FEB

Kategori: fakultas

  • Gelar FGD Bertajuk Agile Performance Management To Achieve Optimum Return, BPU FEB UNS Hadirkan Tiga Narasumber

    Gelar FGD Bertajuk Agile Performance Management To Achieve Optimum Return, BPU FEB UNS Hadirkan Tiga Narasumber

    Badan Pengelola  Usaha (BPU)  Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Focus Group Discussion (FGD) – Business Gathering Bersama Regulator dan Industri bertajuk “Agile Performance Management To Achieve Optimum Return” Senin, 20 Maret 2023, di Ballroom Gedung Ki Hajar Dewantara (UNS Tower)

    Di FGD tersebut, BPU menghadirkan tiga narasumber, Ahmad Sumbalawi (Direktur Utama SDM9) dengan materi Peluang kerja Industri dan Menyiapkan SDM yang Mendukung Keunggulan Bersaing Berkelanjutan Perusahaan; Rosanto Adi (Direktur Rosalia) dengan materi Implementasi Sistem Magang Kerja Mitra Perguruan tinggi yang Bernilai Tambah pada Produktifitas Industri dan Prof Dr. Tulus Haryono.M.Ek  (Dosen FEB UNS) dengan materi Strategi Perguruan Tinggi Meningkatkan Kualitas Progam MBKM (Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka) dalam Mendukung Sinergi Pertumbuhan Kualitas SDM.

    Wakil Dekan Perencanaan Kerjasama Bisnis dan Informasi FEB UNS, Dr. Mugi Harsono, SE, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan ketika teknologi informasi tidak terbendung dan perubahan itu kapanpun bisa terjadi maka pendekatan yang kita pakai juga harus disesuaikan.

    Agile performance manajement merupakan salah satu solusi bagaimana agar perusahaan yang berada pada situasi yang penuh gejolak bisa mendapatkan hasil yang optimum. Agile itu salah satunya dibuktikan adanya proses persandingan antara   owner, management dengan employe yang mereka sama-sama mengambil keputusan, karena mungkin di setiap lini, apakah karyawan, management, owner mempunyai informasi-informasi atau pengalaman-pengalaman yang dipakai untuk menyusun strategi perusahaan. Atas dasar itulah kita duduk bersama dalam FGD ini untuk mendapatkan pengalaman dari narasumber, Bapak Ahmad Sumbalawi dan Bapak Rosanto Adi dan secara filosofi dikuatkan oleh Prof Tulus” paparnya.

    Lebih lanjut dikatakan, dalam mengadapi kondisi seperti ini memang tidak mungkin menyelesaikan masalah sendirian, perlu ada kesadaran bersama untuk saling bergandengan atau kolaborasi  antara akademisi,  bisnis dan government, memerlukan sebuah pergelayatun  tangan yang akrab sehingga menghasilkan kesepakatan.

    Sebelum proses diskusi akan ditandai dengan adanya penandatanganan kerja sama antara FEB dengan berbagai instansi yang telah diundang. Tujuannya adalah untuk saling  take and give,  akan mengarah kepada Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

    Dalam MBKM, terjadi revolusi pemikiran pembelajaran, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengenali dunia yang sebenernya. Mahasiswa boleh selama  3 atau 4 semester di luar prodinya,  selama satu semester penuh boleh magang di perusahaan dan mengabdi di  masyarakat sehingga mahasiswa memiliki pengalaman ketika lulus.

    Sebaliknya MBKM juga memberi kesempatan kepada para praktisi untuk menjadi dosen praktisi di kampus.

    Diakhir sambutannya, Dr. Mugi berharap kegiatan FGD ini memberikan banyak kemanfaatan, perguruan tinggi tidak menjadi menara gading yang gedungnya menjulang tinggi tapi tidak mengakar ke bawah atau sebaliknya government membutuhkan telaah akademisi agar kebijakan tidak kering dan ada filosofinya, serta dari pakar bisnis, akademisi perlu pengalaman dan  penambahan koseptual.

    FGD yang dipandu oleh Sarjiyanto, SE, MBA, Ph.D. Akademisi FEB UNS berjalan sangat interaktif dengan tanggapan dan pertanyaan dari peserta diskusi yang merupakan instansi mitra magang mahasiswa.

