FEB

Kategori: fakultas

  • FEB UNS Dorong Mahasiswa Ikuti IISMA

    FEB UNS Dorong Mahasiswa Ikuti IISMA

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan UPT Kerjasama dan International (KLI) UNS menggelar Sosialisasi IISMA (Indonesian International Student Mobility Awards) pada Kamis 9 Februari 2023.

    IISMA adalah skema beasiswa dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia untuk membiayai mahasiswa Indonesia dalam program mobilitas satu semester di universitas terkemuka dan industri terkemuka di luar negeri. Beasiswa ini menawarkan dua skema untuk mahasiswa dan sarjana dan vokasi.

    Pada program ini, mahasiswa yang terpilih dapat menghabiskan satu semester untuk belajar di luar negeri, mengembangkan komunikasi antar budaya dan keterampilan kepemimpinan. Selain itu mereka akan mendalami budaya negara tuan rumah, memperluas jaringan internasional dan melakukan tugas praktis untuk meningkatkan keterampilan.

    Sosialisasi yang digelar secara daring itu diikuti oleh mahasiswa FEB dari empat program studi yang ada di FEB UNS, S1 Akuntansi, Manajemen, Ekonomi Pembangunan dan Bisnis Digital.

    Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si., Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang tergabung di kegiatan ini, yang punya potensi dan keberminatan terhadap aktifitas IISMA.

    Menurutnya, dengan ikut di IISMA, mahasiswa akan akan mendapatkan opportunity yang sangat banyak.

    “Mahasiswa yang mengikuti IISMA akan menjadi kebanggaan bagi semuanya, bukan hanya mahasiswa tetapi juga kampusnya dan orangtuanya. Di IISMA, mahasiswa akan banyak mendapatkan pembelajaran dan pengalaman. Kalian akan mendapatkan bekal softskill, ketika  kalian selesai kuliah dan akan bekerja atau melanjutkan perkuliahan yang lebih tinggi pada level magister, saya yakin opportunity-nya akan menjadi sangat besar” ungkapnya.

    Sementara itu, Rino Ardhian Nugroho, S.Sos., M.T.I. Ph. D, Kepala UPT KLI UNS menyampaikan bahwa IISMA di tahun 2023 ini adalah tahun ketiga.

    Rino Ardhian Nugroho, Ph. D paparkan Program IISMA

    Di tahun 2021, ada 4 mahasiswa FEB yang lolos seleksi IISMA yaitu Dian Cita Putri ke Universiti Kebangsaan Malaysia, Hanifah El Sandy ke University of Pisa Italy, Nabila Rania Dewi ke Hanyang University Korea dan Anastasia Kiranahita Santikajati ke University of Szeged Hungaria. Sedangkan di tahun 2022, Chaya Edita Anggraeni ke University of Warsaw Poland.

     “IISMA adalah salah satu program Dikti untuk mahasiswa yang sangat dibanggakan Mas Menteri.  Tentu program ini banyak positifnya, sebagai upaya meningkatkan keilmuan mahasiswa. Selain belajar ilmu baru, mahasiswa juga belajar bersaing secara global dengan mahasiswa di negara-negara lain. Kesempatan yang tidak akan didapat jika MBKM di dalam negeri, kesempatan menikmati hidup di luar negeri, percaya bahwa IISMA itu menyenangkan” paparnya

    Lebih lanjut dikatakan mahasiswa akan diberikan beasiswa selama 1 semester . Selama mahasiswa di sana tidak boleh bekerja, harus kuliah penuh.

    Dari KLI UNS akan membantu memfasilitasi dan membimbing mahasiswa agar peluang masuknya semakin  besar, misalnya dalam membuat esai dan pembimbingan lainnya.

    Marieti Debyora Gardiana, S.Si., Subkoordinator Subbagian Tata Usaha UPT KLI menjelaskan secara teknis Program IISMA. Untuk mempersiapkan mahasiswa mengikuti IISMA, UPT KLI telah lebih awal mensosialisasikan IISMA. KLI membekali mahasiswa dalam hal penyusunan esai, pelatihan Bahasa Inggris, pendampingan wawancara, mendapatkan pengalaman dari para alumnus IISMA dan sebagainya.

    Chaya Edita, alumni IISMA saat berbagi success story

    Mahasiswa juga akan mengikuti screening internal di UNS dengan tujuan untuk memastikan bahwa yang mendaftar ditingkat pusat sudah memenuhi ketentuan.

    Di kegiatan itu, juga dihadirkan 4 Mahasiswa alumni IISMA, Dian Cita, Nabila, Chaya Edita, dan Hanifah dengan success story-nya mengikuti IISMA.

  • Dalam Rangka Peningkatan Pembelajaran Prodi Manajemen, FEB UMS Studi Banding ke FEB UNS

    Dalam Rangka Peningkatan Pembelajaran Prodi Manajemen, FEB UMS Studi Banding ke FEB UNS

    Program Studi (Prodi) S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima Kunjungan Tim Prodi Manajemen  Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kamis 9 Februari 2023 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS.

