FEB

Kategori: fakultas

  • Peringati Hari Wayang Nasional, FEB UNS Adakan Bedah Wayang dan Pagelaran Wayang Klasik

    Peringati Hari Wayang Nasional, FEB UNS Adakan Bedah Wayang dan Pagelaran Wayang Klasik

    Dalam rangka hari Wayang Nasional, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UNS) Universitas Sebelas Maret bekerjasama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar kegiatan “Bedah Wayang dan Pagelaran Wayang Klasik”, Jumat, 7 November 2021 di Padepokan Aji Tirto Wening (ATW), Boyolali.

    Kegiatan yang didukung oleh Paguyuban Dalang ATW dan Dalang Muda Solo Raya menghadirkan narasumber: Prof. Gunawan Sumodiningrat (UGM), Prof. Iwan Triyuwono (UB), Prof. Djoko Suhardjanto (UNS), Prof. Indah Susilowati (UNDIP), Prof Sarwanto (ISI Surakarta), Eko Yunianto (OJK).

    Prof. Djoko Suhardjanto, Dekan FEB UNS dalam sambutannya mengucapkan selamat hari Wayang Nasional, dan ucapan  terima kasih kepada BPIP yang telah memberikan kepercayaan kepada FEB UNS dan komunitas seni sehingga kegiatan Bedah Wayang dan Pagelaran Wayang Klasik bisa terselenggara, semoga memberikan kemanfaatan untuk semuanya.

    Setelah diskusi bedah wayang, dilaksanakan pertunjukan wayang klasik, tanpa listrik dan tanpa sound system dengan dalang kondang Ki Warseno Slenk.

    Lebih lanjut Prof. Djoko Suhardjanto mengatakan, Wayang Kulit Indonesia dan khususnya wayang Jawa pada pada tanggal 7 November 2003 telah diproklamasikan sebagai karya budaya dunia, Master-piece of The Oral and Intangible Heritage of Humanity oleh UNESCO, sebuah Badan PBB yang menangani masalah kebudayaan.

    “Wayang ini sungguh luar biasa, mempunyai falsafah yang tinggi bagi kehidupan. Dari sisi manapun bisa kita kupas, bisa dikaji, dari sisi ekonomi, komunikasi, politik dan budaya juga bisa. Pertunjukan wayang kulit juga merupakan perpaduan dari berbagai seni” ungkapnya.

    Dalam sebuah pagelaran wayang, ada harmoni yang luar biasa. Gamelan yang terdiri dari Gong, Kenong, Gambang, Celempung, hingga alat musik pendamping lainnya merupakan satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama serta menghasilkan suara yang indah.

    Sementara itu, Ir.Prakoso, MM, Wakil Deputi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menekankan bahwa pembinaan ideologi Pancasila tidak hanya menjadi tanggung jawab BPIP saja, namun perlu gotong royong dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk peran para dalang agar bisa memberikan edukasi.

    “Pertunjukan wayang bukan hanya jadi pertunjukan saja tapi juga sebagai penuntun atau memberikan edukasi kepada masyarakat terutama dalam hidup bernegara dan bermasyarakat yang berlandaskan Pancasila ” katanya.

    Di kegiatan itu, dimeriahkan pula dengan tarian Gambyong oleh Prof. Indah Susilowati, Prof. Erni Setyowati dan penari lainnya . (Humas FEB)

  • Prodi S1 Akuntansi Gelar FGD Kelas Internasional

    Prodi S1 Akuntansi Gelar FGD Kelas Internasional

    Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Kelas Internasional, Rabu 17 November 2021 yang diselenggarakan secara Hybrid, di UNS Inn dan zoom meeting.

    Kegiatan yang diikuti oleh tenaga pendidik FEB UNS dari Prodi S1 Akuntansi, Manajemen dan Ekonomi Pembangunan menghadirkan narasumber Dr. Devi Sulistyo Kalanjati, SE, M.Acc, M.Sc, Ak dari UNAIR dan Agung Julianto, SE,M.Si, Ph.D, Ak, CA dari UNDIP.

    Kegiatan terbagi menjadi dua sesi, dengan dimoderatori oleh  Taufiq Arifin, S.E., M.Sc., Ph.D, Ak dan Dr. Wahyu Widarjo, S.E., M.Si, dosen Prodi S1 Akuntansi.

