FEB

Kategori: fakultas

  • Prodi Maksi FEB UNS Hadirkan Guest Lecture Ethics, CSR, dan ESG Sustainability

    Prodi Maksi FEB UNS Hadirkan Guest Lecture Ethics, CSR, dan ESG Sustainability

    Program Studi Magister Akuntansi (MAKSI), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menghadirkan dosen tamu dalam gelaran Guest Lecture on Ethics, CSR, and ESG Sustainability, Rabu, 17 April 2024, secara virtual melalui Zoom Cloud Meeting.

    Agenda yang dihadiri oleh mahasiswa Prodi MAKSI tersebut menghadirkan Prof. Hooy Che Wooi, School of Management, Universiti Sains Malaysia, dan Syahid Deradjat, Employee Relation Expert, PT. Pertamina (Persero), sebagai pembicara.

    Membuka agenda virtual tersebut, Dr. Wahyu Widarjo, Kaprodi Maksi FEB UNS menyampaikan pidato sebagai pembuka acara sekaligus berterima kasih kepada pembicara yang telah berkenan hadir dan tim MAKSI FEB UNS. “Terima kasih kepada Prof. Hooy dan Pak Sahid, telah berkenan menjadi guest lecturer di prodi Maksi FEB UNS, serta kepada peserta yang telah hadir dalam agenda hari ini,” ungkap Dr. Wahyu.

    Pembicara pertama, Prof. Hooy, menyampaikan materi berjudul “Business Sustainability from Ethics, CSR, and ESG perspective,” yang menurut beliau masih jarang dibahas dalam konteks keuangan.

    “Tiga topik ini masih sangat sering dibahas dan topik yang tergolong baru di sektor keuangan. Hari ini saya akan menyampaikan materi bagaimana membedakan ketiga konsep tersebut, dan bagaimana mereka berhubungan dengan keberlangsungan bisnis,” jelas beliau

    Secara umum definisi etika merujuk pada aturan dan perilaku yang diterima oleh sekelompok orang, budaya, atau negara, yang secara umum diterima meskipun tidak tertulis. Kelompok yang menerima sebuah standar etika yang sama biasanya memiliki sebuah karakteristik yang sama, misalkan kelompok masyarakat dengan bahasa yang sama, ataupun karakteristik lainnya. Sehingga sebuah standar etika yang dianggap baik oleh satu kelompok berkemungkinan untuk dianggap salah oleh kelompok lainnya. Berdasarkan definisi ini, maka etika bisnis memiliki definisi lebih sempit dari definisi etika secara umum, dimana etika bisnis merujuk pada standar etika yang digunakan oleh sekelompok orang yang terlibat dalam kegiatan bisnis.

    “Etika berbeda dengan hukum, dimana ketika kita melanggar etika seringkali tidak terdapat hukuman. Dalam hal ini akibat yang diterima oleh sebuah bisnis yang melanggar etika adalah dalam bentuk ‘social isolation’ yang seringkali dilakukan dengan boikot produk,” jelas Prof. Hooy.

    Masih berkaitan dengan etika, Prof. Hooy menjelaskan bahwa praktik ‘corporate social responsibility’ (CSR) lebih condong pada etika ketimbang hukum legal. Konsep CSR sendiri merujuk pada kewajiban perusahaan selain kepada pemilik, dimana perusahaan diharapkan untuk menyeimbangkan antara profit dan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, konsep ESG (environmental, social, and governance) yang seringkali disamakan dengan CSR, memiliki cakupan yang lebih luas daripada CSR.

    “Dalam CSR hanya mencakup aspek lingkungan (environmental) dan sosial (social), sementara ESG juga mencakup governance (tata kelola). Tata kelola sendiri berarti serangkaian sistem yang membuat perusahaan untuk beroperasi secara efektif. Keduanya adalah instrumen yang dapat membantu keberlanjutan perusahaan dan juga lingkungan,” jelas Prof. Hooy.

    Materi terkait keberlanjutan perusahaan yang disampaikan oleh Prof. Hooy tersebut berlanjut dengan paparan materi oleh Syahid Deradjat, terkait praktik keberlanjutan bisnis yang diterapkan oleh Pertamina.

    “Pertamina berfokus pada tiga bidang utama dalam praktik tanggung jawab sosial lingkungan antara lain pendidikan berkelanjutan, lingkungan, dan ekonomi berkelanjutan,” jelas Syahid Deradjat. Selain itu, Pertamina juga telah memetakan 10 sektor SDG utama yang berhubungan dengan operasi perusahaan.

    Selain paparan materi yang mendetail, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan pembicara melalui proses tanya jawab yang dilakukan tiap akhir materi.

  • Kolaborasi dengan KAFEB UNS, BEM FEB Adakan Latihan Keterampilan Manajerial Mahasiswa Tingkat Dasar

    Kolaborasi dengan KAFEB UNS, BEM FEB Adakan Latihan Keterampilan Manajerial Mahasiswa Tingkat Dasar

    Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) berkolaborasi dengan Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (KAFEB) UNS gelar Latihan Keterampilan Manajerial Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-D) di Aula Gedung Suhardi FEB UNS, 18 – 19 Mei 2024.

    LKMM-D merupakan program kerja BEM yang di tahun ini menghadirkan R. Andiona Boedisoejoto, Ketua Harian KAFEB UNS, alumni FEB UNS tahun 1983.

