FEB

Kategori: fakultas

  • Kuliah Umum MESP: Kajian Pengelolaan Ekosistem Gambut oleh Dosen UPR

    Kuliah Umum MESP: Kajian Pengelolaan Ekosistem Gambut oleh Dosen UPR

    Program Studi (Prodi) Magister Ekonomi Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Binsis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan dosen tamu dari Universitas Palangka Raya, Jumat 21 Juni 2024.

    Kunjungan ini dalam rangka melaksanakan kuliah umum bertemakan Kajian Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut Sebagai Alternatif Implementasi SDG’S: Tinjauan Kasus di Kalimanatan Tengah, Indonesia.

    Kepala Prodi MESP, Dr. Evi Gravitiani, S.E.,M.Si. menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran pembicara, Hendrik Segah, S.Hut.,M.Si.,Ph.D, dosen sekaligus Direktur Pusat Pengembangan IPTEK dan Inovasi Gambut (PPIG) Universitas Palangka Raya.

    Di hadapan mahasiswa MESP, Dr. Hendrik membahas secara detail terkait nilai ekonomis gambut di Provinsi Kalimantan Tengah.

    Menurutnya, gambut merupakan lahan basah yang mampu menyediakan berbagai produk sayur, non sayur, hingga perikanan. Tidak hanya nilai ekonomi yang didapat, secara ekologi lahan gambut mempunyai kapasitas penyimpanan karbon 10 sampai 13 kali dibandingkan ekosistem lainnya.

    Selain penyampaian materi, terdapat diskusi tanya jawab antara mahasiswa dengan narasumber mengenai pemanfaatan gambut.

    Kuliah umum ini diharapkan mampu menambah wawasan bagi para mahasiswa yang hadir dan memberikan gambaran bahwa gambut memiliki keunggulan yang dapat dimanfaatkan.

  • MESP Adakan Kuliah Umum, Bahas Pengelolaan SDA Kalimantan Utara

    MESP Adakan Kuliah Umum, Bahas Pengelolaan SDA Kalimantan Utara

    Indonesia merupakan negara dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, berbagai kawasan di Indonesia memiliki ragam sumber daya alamnya masing-masing. Kalimantan Utara salah satunya, dengan sumber daya alamnya seperti batu bara, minyak bumi, dan energi baru terbarukan menjadi peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkannya.

    Kekayaan sumber daya alam dapat dimanfaatkan dengan baik apabila banyak masyarakat yang paham akan pengelolaannya.

    Jumat, 17 Mei 2024, Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengundang founder Binari Group sekaligus Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Tarakan, Retno Dwi Arini, S.E.,M.E. untuk jadi pembicara.

    Di kuliah umum itu, pembicara yang kerap disapa Ibu Arin membahas pengelolaan SDA di wilayah perbatasan Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

    Binari Group awalnya merupakan sebuah Griya Belajar Binari yang didirikan oleh Ibu Arin untuk membantu orang tua yang kesulitan mendampingi anak belajar. Seiring berjalannya waktu Griya Binari mulai merambah ke sektor pendidikan formal.

    Sekolah ini memiliki misi untuk memberikan pengalaman belajar yang unik dan berkarakter kepada anak.

    Mahasiswa yang menghadiri kuliah umum ini memiliki antusias tinggi untuk berdiskusi terkait sumber daya alam di Kalimantan Utara.

    Diskusi dua arah ini diharapkan mampu memberikan wawasan tambahan bagi mahasiswa MESP FEB UNS terkait pengelolaan SDA di Pulau Borneo tersebut.

  • Program Doktor Ilmu Ekonomi FEB UNS Kembali Menggelar The International Colloquium on Business and Economics

    Program Doktor Ilmu Ekonomi FEB UNS Kembali Menggelar The International Colloquium on Business and Economics

    Gelaran forum ilmiah menjadi venue terbaik bagi mahasiswa doktoral untuk dapat mendiseminasikan hasil riset serta untuk mendapatkan saran dan review dari akademisi internasional yang akan meningkatkan kualitas publikasi serta membangun jejaring kolaborasi.

    Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) secara rutin menyelenggarakan International Colloquium on Business and Economics (ICBE).

    Pada gelaran ICBE tahun ini, PDIE FEB UNS menghadirkan 4 pembicara yang berasal dari tiga universitas yaitu Universiti Malaya, UNS, dan Universitas Prima Graha.

    Keempat pembicara kunci tersebut adalah Dr. Farzana Parveen Tajudeen dan Prof. Dr. Noor Ismawati Jaafar dari Universiti Malaya, Prof. Doddy Setiawan, Ph.D., dari Universitas Sebelas Maret, serta Prof. Dr. Endang Dwi Amperawati, M.M., dari Universitas Prima Graha.

