FEB

Kategori: fakultas

  • FEB UNS Juara Harapan II UNS Inclusion Metric

    FEB UNS Juara Harapan II UNS Inclusion Metric

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas sebelas Maret (UNS) memperoleh Juara Harapan II pada Lomba UNS Inclusion Metric antar fakultas dan sekolah di lingkungan UNS yang digelar dalam rangka Dies Natalis UNS ke 47 tahun 2023.

    Penyerahan SK, Piagam dan Piala Pemenang Lomba telah dilaksanakan pada tanggal 3 April 2023 di Press Room Lantai 1 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNS.

    Pemenang ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Pusat Studi Difabilitas LPPM No 28/UN27.22.2.12/TU.00/2023 tanggal 9 Maret 2023. Penetapan tersebut dengan memperhatikan hasil Penilaian dokumen lomba dan visitasi lapangan dalam rangka Lomba UNS Inclusion Metric telah dilakukan panitia sepanjang bulan Februari-Maret 2023.

    FEB saat ini sudah memfasilitasi  sarana bagi penyandang disabilitas diantaranya tempat parkir, ram, toilet. Namun memang masih ada beberapa yang perlu pembenahan dan peningkatan.

    Di tahun ini, untuk memperlancar proses pembelajaran bagi mahasiswa tuna rungu dan wicara yang ada di FEB, pimpinan juga telah menugaskan tiga Juru Bicara Isyarat (JPI). Selain itu para dosen pengampu juga sangat memberikan dukungan pembimbingan bagi mahasiswa tersebut.

    Dra. Y. Anni Aryani, M.Proff., Acc., Ph.D., Ak, CSRS., CSRA, Dosen FEB yang juga menjadi pengelola di Pusat Studi Disabilitas (PSD) menyampaikan pembangunan fasiltas sudah ada peraturannya, harus memasukkan fasilitas yang mendukung inclusion. Dalam hal ini di lingkungan UNS perlu ada penambahan dan juga perbaikan.

    “Untuk membangun kamar mandi harus sesuai standar, ya dipikir juga sekalian untuk bisa diakses difabel, tidak cukup hanya bisa masuk kursi roda tapi juga harus ada pegangannya, pintunya geser. Demikian juga  untuk ram include disitu, harus sesuai standar, tidak terlalu curam, beberapa fasilitas di FEB perlu dibenahi” ungkapnya.

    Ditambahkan juga untuk fasilitas tuna netra di FEB, belum ada guiding block termasuk fasilitas lain belum bertanda huruf Braille.

    Lebih lanjut dikatakan, untuk standar pembelajaran di FEB perlu peningkatan.

    “Kebetulan ada mahasiswa  difabel tuna rungu di FEB, standarnya dosen yang mengajar harusnya sudah memahami, kalo tidak bisa menggunakan isyarat, meminta bantuan PSD. Harusnya bisa menggunakan alat yang bisa digunakan untuk membantu mahasiswa difabel dalam mengikuti perkuliahan, bisa minta bimbingan juga oleh PSD.

    Alat itu semacam soft ware di instal  di labtop, mahasiwa harus duduk di paling depan, dosen juga paham,  suaranya lebih dapat didengar dengan artikulasi yang jelas.

    Jadi, untuk pembelajaran tidak hanya butuh alat tapi juga pemahaman dari sivitas akademika di FEB, para dosen, tendik dan mahasiwa dengan adanya keperluan disabilitas seperti itu.

    Dukungan psikologis yang utama dari pimpinan, mendukung dulu usaha menjadi FEB yang sangat inklusif.

    Perlu dukungan dan keterlibatan semua  pihak untuk menjadikan FEB UNS sebagai kampus yang inklusif, tidak hanya dosen, karyawan dan mahasiswa namun juga dukungan pimpinan. Utamanya dalam hal anggaran untuk mewujudkan fasiltas difabel yang belum tersedia.

  • Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan FEB: Mahasiswa Berkegiatan di Kampus Harus Clear dan Clean  

    Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan FEB: Mahasiswa Berkegiatan di Kampus Harus Clear dan Clean  

    Bidang Akademik Riset dan Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan koordinasi dengan organisasi kemahasiswaan (Ormawa), Rabu 5 April 2023 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS.

    Kegiatan itu digelar untuk mendiskusikan berbagai hal diantaranya program kerja kemahasiswaan, penyampaian materi Sistem Informasi Manajemen Pemeringkatan Kemahasiswaan (Simkatmawa) dan lain-lain.

