FEB

Kategori: fakultas

  • Seminar PDIE Bahas Peluang Topik Disertasi di Bidang  Knowledge, Innovation dan Entrepreneurship

    Seminar PDIE Bahas Peluang Topik Disertasi di Bidang Knowledge, Innovation dan Entrepreneurship

    Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan seminar yang membahas Peluang Topik Disertasi di Bidang Knowledge, Innovation dan Entrepreneurship, Selasa 13 Desember 2022 di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi.

    Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa PDIE itu menghadirkan Prof. Nurul Indarti, Sivilokonom., Cand, Merc., Ph.D., Guru Besar Universitas Gadjah Mada.

    Dihadapan lebih dari 40 mahasiswa PDIE, Prof. Indarti mengatakan topik adalah titik kerangka pertama dalam sebuah kajian atau khususnya disertasi. Memilih topik ibaratnya menentukan keputusan apakah kajian kita itu akan cepat atau tidak. Dengan pemilihan topik ini, dari sisi eksternal kita akan dianggap memiliki kompetensi dan yang akan memiliki nilai jual.

    Ada beberapa hal pertimbangan yang bisa diambil ketika memilih topik, yang pertama adalah kebaruan. Yang kedua adalah relevansi, itu bicara tentang kepentingan sebuah topik. Lalu personal interest yang merepresentasikan pengetahuan kita di topik itu dan juga ketertarikan. Jika kita melakukan kajian pada sesuatu yang kita sukai, maka akan lebih mudah kita menyelesaikannya.

    Di seminar itu Prof. Indarti memaparkan detil terkait topik-topik disertasi di bidang knowledge, innovation dan entrepreneurship dilanjutkan dengan sesi diskusi. (Tetri)

    Materi selengkapnya di >>>>>> Materi Seminar PDIE

     

  • Siapkan Akreditasi LAMEMBA, Prodi Akuntansi Adakan Road to Accreditation: How to Get Outstanding Grade From LAMEMBA

    Siapkan Akreditasi LAMEMBA, Prodi Akuntansi Adakan Road to Accreditation: How to Get Outstanding Grade From LAMEMBA

    Program Studi (Prodi) S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sbelas Maret (UNS) menggelar Road to Accreditation: How to Get Outstanding Grade From LAMEMBA, Rabu 14 Desember 2022 di UNS Inn Solo.

    Di kegiatan tersebut, Prodi menghadirkan Yudha Aryo Sudibyo, SE, M.Sc. Ak. Ph, D., CA, dari Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) untuk berbagi pengalaman dalam persiapan Akreditasi LAMEMBA.

    Di awal paparannya, Yudha menyampaikan materi sudah ada, tinggal bagaimana framing agar sesuai keinginan asesor. Asesmen lapangan berlangsung selama dua hari dengan berbagai kelengkapan dokumen yang harus dipersiapkan.

    Pada hari pertama asesmen lapangan dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan sesi dengan pimpinan Unit Pengelola Program Studi (UPPS) yang dihadiri rektor, dekanat, ketua jurusan, koordinator program studi, tim Gugus Kendali Mutu (GKM) serta tim penyusun borang.

    Konfirmasi data dan informasi dalam Data Kuantitatif Program Studi (DKPS) dihadiri ketua tim penjaminan mutu universitas, menampilkan rencana pembelajaran secara singkat. Di sesi dengan pelaksana penjaminan mutu internal yakni pengecekan dokumen sambil mengalir

    Dikatakan juga untuk agenda dengan eksternal sesinya bisa diatur sedemikian rupa dan penggunaan ruangan secara panel.

    Pada hari kedua, penyampaian feedback oleh asesor dan penutupan.

    Lebih lanjut dijelaskan, dokumen evaluasi diri yang perlu disiapkan diantaranya MBKM, kelas internasional meliputi penggunaan bahasa, electronic book dan pertukaran pelajar; pendanaan untuk penelitian; Output kerjasama, misal terkait kerjasama pendidikan, penelitian, PKM, karena bisa terkait dengan keuangan dan sarana prasarana; Prestasi atau aktivitas mahasiswa di level internasional: pelatihan, kejuaraan, conference; Kolaborasi internasional dalam team teaching, tidak hanya kuliah umum. Exchange bisa dilakukan tidak harus secara in person.