    Kegiatan yang mengusung tema 7 Habits Book Review: Unleash The Leader, Shape The Future diikuti oleh Mahasiswa FEB UNS yang juga aktif terlibat di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) /Organisasi kemahasiswaan di FEB.

    Dihadapan lebih dari 50 mahasiswa, Andiona mengupas tuntas 7 kebiasaan efektif menurut buku The 7 Habits of Highly Effective People dengan implementasi secara langsung.

    Kebiasaan efektif yang dipaparkan itu yakni be proactive,  mengambil inisiatif dan bertanggung jawab atas tindakan dan keputusan pribadi; begin with the end in mind, menetapkan tujuan yang jelas dan merencanakan langkah-langkah untuk mencapainya; put first things first, memprioritaskan tugas- tugas penting daripada yang mendesak, fokus pada hal-hal yang benar-benar penting; think win-win, mencari solusi yang menguntungkan semua pihak dalam setiap interaksi dan negosiasi; seek first to understand, then to be understood, mendengarkan dengan empati sebelum menyampaikan pandangan atau pendapat sendiri; synergize, bekerjasama dengan orang lain untuk mencapai hasil yang lebih baik daripada bekerja sendiri-sendiri; sharpen the saw, melakukan perawatan diri secara berkelanjutan dalam aspek fisik, mental, emosional, dan spiritual untuk menjaga efektivitas pribadi.

    Ketujuh kebiasaan ini dirancang untuk membantu individu mengembangkan karakter yang kuat, membangun hubungan yang efektif, dan mencapai tujuan hidup yang lebih baik.

    Ketua pelaksana kegiatan, Sania Arava Azhar menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakannya LKMM-D X KAFEB UNS 2024 adalah agar peserta memiliki pengetahuan dasar tentang bagaimana menerapkan dan mengembangkan kebiasaan kepemimpinan yang efektif. Peserta juga diharapkan mampu menjadi organisator yang bijaksana dalam menanggapi permasalahan di organisasi.

    Di kegiatan itu, juga hadir Dr. Dwi Prasetyani, S. E., M. Si., Wakil Dekan Akademik, Riset, dan Kemahasiswaan serta Jati Haryanto,  Ketua Yayasan Dharma Bekti KAFEB UNS untuk memberikan sambutan dan arahan kepada peserta.

    Di kegiatan itu juga diadakan pre-test dan post-test untuk seluruh peserta dan game implementasi secara langsung.

    Setelah mengupas tuntas tujuh kebiasaan efektif, kegiatan LKMM-D X KAFEB UNS 2024 diakhiri dengan awarding bagi peserta terbaik dan kelompok terbaik kemudian terdapat sesi penyerahan vandel dan kenang-kenangan dari ketua pelaksana kepada pembicara.

  • Donor Darah Peduli Sesama, Kali Kedua digelar di FEB  

    Donor Darah Peduli Sesama, Kali Kedua digelar di FEB  

    Kali ke dua, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan UNS, Palang Merah Indonesia dan KSR UNS adakan kegiatan Donor Darah Peduli Sesama, Kamis 16 Mei 2024 di Aula Gedung Suhardi.

    Di kegiatan kemanusiaan itu, peserta donor darah melakukan pendaftaran melalui googleform maupun on the spot.

    Di antara sejumlah persyaratan bagi peserta yang akan melakukan donor darah diantaranya, usia minimal 17 tahun, sudah sarapan, tidak sedang minum obat selama 5 hari terakhir, jarak dengan donor darah terakhir minimal 2 bulan.

    Setelah melalui tahapan pengecekan medis, 60 orang dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mendonorkan darahnya, baik dari civitas academica UNS maupun masyarakat umum.

    Dari sejumlah itu, tidak hanya dari pendonor yang telah rutin namun juga beberapa peserta terdapat pendonor pemula.

    Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons), Ak. dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada penyelenggara kegiatan donor darah di FEB dan juga para pendonor yang telah sukarela mendonorkan darahnya.

    “Terima kasih untuk terselenggaranya kegiatan ini dan juga kepada para pendonor. Kegiatan donor darah merupakan kegiatan kemanusiaan, setetes darah yang bisa bermanfaat bagi sesama” ungkapnya.

    Lebih lanjut disampaikan ada tiga manfaat yang bisa dipetik di kegiatan ini. Yang pertama bisa menolong sesama yang memerlukan; kedua bagi PMI, dengan kegiatan ini bisa menyumbang persediaan darah; dan yang ketiga bagi pendonor darah, regenerasi sel darah merah sehingga bisa menyehatkan badan.

    Harapannya, kita kegiatan donor darah ini bisa dilakukan secara rutin sehingga bermanfaat bagi masyarakat.

    Senada dengan pernyataan Dekan FEB, Prof. Dr. Ir. Mohamad Harisudin, M.Si. Direktur Direktorat Kerjasama, Pengembangan dan Internasionalisasi UNS dalam sambutannya juga menegaskan acara ini adalah sangat mulia, sangat bermanfaat terutama bagi orang yang membutuhkan darah.

    “Saya dapat merasakan betapa sulitnya orang yang benar-benar membutuhkan darah.  Kegiatan ini sangat mulia. Saya yakin dengan kita melakukan kegiatan ini, Allah senang, Allah sangat suka dengan kegiatan ini, menolong sesama” ungkapnya.

    Prof. Harisudin juga berharap agar kegiatan secara konsisten bisa dilaksanakan sehingga insyaAllah akan menambah kebaikan bagi UNS dan masyarakat.