    Mengawali sambutannya, Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS, Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si. menyampaikan beberapa hal yang harus dipahami mahasiswa ketika berkegiatan di kampus.

    Mahasiswa yang menggunakan pendanaan ada acuan yang harus ditaati, yaitu Standar Biaya Masukan (SBM) UNS. SBM adalah satuan biaya berupa harga satuan, tarif, dan indeks yang ditetapkan untuk menghasilkan biaya komponen keluaran dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran UNS.

    “Bukan hanya mahasiswa, fakultas pun harus mengikuti aturan-aturan di SBM dan aturan-aturan itu diturunkan dalam Sistem Perencanaan dan Evaluasi Anggaran (SIREVA) UNS. Semua kegiatan yang menggunakan keuangan negara harus dipertanggungjawabkan dan sesuai ketentuan yang berlaku.” ungkapnya.

    Lebih lanjut dikatakan,  mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan harus Clear dan Clean.

    Clear, setiap aktifitas yang dilakukan mahasiswa harus bersih, artinya harus jelas sebelum dan juga sesudahnya. Apakah mendapatkan pendanaan dari fakultas, atau dari sponsor. Apakah akan menarik pembiayaan dari peserta dan sebagainya.

    Clean, setiap kali aktifitas yang telah dilakukan baik dari perencanaan, pelaksanaan maupun pertanggungjawabannya harus bersih, tidak meninggalkan sumbatan-sumbatan. Pertanggungjawaban dalam bentuk pelaporan kegiatan harus diselesaikan juga.

    Prof. Izza juga berpesan agar mahasiswa selalu mengikuti aturan-aturan yang ada dikampus,  jangan sampai terjadi pelanggaran kode etik.

    “Jika ada permasalahan atau kasus selesaikan di internal kita, jangan mudah-mudah untuk berbagi  ke media sosial (medsos). Mahasiswa harus bijak dalam menggunakan medsos. Jangan menggunakan  bahasa yang kasar, perbuatan tidak menyenangkan, share foto pun harus hati-hati karena jika melanggar UU ITE bisa ditindak secara pidana”  jelasnya.

    Dalam perekrutan pegawai, saat ini perusahaan sangat mudah untuk menilai kepribadian para pencari kerja yang melamar dengan melihat sosial media yang dimiliki.

    Di koordinasi tersebut mahasiswa juga mendapat arahan tentang SIMKATMAWA dari Pengelola di Bagian Kemahasiswaan Pusat.

  • Pelatihan Kebijakan Fiskal dan Ekonomi Makro Diikuti 18 Mahasiswa MM Kelas Kerja Sama BPS

    Pelatihan Kebijakan Fiskal dan Ekonomi Makro Diikuti 18 Mahasiswa MM Kelas Kerja Sama BPS

    Program Studi Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Pelatihan Kebijakan Fiskal dan Ekonomi Makro bagi 18 Mahasiswa Kelas Kerja Sama Badan Pusat Statistik, 27 Maret s.d. 6 April 2023 di Ruang Teleconference FEB UNS.

    Tiga Dosen FEB menjadi pengajar pada pelatihan tersebut, Dr. Siti Aisyah Tri Rahayu, S.E., M.Si., Dr. Mulyanto, M.E., dan Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D. Ketiga pengajar  merupakan instruktur bersertifikat terkait dengan pembangunan ekonomi, monitoring evaluasi, kebijakan fiskal, maupun ekonomi makro.

    Kepala Program Studi (Kaprodi) MM, Retno Tanding Suryandari, SE, M.E, Ph.D dalam sambutannya berharap pelatihan ini memberikan manfaat bagi mahasiswa.

    “Pelatihan yang diselenggarakan prodi MM ini memang khusus untuk kelas kerja sama BPS. Apa yang Anda pelajari hampir dua  minggu ini saya berharap memberikan manfaat bagi Anda dan tugas-tugas Anda di masa yang akan datang” ucapnya mengawali sambutan.

    Di pelatihan ini menarik sekali karena ada perbedaan pada pre test dan post test, ada loncatan yang merupakan cerminan dari pengetahuan yang diterima mahasiswa selama 2 minggu mengikuti pelatihan.

    Dua mahasiswa yang memiliki loncatan nilai terbaik mendapatkan kesempatan awal untuk menerima sertifikat, Johan Wahyu Utomo dan Era Miftakhul Jannah.

    Setelah pelatihan ini, Kaprodi MM juga akan mempersiapkan satu pelatihan lagi tentang leadership.