    Untuk kelengkapan Data Kuantitatif Program Stud (DKPS) perlu disiapkan data  Kepegawaian meliputi konsep menggunakan dosen sebagai dosen tetap, latar belakang keahlian, Ekuivalen Waktu Mengajar Penuh (EWMP) diminta menunjukkan di prodi dan di luar prodi; Kepuasan pengguna: berkaitan dengan tim penjaminan mutu, ditanyakan betul kuesioner, hasil dan report, dicek di website; dan Luaran mahasiswa: conference, HAKI, kolaborasi dengan dosen.

    Ditegaskan, untuk mencapai unggul, harus lebih dari 18 unggul dari total 27 dimensi yang dipersyaratkan dalam Akreditasi LAMEMBA .

    Usai paparan, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Hasil dari kegiatan ini diharapkan memberikan kemanfaatan yang lebih,  Prodi S1 Akuntansi semakin bersiap dalam menghadapi akreditasi LAMEMBA dalam waktu dekat ini. (Tetri)

  • Publishing Workshop PKKM 2022, Prodi S1 Manajemen Hadirkan Prof. Clotilde Coron

    Publishing Workshop PKKM 2022, Prodi S1 Manajemen Hadirkan Prof. Clotilde Coron

    Program Studi (Prodi) S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Binis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta masih gencar adakan Seri Visiting Profesor dalam Rangkaian Kegiatan Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM).

    Di bulan Desember ini, Prodi S1 Manajemen telah sukses menyelenggarakan beberapa seri kuliah tamu dan workshop. Program tersebut berlanjut dengan diadakannya Workshop Publikasi bertajuk “How to Publish an Article in Reputable Journal: HRM and Big Data,” yang dilaksanakan secara daring pada hari Senin 12 Desember 2022.

    Dalam Workshop kali ini, Prodi S1 Manajemen menghadirkan Associate Professor Clotilde Coron, Ph.D., dari IAE Paris Sorbonne Businees School, France. Prof. Coron juga telah hadir sebagai dosen tamu pada beberapa kesempatan sebelumnya. Pada materi kali ini, Prof. Coron menyampaikan tahapan proses publikasi artikel di bidang SDM.

    Mengawali paparan materi, Prof. Coron mengingatkan peserta bahwa sebelum dapat menulis sebuah artikel penelitian, seorang peneliti perlu banyak membaca artikel yang telah terpublikasi sebagai bagian dari critical literatur review (studi literatur kritis).

    “Sebelum menulis, anda perlu membaca terlebih dahulu, karena terdapat gaya penulisan yang berbeda dan beranekaragam, dan juga ada gaya penulisan khusus untuk setiap bidang ataupun metodologi penelitian tertentu,” jelas Prof. Coron.

    Pada paparan materi yang berlangsung selama kurang lebih satu jam tersebut, Prof. Coron juga menjelaskan enam langkah dalam mempersiapkan artikel penelitian, antara lain perencanaan penulisan, mencari outlet jurnal yang tepat, memahami struktur artikel sesuai jurnal tujuan, karakteristik penulisan artikel yang baik, fokus pada latar belakang penelitian, serta fokus pada abstrak artikel.

    “Sebelum menyelesaikan draf akhir artikel, sebaiknya anda mencari jurnal target yang sesuai dengan topik penelitian. Karena setiap jurnal memiliki persyaratan khusus utnuk format dan struktur artikel yang akan mereka terbitkan, sehingga saat menulis versi final anda perlu mengikuti persyaratan dan kriteria dari penerbit. Terakhir, artikel yang baik adalah artikel yang sangat jelas dan mudah dipahami,” ungkap Prof. Coron.

    Agenda workshop kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan juga review artikel yang ditulis oleh dosen Prodi S1 Manajemen. (Tetri & Aulia)

  • Prodi S1 Manajemen Hadirkan Direktur Utama PT KAI di Executive Lecture Series

    Prodi S1 Manajemen Hadirkan Direktur Utama PT KAI di Executive Lecture Series

    PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah melakukan transformasi yang berkesinambungan dan berkelanjutan, tidak hanya berfokus pada layanan kepada pihak eksternal melainkan juga transformasi internal organisasi.