     

     

    Materi FGD: https://bit.ly/FGDBUSINESSGATHERINGFEBUNS

  • Prodi MESP Adakan Workshop on Econometrics and Academic Writing

    Prodi MESP Adakan Workshop on Econometrics and Academic Writing

    Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Econometrics and Academic Writing, Kamis, 9 Maret 2023 secara daring.

    Workshop yang diikuti oleh Mahasiswa dari program S1, S2, maupun S3 FEB UNS tersebut menghadirkan Prof. Dr. Tamat Sarmidi dan Assoc. Prof. Dr. Norlida Hanim Mohd Salleh dari Universiti Kebangsaan Malaysia.

    Prof. Izza Mafruhah, Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS

    Membuka jalannya workshop, Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E, M.Si., Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS mengungkapkan rasa terima kasih kepada Prof. Tamat dan Prof Norlida atas kesediaannya untuk hadir secara daring dan berbagi ilmu dengan mahasiswa FEB UNS.

    “Terima kasih kepada Dr. Evi Gravitiani dan juga seluruh mahasiswa yang telah meluangkan waktu dan berkenan hadir dalam workshop hari ini. Workshop diselenggarakan juga dalam rangka Dies Natalis UNS ke 47, kita membutuhkan pelatihan yang bersifat kuantitatif dan kualitatif untuk kemudian digunakan oleh mahasiswa dalam penyusunan tesis,” jelas Prof. Izza dalam sambutannya.

    Prof. Dr. Tamat Sarmidi

    Lebih lanjut Prof. Izza juga mengungkapkan bahwa sebelumnya MESP telah melaksanakan beberapa pelatihan statistik lain seperti workshop data mining menggunakan Orange yang diselenggarakan pada bulan Februari 2023. Sementara pada workshop kali ini, kedua pembicara akan membahas mengenai online survey dan limited dependent variable.

    Assoc. Prof. Dr. Norlida Hanim Mohd Salleh

    “Semoga acara hari ini kita dapat mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Kepada mahasiswa apabila ada pertanyaan yang hendak ditanyakan dapat langsung ditanyakan. Terima kasih kepada para Profesor yang telah bersedia membagikan ilmu kepada peserta yang hadir. Selamat mengikuti workshop semoga bermanfaat.” ungkapnya.

    Pembicara pertama, Assoc. Prof. Norlida, menjelaskan mengenai peran teori dalam akademik writing. Academic writing harus mengikuti tata bahasa khusus. Teori yang digunakan perlu dicantumkan baik dalam skripsi maupun artikel ilmiah yang akan dipublikasikan.

    “Salah satu aspek dalam academic writing adalah kerangka teori (theoretical framework), bagian ini menjelaskan atau mendeskripsikan teori yang mendasari munculnya sebuah masalah, yang kemudian menjadi fokus penelitian. Bagaimana menentukan teori dalam riset? Penulis perlu membaca banyak literatur riset. Terutama untuk tingkat S3 perlu menemukan adanya research gap, yang akan menjadi manfaat penelitian,” jelas Prof. Norlida.

    Pada sesi kedua, Prof. Tamat Sarmidi menyampaikan materi tentang analisis statistik untuk variabel terikat yang terbatas (binary dependent variable). Dalam pembahasannya, Prof. Sarmidi menyampaikan empat uji statistik yang dapat digunakan dalam uji statistik dimana variabel terikat yang digunakan merupakan variabel binari (dummy). Keempat uji tersebut antara lain adalah probit, logit, multinomial logit, dan ordered probit model.

    Di akhir pemaparan materi Prof. Tamat juga mendemonstrasikan tata cara penggunaan keempat uji statistik menggunakan STATA.

     

  • Prodi EP Hadirkan Visiting Lecturer, Diskusikan Riset

    Prodi EP Hadirkan Visiting Lecturer, Diskusikan Riset

    Program Studi (Prodi) S1 Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kedatangan Prof. Hurng-Jyuhn Wang dari National Dong Hwa University dan Prof. Doo Chul Kim dari Okayama University, Kamis 2 Maret 2023.

    Kunjungan keduanya diterima oleh Kepala Prodi (Kaprodi)  Ekonomi Pembangunan, Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D, Dosen dan Mahasiswa EP di Ruang Telekonferen Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.

    Kedatangan Prof. Wang dan Prof. Kim dalam rangka diskusi membahas riset yang pernah dilakukan keduanya yakni rural development pada negara vietnam, juga pengentasan kemiskinan.