    Wakil Dekan Sumber Daya Manusia, Keuangan dan Logistik,  Dr. Djuminah, M.Si., Ak., mewakili sambutan Dekan FEB UNS menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini menjadi sebuah momen yang menarik, baik bagi tim manajemen yang melaksanakan maupun dosen sebagai pengampu.

    Dr. Djuminah juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada narasumber dan juga seluruh pelaksana yang mendukung kegiatan FGD. Semoga banyak memberikan manfaat, sharing bersama tentang pengetahuan dan pengalaman dan lain sebagainya dalam pengelolaan kelas internasional.

    Dari kiri: Agung Julianto, Ph.D, Dr. Djuminah, Dr. Wahyu Widarjo

    Sementara itu, Taufiq Arifin, S.E., M.Sc., Ph.D, Ak,  dalam sambutannya mewakili Kepala Program Studi S1 Akuntansi menyampaikan, acara ini merupakan bagian dari program  universitas hingga ke prodi untuk melaksanakan amanah, UNS sebagai universitas yang berkelas dunia atau world class university.

    “Kelas internasional menjadi bagian dari strategi universitas untuk bisa menghasilkan mahasiswa-mahasiswa yang punya kualitas yang bisa bersaing di level nasional dan internasional dengan memberikan banyak exposure, dalam hal kurikulum yang sesuai standar internasional, termasuk utamanya dalam berbagai macam keterampilan, kemampuan critical thinking, problem solving, Communication, collaboration dan seterusnya” katanya.

    Taufiq Arifin, Ph.D saat memberikan sambutan mewakili Kaprodi S1 Akuntansi

    Kelas International yang telah dilaksanakan oleh  Prodi S1 Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan FEB UNS memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperkaya pengalaman akademisnya.

    Harapannya, mahasiswa akan ada yang mengambil double degree, 4 semester di UNS dan 4 semester di Curtin University.

    “Ini kesempatan yang luar biasa yang dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh mahasiswa gelombang 1 dari kelas internasional ini “ tegasnya.

    Sesi Diskusi bersama dengan Dr. Devi Sulistyo Kalanjati, SE, M.Acc, M.Sc, Ak

    FGD yang diselenggarakan diharapkan menyempurnakan apa yang telah dilakukan FEB UNS termasuk strategi ke depan terkait program kelas internasional. (Humas FEB)

  • PDIE Adakan Workshop Pengolahan Data Penelitian dengan NVIVO Seri ke-2

    PDIE Adakan Workshop Pengolahan Data Penelitian dengan NVIVO Seri ke-2

    Program Doktor Imu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Pengolahan Data Penelitian dengan NVIVO seri ke-2, Rabu 17 November 2021 secara hybrid.

    Kegiatan yang diikuti oleh dosen dan mahasiswa itu menghadirkan narasumber Dr. Wing Wahyu Winarno., MAFIS, CS, Akuntan dari STIE YKPN Yogyakarta.

    Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak, Kepala Program Studi PDIE dalam sambutannya menyampaikan, setiap bulan, PDIE rutin menyelenggarakan pelatihan-pelatihan dan webinar dengan mengundang praktisi dari luar.

    “Saat ini, secara perlahan, kegiatan-kegiatan ujian, seminar dan pelatihan, kita upayakan bisa dilakukan secara hybrid, luring dan daring agar kampus tidak terlihat sepi. Di kegiatan-kegiatan tersebut, juga tidak menutup peserta yang jauh untuk bergabung secara luring” ungkapnya.

    Lebih lanjut dikatakan Prof. Rahma, analisis data itu penting sekali supaya mahasiswa PDIE bisa mengolah sendiri data penelitiannya, terlebih sekarang sudah banyak yang menggunakan kualitatif.

    Para peserta yang saat ini hadir secara luring dapat langsung berkonsultasi dengan narasumber yang hadir juga secara luring di Ruang Telekonferen FEB UNS.

    Sebelum melanjutkan bahasan NVIVO seri ke 2, Dr. Wing mengulang sekilas bahwa NVIVO bukan alat yang bisa menyelesaikan sebuah masalah, namun merupakan alat bantu untuk mengorganisir penelitian.