    Mengusung tema Inclusive Innovation: Co-creating digital entrepreneurship with the disabled community and it’s ecosystem-insight from Indonesia, ICBE 2024 menggandeng 6 outlet publikasi, tiga diantaranya adalah jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus.

    “PDIE FEB UNS telah mencanangkan roadmap program akselerasi reputasi internasional, termasuk di dalamnya peningkatan output riset yang dilaksanakan oleh mahasiswa program doktoral. Kami berharap agar forum ini dapat bermanfaat bagi anda semua dan berkontribusi pada kemajuan program PDIE di masa depan,” ungkap Prof. Rahmawati dalam sambutannya sekaligus membuka acara.

    Terkait inovasi, pembicara kunci pertama Dr. Farzana Parveen menyampaikan materi mengenai perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang saat ini dapat dimanfaatkan di berbagai bidang termasuk bisnis dan pendidikan.

    Lebih lanjut, berhubungan dengan inovasi yang inklusif, AI berperan dalam meningkatkan aksesibilitas bagi komunitas disabilitas serta memberikan pengalaman interaksi pembelajaran yang lebih personal.

    Prof. Dr. Noor Ismawati Jaafar dalam paparannya sebagai pembicara kunci kedua menyoroti tentang peran kewirausahaan digital dalam lingkup inovasi inklusif, dengan tajuk Promoting Digital Entrepreneurship with Inclusive Innovation for a Sustainable Society, yang dilanjutkan dengan paparan dari Prof. Dr. Endang Dwi Amperawati berjudul Co-creation, Digital Entrepreneurship, Innovation, and Its Role in Disabilities Community.

     

    Pembicara terakhir, Prof. Doddy Setiawan Ph.D. menyampaikan materi dengan judul The Role of Accounting in Climate Change Mitigation yang berfokus pada peran dari sektor akuntansi dalam penanganan perubahan iklim.

    Lebih lanjut, Prof. Doddy juga menyampaikan dua publikasi terkini yang telah dilakukan oleh civitas academica FEB UNS terkait pelaporan iklim oleh perusahaan di Indonesia.

    Gelaran ICBE 2024 yang telah sukses dilaksanakan selama dua hari pada Kamis-Jum’at 27-28 Juni 2024 tersebut dihadiri oleh perwakilan penulis dari 64 artikel yang akan dipresentasikan pada sesi paralel.

    ICBE 2024 juga menganugerahkan Best Paper Award kepada tiga peserta dengan artikel terbaik yaitu Lilik Nurcholidah dengan artikel berjudul Investigating The Impact Of Work Family Conflict, Job Stress On Innovative Work Behavior With Job Satisfaction As A Mediator On University Women Teacher In Indonesia sebagai penerima Best Paper 1.

    Lukman Hakim dengan artikel berjudul Disability And Poverty: Study In Central Java Indonesia At Village Level, dan Afif Yoga Perdana dengan artikel berjudul Research Trends And Networks In Sustainability Reporting: A Bibliometric Approach untuk Best Paper Award 2 dan Best Paper Award 3.

     

  • FEB, FK dan SV UNS Canangkan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani

    FEB, FK dan SV UNS Canangkan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Kedokteran (FK) dan Sekolah Vokasi (SV) Universitas Sebelas Maret (UNS) mencanangkan  Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), Kamis 27 Juni 2024 di Aula Gedung Suhardi FEB UNS.

    Kegiatan besama tiga fakultas di UNS tersebut dihadiri oleh Plt Rektor UNS, Dekanat dan jajaran pimpinan, dosen, tendik, organisasi kemahasiswaan (Ormawa) dari FEB, FK dan SV.

    Hadir pula tamu-tamu eksternal, pimpinan bank mitra, pimpinan lembaga pemerintah, pimpinan rumah sakit, kepala dinas, pimpinan perusahaan mitra dan tamu undangan lainnya.

    Dr. Chatarina Muliana, S.H., S.E., M.H, Plt Rektor UNS diawal sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pencanangan ZI bersama tiga fakultas di UNS.       

    “Saya sebagai Plt Rektor sangat mengapresiasi kegiatan ini karena pembangunan ZI WBK di lingkungan kampus UNS menunjukkan 2 hal. Yang pertama adalah  komitmen seluruh jajaran pimpinan UNS dan juga para Dekan dan jajarannya serta seluruh pengelola UNS untuk menjadikan UNS sebagai kampus berintegritas. Yang kedua  adalah sebagai bentuk pemahaman yang sangat jelas bagi kita semua bahwa UNS sebagai PTNBH adalah tetap bagian dari satker pemerintah, satker Kemendikbudristek dan yang memang diwajibkan untuk melakukan reformasi birokrasi dan kita melakukan reformasi birokrasi di bidang pendidikan” paparnya.

