FEB

Kategori: fakultas

  • Hadirkan Dua Narasumber, Prodi MAKSI Gelar Workshop Academic Research During Artificial Intelligence Era

    Hadirkan Dua Narasumber, Prodi MAKSI Gelar Workshop Academic Research During Artificial Intelligence Era

    Program Studi (Prodi) Magister Akuntansi (MAKSI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Workshop Academic Research During Artificial Intelligence Era, Rabu 21 Juni 2023.

    Kegiatan yang diadakan secara hybrid di Ruang Telekonferen Gedung Soedarah Soepono dan Zoom Meeting itu menghadirkan Rayenda Khresna Brahmana, S.E, M.Sc., Ph.D., Dosen di School of Economics, Finance and Accounting, Coventry University dan Prof. Doddy Setiawan, S.E., M.Si., Ph.D , Guru Besar FEB UNS.

    Plt. Kepala Prodi MAKSI FEB UNS, Dr. Wahyu Widarjo, S.E.. M.Si.,CRP., CFrA, dalam sambutannya mengatakan kegiatan seperti ini merupakan kegiatan rutin Prodi MAKSI.

    “Kita adakan rutin kegiatan seperti ini setiap satu semester, minimal sekali, kita usahakan dua kali dalam satu semester dengan tema yang beragam dan kita upayakan  salah satu nara sumbernya adalah dari mitra-mitra luar negeri UNS. Harapan kami, kegiatan ini dapat   memperkaya wawasan, memperdalam pengetahuan mahasiswa,” paparnya.

    Dikatakan, perkembangan teknologi saat ini sangat cepat dan pesat sekali, tidak hanya di industri-industri tetapi di bidang akademik juga sangat pesat.

    Salah satu fenomena yang kita ketahui bersama yaitu bagaimana pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di bidang akademik. Tentu mahasiswa semua sudah familiar dengan ChatGPT dan Google Bard.

    “Jika kita lihat pemberitaan-pemberitaan saat ini bagaimana para akademisi menyikapi munculnya AI. Kita boleh menggunakan teknologi itu tapi jangan sampai melanggar etika akademik. Ibarat pisau, jika di tangan orang yang tepat maka akan digunakan untuk aktivitas yang baik, untuk memasak, memotong sayur, menghasilkan sesuatu yang baik tapi jika di tangan orang yang tidak tepat, pisau itu bisa digunakan untuk hal yang tidak baik, menodong misalnya, begitu kira-kira gambaran singkatnya” jelasnya.

    Dalam materinya Dr. Rayenda memaparkan empat agenda terkait AI yakni traditional VS Contempary, Tools Objectives, Practical Examples dan Ethical Issues.

    Dikatakan,  AI tools ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 90-an, hanya saja dengan different level.  Tipe 1 adalah yang paling dasar, disebut sebagai Translation Software, yang sering kita gunakan seperti Google Translate. Tipe 2, Spellcheckers, Predictive Text, Paraphrasers, Grammar Checks dan Speech to Text (Grammarly, Quillbot, ChatGPT, Dragon) . Tipe 3, Essay Boots dan Text Generators (Chat GPT, Quillbot, Preplexity.ai, Chimp writer). Tipe 4, adalah level tertinggi, Programming Code, Graphics, Artworks, Maths, Music (Github Co-Pilot, Dal-e-2, Melobites.com).

    Dr. Rayenda mengatakan, mahasiswa bisa memanfaatkan teknologi tersebut tapi ia mengingatkan agar hati-hati dalam penggunaan AI.

    “Saya sering bilang, kita memperlakukan AI tools ini sebagai asisten, asisten itu tidak selalu benar kan. Sehingga kita harus mereviewnya. Jangan gara-gara menganggap teknologi yang tidak mungkin salah, lalu kita copy paste. Setiap saya menggunakan ChatGPT, saya akan review lagi yang mana salahnya” katanya mengingatkan.

    Dr. Rayenda juga langsung memberikan beberapa contoh bagaimana AI tidak mampu melakukan hal yang sepenuhnya tepat dalam membantu tugas-tugas seorang akademisi.