    “Kita harus punya data dulu berupa teks atau file berupa video, audio, gambar, diagram, peta. File itu harus diberi catatan juga, diberi manuskrip, bukan file videonya yang bisa kita edit dengan NVIVO, bukan” katanya.

    Di kegiatan ini, Wing melanjutkan pembahasan NVIVO di seri 1. Pembahasan topik dimulai dari bagaimana menggunakan NVIVO dengan melakukan coding, baik dengan node dan case, juga melakukan case dan file classification maupun classification attribute. Selanjutnya melakukan analisis sentimen dan word search yang berkaitan dengan query, serta visualisasi dari data yang kita miliki.

    Dr. Wing berharap, topik ini bisa membawa semangat baru, baik bagi dosen dan mahasiswa untuk semakin cepat mengadakan penelitian.

    “Terutama bagi dosen, karena BKD sudah full online dan menjadi tanggung jawab kita sendiri untuk mengupload berbagai dokumen. Dan juga bagi mahasiswa yang tuntutan studinya harus publikasi”.

    Mudah-mudahan dengan kegiatan ini mampu memberikan semangat dosen dan mahasiswa untuk segera melakukan penelitian dan bisa segera dipublikasikan.

    Di kegiatan itu, para peserta dapat bertanya langsung selama paparan narasumber (Humas FEB).

  • Webinar Prodi S1 Akuntansi Angkat Tema Political Connection and Accounting Research

    Webinar Prodi S1 Akuntansi Angkat Tema Political Connection and Accounting Research

    Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan Webinar A Series of Internasional Class Opening Activities dengan tema “Political Connection and Accounting Research” pada Rabu, 10 November 2021.

    Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si, Wakil Dekan Akademik, Riset, dan Kemahasiswaan FEB UNS dalam sambutannya menyampaikan bahwa topik webinar ini merupakan pilihan yang bagus untuk membentuk mentalitas akademik sebagai peneliti dan juga topik political connection mempunyai sebuah kemenarikan, dan memiliki banyak peminat, serta dapat membuka kesempatan yang luas, khususnya untuk peneliti di bidang akuntansi.

    Prof. Izza Mafruhah saat memberikan sambutan

    Webinar yang diikuti sekitar 130-an mahasiswa itu menghadirkan narasumber Dr. Effeizal Aswadi Abdul Wahab, dosen Curtin University of Technology, Australia.

    “Studi koneksi politik bukanlah hal baru, penelitian ini merupakan katalis penting untuk penelitian koneksi politik lainnya di bidang akuntansi dan meneliti peran koneksi di antara individu-individu teratas melalui kepemilikan silang dan interlock.” Katanya.

    “Alasan mengapa begitu penting adalah karena hubungan antara koneksi politik dan kinerja perusahaan (baik dalam ekonomi, sosial, ras, politik).

    Peran koneksi politik lebih mendalam dalam mengembangkan ekonomi baru. Juga dapat dilihat sebagai cara lain untuk mengatasi inefisiensi. Politik adalah bagian dari pemerintah atau organisasi karena pemerintahlah yang akan memprakarsai aturan, regulasi pasar modal sehingga mempengaruhi perkembangan pasar modal.” Tegasnya.

    Effiezal juga menyampaikan beberapa contoh penerapan political connection di beberapa negara antara lain di Malaysia, Mauritius, Arab Saudi serta Indonesia.

    Peserta webinar

    Dia menekankan bahwa political connection di Indonesia masih terpengaruh oleh koneksi militer atau Military Connection yang merupakan salah satu kebijakan politik peninggalan Presiden Soeharto. Artinya peran militer dalam pasar modal dan juga perekonomian di Indonesia masih berpengaruh besar dalam aspek-aspek tersebut.

    Reporter: Fauzan

    Editor: Humas FEB

     

  • Wapres RI Dorong UNS Ciptakan Generasi Muda yang Unggul di Bidang Ekonomi dan Keuangan Syariah

    Wapres RI Dorong UNS Ciptakan Generasi Muda yang Unggul di Bidang Ekonomi dan Keuangan Syariah

    Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) K.H. Ma’ruf Amin mengharapkan peran serta Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia, UNS didorong untuk mencetak generasi muda yang unggul di bidang ekonomi dan keuangan syariah. Hal tersebut ia sampaikan pada pidato utama The 2021 Sebelas Maret International Conference on Islamic Economics (SMICIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS.