    Perwujudan kampus berintegritas merupakan langkah strategis untuk mempercepat pencapaian tujuan penyelenggaraan pendidikan tinggi yang diatur di dalam pasal 5 Undang-Undang Dikti karena hal-hal yang bersifat koruptif itu akan menjauhkan dari tujuan program-program yang dilaksanakan .

    Lebih lanjut dikatakan bahwa reformasi birokrasi merupakan perubahan yang terencana dalam proses yang didukung oleh pimpinan organisasi untuk mengubah sistem birokrasi, mengubah relasi yang ada di dalam birokrasi itu sendiri maupun relasi birokrasi antara kita dengan masyarakat penerima layanan.

    Pimpinan merupakan satu posisi yang sangat sentral dan strategis karena memang pimpinanlah yang harus mampu menggerakkan untuk perubahan itu.

    Perubahan itu akan harus terasa setelah kita melakukan pencanangan. Bagaimana persepsi kita dalam memberikan layanan publik karena kita merupakan bagian dari publik. Maka ukuran kita haruslah selalu dari persepsi penerima layanan.

    Seberapa puaskah penerima layanan kita atas semua effort yang kita lakukan dalam pelaksanaan tugas.

    Penerima layanan yang terdekat dari kita adalah mahasiswa, bagaimana persepsi dari mahasiswa,  orang tua mahasiswa, dunia kerja dan dunia industri.

    Plt. Rektor UNS menekankan bahwa pencanangan ZI bukan acara seremonial, bukan acara formalitas tapi sebagai daya dorong kita untuk melakukan perubahan-perubahan cepat dan tepat. Pimpinan harus bisa menjadi role model yang baik.

    Menurutnya, reformasi birokrasi di bidang pendidikan ini sangat mudah, tinggal kita mau atau tidak untuk berubah. Jangan sampai kita merasa sudah excellent dan tidak ada lagi perubahan.

    Salah satu program kita adalah memahami bahwa di dalam kita menjalankan tugas dan tanggung jawab ada dua hal yang sangat relate dengan korupsi yaitu perilaku-perilaku koruptif, diantaranya terkait penggunaan kekuasaan. Hal ini paling sangat sering terjadi, menyebabkan adanya benturan-benturan kepentingan.

    “Yang paling sering kita suka lupa biasanya karena mumpung sebagai pejabat, mumpung saya punya kewenangan. Apa manfaat bagi saya, bagi anak saya, bagi keluarga saya maupun bagi kelompok saya. Ini yang harus kita pahami bahwa sekali lagi jabatan kita itu tidak boleh menyandera kepentingan dan tugas institusi, tidak boleh menyandera tujuan kita” tegasnya.

    Berikutnya adalah masalah gratifikasi, karena gratifikasi di perguruan pintu masuknya banyak sekali. Ini yang harus dilakukan perubahan.

    Selanjutnya dikatakan, berdasarkan Permenpan ada enam fokus area perubahan yakni manajemen perubahan, penataan tatalaksana, sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan dan penguatan kualitas pelayanan publik.

    Setelah pencanangan hari ini, enam fokus area itu harus dirasakan perubahannya.

    Diakhir sambutannya, Plt. Rektor UNS berterima kasih kepada Dekan dan seluruh jajaran dan juga tim reformasi birokrasi UNS atas komitmennya dalam mencanangkan ZI. Dari Itjen nanti  bisa memfasilitasi apa yang dibutuhkan dalam pelaksanaan ZI.

    Beberapa rangkaian acara pencanangan ZI yang digelar dari pagi hingga siang diantaranya pembacaan Maklumat dan Deklarasi ZI WBK WBMM oleh  Dekan FEB, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak, Dekan FK  Prof. Dr. Reviono, dr., Sp.P(K),dan Dekan SV  Drs. Santoso Tri Hananto, M.Acc., Ak.

    Setelah itu penandatanganan pakta integritas oleh ketiga Dekan disaksikan Rektor. Dilanjutkan penandatanganan pakta integritas oleh para Wakil Dekan, Koordinator dan  Sub Koordinator.

     

    Reporter dan editor: Humas FEB UNS

  • Kolaborasi Mahasiswa FEB dan KAFEB UNS, Kurban 5 Ekor Kambing dan 4 Ekor Domba di Wonosari Klaten

    Kolaborasi Mahasiswa FEB dan KAFEB UNS, Kurban 5 Ekor Kambing dan 4 Ekor Domba di Wonosari Klaten

    Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil mengadakan kegiatan kurban di Musholla desa Tegalgondo, Kecamatan Wonosari, Klaten, senin, 17 Juni 2024.

    Jumlah hewan yang dikurbankan berjumlah sembilan ekor yang merupakan kontribusi dari mahasiswa FEB dan Alumni FEB yang bergabung dalam KAFEB UNS.