    Visi KAI adalah menjadi solusi ekosistem transformasi terbaik untuk Indonesia. KAI melakukan transformasi yang di awali tahun 2020 dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) sampai dengan 2024.

    Hal itu dinyatakan Didiek Hartantyo, S.E, MBA, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada Executive Lecture Series yang diselenggarakan oleh Program Studi S-1 Manajemen Fakulltas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Kamis  15 Desember 2022.

    Lebih lanjut dikatakan visi tersebut dijabarkan dalam 5 hal yakni KAI selalu meningkatkan moda transportasi kereta api di dalam sistem transportasi nasional yang saat ini masih sangat rendah.

    Kedua, meningkatkan nilai manfaat uang artinya di dalam pengembangan bisnis KAI selalu membangun value sehingga time value for money itu betul-betul menjadi pertimbangan dalam pengembangan bisnis.

    Ketiga, KAI dalam membangun pelayanan berdasarkan keselamatan dan keamanan di samping selalu meningkatkan kualitas layanan, kenyamanan dan transportasi dibidang kereta api.

    Keempat, KAI membangun tercapainya financial sustainability, pengembangan ke depan harus membangun keberlanjutan finansial pada transportasi sehingga kereta api yang berada di Bumi Pertiwi sejak tahun 1864 ini betul-betul bisa kita jaga.

    Yang kelima, tercapainya sinergi termasuk dengan BUMN artinya Sinergi ini kita bangun dalam bentuk kolaborasi dalam bentuk kerja sama yang harmonis baik bersama dengan BUMN yang lain maupun dengan korporasi-korporasi swasta.

    Dalam membangun suatu ekosistem transportasi yang terbaik, kereta api tidak bisa sendiri karena konsep transportasi ke depan adalah membangun integrasi antarmoda, membangun integrasi pelayanan dan membangun integrasi soft sistemnya. jadi integrasi dibidang infrastuktur maupun ticketingnya.

    “Dalam layanan KAI, kami mendasarkan pada Customer Centric yaitu apa yang kami lakukan semuanya bertuju kepada kepuasan pelanggan, kepuasan customer, memberikan new experience,  memberikan pengalaman yang unik sehingga ada value yang didapat oleh para pelanggan” ungkapnya

    Demikian juga KAI dalam pengembangan ke depan selalu memperhatikan teknologi dan juga pengembangannya. Berbagai langkah telah dilakukan untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, seperti pengembangan mobile ticketing yang saat ini diimplementasikan pada KAI Access. Beragam keuntungan bisa pelanggan nikmati dengan menggunakan aplikasi KAI Access di antaranya lebih mudah, adanya layanan khusus Premium Member, serta selalu ada inovasi terbaru.

    Yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana kita membangun manajemen stakeholder yang proaktif. KAI juga harus membangun kolaborasi aktif bersama dengan kementerian, baik dengan kementerian perhubungan sebagai pembina teknis maupun BUMN lainnya.

    Adapun budaya perusahaan KAI yaitu AKHLAK, Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Nilai-nilai korporasi ini sangat penting karena menjadi dasar pembentukan watak dan behavior dari insan-insan KAI dalam penyelenggaraan bisnisnya.

    Kegiatan yang bertajuk Organizational Change Implementation to Achieve Supreme Corporate Governance dan dimoderatori oleh Dr. Wulan Permatasari, SE, MM itu diikuti oleh hampir 300 peserta. Antusias peserta sangat banyak sekali dalam diskusi yang digelar terlihat lebih dari 20 peserta aktif menyampaikan pertanyaan kritis kepada narasumber yang juga merupakan alumni FEB UNS.

    Dr. Joko Suyono, S.E.,M.Si, Dosen Prodi S1 Manajemen, mewakili sambutan Kaprodi S1 Manajemen menyampaikan kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang menjadi penciri Prodi S1 Manajemen untuk mendukung pelaksanaan MBKM.