    Usai pembukaan donor darah, Prof. Harisudin, Dekan, Wakil Dekan Sumber Daya Manusia (SDM), Keuangan dan Logistik berserta Dharma Wanita Persatuan UNS melakukan peninjauan ke ruang dilaksanakannya Donor Darah yang telah berlangsung sejak pukul 08.30 WIB.

    Prof. Haris, Dr. Djuminah dan juga sejumlah Ibu-Ibu Dharma Wanita juga turut menyumbangkan darahnya di kegiatan donor darah yang berlangsung dari pagi hingga siang.

  • FEB UNS dan DDTC Sepakati Kerja Sama Pendidikan Pajak

    FEB UNS dan DDTC Sepakati Kerja Sama Pendidikan Pajak

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) bersama DDTC menyepakati kelanjutan kerja sama pendidikan dalam bidang pajak. Kelanjutan kerja sama ini turut didukung Keluarga Alumni FEB (KAFEB) UNS.

    Kelanjutan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (Memorandum of Agreement/MOA) antara DDTC dan FEB UNS tentang Pengembangan dan Peningkatan Pendidikan pada Senin, 20 Mei 2024 di UNS Tower, Surakarta.

    Penandatanganan MOA dilakukan langsung oleh Founder DDTC Darussalam dan Dekan FEB UNS Djoko Suhardjanto, yang diwakili Plt Plt Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan, Dwi Prasetyani. Turut hadir juga Wakil Rektor UNS Bidang IV UNS Irwan Trinugroho untuk memberikan tanda kerjasama.

    Penandatanganan MOA turut disaksikan juga oleh Ketua Senat Akademik Tulus Haryono, Ketua Harian KAFEB UNS R. Andiona Boedisoejoto, serta Ketua Yayasan Dharma Bekti KAFEB UNS Jati Haryanto.

    Dalam sambutannya Dwi Prasetyani mengucapkan terima kasih atas kolaborasi yang telah terjalin antara FEB UNS dan DDTC dengan dukungan KAFEB UNS. Terlebih Founder DDTC juga merupakan alumnus berprestasi dari FEB UNS.

    “Dedikasi DDTC kepada FEB UNS luar biasa. Ini kesempatan yang baik, terutama bagi para mahasiswa FEB UNS. Misalnya, dapat merasakan pengalaman bekerja dan magang. Terima kasih kepada DDTC atas kerja sama yang sudah terjalin,” katanya.

    Ada beberapa kegiatan yang menjadi ruang lingkup dari MOA antara FEB UNS dan DDTC. Misalnya, DDTC Executive Internship Program, DDTC Professional Recruitment, seminar dan pelatihan, workshop bagi pengajar, pengembangan kurikulum perpajakan, dan penelitian.

    Founder DDTC Darussalam mengatakan institusinya sangat terbuka dengan berbagai kolaborasi kegiatan konkret yang akan dilaksanakan setelah penandatanganan MOA. Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan adalah penelitian bersama dan pemagangan (internship).

    “Akan banyak yang bisa kita lakukan. Kita siap untuk menerima program magang dari mahasiswa. Kita juga siap mendidik dosen-dosen pajak yang ada di FEB. Hari ini, kita siap untuk membagikan buku sebagai komitmen awal DDTC,” ujar Darussalam.

    Hingga saat ini, DDTC telah menjalin kerja sama dengan 38 perguruan tinggi di Indonesia. Kerja sama ini merupakan wujud konkret dari salah satu misi DDTC, yaitu mengeliminasi informasi asimetris dalam masyarakat pajak Indonesia.

    Wakil Rektor Wakil Rektor Perencanaan, Kerjasama Bisnis dan Informasi UNS Irwan Trinugroho menyambut baik adanya kerja sama tersebut. Menurutnya, UNS akan terus menjalin sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk DDTC, untuk menciptakan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

    Terlebih, Rektorat UNS dan DDTC juga telah menandatangani memorandum of understanding (MOU). Selain dengan FEB UNS, DDTC juga telah meneken perjanjian kerja sama atau MOA dengan Sekolah Vokasi UNS.

    Adanya kebijakan Kampus Merdeka juga menjadi pintu masuk bagi universitas untuk terus menjalin sinergi dan kolaborasi dengan praktisi dan industri. Harapannya, lulusan FEB UNS dapat mengikuti perkembangan zaman dan dinamika industri, termasuk dalam bidang pajak.

    “Hal yang penting bagi mahasiswa adalah knowledge, skill, analytical thinking, serta practical. Terima kasih kepada DDTC yang selalu mendukung upaya UNS, termasuk FEB.” katanya.

    Adapun berdasarkan pada The QS World University Rankings pada 2024, FEB UNS menduduki peringkat ke-4 terbaik untuk jurusan ekonomi di Indonesia. Kemudian, dalam pemeringkatan Webometrics pada Januari 2024, UNS menempati posisi ke-7 di Indonesia.

    Selain seremonial penandatanganan MOA antara DDTC dan FEB UNS, ada 2 agenda lain dalam acara KAFEB Talk X DDTC ini. Pertama, bedah buku terbaru DDTC berjudul Konsep Dasar Pajak: Berdasarkan Perspektif Internasional.