  • Mahasiswa FEB UNS Ikuti Sosialisasi Peraturan Senat Akademik tentang Kode Etik Mahasiswa

    Sosialisasi Kode Etik merupakan kegiatan kedua yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk mensosialisasikan Peraturan Senat Akademik (PSA) UNS kepada sivitas akademika FEB UNS, terutamanya mahasiswa.

    Sebelumnya telah dilaksanakan sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Untuk berikutnya akan disosialisasikan juga PSA  tentang otonomi keilmuan dan mimbar akademik.

    Pernyataan itu disampaikan Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS, Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E. M.Si. saat memberikan sambutan pada kegiatan Sosialisasi Senat Akademik tentang Kode Etik Mahasiswa, Kamis, 6 April 2023 di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi dan Zoom Cloud Meeting.

    “Di dalam PSA,  sebagian bahkan hampir seluruh aktivitas sudah diatur, kemudian bagaimana kita menyikapinya, bagaimana punishment dan juga reward ketika ada kasus atau permasalahan yang berkaitan dengan pelanggaran atau pemenuhan dari kode etik, nah ini perlu dipahami dan disadari oleh mahasiswa” ungkapnya.

    Prof. Izza berharap ketika mahasiswa melakukan aktivitas pembelajaran baik yang sifatnya kurikulum maupun non kurikulum selalu berada pada garis yang lurus, garis yang sesuai dengan pedoman dan aturan yang ada di UNS.

    Menurutnya, selama ini ada beberapa keluhan dari dosen mengenai etika mahasiswa, dimungkinkan karena pengaruh pembelajaran secara daring selama 2 tahun ini.  Dengan adanya kegiatan pencerahan ini tidak ada lagi mahasiswa  yang melanggar terhadap norma-norma yang ada di kampus .

    Dr. Sunny di awal paparan materinya dihadapan Kepala Program Studi, pengelola ormawa dan mahasiswa yang hadir secara luring maupun daring itu mengatakan Peraturan Senat Akademik 17 tahun 2021 bukan larangan tetapi apa yang mestinya kita lakukan sehingga yang kita lakukan ini tidak merugikan orang lain walaupun itu sebenarnya menjadi hak kita.

    “Satu hal yang perlu kita pahami bersama bahwa pada jenjang pendidikan tinggi, seluruh sivitas akademika baik dosen karyawan dan mahasiswa diharapkan dapat menanamkan dan membangun sistem nilai di lingkungan kampus” jelasnya. .

    Menurutnya, setiap kampus memiliki kode etik masing-masing yang wajib dipenuhi dan dilaksanakan dan tidak boleh dilanggar oleh siviitas Akademika.  Setiap perguruan tinggi mempunyai kode etik yang belum tentu sama.

    “Kenapa kita harus mengikuti kode etik ini? kode etik sudah dirumuskan sedemikian rupa agar proses belajar mengajar, proses pembentukan karakter berjalan sesuai dengan harapan. Karena kita yakin kode etik ini tidak dikeluarkan semata-mata yang penting punya kode etik, tidak demikian tapi ada tujuan. Tujuan pembelajaran pembentukan karakter ini sesuai apa yang menjadi visi misi UNS.” Jelasnya.

    Dr. Sunny mempersingkat penjabaran kode etik ke dalam empat poin, yang pertama etika tentang integritas, loyalitas, kesopanan dan kesusilaan dijadikan satu materi. Kemudian yang kedua etika perkuliahan, penyusunan karya ilmiah dan ujian.

    Ketiga adalah etika membangun hubungan dengan lingkungan akademik, dengan dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan dan hubungan dengan masyarakat. Dan yang keempat etika berkegiatan mahasiswa.

     

  • Diskusikan Hasil Riset dalam Special Workshop on Academic Writing and Publication, FEB UNS Undang Prof. Tamat dari Universiti Kebangsaan Malaysia, FEB UNS

    Diskusikan Hasil Riset dalam Special Workshop on Academic Writing and Publication, FEB UNS Undang Prof. Tamat dari Universiti Kebangsaan Malaysia, FEB UNS

    Kegiatan publikasi riset merupakan salah satu indikator reputasi akademik bagi fakultas dan perguruan tinggi dalam perangkingan internasional QS.

