FEB

Kategori: fakultas

  • FEB UNS Menerima Kunjungan Kuliah Kerja Lapangan Prodi S1 Bisnis Digital UNJ, Jalin Kerja Sama Penelitian

    FEB UNS Menerima Kunjungan Kuliah Kerja Lapangan Prodi S1 Bisnis Digital UNJ, Jalin Kerja Sama Penelitian

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan Kepala Program Studi dan 79 mahasiswa S1 Bisnis Digital Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Kamis, 13 Juli 2023 di Aula Gedung Suhardi FEB UNS.

    Rombongan dari S1 Bisnis Digital UNJ disambut  Wakil Dekan Perencanaan Kerjasama Bisnis dan Informasi, Tastaftiyan Risfandy, Ph.D., Kaprodi, Putra Pamungkas Ph.D dan juga Dosen Pengampu S1 Bisnis Digital FEB UNS

    Dalam sambutannya,  Tastaftiyan Risfandy, Ph.D menyampaikan ucapan selamat datang di UNS Solo kepada Kaprodi Bisdig UNJ, Dr. Osly Usman, M.Bus beserta para mahasiswa.

    “Kami ucapkan selamat datang Kaprodi Bisdig UNJ, Bapak Osly dan juga seluruh mahasiswa. Kami merasa terhormat, ini adalah kali ke 2 UNJ ke UNS. Sebelumnya Bapak Osly pernah memberikan banyak arahan kepada Prodi Bisnis Digital FEB sebagai prodi yang baru saja berdiri.” sambutnya.

    Lebih lanjut dikatakan Bisdig UNJ dan UNS akan menjalin banyak kerja sama, salah satunya adalah kerja sama penelitian.

    Senada dengan Tastaftiyan, Ph.D, Dr. Osly juga menegaskan bahwa Bisdig UNS dan UNS akan  melakukan kerja sama penelitian dan pengabdian internasional yang akan melibatkan mahasiswa

    Kuliah Kerja Lapangan (KKL) diharapkan bisa membangkitkan semangat mahasiswa S1 Bisdig UNJ untuk mandiri.

    “Para mahasiswa kami ajak keluar kampus, ke semua tempat agar dapat belajar, tidak menjadi ‘jago kandang’, bisa membaktikan ilmu yang telah didapat untuk masyarakat. Silahkan mahasiswa bisa mengeksplor semuanya, kesempatan ada di UNS. Bisa bertanya apa saja keungulan UNS, proyek-proyek apa yang sudah dikerjakan, mata kuliah apa saja yang ditawarkan semester 5 untuk memungkinkan adanya pertukaran mahasiswa. Sehingga saat pertukaran nanti bisa mantap memilih UNS” jelasnya.

    Sementara itu Kaprodi BG FEB UNS, Putra Pamungkas, S.E., M.Rech.,Ph.D. menguatkan bahwa apa yang di jalin antara Prodi Bisnis Digital UNJ dan UNS memiliki tujuan bersama semoga BG semakin dikenal dimasyarakat, semakin diminati.

    “Kita siapkan talent-talent digital untuk perkembangan industri ke depan. Temen-temen cukup beruntung jadi salah satu pionir, mahasiswa muda yang dibekali ilmu digital dari awal, setelahnya bisa ditangkap oleh industri karena sudah siap untuk menghadapi era digital’’ tegasnya.

    Dikatakan, UNJ dan UNS akan banyak sekali mengadakan kerjasama-kerjasama riset, kegiatan kemahasiswaan, kunjungan dan pertukaran pelajar.

    “Terutama bagi yang sudah visit di UNS yang tertarik dengan kampus UNS, kami siap membuka student exchange 1 sampai 2 semester. Karena di UNS spesialisasi kami adalah keuangan atau finance, tidak menutup kemungkinan ada yang bisnis dan juga marketing.

    Di BG FEB ada 3 konsentrasi: keuangan, digital marketing, dan tata kelola digital.

    Dalam kegiatan kunjungan itu, dipandu oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Prodi BG FEB, mahasiswa UNJ juga berkesempatan melihat sarana prasarana yang ada di FEB UNS.

     

  • Angkat Tema Tips dan Trik Lolos Interview dan FGD BUMN, KAFEB Undang Dua Narasumber

    Angkat Tema Tips dan Trik Lolos Interview dan FGD BUMN, KAFEB Undang Dua Narasumber

    Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (KAFEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar  KATA KITA, Tips dan Trik Lolos Interview dan FGD BUMN, Sabtu 8 Juli 2023.

    Kegiatan yang diikuti 100 peserta itu menghadirkan dua pembicara, Lieke Roosdianti Pangkey,  Executive Director Forum Human Capital Indonesia (FHCI) dan Bunga Herlina Oktaviyanti, VP Wholesale Banking BRI, almuni Angkatan 2001

    Andiona Boedisoejoto atau yang biasa disapa Mas Oni, co Head Cash Product and Regulatory Project Bank UOB Indonesia yang juga sebagai Ketua Harian KAFEB mengatakan acara ini memang ditujukan mahasiswa dan alumni.