    “Saya mengharapkan UNS sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia untuk mengambil peran dalam rangka mencetak generasi muda yang unggul di bidang ekonomi dan keuangan syariah dalam rangka mempercepat tumbuhnya ekonomi dan keuangan syariah Indonesia,” tutur K.H. Ma’ruf Amin, Selasa (9/11/2021).

    Pengembangan ekonomi syariah sendiri tidak terlepas dari beberapa sektor kunci. K.H. Ma’ruf Amin menjelaskan diantaranya keuangan syariah, industri makanan dan minuman halal, kosmetik halal, obat-obatan halal, travel ramah muslim, fashion muslim, serta media dan rekreasi bertema islam. Sektor tersebut berkembang secara signifikan di dalam negeri mengingat Indonesia memiliki pasar muslim terbesar di dunia, baik sebagai konsumen maupun produsen. Terlebih setelah Pandemi Covid-19 menghantam ekonomi dunia, sektor ekonomi syariah harus dioptimalkan sebagai mesin pertumbuhan baru yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

     

    Pembentukan generasi muda yang unggul di bidang ekonomi dan keuangan syariah menjadi salah satu upaya pendukung dalam peningkatan peran bank syariah di Indonesia. Hal ini menjadi implementasi dari penyiapan Sumber Saya Manusia (SDM) yang unggul dan berakhlak mulia. Upaya peningkatan lain berkaitan dengan pemanfaatan teknologi berbasis digital, pengembangan inovasi yang berkelanjutan dalam hal menciptakan produk dan layanan baru, perluasan layanan bank syariah hingga perbankan ke daerah-daerah, dan perluasan literasi kepada masyarakat.

    Wapres RI turut menyampaikan apresiasi pada seluruh sivitas akademika UNS yang telah menyelenggarakan The 2021 SMICIE. Ia berharap konferensi ini dapat menghasilkan rumusan-rumusan yang inovatif bagi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

    Dalam pidatonya, perguruan tinggi dinilai memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, khususnya perbankan syariah. Ekonomi dan keuangan syariah merupakan bagian intergral dari sistem perekonomian nasional yang memiliki peran penting dalam upaya pemulihan ekonomi nasional.

    “Oleh karena itu, perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan sumbangsih dalam bentuk pemikiran, inovasi, penyiapan SDM, dan mendorong literasi dalam memajukan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia,” terangnya.
    (Humas UNS)

  • Prodi Akuntansi FEB UNS Adakan Webinar Series dalam rangka Pembukaan Kelas Internasional

    Prodi Akuntansi FEB UNS Adakan Webinar Series dalam rangka Pembukaan Kelas Internasional

    Program Studi (Prodi) S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) mengadakan webinar bertajuk “Sustainability Reporting, Integrated Reporting, ESG Reporting, and Laporan Keberkelanjutanthe IFRS Foundation Initiative Aiming for Mandatory Reporting, pada Senin, 25 Oktober 2021, via Zoom Cloud Meeting dan Youtube Livestreaming di FEB UNS Youtube Official Channel.

    Webinar yang merupakan bagian dari Series of International Class Opening Activities yang diinisiasi oleh Prodi S1 Akuntansi di tahun 2021 dan melibatkan 13 universitas partner tersebut menghadirkan Dr. Elvia R. Shauki dari Universitas Indonesia (UI) sebagai pembicara tunggal.

    Dr. Mugi Harsono, Wakil Dekan Perencanaan, Kerjasama, Bisnis, dan Informasi FEB UNS, mewakili sambutan Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto, menyampaikan topik webinar ini merupakan topik yang sangat penting dan perlu di perhatikan oleh perusahaan.

    “Di Indonesia, sustainability report (laporan keberlanjutan) adalah merupakan bagian yang wajib dicantumkan dalam laporan keuangan tahunan berdasarkan peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ungkap Dr. Mugi.

    Lebih lanjut beliau dikatakan bahwa tujuan dari kelas internasional adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di FEB UNS, meningkatkan hubungan baik antara FEB UNS dengan universitas partner, memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui partisipasi dalam interaksi langsung antara UNS dan universitas partner, serta meningkatkan reputasi akademik FEB UNS dan Indonesia secara umum di bidang bisnis, ekonomi, dan ilmu sosial.