    Dalam rangka mendukung proses publikasi yang dilaksanakan oleh mahasiswa, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerjasama dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) menyelenggarakan workshop bertajuk ‘Special Workshop on Academic Writing and Publication,’ secara hybrid di Aula Konimex, Gedung Bachtiar Effendi Lantai 3, FEB UNS, dan Zoom Cloud Meeting.

    Workshop tersebut menghadirkan pembicara utama yaitu Prof. Dr. Tamat Sarmidi dari Fakultas Ekonomi dan Manajemen UKM, Malaysia.

    Dipandu oleh Dr. Nurul Istiqomah, S.E., M.Si., selaku moderator, workshop dihadiri oleh dosen FEB UNS serta mahasiswa dari jenjang S1, S2, serta S3 di FEB UNS.

    Workshop dibuka oleh Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS, Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E., M.Si., yang sekaligus menyampaikan sambutan mewakili Dekan FEB UNS.

    “Saya ucapkan terima kasih kepada Prof. Tamat yang sudah bersedia hadir di UNS. Beliau, Prof. Tamat ini sudah sering datang ke UNS sampai sudah seperti bapak kita sendiri. Untuk workshop kali ini akan fokus kepada academic writing, walaupun juga akan ada materi terkait ekonometrika,” ungkap Prof. Izza dalam pidato sambutannya.

    Selain menyampaikan materi terkait ekonometrika dan academic writing, agenda kali ini juga mencakup presentasi artikel penelitian terpilih dari mahasiswa program PDIE untuk kemudian mendapatkan saran dari Prof. Tamat.

    “Binary model memiliki potensi yang sangat besar dalam bidang riset, terutama dalam proses pengambilan keputusan dalam proyek dan penetapan kebijakan,” jelas Prof. Tamat membuka paparan materi.

    Lebih lanjut, Prof. Tamat menyampaikan materi ekonometrika yang terdiri dari dua topik yaitu interpretasi koefisien regresi dan regresi dengan variabel terikat terbatas.

    “Seringkali mahasiswa kurang tepat dalam menginterpretasikan koefisien hasil regresi, mahasiswa seringkali bingung dalam menentukan interpretasi yang sesuai untuk koefisien regresi, khususnya untuk variabel dengan unit pengukuran yang berbeda.” ungkapnya.

    Selain menyampaikan materi, disela-sela penyampaian materi, Prof. Tamat melayangkan pertanyaan kuis kepada peserta yang hadir secara langsung maupun daring. Bagi setiap peserta yang berhasil menjawab pertanyaan Prof. Tamat, tersedia hadiah berupa buku eksklusif.

    Pada sesi selanjutnya, empat mahasiswa PDIE FEB UNS mempresentasikan artikel hasil riset dan berdiskusi secara intensif bersama Prof. Tamat Sarmidi

  • UPM FEB UNS Diskusikan Tindak Lanjut Hasil AMI

    UPM FEB UNS Diskusikan Tindak Lanjut Hasil AMI

    Unit Penjaminan Mutu (UPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan Monitoring Tindak Lanjut Hasil Audit Mutu Internal (AMI) 2022, Kamis 30 Maret 2023.

    Kegiatan yang diadakan secara hybrid di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi dan melalui Zoom Meeting tersebut diikuti oleh Kepala Program Studi (Kaprodi),  Koordinator Bidang (Korbid) Monitoring dan Evaluasi (Monev), Korbid Sistem Penjaminan Mutu Internal (Koorbid SPMI), Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) dan Gugus Kendali Mutu (GKM).

    Korbid SPME, Dr. Setianingtyas Honggowati, M.M, Ak dalam sambutannya mewakili Ketua UPM menyampaikan terima kasih kepada undangan yang telah hadir baik secara luring maupun daring.

    Dikatakan, UPM diberi tugas untuk mengawal proses pembelajaran di FEB dan pertemuan yang diadakan saat ini adalah untuk tindak lanjut AMI tahun 2022.

    “Kegiatan tindak lanjut hasil AMI ini sangat penting karena ada kaitannya dengan akreditasi. Saat akreditasi, kami selalu ditanya tentang AMI, hasilnya apa dan juga harus menunjukkan buktinya. Pertemuan ini untuk mengingatkan kembali, untuk memotivasi terutama Bapak Ibu Kaprodi agar melengkapi atau memperbaiki hasil-hasil AMI yang sudah ada” ungkapnya.

    Lebih lanjut Dr. Sri Hartoko, MBA, Ak, Korbid Monev memaparkan hasil Audit AMI level 1 Program Studi di FEB dan ditanggapi langsung oleh para Kaprodi yang hadir.