    “Di forum ini kita akan berdiskusi mengenai apa itu FHCI, apa yang bisa dibantu dari FHCI yang tentunya memberikan masukan kepada alumni dan mahasiswa. FHCI mempunyai peran penting untuk melakukan rekrutmen dan beberapa aktifitas untuk BUMN se-Indonesia. Tema kita kali ini Tips dan Trik Lolos Interview dan FGD BUMN. Apa dan bagaimana sih proses-prosesnya yang akan kita dengarkan langsung dari FHCI, dari Bu Lieke dan  Mbak Bunga” jelas Mas Oni.

    Dikatakannya, kegiatan seperti ini akan menjadi agenda rutin, ini adalah event pertama dan akan ada kegiatan lanjutan. Ke depan KAFEB akan menjadi key point untuk kemajuan bersama.

    Dr. Dwi Prasetyani, SE, M.Si., Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS  sangat berterima kasih kepada KAFEB yang telah memfasilitasi acara ini dan juga kepada kedua narasumber yang meluangkan waktunya untuk hadir.

    “Seperti yang disampaikan oleh Mas Oni, ini adalah satu dari serangkaian kegiatan yang akan kita lakukan ke depan. Bagaimana supaya mahasiswa kami bisa diterima atau bisa menjadi lulusan yang sesuai dengan apa yang diharapkan. Tugas kami adalah mengantarkan mahasiswa menjadi individu yang akan siap diterima di masyarakat dengan segala kompetensi yang mereka miliki. Hari ini menjadi awalan, pertemuan pertama yang menyenangkan, hangat dan kedepannya kita bisa bekerja sama dengan lebih baik lagi” ungkapnya.

    Disampaikan, FEB dan KAFEB akan berbuat hal-hal lebih berdampak pada mahasiswa, akan melakukan beberapa kegiatan seperti rekrutmen magang dan sertifikasi yang akan kita lakukan dalam waktu dekat.

    Lebih lanjut dikatakan, profiling lulusan terbagi atas tiga, pertama adalah bekerja, kedua berwirausaha dan yang ketiga melanjutkan ke jenjang studi yang lebih tinggi.

    Yang menjadi dosen dan peneliti hanya 10%-nya, 90%-nya terbagi di  profiling lulusan yang bekerja dan berwirausaha. Menurut survei, menjadi pegawai BUMN ternyata memiliki jumlah yang cukup banyak.

    Dikatakan, peminat mahasiswa FEB untuk bekerja terutama di BUMN itu ternyata besar artinya kegiatan ini sudah sangat tepat sekali dan pas sekali dengan apa yang menjadi tujuan kampus.

    FHCI,  Tips dan Trik Lolos BUMN

    Dalam paparannya, Lieke  menjelaskan detil tentang FHCI. FHCI adalah forum berkumpulnya para pemerhati human capital yang berada di BUMN khususnya para Direktur Human Capital atau Sumber Daya Manusia (SDM). FHCI semacam hub untuk memajukan atau meningkatkan SDM di BUMN, baik yang akan menjadi insan BUMN maupun yang sudah berada di BUMN.

    Program-program FHCI antara lain mengenai magang, membantu mensuplai atau merekrut karyawan-karyawan dari BUMN, yang biasa dikenal dengan sebutan Rekrutmen Bersama BUMN (RBB).

    Di FHCI, BUMN atau entitas BUMN itu memberikan lowongan kerja sehingga para mahasiswa atau lulusan pencari kerja bisa melamar pada program FHCI yaitu Rekrutmen Bersama BUMN (RBB). Saat ini yang sedang berlangsung adalah RBB 2023 dan pada tahap untuk memasuki online tes kedua atau untuk bahasa Inggris.

    Kepada 100 peserta daring, Lieke menyampaikan tips agar lolos di BUMN diantaranya  adalah pelamar harus benar-benar menguasai profil dari perusahaan yang dilamarnya.

    Meskipun pelamar sudah mencantumkan Curriculum Vitae (CV) nya, namun dalam proses wawancara, pelamar harus siap secara verbal menjelaskan yang tercantum di CV.

    Dalam proses wawancara, pelamar bisa menjelaskan kelebihan-kelebihan yang dimiliki tanpa khawatir dianggap sombong.

    Hal-hal yang penting lain dalam wawancara adalah pelamar tidak perlu menceritakan hal-hal yang negatif tentang orang lain, tidak perlu menceritakan banyak kelemahan yang dimiliki yang justru akan menurunkan nilai. Kelemahan yang bisa disampaikan adalah hal-hal yang tidak bisa dipenuhi tapi tidak terkait dengan jabatan atau posisi di perusahaan yang akan dilamar.

    Senada dengan Lieke, Bunga menggarisbawahi tentang bagaimana seorang pelamar menceritakan kelebihan dan kekurangannya.