    Rombongan disambut baik oleh Wakil Dekan Akademik Riset dan Akademik FEB UNS, Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.SI, Kepala Prodi S1 Manajemen,  Dr. Atmaji, MM dan beberapa Dosen Tim Task Force Reakreditasi Prodi S1 Manajemen, Dr. Sinto Sunaryo, S.E., M.Si., Sarwoto, S.E., M.Sc., dan Miftachul Ma’Arif, S.E.I., M.M.

    Prof. Izza Mafruhah mengucapkan selamat datang kepada Tim Prodi Manajemen FEB UMS  dan berterima kasih atas kunjungannya ke FEB UNS .

    Lebih lanjut disampaikan tiga Prodi S1 di FEB, Manajemen, Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan telah terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Selain itu juga telah terakreditasi internasional Agency for Quality Assurance (AQAS) dan Asean University Network-Quality Assurance (AUN-QA) dengan status conditional. Atas status tersebut, ketiga Prodi S1 telah menyusulkan perbaikan-perbaikan atas beberapa aspek kepada AQAS dan melengkapi berbagai dokumen yang diperlukan.

    Semoga AQAS dapat segera memproses seluruh tahap perbaikan tersebut, sehingga segera terbit sertifikat akreditasi untuk status yang unconditional.

    Sementara itu, Imronudin, S.E., M.Si, Ph.D., Wakil Dekan III FEB UMS menyampaikan bahwa kunjungannya ke FEB UNS dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran Prodi Manajemen FEB UMS, baik kelas reguler dan juga kelas internasional.

    “Kami dari Tim dari Prodi Manajemen bermaksud untuk mengkaji banding ke Prodi Manajemen FEB UNS terkait kelas reguler dan internasional,  akreditasi internasional dan juga pengelolaan kelas internasional. Karena kami melihat UNS sudah selangkah di depan kami”  terangnya.

    Di awal sambutan,  Dr. Atmaji menyampaikan bahwa dalam bekerja sebagai Kaprodi S1 Manajemen sangat terbantu dengan adanya Tim Task Force, baik untuk persiapan reakreditasi, proses pembelajaran Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) maupun kelas internasional.

    Dr. Atmaji juga menjelaskan garis besar penyusunan kurikulum di Prodi S1 Manajemen dan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Penyusunan kurikulum, terakhir pada tahun 2020 meskipun demikian dalam perjalanannya masih ada penyesuaian-penyesuaian.

    “Terkait kurikulum, Prodi S1 Manajemen sudah menggunakan kurikulum MBKM. Dalam kurikulum ini, mengakomodasi mahasiswa yang tidak mengambil MBKM dan juga yang mengambil MBKM. Dan Alhamdulillah pada semester  kemarin, ada 70 mahasiswa Prodi S1 Manajemen yang mengikuti kegiatan MBKM, paling banyak se UNS. ” ungkapnya.

    Dalam hal merekognisi atau menyetarakan 20 SKS bagi mahasiswa yang mengikuti MKBM, Prodi S1 Manajemen tidak mengalami kesulitan. Prodi juga sudah memiliki sistem yang bisa memantau secara harian aktifitas mahasiswa yang melakukan MBKM.

    Dikatakan, kurikulum yang telah disusun, selain untuk kelas reguler juga dipakai untuk kelas internasional, hanya saja pada kelas internasional proses pembelajarannya menggunakan bahasa Inggris. Dan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, kuota per kelas reguler diperkecil dari semula 40 mahasiswa menjadi 30 mahasiswa.

    Disamping itu, dalam kurikulum mengakomodasi mahasiswa untuk minat studi, keuangan, SDM, pemasaran, dan operasi.

    Saat mengambil MBKM, sebelumnya mahasiswa harus mengumpukan proposal dan dinilai tim untuk kelayakan rekognisinya. Rekognisi atau penyetaraan 20 SKS itu diambil dari minat MBKM yang dilakukan mahasiswa. Bagi mahasiswa yang telah selesai MBKM diarahkan untuk menulis tugas akhir dan tugas akhir itu kembali ke minat.

    “Misalnya mahasiswa mengambil MBKM magang bidang keuangan, maka kami rekognisi 20 SKS dengan mata kuliah-matakuliah bidang keuangan, demikian juga untuk minat-minat lain yang diambil oleh mahasiswa” terangnya.

    Lebih lanjut, dalam diskusi, Dr. Sinto dan Sarwoto, M.Sc menambahkan penjelasan terkait kelas internasional dan juga MBKM yang telah dilaksanakan Prodi S1 Manajemen.