    Diskusi yang dipandu oleh Yogi Pasca Pratama, S.E., M.E., Dosen FEB UNS berlangsung aktif, banyak peserta yang bertanya tentang pengalaman penelitian oleh keduanya.

    Disela-sela diskusi, kedua pembicara memberikan apresiasi yang baik kepada Kaprodi Ekonomi Pembangunan, Bhimo Rizky Samudro, Ph.D karena berinisiatif mengadakan acara tersebut.

    Kedua pembicara juga menyambut hangat para peserta yang tertarik untuk melanjutkan studi di masing-masing kampusnya.

    “Kerjasama yang kedepannya akan kita lakukan bersama akan mampu menghasilkan karya-karya yang luar biasa. Tak sabar menunggu teman-teman untuk kita berkolaborasi bersama.” Tutur Prof. Hurng-Jyuhn Wan.

    Acara ditutup oleh Bhimo Rizky Samudro, Ph.D dengan ucapan terimakasih kepada para pembicara karena telah meluangkan waktu untuk datang berdiskusi bersama.

  • Asesor UNS Inclusion Metric Site Visit ke FEB

    Asesor UNS Inclusion Metric Site Visit ke FEB

    Tim Asesor UNS Inclusion Metric yang terdiri atas Dr. Herry Widyastono, M.Pd., Dr. Tri Rejeki Andayani, S.Psi., M.Si., Dewi dan Sri Rejeki, S.Pd.,M.Pd. melakukan site visit ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Senin 6 Maret 2023.

    Kedatangan Tim yang diterima oleh Pimpinan FEB di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS tersebut untuk mengkonfirmasi Borang UNS Inclusion Metric yang sebelumnya telah dikirimkan FEB.

    Beberapa hal yang dikonfirmasi dari borang diantaranya standar pembelajaran, standar dukungan psikologi, standar sarana fisik dan standar kelulusan bagi penyandang disabilitas.

    Wakil Dekan SDM, Keuangan dan Logistik FEB, Dr. Djuminah saat memberikan sambutan

    Lomba UNS Inclusion Metric yang diinisasi oleh Pusat Studi Difabilitas (PSD) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menjadi salah satu agenda dalam rangka memperingati Dies Natalis UNS ke- 47. Lomba ini diikuti oleh fakultas dan sekolah di lingkungan UNS.

    Wakil Dekan Sumber Daya Manusia, Keuangan dan Logistik FEB UNS, Dr. Djuminah menyambut baik kehadiran ketiga asesor UNS Inclusion Metric.

    Dikatakan, FEB saat ini sudah memfasilitasi  sarana bagi penyandang disabilitas diantaranya tempat parkir, ram, toilet khusus. Namun memang masih ada beberapa yang perlu pembenahan dan peningkatan.

    Tim Asesor UNS Inclusion Metric

    “Kami  masih memiliki kekuatan dan semangat untuk berusaha semaksimal mungkin memperbaiki layanan khususnya bagi penyandang disabilitas dan saat ini sudah ada yang dalam proses, renovasi, silahkan nanti bisa dilihat ke lapangan ” paparnya .

    Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan FEB, Prof Izza Mafruhah menambahkan, di tahun ini, untuk memperlancar proses pembelajaran bagi mahasiswa tuna rungu dan wicara yang ada di FEB, pimpinan juga telah menugaskan tiga Juru Bicara Isyarat (JPI). Selain itu para dosen pengampu juga sangat memberikan dukungan pembimbingan bagi mahasiswa tersebut.

    Mengawali sambutannya, Dr. Tri Rejeki Handayani berterimakasih kepada pimpinan FEB dan Tim Borang UNS Inclusion Metric di FEB yang menerima dengan hangat.

    “Kita semuanya sedang sama-sama berbenah untuk mewujudkan kampus yang inklusif, kampus yang menyediakan pelayanan dan fasilitas yang layak dan dapat diakses oleh setiap warga kampus, termasuk para penyandang disabilitas” paparnya.

    Selanjutnya dikatakan, kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap tahunnya dan dilaksanakan pada Dies Natalis UNS.

    Site visit ini penting untuk memastikan kevalidan isian dalam borang. Selain itu juga dimungkinkan ada tambahan data atau informasi untuk melengkapi borang yang telah tersusun.

    Berdasarkan data yang ada pada asesor PSD, saat ini di FEB ada tiga mahasiswa disabilitas. Tim mengkonfirmasi data tersebut dan sejauh mana fakultas melakukan pendampingan dan menyiapkan sarana prasarana agar penyandang disabilitas lebih nyaman untuk melakukan aktifitas pembelajaran di lingkungan kampus.

