FEB

Kategori: fakultas

  • Dekan FEB UNS Bahas Kesiapan Perguruan Tinggi Dalam Menyongsong Merdeka Belajar Kampus Merdeka   

    Dekan FEB UNS Bahas Kesiapan Perguruan Tinggi Dalam Menyongsong Merdeka Belajar Kampus Merdeka  

    Kebijakan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka yang tertuang dalam Permendikbud no 3 tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi  memberikan jawaban atas tuntutan link and match dengan industri, dunia kerja, penelitian dan kebutuhan desa serta dengan kabupaten, provinsi, negara dan dunia.

    Kampus Merdeka memberikan otonomi kepada lembaga pendidikan. Kemerdekaan dari birokrasi yang berbelit sehingga dosen bisa lebih fokus meningkatkan kualitas para mahasiswa.

    Mahasiswa juga diberikan kebebasan untuk memilih bidang yang mereka sukai sehingga diharapkan bisa belajar di lingkungan desa, masyarakat, tempat kerja dan lingkungan industri.

    Pernyataan itu disampaikan Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, (M.Com), Hons Ph.D, Ak, CA., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) pada  Virtual International Conference yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dosen Akuntansi Indonesia Aceh, Selasa, 29 September 2020.

    Bersama dengan  lebih dari 20 pembicara lain dari dalam dan luar negeri, di kegiatan yang bertemakan Higher Education Readiness Towards Independent Learning Policies, Prof. Djoko memaparkan tentang kesiapan Perguruan Tinggi dalam menyongsong Medeka Belajar Kampus Merdeka dengan mencontohkan beberapa hal yang sudah dilakukan oleh FEB UNS .

    Selanjutnya disampaikan, Kampus Merdeka bertujuan untuk menciptakan generasi unggul dengan kreatifitas, ide, inovasi dan siap belajar kapanpun dan dalam kondisi apapun.

    “Gagasan Mendikbud yang sangat perlu kita respon dengan cepat adalah formula pembelajaran “lima tiga”. Mahasiswa mengikuti proses pembelajaran di kampus selama 5 semester dan mahasiswa memiliki hak di 3 semester berikutnya untuk melakukan pembelajaran di luar kampusnya, di prodi lain, di fakultas lain, di universitas lain, di daerah-daerah ataupun di industri” terangnya.

    Implementasi belajar 3 semester di luar yakni melalui pertukaran pelajar, magang atau praktik kerja, asistensi mengajar di satuan pendidikan, penelitian, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha,  studi atau proyek independen serta membangun desa atau kuliah kerja nyata tematik.

    Prof. Djoko yang saat ini menjabat sebagai Ketua Divisi Akreditasi Ikatan Akuntan Indonesia-Kompartemen Akuntan Pendidik (IAI-KAPd) juga menegaskan meskipun sudah ada panduan Kampus Merdeka dari Kemendikbud tapi lembaga pendidikan harus membuat panduan yang lebih spesifik. Panduan yang lebih khusus dan menyesuaikan dengan kondisi perguruan tinggi.

    Dikatakannya, program Studi (prodi) di sebuah perguruan tinggi harus memiliki kesiapan menyongsong Kampus Merdeka, diantaranya dituntut untuk memiliki keunikan dan keunggulan yang berbeda dari prodi yang sama di perguruan tinggi lain, mengevaluasi kurikulum,  menjalin kerjasama dengan industri, asosiasi, BUMN, Desa dan juga kesiapan dari sarana prasarana.

    FEB UNS sudah menjalankannya aktifitas merdeka belajar, diantaranya, di semester ini untuk ketiga program studi, Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Pembangunan FEB UNS sudah bekerja sama dan melakukan pertukaran pelajar dengan FEB Universitas Brawijaya. Karena masih dalam satu klaster,  secara administrasi lebih mudah.

    FEB UNS  sudah menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan, misalnya Sritex dan juga dengan Asosiasi Logistik dan Forwarding Indonesia (ALFI) yang siap menerima mahasiswa magang. Selain itu FEB UNS juga sudah memiliki desa binaan.  (Humas)

  • Perlu Sinergitas Internal dan Eksternal Auditor di Masa Pandemi Covid-19

    Perlu Sinergitas Internal dan Eksternal Auditor di Masa Pandemi Covid-19

    Dalam kondisi normal, selama 5 tahun ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menangani tindak pidana korupsi sejumlah 1152 pelaku. Belum lagi yang ditangani aparat hukum yang lainnya. Dari sejumlah itu, yang paling banyak adalah jenis penyuapan.

    Di masa darurat penanganan pandemi Covid-19, pemerintah banyak menggelontorkan bantuan kepada masyarakat. Kelonggaran ini menjadikan peluang tindak korupsi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab akan semakin tinggi.

    Pernyataan itu disampaikan Dhoni Widianto, S.Sos., M.si., C.FrA, Inspektur Pembantu Khusus, Inspektorat Provinsi Jawa Tengah (Jateng) pada Webinar yang diselenggarakan oleh Program Studi Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret,  Sabtu 26 September 2020.