  • Adakan Orientasi Mahasiswa Baru, Prodi MM Hadirkan Sembilan Narasumber

    Adakan Orientasi Mahasiswa Baru, Prodi MM Hadirkan Sembilan Narasumber

    Mahasiswa baru Program Studi (Prodi) Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti Orientasi Mahasiswa Baru yang digelar Prodi MM, Kamis-Jumat, 30-31 Maret 2023, di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS.

    Selain pengenalan prodi, di kegiatan orientasi tersebut, Prodi MM menghadirkan sembilan narasumber dari akademisi dan praktisi.

    Tri Mulyaningsih, Ph.D. dan Anto Satrio Nugroho, Ph.D memberikan materi penulisan karya ilmiah, Dr. Mulyanto dan Dr. Ana Sriekaningsih dengan materi penulisan karya ilmiah populer, Suwarmin, MM dengan materi Tantangan Bisnis dan Skill Manajerial, Zahra Noor Eriza, MM dengan materi Reinventing Personality, Dr. Masmira Kurniawati dan Prof. Budhi Haryanto dengan materi Pengembangan Ide Penelitian, serta Erwina Sulistyaningrum, S.,Sos dengan materi Digital Literacy.

    Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS, Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si di awal sambutannya yang disampaikan secara daring mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa baru dan selamat bergabung menikmati proses pembelajaran di MM.

    Selanjutnya dikatakan Prodi MM sudah terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) dan terakreditasi internasional Abest 21. FEB UNS saat ini sedang bersiap untuk maju pada  akreditasi AACSB setelah dari tahun 2012 menjadi member.

    “MM mempunyai slogan simbiosis mutaliasme, saling membutuhkan, saling bekerja sama sehingga insya Allah apa yang kita harapkan, yakni Prodi MM akan menjadi salah satu bagian dari AACSB FEB UNS dan mahasiswa bisa menikmati proses perkuliahan dan juga hasil kelulusan yang bagus juga” jelasnya,

    Prof. Izza Mafruhah saat sambutan yang disampaikan secara daring

    Prof. Izza memotivasi mahasiswa agar mampu menyelesaikan studi di MM maksimal 2 tahun dan tidak memperpanjang studi. Jika masuk ke MM dengan semangat 45 maka luluspun dengan semangat 45, input yang terbaik, output-pun juga yang terbaik.

    Prof. Izza  juga berpesan agar mahasiswa jangan sungkan-sungkan untuk berkonsultasi jika menemui kendala. Sivitas akademika FEB UNS siap membantu mulai dari Dekanat, Kaprodi, Dosen, Tendik Akademik dan Non Akademik agar mahasiswa bisa menyelesaikan perkuliahan dengan baik dan lancar.

    Kaprodi MM, Retno Tanding Suryandari, Ph.D menyampaikan Profil Prodi

    Sementara itu, Kepala Program Studi (Kaprodi) MM, Retno Tanding Suryandari, Ph.D. menyampaikan kegiatan orientasi untuk mahasiswa baru MM ini merupakan upaya prodi untuk memastikan bahwa maba memahami alur dari kegiatan belajar mengajar dan memiliki gambaran tentang apa saja yang harus dihasilkan untuk bisa lulus dari Prodi MM.

    Dikatakan, kurikulum Prodi MM didesain agar mahasiswa dapat menyelesaikan studi dalam 4 semester. Mahasiswa harus memiliki motivasi dan fokus selama menempuh studi agar dapat menyelesaikannya dalam 4 semester. Prodi telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk menunjang studi mahasiswa.

    Lebih lanjut Kaprodi menyampaikan profil MM meliputi SDM, kurikulum, fasilitas di MM serta peringatan akademik.

    “Untuk menyelesaikan program studi,  mahasiwa wajib menempuh 35 Satuan Kredit semester (SKS) yang terdiri dari 23 SKS matakuliah inti, 6 SKS mata kuliah minat, dan 6 SKS penulisan tesis. Diharapkan mahasiswa dapat lulus 4 semester. Dan itu sangat bisa. Semester 2 targetnya sudah menyusun proposal tesis” jelasnya.

    Perkuliahan tidak hanya dilakukan dengan pemberian materi dikelas oleh dosen, mahasiswa MM juga dapat mengikuti kegiatan-kegiatan workshop dan kuliah umum yang diselenggarakan oleh prodi maupun fakultas.