    Pada penilaian standar dukungan psikologi, indikatornya adalah tersedianya dokumen kebijakan perguruan tinggi tentang pemberian layanan psikologis dan sosial, layanan konseling khusus dan pelatihan peningkatan motivasi, tersedianya beasiswa, layanan kesehatan dan anggaran khusus pendampingan bagi mahasiswa disabilitas.

    Sedangkan untuk standar fasilitas fisik, tersedianya pedestrian sepanjang jalan kampus, jalur pemandu tiap fakultas atau ruangan, rambu dan marka serta sarana transportasi dan tempat parkir khusus bagi penyandang disabilitas.

    Selain itu, tersedianya ram bagi penyandang disabilitas untuk naik ke lantai 2 di gedung berlantai 2, lift bagi gedung yang memiliki 3 lantai atau lebih, lebar dan tiggi pintu aksesibel untuk kursi roda. Label dalam huruf braille pada semua fasilitas. Juga tersedianya toilet khusus dan tempat duduk khusus bagi penyandang disabilias disetiap fasilitas bagi disabilitas.

    Usai konfirmasi isian borang, tim asesor melakukan cek ke lapangan di lingkungan FEB UNS diantaranya ram, toilet khusus, area parkir untuk disabilitas  di area Gedung Soeharno dan juga di sekitar Masjid Al-Latief.

  • Prodi S1 EP Sosialisasikan MBKM kepada Mahasiswa

    Prodi S1 EP Sosialisasikan MBKM kepada Mahasiswa

    Program Studi (Prodi) S1 Ekonomi Pembangunan (EP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Sosialisasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) kepada mahasiswa EP khususnya semester 4, Selasa, 28 Februari 2023 di Aula Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.

    Kegiatan ini diadakan untuk mempersiapkan mahasiswa agar memahami bagaimana alur, prosedur dan dinamika proses MBKM pada Prodi S1 EP.

    Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D., Kepala Prodi S1 EP menjelaskan Program MBKM yang dirancang oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bertujuan untuk memberikan kebebasan dan otonomi kepada lembaga pendidikan dan merdeka dari birokratisasi dan dosen dibebaskan dari birokrasi yang kompleks, serta mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih bidang yang mereka sukai.

    Bhimo Rizky Samudro, Ph.D., Kepala Prodi S1 EP

    Beberapa program MBKM yang dicanangkan Kemendikbudristek yakni pertukaran mahasiswa, studi/proyek mandiri, kewirausahaan, penelitian, program kemanusiaan, pengembangan desa, magang dan program mengajar di sekolah.

    Prodi EP telah memfasilitasi mahasiswa untuk kelancaran program MBKM yang diikutinya.

    “Kami dari prodi selalu memfasilitasi para mahasiswa yang akan melakukan program MBKM agar dapat meningkatkan kualitas dan kemampuan dari tiap individu mahasiswa” tuturnya.

    Dalam perkembangannya, prodi S1 EP telah  mengirimkan mahasiswa (outbound) melalui program Permata Sakti, menerima mahasiswa (inbound) melalui program internal dengan Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP UNS mata kuliah ESDM.

    Selain itu, Prodi S1 EP telah melakukan Kerjasama reciprocal,   pertukaran mahasiswa (inbound-outbound) dengan EP FEB UB, EP FEB UNEJ, EP FEB UNSOED, EP FEB UNNES. Prodi EP juga menerima mahasiswa (inboud) dari kerjasama reciprocal dengan EP FEB UNLAM dan juga mengikuti program MBKM Permata Merdeka.

    Lebih lanjut, Kaprodi EP menjelaskan Sistem Kampus Merdeka Prodi S1 EP yang telah di susun prodi untuk memfasilitasi mahasiswa.

    Peserta Sosialisasi: Mahasiswa Semester 4 Prodi S1 EP 

    Sebagai contoh, dalam pertukaran pelajar, Prodi S1 EP memilih bentuk proses belajar MBKM dengan model non blok. Pada model ini prodi menawarkan Mata Kuliah Umum (MKU) dan mata kuliah keprodian tingkat dasar di semester 1 dan 2.