    Buku ke-24 ini diluncurkan bertepatan dengan momentum hari ulang tahun (HUT) ke-17 DDTC yang jatuh pada 20 Agustus 2024. Buku ini ditulis oleh Darussalam bersama Founder DDTC Danny Septriadi dan Tax Expert, CEO Office DDTC Atika Ritmelina Marhani.

    Dalam acara ini, DDTC juga membagikan buku kepada pihak Rektorat UNS, FEB UNS, serta KAFEB UNS. Selain itu, beberapa peserta acara yang terpilih juga mendapatkan buku ini secara eksklusif.

    Kedua, KAFEB Talk: Kickstarting Your Career in Taxation. Darussalam menyampaikan materi tentang peluang berkarier pada sektor perpajakan yang sangat luas. Adapun Dosen FEB UNS Taufiq Arifin hadir sebagai moderator.

    Tidak hanya itu, sebagai bagian dari wujud konkret dari kerja sama, DDTC membuka jalur eksklusif magang untuk mahasiswa UNS. DDTC memberikan golden ticket untuk mengikuti Seleksi Akbar Internship DDTC Eksklusif untuk Mahasiswa UNS kepada para peserta acara.

    Untuk itu, hadir pula Inayya Putri Pidata dari Human Capital DDTC yang menyampaikan info session terkait dengan peluang internship dan karier. Assistant Manager, Brand & Relation DDTC Idznila Shabrina juga hadir untuk menjelaskan tentang Perpajakan DDTC.

  • Mahasiswa Ikuti Seminar Campus Visit IFG 2024: Literasi Asuransi dan Dana Pensiun

    Mahasiswa Ikuti Seminar Campus Visit IFG 2024: Literasi Asuransi dan Dana Pensiun

    Dalam kehidupan pasti ada risiko dan tidak bisa dihindari, baik risiko yang sifatnya kecil maupun yang besar. Kadang-kadang risiko muncul bukan dari kita tapi juga dari orang lain.

    Pada dasarnya peranan dari lembaga keuangan non perbankan seperti asuransi dan dana pensiun tidak menghilangkan segala macam risiko yang terjadi, namun perannya adalah untuk memitigasi risiko.

    Pernyataan itu disampaikan Chief Senior Research Associate Indonesia Financial Group (IFG), Ibrahim Kholilul Rohman pada seminar Campus Visit Indonesia Financial Group (IFG) Progress 2024 yang mengangkat tema Literasi Dasar dan Pengenalan Industri Asuransi & Dana Pensiun di Ruang Konimex Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS, Kamis (16/5/2024).

    Kepada lebih dari 100 mahasiswa FEB UNS, Ibrahim mengenalkan hadirnya Industri Keuangan Non Bank (IKNB) khususnya asuransi dan dana pensiun untuk memitigasi risiko dari berbagai aktifitas dan kondisi yang terjadi di masyarakat.

    IFG adalah Holding BUMN Asuransi dan Penjaminan yang membawahi  perusahan-perusahan asuransi, penjaminan dan capital market beranggotakan PT Asuransi Kerugian Jasa Raharja (Jasa Raharja), PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), PT Bahana Sekuritas, PT Bahana TCW Investment Management, PT Bahana Artha Ventura, PT Bahana Kapital Investa dan PT Grahaniaga Tatautama.

    Dikatakan, Coverage risiko yang dikelola sektor asuransi sangat luas cakupannya di hampir seluruh aktifitas mulai dari jiwa, kesehatan, kecelakaan, hingga risiko yang terjadi di kegiatan industri. Selain itu, sektor dana pensiun juga menjadi penting sebagai sumber pembiayaan hari tua masyarakat Indonesia.

    IFG Progress memiliki fungsi-fungsi untuk publikasi, riset,  edukasi publik seperti yang sedang berlangsung hari ini.

    “Jadi kalau nanti sesudah acara ini, kalian berpikir bahwa kerja di IFG menarik, please kontak kami dan jika nanti kalian di tingkat akhir punya paper atau punya kajian tentang jenis keuangan yang bisa dikembangkan sebagai kajian riset, mari kita belajar bersama dengan potensi pengembangan diri untuk menjadi investment expert, economist,actuary and underwriter yang bersama-sama bertujuan mengembangkan IKNB ke depan” jelasnya.

    Kegiatan itu dipandu oleh Ayya Agmulia Asmarani Islam dan menghadirkan empat narasumber, Chief Senior Research Associate IFG Progress, Ibrahim Kholilul Rohman; Research Associate IFG Progress, Rizky RIzaldi Ronaldo dan Afif Narawangsa Luviyanto; serta Dosen FEB UNS, Dila Maghrifani.

  • FGD Program Kerja International Office FEB: IO FEB Kepanjangan dari IO UNS

    FGD Program Kerja International Office FEB: IO FEB Kepanjangan dari IO UNS

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Focus Group Discussion (FGD) Program Kerja International Office (IO) FEB, Kamis 28 Maret 2024.

    Kegiatan yang diadakan di Gedung Ki Hadjar Dewantara UNS Tower diikuti oleh para Kepala Program Studi, Koordinator dan Subkoordinator FEB.

    Dr. Dwi Prasetyani, Wakil Dekan Akademik, Riset, dan Kemahasiswaan FEB dalam sambutannya menyampaikan bahwa di kegiatan ini, peserta dapat bersama-sama mengawal terbentuknya unit internasional di FEB. Sebuah unit milik bersama dan ada keterwakilan seluruh prodi FEB.