    Senada dengan Dr. Rayenda, Prof. Doddy menegaskan bahwa AI memang sangat memberikan kemudahan bagi para akademisi namun kita harus tetap melakukan review.

    “ChatGPT sangat membantu kita, tapi satu hal yang saya tekankan kepada mahasiswa,  Anda harus mempunyai kemampuan untuk mereview sendiri. Kemampuan untuk mereview itu sangat penting.  Misalnya terkait dengan telaah literatur itu bisa dipercepat, tetapi tetap saja Anda harus bisa memahami sendiri. Jangan sampai Anda terlalu tergantung pada Chat GPT sehingga pada waktu Anda menulis bagus namun nanti pada saat presentasi berlawanan“ tegasnya mengingatkan.

  • Bumdes Perlu Kuasai Manajemen Bisnis 

    Bumdes Perlu Kuasai Manajemen Bisnis 

    Menurut Permendes-PDTT nomor 4 tahun 2015, Badan Usaha Milik Desa merupakan badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan Desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa.

    Agar BUMDes dapat berkontribusi untuk meningkatkan pendapatan Desa, maka perlu disusun sistem manajemen yang baik.

    Pernyataan itu disampaikan Dr. Dwi Prasetyani, SE, M.Si:, Plt. Wakil Dekan Riset dan Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) yang menjadi salah satu narasumber pada  Workshop Pemberdayaan Desa dan Badan Usaha Milik Desa, Selasa 13 Juni 2023 yang diselenggarakan oleh Puslitdesbangda LPPM UNS.

    Kepada 250 Bumdes di wilayah Klaten, Karanganyar, Boyolali dan Sukoharjo, Dr. Dwi menjelaskan perihal Manajemen dan Pemasaran Produk BUMDes.

    Dikatakan, dalam pengelolaannya, BUMDes harus memiliki kemampuan dalam manajemen bisnis meliputi manajemen keuangan, manajemen pemasaran, manajemen produksi, manajemen distribusi dan manajemen SDM.

    Manajemen keuangan dimulai dari penganggaran sampai pelaporan, Manajemen Pemasaran, untuk meningkatkan penjualan di pasar. Manajemen Produksi, inti dari jalannya bisnis yang  dimulai sejak bahan baku sampai barang jadi, Manajemen Distribusi sangat penting untuk kelancaran proses pemasaran dan Manajemen SDM , tidak ada sistem yang berhasil tanpa adanya sumber daya manusia yang berkualitas.

    Menurut Dr. Dwi, konsep pemasaran tergantung karakter produknya.

    ”Dalam hal pemasaran, kita harus mengetahui bagaimana model bisnis dari produknya. Misal desa wisata, kita bicara beberapa hal, tersedia atau tidak kulinernya, lalu kriya apa yang bisa kita create, gift apa yang bisa dibawa oleh mereka yang akan menikmati produk-produk, keterlibatan apa yang akan dinikmati oleh mereka yang akan menjadi target konsumen kita, ekosistemnya bagaimana dan lain sebagainya” paparnya.

    Dikatakan, pada prinsipnya, apapun bisnis atau usaha yang kita pilih mestinya kita harus memiliki model bisnis dan roadmapnya, apa yang harus dilakukan  di tahun ini, apa yang harus dicapai di  2 tahun mendatang.

    ”Tidak hanya mengalir begitu saja, ada yang dituju, ada konsep bisnisnya. Hal ini bisa memperlihatkan bahwa ya saya punya performance karena ada indikator-indikator keberhasilan yang memang sudah diseting sejak awal. Coba studi banding ke bumdes-bumdes yang maju, mereka pasti punya roadmap”ungkapnya.

    Lebih lanjut disampaikan, ada 3 strategi untuk membangun model bisnis, dengan inisiasi dan positioning,  development branding serta pembinaan dan monitoring.

  • Prodi S1 Bisnis Digital UPI Kunjungi BG FEB UNS, Jalin Kerjasama

    Prodi S1 Bisnis Digital UPI Kunjungi BG FEB UNS, Jalin Kerjasama

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan Kepala Program Studi (Kaprodi) dan Dosen Program S1 Bisnis Digital (BisDig) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) , Jumat 23 Juni 2023 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS.