    Mengawali presentasinya, Dr. Elvia menyatakan bahwa sustainability reporting ini penting karena terdapat kemungkinan bahwa pengungkapan ini akan menjadi sebuah laporan wajib (mandatory report) yang harus dilakukan oleh perusahaan saat kalian lulus nanti.

    Tujuan dari materi yang akan disampaikannya adalah untuk memahami apakah harmonisasi dari laporan berkelanjutan, yang termasuk didalamnya adalah framework (kerangka), akan segera berlangsung.

    Di kesempatan tersebut, Dr. Elvia menjelaskan beberapa poin terkait laporan keberlanjutan seperti istilah-istilah dalam sustainability reporting, pengertian dari sustainability reporting, alasan pengungkapan sustainability report, dan peran akuntan.

    “Sustainability reporting sering juga dikenal dalam beberapa nama lain seperti Corporate Social Reporting, Triple Bottom Line Reporting, ESG, Laporan Keberlanjutan, dan lain sebagainya. Perbedaan dari berbagai macam penamaan ini terletak pada coverage (cakupan) dan audiens dari laporan tersebut,” jelas Dr. Elvia terkait definisi laporan keberlanjutan yang seringkali memiliki beberapa sinonim.

    Dalam acara yang berlangsung secara interaktif tersebut Dr. Elvia juga menjelaskan alasan untuk melakukan pelaporan sustainability serta teori yang dapat digunakan untuk menganalisa alasan perusahaan melakukan pelaporan sustainability seperti institutional theory dan positive accounting theory.

    Selama acara peserta diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada Dr. Elvia ataupun secara tertulis melalui Zoom Chatbox. Diakhir acara terdapat undian hadiah bagi peserta yang aktif bertanya dan sesi foto bersama.

    Reporter: Aulia

    Editor: Humas FEB

  • Kerjasama dengan PT Kliring Berjangka Indonesia, FEB UNS Gelar Kuliah Umum Sistem Resi Gudang, Instrumen untuk Kesejahteraan Petani Indonesia

    Kerjasama dengan PT Kliring Berjangka Indonesia, FEB UNS Gelar Kuliah Umum Sistem Resi Gudang, Instrumen untuk Kesejahteraan Petani Indonesia

    Hampir separuh rakyat di Indonesia bekerja di sektor pertanian. Namun sampai saat ini sektor pertanian belum mampu mendominasi kontribusi terhadap pendapatan nasional. Di lapangan masih banyak permasalahan-permasalahan ditemui, salah satunya adalah permodalan.

    Adanya Sistem Resi Gudang (SRG) dari PT Kliring Berjangka Indonesia ini diharapkan mampu memberikan beberapa manfaat diantaranya keterkendalian dan kestabilan harga komoditas serta keterjaminan modal produksi.

    Terobosan-terobosan PT Kliring Berjangka Indonesia itu diharapkan dapat membantu petani serta kelompok tani maupun usaha kecil dan menengah yang selama ini mengalami kesulitan dalam mendapatkan akses permodalan terutama melalui pinjaman kredit.

    Pernyataan itu disampaikan Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com (Hons),Ph.D, Ak, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam sambutannnya di Kuliah Umum Sistem Resi Gudang, Instrumen untuk Kesejahteraan Petani Indonesia, kerja sama FEB UNS dengan PT Kliring Berjangka Indonesia Rabu, 3 November 2021.

    “Materi kuliah umum sebagai pengenalan sesuatu hal yang baru tentang sistem  resi gudang yang diharapkan dapat membuka wacana bagi para mahasiswa, sehingga nantinya dapat ikut memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi di Indonesia” harapnya.

    Agung Rihayanto, Direktur PT Kliring Berjangka Indonesia menjelaskan, Kliring Berjangka Indonesia perannya sebagai pusat registrasi resi gudang, tidak hanya membantu petani namun juga aman digunakan oleh para manajer, khususnya berkaitan dengan supply chain. Gudang memiliki karakteristik mampu mempertahankan mutu, nilai, jumlah, kalaupun ada susut, susutnya bisa ditolerir oleh suatu ketentuan.