    Pelamar tidak perlu khawatir jika dianggap sombong kalau memang itu adalah achievement-nya. Dan jika ingin menyampaikan kekurangannya dengan cara menyampaikan juga solusi dari kekurangan itu.

    “Justru kelebihan-kelebihan itu yang pengen digali lebih jauh oleh penguji, bagaimana cara bekerja Anda dalam tim, bagaimana mengatasi konflik, jika bekerja dengan tim. Bagaimana Anda sebagai anggota tim berkontribusi, seperti apa kalau sebagai tim leader. Tidak masalah jika ingin cerita kekurangannya tapi ceritakan bagaimana Anda mengatasi kekurangan itu. Jadi saat ini mungkin Anda orangnya pemalu, tidak berani banyak ngomong, tapi katakan juga usaha yang  Anda lakukan misalnya ikut kelas training public speaking, apalagi sekarang juga banyak webinar yang gratis, itu akan bisa jadi poin” jelasnya.

    Disisi lain, dalam hal magang,  Lieke menyarankan kepada peserta untuk bisa mulai mengikuti magang terlebih dahulu di BUMN.

    “Saat magang dan Anda bisa bekerja dengan baik, saya tidak melihat lulusan mana dan sebagainya, kalau bisa bekerja, saya akan rekrut, enggak lihat lagi nih lulusannya dari mana” ungkapnya menyemangati.

    KAFEB sangat terbuka, Lieke menyarankan mahasiswa agar mengambil kesempatan baik ini  untuk menjalin hubungan dengan KAFEB, selalu mengikuti pelatihan-pelatihan atau kegiatan-kegiatan yang digelar KAFEB.

  • Grup Riset Ekonomi Kreatif Latih Pengelola BUMDES dan UMKM Desa Sumber Bening dengan Keterampilan Manajerial Bisnis Berbasis Teknologi Informasi

    Grup Riset Ekonomi Kreatif Latih Pengelola BUMDES dan UMKM Desa Sumber Bening dengan Keterampilan Manajerial Bisnis Berbasis Teknologi Informasi

    Grup Riset Ekonomi Kreatif Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan pengabdian masyarakat di Desa Sumberbening, Trenggalek, Sabtu 17 Juni 2023.

    Desa Sumberbening adalah salah satu desa di Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek yang mayoritas penduduknya beraktifitas sebagai petani, peternak kambing PE dan sebagian kecil UMKM.

    Desa Sumberbening merupakan salah satu desa wisata dari 37 desa wisata yang ada di Kabupaten trenggalek. Desa wisata ini dikelola oleh Pokdarwis “Sengunglung” yang bekerjasama dengan Pemerintah Desa dan juga Bumdesa Sumberbening.

    Dengan potensi yang ada di desa, baik itu potensi SDA, SDM, kebudayaan maupun buatan, pokdarwis mencoba menggali dan mengembangkan potensi tersebut untuk dijadikan sebuah budaya di lingkungan warga, sekaligus memberikan nilai ekonomi yang berbasis masyarakat.

    Ketua pengabdian, Dr. Mugi Harsono, S.E, M.Si. beserta tim, Prof. Dr. Hunik Sri Runing Sawitri, M.Si., Prof. Dr. Asri Laksmi Riani, M.S, Dr. Intan Novela Qurrotul Aini, S. E., M.Si., dan Suryandari Istiqomah, SE, M.Sc. memberikan pembimbingan dan pelatihan kepada pengelola BUMDES dan UMKM Desa Sumberbening.

    Pengabdian masyarakat yang berlangsung di Balai Desa Sumber Bening tersebut mengangkat tema Penguatan Keterampilan Manajerial Bisnis Berbasis Teknologi Informasi Bagi Pengelola BUMDES dan UMKM Desa Sumber Bening, Dongko, Trenggalek.

    Grup Riset Ekonomi Kreatif memberikan beberapa materi pelatihan dan pembimbingan kepada pengelola BUMDES dan UMKM yakni tentang motivasi kerja dan dasar-dasar memulai usaha yang meliputi mindset entrepreneurship dan memetakan peluang, menentukan segmen, target dan positioning.

    Peserta juga dilatih bagaimana strategi digital marketing UMKM yang meliputi mengenal media digital, strategi digital marketing yang efektif dan efisien, serta mengenal Marketplace.

    Materi terakhir tentang praktik digital marketing UMKM diantaranya dengan desain flyer CANVA dan fotografi sederhana serta promosi melalui Whatsapp, Facebook, Instagram dan SHOOPEE.

    Sebelumnya, pada 14 November 2022 telah ditandatangani Perjanjian Kerjasama antara FEB UNS, Pemerintah Desa Sumberbening dan juga menggandeng STKIP Trenggalek.

    FEB UNS mendapatkan tugas mengawal sistem pengelolaan beberapa unit usaha Bumdes, yang akan direalisasi pada awal tahun 2023.