  • Tim Pengabdian Masyarakat FEB UNS Dampingi Kelompok Qoryah Thoyibah Surakarta  dalam Pengelolaan Usaha Makanan Khas Solo

    Tim Pengabdian Masyarakat FEB UNS Dampingi Kelompok Qoryah Thoyibah Surakarta dalam Pengelolaan Usaha Makanan Khas Solo

    Qoryah Thayibah merupakan salah satu program Aisyiyah yang berorientasi dalam dakwah amar makruf nahi munkar. Program ini telah tersebar diberbagai wilayah dan membentuk cabang Qoryah Thayibah. Salah satu diantaranya adalah Qoryah Thayibah Mawadah Warrohmah, di mana kegiatannya berada di kampung Jagalan.

    Saat ini, Qoryah Thayibah tidak hanya berfokus pada kegiatan mengaji dan dakwah, namun juga mengupayakan kegiatan sosial, yaitu bakti sosial dan kepedulian terhadap para anggota dan masyarakat sekitar yang mempunyai potensi usaha. Qoryah Thayibah turun tangan membantu mereka dalam mengembangkan usaha kecil/home industry makanan khas solo.

    Tim pengabdian masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) yang diketuai oleh Dr. Arum Kusumaningdyah Adiati, S.E, MM dan beranggotakan  Prof. Dr. Bambang Sutopo, M.Com., Ak serta Lina Nur Ardila, S.E., M.Ak. memberikan pendampingan dalam pengelolaan usaha makanan khas Solo.

    Kegiatan yang diikuti oleh anggota Qoryah Thayibah Desa Jagalan Surakarta itu berfokus pada bidang usaha mikro kecil menengah (UMKM).

    Di kegiatan ini, Tim Dosen menjelaskan kepada para pelaku usaha mengenai wirausaha dan teknik meraih pasar, termasuk memberikan gambaran tentang analisis SWOT. Selanjutnya tim juga memberikan pelatihan dan pendampingan manajemen keuangan untuk pelaku usaha agar mereka mengetahui pencatatan keseluruhan transaksi keuangan yang terjadi berkaitan dengan usahanya.

    Dengan hal ini, para pelaku usaha dapat melakukan analisa dan evaluasi dalam setiap periode tertentu. Pelatihan dan pendampingan terkait manajemen pemasaran juga dilakukan untuk membantu mereka mengembangkan strategi promosi yang tepat agar jangkauan konsumen semakin luas di luar Kota Surakarta.

    Dalam manajemen pemasaran, tim  memberikan pelatihan dan pendampingan berkaitan dengan kegiatan promosi melalui media online dan uji coba analisis SWOT. Melalui media online diharapkan memperluas jangkauan konsumen mengingat bahwa produk yang dihasilkan oleh pelaku usaha berupa makanan khas Solo yang berpotensi dapat dikenal dengan branding dan menjadi minat beli konsumen.

    Dengan pendampingan ini, diharapkan para pelaku usaha mendapatkan wawasan dan pengetahuan tentang bagaimana menjadi wirausahawan yang mempunyai daya juang dan optimis akan keberhasilan setiap usaha yang dilakukan.

  • Angkat Tema Peningkatan Produktivitas di Era VUCA, FEB Hadirkan Tiga Pembicara

    Angkat Tema Peningkatan Produktivitas di Era VUCA, FEB Hadirkan Tiga Pembicara

    Dalam menghadapi adanya VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity and Ambiguity) yang biasa disebut sebagai wilayah abu-abu maka dalam filosofi kewirausahaan disebutkan bahwa kalau kita melihat kabut dari bawah, kabut itu pekat, namun kalau kita masuk ke sana maka kita bisa mengurai kepekatan itu dan bisa menjinakkan kabut itu menjadi sebuah peluang.

    Sehingga yang bisa dilaksanakan di sini adalah bersatunya empat pihak yaitu akademisi, government dan pelaku bisnis, juga ditambah dari sosial media. Ketika keempatnya bersama dapat menghasilkan kesepakatan bagaimana caranya untuk menjinakkan kabut yang oleh para pakar ekonomi diperkirakan bahwa tahun 2023 ke atas ini beban ekonomi itu fragile, cukup berat.

    Hal inilah yang mendorong FEB UNS mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang bertemakan Peningkatan Produktivitas di Era VUCA.

    Pernyataan itu disampaikan Wakil Dekan Perencanaan, Kerjasama Bisnis dan Informasi FEB UNS, Dr. Mugi Harsono, S.E, M.Si pada FGD – Business Gathering bersama Regulator dan Industri, Rabu 15 Februari 2023 di Ruang Indraprastha UNS Inn.

    Dr. Mugi berharap dalam acara ini akan tercipta sebuah kesepakatan atau formula yang bisa dipakai sebagai dasar kebijakan. Bagi pengambil kebijakan bisa membuat aturan yang bisa mendukung agar ekonomi semakin cerah, bagi para pelaku bisnis untuk menentukan apa yang harus dilakukan kemudian juga akademisi bisa menambahkan berbagai kemungkinan yang bisa dilakukan agar secara akademik, proses-proses seperti ini bisa terselesaikan.