    Prodi S1 Manajemen menghadirkan narasumber para praktisi yang lebih spesifik dari kalangan eksekutif, manajer-manajer puncak di perusahaan-perusahaan yang mapan. Harapannya dapat menginspirasi dan memotivasi para peserta untuk mengikuti jejak suksesnya. (Tetri)

     

  • UPM FEB UNS Diskusikan Tindak Lanjut Hasil Temuan AMI Level 1 dan 2

    UPM FEB UNS Diskusikan Tindak Lanjut Hasil Temuan AMI Level 1 dan 2

    Unit Penjaminan Mutu (UPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Evaluasi dan Tindak Lanjut Hasil Temuan Audit Mutu Internal (AMI) Level 1 dan Level 2, Selasa 13 Desember 2022.

    Kegiatan yang diadakan secara hybrid di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno dan melalui Zoom Meeting tersebut diikuti oleh Dekanat, Senat, Kepala Program Studi, Kepala UPM, Koordinator Bidang Monitoring dan Evaluasi (Monev), Koordinator Bidang Sistem Penjaminan Mutu Internal (Koorbid SPMI), Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) dan Gugus Kendali Mutu (GKM).

    Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons)., Ph.D., Ak, berterima kasih kepada Prof. Budhi dengan timnya yang telah bekerja keras dalam pelaksanaan kegiatan AMI level 1 dan 2.

    “Pertemuan ini menjadi penting karena akan didiskusikan bagaimana tindak lanjut temuan AMI, saya harapkan Kaprodi merespon apa yang menjadi temuan tersebut” jelasnya.

    Kepala UPM, Prof. Dr. Budhi Haryanto melaporkan kegiatan AMI level 1 dan 2 telah dilaksanakan dengan baik dan sudah memenuhi target yang telah dipersyaratkan.

    Dikatakan juga, dalam pelaksanaannya memang memakan banyak waktu dan pikiran. Prof. Budhi berterimakasih kepada timnya yang telah bekerja keras meluangkan waktu disela-sela kesibukannya.

    “Terima kasih untuk seluruh tim yang telah bekerja keras. Semoga hasil temuan dan juga rekomendasi yang nantinya akan dipaparkan oleh Dr. Hartoko selaku Koorbid Monev akan memberikan sesuatu yang berharga bagi proses pengajaran di FEB” ungkapnya.

    Prof. Budhi menambahkan, UPM sudah mengupayakan suatu sistem yang akan sangat membantu secara otomasi dalam pelaksanaan audit.

    Lebih lanjut Dr. Hartoko memaparkan hasil Audit AMI level 1 dan 2 FEB serta tindakan yang diperlukan atau rekomendasi untuk masing-masing kaprodi dan juga level fakultas.

    AMI Level 1 sudah dilaksanakan pada 12 September s.d. 6 Oktober 2022. Sedangkan AMI Level 2 sudah dilaksanakan pada tanggal 7 s.d. 28 Oktober 2022. Dan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) dilaksanakan 21 November 2022.

    Usai paparan dari Korbid Monev dilanjutkan penyampaian arahan dari Ketua Senat, Dekanat dan juga dari Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S. yang berkesempatan hadir di pertengahan kegiatan tersebut. Peserta lain yang hadir juga diberi waktu untuk mendiskusikan terkait hasil audit. (Tetri)

  • BPU FEB UNS Gelar Seminar Economic Outlook 2023: Prospek Ekonomi Indonesia 2023 dan Revitalisasi Strategi Bisnis

    BPU FEB UNS Gelar Seminar Economic Outlook 2023: Prospek Ekonomi Indonesia 2023 dan Revitalisasi Strategi Bisnis

    Badan Pengelola Usaha (BPU) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Seminar Economic Outlook 2023: Prospek Ekonomi Indonesia 2023 dan Revitalisasi Strategi Bisnis, Jumat 9 Desember 2022 di UNS Inn.

    Kegiatan yang diikuti oleh pelaku bisnis, perbankan, birokrat dan akademisi tersebut menghadirkan Keynote Speaker Doni Primanto Joewono, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) serta narasumber Lukman Hakim, SE, M.Si., Ph.D., Komisaris Bank DKI yang juga Pakar Ekonomi UNS dan Dr. Dina Nurul Fitria, SE, MT, Konsultan Sektor Energi.