    Pada semester 3 dan 4 prodi menawarkan matakuliah keprodian level menengah, selanjutnya pada semester 4,5,6 mahasiswa memperoleh hak mengambil mata kuliah di luar prodi, baik pembelajaran diluar perguruan tinggi (PT)/magang (semester 5 dan 7) dan pembelajaran di prodi lain dalam PT yang sama (semester 6). Mahasiswa kembali ke prodi di semester 8 untuk menyelesaikan skripsi.

  • Dr. Sinto Ajak Akademisi Mengangkat Kasus-Kasus Konteks Lokal sebagai Bahan  Case Based Method di Kelas

    Dr. Sinto Ajak Akademisi Mengangkat Kasus-Kasus Konteks Lokal sebagai Bahan  Case Based Method di Kelas

    Bagaimana kita mulai menulis case atau kasus yang akan digunakan sebagai bahan pembelajaran case based method di kelas?  Sumber kasus sebenarnya banyak, ada kasus yang bisa kita dapatkan dari berbagai jurnal internasional, bahkan ada jurnal-jurnal yang khusus menjadi outlet kasus,  bisa juga kita peroleh kasus dari Harvard Business School atau kasus yang ringkas yang bisa didapatkan di belakang chapter pada text books yang kita pakai.

    Persoalannya adalah kasus-kasus itu banyak bernuansa internasional atau banyak terjadi di negara-negara lain. Masih sedikit akademisi yang mengangkat kasus-kasus pada konteks Indonesia untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Kasus-kasus di Indonesia banyak dan perlu diangkat serta layak dipublikasikan selama proses penulisan itu memenuhi standar.

     

    Hal itulah yang menjadi tantangan untuk kita sebagai akademisi bagaimana kita menghadirkan kasus-kasus yang sifatnya konteks lokal dalam proses pembelajaran di kelas agar mahasiswa mengenali kasus yang ada di sekitarnya.

    Pernyataan itu disampaikan Dr. Sinto Sunaryo, SE, MSi, SHRM-CP, akademisi FEB UNS mengawali presentasinya pada Webinar yang diselenggarakan Grup Riset Kearifan Lokal Bekerja Sama dengan Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS),  Selasa, 28 Februari 2023.

    Lebih lanjut Dr. Sinto menjelaskan mengapa pembelajaran kasus itu penting.

    “Pembelajaran kasus ini penting bukan sekedar karena metode pembelajaran ini digunakan oleh sekolah bisnis ternama di dunia, juga bukan sekedar tuntutan dari Dikti untuk dimasukkan dalam IKU tapi lebih kepada esensi pembelajaran kasus itu sendiri, apa yang akan didapatkan mahasiswa, apa yang akan kita bekalkan kepada mahasiswa melalui pembelajaran kasus ini” terangnya.

    Menurutnya, esensi pembelajaran kasus adalah yang pertama, memberikan peluang bagi mahasiswa untuk terlibat mendalam, belajar menganalisis dan kemudian mengambil keputusan strategis atas apa yang benar-benar dihadapi, dalam situasi nyata. Kasus yang ditulis itu dalam real life, sepotong realita dari objek kasus tersebut dan tidak bersifat fiksional, apakah itu dari profit organisasi, non profit organisasi, ataupun industri.

    Yang kedua,  kasus memberikan peluang mahasiswa untuk menerapkan ilmu dan seni mengelola (manajemen) dalam seting laboratorium di kelas. Kelas adalah laboratorium khusus untuk mahasiswa belajar, menerapkan ilmu dan konsep yang dipelajari, mengasah soft skill dengan resiko yang kecil.

    “Sepotong realita yang kita bawa melalui kasus yang kita hadirkan di dalam kelas itu betul-betul mencerminkan kenyataan yang dihadapi objek kasus itu tanpa harus berisiko dengan terjun langsung dalam objek.  Mahasiswa tidak terjun di objek yang sesungguhnya, misalnya perusahaan.” jelasnya kemudian.

    Yang ketiga, kasus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berulang-ulang mengasah kemampuan mereka dalam mengidentifikasi, menganalisis, menyelesaikan masalah dalam beragam seting, apakah setingnya keilmuan berdasarkan perspektif tertentu misalnya marketing, human resources, finansial, atau seting kasusnya dari beragam organisasi.

    Lebih lanjut Dr. Sinto menerangkan ide kasus bisa didapatkan dari banyak sumber diantaranya majalah, surat kabar, text books, mahasiswa atau alumni bahkan dari rekan bisnis.