    Wakil Rektor Perencanaan, Kerjasama Bisnis dan Informasi UNS, Prof. Dr.rer.nat Sajidan, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan sejak tanggal 6 Oktober 2020 UNS ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) yang diberikan keleluasaan atau fleksibilitas di dalam bisnis akademik dan bisnis non akademik.

    “UNS sudah masuk pada jajaran PTNBH.  Di Indonesia, sekarang ada 21 perguruan tinggi  yang berbadan hukum yang diharapkan memberikan kontribusi yang positif dalam hal mencari solusi-solusi nasional di era global diera VUCA dan juga pasca pandemi Covid 19” papar Prof. Sajidan.

    Lebih lanjut Prof. Sajidan berharap agar FGD ini dapat menghasilkan rumusan naskah-naskah akademik yang secara konseptual dapat mencari solusi di era VUCA.  Pada akhirnya, kontribusi kerja sama antara akademisi, businessman, government dan  media ini bisa bersinergi  memberikan kekuatan yang luar biasa di dalam mencari suatu solusi,  berkarya demi negeri tercinta Indonesia.

    FGD diikuti oleh lebih dari 70 peserta dari instansi Pemerintah, BUMN dan BUMD, swasta, instansi pendidikan serta instansi bisnis.  Di kegiatan itu menghadirkan secara daring Keynote Speaker, Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Dr. Agus Gumiwang Kartasasmita dan tiga pembicara yakni Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Surakarta, Wahyu Kristina, S.S, M.M., Dr. Ir. Heru Dewanto, ST., M.Sc (Eng) serta Akademisi FEB UNS, Mulyaningsih, Ph.D.

    Jalannnya diskusi dipandu oleh Suryandari Istiqomah, SE, M.Sc., Akademisi FEB UNS yang membidangi Kewirausahaan.

     

    Materi FGD:

    Materi-FGD_Wahyu-Kristina.pptx

    Materi-FGD_Kadin_Business-under-VUCA_Dr.Heru-Dewanto.pptx

    Materi-FGD_Tri-Mulyaningsih.pptx

     

     

  • Siapkan Perkuliahan semester Februari-Juli 2023, FEB Adakan Rapat Dewan Dosen

    Siapkan Perkuliahan semester Februari-Juli 2023, FEB Adakan Rapat Dewan Dosen

    Rapat Dewan Dosen merupakan agenda rutin yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis  (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk mempersiapkan perkuliahan dan juga evaluasi pembelajaran di setiap semesternya. Pada semester Februari-Juli 2023, Rapat Dewan Dosen digelar di Aula Gedung Suhardi FEB UNS, Rabu, 8 Februari 2023 .

    Selain menyampaikan agenda perkuliahan yang dilaksanakan pada Senin  13 Februari 2023, Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons), Ak. dalam sambutannya juga menyampaikan agenda yang harus dijalankan di semester genap ini yakni pengajuan akreditasi ke LAMEMBA oleh Prodi S1 Akuntansi dan Manajemen.

    “Penilaian di Lamemba sangat berlainan dengan penilaian yang dilakukan oleh BAN PT, di BAN PT hampir semuanya kuantitatif, 90%, di LAMEMBA semuanya kualitatif.  Semua kriteria sebanyak 27 itu diharapkan berdaya saing internasional.  Visi, misi, pengajaran, penelitian, pengabdian masyarakat harus berdimensi internasional” kata Dekan.

    Dekan juga menyampaikan agenda Dies Natalis UNS ke 47 yang melibatkan seluruh sivitas akademika di UNS, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa dan juga alumni.

    Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E, M.Si, Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan  memaparkan beberapa hal di bidang 1 meliputi Metode Perkuliahan, Kalender Akademik Februari-Juli 2023, Akselerasi Studi Dosen Internal, Home Dosen, dan Pencapaian IKU Bidang 1.

    Selanjutnya, Wakil Dekan Sumber Daya Manusia, Keuangan dan Logistik, Dr. Djuminah, M.Si. Ak memaparkan secara singkat Informasi SDM dan juga rencana renovasi sarana FEB diantaranya penambahan ruang kelas berstandar internasional, ruang lab e coding (Coding of Electrical Laboratory, penambahan ruang dosen di gedung Soedarah Sepono dan perluasan lahan parkir, sentralisir ruang tendik di Gedung Soeharno TS, Lantai 1 .

    Sedangkan di bidang 3, Dr. Mugi Harsono, SE, M.Si, Wakil Dekan Perencanaan, Kerja Sama Bisnis dan Informasi menjelaskan Kerjasama Kebijakan MBKM dengan Perusahaan yang telah dijalankan, Rintisan Pengabdian Internasional, dan Kerja Sama dengan Alumni. Dr. Mugi juga menyampaikan adanya kesempatan partisipasi dosen dalam Badan Pengelola Usaha Usaha Fakultas (BPUF).