    Kunjungan yang dipimpin oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) S1 Bisnis Digital, Adam Hermawan, S.Kom., M.B.A disambut oleh Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan Perencanaan, Kerjasama Bisnis dan Informasi , Kaprodi dan sejumlah Dosen BG FEB.

    Dalam sambutannya, Dr. Tastaftiyan mengucapkan selamat datang di UNS Solo dan merasa terhormat dikunjungi oleh Kaprodi dan Dosen BisDig UPI.

    Dikatakan, ada banyak peluang kerjasama yang bisa dilakukan, misalnya pertukaran mahasiswa. Potensi apa yang dimiliki oleh Prodi BisDig UPI maupun BG FEB UNS bisa digali, yang nantinya dari kerjasama itu akan saling menguntungkan kedua belah pihak.

    Sementara itu, Kaprodi BisDig UPI mengatakan, kunjungan ini dalam rangka pengembangan kerjasama bidang pendidikan, penelitian, pengabdian, publikasi ilmiah, dan kegiatan akademik lainnya serta Benchmarking manajemen program studi.

    “Saat ini kita masih harus banyak berlajar dari prodi Bisnis Digital lain, salah satu untuk mempercepat apa yang harus kita kejar maka kita harus banyak belajar pada lingkungan di luar kami” ungkapnya.

    Selanjutnya, Putra Pamungkas, M. Rech.,Ph.D., Plt. Kepala Program Studi Bisnis Digital FEB UNS menyampaikan profil BG FEB UNS.

    “BG FEB merupakan prodi baru di UNS yang berdiri pada tahun 2020, ada 5 Dosen tetap , dan baru memiliki satu angkatan, tahun ini adalah angkatan kedua. Alhamdulilah animonya sangat luar biasa, karane era digital ini sehingga banyak mendaftar” ungkapnya.

    Diinformasikan juga, tahun ini, angka keketatan Prodi BG berada di peringkat satu di UNS dan no lima di tingkat nasional untuk semua rumpun.

    Pada angkatan pertama, BG menerima  60 mahasiswa untuk 2 kelas, dan di tahun ini membuka 3 kelas.

    Prodi BG memiliki 3 jalur major konsentrasi, jalur keuangan digital atau finansial teknologi, marketing digital dan tata kelola digital.

    Lebih lanjut BisDig UPI  dan BG FEB saling berdiskusi, berbagi pengetahuan serta acara diakhiri dengan penandatanganan kerja sama oleh kedua belah pihak.

  • MESP Adakan Workshop, Angkat Tema Ekonomi Eksperimen

    MESP Adakan Workshop, Angkat Tema Ekonomi Eksperimen

    Ekonomi eksperimental adalah cara alternatif untuk mengumpulkan data dalam penelitian ekonomi, khususnya data perilaku agen ekonomi. Tujuannya adalah untuk mendapatkan kumpulan data tentang masalah yang sulit atau tidak mungkin ditemukan dengan cara yang biasa.

    Roth (1985) mengidentifikasi tiga jenis eksperimen, yang pertama eksperimen yang dirancang untuk membahas teori ekonomi. Kedua untuk menyelidiki anomali yang teridentifikasi sebelumnya dan yang ketiga dirancang untuk menginformasikan kebijakan.

    Pernyataan itu disampaikan Dr. AGR. Deden Dinar Iskandar, SE, MA, Dosen FEB UNDIP pada Workshop Ekonomi Eksperimen yang diselenggarakan oleh Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Rabu 21 Juni 2023 di Ruang Telekonferen Gedung Bachtiar Effendi dan Zoom Meeting.

    Dikatakan,  Ekonomi eksperimental menggunakan eksperimen terkendali dengan orang-orang sebagai subyek untuk menjawab pertanyaan penelitian atau kebijakan.

