FEB

Kategori: fakultas

  • Studi Banding ke FEB UNS, Dekan FEB UNISBA: Kami melihat UNS adalah PTN yang Bagus dan Mapan

    Studi Banding ke FEB UNS, Dekan FEB UNISBA: Kami melihat UNS adalah PTN yang Bagus dan Mapan

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan studi banding Program Studi (Prodi) S1 Akuntansi dan Prodi Magister Akuntansi FEB Universitas Islam Bandung (UNISBA), Kamis 19 Januari 2023 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS FEB UNS.

    Rombongan yang dipimpin oleh Dekan FEB UNISBA, Dr. Nunung Nurhayati diterima langsung oleh Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto, Wakil Dekan Perencanaan Kerja Sama Bisnis dan Informasi, Dr. Mugi Harsono, Kaprodi S1 Akuntansi, Agung Nur Probohudono, Ph.D., Kaprodi Magister Akuntansi,  Dr. Wahyu Widarjo, S.E., M.Si., serta dosen Akuntansi, Dr. Eko Arief Sudaryono dan Dian Perwitasari, M.Si.

    Di awal sambutannya, Prof. Djoko memperkenalkan pimpinan dan dosen yang hadir menyambut  kedatangan rombongan FEB UNISBA.

    Selanjutnya, Prof. Djoko menyampaikan secara ringkas profil FEB. FEB memiliki 8 Program Studi (prodi), 4 Prodi S1 yakni Ekonomi Pembangunan, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis Digital;  3 Prodi S2, Magister Akuntansi, Magister Manajemen dan Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan serta dan 1 Prodi S3, Program Doktor Ilmu Ekonomi dengan peminatan Akuntansi, Ekonomi Pembangunan dan Manajemen.

    Dikatakan juga, Prodi S1 Bisnis Digital yang baru menerima satu angkatan namun peminatnya luar biasa.

    Lebih lanjut Prof. Djoko menyampaikan berbagai capaian akreditasi, nasional maupun internasional.

    Sementara itu, Dekan FEB UNISBA mengucapkan syukur dan merupakan suatu kebahagiaan FEB UNISBA diterima di FEB UNS.

    “Alhamdulillah kami bisa melakukan studi banding ke UNS. Kami melihat UNS adalah sebuah perguruan tinggi negeri yang bagus dan mapan, sudah terakreditasi A atau unggul. Kami ingin belajar dan menambah ilmu khususnya Prodi Akuntansi dan Magister Akuntansi.” katanya.

    Disampaikannya, tim ingin tahu lebih detil terkait kurikulum OBE atau Outcome-Based Education yang pastinya telah diimplementasikan di UNS. OBE merupakan kurikulum yang fokus pada capaian pembelajaran dimana diharapkan mampu memenuhi aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai keadaan sosial, ekonomi dan budaya akademik.

    Tim juga ingin memperoleh pengetahuan terkait program fast track, program yang memungkinkan seorang mahasiswa bisa mengambil jenjang pendidikan yang lebih tinggi sebelum lulus dari jenjang sebelumnya.

    Diskusi yang berjalan sekitar dua jam dan diharapkan memberikan manfaat, memotivasi dan meningkatkan pengetahuan untuk meningkatkan kualitas akademik, khususnya di Prodi S1 Akuntansi dan Magister Akuntansi FEB UNISBA.

  • FEB UNS Menerima Kunjungan SMAN 2 Tangerang

    FEB UNS Menerima Kunjungan SMAN 2 Tangerang

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan SMAN 2 Tangerang, Rabu 11 Januari 2023 di Aula Gedung Suhardi FEB UNS.

    Dr. Mugi Harsono, SE, M.Si., Wakil Dekan Perencanaan Kerja Sama Bisnis dan Informasi FEB UNS di awal sambutannya mengenalkan nama UNS.

    Pada awalnya Universitas Sebelas Maret bernama Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret yang resmi berdiri pada 11 Maret 1976. Dalam perkembangannya, pada tahun 1982 nama dan singkatan Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret Surakarta (UNS Sebelas Maret), ditetapkan menjadi Universitas Sebelas Maret yang disingkat UNS. Perubahan nama dan singkatan ini diresmikan dengan Keputusan Presiden RI No. 55 Tahun 1982

    Dikatakan, UNS termasuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang relatif muda dari beberapa PTN di Indonesia lainnya namun saat ini UNS masuk dalam klaster 1, sejajar dengan perguruan tinggi yang lahir lebih awal.