    Dr. Mugi Harsono, SE, M.Si, Wakil Dekan Perencanaan, Kerja Sama Bisnis dan Informasi FEB UNS dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini penting digelar karena banyak sekali pengamat ekonomi yang mengatakan masa depan akan suram. International Monetary Fund (IMF) akan menurunkan proyeksi terhadap pertumbuhan global pada 2023. Ini menandakan hal yang serius di perekonomian global bahkan sudah menunjukkan arah resesi.

    “Lalu bagaimana kondisi Indonesia? Di kegiatan ini kita tampilkan beberapa pendapat dari pembuat regulator dan juga pengamat ekonomi. Jika kita dapat  mengenali kabut maka tidak sepekat yang terlihat, bagaimana menyikapinya dengan kebijakan” ungkapnya.

    Dr. Mugi Harsono saat memberikan sambutan

    Dr. Mugi berharap acara ini menjadi sebuah diskursus yang bisa dilakukan terkait arah kebijakan, bagaimana perbankan menyikapi fenomena yang ada atau bagaimana akademisi membuat sebuah penguraian atas simpul-simpul gelap di tahun 2023.

    Pada kesempatan awal sebagai Keynote Speaker, Doni Primanto mengutip penyataan Presiden Joko Widodo pada pertemuan tahunan Bank Indonesia (BI) di tahun 2022 bahwa saat ini dunia belum baik-baik saja. Kondisi ekonomi global saat ini menghadapi situasi yang cukup persisten yang dinamakan stagflasi dan reflasi.

    Stagflasi merupakan situasi dimana lemahnya kondisi ekonomi negara, inflasi tinggi dan pengangguran yang meningkat di waktu bersamaan dalam periode tertentu. Reflasi merupakan keadaan dimana sebenarnya pertumbuhan ekonomi cukup baik namun dibarengi tingkat inflasi yang tinggi.

    Peserta memenuhi seluruh kursi ruangan

    Lebih lanjut Doni menjelaskan Indonesia masih terhindar dari kedua risiko tersebut, namun harus tetap waspada dengan permasalahan ekonomi global.

    Keynote Speaker: Doni Primanto

    “Alhamdulillah kita bersyukur di tahun 2022 ini, Indonesia masih terhindar dari kedua risiko tersebut, staglasi dan reflasi. Namun demikian kita tetap perlu mewaspadai lima permasalahan ekonomi global yakni pertumbuhan ekonomi global yang menurun serta meningkatnya risiko resesi di  Amerika Serikat dan Eropa, tekanan inflasi yang sangat tinggi yang mendorong kenaikan harga energi dan pangan global, suku bunga tinggi, kuatnya Dolar Amerika dan fenomena penarikan dana investor global” tegasnya.

    Salah satu peserta menyampaikan pendapatnya sekaligus bertanya kepada narasumber

    Menurutnya, prospek nasional ekonomi Indonesia saat ini masih diperkirakan membaik. Bertambah kuatnya ekspor dan  daya beli masyarakat juga masih terjadi ditengah kenaikan inflasi.

    “Kita yakin bahwa prospek ekonomi ini didukung dengan keberlanjutan transformasi hilirisasi, pembangunan infrastruktur dan pariwisata. Di tahun 2022 ini, pertumbuhan kita masih berkisar 4,5% sampai 5,3% dan tentunya di tahun 2023 diperkirakan tetap kuat tapi sedikit melambat ke titik tengah, masih kisaran 4,5% sampai 5,3%. Kita perkirakan di tahun 2024 akan meningkat dikisaran 4,7% sampai 5,5% ” ungkapnya

    Demikian juga stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga di tengah sangat kuatnya Dolar Amerika dan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.  Hal ini karena komitmen tinggi BI untuk terus berada di pasar dalam menjaga tingkat volatilitas rupiah dan tetap kita jaga geraknya sesuai fundamentalnya.