    “Dalam eksperimen, kita mengendalikan percobaan terkendali dengan orang-orang sebagai subyek, hampir mirip dengan survei, dengan lingkungan yang terkendali. Ada data-data yang kita perlukan tapi yang kita tidak bisa dapat dari cara yang konvesional, misalnya tentang korupsi, tentang kepatusan membayar pajak dan seterusnya atau terkait respon terhadap sebuah kebijakan yang kebijakaan tersebut belum diterapkan”jelasnya.

    Lebih lanjut dijelaskan, teori ekonomi dirancang untuk bisa diterapkan secara umum pada kumpulan subyek yang berbeda-beda.

    Eksperimen ekonomi pada awalnya bahkan tidak mempertimbangkan data demografis para peserta dan sangat sedikit analisis yang dilakukan untuk memeriksa bagaimana individu yang berbeda bertindak secara berbeda.

    “Dalam eksperimen harus ada insentif, sesuatu yang positif yang menggerakkan orang untuk melakukan sesuatu. Orang harus diberi insentif, jika kita ingin membuat orang-orang patuh. Semua eksperimen ekonomi melibatkan imbalan yang sepadan kepada peserta. Praktik ini dianggap penting untuk menjaga validitas dari eksperimen” ungkapnya.

    Ada 4 tipe eksperimen, conventional lab experiment, eksperimen yang menggunakan kumpulan mahasiswa sebagai subyek, menggunakan framing dan dilakukan dalam seting laboratorium dengan penerapan seperangkat aturan; Artefactual field experiment, sama dengan percobaan laboratorium konvensional tetapi dengan kumpulan subyek yang tidak standar (bukan mahasiswa); Framed field experiment, sama dengan artefactual field experiment tetapi dengan menggunakan konteks yang nyata baik dalam tugas, aturan, atau kumpulan informasi yang digunakan subyek; Natural field experiment, sama dengan framed field experiment tetapi di lingkungan tempat subyek secara alamiah melakukan aktifitasnya dan subyek tidak tahu bahwa mereka sedang dalam eksperimen.

    Tipe 4 banyak digunakan, contoh sebuah penelitian yang ingin melihat bagaimana melihat perilaku masyarakat golongan ekonomi menengah ke bawah dalam hal subsidi pendapatan dari pemerintah.

    Kita amati yang mendapat subsidi setelah beberapa minggu atau bulan, kita amati perilaku sebelum dan sesudah mendapatkan subsidi. Orang-orang tersebut tidak merasa sedang dalam percobaan atau eksperimen.

  • Pengelola Program Magister Sains dan Doktor FEB UGM Berkunjung ke FEB UNS

    Pengelola Program Magister Sains dan Doktor FEB UGM Berkunjung ke FEB UNS

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan Pengelola Program Magister Sains dan Doktor Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa 20 Juni 2023 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS.

    Kunjungan yang dipimpin oleh Koordinator Program Magister Sains dan Doktor FEB UGM, Prof. Catur Sugiyanto, M.S., Ph,D di sambut oleh Dekanat, Kepala Program Studi  (Kaprodi) Magister dan Doktor serta Kepala UPM dan P4M FEB.

    Dalam sambutannya, Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com (Hons), Ph.D, Ak, menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kepala Program Magister Sains dan Doktor FEB UGM beserta staf  yang berkenan berkunjung ke FEB UNS.

    Dekan juga mengenalkan pimpinan FEB UNS yang hadir menyambut kedatangan Tim dari UGM dan menyampaikan sekilas profil Magister dan Doktor FEB UNS .

    FEB memiliki tiga Program Magister yakni Magister Akuntansi, Magister Manajemen dan Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan serta memiliki satu Program Doktor Ilmu Ekonomi.

    Dekan juga menjelaskan secara garis besar tahapan yang harus dilalui oleh mahasiswa program magister dan doktor sampai pada kelulusan.

    “Sebagai syarat wisuda, ada Peraturan Rektor UNS yang mewajibkan mahasiswa  S2 untuk publikasi di jurnal internasional dan nasional Sinta 2 sedangkan S3 wajib untuk publikasi di jurnal internasional bereputasi” paparnya.

    Sementara itu, Prof. Catur sebagai pemimpin dalam kunjungan tersebut menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk bersilaturahmi ke FEB UNS.