    Dari pertemuan awal tersebut telah disepakati dengan pengurus Bumdes dan Kepala Desa Sumberbening bahwa masalah yang mereka hadapi adalah lemahnya motivasi para pengurus Bumdes karena pekerjaan mereka belum menjamin kehidupan yang layak, lemahnya pengetahuan dan keterampilan tentang mengelola sebuah unit usaha dan kurangnya pengetahuan menggunakan teknologi informasi untuk mendukung pekerjaan bisnis sehari-hari.

    Setelah menerima pelatihan dari Grup Riset FEB UNS, pengelola BUMDES sangat terbantu dalam mengembangkan usahanya. Mereka memperoleh pengetahuan tentang pemasaran produk dan juga mengelola bisnis dengan cara digital.

  • Prodi S1 Manajemen Hadirkan Head Analyst Bank Indonesia dalam Guest Lecture Digitalisasi UMKM

    Prodi S1 Manajemen Hadirkan Head Analyst Bank Indonesia dalam Guest Lecture Digitalisasi UMKM

    Program Studi S1 Manajemen menggelar Guest Lecture yang menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia. Gelaran Guest Lecture bertajuk Empowering MSME Growth through Digitization tersebut terlaksana secara daring melalui Zoom Cloud Meeting pada Sabtu (08/07/2023).

    Kuliah tamu tersebut menghadirkan Dr. Panji Achmad, LL.M, Group Head/Director of Legal Department of Bank Indonesia yang membahas empat poin penting dalam perkembangan digitalisasi di UMKM.

    Poin tersebut antara lain tugas dan wewenang bank sentral pasca disahkannya UU No. 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), penerapan omnibus law sistem keuangan, Bank Indonesia dan sistem pembayaran di Indonesia, serta pengembangan UMKM dan digitalisasi di Jawa Tengah.

    Acara yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut dibuka dengan sambutan Dr. Joko Suyono. Melalui sambutannya, ia mengungkapkan bahwa kuliah tamu kali ini dihadiri oleh mayoritas mahasiswa Prodi S1 Manajemen di semester akhir yang mengikuti program MBKM.

    “Kami berharap materi hari ini dapat memperkaya pengetahuan mahasiswa tentang bagaimana mengelola UMKM terkait digitalisasi,” harap Dr. Joko Suyono.

    Selaras dengan harapan Dr. Joko, Dr. Panji menyatakan bahwa tujuan dari guest lecture dan tugas BI terkait pemberdayaan UMKM sangatlah sesuai. Hal ini dikarenakan saat ini Bank Indonesia sedang giat-giatnya dalam mensosialisasikan peraturan baru terkait omnibus law atau UU P2SK.

    “Digitalisasi membantu UMKM pada saat pandemi covid. Tanpa digitalisasi, mungkin pengaruh covid akan sangat besar bagi UMKM,” ungkap Dr. Panji.

    Selain bertugas sebagai bank sentral di Indonesia, BI turut serta dalam pengembangan UMKM antara lain lewat pendampingan, literasi keuangan, dan kestabilan harga. Dalam hal ini tugas BI dalam UU P2SK meliputi mengeluarkan alat pembayaran yang sah, merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, menjaga stabilitas sistem keuangan melalui pengaturan dan pengawasan makroprudensial, serta menjalankan fungsi “the lender of the last resort.”

    Terkait pengembangan sektor pembayaran digital, ia menyebut bahwa konsumen perlu mempertimbangkan keseimbangan antara risiko dan fungsional alat pembayaran digital. Hal ini terkait dengan banyaknya risiko keamanan yang melekat pada penggunaan sistem digital tersebut.

    “Untuk itu semua sistem pembayaran di Indonesia harus dibawah pengawasan bank sentral, tidak boleh ada ‘shadow banking’ (bank yang tidak sesuai/tidak mengikuti peraturan BI). Sistem pembayaran harus terhubung dengan sistem perbankan. Salah satu kemajuan yang diluncurkan oleh BI adalah penggunaan QR code, bernama QR code Indonesian Standard. Penggunaan QRIS sangat bermanfaat, khususnya pada saat pandemi Covid-19.” jelasnya.

    Bahkan QRIS ini telah berkembang menjadi QRIS cross border, yang hingga saat ini telah bisa digunakan di Thailand, Malaysia, dan terakhir disahkan di Singapura.

    Sejalan dengan perkembangan sistem pembayaran resmi yang dibangun oleh BI, menurut data dari Kementerian Koperasi dan UMKM, pada 2022, ada 20,76 juta unit UMKM yang telah menggunakan ekosistem digital. Dalam rangka pengembangan UMKM ini, BI memberikan program pengembangan UMKM serta keuangan inklusif.

    “Statistik digitalisasi di Jawa Tengah pengguna pembayaran digital paling besar adalah generasi Z dan milenial. Pada tahun 2022, jumlah UKM yang telah masuk ekosistem digital meningkat 26,6% dibandingkan tahun 2021. Sementara target Kemenkop untuk tahun 2024 adalah 30 juta unit UMKM yang bergabung dalam ekosistem digital ini.”