    Diharapkan, kuliah umum ini sebagai awalan yang baik bagi mahasiswa khususnya bagi sivitas akademika FEB UNS untuk mengenal dan lebih memahami tentang sistem resi gudang.

    Sementara itu, Widiastuti, Kepala Biro Pembinaan dan Pengawasan Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang Komoditas, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengatakan melalui UU No 9 Tahun 2006 tentang Sistem Resi Gudang yang telah diamandemen dengan UU No 9 Tahun 2011,  Indonesia memiliki instrumen keuangan dan perdagangan yang memberikan pilihan bagi petani, usaha kecil menengah maupun pelaku usaha lainnya untuk memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan  dengan agunan berupa resi gudang.

    Menurutnya, strategi ini mereposisikan kembali  komoditas pertanian sebagai satu barang yang memiliki nilai ekonomis yang layak dipergunakan sebagai jaminan untuk mendapatkan pembiayaan dari lembaga keuangan tanpa adanya jaminan lainnya, seperti fixed asset, tanah, rumah dan lainnya,  jadi cukup dengan agunan komoditi yang disimpan di gudang SRG.

    “Pengembangan instrumen ini merupakan komitmen pemerintah guna memberdayakan petani kita yang kurang memiliki posisi tawar dan terbatasnya pilihan selain menjual hasil budidayanya saat panen dengan harga yang rendah atau tidak layak” tegasnya.

    Perlu ditekankan, sistem resi gudang memiliki peran lebih dari  sekedar pembiayaan namun juga menjaga harga agar tidak jatuh dan kita harapkan stabil, memutus rantai pasok perdagangan yang panjang dan menjadikan pemenuhan  standar mutu menjadi suatu kebutuhan.

    Melalui sistem resi gudang  ini, pemenuhan komoditas pangan yang berkualitas dengan harga yang terjangkau di tingkat masyarakat, dan keuntungan di tingkat  petani diharapkan dapat terwujud,

    Dengan adanya sistim informasi  pada SRG, ketersediaan data dan sebaran stok cadangan komoditas akan akurat dan tidak diragukan validitasnya. Pemerintah dapat mengambil kebijakan yang tepat terkait dengan penyebaran, penyediaan gabah di daerah dalam menciptakan kedaulatan  pangan nasional. SRG sebagai manajemen stok untuk menjaga kestabilan pangan di Indonesia. (Humas FEB)

  • RG Green Economy FEB UNS Kembangkan Wisata Ekologi dan Edukasi Waduk Kedung Ombo dengan Strategi 5 W  

    RG Green Economy FEB UNS Kembangkan Wisata Ekologi dan Edukasi Waduk Kedung Ombo dengan Strategi 5 W  

    Research Group (RG) Green Economy Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret  (UNS) melakukan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat di Waduk Kedung Ombo (WKO) wilayah Sragen, Rabu, 22 September 2021.

    RG yang diketuai oleh Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si, dosen yang juga Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS itu melakukan edukasi dan pendampingan kepada perangkat desa Ngargosari Sragen dalam hal pengelolaan kawasan wisata WKO. Di kawasan ini, tim mengembangkan perpaduan antara ekologi dan edukasi tourism, sebuah konsep wisata yang memadukan antara pendidikan dan lingkungan.

    Prof. Izza menyampaikan, WKO merupakan salah satu waduk di Jawa Tengah yang berada di tiga kabupaten sekaligus yaitu Kabupaten Grobogan, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Boyolali. Saat ini, WKO wilayah Sragen memiliki potensi yang sangat bagus dan luar biasa, khususnya di bidang ekologi yang akan bisa dikembangkan dan dipadukan dengan edukasi, namun selama ini belum di bangun dan masih belum dikelola dengan baik

    “Pembangunan kawasan wisata mempunyai lima aspek utama yaitu what to see, what to do, what to buy, what to arrive dan what to stay. Kelima aspek tersebut merupakan indikator yang akan membantu dalam pengembangan kawasan wisata WKO, khususnya yang ada di wilayah Sragen”, tuturnya melalui rilis yang diterima feb.uns.ac.id.

    Pada aspek what to see, apa yang akan dilihat di WKO. Potensi utama tersebut antara lain potensi perairan yang luas, kawasan berhutan yang hijau dengan pemandangan dan udara yang menyejukkan, potensi ini dikembangkan dengan bantuan indikator yang kedua.