    Usai paparan Wakil Dekan, para dosen berkesempatan untuk memberikan pertanyaan, saran dan masukan untuk menjadikan FEB UNS  semakin berprestasi dan  berkembang lebih pesat lagi.

  • Strategi dan Kerja Sama yang Apik, Mahasiswa FEB Raih Juara 2 Islamic Economics Olympiad

    Strategi dan Kerja Sama yang Apik, Mahasiswa FEB Raih Juara 2 Islamic Economics Olympiad

    Tim Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil meraih juara 2 pada   Islamic Economics Olympiad yang digelar Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor), 10-24 Januari 2023.

    Kerja sama tiga mahasiswa FEB yakni Novita Anggun Pratiwi (Prodi S1 Manajemen), Muhammad Fatih Mafaiziddin (Prodi S1 Manajemen) dan Fathir Fikro Al Ishlah (Prodi S1 Ekonomi Pembangunan)  mengantarkan ketiganya masuk final setelah berkompetisi secara online di babak penyisihan dengan 25 tim dari perguruan tinggi di Indonesia.

    Di babak final tersisa 6 tim yang harus berjuang keras yakni UNS, Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya (2 tim) dan Universitas Mataram untuk beradu kecerdasan dan ketangkasan secara offline. Di setiap babaknya, peserta wajib menggunakan Bahasa Inggris.

    Dalam lomba itu, peserta harus melalui empat babak, pertama babak soal wajib, kedua babak lemparan, ketiga babak rebutan dan yang ke 4 babak tokoh ekonomi. Sistem lomba mengunakan nilai minus untuk setiap jawaban yang salah.

    Materi yang diberikan juri seputar ekonomi mikro dan makro syariah,  lembaga keuangan,  fatwa dan undang-undang, pasar modal, perkembangan pra ekonomi Islam,  tokoh ekonomi Islam dunia serta pengetahuan kandungan Quran tentang muamalah.

    Di ke empat babak final ini, Tim FEB menyusun strategi dengan hanya menjawab ketika yakin benar saja, sehingga Tim FEB tidak ada pengurangan dan inilah yang menjadikan tim mendapat juara 2.

    Ketua tim, Novita Anggun yang sering mengikuti berbagai olimpiade mengatur strategi untuk memenangkan Islamic Economics Olympiad. Dia membuat konstruksi rangka lomba dari awal sampai akhir mulai dari pendaftaran, pembagian materi, sistem belajar, bekerja sama saat lomba, membuat presentasi, komposisi menyampaikan kepada dewan juri dan sebagainya.

    “Sebelum mengikuti lomba ini, saya berusaha menanamkan suatu nilai ke tim agar ketika apapun masalah yang ada nantinya di depan, karena kita tidak bisa memprediksi setiap masalah yang terjadi itu apa, tapi kita tetap akan lanjut dengan lomba ini. Jangan pernah takut untuk mencoba, kita tidak pernah tahu kemampuan dan kapasitas kita jika tidak pernah mencoba” ungkapnya.

    Dikatakan juga, berlomba-lomba dalam kebaikan adalah suatu hal yang dianjurkan kepada umat manusia. Kebaikan yang saling dikompetisikan akan membuahkan sesuatu yang jauh lebih baik sebab ukuran kemenangan akan selalu berubah sehingga perlu adanya semangat juang.

    Di setiap lomba, kita akan mendapat pengalaman bagaimana belajar terkait aspek manajemen waktu dan mengatur prioritas untuk kita semakin terakselerasi saat mengikuti lomba.

    “Kami juga mendapatkan hikmah agar kita belajar mempercayai segala perencanaan Allah, belajar yakin dan ikhlas serta bersyukur dengan setiap kesempatan yang didapat” tutupnya.

  • Angkat Tema Platform Optimalisasi Pemasaran Micro Influencer dengan UMKM,  Mahasiswa FEB UNS Juara 1 Business Plan Competition

    Angkat Tema Platform Optimalisasi Pemasaran Micro Influencer dengan UMKM, Mahasiswa FEB UNS Juara 1 Business Plan Competition

    Banyak prestasi yang diraih Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) di berbagai ajang kompetisi. Salah satu diantaranya adalah prestasi yang dicapai Tim FEB beranggotakan Kgs M Mullah Ibadurrahman, Hanun Aulia Yasmin dan Nufika Mariyatul Kiptiyah.

    Ibadurrahman dan tim berhasil menyabet Juara 1 Business Plan Competition yang diselenggarakan KOPMA BM Politeknik Negeri Semarang (Polines) pada Januari 2023.