    Stabilitas eksternal tetap sehat karena didukung transaksi berjalan yang diperkirakan terus mencatat surplus dan untuk keseluruhan tahun 2022 tetep surplus 0,4% sampai dengan 1,2% dari PDB. Hal ini karena kuatnya kinerja ekspor kita sejalan dengan tingginya harga komoditas dan masih baiknya permintaan terhadap komoditas Indonesia.

    Penyerahan cinderamata oleh Kepala BPU FEB UNS  Dr. Akhmad Ikhwan, SE, MT  kepada narasumber

    Sementara itu, Lukman Hakim menyatakan tantangan global sudah mereda seperti pandemi dan rantai pasok, namun beberapa tantangan lain seperti kenaikan inflasi, normalisasi kebijakan dan pelemahan ekonomi masih menjadi penyebab tingginya ketidakpastian ekonomi dan keuangan.

    Peserta foto bersama dengan narasumber

    Lebih lanjut dikatakan ekonomi 2023 tetap optimis. Berdasarkan data dari BPS dan Bank Indonesia, Ekonomi Indonesia triwulan III-2022 terhadap triwulan III-2021 mengalami pertumbuhan sebesar 5,72%. Dari sisi produksi, lapangan usaha transportasi dan pergudangan  mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 25,81%. Dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 21,64%.

    Upaya transformasi ekonomi di tahun 2023 membutuhkan laju pemulihan ekonomi yang cepat dan kuat.

    Melalui kebijakan fiskal tahun 2023 pemerintah akan menggunakan seluruh sumber daya untuk mengakselerasi agenda reformasi struktural pasca pandemi dan penguatan supply untuk peningkatan produktivitas. (Tetri)

     

  • Kembali Hadirkan Visiting Professor, Prodi S1 Manajemen Bahas Organizational Justice and Flexibility

    Kembali Hadirkan Visiting Professor, Prodi S1 Manajemen Bahas Organizational Justice and Flexibility

    Masih dalam rangkaian kegiatan Visiting Profesor dalam Rangka Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2022, Program Studi S1 Manajemen FEB UNS kembali mengundang Associate Professor Clotilde Coron dari IAE Paris Sorbonne Businees School France, Rabu 7 Desember 2022 secara virtual melalui Zoom Cloud Meeting.

    Agenda Guest Lecture Management yang bertajuk ‘Organizational Justice and Flexibility,’  dipandu oleh Dr. Wulan Permatasari, selaku Moderator.

    Paparan materi dimulai dengan pendekatan konfigurasi organisasi yang dicetuskan oleh Mintzberg yang meliputi lima pelaku internal dalam organisasi yaitu pemegang tugas strategi (eksekutif), manajemen tengah, pusat operasi, technostructure (desain metode kerja), serta staf pendukung.

    “Dalam pendekatan konfigurasi organisasi, setiap bagian dari lima kategori tersebut memiliki peran yang berbeda,” jelas Prof. Coron.

    Masih terkait pendekatan Mintzberg, Prof. Coron kemudian menjelaskan lima mekanisme koordinasi yang dapat diterapkan di jenis organisasi berbeda. Salah satu dari kelima mekanisme koordinasi tersebut yaitu Manajemen Partisipatif (mutual adjustment), contohnya, cocok diterapkan pada organisasi dengan kompetensi dan kualifikasi tinggi, dimana hanya sedikit koordinasi formal dibutuhkan.

    “Contoh penerapan mekanisme ini adalah dalam manajemen proyek, kegiatan inovasi, dan organisasi dengan masalah yang kompleks. Meskipun begitu tantangan yang dihadapi dalam penerapan model ini adalah bagaimana caranya untuk menetapkan tujuan kolektif. Karena, tanpa tujuan ini maka organisasi tidak akan dapat berjalan,” ungkap Prof. Coron.

    Paparan materi kemudian berlanjut dengan fungsi sistem dalam manajemen SDM serta pentingnya fleksibilitas di tempat kerja.

    Menurut Prof. Coron, fleksibilitas ini sangat penting di era lingkungan VUCA (volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas), dimana perubahan sangat cepat terjadi. Bagi organisasi fleksibilitas dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mengeksekusi sebuah inisiatif dengan cepat dan kemampuan untuk menyesuaikan proses dan struktur organisasi.