    Kegiatan yang diinisiasi Badan Pengkajian dan Pengamalan Islam (BPPI) FEB UNS ini menjadi ajang silaturahmi dan wujud nyata kolaborasi BPPI dengan seluruh Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) di FEB UNS, tak terkecuali Kajian Ekonomi Islam (KEI) yang menjadi partner utama dalam kegiatan kurban ini.

    Muhammad Ali Almahdi selaku ketua pelaksana kegiatan Kolaborasi Kurban FEB menuturkan bahwa kegiatan kurban ini menjadi wujud amal kolaboratif masyarakat FEB dalam meraih keridhaan Allah subhaanahu wa ta’ala dan bentuk keterbukaan BPPI dengan segala bentuk kolaborasi aktif dengan seluruh ormawa di FEB UNS.

    “Alhamdulillah untuk kurban FEB tahun ini sebanyak 9 ekor yang terdiri dari 5 ekor kambing dan 4 ekor domba. Semoga ini menjadi wujud silaturahmi BPPI dengan seluruh ormawa dan KAFEB UNS agar semakin kolaboratif,” ujarnya.

    Senada dengan hal tersebut, Ketua BPPI yang juga merupakan Steering Committee kegiatan tersebut, Fathir Fikro menuturkan bahwa ini merupakan suatu bukti bahwa masyarakat FEB semakin aktif dalam kegiatan berbasis ruhani.

    Ia menuturkan bahwa kurban tahun ini mengalami kemajuan karena mayoritas yang berkurban adalah mahasiswa FEB sendiri, bukan dari pihak lain.

    “Kita bisa lihat bahwa dari 9 hewan kurban yang diamanahkan, 5 hewan merupakan kontribusi dari mahasiswa FEB sendiri yang mungkin saja sudah mempersiapkan sarana finansial untuk berkurban bersama kami. Padahal di tahun-tahun sebelumnya semua hewan kurban berasal dari alumni. ini merupakan satu kemajuan yang baik di mana hal ini belum pernah terjadi dalam sejarah BPPI berdiri sejauh yang saya ketahui,” tuturnya.

    Kegiatan kurban yang diselenggarakan tahun ini juga terwujud melalui kolaborasi bersama antara KEI dan KAFEB.

    Ketua KEI, Luqyanna Danisya menuturkan bahwa ini kali pertama bagi dirinya mengikuti kegiatan Kurban di FEB.

    “Kurban ini merupakan kurban di rantauan pertama bagi saya. Mengikuti kegiatan ini menambah banyak pengalaman baru bagi saya, membuka peluang saya untuk berkenalan dan terjun ke masyarakat, dan menambah kebahagiaan di tengah padatnya kegiatan Ujian Akhir Semester (UAS) di kampus. Saya harap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan dan terus menebar manfaat.” Katanya.

    Tak lupa, kegiatan ini terlaksana secara baik dengan dukungan dari KAFEB UNS yang ikut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan ini.

  • FEB UNS Bersama SKK Migas Jabanusa Gelar Kuliah Umum Bertema Peran Industri Hulu Migas dalam Mendukung Indonesia Emas 2045

    FEB UNS Bersama SKK Migas Jabanusa Gelar Kuliah Umum Bertema Peran Industri Hulu Migas dalam Mendukung Indonesia Emas 2045

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) – Kontraktor Kontrak Kerja Sama Daerah Jawa Bali dan Nusa Tenggara (KKKS Jabanusa) menggelar kuliah umum bertema Peran Industri Hulu Migas dalam Mendukung Indonesia Emas 2045.

    Kegiatan yang diikuti hampir 300 peserta itu dilaksanakan di Aula FEB Gedung Suhardi , Kamis 6 Juni 2024.

    Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si., Plt. Wakil Dekan Akademik, Riset, dan Kemahasiswaan FEB UNS dalam sambutannya mengatakan kuliah umum ini merupakan langkah pendukung untuk mahasiswa-mahasiswa yang tertarik dengan bidang minyak dan gas langsung dari ahlinya.

    “Kegiatan ini adalah kesempatan yang bagus bagi adik-adik untuk memahami bagaimana sektor industri migas berjalan. Kita beruntung bisa diberikan kesempatan untuk bekerja sama dengan SKK Migas. Kita juga berharap segera setelah ini terjalin MoU antara UNS, khususnya FEB dengan SKK Migas,” tutur Dr. Dwi.

    Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Jabanusa Febrian Ihsan menjelaskan kuliah umum ini merupakan program tahunan dari perwakilan Jabanusa. Program ini dilakukan untuk menyosialisasikan kegiatan dari hulu migas kepada civitas academica. Tidak terbatas kepada fakultas yang terkait teknik saja tetapi kepada seluruh fakultas, termasuk FEB.