    Inflane (Influencer Lane): Platform Optimalisasi Pemasaran Micro Influencer dengan UMKM Guna Mendukung Pengembangan Talenta Digital Indonesia Emas menjadi topik yang membawa Tim FEB UNS pada kemenangan itu. Untuk perencanaan bisnisnya seputar platform penghubung media pemasaran antara influencer dan UMKM.

    Ibadurrahman menyampaikan kepada feb.uns.ac.id, di ajang kompetisi itu timnya berjuang untuk menang dengan belajar dari pengalaman berbagai lomba yang diikuti sebelumnya,  belajar dari masukan juri serta karya presentasi peserta terbaik. Selain itu, tim juga mengambil beberapa course di luar.

    Persaingan yang cukup ketat pada final yang menyisakan 10 besar tim dari perguruan tinggi se-Indonesia itu membuat tim harus bekerja lebih keras lagi.

    “Kami tidak menyangka dapat juara di perlombaan terakhir, terlebih persaingannya lumayan berat untuk mendapatkan juara 1 sehingga kesempatan tersebut memang memberikan saya dan tim untuk bisa lebih banyak belajar dari bidang masing-masing yang kami fokuskan di awal” ungkapnya.

    Bersama tim yang sama, Ibadurrahman beberapa kali mempersembahkan piala untuk FEB, diantaranya  juara 1 Business plan National Shariah Economic Competition UIN RMS Surakarta dan juara 2 Karya Tulis Ilmiah Nasional Annual Conference Economics Forum (ALCOFE) UNS pada  oktober 2022.

    Menurutnya, komitmen bersama rekan satu tim menjadi kunci agar bisa melakukan eksekusi dan mencari rekan tim yang memiliki visi misi yang sama bukan hal yang mudah. Sehingga penting untuk bisa selalu fokus dan terus evaluasi diri agar bisa terus mencapai cita-cita ke depan.

    Mahasiswa yang pernah menjabat Ketua Kajian Ekonomi Islam (KEI)  FEB UNS itu selalu mengingat yang dikatakan kakak tingkatnya di organisasi yang sama bahwa kunci di setiap lomba adalah untuk selalu percaya diri akan ide di awal. Berbekal lingkungan yang positif dan rekan satu tim yang mendukung, akhirnya membuatnya bisa terlatih agar mengembangkan kepercayaan diri.

    “Pesan yang bisa saya bagikan untuk teman-teman semua yaitu berani untuk bermimpi besar, karena pengalaman di perkuliahan tidak terulang dan kesempatan yang ada untuk bisa kita coba sangatlah banyak.  Tapi disamping itu penting juga untuk menanamkan ke diri sendiri untuk selalu terbuka, belajar hal baru serta mampu untuk bisa bertanggung jawab hingga akhir” pungkasnya.

  • PPK Ormawa BEM FEB Juara Harapan 2 di Penganugerahan Abdi Daya  

    PPK Ormawa BEM FEB Juara Harapan 2 di Penganugerahan Abdi Daya  

    Program Peningkatan Kapasitas (PPK) Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil meraih juara Harapan 2 pada Penganugerahan Abdidaya untuk Kategori Sistem Pendukung Ormawa.

    Penghargaan  yang diraih PPK Ormawa BEM FEB itu merupakan satu dari tiga penghargaan yang di dapat oleh PPK Ormawa UNS. Tim lain yang juga memperoleh penghargaan yakni dari Tim PPK Ormawa BEM FP sebagai Juara Harapan 3 Kategori Tim Pelaksana dan Tim PPK Ormawa LSP PGSD Kebumen sebagai Juara Harapan 3 kategori Tim Pelaksana.

    Dari 7 Tim PPK Ormawa UNS yang lolos pendanaan, hanya 3 tim tersebut yang akhirnya lolos di final Abdidaya untuk berkompetisi lebih lanjut dengan PPK Ormawa perguruan tinggi se Indonesia.

    Penganugerahan Abdidaya merupakan puncak kegiatan PPK Ormawa yang di gelar di Institut Pertanian Bogor  (IPB) pada 11 Desember lalu.

    Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI dan diikuti oleh universitas yang telah melaksanakan PPK ORMAWA selama kurang lebih 6 bulan memberikan pendampingan kepada masyarakat.

    Kepada feb.uns.ac.id, salah satu anggota tim, Hendrika Ayuliani Muntiyas menceritakan kerja keras tim yang diketuai oleh Dimas Yusuf Agil dan anggota lain Muhammad Hafidz Pradana Putra serta Legenda Telaga Asih.

    “Alhamdulillah kami berhasil masuk ke final Abdidaya, dan untuk kategori sistem pendukung Ormawa meraih juara Harapan Dua.  Tim kami telah bekerja keras dan dengan pembagiaan kerja yang apik oleh Ketua. Pembagian tugasnya jelas, ketua tim kami, Dimas membagi job desknya secara adil, manajemen SDMnya bagus, Dimas membagi timnya agar kerja semuanya, sesusah apapun bisa kita lalui” ungkapnya.