    “Tujuan kami pada intinya adalah kami ingin belajar pada yang lebih muda, biasanya yang muda sangat dinamis. Supaya kami tidak ditinggal kami harus sering jalan-jalan. Tadi pagi bertemu rekan-rekan di UI untuk diskusikan tentang Program S1, S2, S3 dan saat ini dengan Magister dan Doktor di UNS” ungkapnya.

    Dikatakan, Pengelola Program Magister Sains dan Doktor UGM ingin mengetahui lebih banyak terkait publikasi yang telah sangat intensif dilakukan oleh FEB UNS.

    Diskusi yang berlangsung sekitar dua jam berjalan dengan lancar, semoga memberikan manfaat bagi FEB UGM dan juga UNS.

  • Grup Riset Monetary and Fiscal Studies  Dampingi Petani Desa Japeledok, Buat Pupuk Mandiri

    Grup Riset Monetary and Fiscal Studies Dampingi Petani Desa Japeledok, Buat Pupuk Mandiri

    Kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat merupakan tugas yang menjadi kewajiban dosen dalam rangka Tri Dharma Perguruan Tinggi.

    Untuk menunaikan salah satu tri dharma tersebut dilaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan kepedulian dalam hal menyumbangkan pikirannya bagi kemajuan masyarakat.

    Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi Ekonomi Pembangunan dan Grup Riset “Monetary and Fiscal Studies” Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) memberikan pendampingan pembuatan pupuk secara mandiri di Desa Japeledok, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang.

    Kegiatan terlaksana pada tanggal 27 April 2023 yang bertempat di Balai Desa Japeledok, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang.

    Kegiatan yang diketuai oleh Dr. Tetuko Rawidyo Putro, S.E., M.Si, selaku ketua pelaksana Tim Pengabdian Masyarakat Grup Riset “Monetary and Fiscal Studies”  tersebut bertujuan untuk mendukung terbentuknya keahlian masyarakat agar dapat menciptakan pupuk secara mandiri, efektif dan efisien.

    “Petani di Desa Japeledok sangat perlu untuk menghasilkan produk pupuk secara mandiri agar hasilnya bisa maksimal” ungkapnya.

    Menurutnya, terdapat permasalahan yang dimiliki oleh petani yaitu kurang efektif dan efisiennya pupuk yang ditawarkan di pasar yang berdampak pada kurang maksimalnya hasil dari pertanian pada Desa Japeledok. Untuk itu, tim perlu secara intensif memberikan pendampingan kepada para petani.

    Ahmad Ariq, Ketua Karang Taruna Desa Japeledok menyampaikan terimakasih kepada para tim pelaksana yang telah membantu para petani untuk dapat menghasilkan produk pupuk secara mandiri.

    Dengan adanya pendampingan tersebut maka hasil dari pertanian di Desa Japeledok akan lebih efektif dan efisien.

  • Bidang Akademik, Riset dan Kemahasiswaan Ajak Mahasiswa Memulai Berorganisasi dengan Komunikasi yang Baik   

    Bidang Akademik, Riset dan Kemahasiswaan Ajak Mahasiswa Memulai Berorganisasi dengan Komunikasi yang Baik   

    Bidang Akademik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret  (UNS) adakan koordinasi dengan seluruh pengurus Organisasi Kemahasiswaan, Jumat 9 Juni 2023 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS.

    Dr. Dwi Prasetyani, SE, M.SI, Plt. Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan memberikan arahan kepada ORMAWA di FEB UNS agar mengetahui prinsip-prinsip komunikasi yang baik.

    “Saya ingin cara komunikasi kita dimulai dari bagaimana cara komunikasi yang baik. Anda di sini belajar berorganisasi, saya ingin Anda tahu prinsip-prinsip komunikasi.” ungkapnya.

    Dikatakan, dalam berorganisasi, mahasiswa belajar untuk menghadapi hal-hal yang susah, yang tidak mengenakkan, harus meluangkan waktu, tenaga, bahkan perasaan. Namun dengan tempaan itu mahasiswa akan mendapat manfaatnya di tiga sampai dengan empat tahun mendatang. Hasilnya akan beda, mahasiswa yang berorganisasi dan yang tidak.

    FEB telah diberi amanah agar proses akademik menjadi baik. Fakultas harus mengelola keuangan sebaik-baiknya untuk kembali ke kegiatan mahasiswa hardskill maupun softskill. Mahasiswa juga harus memahami institusi akan mengarah kemana.

    Lebih lanjut disampaikan, profiling lulusan ada 3, pertama yang bekerja, bekerja itupun tidak asal bekerja, baru bisa berkontribusi terhadap UNS jika punya masa waktu tunggu maksimal 6 bulan, dan gajinya 1,2 kali UMR. Jika tidak memenuhi hal itu, maka tidak bisa berkontribusi untuk pencapaian lulusan dari yang bekerja.

    Kedua, melanjutkan ke jenjang pendidikan yang tinggi, baik itu dapat beasiswa atau biaya sendiri, yang ketiga yang berwirausaha.

    Dr. Dwi juga menegaskan bahwa mahasiswa FEB sangat diperhatikan oleh para alumni yang tergabung dalam Keluarga Alumni FEB (KAFEB).

    “Saya harap ada satu pengurus ORMAWA yang masuk di lokernya KAFEB, yang akan magang di sana. Saya tidak ingin ada gab antara mahasiswa dan alumni. Para alumni sangat ingin masuk ke kita” katanya memotivasi.

    Dr. Dwi juga menekankan 3 prinsip yang harus dimiliki mahasiswa yakni hard work, bekerja keras, smart work, bekerja cerdas, dan network, jaringan.

    Di kegiatan itu hadir juga untuk memberikan pengarahan,  Usman Sudarmaji, S.E.,M.Acc., Koordinator Tata Usaha, Nur Hariawan, S.H., Sub Koordinator Akademik,  Ardi Wikanto, S.E, Ak, Sub Koordinator Non Akademik dan sejumlah Tendik di Bagian Kemahasiswaan.

  • UNS International Summer Program: Kerjasama dalam Skema New Colombo Plan Bersama University of Canberra

    UNS International Summer Program: Kerjasama dalam Skema New Colombo Plan Bersama University of Canberra

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) senantiasa berusaha untuk meningkatkan jumlah student in-bound dalam rangka mendukung misi UNS untuk menjadi universitas berkualitas di tingkat internasional.

    Dukungan ini, salah satunya diwujudkan dengan penyelenggaraan Short Course Program, UNS International Summer Program yang didukung oleh University of Canberra, Australia, melalui Skema Pendanaan New Colombo Plan. Pembukaan Summer Program terlaksana dengan baik pada Jum’at (9/6/2023).

    Program International Summer Program tersebut rencananya akan berlangsung selama empat hari, bermula pada 9 Juni hingga 13 Juni 2023.

    Tidak hanya sesi kuliah, program short course tersebut juga mencakup berbagai kegiatan akademik lain seperti kunjungan industri, pembahasan studi kasus, diskusi bersama praktisi, serta praktik dan pengenalan budaya Jawa.

    Dalam sambutannya mewakili Dekan FEB UNS, Dr. Dwi Prasetyani, Plt. Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan berharap supaya mahasiswa yang datang dari University of Canberra dapat menikmati dan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan selama di Solo.

    “Kami sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan, sehingga kami dapat menyambut anda disini mewakili Dekan FEB UNS. Selamat datang di Solo, kepada perwakilan dari University of Canberra, Mr. Simon Hoy dan Ibu Mira,” sapanya.


    Melalui sambutannya, Dr. Dwi Prasetyani turut memperkenalkan jajaran Dekanat FEB UNS dan dosen yang hadir dalam acara pembukaan tersebut. Dr. Dwi juga berharap agar program tersebut dapat membawa dampak yang positif bagi kedua institusi.

    Harapan senada juga diungkapkan oleh Mr. Simon Hoy, Associate Dean Partnerships and Engagement, Faculty of Business, Government & Law, University of Canberra Australia.