    Sedangkan dalam hal penulisan kasus haruslah menggambarkan situasi yang nyata  dan juga ada keterkaitan antara masalah utama, isu manajerial dan keputusan manajerial. Dalam kasus juga harus ada hubungan dengan konsep teori atau metode tertentu.

    Di akhir paparannya, kepada hampir 200 peserta yang hadir, Dr. Sinto memberikan contoh bahan pembelajaran case based method yang telah disusun oleh Tim Dosen Manajemen FEB UNS berjudul: A Casebook in Business Management: Indonesian Traditional Herbal Industry dan telah diterbitkan oleh Penerbit Salemba Empat, salah satu penerbit ternama bereputasi nasional. Buku tersebut diterbitkan dalam Bahasa Inggris agar kasus-kasus di Indonesia juga bisa dipakai untuk pembelajaran di luar negeri.

    Para peserta sangat tertarik dengan bahasan yang diangkat narasumber di webinar hari itu terlihat dari banyaknya peserta yang aktif berdiskusi.

     

  • FEB Universitas Pakuan Studi Banding ke FEB UNS

    FEB Universitas Pakuan Studi Banding ke FEB UNS

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima Kunjungan Studi Banding Pimpinan FEB Universitas Pakuan, Rabu 22 Februari 2023 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS.

    Tim yang dipimpin oleh Dr. Retno Martanti Endah Lestari, Wakil Dekan 1 Bidang Akademik  dan Kemahasiswaan FEB Universitas Pakuan disambut oleh sejumlah pimpinan dan dosen FEB UNS.

    Agung Nur Probohudono, Ph.D, Kepala Program Studi S1 Akuntansi, mewakili Pimpinan FEB mengucapkan selamat datang atas kunjungan pimpinan FEB Universitas Pakuan.

    Usai memperkenalkan pimpinan dan dosen yang hadir, Agung Nur Probohudono memaparkan profil FEB UNS.

    FEB saat ini memiliki empat Prodi S1 yakni S1 Akuntansi, S1 Manajemen, S1 Ekonomi Pembangunan dan S1 Bisnis Digital. Sedangkan S2, Magister Manajemen, Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan, Magister Akuntansi serta satu Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) dengan peminatan Akuntansi dan Manajamen. Kesemua prodi telah terakreditasi A dari BAN PT. Tiga prodi di FEB,  S1 Akuntansi, Manajemen dan Ekonomi Pembanguan FEB telah terakreditasi internasional AQAS. di tahun 2023  ini, Prodi S1 Akuntansi dan Manajemen akan direakreditasi oleh LAMEMBA.

    Lebih lanjut dikatakan, FEB telah banyak menghasilkan alumni-alumni yang sukses.

    “FEB masih tergolong muda, lahir pada 11 Maret 1976. FEB telah banyak menghasilkan alumni-alumni yang sukses, seperti Prof. Wimboh Santoso, pernah menjabat Dewan Komisioner OJK hingga tahun 2022,  Doni Primanto Joewono, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Didiek Hartantyo, Direktur Kereta Api Indonesia dan beberapa alumni lain yang sukses disektor swasta diantaranya Harijanto dan Nur Harjanto dan masih banyak lagi“ , jelasnya.

    Sementara itu, Dr. Retno dalam sambutannya menyampaikan bahwa kedatangannya bersama tim dekanat dan prodi ke FEB UNS dalam rangka meningkatkan pelaksanaan penjaminan mutu pendidikan tinggi melalui kebijakan mutu, dan standar mutu maupun terhadap implementasi dan evaluasinya serta penguatan capaian visi dan misi FEB Universitas Pakuan.

    Hal-hal yang didiskusikan dengan FEB UNS di kunjungan tersebut diantaranya terkait dengan pengelolaan fakultas dan program studi, internasionalisasi FEB, pengelolaan laboratorium dan juga akreditasi Program Studi S1 Bisnis Digital.

    Diskusi berjalan dengan lancar, harapannya  banyak memberikan manfaat, baik bagi FEB  Universitas Pakuan, demikian juga sebaliknya untuk FEB UNS.

  • Dekan FEB Lantik Pengurus BEM, Dema dan Ormawa Tahun 2023

    Dekan FEB Lantik Pengurus BEM, Dema dan Ormawa Tahun 2023

    Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret  (UNS) melantik Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Mahasiswa (DEMA) dan Organisasi Kemahasiswaan (ORMAWA), Kamis 23 Februari 2023 di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS.