    Dikatakan, selama ini, kegiatan internasional fakultas masih dilakukan oleh tim kecil, dengan dibantu oleh Tri Mulyaningsih, Ph.D, Retno Tanding Suryandari, Ph.D dan Ratna Malisa Indriawati, ME. Dan untuk kegiatan internasional lainnya masih bersifat sektoral, di masing-masing prodi.

    “FEB sudah terakreditasi internasional, dan memiliki kelas internasional serta banyak juga tamu-tamu dari luar negeri. Berbagai aktifitas yang levelnya internasional sudah sangat banyak di FEB hanya saja masih sangat sektoral, belum ada satu unit khusus yang secara standar menangani, itulah sebabnya kita perlu membentuk unit IO FEB, nanti nama kita buat bersama dan juga programnya” paparnya.

    IO fakultas diharapkan menjadi kepanjangan dari  IO universitas. Oleh sebab itu di kegiatan ini juga mengundang Rino Ardhian Nugroho, Ph.D. Kepala UPT Kerjasama dan Layanan Internasional UNS untuk memberikan wawasan tentang arah dan visi internasionalisasi UNS, serta berbagai program dan kegiatan IO UNS.

    Lebih lanjut Tri Mulyaningsih, Ph.D melaporkan berbagai aktifitas yang selama ini telah dilakukan dalam tim kecil IO FEB meliputi Staff Mobility Collaboration antara University of Canberra, Australia dan FEB UNS; Diseminasi penelitian dalam Konferensi Internasional untuk Mahasiswa Pascasarjana dengan RUDN University, Rusia; Menjadi tuan rumah bersama Konferensi Internasional dengan Thaksin University, Thailand serta mengusulkan Program Double Degree/ Credit Transfer untuk Program Magister Manajemen dengan National Center University, Taiwan.

    Sementara itu, dalam paparannya Rhino menjelaskan bahwa program-program IO UNS merupakan kepanjangan dari DIKTI, diantaranya Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA), Global Challenge, UNS Scholarship, Kemitraan Negara Berkembang (KNB), Program Equity (WCU), Hibah Internasional, serta  International Government Partnership (IGP).

    Rhino juga berpesan ke sejumlah pimpinan prodi yang hadir agar setiap ada dosen atau mahasiswa internasional di fakultas agar dapat dilaporkan ke IO UNS untuk dicatatkan sebagai dosen atau mahasiswa asing. Hal ini untuk dapat menambah data prosentase dosen dan mahasiswa asing di UNS, selama ini belum ada pencatatan.

    Di kegiatan itu, para Kaprodi menyampaikan usulan dan arahan terkait program-program yang akan dilakukan untuk terbentuknya Unit IO FEB.

  • FEB UNS Menerima Kunjungan UiTM Malaysia, Jalin Kerja Sama

    FEB UNS Menerima Kunjungan UiTM Malaysia, Jalin Kerja Sama

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan 10 dosen dari Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia pada 29 – 30 April  2024.

    Di hari pertama kunjungan, dosen-dosen dari UiTM tersebut melakukan dua agenda utama yakni mengajar dan melakukan pengabdian masyarakat.

    Para dosen UiTM mengajar  di lima kelas untuk matakuliah Pemasaran Digital, Manajemen UKM dan Koperasi, Analisis Jabatan, Komunikasi Bisnis dan Matematika Ekonomi II. Selain itu menjadi pembicara di kegiatan yang bertemakan Finantial Ratio and Analysis di Aula Konimex yang diikuti oleh mahasiswa Program Studi S-1 Bisnis Digital.

    Dosen-dosen dari Universiti Teknologi Mara (UiTM) yakni Dr. Wan Normila Mohamad, Nur Aila Amirnordin, Hilwana Abd Karim, Maziah Mohamed Arif, Nooraza Tukiran, Norhaniza Md Akhir, Tengku Sharifeleani Ratul Maknu, Dr. Faridah Pardi, Nur Fadhilana Zainal Abedin, dan Dr. Nurazilah Zaenal.

    Dilanjutkan sore harinya melakukan pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren Tahfidz Ibnu Mubarok Karanganyar.

    Di hari kedua kunjungan, dilakukan diskusi kerja sama MBKM FEB UNS dan UiTM di Ruang Sidang 1 FEB UNS. Kegiatan dihadiri oleh Dekanat dan juga Kepala Program Studi di FEB UNS.

    Dalam forum tersebut, Tastaftiyan Risfandy, Ph.D., Wakil Dekan Perencanaan, Kerja Sama Bisnis dan Informasi menyampaikan beberapa kerja sama yang telah dilakukan antara FEB UNS dan UiTM. Tahun kemarin mendapatkan kesempatan mengajar di UiTM, kolaborasi riset dengan UiTM, dan juga ada kesempatan untuk membuat kompetisi jurnal bisnis.

    Prof. Djoko Suhardjanto, Dekan FEB menyambut baik kedatangan para dosen UiTM dan di awal sambutannya juga menyampaikan capaian prestasi FEB.

    “FEB mendapatkan rangking 4 untuk Jurusan Ekonomi terbaik di Indonesia. Kita terus meningkatkan reputasi internasional lewat berbagai kegiatan kerja sama salah satunya adalah kerja sama dengan UiTM. Kami sangat bangga bisa bekerja sama dengan UiTM, semoga di tahun mendatang bisa ditingkatkan aktifitasnya, tidak hanya aktifitas di pengajaran tapi di publikasi, penelitian dan pengabdian. Jika tadi sudah melakukan pengabdian di karanganyar, besok gantian di Malaysia, saling mengisi” paparnya.