    SKK Migas  sangat membutuhkan masukan dari kampus. Harapannya dengan kuliah umum ini, dari civitas akademica juga bisa memberikan informasi kepada masyarakat mengenai industri migas yang tepat saat ini. SKK Migas juga mengharapkan adanya riset dan penelitian dari akademisi.

    Lebih lanjut dikatakan, dukungan dari universitas atau akademisi sangat diperlukan untuk keberlanjutan industri hulu minyak dan gas, terutama untuk mewujudkan target 1 juta barel minyak tahun 2030.

    “Kolaborasi dan kerja sama seperti ini akan kami lanjutkan. Karena keberadaan universitas dan akademisi sangat penting untuk mendukung cita-cita 1 juta barel minyak tahun 2030,” jelasnya.

    Agenda dilanjutkan dengan penyampaian keynote speech dan penyerahan momento oleh Bapak Achmad Rezki Isfadjar, Kepala Divisi Perpajakan Asuransi dan Perbendaharaan SKK Migas.

    SKK Migas – KKKS Jabanusa juga mengirimkan perwakilannya untuk memberikan kuliah umum seputar industri minyak dan gas. Turut hadir untuk menyampaikan life cycle di industri hulu migas,  Anom Seto Murtani yang merupakan Sr. Subsurface Manager PGN SAKA. Dilanjutkan dengan penyampaian implementasi pembiayaan proyek di industri migas oleh Erwin Andri Kusuma, Manager Strategic Planning PEPC JTB.

    Sejalan dengan program studi yang ada di FEB, pada sesi selanjutnya dilakukan pemaparan mengenai sektor keuangan di industri hulu migas oleh  Heru Setyadi, Kepala Kelompok Kerja Asuransi dan Risiko Finansial SKK Migas; Andie Ari, Kepala Departemen Kebendaharaan SKK Migas; dan Hanung Sukindra, Koordinator Perpajakan SKK Migas. Dikenalkan pula peran perbankan, asuransi, dan perpajakan di industri hulu migas oleh perwakilan dari Bank BNI, BRI, Mandiri, dan Asuransi Jasindo.

    Dari rangkaian agenda kolaborasi FEB UNS dengan SKK Migas – KKK Jabanusa ini, mahasiswa dapat mengetahui bahwa industri hulu minyak dan gas bukan dikhususkan untuk lulusan program studi yang berbau teknik saja, tetapi ekonomi dan bisnis juga.

  • 6 Mahasiswa FEB Akan Ikuti Short Course di Osaka University  

    6 Mahasiswa FEB Akan Ikuti Short Course di Osaka University  

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) akan mengirimkan 6 mahasiswa Kelas Internasional untuk mengikuti short course di Osaka University Jepang, 10- 20 Juni 2024 mendatang.

    Ke enam mahasiswa tersebut yakni Alya Faiza, Andika Satria Ramadhan, Rachmadilla Putri Heryanto dan Salsabila Azka Maharani Sasongko dari Program Studi S-1 Ekonomi Pembanguman serta dua mahasiswa dari Prodi S-1 Akuntansi, M. Hisyam Asadul dan Sandi Bima.

    Seremoni pelepasan keenam mahasiswa digelar di UNS Inn, Senin 3 Juni 2024.

    Selain keenam mahasiswa kelas internasional, hadir juga dalam seremoni itu, Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc,.Ph.D, Wakil Rektor Perencanaan, Kerjasama Bisnis dan Informasi UNS, Kepala Program Studi di FEB, dan juga Dr. Jaka Aminata S.E., M.A, Kaprodi IE Departemen Ilmu Ekonomi FEB Universitas Diponegoro.

    Bhimo Rizky Samudro, Ph.D. di awal sambutannya menyampaikan selamat datang kepada seluruh tamu undangan pada seremoni yang spesial yaitu pelepasan mahasiswa Kelas Internasional FEB UNS untuk mengikuti short course ke Osaka University Jepang.

    Lebih lanjut disampaikan, short course ini tidak hanya memberi kesempatan bagi mahasiswa FEB untuk kuliah di luar negeri, tapi juga membangun koneksi internasional dengan budaya global.

    “Ini adalah kesempatan emas bagi mahasiswa program Kelas internasional Ekonomi Pembangunan dan Akuntansi untuk membangun koneksi dan mempelajari budaya unik di Osaka Jepang University” ungkapnya.

    Bhimo menyampaikan terima kasih kepada Osaka University yang telah memperpanjang kolaborasi dengan FEB UNS.

    Terima kasih juga disampaikan kepada Dr. Jaka Aminata yang turut membantu dalam short course ini.

    Ia berharap keenam mahasiswa dapat mengikuti short course dengan bahagia selama program dan juga perjalanan, baik akademik dan non-akademik.

    “Kami yakin program ini akan bermanfaat bagi mahasiswa dan universitas di masa yang akan datang” tutupnya.

