiasinya. Depresiasi akan menggerus nilai stok kapital. Selain itu, investasi berbanding terbalik dengan tingkat bunga.

    Salah satu permasalahan investasi di negara berkembang adalah investasi yang tidak efisien dan tidak produktif, tingkat kebocoran (ICOR relatif tinggi), penyalahgunaan/korupsi, mitigasi risiko yang tidak tepat, dan social cost > social benefit (social welfare turun).

    Pernyataan itu disampaikan Malik Cahyadin, S.E., M.Si., Ph.D., Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) saat menjadi salah satu narasumber di seminar bertajuk Aspek Hukum dalam Pengelolaan Investasi Pemerintah: Mitigasi Kerugian Negara. Rabu, 6/11/2024 di Aula Gedung III Fakultas Hukum UNS.

    Mengutip pernyataan dari Berg et al. (2018), investasi publik di negara berkembang cenderung menciptakan biaya yang relatif tinggi dibandingkan yang seharusnya.

    “Sebagian investasi publik mungkin saja disalahgunakan atau dikorupsi. Proses seleksi dan penetapan investasi yang buruk karena berimplikasi terhadap penciptaan multiplier kapital yang relatif rendah.  Oleh sebab itu, perlu pengukuran dampak investasi publik untuk mengelola investasi ini dengan tujuan memperoleh manfaat ekonomi, sosial, dan manfaat lainnya yang berdampak positif bagi masyarakat luas atau lingkungan” paparnya.

    Dalam hal pengukuran, Malik Cahyadin juga memberikan contoh beberapa pengukuran terhadap kasus investasi pemerintah yang terindikasi merugikan keuangan negara. Contoh tersebut dirangkum dari berbagai berita media dan rilis lembaga penegak hukum.

    Lebih lanjut dikatakan, mengantisipasi risiko dalam investasi pemerintah adalah langkah penting untuk memastikan bahwa dana publik yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan ekonomi secara keseluruhan.

    Risiko investasi pemerintah diantaranya penurunan nilai investasi, kegagalan proyek, atau bahkan penyimpangan dalam pengelolaannya yang dapat mengakibatkan kerugian finansial.

    Penurunan nilai investasi diakibatkan oleh berbagai faktor, termasuk perubahan kondisi pasar, fluktuasi nilai aset, dan ketidakpastian ekonomi. Risiko ini mempengaruhi efektivitas dan pengembalian dari dana yang telah diinvestasikan oleh pemerintah.

    Kegagalan proyek bisa disebabkan oleh perencanaan yang buruk, ketidakmampuan manajemen, atau faktor-faktor eksternal yang tidak terduga. Kegagalan ini dapat menyebabkan pembengkakan biaya dan hilangnya manfaat yang seharusnya diperoleh dari proyek tersebut.

    Penyimpangan dalam pengelolaan seperti korupsi dan penyalahgunaan dana merupakan salah satu risiko utama dalam investasi pemerintah yang dapat merugikan anggaran negara.

    Dikatakan, fokus investasi pemerintah yakni pada produktivitas, efisiensi, dan crowding-in effect. Ini  merupakan strategi untuk memastikan bahwa dana publik memberikan dampak yang maksimal bagi ekonomi.

    Produktivitas memastikan manfaat jangka panjang, efisiensi memastikan bahwa setiap rupiah yang diinvestasikan memiliki hasil yang optimal, dan crowding-in effect menciptakan daya tarik bagi sektor swasta untuk turut serta berinvestasi, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih besar.

    Di akhir materinya, Malik Cahyadin memberikan mitigasi dan solusi terhadap kerugian negara  dalam  investasi pemerintah.

    Mitigasi dapat melalui investasi permanen (jangka panjang dan berkelanjutan) dengan  penyertaan modal kepada badan usaha. Dan untuk investasi non permanen (jangka panjang dan tidak berkelanjutan) yakni dengan  surat utang dan modal pada suatu proyek.

    Dan untuk solusi terhadap permasalahan di atas yakni dengan digitalisasi proses bisnis (e-public investment). Selanjutnya adanya perencanaan, pengawasan dan pengukuran proses bisnis investasi publik dengan melibatkan Kemenkeu, Bappenas, Kementerian BUMN, BPKP, BPK dan penegak hukum.

    Target akhir dari investasi publik yakni efisien, produktif, good governance, risk management, crowding-in effect dan hilirisasi, social welfare, sustainability (green invest.), Incremental Capital Output Ratio (ICOR) turun dan national competitiveness.