    Selanjutnya dikatakan, Provinsi Jateng sudah menganggarkan sebanyak Rp 2,126 Triliun untuk penanganan pandemi Covid-19. Anggaran itu  dialokasikan dalam empat uraian kegiatan yakni penanganan dampak kesehatan, penanganan dampak ekonomi, bantuan keuangan pembangunan desa dan penyediaan  jaring pengaman sosial.

    Dhoni Widianto, S.Sos., M.si., C.FrA, Inspektur Pembantu Khusus, Inspektorat Provinsi Jateng

    “Itu adalah angka yang sangat besar dan akan menjadi celah oknum untuk melakukan aksi korupsi. Menurut Bareskrim, beberapa area yang sangat berisiko terjadi penyimpangan, penyelewengan, dan  fraud diantaranya pada pengadaan barang dan jasa, penyerapan anggaran, distribusi bantuan serta kebijakan pemberian insentif” jelasnya.

    Inspektorat Jateng telah melakukan pengawalan dalam penanganan Covid-19 yakni dengan melakukan reviu usulan SKPD sehingga dapat diyakini bahwa rencana belanja tersebut benar-benar untuk penanganan Covid. Juga melakukan validasi data calon penerima manfaat jaring pengaman sosial bekerjasama dengan dinas sosial.

    Dhoni juga menyampaikan arahan Presiden Joko Widodo mempersilahkan penegak hukum di masa pandemi ini untuk menindak tegas pejabat dan aparat pemerintah yang melakukan tindak pidana korupsi dan mengedepankan aspek pencegahan. Dan juga menjaga sinergi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah  (APIP) dengan lembaga pemeriksa keuangan.

    Narasumber kedua dalam Webinar bertemakan Sinergi Auditor Internal dan Auditor Eksternal dalam Mewujudkan Good Government pada Masa Pandemi Covid-19 adalah Mohamad Iqbal Arruzi,Ph.D, Auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia.

    Mohamad Iqbal Arruzi,Ph.D Auditor BPK RI

    Disampaikannya,  di masa pandemi, BPK telah melakukan strategi pemeriksaan yang dilakukan dengan menetapkan alur distribusi kebijakan audit dan kebijakan informasi, penguatan infrastruktur TI untuk auditor, pengaplikasian kertas kerja elektronik, platform internal untuk berbagi file atau file sharing elektronik serta perubahan pada manajemen tim audit.

    BPK juga telah menerapkan Remote Audit sebagai solusi, yakni metode audit yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, dengan analisa data untuk menilai keakuratan data keuangan dan kontrol internal, mengumpulkan bukti elektronik dan berinteraksi dengan klien.

    Keunggulan remote audit mengurangi  biaya perjalanan, meningkatkan ketersediaan kelompok auditor, memperluas cakupan audit, peningkatan hasil reviu dokumen, peningkatan penggunaan teknologi yang ada dapat memperkuat dokumentasi dan pelaporan, beban audit terhadap fasilitas operasional dapat dimitigasi.

    Prof. Dr. Abdul Halim, M.B.A., Ak., C.A, Kaprodi Magister Akuntansi FEB UGM

    Sementara itu, Prof. Dr. Abdul Halim, M.B.A., Ak., C.A, Kepala Program Studi Magister Akuntansi FEB UGM menegaskan kembali bahwa adanya pandemi telah membawa pengaruh yang besar pada berbagai kehidupan termasuk aspek negara dalam mengelola keuangan negara hingga ke pengauditan pengelolaan. Perlu sinergitas antara internal dan eksternal auditor dalam kondisi pandemi. (Humas)

  • Tiga Narasumber Beri Tips Publikasi Artikel

    Tiga Narasumber Beri Tips Publikasi Artikel

    Beberapa alasan mengapa akademisi perlu melakukan publikasi, diantaranya adalah untuk memenuhi Key Performance Indikator (KPI) dari universitas atau fakultas, karena kegiatan tersebut merupakan kewajiban dari seorang akademisi untuk berkontribusi ke pengembangan bidang studinya. Selain itu, publikasi juga menjadi syarat dalam peningkatan karir.

    Hal itu disampaikan Prof. Dr. Mariani Abdul Majid dari Universiti Kebangsaan Malaysia, mengawali presentasinya  pada World Class Professor (WCP) Workshop yang diselenggarakan oleh Center for Fintech dan Banking (PUI PT Fintech dan Banking), Universitas Sebelas Maret (UNS), Jum’at 25/9/2020.

    Prof. Dr. Mariani Abdul Majid, Universiti Kebangsaan Malaysia

    Selanjutnya, Dr. Mariani menjelaskan langkah-langkah dalam menyiapkan manuskrip artikel ilmiah untuk di kirim ke peer-review journal atau jurnal yang review artikelnya dilakukan oleh pihak yang independen serta identifikasi langkah-langkah penting dalam proses publikasi jurnal.

    Penulis sering melakukan  kesalahan-kesalahan ketika mengirimkan naskahnya ke sebuah jurnal, yang kemudian berujung pada rejection atau penolakan.

    “Kebanyakan mahasiswa melakukan review literatur tanpa adanya keterkaitan antara literatur yang di-review dengan research question dalam penelitiannya,” ungkapnya.

    Menyambung materi yang telah dipaparkan oleh Dr. Mariani, