FEB

Kategori: fakultas

  • Lebih dari 200 Peserta Ikuti General Lecture Bertema Innovatif Leadership: Menuju KAI Baru untuk Indonesia  

    Lebih dari 200 Peserta Ikuti General Lecture Bertema Innovatif Leadership: Menuju KAI Baru untuk Indonesia  

    Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menghadirkan Direktur PT KAI, Didiek Hartantyo di General Lecture Bertema Innovatif Leadership: Menuju KAI Baru untuk Indonesia, Kamis 8 Juni 2023.

    Kegiatan yang digelar secara daring itu diikuti lebih dari 200 peserta, sebagain besar adalah mahasiswa.

    Dalam materinya, Didiek mengutip pernyataan Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmdjo: “KAI menjadi eksekutor Proyek Strategis Nasional yang tersulit dari sisi tingkat risiko dan kompleksitasnya. Sehingga Functional Management Skills dan Technical Sectoral Skills perlu dikuasai. Namun dalam melakukan transformasi, hal yang menjadi kunci utama adalah Leadership Skills”.

    Jadi, memang Leadership sangat memegang peranan penting. Perilaku organisasi harus berdasarkan good corporate governance.

    Didiek memaparkan bagaimana strategi-strategi PT KAI membangun semangat dalam memimpin perubahan-perubahan yang dihadapi dan menciptakan inovasi yang luar biasa.

    PT KAI membangun semangat dengan berdasar pada great leaders dan effektive individual.

     “Untuk mencapai kinerja yang sukses, pemimpin yang hebat memiliki mindset dan perilaku yang  cepat beradaptasi, fleksibel dalam merespon perubahan-perubahan lingkungan yang sangat cepat. Positive attitude dan high expectation juga sangat penting” ungkapnya .

    Lebih lanjut dikatakan Great leaders tidak akan ada artinya jika tidak mempunyai tim yang efektif, individu-individu efektif.

    “Visi misi great leaders dituangkan dalam struktur organisasi dan dituangkan juga dalam organisasi yang efektif, individu yang efektif. Dengan great leaders dan effektive individual serta keselarasan proses dan sistemnya maka terbangunlah semangat winning culture.

    Dengan semangat winning culture, maka organisasi akan semakin superior dan mencapai performa yang sustain, bisa membangun loyal customers dan juga bisa membangun situasi engaged employees. Dan dengan dasar inilah maka membangun adanya distinctive contribution, kontribusi yang special, yang sangat unik.

    Dengan pola-pola seperti itulah PT KAI terus bertransformasi dan melakukan leading change and create breakthrough Innovation.

    Didiek yang merupakan alumni FEB UNS juga menguraikan berbagai inovasi-inovasi berkelanjutan yang dilakukan oleh PT KAI.

    Dalam acara itu, Didiek membuka kesempatan peserta untuk berdiskusi dan bagi yang aktif telah disediakan voucher dari PT KAI.

  • FEB, Fakultas yang Sangat “Menggoda”

    FEB, Fakultas yang Sangat “Menggoda”

    Menjadi fakultas yang unggul di level nasional dan internasional yang berlandaskan pada budaya nasional merupakan visi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)  Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. FEB sudah memiliki akreditasi unggul di level nasional dan internasional.

    FEB juga memiliki dosen yang berkualitas dan tenaga kependidikan yang akan selalu bisa men-support aktivitas sivitas akademika FEB. Fasilitas yang dimiliki sudah sangat baik dan memenuhi standar untuk mahasiswa dapat mengembangkan ilmunya juga bisa mengembangkan soft skill dan sosialnya.

    Pernyataan itu disampaikan Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si., Plt. Wakil Dekan Akademik, Riset, dan Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) pada acara UNS Open Days 2023, sebuah even untuk lebih mendekatkan UNS kepada publik yang diselenggarakan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Sekretariat Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), Selasa 6 Juni 2023 secara daring.

    Lebih lanjut dikatakan, FEB juga memiliki alumni-alumni yang luar biasa,  Ketua OJK, Deputi BI, Direktur KAI, wirausaha yang tarafnya nasional dan internasional serta masih banyak lagi.

    “Gambaran ini untuk memperlihatkan bahwa FEB merupakan fakultas yang sangat-sangat menggoda untuk adik-adik semua. Jadi, silahkan bergabung dengan kami dan kami pastikan anda akan menjadi bagian dari aktivitas kami” ungkapnya

    Pada sesi Kelas Internasional,  Dr. Atmaji, MM, Plt. Kepala Program Studi S1 Manajemen menyampaikan untuk kelas internasional di FEB ada tiga yakni Kelas Internasional Akuntansi, Manajemen dan Ekonomi Pembangunan.

    Dijelaskan juga untuk kurikulum kelas internasional pada dasarnya sama persis dengan program reguler, perbedaannya hanya kita menekankan pada eksposur internasional.

    “Kami memiliki beberapa keunggulan dan perlu adik-adik sadari bahwa ke depan ini adalah orientasi internasional itu adalah menjadi fokus kita. Memilih kelas internasional program kelas internasional adalah pilihan yang tepat karena Adik-Adik akan mendapatkan banyak pengetahuan dan eksposur internasional melalui kuliah yang diberikan oleh dosen dari dalam maupun dari luar negeri” paparnya.

    Senada dengan Dr. Atmaji,  Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D., Plt. Kepala Program Studi Ekonomi Pembangunan juga mengatakan kapasitas konten akademik sama dengan regulrr, penekanannya pada international exposure.

    “Ketika bergabung di Kelas Internasional, Anda akan bisa menemukan perpaduan antara international exposure dan kultur Jawa yang kental di Surakarta, silakan bergabung dengan kami” pungkasnya.

  • Gandeng Universiti Teknologi MARA, Prodi S1 Bisnis Digital Adakan Serangkaian Kegiatan

    Gandeng Universiti Teknologi MARA, Prodi S1 Bisnis Digital Adakan Serangkaian Kegiatan

    Serangkaian kegiatan diselenggarakan oleh Program Studi S1 Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan menggandeng Universiti Teknologi MARA pada tanggal 26 – 30 Mei 2023.

    Kegiatan pertama, General Lecture of Finance terkait “Capital Structure and Dividend” oleh Prof. Shafinar Ismail dengan peserta seluruh mahasiswa S1 Bisnis Digital di ruang Aula Konimex Gedung IV FEB UNS.

    Setelah dilaksanakan kegiatan tersebut, peserta memperoleh insight maupun pengalaman merasakan perkuliahan dengan dosen dari Malaysia.

    Kedua, pada tanggal 27 Mei 2023 dilaksanakan kegiatan General Lecture terkait “Recent Issues in Empirical Finance Research” oleh Prof. Shafinar Ismail di ruang 4302 Gedung IV FEB UNS. Kegiatan tersebut dihadiri oleh para mahasiswa S2 Manajemen FEB UNS.

    Di kegiatan tersebut, Prof. Shafinar Ismail dari Universiti Teknologi MARA melakukan review dan diskusi terkait seminar proposal. Setelah itu, para peserta mendapatkan masukan mengenai proposal penelitian yang akan diajukan agar dapat direalisasikan dengan baik kedepan.

    Hari berikutnya tanggal 29 Mei 2023 dilaksanakan kegiatan presentasi mengenai artikel terbaru Prof. Shafinar Ismail dengan judul “The intention of small and medium enterprises’ owners to participate in waqf: the case of Malaysia and Indonesia” di Fintech Center UNS.

    Dilanjutkan dengan diskusi bersama dosen-dosen FEB UNS mengenai rencana kerjasama riset di masa depan.

    Plt. Kepala Program Studi Bisnis Digital FEB, Putra Pamungkas, M. Rech.,Ph.D  menyampaikan tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan reputasi internasional UNS sehingga memiliki global competitiveness.

    Selain itu, meningkatkan kualitas program internasionalisasi UNS dan meningkatkan nilai reputasi akademik global UNS serta memperkuat kerjasama dan implementasi MoU dengan Universiti Teknologi MARA.

    “Secara keseluruhan,kegiatan scholar inbond Universiti Teknologi MARA ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan penelitian secara lebih luas dengan Top Scholar universitas QS 100 by subject”ungkapnya.

    Dikatakan, kegiatan ini akan memiliki keberlanjutan berupa kolaborasi kegiatan di masa depan dan adanya kegiatan kolaborasi penelitian antara FEB UNS dengan Universiti Teknologi MARA.

    Sehubungan dengan upaya yang dilakukan sesuai dengan rencana kegiatan tersebut, kegiatan Scholar Inbond Universiti Teknologi MARA yang telah dilaksanakan ini memberikan insight baru dan semakin mengembangkan eksposur UNS dengan pelaksanaan kegiatan guest lecture serta diskusi mengenai project kolaborasi baik itu webinar, seminar, riset, maupun kegiatan lain kedepannya.

  • Kolaborasi UNS dan UPR Gelar Seminar Ekonomi dengan tema “Ekonomi Sirkular dalam Sustainable Development Goals dan Implikasinya pada Sawit

    Kolaborasi UNS dan UPR Gelar Seminar Ekonomi dengan tema “Ekonomi Sirkular dalam Sustainable Development Goals dan Implikasinya pada Sawit

    Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bersama dengan Universitas Palangka Raya(UPR), Pusat Pengembangan IPTEK dan Inovasi Gambut (PPIIG), dan Program Magister Akuntansi FEB UPR mengadakan Seminar Ekonomi dengan tema “Ekonomi Sirkular dalam Sustainable Development Goals dan Implikasinya pada Sawit”.

    Kegiatan yang merupakan wujud implementasi kerjasama penelitian menghadirkan Dr. Evi Gravitiani, S.E., M.Si., Ketua Program Studi MESP FEB UNS sebagai narasumber. Seminar ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen dari berbagai fakultas di Universitas Palangka Raya, terutama dari FEB UPR.

    Kegiatan seminar ini dilaksanakan secara hybrid pada Rabu, 30 Mei 2023, pukul 08.30 s.d 11.00 WIB bertempat di Auditorium, Lantai 6 Gedung PPIIG Universitas Palangka Raya, didahului dengan sambutan selamat datang dari Direktur PPIIG UPR,  Ir. Hendrik Segah, S.Hut., M.Si., Ph.D., IPU serta sambutan dari Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS,  Dr. Dwi Prasetyani, SE., M.Si. dengan dipandu moderator oleh Ibu Dr. Fitria Husnatarina, S.E., M.Si., Ak., CA.

  • FMEI Tahun 2023 Diikuti 16 Perguruan Tinggi di Indonesia, Hasilkan 4 Poin Rekomendasi

    FMEI Tahun 2023 Diikuti 16 Perguruan Tinggi di Indonesia, Hasilkan 4 Poin Rekomendasi

    Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) yang dipimpin oleh Alvin Yusuf Akbar, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB menghadiri Kongres I Forum Mahasiswa Ekonomi Indonesia (FMEI) di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta pada pertengahan Mei 2023.

    Ketua BEM FEB, Alvin menyampaikan FMEI merupakan sebuah forum mahasiswa yang diinisasi oleh enam BEM Fakultas Ekonomi di Indonesia yakni UGM, UNS,  Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Universitas Brawijaya (UNIBRAW).

    “FMEI terbagi dalam 3 forum, Forum Ketua, Kajian Strategis dan Forum Eksternal. Forum Ketua membahas rancangan strategis arah gerak FMEI selama setahun, Kajian Strategis membahas kajian yang akan dijadikan poin rekomendasi, Forum Eksternal membahas branding dan ekspansi” ungkapnya.

    Lebih lanjut dikatakan, kegiatan yang diikuti 108 mahasiswa ekonomi dari 16 universitas juga dihadiri oleh Abdurohman, PhD, Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia (RI).

    Dalam forum yang bertemakan “Menguji Sistem dan Kebijakan Fiskal Indonesia terhadap Ketidakpastian Ekonomi Global” tersebut mahasiswa membawa kajiannya masing-masing.

    Dari setiap kajian tersebut didiskusikan kembali sehingga menghasilkan poin-poin rekomendasi untuk dapat diserahkan kepada stakeholder terkait.

    Ada 4 rekomendasi yang diajukan mahasiswa di FMEI dan telah disetujui Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu RI.

    Pertama, merekomendasikan percepatan pelaksanaan dan realisasi UU no 7/2021 pasal 13 terkait pajak karbon melalui penerbitan peraturan pelaksana. Kedua,  membuat tax treaty terkait pajak transaksi online lintas negara. Ketiga, mengevaluasi peraturan tax evasion di Indonesia. Dan keempat, merekomendasikan penurunan batas minimum nilai investasi pengajuan tax holiday untuk perusahaan ramah lingkungan.

    Selain kongres, FMEI mengadakan fieldtrip ke desa binaan di Jetis, Kabupaten Sleman,  sentra kerajinan bambu.

    Harapannya dengan kehadiran 108 mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia ke desa bisa meningkatkan pariwisata daerah tersebut dan juga Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

  • Hadirkan Neuroscience Enthusiast, Prodi EP Gelar Forum Diskusi Kebangsaan 7

    Hadirkan Neuroscience Enthusiast, Prodi EP Gelar Forum Diskusi Kebangsaan 7

    Neuroscience merupakan studi tentang sistem saraf dan fungsi otak, memiliki keterkaitan dengan bidang ekonomi dalam beberapa cara. Beberapa ilmuwan dan ekonom meyakini bahwa pemahaman tentang proses kognitif dan perilaku manusia yang mendasari pengambilan keputusan ekonomi dapat ditingkatkan melalui pengetahuan tentang neuroscience.

    Perspektif Neuroscience dalam Ekonomi menjadi tema apik yang diangkat Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam Forum Diskusi Kebangsaan 7, Selasa, 30 Mei 2023 di Gedung Soehardi FEB UNS.

    Kegiatan yang diikuti lebih dari 100 peserta itu menghadirkan pembicara Dokter Ryu Hasan, Sp. BS., Ahli Bedah Syaraf/Neuroscience Enthusiast.

    Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D., Plt. Kepala Program Studi S-1 Ekonomi Pembangunan dalam sambutannya menyampaikan forum-forum diskusi kebangsaan yang diselenggarakan prodi EP memang mendiskusikan atau membahas wacana-wacana yang sifatnya heterodoks,  yang sifatnya anti mainstream.

    “Forum seperti ini bisa menjadi pengayaan wacana, pengayaan diskusi di FEB khususnya jurusan Ekonomi Pembangunan. Kita tawarkan buat teman-teman khususnya mahasiswa bahwa di dalam berpikir atau dalam menggunakan ilmu ekonomi itu mestinya lebih holistik, lebih luas dan berkaitan dengan dimensi ilmu lain” ungkapnya.

    Dalam forum itu, Dr. Bhimo mengucapkan selamat berwacana, selamat berdiskusi, berdialektika bersama Dokter Ryu Hasan. Semoga mendapatkan keberkahan dalam sisi keilmuan dan juga dapat diimplementasikan.

    Dr. Ryu Hasan menjelaskan ekonomi dalam pandangan neuroscience adalah menggerakkan bagaimana manusia itu secara lebih efisien dan lebih efektif mendapatkan kalori untuk menurunkan entropi.

    Lebih lanjut dikatakan, ekonomi sering dikatakan sebagai ilmu tentang perilaku, dan perilaku apa pun manusia merupakan hasil kerja otak, bahkan 99% kegiatan manusia merupakan perilaku yang tidak disadari.

    Dalam lingkup keilmuan neuroscience, salah satu kajian di dalamnya yaitu neuroekonomi. Yang menjadi variabel utama ialah tentang sebenarnya manusia mengalami kesulitan untuk memahami perilakunya sendiri, hal tersebut dikarenakan sejak awal berpikir manusia merasa berbeda dengan kehidupan yang lain.

    “Pada dasarnya ekonomi adalah rebutan kalori untuk mempertahankan kehidupan”, ungkapnya.

    Selanjutnya “Uang bagi otak adalah hal yang secara sederhana bagi otak bisa mengkonversi kalori”. Uang menjadi hal penting dalam kehidupan

    Dr. Ryu juga mengatakan kehidupan yang baik diperlukan adanya Maner atau tatakrama merupakan jembatan manusia untuk saling bekerjasama agar mampu menciptakan peradaban yang lebih baik. Kecerdasan sosial dan kecerdasan emosi merupakan erat hubungannya dengan ekonomi

    Otak manusia sebenarnya adalah tempat data dan pengolahan data, segala kegiatan manusia pada dasarnya mempertahankan bahwa otak tetap bekerja.

    Terakhir yang dikatakan oleh narasumber ialah “segala sesuatu yang memberikan manfaat ekonomi, meskipun jelek atau bagus itu yang itu akan eksis”

    Diskusi yang digelar selama lebih kurang dua jam berlangsung sangat interaktif. Beberapa mahasiswa menyampaikan pertanyaan seputar paparan narasumber.

  • Mangayubagyo pengukuhan Prof. Agung Nur Probohudono, Ketua Senat Dorong Dosen FEB Capai Jabatan Fungsional Tertinggi

    Mangayubagyo pengukuhan Prof. Agung Nur Probohudono, Ketua Senat Dorong Dosen FEB Capai Jabatan Fungsional Tertinggi

    Sivitas Akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) turut mangayubagyo atas pengukuhan Prof. Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA.,CfrA sebagai Guru Besar Bidang Akuntansi Manajemen FEB UNS.

    Pengukuhan telah digelar di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS dan disiarkan langsung melalui Youtube Universitas Sebelas Maret pada Selasa (23/5/2025). Selepas pengukuhan diadakan seremoni di Lobi Gedung Soeharno TS.

    Ketua Senat FEB,  Prof. Dr. Tulus Haryono, M.Ek diawal sambutannya menyampaikan selamat kepada Prof. Agung Nur Probohudono dan keluarga yang telah memetik hasil dari seluruh jerih payah yang panjang, selamat kepada Prodi Akuntansi, dan selamat juga kepada  FEB UNS yang telah melahirkan 20 guru besar.

    Prof. Tulus mendorong agar dosen yang sudah bergelar doktor segera memproses untuk dapat mencapai guru besar.

    “FEB sudah berusia 47 tahun dan baru ada 20 profesor. Tolong ketua jurusan untuk selalu mendorong dosen yang sudah bergelar doktor untuk bisa mencapai guru besar, Dosen Manajemen yang bergelar Doktor ada 16 orang, Akuntansi 18 orang, EP 15 orang, ini yang perlu kita dorong” katanya.

    Prof. Tulus juga mengingatkan bahwa jabatan yang abadi adalah jabatan fungsional sebagai seorang profesor. Jika telah bergelar profesor, maka pensiun pun akan diundang profesor, sebuah kehormatan, namun jika hanya jabatan struktural, maka itu akan lepas.

    Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com., (Hons). Ph.D, Ak. dalam sambutannya juga menyampaikan ucapan selamat kepada Prof. Dono, nama akrab untuk  Prof. Agung Nurprobohudono.

    “Saya sangat mengapresiasi upaya profesor baru kita, Prof. Dono, usahanya luar biasa, dengan kesabaran, dan juga atas dorongan keluarga, Bu Dono, sehingga sukses sampai jabatan fungsional tertinggi” ungkapnya.

    Kegigihan Prof. Dono semoga bisa menginspirasi puluhan dosen FEB yang sudah mencapai jabatan lektor kepala, untuk dapat mencapai jabatan guru besar.

    Semoga Prof. Dono semakin memperkuat FEB untuk menjadi lebih jaya lagi dan lebih berprestasi lagi.

  • Kuliah Umum Prodi EP Angkat Tema Peran Survei dalam Perumusan Kebijakan di Bank Indonesia

    Kuliah Umum Prodi EP Angkat Tema Peran Survei dalam Perumusan Kebijakan di Bank Indonesia

    Sebagai Bank Sentral, Bank Indonesia (BI) memiliki tiga kebijakan utama yakni Kebijakan Moneter, Kebijakan Makroprudensial, serta Kebijakan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah. Kebijakan-kebijakan ini ditujukan untuk menjaga kondisi ekonomi makro dan sistem keuangan yang stabil, serta berkontribusi dalam mendorong efisiensi dan inklusivitas perekonomian, sehingga perekonomian Indonesia dapat tumbuh kuat, berimbang, berdaya tahan, dan menyejahterakan.

    Hal itu disampaikan Reza Anglingkusumo, Plt. Kepala Departemen Statistik BI pada Kuliah Umum bertajuk Peran Survei dalam Perumusan Kebijakan di Bank Indonesia yang digelar Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS),  Jumat, 26/5/2023 di Aula Gedung Suhardi FEB UNS.

    Lebih lanjut dikatakan, dalam menjalankan tugasnya, BI dapat melakukan survei untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan dalam rangka mendukung perumusan kebijakan. ”Hasil survei yang dilakukan BI diperlukan sebagai salah satu input dalam proses perumusan kebijakan di Bank Indonesia” paparnya dihadapan ratusan mahasiswa.

    Sebagai ilustrasi, BI melakukan beberapa survei terkait sektor riil untuk memperoleh informasi dini yang relevan sebagai input perumusan kebijakan moneter. Survei tersebut diantaranya adalah Survei Konsumen, Survei Penjualan Eceran, dan Survei Kegiatan Dunia Usaha, yang memantau perkembangan ekonomi domestik terkini, dan kemudian menjadi input bagi perumusan kebijakan moneter yang pre-emptive dan forward looking.

    Kuliah Umum berjalan dengan lancar, narasumber memberikan sejumlah hadiah menarik kepada mahasiswa yang aktif berpartisipasi.  (Tetri)

  • Prof. Agung Nur Probohudono Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Bidang Akuntansi Manajemen FEB UNS

    Prof. Agung Nur Probohudono Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Bidang Akuntansi Manajemen FEB UNS

    Prof. Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA.,CfrA dikukuhkan sebagai Guru Besar  Bidang Akuntansi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Selasa (23/5/2025) di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS dan disiarkan langsung melalui Youtube Universitas Sebelas Maret.

    Prof. Agung Nur Probohudono yang merupakan guru besar ke 20 di FEB UNS dan ke 260 di UNS menyampaikan pidato pengukuhannya  bertajuk Praktik Pengungkapan Akuntansi dan Komunikasi Bisnis Berbasis Kemanusiaan.

    “Ini merupakan perjalanan di kepakaran saya selama ini yaitu di bidang akuntansi manajemen. Ibarat seperti dalam lakon wayang Bimo Suci yaitu proses pembelajaran dalam pencarian jati diri dalam mendapatkan kebenaran. Dalam kisah tersebut ada yang disebut dengan air sebagai sumber kehidupan yang secara filosofi adalah supaya kita bisa bermanfaat bagi sesama.  Maka dari itu pidato ini saya beri judul Praktik Pengungkapan Akuntansi dan Komunikasi Bisnis Berbasis Kemanusiaan” jelasnya.

    Disampaikannya, dari berbagai penelitian yang dilakukan dengan pengungkapan akuntansi, benang merahnya adalah pada bagaimana perusahaan mampu mengungkapkan informasinya secara spesifik yang kemudian mampu untuk membuat satisfy, everybody happy semua pemangku kepentingan khususnya yang berlandaskan dengan humanity atau kemanusiaan.

    Cara membuat everybody happy yaitu dengan adanya komunikasi bisnis melalui pengungkapan yang berlandaskan kepada humanity, artinya kemudian perusahaan perlu berkomunikasi dengan lingkungan dengan baik pada berbagai saluran komunikasi di perusahaan. Komunikasi berlandaskan pada kemanusiaan seperti tradisi Jawa “among rasa” dapat membuat semua pihak merasa puas.

    Perusahaan juga perlu menciptakan saling belajar dan berbagi pengalaman dengan para stakeholder-nya untuk menjaga keberlanjutan bisnis.

    Penerapan 8 Hastha Laku oleh Solo Bersimfoni dapat membantu dalam mengelola stakeholder perusahaan melalui kearifan lokal Guyub Rukun, Gotong Royong, Tepa Selira, Ewuh Pekewuh, Pangerten, Grapyak Semanak, Lembah Manah, dan Andhap Asor.

  • Riset Group Green Economy dan Sustainable Development  FEB Hadirkan Tiga Narasumber di Webinar Internasional

    Riset Group Green Economy dan Sustainable Development  FEB Hadirkan Tiga Narasumber di Webinar Internasional

    Komitmen dalam pengembangan pariwisata, terutama komitmen pemimpin, sangatlah penting. Dalam hal pemberdayaan masyarakat terkait industri pariwisata, terdapat banyak metode yang dapat diterapkan atau disarankan kepada pelaku usaha pariwisata.

    Hal tersebut diungkapkan oleh Dwi Marhen Yono, S.STP, M.Si., Direktur Pemasaran Pariwisata Kemenparekraf RI, pada event webinar internasional ‘Exploring the Potential of International Tourism Development Through Community Empowerment and Local Wisdom,’ pada Kamis, 25 Mei 2023.

    Webinar internasional tersebut diselenggarakan oleh Riset Group Green Economy dan Sustainable Development Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS).

    Tiga pembicara tamu hadir yakni Dwi Marhen Yono, S.STP, M.Si. (Direktur Pemasaran Pariwisata Kemenparekraf RI), Prof. Madya Dr. Norlida Hanim Mohd Salleh (Universiti Kebangsaan Malaysia), dan Dr. Nurul Istiqomah, S.E.,M.Si (EP FEB Universitas Sebelas Maret).

    Selain menyampaikan materi terkait pemulihan sektor pariwisata dan rencana pengembangan pariwisata Indonesia, Dwi Marhen juga menjelaskan proses sertifikasi halal yang telah dicanangkan oleh pemerintah. Hal tersebut diungkapkan pada sesi tanya jawab bersama peserta webinar.

    Pembicara kedua, Assoc. Prof. Dr. Norlida Hanim menyampaikan materi berjudul ‘Rural Tourism: How Could Local Communities Develop Their Local Wisdom as Economic Values?’

    Merespon materi yang telah disampaikan oleh Marhen, Prof. Norlida setuju bahwa saat ini wisata budaya telah menjadi permintaan masyarakat. Lebih lanjut, beliau kemudian menjelaskan aspek-aspek yang dibutuhkan untuk mengembangkan pariwisata pedesaan dan tantangan yang dihadapi.

    “Perkembangan ini (sektor pariwisata) butuh peran pemerintah. Diperlukan pula pertimbangan terkait faktor kearifan lokal, dukungan lingkungan, perencanaan, dan perencanaan lain dari sektor internal masyarakat,” jelas Prof. Norlida, selaras dengan pernyataan Marhen.

    Paparan materi berlanjut ke pemateri ketiga, yaitu Dr. Nurul Istiqomah berjudul ‘Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan’ sekaligus mewakili RG Green Economy dan Sustainable Development.

    Dalam paparannya, Dr. Nurul berfokus pada penerapan pariwisata berkelanjutan pasca pandemi Covid-19. Diungkapkan bahwa pariwisata Indonesia tumbuh dengan cepat setelah pandemi. Hal ini terbukti dengan Global Tourism Index dari Indonesia yang naik di tahun 2021.

    “Perbedaan dari pariwisata berkelanjutan dan pariwisata konvensional adalah keterlibatan stakeholder. Dalam pariwisata konvensional, pembangunan ataupun pengembangan hanya melibatkan pelaku sektor pariwisata, seperti manajer ataupun pengelola situs wisata. Sementara pada pariwisata berkelanjutan, semua stakeholder daerah wisata dilibatkan dalam proses pengelolaan wisata, termasuk pula para pelancong yang mengunjungi lokasi wisata,” jelas Dr. Nurul.

    Dosen Prodi S1 EP tersebut kemudian menjelaskan bahwa meskipun indeks pariwisata Indonesia naik, namun indikator pariwisata berkelanjutan belum banyak diperhatikan. “Untuk mengurangi dampak negatif dari sektor pariwisata, termasuk kerusakan alam, terdapat konsep carrying capacity.

    Seperti yang telah dijelaskan oleh pemateri sebelumnya, yaitu perhitungan yang digunakan untuk membatasi jumlah pengunjung sehingga dapat meminimalkan efek negatif. Konsep ini diterapkan, contohnya, di daerah wisata Raja Ampat, yang memang didesain sedemikian rupa, sehingga jumlah pengunjung terbatas dan untuk mengurangi kerusakan lingkungan,” ungkapnya.

    Menutup jalannya acara, Prof. Izza Mafruhah, Ketua RG Green Economy dan Sustainable Development, menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pembicara yang telah hadir, dengan harapan agar sektor pariwisata dapat menjadi ‘bisnis kebahagiaan’ tidak hanya untuk para turis namun juga masyarakat sekitar.