    Sementara itu Dr. Jaka Aminata S.E., M.A. menekankan agar mahasiswa serius menjalani short course.

    “Mas dan Mbak harus serius, karena kalau tidak serius, maka akan menjadi merepotkan bagi mahasiswa dan juga universitas, karena kita semua membawa nama UNS, sehingga kita harus menjaga nama baik UNS” nasihatnya.

    Dijelaskan, mahasiswa dari FEB UNS akan bergabung dengan mahasiswa yang ada di Osaka University Jepang dan akan ada tiga mata kuliah yang harus diikuti yakni Research Method , Evaluasi Project dan Sustainable Development Goals.

    “Jadi kalian akan mengikuti tiga mata kuliah, tiga ujian, mungkin ujian take home, untuk mata kuliahnya disampaikan selama dua hari penuh, setelah itu ada ujian, jangan panik jangan takut, enjoy. Jadilah mahasiswa profesional” katanya menyemangati.

    Prof. Irwan dalam sambutannya mengatakan short course akan menjadi pengalaman belajar di luar negeri bagi mahasiswa kelas internasional. Ke depan UNS akan mendorong, tidak hanya short course tapi juga kredit transfer selama satu semester di perguruan tinggi partner di luar negeri.

    “Selamat jalan, Kalian akan belajar di lintas negara, akan berinteraksi dengan teman-teman dari Jepang. Selama 10 hari, manfaatkan ini menjadi pengalaman cross cultural, belajar budaya di luar negeri. Di sana juga Kalian bisa berdiskusi mengenai bagaimana perguruan tinggi me-manage lulusannya, lalu bisa disampaikan ke prodi. Pesan saya, semangat, Kalian akan dapat ilmu dan pengalaman banyak, dapat teman, jaga nama baik UNS” tuturnya.

    Di akhir sambutannya, Prof. Irwan juga menyampaikan selamat kepada Prodi S-1 Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan yang akan mengirimkan mahasiswanya untuk mendapatkan pengalaman belajar di luar negeri.

  • Prodi MESP Adakan Workshop Penyusunan Visi Misi, Tujuan dan Strategi Prodi MESP

    Prodi MESP Adakan Workshop Penyusunan Visi Misi, Tujuan dan Strategi Prodi MESP

    Program Studi (Prodi) Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Workshop Penyusunan Visi Misi, Tujuan dan Strategi Prodi MESP, Rabu 15 Mei 2024 di Ruang Teleconference Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS.

    Di kegiatan ini, prodi mengundang narasumber Prof. Setyo Tri Wahyudi, S.E., M.Ec., Ph.D. dari Universitas Brawijaya.

    Dr. Evi Gravitiani, S.E., M.Si., Kepala Program Studi MESP dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada narasumber yang berkenan hadir. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap dua tahun sekali, kemarin terakhir di tahun 2022.

    “Terima kasih kepada Prof. Setyo, narasumber yang juga asesor, diharapkan bisa sharing dan berdiskusi dengan peserta yang hadir tentang bagaimana penyusunan visi, misi, tujuan dan strategi prodi khususnya untuk MESP. Harapannya akreditasi A atau unggul dari Prodi MESP bisa dipertahankan” ungkap Dr. Evi.

    Di kegiatan yang berlangsung secara hybrid itu, Dr. Evi berharap seluruh peserta yang terdiri atas dosen dan juga mahasiswa dapat mengikuti kegiatan dan aktif berdiskusi hingga berakhirnya acara di sore hari. Masukan dari narasumber dan juga para peserta sangat berarti bagi kemajuan Prodi MESP.

    Prof. Setyo di awal paparannya menyampaikan, sesuai dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), maka untuk menetapkan standar capaian pembelajaran yang harus dicapai oleh mahasiswa program magister mengacu pada KKNI level 8.

    Program magister menekankan kemampuan mahasiswa untuk mengembangkan pengetahuan, teknologi, dan/atau seni di dalam bidang keilmuannya atau praktek profesionalnya melalui riset, hingga menghasilkan karya inovatif dan teruji.

    Mahasiswa juga mampu memecahkan permasalahan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni di dalam bidang keilmuannya melalui pendekatan inter atau multidisipliner.

    Selain itu, mahasiswa mampu mengelola riset dan pengembangan yang bermanfaat bagi masyarakat dan keilmuan, serta mampu mendapat pengakuan nasional dan internasional.

    Lebih lanjut Prof. Setyo menjelaskan cara merumuskan visi, misi, tujuan, saran dan strategis prodi. Dalam setiap pembahasannya, Prof. Setyo menekankan kata kunci yang perlu diperhatikan dalam setiap penyusunannya.