    Menurutnya, di ajang Abdi Daya tersebut, tim mempersiapkan segala sesuatunya dalam waktu yang sangat pendek. Berkas yang dipersiapkan sangat banyak sehingga Tim harus berlembur kadang sampai jam satu  atau dua malam.

    Untuk mempersiapkan ajang Abdidaya, Tim memperoleh bimbingan dari para dosen di Bina Desa Center (BDC) yang merupakan unit di bawah Direktorat Reputasi Akademik (DRAK) UNS.

    Beberapa tahapan dilalui tim mulai dari registrasi,  technical meeting, pembukaan Abdidaya Ormawa, penjurian, sarasehan Ormawa, expo Abdidaya Ormawa, semiloka, dan puncak penganugerahan Abdidaya.

    Sebelum tersaring dalam Finalis Abdidaya, seluruh tim PPK Ormawa melakukan presentasi secara online terkait program yang telah dilaksanakan kemudian tim yang dinilai baik divisitasi secara offline ke tempat pelaksanaan program oleh Tim dari DIKTI.

    Untuk PPK Ormawa BEM FEB mengambil tema Komunitas Langkah Berdikari sebagai Wadah Pengembangan UMKM Desa Karangturi. Pengembangan kepada UMKM yang dipilih oleh Tim PPK Ormawa BEM FEB yakni pada segmen makanan.

    “Kita merebranding produk dari 5 UMKM yang ada di Desa Karangturi. Banyak UMKM yang menjual produknya, keripik pisang, balung ketek, abon lele, karakturi, rambak jari masih dijual di hik-hik dengan kemasan  kecil-kecil yang dijual Rp 1000 atau Rp 2000. Kita bimbing ke 5 UMKM tersebut, kemasan dibuat bagus, produknya dibuat variasi rasa dan kita membantu mendaftarkan juga di HAKI agar memiliki merk sendiri, kita daftarkan untuk memperoleh sertifikat Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) serta membantu memasarkan secara online” paparnya.

    Hendrika berharap kegiatan ini nantinya bisa dilanjutan oleh adik-adik tingkat. Timnya sudah membuka jalan, jadi kemungkinan besar untuk pendanaannya akan lolos karena yang selalu ditekankan oleh Dikti di Abdidaya adalah keberlanjutan dari program yang telah dilaksanakan sebelumnya. (Humas FEB)

  • FEB UNS Hadiri Undangan APINDO, Bahas Tindak Lanjut Kerja Sama dengan APINDO UMKM Akademi dan APINDO Training Center

    FEB UNS Hadiri Undangan APINDO, Bahas Tindak Lanjut Kerja Sama dengan APINDO UMKM Akademi dan APINDO Training Center

    Dua agenda kerja sama menjadi pembahasan yang menarik pada Audiensi dan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar dalam rangka kerja sama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan APINDO UMKM Akademi (AUA) dan APINDO  Training Center (ATC), Kamis, 19 Januari 2022 di Gedung Permata Kuningan Lantai 10  Jakarta.

    Kerja sama yang direncanakan FEB UNS dengan ATC meliputi pelatihan dan sertifikasi untuk dosen dan mahasiswa. Sedangkan dengan AUA terkait pengembangan UMKM.

    Dalam FGD tersebut, Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan, Prof. Izza Mafruhah bersama Dosen FEB, Catur Sugiarto, Ph.D dan Nurul Istiqomah, M.Si disambut baik oleh Prof. Soeprayitno, Direktur ATC yang juga Profesor Kehormatan UNS, Ronald Walla, Presiden Direktur Wismilak Group dan Arief Budiman, Komisaris PT AGRINDO Prakarsa Group,  produsen alat pertanian terbesar di Jawa.

    Kerja sama pertama antara FEB dan ATC yang menjadi pembahasan dalam FGD tersebut adalah terkait pelatihan-pelatihan kompetensi bagi dosen dan mahasiswa.

    “Alhamdulillah dengan ATC, kami merencanakan untuk mengadakan pelatihan-pelatihan kompetensi baik untuk dosen dan juga mahasiswa. Dosen sangat memerlukan ilmu-ilmu yang sifatnya soft skill dari dunia usaha sehingga ketika memberikan pengetahuan kepada mahasiswa akan menjadi lebih lengkap karena bukan hanya dari aspek akademis teori tetapi juga dari aspek praktis. Kemudian untuk training yang kedua akan kita berikan kepada mahasiswa” paparnya .

    Kerja sama yang kedua yang dibahas dalam FGD tersebut adalah kerja sama FEB UNS dengan AUA yang berfokus pada pengembangan UMKM dalam rangka implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

    Kegiatan ini dalam bentuk pendampingan, bina desa dan magang mahasiswa, misalnya pendampingan literasi keuangan, penyusunan SPT bagi UMKM, pemasaran dan lain-lain.