    What to do,  melalui pengembangan untuk perikanan khususnya budidaya dengan menggunakan karamba, wisata kuliner, wisata memancing, wisata dan permainan air dengan tetap memperhatikan aspek keamanan.

    Potensi lahan yang cukup luas bisa dimanfaatkan untuk tanaman buah khususnya kelengkeng dan jambu kristal yang bisa tumbuh subur, camping ground, olah raga minat khusus terutama yang bernuansa out bond dan pembangunan gardu pandang dengan spot foto instagramable.

    Track yang sudah dibangun untuk jalan kaki dan bersepeda bisa ditambahkan dengan berbagai alat transportasi lain seperti bendi, kereta kelinci dan fasilitas lain yang memberikan kemudahan  bagi pengunjung untuk berkeliling.

    What to buy, outlet kuliner dan cindera mata bisa dikembangkan di sepanjang jalur track dan pinggiran waduk akan menarik wisatawan untuk dating dan juga menghidupkan ekonomi masyarakat.

    What to arrive, yaitu bagaimana pelaku usaha dan penggiat wisata merancang event berkala yang akan menarik minat pengunjung untuk datang, misalnya festival layang-layang, festival kuliner, festival perahu hias  maupun yang lainnya, sehingga pengunjung akan datang pada acara tersebut.

    Pada aspek terakhir yakni what to stay, saat ini penginapan bernuansa alam banyak diminati, dengan tenda, glamping justru  akan menarik masyarakat datang dari berbagai kalangan khususnya pelajar.

    Potensi lain,  Desa Ngargosari merupakan pengampu wilayah WKO Sragen sebagai salah satu desa melek internet yang dicanangkan oleh Kabupaten Sragen. Internet memberikan pengaruh bagi pengembangan kepariwisataan dan kemudahan untuk akses internet akan menjadi salah satu daya tarik utama wisatawan untuk hadir.

    Sementara itu, kelemahan utama WKO wilayah Sragen adalah kurang bagusnya akses menuju lokasi. Potensi dan kelemahan tersebut tentu membutuhkan rencana pengembangan dan upaya komprehensif yang dilakukan oleh berbagai stakeholder baik dari pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, akademisi maupun media.

    “Pemerintah memiliki tugas dan kewenangan dalam pembangunan sarana jalan dan fasilitas lain di lokasi WKO, pelaku usaha memiliki tanggungjawab untuk mengembangkan kemenarikan WKO baik berupa event, fasilitas penunjang  dan kuliner, akademisi berkewajiban untuk melakukan penelitian dan pengabdian yang mendorong semakin hidup dan berkembangnya WKO, serta media bertugas menjadi corong promosi  bagi kawasan WKO” tegasnya.

    Kelima unsur yang disebut dengan pentahelix tersebut apabila bekerja dengan menyeluruh maka akan memberikan poin penting bagi pengembangan WKO sebagai salah satu destinasi wisata yang menarik.

  • MM FEB UNS Raih Penghargaan Indonesia Digital Popular Brand Award 2021

    MM FEB UNS Raih Penghargaan Indonesia Digital Popular Brand Award 2021

    Program Studi (Prodi) Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) memperoleh penghargaan Indonesia Digital Popular Brand Award (IDPBA) 2021 sebagai salah satu perguruan tinggi penyelenggara pendidikan MM dengan pengelolaan media digital terbaik di Indonesia.  Adapun 9 Prodi MM perguruan tinggi lainnya yang juga meraih penghargaan adalah UNAIR, UNPAD, ITB, IPB, UNDIP, UI, UGM, USU dan UB.  Penghargaan diberikan secara daring pada acara seremoni Penghargaan IDPBA, Kamis 28 Oktober 2021.

    Retno Tanding Suryandari, S.E., M.E., Ph.D., Kepala Prodi MM FEB UNS mengatakan, di penghargaan IDPBA, ada 3 kriteria penilaian yakni Search Engine Based, berdasarkan ulasan brand di halaman internet dan pencarian brand rata-rata perbulan di internet, kemudian Social Media Based, berdasarkan engagement Facebook, Instagram & Youtube dan juga Website Based, berdasarkan traffic website, kecepatan akses website dan mobile user friendliness.