    Dr. Mugi juga menjelaskan keunggulan FEB UNS diantaranya seluruh Prodi di FEB sudah terakreditasi A, Prodi Manajemen, Ekonomi Pembangunan dan Akuntansi terakreditasi internasional AQAS. FEB memiliki Prodi baru yakni Prodi S1 Bisnis Digital yang sudah menerima mahasiswa satu angkatan melalui jalur mandiri. Alumni FEB juga banyak yang sukses dan menduduki jabatan penting.

    “Terima kasih kepada Para Guru dan Siswa SMAN Tangerang yang telah berkunjung ke FEB UNS dan untuk mengetahui lebih dekat, diharapkan Bapak Ibu Guru dan juga para siswa nanti bisa melihat langsung fasilitas yang ada di lingkungan FEB UNS” ucapnya.

    Drs. Sutanto, Wakil Kepala Sekolah SMAN 2 Tangerang mengucapkan banyak terima kasih atas diterimanya siswa SMAN Tangerang dengan sangat ramah. Disampaikannya, kunjungannya ke FEB UNS adalah untuk mengetahui lebih banyak tentang FEB, kebetulan siswa yang mengikuti kunjungan adalah dari jurusan IPS.

    Sutanto berpesan kepada para siswa, mumpung pintu sudah dibuka, kesempatan para siswa untuk bisa menanyakan apa saja yang terkait FEB UNS, ada juga kakak-kakak mahasiswa FEB yang siap memberikan motivasi untuk masuk ke perguruan tinggi. Apa yang nantinya didapat dari kunjungan ini, juga akan diteruskan  ke kelas X dan XI serta teman guru sejawat. Semoga silaturahmi hari ini memberikan manfaat.

    Usai tanya jawab, di kegiatan itu para siswa dipandu oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) FEB berkeliling area FEB UNS.

  • Lebih dari 80 Siswa SMA Assalam Sukoharjo Berkunjung ke FEB UNS

    Lebih dari 80 Siswa SMA Assalam Sukoharjo Berkunjung ke FEB UNS

    Lebih dari 80 siswa dan 5 Guru Pendamping SMA Assalam Sukoharjo berkunjung ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Selasa 17 Januari 2023.

    Rombongan diterima oleh Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si, Wakil Dekan Perencanaan Kerja Sama Bisnis dan Informasi, Dr. Mugi Harsono, SE, M.Si., Koordinator Tata Usaha, Tunggul Ardi, S.Si., serta Himpunan Mahasiswa Jurusan di Aula Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.

    Prof. Izza dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang, terima kasih atas kehadiran siswa dan guru Assalam serta mohon maaf apabila dalam penyambutannya ada hal yang kurang berkenan.

    Lebih lanjut Prof. Izza memaparkan profil FEB UNS meliputi program studi yang ada di FEB, capaian akreditasi nasional dan internasional serta profil lulusan.

    FEB memiliki 8 program studi (prodi), 4 Prodi S1 yakni Ekonomi Pembangunan, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis Digital;  3 Prodi S2, Magister Akuntansi, Magister Manajemen dan Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan serta 1 Prodi S3, Program Doktor Ilmu Ekonomi.

    “Alhamdulillah prodi S1 di FEB angka keketatan masuknya tinggi, bahkan Prodi S1 Bisnis Digital yang baru satu angkatan tapi keketatannya juga tinggi, dari 2 kelas yang diterima sejumlah 60 orang, yang mendaftar di atas 1000 orang, tahun depan kita akan membuka 4 kelas” ungkapnya

    Ketiga Prodi di FEB, Manajemen, Akuntansi dan Ekonomi Pembanguman telah terakreditasi A oleh BAN PT, selain itu juga telah terakreditasi internasional AQAS dan AUN QA.  FEB juga sudah masuk pada 10 besar perguruan tinggi di level nasional dan 600 besar di dunia.

    “Kami mendorong mahasiswa untuk berprestasi sejak awal masuk perkuliahan. Banyak aktifitas yang kita lalukan untuk meningkatkan hard skill maupun soft skill mahasiswa. Alumni kita di atas 50% cumlaude, lulus tepat waktu kurang dari 4 tahun. Kami menfasilitasi seluruh mahasiswa agar lulusan kita BMW, Bekerja, Melanjutkan studi atau Wira Usaha” jelasnya.