    “Salah satu tagline yang akan kita kembangkan itu disebut dengan UMKM Merdeka yakni UMKM yang mampu untuk berekspresi, bertindak di dalam pengembangan” ungkapnya

    Untuk teknisnya, dalam UMKM Merdeka ini, setiap UMKM didampingi oleh 5 orang mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.

    “Di UMKM Merdeka  tidak menutup kemungkinan dari fakultas lain, misalnya UMKM yang bergerak di bidang pertanian ingin naik kelas agribisnis maka kita bisa gunakan mahasiswa dari Teknologi Hasil Pertanian. Dari tiga kelompok UMKM tersebut akan ada 15 mahasiswa yang mendampingi dan dengan satu mentor dari Apindo,  nah titik menariknya di sini” paparnya.

    Mahasiswa akan mendapatkan ilmu langsung dari mentor APINDO, sementara UMKMnya mendapat pendampingan dari para mahasiswa.  Di UMKM Merdeka ini terjadi saling sinergi antara APINDO, Mahasiswa dan UMKM.

  • FEB UNS Jalin Kerja Sama Pengabdian dengan BNI Hongkong

    FEB UNS Jalin Kerja Sama Pengabdian dengan BNI Hongkong

    Pengabdian masyarakat internasional menjadi salah satu kewajiban yang harus dipenuhi dalam Akreditasi LAMEMBA. Untuk itu, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan BNI Hongkong menjalankan aktifitas pengabdian.

    Salah satu kegiatan yang telah dilakukan yaitu Live Podcast bertema Investasi dan Kewirausahaan dengan menghadirkan pembicara Indra Kusuma, Direktur BNI Remittance HK dan  Muhammad Yusuf Indra Purnama Dosen FEB UNS  pada bulan Juni tahun 2022 lalu.

    Kegiatan yang diikuti oleh Pekerja Migran Indonesia (PMI) itu bertujuan untuk memberikan literasi keuangan. Para PMI diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola keuangan.

    Peserta juga diberikan pengetahuan tentang digital marketing agar PMI memiliki kecakapan dalam kegiatan pemasaran atau promosi sebuah brand atau produk menggunakan media digital atau internet.

    Sebelumnya, selama 2 tahun berturut-turut, tepatnya di tahun 2018-2019 Prof. Izza Mafruhah bersama dengan Tim Riset Grup telah mengadakan penelitian dan pengabdian internasional di Hongkong.

    Kerja sama yang dilakukan di Hongkong tersebut melibatkan tiga elemen, akademisi,  bisnis atau pelaku usaha dan community atau masyarakat yang diwakili oleh PMI.

    FEB UNS masih akan terus melanjutkan kegiatan itu dengan Tri Dharma yaitu aspek pengajaran, penelitian dan aspek pengabdian masyarakat.

    Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Dekan Akademik. Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS, Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si. pada pertemuan daring untuk membahas lebih lanjut pengabdian internasional antara FEB UNS dan BNI Hongkong, Kamis 19 Januari 2023 melalui Zoom Meeting.

    “Ketika para PMI pulang ke Indonesia, mereka siap untuk melakukan wirausaha baru dan tidak kembali lagi menjadi PMI. Pekerjaan di luar negeri itu harapannya kan hanya menjadi katup pengaman ketika di Indonesia belum ada lapangan kerja.  Karena kalau di sana, harkat martabat bangsa sebenarnya agak turun karena mereka banyak yang bekerja pada sektor-sektor informal” ungkapnya.

    Senada dengan Prof. Izza, Indra Kusuma, Direktur BNI Remittance HK juga berharap bahwa pelatihan-pelatihan lanjutan yang akan diadakan sebagai bentuk kerja sama internasional antara FEB dan BNI Hongkong akan memberikan manfaat yang lebih bagi para PMI.

    “Kita akan melakukan Pelatihan Kewirausahaan bagi PMI yang tidak hanya sekedar diklat, harapannya teman-teman PMI tidak usah berlama-lama di Hongkong. Di Hongkong benar-benar bekerja mencari modal usaha, dibekali kewirausahaan sesuai pasionnya. Ketika mereka pulang ke Indonesia sudah mendapatkan ilmu dan modal sudah terkumpul” jelasnya

    Lebih lanjut dikatakan, sekembali ke Indonesia PMI juga ada bimbingan karena untuk memulai tentunya memerlukan dukungan psikologis supaya mereka benar-benar yakin atas usaha yang akan dilakukannya.

    Dr. Mugi Harsono, SE, M.Si, Wakil Dekan Perencanaan, Kerja Sama Bisnis dan Informasi menambahkan, Dosen FEB UNS sudah ada yang mendapat sertifikat Pendamping UMKM dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan dapat terlibat langsung dalam pendampingan secara daring kepada PMI di luar negeri maupun ketika PMI kembali ke tanah air untuk menjalankan usahanya.