  • Angkat Tema Akselerasi Pengembangan Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, BPU FEB Gelar FGD

    Angkat Tema Akselerasi Pengembangan Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, BPU FEB Gelar FGD

    Pesatnya perkembangan industri kreatif dan sektor pariwisata memiliki daya tarik tersendiri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

    Pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia saat ini difokuskan pada 16 subsektor, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2015 Tentang Badan Ekonomi Kreatif yaitu kuliner, arsitektur, disain produk, disain interior, disain grafis, film, animasi dan video, musik, fesyen, seni pertunjukan, games dan aplikasi, kriya,radio dan televisi, seni rupa, periklanan, fotografi, serta penerbitan.

    Melihat kondisi dan keunikan setiap daerah sangat memungkinkan mengembangkan sektor ekonomi industri kreatif dan pariwisata ini sebagai “ceruk pasar” yang potensial atau yang biasa di namakan dengan Niche Market Destination.

    Fungsi dari ceruk pasar itu sendiri adalah untuk mengklasifikasikan sektor ekonomi dalam pembahasan ini adalah industri kreatif dan pariwisata. Sebagai contoh Kota Surakarta identik dengan kebudayaannya dan industri pembuatan batik, hal ini yang disebut ceruk pasar setiap daerah memiliki ciri khasnya sendiri untuk dijadikan potensi sumber ekonomi bagi daerah.

    Dilatarbelakangi hal tersebut, Badan Pengelola  Usaha (BPU)  Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menggelar Focus Group Discussion (FGD) Business Gathering Bersama Regulator dan Industri,  Selasa, 21 Maret 2023, di Aula Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.

    FGD yang bertemakan “Akselerasi Pengembangan Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah menghadirkan tiga narasumber, Purwanto, SH., M.Par, PLT. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah,  Parmin Sastro Wijono, Wakil Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Prof. Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA, Akademisi FEB UNS.

    Purwanto, SH., M.Par dalam paparannya menyampaikan prioritas pembangunan daerah di Jawa Tengah pada tahun 2023 yakni melalui peningkatan eco socio tourism berbasis masyarakat dan lingkungan hidup melalui perbaikan sarana destinasi pariwisata, peningkatan promosi pariwisata, peningkatan aksesibilitas serta optimalisasi peran swasta dan masyarakat dalam industri pariwisata.

    Dukungan program dan kegiatan yang dilakukan pemerintah tersebut diantaranya dengan pembangunan  Jalan Tol Solo Jogja, Bawen Jogja, Bandara Ahmad Yani Dan Adi Sumarmo, peningkatan jalan dan transportasi trans Jateng, anjungan cerdas intermoda stasiun KA dan terminal.

    Dalam hal atraksi dengan menggelar Sport Tourism Tour De Borobudur, Borobudur Marathon, World Wayang Way, Supermoon Festival, Music, Socio Cultural Events, Edutainment Tourism, pertunjukan di 20 desa wisata, dan sebagainya.

    Pemerintah daerah juga telah mengkoordinasikan penataan kawasan, pengelolaan home stay, penataan area parkir dan pedagang (Pasar Kujon) serta pembangunan masjid agung.

    Lebih lanjut Purwanto menjelaskan potensi ekonomi kreatif di Jawa Tengah. Untuk sub sektor unggulan ekonomi kreatif di Jawa Tengah yaitu : Fesyen (40,40%), Kuliner 30,01%, dan Kriya (15,00%). Sedangkan pertumbuhan tertinggi yaitu pada sub sektor Televisi dan Radio, Film, Animasi, dan Video, Seni Pertunjukan dan Desain Komunikasi Visual.

    Sementara itu, Prof. Agung Nur Probohudono menyampaikan pembangunan sektor pariwisata sangat penting karena dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, serta dapat mendorong pemerintah daerah membangun dan memelihara infrastruktur sehingga kualitas hidup masyarakat setempat juga meningkat.

    Jawa Tengah memiliki daya tarik wisata sebanyak 1.130 dengan rincian 418 wisata alam, 175 wisata budaya, 365 wisata buatan, 76 wisata minat khusus dan 96 daya tarik wisata lainnya.

    “Diperlukan tata kelola yang baik agar seluruh obyek wisata di Jawa Tengah bisa berkembang dan sustain. Tata kelola yang baik meliputi 5 prinsip Good Corporate Governance yaitu adanya transparansi, keadilan, kemandirian, akuntabilitas dan pertanggung jawaban” ungkapnya.