    Sementara itu, Maryono, ST, Guru Pendamping SMA Assalam menyampaikan ucapan terima kasih karena rombongannya diterima dengan sangat baik oleh FEB, sebuah fakultas favorit bagi anak-anak Asssalam.

    Disampaikannya, kunjungan ke FEB bertujuan untuk mendapatkan informasi-informasi tentang FEB UNS langsung dari sumbernya, dengan Bapak Ibu Pimpinan dan juga dari Mahasiswa yang tergabung dari Himpunan Mahasiswa Jurusan di FEB. Yang utama adalah informasi terkait dengan penerimaan mahasiswa baru.

    Di sesi tanya jawab, siswa SMA Assalam sangat memanfaatkan kesempatan baik itu, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan.  Usai acara, rombongan dipandu oleh himpunan mahasiswa jurusan berkeliling kampus FEB.

  • Berkunjung ke PDIE FEB UNS, Program Doktor FBE Universitas Islam Indonesia Diskusikan Pengelolaan Program Doktor

    Berkunjung ke PDIE FEB UNS, Program Doktor FBE Universitas Islam Indonesia Diskusikan Pengelolaan Program Doktor

    Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menerima kunjungan dari Pengelola Program Studi Ilmu Ekonomi Program Doktor Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Islam Indonesia  UII di Ruang Sidang 1 Gedung Bachtiar Effendi, Senin  9 Januari 2022.

    Rombongan diterima oleh Kepala Program Studi PDIE, Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak. dan Ketua Peminatan Ekonomi Pembangunan PDIE,  Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D.

    Prof. Rahmawati mengucapkan selamat datang kepada Pengelola Program Studi Ilmu Ekonomi Program Doktor FBE UII  atas kunjungannya ke PDIE FEB UNS untuk berdiskusi tentang pengelolaan program doktor.

    Dalam sambutannya, Prof. Rahma juga menyampaikan secara singkat proses studi di PDIE dan juga beberapa kerja sama yang selama ini telah dilaksanakan.

    Menurutnya, problem utama yang sebelumnya ada di PDIE terutama terkait masa studi mahasiswa dan ini telah diupayakan solusinya dengan melakukan monitoring dan evaluasi yang secara rutin dilakukan di tengah semester dan akhir semester.

    Tri Mulyaningsih menambahkan, proses monitoring dan evaluasi yang telah diinisiasi Prof. Rahma tersebut harapannya mahasiswa akan melakukan laporan ke prodi dan studinya dapat berjalan dengan lancar. Untuk kasus tertentu, bagi mahasiswa yang memerlukan pertolongan, Kaprodi mengirimkan surat ke pimpinan tempat mahasiswa bekerja.

    “Pada semester 2, mahasiswa melakukan independen studi, sekarang sudah terstruktur. Mahasiswa  melakukan literature review di bidangnya yang tujuannya adalah untuk mencari riset gap, khusus untuk minat manajemen dan ekonomi pembangunan. Di semester 3 ada research project agar mahasiswa terbiasa menulis dan di semester 4 mahasiswa menyusun proposal, dikondisikan juga dengan seminar proposal, baru kemudian bisa ujian proposal” jelasnya.

    Lebih lanjut dikatakan,  PDIE juga memfasilitasi mahasiswa dengan ruang belajar di lantai 3 Gedung Bachtiar Effendi yang cukup memadai dengan kemudahan akses internet.

    Kegiatan diskusi berlangsung sekitar dua jam, diakhiri dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama.

  • Prodi S1 Manajemen Gelar Workshop Kemitraan MBKM

    Prodi S1 Manajemen Gelar Workshop Kemitraan MBKM

    Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Workshop Kemitraan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Hotel Syariah Solo pada Sabtu 7 Januari 2023.

    Kegiatan diikuti oleh seluruh mitra MBKM Prodi S1 Manajemen, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Surakarta, UMKM, Dosen dan juga mahasiswa.

    Dalam sambutannya, Dr. Atmaji, MM, Kepala Program Studi (Prodi) S1 Manajemen FEB UNS menyampaikan bahwa Prodi S1 Manajemen menyambut program MBKM yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dengan menyusun berbagai program. Prodi telah mendesain program-program untuk menfasilitasi mahasiswa yang berminat melakukan MBKM.