    Jadi, dari tiga kriteria penilaian itu, Info Brand memilih sepuluh prodi MM dari perguruan tinggi yang memenuhi kriteria awal yaitu kriteria  perguruan tinggi yang diulas lebih dari 10.000 halaman mesin pencari dan  UNS masuk dalam kategori itu.

    “Salah satu yang saya kira membuat UNS bisa masuk ke dalam 10 besar ini, UNS sangat  gencar memanfaatkan media sosial disamping media formal di laman-laman internet untuk memperkenalkan UNS dan prodi yang ada dilingkungan UNS. Pemanfaatan media sosial seperti Youtube, Instagram, Twitter yang kemudian menjadi salah satu dari penilaian tentang seberapa besar traffic yang diperoleh oleh perguruan tinggi maupun prodi tersebut “ paparnya.

    Dijelaskan pula, saat ini selain website, MM juga memanfatkan media sosial lainnya yakni Youtube, Instagram, Twitter dan Facebook sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan stakeholder, calon mahasiswa, juga para mahasiswa maupun para pencari informasi.

    Beberapa konten dalam medsos MM, ada yang terkait dengan konten-konten bisnis, bagaimana mengelola bisnis, apa saja tantangan serta solusi yang bisa diambil oleh para pengambil keputusan terkait problem-problem yang dihadapi pengelola bisnis dan organisasi.

    Harapan kami, konten-konten yang kami sajikan dalam medsos MM tidak hanya bermanfaat untuk kalangan mahasiswa,  namun juga pencari informasi lainnya, misalnya para pengelola bisnis dan lain sebagainya.

    Menurut  Dr. Retno Tanding, penghargaan yang diperoleh Prodi MM ini merupakan hasil kerja keras banyak tim. Tidak hanya pengelola media sosial MM, namun juga para pengelola website, kontribusi fakultas dan juga promosi yang dilakukan universitas tentang keseluruhan prodi di UNS. (Humas FEB)

  • Undang Pengguna Dana, FEB UNS Lakukan Monitoring Daya Serap Anggaran Tahun 2021

    Undang Pengguna Dana, FEB UNS Lakukan Monitoring Daya Serap Anggaran Tahun 2021

    Dalam rangka meningkatkan daya serap anggaran tahun anggaran 2021, Fakultas Ekonomi dan Bisnis  (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan bertajuk Monitoring Daya Serap Anggaran, Selasa 19 Oktober 2021 di Hotel Lor inn, Karanganyar.

    Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com., (Hons), Ph.D, Ak. dalam sambutannya menyampaikan, di kegiatan ini, kita ingin memonitor kegiatan dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang harus diselesaikan pada akhir November 2021.

    “Saya harapkan pengguna dana bisa mengadministrasikan dan melakukan aktifitasnya selesai di akhir November 2021 ini. Pertemuan ini menjadi penting karena waktunya tinggal satu setengah bulan lagi. Semua pengguna dana bisa memaparkan mana kegiatan yang telah dilakukan dan sudah selesai administrasinya, mana yang sudah kegiatan tapi belum selesai administrasinya. Jika belum selesai, kesulitannya dimana dan segera diselesaikan. Jika ada kegiatan yang kira-kira tidak bisa dilakukan, dikumpulkan dulu saja nanti akan dipikirkan” paparnya.

    Di waktu yang terpisah, Wakil Dekan Sumber Daya Manusia, Keuangan dan Logistik FEB UNS,  Dr. Djuminah, M.Si., Ak. menegaskan, koordinasi ini dilakukan di semua level unit pengguna dana. Kini sudah memasuki tri wulan ke 4 yang merupakan tri wulan terakhir penggunaan dana, bahkan sudah memasuki minggu ke 3 pada tri wulan ke 4 ini.

    Sementara di pihak lain, pada akhir November 2021,  semua kegiatan harus sudah selesai termasuk peng SPJ-annya. Sehingga jika diperkirakan terdapat beberapa agenda yang karena situasi dan kondisi tertentu tidak dapat dilaksanakan maka di kegiatan monitoring ini bisa dilakukan konfirmasi, kolaborasi dengan unit lainnya di lingkungan FEB.

    Harapannya, di akhir tahun anggaran 2021 daya serap FEB nanti mendekati 100%, atau bahkan bisa full 100%. (Humas FEB)