    Antusiasme mahasiswa kepada materi sistem keuangan Indonesia tampak saat sesi tanya jawab. Dr. Panji beberapa kali menyampaikan bahwa pertanyaan yang diajukan mahasiswa sangatlah menarik dan penting.

    Di akhir sesi tanya jawab, Dr. Panji menyampaikan dua saran penting dalam penggunaan sistem pembayaran digital.  “Gunakanlah pembayaran digital secara bijak. Berhati-hati dalam melakukan transaksi digital.” tegasnya.

    Mengakhiri kegiatan Guest lecture pada kesempatan ini, Dr. Wulan Permatasari, SE., MM., SHRM-CP., moderator acara menyampaikan ucapan terimakasih pada Dr. Panji yang telah menjelaskan materi.

    “Pak Panji banyak membahas mengenai perkembangan UMKM di Jawa Tengah dan Indonesia. Ini adalah materi yang sangat bermanfaat karena banyak mahasiswa di FEB UNS  yang belum memahami sistem pembayaran di Indonesia. Semoga kedepan Pak Panji akan dapat kembali berbagi ilmu dan pengalaman kepada mahasiswa FEB UNS. Terima Kasih kepada peserta yang telah hadir dan Tim Taskforce PKKM Prodi S1 Manajemen. Terima kasih Pak Panji atas ilmu dan sharingnya,” ungkapnya mengakhiri sesi Guest Lecture.

     

  • Gandeng Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, FEB UNS Gelar FGD Sinergi Daya Tarik Wisata Kuliner dan  Wisata Alam Ikonik Bandungan

    Gandeng Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, FEB UNS Gelar FGD Sinergi Daya Tarik Wisata Kuliner dan  Wisata Alam Ikonik Bandungan

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan topik  Sinergi Daya Tarik Wisata Kuliner dan  Wisata Alam Ikonik Bandungan,  Selasa 27/6/2023 di Bandungan

    Kegiatan yang diikuti oleh para Pengelola Wisata Kuliner dan Wisata Alam Bandungan itu menghadirkan 3 narasumber.

    Ketiga narasumber tersebut Drs. Heru Subroto, M.M, Kepala Diskumperindag Kabupaten Semarang dengan materi Menyinkronkan Kebijakan dan Potensi Wisata  Kuliner dan Wisata Alam Bandungan; Prof. Dr. Budi Haryanto, MM Akademisi Bidang Perilaku Konsumen dengan materi Mengembangkan Sinergi dan Daya Tarik dari Wisata Kuliner dan Wisata Alam Berbasis pada Perilaku Konsumen serta Bapak Eko, Pemilik usaha Ayam Goreng Pak Eko, Kabupaten Semarang dengan materi Mengelola dan Mengembangkan Pertumbuhan Wisata Kuliner dan Mempertahankan Keunggulan Wisata Lokal.

    Dr. Ahmad Ikhwan Setiawan, S.E., M.T, Kepala Badan Pengelola Usaha FEB UNS dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan sebelumnya untuk mengembangkan destinasi wisata dan meningkatkan sinergi wisata kuliner dan wisata alam.

    “Kegiatan ini adalah rangkaian dari kegiatan yang kami lakukan sebelumnya dalam hal bagaimana mengembangkan destinasi wisata. Sehingga diperoleh suatu pemetaan bagaimana mendirikan wisata di Bandungan. Dimana wisata alam sangat erat dengan kuliner. Karena itulah topik kuliner ini kami angkat. Harapan akhir kami ada jejaring antara tempat wisata. Dimana semakin sinergi wisata kuliner dan wisata alam dapat memperoleh berbagai macam keuntungan kedepannya”paparnya kepada 40 peserta FGD .

    Selanjutnya dikatakan, citra Bandungan sebagai daerah wisata menjadi daya penarik tumbuhnya berbagai wisata di daerah Bandungan sekitarnya. Berbagai        destinasi wisata alam Bandungan seperti Candi Gedong Songo, Umbul Sidomukti dan Taman Bunga Celosia terbukti telah menjadikan Bandungan sebagai tempat wisata yang ikonik.

    Kekuatan wisata Bandungan juga lebih bersinar dengan munculnya destinasi baru seperti wisata Banyukuning dan wisata perantunan.

    Berbagai potensi wisata kuliner dan alam di Bandungan tersebut bisa saling melengkapi untuk memperkuat citra ikonik wisata Kabupaten Semarang. Berbagai karakteristik unik setiap wisata memperkuat daya tarik wisatawan untuk mengunjungi Bandungan.

  • KEI FEB UNS Boyong 2 Piala di Temilreg FoSSEI 2023

    KEI FEB UNS Boyong 2 Piala di Temilreg FoSSEI 2023

    Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)  Kajian Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil meraih Juara 1 Lomba Bisnis Plant Competition dan Juara 2 Olimpiade Ekonomi Islam.