    Mengakhiri paparan materi, Prof. Coron menyampaikan materi terkait keadilan dalam organisasi (Organizational Justice) serta kontribusi berbagai teori dalam sektor manajemen SDM.

    Di akhir acara, mahasiswa tampak antusias dalam menyampaikan pertanyaan di sesi tanya jawab interaktif bersama Prof. Coron. (Tetri & Aulia)

  • Guest Lecture Human Resource Management, Prodi S1 Manajemen Hadirkan Assoc. Prof. Clotilde Coron

    Guest Lecture Human Resource Management, Prodi S1 Manajemen Hadirkan Assoc. Prof. Clotilde Coron

    Program Studi (Prodi) S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali mengadakan Rangkaian Kegiatan Visiting Profesor dalam Rangka Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2022 yakni Guest Lecture Human Resource Management, Selasa 6 Desember 2022

    Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual tersebut membahas topik ‘Digital and HRM’ dengan menghadirkan Associate Professor Clotilde Coron dari IAE Paris Sorbonne Businees School France.

    Dewanti Cahyaningsih, M.Rech., Dosen Prodi S1 Manajemen FEB UNS memandu jalannya acara dan berlangsung selama kurang lebih 2 jam.

    Assoc. Prof. Coron mengawali paparan materi dengan menjelaskan tentang konsep digital kepada lebih dari 130 peserta yang hadir secara daring.

    “Digital tidak lagi terbatas pada alat, namun sekarang konsep digital mencakup revolusi ruang dan waktu, kolaborasi, informasi, datafication, dan personalisasi. Contohnya, saat ini sangat mungkin bagi kita untuk mengakses informasi yang sama meskipun kita tidak berada di satu ruang atau lokasi yang sama”,  tuturnya.

    Lebih lanjut Prof. Coron menjelaskan mengenai teknologi digital yang telah diterapkan di sektor manajemen sumber daya manusia (SDM), tantangan yang dihadapi, yang mencakup disrupsi, platform economy, kolaborasi, dan otomatisasi.

    Disisi lain, manfaat dari penerapan teknologi digital di sektor SDM meliputi peningkatan produktifitas, peningkatan fokus pada tugas-tugas dengan nilai tambah yang tinggi, serta penggunaan data untuk peningkatan performa SDM.

    Setelah paparan materi, acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif antara Assoc. Prof. Coron dan peserta kuliah umum Visiting Professor. (Tetri & Aulia)

  • Prodi MESP Undang Dosen. Alumni dan Pengguna serta Mahasiswa di Rekonstruksi Kurikulum MESP

    Prodi MESP Undang Dosen. Alumni dan Pengguna serta Mahasiswa di Rekonstruksi Kurikulum MESP

    Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Rekonstruksi Kurikulum MESP secara hybrid di Ruang Teleconference Gedung Soedarah Soepono FEB UNS dan Zoom Meeting, Kamis 1/12/2022.

    Ketua Program Studi (Kaprodi) MESP FEB UNS, Dr. Evi Gravitiani, M.Si dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada undangan yang telah berkenan hadir, para dosen, alumni dan pengguna lulusan serta mahasiswa untuk memberikan review atau rekonstruksi kurikulum Prodi MESP.

    Di awal paparan materinya, Dr. Evi Gravitiani menyampaikan rasa syukurnya karena MESP sudah terkareditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) sampai dengan tahun 2025.

    “Alhamdulillah MESP sudah terakreditasi A oleh BAN PT akan tetapi kita harus bersiap untuk akreditasi di LAMEMBA. Kita harus berjuang keras untuk dapat unggul, paling tidak harus mendapatkan akreditasi internasional sebagai salah satu persyaratan untuk mencapai unggul, dan persyaratan lain yang membuktikan MESP sekelas atau setara dengan international program” tegasnya.

    Lebih lanjut disampaikan, sebelum pandemi Covid 19, setiap tahun MESP melakukan kuliah di salah satu universitas di Malaysia dan mahasiswa diampu oleh dosen universitas tersebut.

    “Untuk tahun depan dan jika kondisi sudah membaik kami akan mengajak para mahasiswa untuk merasakan kuliah di Malaysia atau Singapura agar kegiatan Student  Inbound dan Outbound-nya berjalan dengan baik” ungkapnya.