    “Akan ada banyak aktifitas lain dalam program kerjasama UNS dan University of Canberra seperti pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, serta joint research. Semoga melalui program kali ini mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman internasional, serta kesempatan untuk membangun jejaring internasional,” ungkapnya.


    Tak lupa Mr. Simon mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim dari UNS yang telah menyambut mahasiswa yang datang dari Australia.

    “Terima kasih telah menyambut kami dengan sangat ramah dan hangat. Terima kasih kepada Tim dari UNS yang telah membuat program ini dapat terlaksana dengan baik,” ucapnya.

    Sebelumnya UNS telah menjalin kerjasama dengan University of Canberra yang telah membuahkan banyak kegiatan terlepas dari adanya Pandemi Covid-19.

    Perwakilan lain dari University of Canberra yang hadir dalam sesi pembukaan, Riyana Miranti yang kerap hadir di FEB UNS, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada UNS sebagai mitra dari University of Canberra.

    Ia juga mengungkapkan bahwa dalam Skema New Colombo Plan, University of Canberra membutuhkan dukungan dari universitas mitra.

    “Terima kasih pada UNS atas dukungannya. Kami dari University of Canberra memerlukan dukungan dari universitas mitra mulai dari proses pendaftaran. Kami juga menyambut mahasiswa UNS untuk dapat belajar ke Canberra. Semoga UNS dan University of Canberra dapat membangun sebuah kolaborasi yang berkelanjutan” harapnya.

    Selama di Solo, mahasiswa internasional yang berpartisipasi dalam program UNS International Summer Program akan mengunjungi beberapa mitra usaha di Solo, antara lain PT. Sritex, CV. Batik Laweyan, Rumah UMKM Manahan, serta Sugarcane Museum. Mahasiswa juga akan mengunjungi sejumlah Pusat Unggulan IPTEK di UNS seperti PUI Baterai Lithium dan PUI Javanologi.

  • Prodi S1 Ekonomi Pembangunan Adakan Kuliah Tamu Ekonomi ASEAN

    Prodi S1 Ekonomi Pembangunan Adakan Kuliah Tamu Ekonomi ASEAN

    ASEAN atau Association of Southeast Asian Nations (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara) merupakan organisasi yang bertujuan untuk memajukan dan mensejahterakan negara di wilayah Asia Tenggara.

    Negara anggota ASEAN yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, Kamboja, dan Timor Leste. Berdirikan 8 Agustus 1967 oleh 5 negara, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand.

    ASEAN berangkat dari kesamaan sebagai negara yang pernah dijajah, kecuali Thailand. ASEAN akan memperkuat kedaulatan ekonomi, meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan ekonomi digital di kawasan ASEAN.

    Paparan itu disampaikan Drs. Heru Wicaksono, M.M. , Diplomat yang juga Alumni FEB UNS pada Kuliah Tamu Ekonomi ASEAN yang bertemakan Dinamika Ekonomi ASEAN: Jaringan Dan Kerjasama, Senin, 05 Juni 2023 di Aula Gedung Soedarah Soepono FEB UNS

    Kuliah Tamu yang diselenggarakan Program Studi (Prodi) S1 Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) dimoderatori oleh Lukman Hakim S.E, M.Si., Ph.D, Dosen FEB UNS.

    Lebih lanjut dikatakan, pada tahun 2023, Indonesia menjadi ketua ASEAN. Hal ini bisa menjadi momentum untuk bisa memperluas dan menggaungkan dedolarisasi guna melepaskan diri dari ketergantungan negara adikuasa.

    “Indonesia sebagai Ketua fokus memperkuat ASEAN menjadi kawasan ekonomi yang tumbuh cepat, inklusif, dan berkelanjutan, sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan dan dunia, diperjuangkan dengan cara “ASEAN way” yang sejalan prinsip Piagam ASEAN. Peaceful solution, No interverence, no confrontation, saling menghormati, Kerjasama, dialog, konsesus, soft diplomacy” jelasnya.

    Sementara itu, dikatakan Indonesia dan Thailand merupakan dua negara utama di ASEAN. Hubungan baik selama ini merupakan aset bagi kedua negara untuk terus maju dan berkontribusi siginifikan terhadap kawasan.