    Lomba Bisnis Plan yang diikuti oleh 30 universitas tersebut,  KEI FEB mengambil tema UNS SYATIF.ID (SYARIAH OF CREATIVE), Platform Aplikasi Penyedia Jasa Freelancer Design Product Halal dengan Metode Freelance Marketplace untuk Meningkatkan Branding pada UMKM Berbasis Syariah.

    Presiden KEI, Fadhil Lawhul Mahfuz menyampaikan untuk dapat memenangkan lomba, timnya telah jauh-jauh hari mempersiapkan.

    “Strategi yang di gunakan untuk meraih gelar juara telah kami persiapkan dengan matang sejak jauh-jauh hari sekitar 2 bulan sebelum perlombaan diadakan” ungkap Fadhil.

    Dikatakan, lomba ini diikuti oleh seluruh universitas yang berada di Jawa Tengah. Lomba Bisnis Plan  terdiri dari 10 tim  dengan  jumlah peserta 30 orang dan UNS  mengirimkan 2 tim

    Untuk Olimpiade Ekonomi Islam terdiri dari 29 tim dengan jumlah peserta 87 orang  dan UNS mengirimkan 2 tim

    Temu Ilmiah Regional (Temilteg) merupakan salah satu agenda yang diselenggarakan setiap tahun oleh Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) sebagai wadah kompetisi antara kader-kader FoSSEI.

    Melalui Temilreg Jateng, para kader FoSSEI yang tergabung dalam Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) di berbagai universitas seluruh Jawa Tengah memiliki kesempatan untuk saling berinteraksi, menjalin ukhuwah, berbagi pengetahuan, dan berkompetisi dalam bidang ekonomi syariah.

    Acara ini merupakan bagian dari kerja sama antara BEI, OJK dan MES Jateng dengan KSEI FEB UNNES sebagai penyelenggara. Temilreg FoSSEI Jateng melanjutkan rangkaian acara babak final untuk peserta yang berhasil masuk ke tahap akhir kompetisi Business Plan, LKTI, dan Olimpiade serta Diskusi Regional.

    Acara ditutup dengan seremoni penghargaan (Awarding Night) yaitu pengumuman juara dan pemberian penghargaan pada para pemenang lomba.

    Pada, Minggu (18/06/2023) diadakan field trip ke Museum Ronggowarsito dan Masjid Agung Jawa Tengah yang sekaligus menjadi penutup dari rangkaian acara Temilreg FoSSEI Jateng 2023 ini.

  • Tiga Mahasiswa FEB Raih Juara Favorit Lomba Resensi Buku Pembiayaan UMKM

    Tiga Mahasiswa FEB Raih Juara Favorit Lomba Resensi Buku Pembiayaan UMKM

    Tiga Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil menjadi Juara Favorit Kategori Pelajar/Mahasiswa/Umum pada Lomba Resensi Buku Pembiayaan UMKM Karya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Ketiga mahasiswa tersebut,  Yasir Ahmad Azumardi Azra memperoleh Juara Favorit I, Sagita Wahyu Dewanti Juara Favorit III dan Fahrur Rozie Juara Favorit V.

    Buku yang berjudul “Pembiayaan UMKM” diluncurkan pada tahun 2021, membahas peran strategis UMKM terhadap perekonomian Indonesia, bagaimana ketahanan UMKM dalam menghadapi berbagai krisis yang terjadi di Indonesia, serta tantangan UMKM dalam mengakses pembiayaan terutama melalui perbankan untuk memperoleh tambahan modal.

    Pendaftaran Lomba Resensi Buku Pembiayaan UMKM dibuka sejak 17 April hingga 31 Mei 2023, dan berhasil menjaring total peserta sebanyak 229 orang. Lomba resensi terbagi menjadi 2 kategori yaitu kategori 1 untuk guru/dosen, sedangkan kategori 2 untuk pelajar/mahasiswa/umum.

    Kompetisi yang digelar secara online tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia dan diumumkan pada  Rabu, 21 Juni 2023 serta penganugerahan juara dihelat pada Selasa, 27 Juni 2023

    Proses penjurian lomba resensi ini dilaksanakan pada 1-9 Juni 2023 dengan Ketua Dewan Juri yaitu Iskandar Simorangkir selaku Tim Ahli Menko Perekonomian. Adapun anggota Dewan Juri terdiri dari Plt. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Ferry Irawan, Pemimpin Redaksi Majalah InfoBank Eko B. Supriyanto, Penasihat PEBS Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Nining Soesilo Indroyono, dan Direktur Tempo.co (PT Info Media Digital) Y. Tomi Aryanto.

    Usai lomba, Yasir menceritakan, dalam menyusun resensi buku tersebut ada kendala terutama mengatur waktu antara membuat resensi dengan tugas-tugas  lainnya karena pada saat itu deadline pengumpulan resensi dan semua tugas dalam waktu yang sama.

    “Saya belum pernah membaca buku tersebut. Jadi mau tidak mau saya harus membaca buku itu terlebih dahulu, tentunya dengan teknik screening agar waktu yang digunakan untuk membaca efisien. Dengan begitu, proses penyusunannya membutuhkan waktu kurang lebih seminggu sebelum batas akhir pengumpulan resensinya” ungkapnya.