    Dr. Evi juga memaparkan juga  proses rekrutmen calon mahasiswa baru MESP. Semua calon mahasiswa mendaftar melalui website dengan persyaratan yang ditentukan oleh universitas. Selanjutnya calon mahasiswa akan melalui proses ujian masuk TPA dan Bahasa Inggris.

    Semua mahasiswa baru yang dinyatakan diterima di MESP akan melalui tahapan program matrikulasi atau lebih dikatakan sebagai refreshing. Kegiatan Matrikulasi tidak memandang mahasiswa yang S1-nya dari latar belakang bidang ekonomi atau bukan, semua berada pada tataran yang sama. Selama 3 hari, mahasiswa akan diberikan  materi dasar matakuliah di MESP, Matematika Ekonomi, Ekonomi Mikro dan Ekonomi makro. Matrikulasi diampu oleh alumni-alumni berprestasi dari MESP. Harapannya dengan adanya matrikualsi, mahasiswa siap menerima  materi yang akan disampaikan.

    Lebih lanjut, Kaprodi MESP menyampaikan kurikulum MESP untuk dapat direview oleh peserta yang hadir baik secara luring maupun daring.

    Usai paparan Kaprodi MESP peserta terbagi dalam 3 kelompok, dosen, alumni dan pengguna lulusan serta mahasiswa untuk membahas secara khusus selama kurang lebih satu jam.

    Kelompok dosen dipandu oleh Dr. Mulyanto, ME, Kelompok alumni dan pengguna lulusan dipandu oleh Sarjiyanto, SE,  MBA, Ph.D. dan untuk mahasiswa dipandu Selfia Bintariningtyas, SE, M.Si.

    Setelah breakout room. peserta berkumpul di ruang utama kembali dan koordinator atau pemandu masing-masing kelompok menyampaikan masukan yang sudah diperoleh disaat breakout room.

    Di akhir acara, Kaprodi dan Tim merangkum apa yang menjadi masukan dan itulah yang akan dimasukkan dalam draf kurikulum. (Tetri)

  • Prodi S1 Manajemen Gelar Guest Lecture Operation Research: Inventory Management Concepts and Techniques Bersama Prof. Daniel Chicksand

    Prodi S1 Manajemen Gelar Guest Lecture Operation Research: Inventory Management Concepts and Techniques Bersama Prof. Daniel Chicksand

    Program Studi (Prodi) S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Kuliah Tamu (Guest Lecture) Operation Research sebagai bagian dari Rangkaian Kegiatan Visiting Professor Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2022 dan menghadirkan Prof. Daniel Chicksand dari Birmingham Business School, UK, sebagai narasumber.

    Agenda daring bertajuk ‘Guest Lecture Operation Research: Invetory Management’ tersebut dilaksanakan pada Kamis, 1 Desember 2022, melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting yang dipandu oleh Dr. Yong Dirgiatmo.

    Membuka paparan materi, Prof. Chicksand mereview ulang materi yang telah disampaikan pada agenda visiting professor sebelumnya, terkait kapasitas produksi. Dalam hal ini, manajemen persediaan bermanfaat untuk menyelaraskan antara kapasitas perusahaan dengan permintaan pasar.

    “Kapasitas dapat didefinisikan sebagai jumlah jasa ataupun barang yang dapat disediakan oleh perusahaan dalam periode waktu tertentu. Sehingga manajemen persediaan dapat membantu untuk menghindari biaya yang muncul akibat adanya pemborosan,” jelas Prof. Chicksand.

    Dalam sesi pertama pembahasan materi, Prof. Chicksand menjelaskan beberapa jenis persediaan serta manfaat adanya persediaan bagi perusahaan. Sementara disesi kedua, beliau membahas tentang keputusan persediaan yang meliputi keputusan manajemen terkait jumlah persediaan, harga, pemasok, serta waktu pembelian persediaan. Pembahasan tersebut juga mencakup teori Kuantitas Pembelian (Economic Order Quantity-EOQ) serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan teknologi inventory. (Tetri & Aulia)