    Lebih lanjut dikatakan peran perguruan tinggi penting dan  strategis dalam mengembangkan dan memajukan dunia pariwisata dan pertumbuhan ekonomi kreatif, khususnya dalam memberi kontribusi sumber daya manusia melalui kegiatan pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

    Sedangkan Wakil Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia menjelaskan faktor-faktor kunci untuk kesuksesan industri pariwisata meliputi product, customer care, location, environment, realistic cost dan marketing strategic.

    Di kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara FEB UNS dengan Lawu Park. Perjanjian kerja sama ditandatangani oleh Wakil Dekan Perencanaan Kerjasama Bisnis dan Informasi FEB UNS, Dr. Mugi Harsono, SE, MSi dan  Parmin Sastro Wijono dari Lawu Park.

     

  • FEB UNS Sukses Gelar International Seminar 2023: A Lecture on Circular Economy, Small and Medium-Sized Enterprise and Islam

    FEB UNS Sukses Gelar International Seminar 2023: A Lecture on Circular Economy, Small and Medium-Sized Enterprise and Islam

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta hadirkan lima akademisi internasional dalam gelaran International Seminar 2023: A Lecture on Circular Economy, Small and Medium-Sized Enterprise and Islam.

    Agenda yang dilaksanakan dalam rangka perayaan Dies Natalis ke 47 UNS tersebut berlangsung secara daring pada Selasa (21/03/2023). Agenda yang didukung oleh UNS Innovation Hub dan LinkUp! tersebut dihadiri oleh lebih dari 250 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan peserta umum.

    Membuka jalannya seminar, Prof. Djoko Suhardjanto, Dekan FEB UNS, mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pembicara yang telah bersedia hadir dan menyampaikan materi pada Seminar Internasional FEB UNS 2023.

    “Saya merasa sangat bahagia karena kesempatan ini dapat menghadirkan kesempatan bagi kita untuk belajar dari satu sama lain terkait ide-ide serta best practice di sektor circular economy dan islam. Saya berharap peserta yang hadir dapat terlibat secara aktif dalam diskusi hari ini,” ungkap Prof. Djoko.

    Prof. Djoko juga berharap agar agenda pada hari ini akan menghasilkan kolaborasi yang bermakna.

    Pembicara kunci pertama yang menyampaikan materi pada agenda kali ini adalah Prof. Khaleed Soufani dari University of Cambridge, Inggris, yang menyampaikan topik terkait hubungan antara sustainability, circular economy, impact investing, dan Islam.

    Menurutnya saat ini kondisi dipenuhi dengan disrupsi baik di bidang teknologi, sosial, dan lingkungan.

    “Kita saat ini berada pada posisi over-consumption, over-producing, dan over-trading, tiga kondisi ini menyebabkan jumlah sampah yang besar dan berakibat negatif bada kondisi lingkungan,” jelas Prof. Khaleed.

     Pemateri kunci kedua hadir secara daring dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, yaitu Prof. Abdul Mu’ti.

    Dalam paparannya, Prof. Mu’ti mengungkapkan bahwa Islam adalah sebuah agama yang lengkap yang mengajarkan dan mengatur banyak hal dalam kehidupan manusia.

    “Ekonomi dalam ajaran Islam mengajarkan kepada kita akan pentingnya kepemilikan material sebagai bagian dalam kekayaan dan kemakmuran umat muslim. Perlindungan kekayaan tetap bagian dari ajaran Islam, meskipun Islam juga melarang akumulasi kekayaan pada satu orang atau kelompok kecil yang kemudian mengesampingkan permasalahan yang timbul di masyarakat,” jelas Prof. Mu’ti.

    Pada sesi kedua seminar, tiga akademisi menyampaikan materi secara berurutan dalam sesi plenary yang dipimpin oleh Dr. Putra Pamungkas dari FEB UNS. Ketiga pembicara yang hadir pada sesi ini adalah Assoc. Prof. Dr. Thuanthong Krutchon dari Thaksin University Thailand, Dr. Rudi Natamiharja dari Universitas Lampung, dan Dr. Tastaftiyan Risfandy dari FEB UNS.

    Selama kurang lebih tigapuluh menit, Assoc. Prof. Dr. Thuanthong membagikan pengalaman dalam penerapan circular ekonomi di Thailand, yang mencakup tiga aspek yaitu Bioeconomy, Circular Economy, dan Green Economy (BCG). Penerapan BCG ini juga terkoneksi pada target pembangunan nasional.