    Sementara itu, Prof. Irwan Trinugroho, Wakil Rektor Perencanaan, Kerjasama Bisnis dan Informasi juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada dosen dari UiTM.

    Menurutnya, budaya di Negeri Sembilan dan Bahasa Melayu mirip dengan Bahasa Indonesia sehingga mahasiswa dapat memahami bahasa pengantar yang digunakan dan tidak terdapat hambatan budaya antara Indonesia dan Negeri Sembilan, Malaysia.

    Prof. Irwan juga menegaskan agar kerja sama antara FEB UNS  dan UiTM dapat benar-benar diimplementasikan.

    “Saya tidak suka jika kita tanda tangan perjanjian kerja sama tapi tidak ada aktifitasnya, aktifitasnya harus diimplementasikan, satu tahun lagi akan saya evaluasi  agreement-nya sampai mana, aktifitas riil yang dijalankan sampai dimana” tegasnya.

    Prof. Irwan juga menyampaikan beberapa skema kerja sama di UNS yang bisa dilakukan diantaranya research kolaborasi internasional, pendanaan dari luar negeri menjadi salah satu penilaian untuk universitas di Malaysia. Melalui skema ini dapat dilaksanakan riset kolaborasi dengan pendanaan baik dari UNS dan UiTM.

    Selain itu juga visiting professor, dari UiTM bisa datang ke UNS sebagai visiting professor dimana biaya perjalanan, akomodasi, dan honorarium dibiayai oleh UNS. Invited professor at overseas university juga merupakan syarat untuk memperoleh gelar profesor di Malaysia.

    Lalu ada skema pengiriman dosen UNS ke universitas internasional melalui skema outbound scholar yang juga menjadi poin penilaian pemeringkatan QS, dosen UNS membutuhkan eksposur internasional untuk membangun portofolio individu dosen. Ketika dosen FEB UNS mengajar di UiTM maka mahasiswa tersebut dapat dikategorikan sebagai mahasiswa internasional UNS.

    Selanjutnya skema joint supervision, dosen dari UiTM dapat menjadi bagian tim pembimbing tesis/disertasi mahasiswa S-2. Dosen dari UiTM dapat datang ke UNS melalui skema ini.

    Usai diskusi, dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama untuk mengembangkan, mendukung dan memperkaya pengembangan penelitian di bidang yang akan bermanfaat bagi kedua belah pihak.

  • Tendik FEB Ikuti Pelatihan Mitigasi Kebakaran dan Simulasi Penggunaan APAR

    Tendik FEB Ikuti Pelatihan Mitigasi Kebakaran dan Simulasi Penggunaan APAR

    Mitigasi merupakan tindakan atau upaya yang dilakukan untuk mengurangi atau mengendalikan risiko atau dampak negatif dari suatu peristiwa atau situasi.

    Mitigasi kebakaran meliputi langkah-langkah yang diambil untuk mencegah terjadinya kebakaran atau mengurangi dampaknya jika kebakaran terjadi. Contohnya termasuk memastikan bahwa bangunan memiliki jalur evakuasi yang aman, memasang alat pendeteksi asap, serta melatih orang-orang dalam penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) dan prosedur darurat.

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggandeng  CV. Bina Cipta Abadi menggelar pelatihan mitigasi kebakaran dan simulasi penggunaan APAR usai Senam Pagi, Jumat  19 April 2024 di lapangan futsal  FEB.

    Pelatihan mitigasi kebakaran dan simulasi penggunaan APAR merupakan langkah penting dalam meningkatkan keamanan dan kesiapsiagaan Civitas Akademika FEB UNS dalam menghadapi potensi bencana kebakaran.

    Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para Tenaga Kependidikan (Tendik) dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menangani kebakaran dengan cepat dan efektif.

    Koordinator Tata Usaha FEB, Iwan Kusmartono, SH dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan seperti ini perlu dilakukan secara rutin.

    “Pelatihan ini perlu dilakukan secara rutin, karena memang ada proses penilaian dari universitas  terhadap Keamanan, Keselamatan dan Kesehatan Lingkungan Hidup (K3L) di fakultas. Ini juga untuk men-charge kemampuan teman-teman Tendik, khususnya tenaga keamanan agar tidak lupa terhadap fungsi masing-masing. Disamping itu, Tendik tahu bagaimana proses jika ada darurat kebakaran, korsleting. Harapan kami semuanya dapat mengikuti arahan dari instruktur” tuturnya.

    Dikatakan Iwan, hari ini sekaligus juga diagendakan visitasi ke beberapa gedung. Yang memungkinkan untuk ditambahkan alat-alat yang diperlukan maka akan diadakan agar ke depan seluruh fasilitas K3L bisa lengkap.

    Sementara itu, Dr. Djuminah, Wakil Dekan Sumber Daya Manusia, Keuangan dan Logistik, menegaskan bahwa yang utama dan pertama adalah K3L menjadi modal dasar kita, K3L harus melekat kepada institusi.

    “Semoga aktifitas ini menjadi ajang rutin dengan pengembangan atau peningkatan sesuai kebutuhan yang mungkin terjadi. Terimakasih kepada tim dari Damkar yang sudah hadir untuk memandu dan semua tendik untuk kebersamaannya mengikuti pelatihan” ungkapnya.