    Menurut Sagita, menyusun resensi buku cukup sulit karena sebelum menyusun resensi harus membaca secara keseluruhan isi buku terlebih dahulu. Membacanya tidak sekedar membaca tetapi juga memperhatikan bagaimana susunan buku tersebut untuk mencari kelemahan dan kelebihan dari buku tersebut.  Tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat sebenarnya, tapi saya menyusunnya dalam 3 hari.

    Sementara itu Fahrur menyampaikan bahwa pada awalnya belum tertarik untuk mengikuti kompetisi tersebut, namun pada akhirnya ia mencoba.

    “Kebetulan saya punya buku Pembiayaan UMKM Karya Bapak Airlangga Hartanto, saya akhirnya mencoba mulai menulis resensinya pukul 20.00 di tanggal terakhir deadline pengumpulan karya” ungkapnya.

    Ketiga mahasiswa FEB  bersyukur karena di kompetisi yang diikuti oleh lebih dari 200 peserta tersebut, mereka mendapatkan Juara Favorit.

  • Kunjungan Studi Banding Senat Akademik FEB UNS ke Senat FEM IPB

    Kunjungan Studi Banding Senat Akademik FEB UNS ke Senat FEM IPB

    Senat Akademik (SA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) melakukan kunjungan studi banding ke Senat Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) Institut Pertanian Bogor (IPB) pada Kamis, 22 Juni 2023.

    Kepada Media FEB, Prof. Dr. Tulus Haryono, M.Ek., Ketua SA FEB menyampaikan  maksud dan tujuan kunjungan ke Senat FEM IPB adalah dalam rangka studi banding mengenai tugas pokok dan senat fakultas.

    “Dalam kunjungan itu, saya menyampaikan Struktur Organisasi SA FEB UNS dan memperkenalkan seluruh komisi  yang turut hadir di studi banding tersebut,  Komisi A, Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni; Komisi B, Keuangan dan Logistik;  Komisi C, Inovasi dan kerjasama dan  yang ke Komisi C,  Komisi Guru Besar”  paparnya.

    Dikatakan, dari kunjungan tersebut secara tidak langsung SA FEB UNS mendapatkan masukan yang banyak terkait tugas pokok dan  fungsi senat fakultas dan juga mendapatkan motivasi yang banyak terkait raihan prestasi FEM IPB.

    Dan tidak kalah penting diusulkan adanya workshop antara Senat FEM IPB dengan FEB UNS terkait dengan membangun Mental Kebangsaan, jika di UNS ada Benteng Pancasila.

    Dr. Dwi Prasetyani, SE, M,.Si, Wakil SA yang juga Plt. Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS menambahkan dalam kunjungan itu SA FEB UNS disambut oleh Dekan FEM IPB,  Dr. Irfan Syauqi Beik dan Ketua Senat FEM IPB, Dr. Ir. Bayu Krisnamurthi, MS.

    Menurutnya, kunjungan ini sangat memberikan manfaat yang besar, selain studi banding, membuka lebar untuk kerjasama antara kedua belah pihak.

    “Kunjungan kemarin itu sangat besar manfaatnya, tujuan awal kita adalah untuk bersilaturahmi, benchmarking, kita juga dapat tawaran kerjasama, jadi gayung bersambut” ungkapnya.

    Banyak hal dibicarakan dalam diskusi yang berlangsung di Auditorium FEM IPB itu. Selain sharing tentang peran dan fungsi Senat di FEM IPB dan SA FEB UNS juga membahas penerapan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

    Dari diskusi panjang itu, akan ada tindak lanjut aktifitas diantara keduanya. Ada joint discussion untuk evaluasi MBKM dan harapannya tidak hanya antara Senat FEM IPB dan SA FEB UNS namun juga menggandeng senat di fakultas yang lain. Selain itu akan diadakan dan workshop pengembangan usaha.

    Dibahas juga akan ada forum diskusi yang berlangsung secara hybrid antara alumni FEM IPB dan FEB UNS.

    Usai berdiskusi, SA FEB UNS berkesempatan untuk mengunjungi museum IPB, museum yang diresmikan pada 12 Juli 2023 menggambarkan IPB dari masa lalu hingga masa depan, Museum ini juga sebagai bentuk apresiasi kepada para pendahulu dan juga menjadi titik untuk merancang masa depan.

  • Prodi S1 Akuntansi Hadirkan Tiga Alumni, Berbagi Pengalaman Sukses

    Prodi S1 Akuntansi Hadirkan Tiga Alumni, Berbagi Pengalaman Sukses

    Prodi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Kuliah Umum bertemakan Exploring Career Opportunities for Accounting Graduates, Sabtu 17 Juni 2023.