    “Alhamdulilah, ketika MBKM dilaunching, Prodi S1 Manajemen berlari cepat, sehingga pada saat Pak Menteri melakukan launching MBKM, Prodi S1 Manajemen langsung melakukan kegiatan walaupun baru 1 bidang yaitu pertukaran pelajar dalam negeri dan luar negeri, kemudian di semester berikutnya, dari 8 bidang MBKM ada mahasiswa yang mengambil dari masing-masing bidang itu” ungkapnya.

    Delapan bidang MBKM yang bisa diambil oleh mahasiswa  meliputi pertukaran pelajar, magang atau praktik kerja, asistensi mengajar di satuan pendidikan, penelitian atau riset, proyek kemanusiaan, kegiatan kewirausahaan, studi/proyek independen, membangun desa atau kuliah kerja nyata tematik (KKNT). Bagi mahasiswa yang mengambil diakui kredit senilai 20 SKS yang dilakukan dalam waktu satu semester.

    Dikatakan, dengan MBKM itu, mahasiswa tidak sekedar mendapatkan teori yang di peroleh kelas tapi juga benar-benar berpraktek, berinteraksi dengan  masyarakat sesuai bidang yang di ambil. Mahasiswa akan mendapat pengalaman bagaimana bermasyarakat, bagaimana bersosialisasi khususnya di bidang bisnis.

    Perguruan tinggi tidak mungkin berjalan sendiri, perlu mitra kerja. Dr. Atmaji juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sudah  memfasilitasi kegiatan MBKM, kepada Kadin Surakarta yang telah menfasilitasi magang industri termasuk pelibatan mahasiswa dalam Solo Great Sale tahun 2022 kemarin.

    Terima kasih juga disampaikan kepada 16 UMKM yang telah berpartisipasi dalam membimbing mahasiswa yang mengambil MBKM, khususnya dalam konsultasi bisnis selama 2 bulan terakhir.

    Kegiatan workshop kali ini sekaligus menjadi penanda penarikan mahasiswa MBKM konsultasi bisnis dan dari 47 mahasiswa yang mengikuti kegiatan magang industri di Kadin Surakarta.

    Selanjutnya, Ketua Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) PSM Prodi S1 Manajemen, Dr. Joko Suyono, M.Si memaparkan secara singkat pelaksanaan MBKM PSM.

    Dikatakan, MBKM diperkuat oleh kementerian dengan menawarkan program-program kompetisi kampus merdeka.

    “Prodi Manajemen sudah masuk tahun ke 2. Di tahun pertama, ada pengembangan laboratorium, Project Base Learning dan di tahun kedua pengembangan laboratorium virtual terkait data sains” paparnya.

    Lebih lanjut dikatakan, inti dari tujuan MBKM adalah meningkatkan kompetensi lulusan, kompetensi dosen dan juga desain kurikulumnya. Ada 5 aktifitas yang diusulkan Prodi S1 Manajemen yakni pengembangan platform yang mendukung pembelajaran mahasiswa, pengembangkan inovasi keuangan digital, peningkatan kompetensi lulusan, peningkatan minat kewirausahan mahasiswa, dan peningkatan reputasi program studi.

    Di kegiatan workshop tersebut juga disampaikan kesan dan pesan singkat dari perwakilan mitra tentang pelaksanaan MBKM dilanjutkan dengan pengumuman perhargaan tim terbaik dalam SGS 2022 dan penyerahan perjanjian kerjasama MBKM.

  • Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Ekonomi Pembangunan Beri Pendampingan Peternak Ikan Desa Trenceng

    Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Ekonomi Pembangunan Beri Pendampingan Peternak Ikan Desa Trenceng

    Kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat merupakan tugas yang menjadi kewajiban dosen dalam rangka Tri Dharma Perguruan Tinggi.

    Untuk menunaikan salah satu tri dharma tersebut dilaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan kepedulian dalam hal menyumbangkan pikirannya bagi kemajuan masyarakat.

    Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) memberikan pendampingan pembuatan pakan ikan secara mandiri di Desa Trenceng, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung. Kegiatan terlaksana secara baik selama kurang lebih satu tahun pada tahun 2022.

    Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D, Kepala Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB

    Kegiatan yang diketuai oleh Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D, Kepala Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UNS tersebut bertujuan untuk mendukung terbentuknya keahlian masyarakat agar dapat menciptakan pakan ikan secara mandiri, efektif dan efisien.

    “Peternak di Desa Trenceng sangat perlu untuk menghasilkan produk pakan ikan secara mandiri agar hasilnya bisa maksimal” ungkapnya.

    Menurutnya, terdapat permasalahan yang dimiliki oleh peternak yaitu kurang efektif dan efisiennya pakan yang ditawarkan di pasar yang berdampak pada kurang maksimalnya hasil dari ternak ikan pada Desa Trenceng. Untuk itu, tim perlu secara intensif memberikan pendampingan kepada para peternak.

    Khoirul Basor, Ketua Karang Taruna Desa Trenceng menyampaikan terimakasih kepada para tim pelaksana yang telah membantu para peternak untuk dapat menghasilkan produk pakan ternak ikan secara mandiri.

    Dengan adanya pendampingan tersebut maka hasil dari peternakan ikan di Desa Trenceng akan lebih efektif dan efisien. (Tetri)

  • Seri Webinar Grup Riset Kearifan Lokal FEB UNS Bahas Dinamika Karier Pemimpin Perempuan dalam Perspektif Kesetaraan Gender

    Seri Webinar Grup Riset Kearifan Lokal FEB UNS Bahas Dinamika Karier Pemimpin Perempuan dalam Perspektif Kesetaraan Gender

    Grup Riset Kearifan Lokal Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengangkat tema Dinamika Karier Pemimpin Perempuan dalam Perspektif Kesetaraan Gender di seri webinar yang digelar Selasa, 20 Desember 2022.

    Kegiatan yang dimoderatori oleh Dr. Wulan Permatasari, S.E., M.M itu  menghadirkan narasumber Brigjen (Pol) Dr. Rinny Shirley Theresia Wowor, SH, SIK, MPsi, Petinggi Badan Intelijen Negara RI dan Dr. Sinto Sunaryo, SE, MSi, Peneliti Senior Grup Riset Kearifan Lokal FEB UNS.

    Ketua Grup Riset, Dr. Joko Suyono, S.E.,M.Si mengatakan webinar yang diselenggarakan oleh Grup Riset Kearifan Lokal dilakukan secara periodik setiap bulan. Kegiatan ini sebagai wahana untuk mendiseminasikan hasil karya penelitian, pengabdian terkait kearifan lokal terutama penelitian kualitatif, termasuk kajian dengan konteks lokal, salah satunya adalah tentang tema perempuan yang dibahas dalam webinar ini. Isu-isu kesetaraan gender menjadi topik yang menarik untuk dibicarakan.

    Dr. Joko Suyono, S.E.,M.Si, Ketua Grup Riset Kearifan Lokal

    Menurutnya, perempuan memegang peran sangat penting dalam kehidupan di nusantara termasuk Jawa. Jika melihat sejarah perempuan di Indonesia, khususnya di Jawa, kedudukan perempuan sangat terhormat. Perempuan mulai dipinggirkan sejak berakhirnya perang Jawa, ada peran dari kolonial Belanda.

    Mengawali paparan materi, Dr. Sinto menyampaikan bahwa kepemimpinan perempuan semakin berkembang dari waktu ke waktu meskipun harus diakui bahwa kepemimpinan perempuan ini kalau dibandingkan dengan laki-laki memang masih kalah dari sisi jumlahnya.

    Peserta Webinar

    “Berdasarkan Gender Inequality Index (GII) atau indeks ketimpangan gender di Indonesia di tahun 2020 sebesar 0,48 lebih besar dari GII dunia 0,436, artinya disparitas perempuan dan laki-laki masih relatif cukup tinggi, tetapi kita masih kalah dengan negara yang lain. Dan untuk keterwakilan perempuan di parlemen, jika dibandingkan dengan negara lain, dari data tahun 2020 Indonesia memiliki skor 17,4 itu masih lebih rendah dibandingkan rata-rata dunia yang berada di angka 24,6” paparnya.

    Diharapkan dengan kebijakan pemerintah, kuota 30% perempuan di parlemen  itu akan semakin mendorong meningkatnya keterwakilan perempuan di parlemen sehingga akan bisa meningkatkan skor Indonesia.

    Dr. Sinto Sunaryo, SE, MSi, Peneliti Senior Grup Riset Kearifan Lokal

    Lebih lanjut dikatakan, pada posisi kepemimpinan selama ini memang terjadi perbandingan, meskipun di ranah penelitian, perbandingan kepemimpinan laki-laki dan perempuan itu masih menunjukkan perdebatan.

    “Ada beberapa penelitian yang memang membuktikan bahwa gender itu berpengaruh signifikan pada kepemimpinan, apakah itu dilihat dari efektivitas kepemimpinan maupun dampaknya pada organisasi. Tetapi ada juga penelitian lain yang membuktikan bahwa gender tidak berpengaruh signifikan pada efektivitas kepemimpinan dan organisasi. Di ranah akademis, risetnya masih memunculkan kesenjangan, ada riset gap atau inkonsistensi hasil. Kesenjangan ini bisa menjadi hal yang menarik dan perlu dikaji lebih dalam lagi’” jelasnya.

    Menurut Dr. Sinto, hambatan pemimpin perempuan dibedakan menjadi tiga yaitu hambatan sosial, hambatan struktural dan hambatan internal. Hambatan sosial meliputi budaya patriarkhi, gender steorotype dan ekspektasi peran gender. Sedangkan untuk hambatan struktural meliputi  glass ceiling, kebijakan organisasi, networking, mentoring. Ada kondisi yang tersistem. Yang harus diatasi bukan dari sisi perempuan, tapi juga dari organisasinya, harus ada kebijakan untuk menjamin adanya kesetaraan gender.

    Sedangkan hambatan internal yaitu hambatan yang muncul dari perempuan meliputi self-imposed barriers, tidak percaya diri, ketidaksediaan diri dan kurangnya pengembangan diri.

    Dr. Sinto juga menjelaskan strategi untuk mengatasi ketiga hambatan tersebut yakni dengan merubah mindset ekspektasi peran gender, kebijakan pengarus-utamaan gender, dukungan mentoring dan networking serta peningkatan kualitas diri perempuan.

    Brigjen (Pol) Dr. Rinny Shirley Theresia Wowor, SH, SIK, MPsi, Petinggi Badan Intelijen Negara RI

    Sementara itu, Brigjen (Pol) Rinny menyampaikan pada era pemerintahan Presiden  Joko Widodo saat ini, ada enam orang perempuan yang menjabat sebagai menteri di Kabinet Indonesia Maju. Hal ini dimaknai bahwa ada komitmen dari pemerintah untuk memperjuangkan perubahan positif bagi kaum perempuan, baik dari sisi akses, partisipasi dan manfaat bagi pembangunan di Indonesia.

    Dikatakan, komitmen dalam hal kesetaraan gender ini sebenarnya bukan dari kaum perempuan saja tapi dukungan kaum laki-laki menjadi sangat penting. Karena pemberian kesempatan bagi perempuan juga akan menjamin peningkatan daya saing yang sehat, akan meningkatkan kualitas sehingga perempuan dapat disetarakan dengan kaum laki-laki. (Tetri)

  • Webinar Prodi EP Angkat Tema Ekonomi Eksperimental

    Webinar Prodi EP Angkat Tema Ekonomi Eksperimental

    Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Webinar Ekonomi Eksperimental pada Selasa, 20/12/2022 dengan menghadirkan Guru Besar Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, Prof. Dr. Ir. Bambang Juanda, MS. sebagai narasumber.

    Webinar yang diikuti oleh dosen dan mahasiswa dari dalam maupun luar UNS tersebut dibuka oleh Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D, Kepala Program Studi (Kaprodi) Ekonomi Pembangunan (EP) FEB UNS.

    Bhimo Rizky Samudro, Ph.D, saat memberikan sambutan

    Dalam sambutannya, Kaprodi EP menyampaikan Prodi EP telah beberapa kali menggelar kegiatan webinar yang mengeksplor beberapa cabang ilmu ekonomi. Diskusi-diskusi seperti ini akan terus digelar untuk menambah wawasan keilmuan bagi akademisi.

    Dalam materinya, Prof. Bambang menjelaskan Ekonomi Eksperimental berkembang bersamaan dengan behavioral economics karena kajiannya juga sama yang memasukkan aspek psikologi, emosi dan sosial (multidisplin).

    Prinsip dasar desain eksperimental sebenarnya ada tiga yaitu ulangan, pengacakan  dan kontrol lingkungan.

    Lebih lanjut Prof. Bambang menjelaskan perbedaan antara rancangan survei (survei design) dengan rancangan percobaan (experiment design).

    Prof. Bambang Juanda, narasumber

    Menurutnya, pada survei, peneliti bersifat pasif, peneliti hanya menentukan faktor yang diamati dan memeriksa ketelitiannya, penyebab perubahannya sulit diketahui, telaahannya bersifat enumeratif, cukup kuat dalam representasi karena umumnya didasarkan pada kondisi alami, serta membutuhkan volume data yang besar.

    Sebaliknya, dalam eksperimen peneliti bersifat aktif, memiliki keleluasaan untuk melakukan pengawasan terhadap sumber-sumber keragaman data. Peneliti juga dapat menciptakan jenis perlakuan yang diinginkan dan kemudian mengamati perubahan-perubahan yang terjadi pada responnya. Telaahnya bersipat analitis yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab akibat antar berbagai faktor.

    Perbedaan yang menonjol di antara kedua rancangan terletak pada proses mendapatkan data. Pada survei, data didapatkan dengan mengambil secara langsung dari lapangan, sedangkan data pada eksperimen belum tersedia sehingga perlu dilakukan percobaan terlebih dahulu untuk menghasilkan data.

    Narasumber juga memberikan ilustrasi rancangan percobaan berjudul “Mengkaji Pengaruh Informasi serta Jumlah Penjual dalam Transaksi Pasar.” Pada ilustrasi ini, diberikan tiga rancangan, yakni rancangan perlakuan, rancangan lingkungan, dan rancangan pengukuran. Rancangan perlakuan berkaitan dengan pembentukan perlakuan-perlakuan, rancangan lingkungan berkaitan dengan penempatan perlakuan-perlakuan pada unit-unit percobaan, sedangkan rancangan pengukuran berkaitan dengan pengambilan respons dari unit-unit percobaan. (Tetri)

  • FEB UNS Gelar Apresiasi Purnatugas Dosen dan Tendik

    FEB UNS Gelar Apresiasi Purnatugas Dosen dan Tendik

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Apresiasi Purnatugas Dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik) Periode Juli 2019 s.d Desember 2022, Rabu 21 Desember 2022 di Aula Gedung Suhardi FEB UNS.

    Dari ke-26 Dosen  dan Tendik purnatugas tersebut, FEB juga mengundang keluarga dari 3 dosen dan 3 tendik yang telah berpulang yaitu keluarga dari alm. Drs. Subekti Djamaludin, M.Si, Ak,  Alm. Sumardi, SE, M.Si., Alm. Drs. Heru Purnomo, MM, Alm. Siswanto,  Alm. Muhyidin Alm dan Alm. Agus Yulianto.

    Dekan FEB UNS  Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons) Ak. menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Ibu purnatugas yang telah meletakkan dasar bagi kemajuan FEB.

    “Beliau-beliau, Bapak Ibu yang telah memasuki masa purnatugas adalah yang telah meletakkan dasar dan yang membawa FEB ke arah seperti sekarang ini. Saya ucapkan terima kasih. Kita-kita termasuk generasi setelahnya, semoga kita bisa melanjutkan apa yang menjadi cita-cita beliau-beliau ” ungkapnya.

    Lebih lanjut dikatakan perubahan status UNS dari BLU ke PTNBH membawa dampak yang luar biasa. UNS tidak lagi mendapat jatah Pegawai Negeri Sipil (PNS), baik Dosen maupun Tendik.

    Purnatugasnya dosen akan membawa dampak yang besar kepada tri dharma perguruan tinggi. Karena itu, Dekan mengharapkan agar dosen yang telah purnatugas tetap bisa mengabdi di FEB.

    “Karena tidak ada lagi dosen dan tendik PNS, kami mohon Bapak Ibu Dosen yang purnatugas untuk tetap berkarya di FEB, kami akan berusaha meng-NIDK-kan” tegasnya.

    Sementara itu, Dr. Djuminah, M,Si., Ak., Wakil Dekan Sumber Daya Manusia, Keuangan dan Logistik FEB UNS  sebelum membacakan riwayat ke 26 purnatugas mengatakan kegiatan ini terselenggara sebagai wujud penghormatan fakultas kepada para senior atas pengabdiannya di FEB.

    “Pemilihan kata apresiasi di kegiatan ini kami pilih sebagai wujud penghormatan kami kepada  para senior yang telah mengabdi lebih dulu di FEB. Secara formal pensiun atau purnatugas namun kami masih memberi kesempatan untuk mengabdi, dan itu bukan paksaan barangkali ada yang juga memilih tugas di bidang yang lain” tuturnya.