    Di pelatihan itu, peserta diajarkan cara mencegah kebakaran, teknik memadamkan api, serta penggunaan APAR yang tepat. Selain itu, pelatihan juga meliputi pengetahuan tentang tindakan darurat yang harus diambil saat menghadapi situasi kebakaran.

    Instruktur menjelaskan juga cara penanganan mengisolasi api dari oksigen, salah satunya dengan cara tradisional menggunakan karung goni, handuk atau segala jenis kain, yang penting jangan kain sintetis.

    “Jika terjadi kebakaran, ambil goni atau handuk atau kain di sekitar kita, celupkan air lalu diselimutkan ke api. Ketika menyelimutkan, cara memegang ujung-ujungnya dijepit antara telunjuk dengan ibu jari, lalu telapak tangan diputar, fungsinya untuk melidungi kita. Perhatikan arah angin, jika arah angin ke utara, posisi kita ada di selatan. Cara berjalan agak serong, jangan sampai api menyambar kita. Jika sudah maju jangan pernah mundur lagi, harus yakin, karena ketika sudah maju lalu mundur lagi, api akan mengikut arah kain. Tutup api dengan goni, api akan padam” paparnya.

    Selanjutnya dijelaskan langkah yang harus dilakukan jika terjadi kebocoran gas di rumah: 1. Jangan sekali-kali menyalakan atau mematikan listrik, karena akan menimbulkan percikan api meski kecil, itu akan menjadi pemantik, biarkan yang nyala tetap nyala, yang mati tetap mati; 2. Buka pintu dan jendela agar ada sirkulasi udara yang besar; 3. Lepas regulator dan bawa tabungnya keluar, ditunggu 15 menit agar gas keluar semua, ketika sudah tidak ada bau gas, sudah aman.

    “Jika terjadi kebakaran, yang pertama dan paling utama adalah jangan pernah panik. Biasanya kebakaran menjadi bertambah besar, salah satu penyebabnya karena panik, segera telepon pemadam kebakaran, lalu lakukan penyelamatan diri atau orang-orang di sekitar dan jika memungkinkan menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Beberapa teknik yang pernah didapatkan dari pelatihan bisa dilakukan” ungkap instruktur menegaskan.

  • Kolaborasi Penelitian Antarnegara: UNS, UMPO dan Universiti Malaya Inisiasi Pengembangan Inklusi Kewirausahaan Penyandang Disabilitas

    Kolaborasi Penelitian Antarnegara: UNS, UMPO dan Universiti Malaya Inisiasi Pengembangan Inklusi Kewirausahaan Penyandang Disabilitas

    Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) bersama dengan Universiti Malaya (UM) Malaysia menginisiasi penelitian yang inovatif sebagai upaya kolaborasi penelitian lintas batas negara.

    Tim dari UNS diketuai oleh Ari Kuncoro Widagdo, Ph.D, beranggotakan Prof. Rahmawati dan Dr. Sri Hartoko. Dari UMPO, Dr. Rochmat Aldy dari UMPO. Sedangkan dari Universiti Malaya Prof. Noor Ismawati Binti Jaafar.

    Di kegiatan ini juga melibatkan tiga mahasiswa, dua dari pascasarjana dan satu dari mahasiswa S-1 FEB UNS.

    Kepada feb.uns.ac.id, Prof. Rahmawati menyampaikan, kerja sama ini bertujuan untuk menyelidiki serta mengembangkan model inovasi inklusi untuk Penyandang Disabilitas (PwD) dengan mendorong inovasi dan kewirausahaan digital sebagai langkah signifikan menuju inklusi ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

    Dikatakan, penyandang disabilitas (PwD) biasanya berisiko lebih tinggi mengalami keterbatasan akses terhadap pendidikan dan fasilitas pendidikan, tingkat pekerjaan yang lebih rendah, dan tingkat kemiskinan yang lebih tinggi. PwD juga menghadapi berbagai hambatan dalam inklusi sosial dan ekonomi di masyarakat.

    “Negara berkembang, termasuk Indonesia dan Malaysia, terus berupaya untuk menjamin inklusi yang lebih besar bagi orang dengan disabilitas dengan menyamaratakan peluang dan memastikan inklusi dan partisipasi penuh orang dengan disabilitas dalam masyarakat. Misalnya, para pengrajin dari komunitas PwD memproduksi Batik Ciprat di Desa Karangpatihan, Ponorogo, Indonesia, di mana terdapat 205 orang disabilitas yang tinggal di sana. Demikian pula di Malaysia, terdapat LSM disabilitas, yaitu Rumah Harapan dan Batik Kuala Lumpur, yang memiliki zona untuk pengrajin batik disabilitas. Meskipun menghadapi stereotip, stigma, dan diskriminasi, komunitas PwD terus menjalankan bisnis mereka” paparnya.

    Penelitian ini menggunakan observasi terhadap penyandang disabilitas yang menjalankan bisnis mereka sendiri dan Focus Group Discussion (FGD) dengan para pemangku kepentingan di komunitas disabilitas.

    Lebih lanjut dijelaskan, kerja sama penelitian ini menegaskan pentingnya kemitraan lintas batas dalam menghadapi tantangan-tantangan sosial yang mendesak dan mendorong pembangunan inklusif.