    “Selamat kepada pengurus BEM, DEMA dan ORMAWA yang baru dan kepada pengurus BEM, DEMA dan ORMAWA yang lama kami ucapkan terima kasih atas dukungannya di semua kegiatan FEB” ucapnya.

    Dekan berharap kepada pengurus yang baru agar semangat untuk mendukung dan meningkatkan prestasi-prestasi yang telah ditorehkan sebelumnya.

    Mahasiswa barus berkegiatan yang positif, bersinergi, produktif, dan berprestasi agar harapan UNS menjadi word class university lebih cepat tercapai.

    “Berorganisasi adalah sarana yang tepat bagi kalian untuk melatih soft skill, bekerja sama, melatih kepemimpinan dan banyak hal baik lainnya. Gunakan waktu dengan baik dalam berorganisasi, jangan lupa untuk lulus kuliah tepat waktu. Jangan menjadikan organisasi sebagai alasan untuk meninggalkan kuliah” tegasnya.

    Dekan FEB saat memberikan arahan kepada pengurus BEM,DEMA dan ORMAWA

    Dekan juga mengingatkan agar mahasiswa menjalin kerja sama dengan alumni-alumni FEB. Banyak alumni FEB yang sukses,  di jajaran menteri, BI, OJK, BUMN dan lain sebagainya.

    “Semangat bekerja, semangat untuk menaikkan prestasi dan semangat untuk kompak selalu menjaga nama baik UNS dan khususnya FEB” pungkasnya menyemangati.

    Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS memberikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Pengurus BEM, DEMA dan Ormawa yang telah menyelesaikan masa bakti tahun 2022 kemarin dan cukup sukses dengan berbagai kegiatan, keilmiahan, olah raga dan seni.

    Harapannya, untuk pengurus di tahun 2023 ini akan bisa melakukan aktifitas yang lebih bagus lagi.

    Prof. Izza juga mengingatkan kepada mahasiswa agar bijak dalam bermedia sosial.

    Penandatanganan berita acara pelantikan pengurus BEM, DEMA dan ORMAWA Tahun 2023

    “Berita, informasi begitu cepat sekali tersebar melalui media sosial, tolong adik-adik bijak dalam bermedia sosial, berhati hati dengan opini, polemik dan dengan segala macam yang mendiskreditkan institusi kita, khususnya di FEB UNS. Kita sudah berusaha keras menjaga nama baik institusi. Prestasi-prestasi telah ditorehkan oleh alumni-alumni sebelumnya, jangan sampai itu rusak karena keisengan kita. Jika ada masalah tolong sampaikan kepada kami, ada  para sub koordinator, koordinator, kaprodi atau dengan dekanat, insyaAllah kami siap menampung dan memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi adik-adik semuanya” paparnya.

    Penandatanganan dan serah terima pengurus BEM, DEMA dan ORMAWA Tahun 2022 kepada pengurus tahun 2023

    Mahasiswa diharapkan mampu saling menjaga dan menghormati, jangan sampai merugikan pihak manapun, baik sesama mahasiswa,  tenaga kependidikan, dosen maupun juga masyarakat.

    “Tolong kita saling menjaga dan menghormati. Adik-adik kuliah selama 4 tahun dan selama 4 tahun itu kami akan menjadi orang tua kalian dikampus. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendukung dan memfasilitasi kalian” ungkapnya.

    Semangat berkarya dalam kebersamaan

    Beberapa rangkaian acara pelantikan terselenggara dengan lancar diantaranya penandatanganan berita acara pelantikan pengurus BEM, DEMA dan ORMAWA Tahun 2023, penandatanganan dan serah terima pengurus BEM, DEMA dan ORMAWA Tahun 2022 kepada pengurus tahun 2023, pembacaan ikrar oleh Ketua BEM yang baru, Alfin Yusuf Akbar dan pembacaan sumpah pengurus oleh Ryas Himawan MS, Ketua DEMA tahun 2023.

  • Himpunan Mahasiswa Bisnis Digital FEB UNS Diresmikan, Hadirkan 2 Narasumber

    Himpunan Mahasiswa Bisnis Digital FEB UNS Diresmikan, Hadirkan 2 Narasumber

    Himpunan Mahasiswa Bisnis Digital (HMBD) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) telah diresmikan oleh Dekan yang diwakili oleh Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS, Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si, Rabu  22 Februari 2023  di Ruang Sidang 1 FEB UNS.