    Di kegiatan itu, perwakilan dari dosen dan tendik purnatugas diberi kesempatan untuk menyampaikan pesan dan kesan.   Perwakilan Program Studi (Prodi) Ekonomi Pembangunan diwakili  oleh Prof. Mugi Rahardjo, Prodi Manajemen diwakili oleh Prof. Salamah, Prodi Akuntansi diwakili oleh Prof. Bambang Sutopo dan untuk Tendik diwakili oleh Dra. Eny Widayati.

    Kegiatan diakhiri dengan ramah tamah, bersalam-salaman dengan dosen dan tendik maupun keluarga purnatugas. (Tetri)

     

  • Sejumlah Dosen dan Mahasiswa FEB UNS Ikuti Penelitian Bersama dan Pertukaran Pelajar dengan Universiti Putra Malaysia

    Sejumlah Dosen dan Mahasiswa FEB UNS Ikuti Penelitian Bersama dan Pertukaran Pelajar dengan Universiti Putra Malaysia

    Dosen dan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) melakukan penelitian bersama dan pertukaran pelajar (student exchange) ke Universiti Putra Malaysia (UPM).

    Kegiatan tersebut diikuti oleh empat dosen dan lima mahasiswa FEB UNS. Dosen FEB yang melakukan penelitian bersama yakni Tastaftiyan Risfandy, Ph.D. yang saat ini menjabat sebagai Kepala Program Studi S1 Bisnis Digital, serta Ibrahim Fatwa Wijaya, Ph.D., Putra Pamungkas, Ph.D. dan Nugroho Saputro, M.Sc.. Sementara kelima mahasiswa yang mengikuti ajang pertukaran pelajar (student exchange) yaitu Adennia Oktaviana Fadli, Bimo Saktiawan, Desti Indah Pratiwi, Nimas Melenia Mutiara Akbary, dan Vira Amalia Putri.

    Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari mulai 5 – 8 Desember 2022. Setibanya di Sekolah Perniagaan dan Ekonomi Universiti Putra Malaysia (SPE UPM), rombongan dosen dan mahasiswa FEB UNS memperoleh sambutan hangat dari para dosen dan staf SPE UPM, yaitu Dr. Norsiah, Cik Azizah, Ms. Dalina, Mr. Lukma, Ms. Yin, dan Mr. Adib.

    Selama di UPM, Dosen FEB UNS melakukan kegiatan penelitian serta diskusi bersama terkait progres penelitian yang ditulis dan mengisi kegiatan kuliah dosen tamu (guest lecture) sesuai dengan bidangnya masing-masing.

    Sedangkan mahasiswa FEB UNS melakukan kegiatan presentasi skripsi di depan para mahasiswa dan dosen SPE UPM dan dilanjutkan dengan diskusi.

    Di hari berikutnya mahasiswa FEB UNS juga mengikuti kegiatan perkuliahan bersama Prof. Dr. Lee Chin dan mengunjungi perpustakaan Sultan Abdul Samad di Universiti Putra Malaysia.

    Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin hubungan antara FEB UNS dan Sekolah Perniagaan dan Ekonomi Universiti Putra Malaysia. Selain itu, bagi mahasiswa kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk belajar sekaligus diskusi terkait skripsi yang ditulis agar memperoleh saran maupun masukan untuk penyempurnaan penulisan skripsi kedepannya.

    Kegiatan pertukaran pelajar ke UPM dapat mendatangkan banyak manfaat dan menambah pengalaman baru seperti mengetahui kegiatan perkuliahan di SPE UPM dan kebudayaan di Malaysia.

    Di sisi lain, hal ini dapat dijadikan sebagai pengetahuan tambahan seperti bagaimana caranya berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang yang berbeda budaya bahkan negara, mengingat mayoritas mahasiswa UPM berasal dari luar negeri. Tentu ini adalah pengalaman yang sangat berharga dan menarik bagi para mahasiswa FEB UNS.

    Harapan setelah mengikuti kegiatan ini yaitu mampu mengimplementasikan apa yang sudah diperoleh selama di Universiti Putra Malaysia dalam bentuk artikel penelitian dan skripsi. Selain itu dapat terus menjalin kerjasama dan relasi dengan dosen maupun mahasiswa SPE UPM untuk saling bertukar ilmu perkuliahan. (Tetri)