    Diharapkan, dengan memanfaatkan keahlian dan sumber daya bersama dari UNS, UMPO, dan UM, penelitian ini memiliki potensi besar dalam menggali potensi kewirausahaan PwD, serta berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi dan inklusi sosial yang lebih luas di seluruh wilayah, khususnya di Indonesia dan Malaysia.

    Seiring berjalannya penelitian ini, para pemangku kepentingan dan pembuat kebijakan dapat memperoleh wawasan yang berharga yang dapat digunakan dalam intervensi berbasis bukti dan reformasi kebijakan.

    Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang mendukung kewirausahaan PwD. Dengan dedikasi dan kolaborasi lintas disiplin, universitas-universitas ini berada di garis depan dalam mendorong perubahan positif dan menciptakan masyarakat yang lebih inklusif bagi semua.

  • Guest Lecture Prodi S-1 Manajemen Bahas Tren dan Isu Terkini di Bidang Perilaku Organisasi

    Guest Lecture Prodi S-1 Manajemen Bahas Tren dan Isu Terkini di Bidang Perilaku Organisasi

    Program Studi S-1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Guest Lecture bertajuk ‘Trend and Current Issues in Organizational Behavior, Selasa, 30 April 2024.

    Guest Lecture yang berlangsung secara daring melalui Zoom Cloud Meeting tersebut dihadiri oleh mahasiswa program sarjana dan pascasarjana serta dosen di FEB UNS

    Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 170 peserta tersebut menghadirkan dosen tamu Desiree van Dun dari University of Twente, Netherlands.

    Dr. Van Dun menyampaikan materi dengan judul ‘Leading Industry 4.0: Changing the Roles of Leaders and Employees.

    Ia menjelaskan bahwa industri 4.0 merujuk pada revolusi industri keempat yang diwarnai dengan penggunaan internet dan internet of things (IoT), dimana perubahan tersebut memiliki dampak yang signifikan pada perilaku organisasi.

    “Beberapa efek signifikan dari revolusi industri ini antara lain seperti berubahnya peran dari operator dengan penggunaan robot ataupun drones serta peran kecerdasan buatan (artificial intelligence-AI) dalam kegiatan yang sangat terspesialisasi, seperti contohnya diagnosa kanker,” jelas Dr. van Dun.

    Meskipun begitu, Ia menjelaskan bahwa meskipun industri 4.0 mempengaruhi peran pegawai dalam organisasi, kesuksesan dari penerapan teknologi terbaru juga tergantung pada pelaku dalam organisasi. Dalam hal ini terdapat tiga skenario penerapan teknologi di lingkungan kerja antara lain skema dimana teknologi/robot diposisikan di depan pegawai sehingga robot memiliki peran untuk berinteraksi langsung dengan pelanggan.

    Skema tersebut sering diterapkan dalam proses pelayanan pelanggan, dimana pelanggan akan berinteraksi dengan chatbot untuk pertanyaan atau permasalahan umum, dan apabila terdapat permasalahan yang lebih kompleks sistem akan mengarahkan pelanggan untuk langsung berinteraksi dengan pegawai (manusia).

    Skema kedua adalah dengan memposisikan robot/sistem bersandingan dengan pegawai, dimana teknologi akan membantu pegawai saat berinteraksi dengan pelanggan. Skema terakhir yang dapat diterapkan adalah penempatan sistem/program dibelakang pegawai, dimana program/sistem mengeksekusi proses dan tugas dari back office.

    Terkait pengaruh teknologi pada peran pemimpin dan pegawai, Dr. van Dun menjelaskan bahwa dengan bantuan teknologi, anggota organisasi memiliki lebih banyak waktu untuk mengeksplorasi pilihan yang ada dan menjadi kreatif.

    “Adanya industri 4.0 membutuhkan kreatifitas lebih tinggi baik bagi pegawai dan pemimpin. Selain itu, teknologi bisa juga meningkatkan tingkat individualism karena pegawai lebih sering bekerja dan berinteraksi dengan teknologi dibandingkan dengan kolega lain,” jelas Dr. van Dun.

    Lebih lanjut, Dr. van Dun juga menjelaskan terkait respon pegawai terhadap perubahan terkait penerapan teknologi, yang dapat dibagi menjadi empat kelompok respon.

    Empat kelompok respon tersebut yakni change disengagement, pegawai memandang perubahan secara negatif namun tidak secara aktif menolak perubahan; change resistance,  pegawai secara aktif menunjukkan atau menyampaikan penolakan terhadap perubahan; change acceptance, pegawai menerima perubahan namun tidak secara aktif menunjukkan dukungan, dan yang terakhir adalah change proactive, pegawai secara aktif menunjukkan dukungan serta partisipasi dalam perubahan. Dalam hal ini, pemimpin perlu menggunakan pendekatan yang berbeda untuk setiap kelompok.

    “Sebagai pemimpin, kita harus memberikan perhatian yang sama kepada kelompok yang proaktif terhadap perubahan, sekaligus mendengarkan dan menangani kekhawatiran kelompok yang menolak karena mereka mempunyai banyak masukan untuk para pemimpin,” ungkap Dr. van Dun.

    Dalam kuliah tamu yang berlangsung lebih selama dua jam tersebut, peserta diajak untuk berinteraksi secara langsung melalui Mentimeter, dimana mereka dapat memberikan respon secara langsung pada beberapa poin pertanyaan dari pembicara. Selain itu, peserta juga diberi kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada Dr. van Dun dalam sesi tanya jawab.