    Visi mendeskripsikan aspirasi program studi, arah yang dituju dan profil program studi di masa yang akan datang secara jelas, realistis, kredibel, dan dilakukan peninjauan ataupun evaluasi untuk menjamin implementasi visi secara efisien dan efektif dengan memerhatikan arah perkembangan dan kondisi ekonomi dan bisnis.

    Jadi kata kunci visi adalah aspirasi program studi, arah yang dituju, profil program studi di masa yang akan datang, realistis, kredibel serta peninjauan/evaluasi.

    Sedangkan misi mendeskripsikan secara jelas keunikan keberadaan program studi dalam mencapai visi serta menunjukkan apa yang akan dilakukan, secara ringkas, mudah diingat, mutakhir, dan realistis yang disusun, ditetapkan, terdokumentasi serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan dengan melakukan peninjauan dan evaluasi agar dapat menjembatani kondisi ekonomi dan bisnis masa sekarang dan masa yang akan datang. Jadi ada 4 kata kunci misi yakni memiliki keunikan, terarah dan terukur apa yang akan dilakukan, melibatkan pemangku kepentingan serta dilakukan peninjauan dan evaluasi.

    Tujuan diturunkan dari visi dan misi dan dievaluasi serta ditinjau ulang secara berkala agar sesuai dengan arah perkembangan ekonomi dan bisnis masa sekarang dan masa yang akan datang. Kata kunci tujuan: berdasarkan visi dan misi, terdapat evaluasi dan peninjauan serta dilakukan secara berkala.

    Strategi mendeskripsikan proses dalam mengemban misi dan mewujudkan visi, melalui pencapaian tujuan dan sasaran strategisnya yang memiliki dampak terhadap daya saing dengan memanfaatkan sumber-sumber yang dimiliki secara efektif dan efisien untuk  untuk menjawab arah perkembangan ekonomi dan bisnis baik nasional dan global. Kata kunci strategi adalah menunjukkan proses serta memiliki luaran dan dampak.

    Workshop yang dimoderatori oleh Muhammad Bagus Sisriatmaja, Dosen FEB UNS berlangsung dari pagi hingga sore hari dan peserta berdiskusi aktif dengan narasumber.

  • 100 Artikel Dipresentasikan pada Sebelas Maret International Conference on Digital Economics 2024

    100 Artikel Dipresentasikan pada Sebelas Maret International Conference on Digital Economics 2024

    Lanskap ekonomi digital terus berkembang seiring dengan perannya pada sektor bisnis global. Di era dimana teknologi terus berkembang dengan sangat pesat, ekonomi digital muncul sebagai sebuah kekuatan transformatif yang mengubah tatanan industri, sosial, serta perekonomian di seluruh dunia.

    Pernyataan itu disampaikan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Djoko Suhardjanto, dalam pembukaan Sebelas Maret International Conference on Digital Economics (SMICDE) 2024, yang diselenggarakan pada Rabu 22 Mei 2024.

    Kegiatan yang dihelat secara hybrid itu menghadirkan dua pembicara kunci, Prof. John W. Goodell dari College of Business University of Akron, USA serta Prof. M. Kabir Hasan dari University of New Orleans.

    “Dalam konferensi kali ini akan ada 100 artikel dari 30 universitas baik dari dalam negeri maupun luar negeri, yang akan dipresentasikan pada 18 sesi paralel. FEB UNS berkolaborasi dengan jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus, yang akan membuka kesempatan publikasi bagi para peserta,” jelas Prof. Djoko dalam pidato sambutannya.

    Selain kedua pembicara kunci, SMICDE 2024 juga menghadirkan tiga pembicara tamu yang datang dari University Malaysia Sarawak (UNIMAS) yaitu Prof. Evan Lau Poh Hock, University Sains Malaysia (USM) yaitu Prof. Hooy Chee Woi, dan Dr. Tastaftiyan Risfandy dari Universitas Sebelas Maret (UNS).

    Selaras dengan pernyataan dari Dekan FEB UNS, Prof. Irwan Trinugroho, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, Bisnis dan Informasi, UNS berharap agar konferensi ini tidak hanya sebagai media diseminasi hasil riset ilmiah, namun juga sebagai media dalam membangun jejaring riset internasional.

    “Tujuan dari konferensi ini tidak hanya sebagai media untuk mendiseminasikan hasil riset tetapi juga untuk menghadirkan kesempatan publikasi dan juga untuk membangun network atau jejaring. Terima kasih kepada para pembicara, Prof. Goodell, Prof. Hasan, Prof. Hooy, dan Prof. Evan Lau yang selalu mendukung UNS untuk terus berkembang,” ungkap Prof. Irwan.

    Dalam gelaran konferensi yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS bersama dengan PUI Fintech dan Banking tersebut, masing-masing pembicara membawakan materi terkait topik digitalisasi.