    Acara yang digelar secara hybrid di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS dan Zoom Meeting itu menghadirkan tiga narasumber alumni Akuntansi FEB UNS, Aldiansyah Syahrizal, Accounting di BUMN ID Food, Akhila Santika Kirana, Junior Supervisor di OJK dan Alma Yulia Putri Azahari, Junior Consultant di Baldwin Bayle Group.

    Plt. Kepala Program Studi S1 Akuntansi, Prof. Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CFrA mengucapkan terima kasih kepada narasumber dan  seluruh peserta yang hadir.

    “Saya harapkan di acara kali ini teman-teman narasumber bisa mengeksplor pengalaman karirnya dan bisa dibagikan kepada mahasiswa, setelah lulus dari akuntansi itu arahnya ke mana kemudian tips-tips bagaimana, soft skill yang diperlukan apa saja ketika  nanti masuk di dunia kerja dan bagaimana proses rekrutmennya” ungkapnya.

    Selanjutnya Prof. Agung menyampaikan, setelah memasuki dunia kerja pastinya berbeda dengan dunia kampus. Sebagai seorang lulusan akuntansi apakah harus menjadi akuntan atau berbagai peluang lain dan bagaimana cara mempersiapkannya. Saat ini, lulusan Akuntansi UNS sudah dibekali sertifikat pendamping ijazah, menurut ketiga narasumber apakah itu juga sangat memiliki manfaat.

    Narasumber juga bisa berbagi pengalaman semasa kuliah dulu, apakah cukup belajar menjalani perkuliahan di setiap semesternya apakah juga sangat perlu untuk berorganisasi, silahkan kalian bisa berbagi cerita kepada adik-adik kelas.

    Lebih lanjut disampaikan, berdasarkan pemeringkatan World University Ranking (WUR) by Subject yang dirilis pada Januari 2023,  Akuntansi UNS masuk 300 besar dunia, di Indonesia peringkat 4 setelah UNAIR, UI, dan UGM.

    Adanya pencapaian ini menjadi modal penting untuk teman-teman semuanya untuk bisa percaya diri sebagai lulusan dari FEB UNS, khususnya S1 Akuntansi untuk sukses ke depannya.

    Ketiga narasumber berbagi pengalamannya mulai dari lulus sebagai mahasiswa akuntansi FEB UNS hingga meniti karirnya di dunia kerja.

    Materi ketiga narasumber dapat disimpulkan bahwa persiapan karir itu panjang maka persiapkan dengan baik, pastikan tujuan, jangan pernah takut untuk belajar dan berubah dan jangan ragu untuk mengambil opportunity.

  • Prodi MESP Adakan Workshop Ekonometrika Spasial

    Prodi MESP Adakan Workshop Ekonometrika Spasial

    Program Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Univeristas Sebelas Maret (UNS), dalam satu pekan ini kembali menggelar Wokshop.

    Workshop Stata Ekonometrika Spasial diadakan untuk menunjang pembelajaran mahasiswa dengan narasumber Dr. Dyah Maya Nihayah, SE, M.Si. Ketua Penjamin Mutu Universitas Negeri Semarang, Sabtu 24 Juni 2023 di Ruang Telekonferen Gedung Bachtiar Effendi dan Zoom Meeting.

    Dihadapan sejumlah mahasiswa MESP, Dr. Dyah menjelaskan secara detil terkait Ekonometrika Spasial.

    Ekonometrika spasial adalah perpaduan antara ekonometrika dan spasial (keruangan) yang berarti bahwa model ekonometrika (regresi) yang memasukkan unsur limpahan spasial berupa spatial autocorrelation dan spatial heterogenity.

    Ekonometrika spasial hanya bisa digunakan untuk data cross section dan data panel berupa data geografi antar negara, kabupaten/kota, desa/kelurahan dan rumah biasanya berupa data PODES, SUSENAS dll, dan non geografi seperti supply chain, teknologi, universitas dan pertemanan.

    Menurut anselin 2001 ekonometrika spasial adalah kerangka teoritis yang memodelkan interaksi strategis, norma sosial, lingkungan dan efek kelompok setara lainnya.

    Tahapan analisis ekonometrika spasial yang pertama menentukan matriks pembobot yang digunakan sebagai penangkap spill-over effect yang dibagi menjadi contiguity matrix dan inverse-distance matrix.

    Kemudian dilakukan uji dependensi spasial (untuk menentukan apakah akan dilakukan dengan regresi spasial atau non spasial) dan uji asumsi model yang terpilih apakah SLM, SLXM dan SEM.

    SLM (Spatial Lag Model) adalah model dimana variabel dipenden tergantung pada variabel dependen yang diamati di unit tetangga dan pada serangkaian karakteristik lokal yang diamati,

    SLXM (Spatial Lag X Model) adalah model dimana variabel dependen di suatu lokasi berhubungan dengan variabel independen di unit tetangga atau lokal lainnya.

    SEM (Spatial Error Model) adalah model spasial dimana variabel dependen tergantung pada serangkaian karakteristik lokal yang diamati dan error terms berkorelasi melintasi ruang.