    “Dengan mengucap bismillahirrohmanirohim, atas nama Dekan FEB UNS, pada hari ini Rabu  22 Februari 2023, Himpunan Mahasiswa Bisnis Digital diresmikan” terang Prof. Izza.

    Dalam sambutannya, Prof. Izza mengatakan sebagai prodi yang paling baru, Prodi S1 Bisnis Digital sangat luar biasa. Peminatnya sangat banyak, yang mendaftar hingga ribuan dan 60 yang terseleksi masuk ke Prodi S1 Bisnis Digital.

    Pada tahun pertama, Prodi S1 Bisnis Digital juga sudah membawa mahasiswanya untuk melakukan kunjungan studi di Universiti Putra Malaysia (UPM).

    Lebih lanjut Prof. Izza berharap HMBD memiliki aktifitas tahunan yang tidak hanya melibatkan mahasiswa di UNS tapi juga secara nasional. Seperti halnya yang menjadi agenda rutin tahunan dari HMJ lainnya, HMJ Akuntansi mempunyai ACTIVE, HMJ Manajemen mempunyai Manajemen Carnival dan HMJ EP mempunyai ALCOFE.

    Bidang Akademik, Riset dan Kemasiswaan rutin sebulan sekali mengadakan pertemuan dengan organisasi kemahasiswaan (Ormawa). Aktifitas ini dilakukan agar kegiatan-kegiatan mahasiswa itu bisa saling membantu dan mendukung serta pihak fakultas mengetahui.

    Prof. Izza juga menyarankan agar mahasiswa bisa bergabung di ormawa yang telah difasilitasi fakultas.

    Dikatakan, mahasiswa yang aktif di berbagai kegiatan ormawa adalah mahasiswa yang memiliki talenta yang bagus karena terbiasa bekerja sama, bersosialisasi dengan karakter-karakter yang berbeda. Harapannya, mahasiswa aktif di organisasi kemahasiswaan namun juga tetap belajar dengan tekun agar bisa menyelesaikan studi tepat waktu.

    “Silahkan melakukan aktifitas apapun tapi jangan lupa tugas utama kalian adalah belajar” pungkasnya.

    Dalam peresmian itu diadakan pemotongan tumpeng oleh Kepala Program Studi Si Bisnis Digital Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D. dan diberikan kepada Ketua HMBD, Athaya.

    Di acara peresmian itu, Prodi Si Bisnis Digital juga mengundang 2 pembicara, Addy Wahyu Fitriadi S.ST, M.T.I. dari Badan Pusat Statistik Surakarta dengan topik “Digitalisasi di Kantor dan Pemerintahan”, dan Syaiful Amri, Sub Branch Head BTN Syariah Sragen dengan topik “Milenial dan Perbankan Digital”.

  • Prodi MM Adakan Workshop Penguatan Bidang Akademik

    Prodi MM Adakan Workshop Penguatan Bidang Akademik

    Dosen Program Studi (Prodi) Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti Workshop Penguatan Bidang Akademik Prodi MM, 17-18 Februari 2023 di Salatiga.

    Retno Suryandari, SE, ME, Ph.D , Kepala Prodi MM dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini memiliki tujuan selain untuk bersilaturahmi juga untuk mencari solusi bersama terkait permasalahan yang dihadapi mahasiswa MM dan juga dosen sebagai pembimbing dalam penyusunan tesis dan publikasi mahasiswa.

    Dikatakan, workshop ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi perkuliahan yang telah diselenggarakan sebelumnya.

    Di sharing session terbagi menjadi 2 bahasan, yang pertama tentang Penulisan Tesis dan Publikasi Mahasiswa MM: Masalah, Tantangan dan Usulan Solusi.  Pada sesi ini menghadirkan dua pembicara Prof. Dr. Hunik Sri Runing Sawitri, M.Si. dan Dr. Atmaji, MM. Berikutnya tentang Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) oleh Dr. Werner Ria Murhadi, SE, MM. , CSA, CIB, CRP (APMMI) dan Dr. Sinto Sunaryo, M.Si.

    Kegiatan dilanjutkan dengan working session penguatan fasilitas dan sistem penyelesaian tesis dan publikasi mahasiswa serta CPL rumpun konsentrasi Manajemen SDM, Keuangan, Pemasaran, Keuangan Syariah dan Manajemen Strategi /Operasi.