    Pada kesempatan tersebut Prof. Goodell membawakan materi bertajuk ‘Is ESG non-pecuniary? Important consequences for FinTech and other finansial aspect including Islamic finance’, Prof. Kabir Hassan menyampaikan materi berjudul ‘Digitalization of Finance.’ Dari sisi pendidikan Prof. Evan Lau menyampaikan materi ‘Empowering Sustainable Digital Transformation Through Education’. Sementara Prof. Hooy membawakan materi dengan judul ‘Digital Transformation and Firm Performance’ yang dilanjutkan dengan materi dari Dr. Tastaftiyan Risfandy berjudul ‘Adapting Digital Shifts: Insight from Macro and Micro Contexts.’

    Selain menghadirkan berbagai kesempatan publikasi dan diseminasi, ajang gelaran SMICDE 2024 juga memberikan penghargaan kepada peserta dengan artikel terbaik. Penghargaan berupa Best paper award yang disponsori oleh Bank Jateng diberikan kepada tiga presenter yang telah mengirimkan abstrak yang kemudian diseleksi oleh scientific commitee.

    Keempat presenter yang menerima penghargaan Best paper award adalah Antonius Grivaldi Sondakh dari Universitas Gadjah Mada, dengan artikel berjudul Competitive Information Systems and Knowledge Sabotage: The Moderating Effect of Group Identity; Hadi Ismanto mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama dengan artikel berjudul The Role of Sales and Investment on environmental performance of publicly listed companies in Indonesia; Mohamad Egi Destiartono dari Universitas Sebelas Maret dengan artikel berjudul Does Digitalization Foster Economic Development: Evidence from Emerging Economies; serta Inas Nurfadia Futri dari Universitas Sebelas Maret dengan artikel berjudul Determinants of Financial Inclusion in ASEAN-5: A Comparison Before and After the COVID-19 Pandemic.

     

  • Guest Lecture Human Resource Management: Current Issues and Theoretical Development in HRM

    Guest Lecture Human Resource Management: Current Issues and Theoretical Development in HRM

    Sumber daya manusia (SDM) merupakan aset yang sangat penting bagi organisasi maupun perusahaan. Sejalan dengan peran penting SDM dalam sebuah organisasi, manajemen sumber daya manusia (HRM) menjadi cabang ilmu pengetahuan yang akan terus berkembang seiring dengan perkembangan dinamika hubungan dalam organisasi dan bisnis.

    Prodi S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan Guest Lecture Human Resource Management II, dengan topik Current Issues and Theoretical Development in HRM, 18 Mei 2024.  Di kegiatan itu, prodi menghadirkan dosen tamu dari Universiti Putra Malaysia, Assoc. Prof. Dr. Zuraina Dato’ Mansor.

    Dr. Zuraina menyampaikan bahwa diskusi terkait perkembangan manajemen SDM dirasa penting agar organisasi dan perusahaan dapat memahami tuntutan dari generasi saat ini.

    “Sangatlah penting bagi perusahaan dan organisasi untuk dapat mengatur pegawai-nya. Topik hari ini sangat penting untuk dibahas karena permintaan ataupun tuntutan dari pegawai dapat berubah seiring berkembangnya zaman, sehingga perusahaan atau pemberi kerja perlu memprediksi perubahan ini,” jelasnya.

    Selain membahas mengenai perkembangan dalam topik manajemen SDM, Dr. Zuraina juga menjelaskan mengenai perbedaan antara teori manajemen SDM tradisional dan kontemporer. Menurut beliau kedua pendekatan tersebut masih relevan dan penting, karena terkadang untuk menghadapi kasus tertentu perusahaan menemukan bahwa pendekatan tradisional lebih cocok untuk diterapkan.

    Terkait perkembangan AI (Artificial Intelligence), Dr. Zuraina berpendapat bahwa AI seharusnya menjadi alat bagi pegawai, bukan sebaliknya. Dalam hal inilah manajemen SDM akan terus berkembang dan diperbaharui sesuai perubahaan. Di Asia contohnya terdapat beberapa topik yang saat ini sering diangkat dalam riset seperti komitmen pegawai dan kepemimpinan.

    “Kemudian bagaimana cara memilih teori SDM untuk melakukan riset? Mahasiswa dapat memilih teori berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dari penelitian yang akan dilaksanakan. Contohnya jika mahasiswa meneliti topik tentang bagaimana meningkatkan komitmen pegawai, maka mereka bisa menggunakan teori organisasi atau teori individual. Perlu diingat bahwa sebuah teori mungkin tidak akan mampu untuk menjawab semua tujuan penelitian yang diusulkan oleh peneliti,” jelas Dr. Zuraina terkait teori SDM.

    Dihadapan lebih dari 100 mahasiswa S1 yang hadir, Dr. Zuraina juga menjawab berbagai pertanyaan yang disampaikan secara langsung maupun melalui fitur pesan teks.