    Menyambung paparan dari Dr. Thuanthong, Dr. Rudi, menjelaskan topik terkait perlindungan hukum untuk UMKM di Indonesia.

    Dalam paparannya bertemakan ‘Indonesian Legal Guarantee on the Welfare of MSMEs,’ tersebut, Dr. Rudi membahas secara detail tentang peraturan yang menjadi dasar perlindungan hukum bagi UMKM baik di tingkat internasional, nasional, serta perlindungan hukum bagi hak UMKM dalam menjalankan aktifitas ekonomi di Indonesia.

    Pembicara terakhir, Dr. Tastafiyan menyampaikan materi berjudul “Islamic Banks’ Governance: A key success for Islamic banking development”.

    Membuka paparannya, Dr. Tastaftiyan menyatakan bahwa, “Bank syariah dibentuk untuk mengurangi jarak antara masyarakat miskin dan kaya. Selain itu, peran dari bank syariah adalah juga untuk menyediakan kredit bagi UMKM. Dalam hal perkembangan bank syariah, terdapat banyak aspek yang perlu diperbaiki,” ungkap Dr. Tastafiyan.

    Dalam paparan tersebut, Dr. Tastaftiyan juga membagikan hasil risetnya yang bertajuk ‘Excess remuneration, governance, and risk-taking in Islamic banks,’ yang berkolaborasi dengan Prof. M. Kabir Hassan.

    Dikatakan bahwa motivasi dari penelitian tersebut adalah karena adanya tingkat remunerasi yang tinggi bagi company executive.

    “Implikasi dari hasil riset ini adalah bahwa aktivitas monitoring yang baik, yang dilakukan oleh Board of Director dan Sharia Board dapat mengurangi insentif risk-taking yang kemudian mendorong kemajuan bank syariah. Untuk karenanya, pembuat kebijakan perlu menetapkan skema remunasi yang baik, khususnya untuk anggota BoD dan SSB.” paparnya.

    Seminar yang berjalan sekitar tiga jam tersebut berlangsung dengan lancar. Peserta sangat antusias mengikuti jalannya seminar terlihat dari diskusi aktif peserta dengan seluruh narasumber.

  • FEB Universitas Muhammadiyah Malang  Studi Banding ke FEB UNS

    FEB Universitas Muhammadiyah Malang Studi Banding ke FEB UNS

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima Kunjungan Pimpinan FEB Universitas Muhammadiyah Malang, Senin 20 Maret 2023 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS.

    Tim yang dipimpin oleh Dr. Marsudi, MM, Kepala Program Studi Manajemen FEB Universitas Muhammadiyah Malang disambut oleh sejumlah pimpinan dan dosen FEB UNS.

    Wakil Dekan Perencanaan Kerjasama Bisnis dan Informasi FEB UNS Dr. Mugi Harsono, SE, M.Si., mewakili Dekan FEB mengucapkan selamat datang atas kunjungan pimpinan FEB Universitas Muhammadiyah Malang.

    Usai memperkenalkan pimpinan dan dosen yang hadir, Dr. Mugi Harsono memaparkan profil FEB UNS.

    Pada awalnya Universitas Sebelas Maret bernama Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret yang resmi berdiri pada 11 Maret 1976. Dalam perkembangannya, pada tahun 1982 nama dan singkatan Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret Surakarta (UNS Sebelas Maret), ditetapkan menjadi Universitas Sebelas Maret yang disingkat UNS. Perubahan nama dan singkatan ini diresmikan dengan Keputusan Presiden RI No. 55 Tahun 1982.

    Lebih lanjut disampaikan Program Studi S1 Manajemen merupakan Prodi yang sangat gencar dalam menjalankan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan telah mendapatkan hibah MBKM.  Prodi S1 Manajemen banyak memberikan peluang kepada mahasiswa untuk mengikuti MBKM dan jenis MBKM yang diikuti juga lebih komplit. Hal ini menyebabkan, prestasi mahasiswa kita naik cukup tinggi, baik pada level fakultas, universitas maupun prodi.

    Dr. Mugi memberi kesempatan kepada pimpinan FEB Universitas Muhammadiyah Malang untuk berdiskusi lebih lanjut dengan Kaprodi Manajemen, Dr. Atmaji MM dan juga tim taskforcenya.

    Diskusi yang berlangsung kurang lebih 2 jam tersebut berjalan dengan lancar, harapannya banyak memberikan manfaat, baik bagi FEB  Universitas Muhammadiyah Malang, demikian juga sebaliknya untuk FEB UNS.