  • Visiting Lecture ‘Navigating the Post-Pandemic Digital Economy: Future Jobs and in-Demand Skills’

    Visiting Lecture ‘Navigating the Post-Pandemic Digital Economy: Future Jobs and in-Demand Skills’

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menghadirkan gelaran Visiting Lecture bertajuk “Navigating the Post-Pandemic Digital Economy: Future Jobs and in-Demand Skills,” Rabu (07/06/2023).

    Agenda yang terselenggara secara hybrid tersebut bertempat di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendy FEB UNS dan secara virtual melalui Zoom Cloud Meeting.

    Dalam agenda visiting lecture tersebut, FEB UNS yang berkolaborasi dengan University of Newcastle Australia menghadirkan Professor Caroline Chan, Strategic Leader, Global Future Initiatives, Office of DVC Global Engagement & Partnerships, sebagai dosen tamu.

    Prof. Caroline Chan yang saat ini juga menjabat sebagai Pro Vice-Chancellor, Global Partnerships of the University of Newcastle Australia, menyampaikan materi dengan tema “Thriving in a Transformed Workforce Landscape (Bertahan di Dunia Kerja yang telah Bertransformasi).”

    “Saya bahagia bisa hadir disini karena saat bertemu dengan anda sekalian saya merasa muda kembali. Pada hari ini, mungkin saya akan menyampaikan informasi dan berbagi pengetahuan terkait skill yang dibutuhkan pada sektor ekonomi digital setelah pandemi,” ungkap Prof. Caroline.

    Sebelum memasuki paparan materi inti, Prof. Caroline memperkenalkan Newcastle University kepada peserta yang hadir.

    Ia juga mengungkapkan bahwa UNS dan Newcastle University telah memiliki perjanjian kerjasama atau MoU, sehingga mahasiswa dapat belajar atau mengikuti proses perkuliahan di Newcastle University melalui skema MBKM, ataupun ‘Study Abroad’ program selama satu semester.

    Lebih lanjut dijelaskan mengenai pertumbuhan jasa digital yang berkembang selama pademi Covid. Tidak hanya sektor perdagangan, kegiatan belajar mengajar-pun turut mengalami perubahan, khususnya di bidang digital learning.

    Mahasiswa mau tidak mau harus mempelajari skill baru terkait perkembangan digital ini.

    “Saat ini pemberi kerja tidak lagi menanyakan gelar akademik. Mereka lebih berfokus pada apakah anda bisa mengerjakan tugas yang diberikan dan apakah anda memiliki kemampuan untuk mengerjakan tugas yang diberikan. Untuk itulah anda perlu mempelajari skillset baru untuk mendukung pekerjaan anda di masa depan.” jelasnya.

    Perubahan ini, menurut Prof. Caroline, tidak lepas dari pengaruh pademi Covid-19, dimana banyak pekerja kehilangan pekerjaan dan harus menemukan pekerjaan baru.

    Ke depan terdapat empat skill yang dibutuhkan untuk dapat bertahan di lapangan kerja. Skill tersebut antara lain adalah AI/ML, cloud computing, social media, dan manajemen produk. Sementara untuk kelompok lapangan kerja yang akan banyak tersedia di masa depan antara lain adalah ekonomi digital (digital economy), care economy, dan green economy.

    Terkadang memang kurikulum pendidikan yang ada sudah out-of-date. Memang perubahan kurikulum membutuhkan waktu yang lama. Akan tetapi pendidikan tersebut memberikan skill dasar yang dibutuhkan oleh mahasiswa.

    Dengan bertumpu pada skill dasar ini, mahasiswa bisa mempelajari banyak skill tambahan. Hal ini kemudian akan mempersiapkan anda sebagai lifelong learner (pelajar sepanjang masa), karena adanya kemungkinan bahwa skill yang mereka pelajari saat ini mungkin sudah tidak lagi relevan di masa depan.

    Mahasiswa tampak antusias dalam berinteraksi dengan Prof. Chan, khususnya saat sesi tanya jawab. Acara kemudian ditutup dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama peserta.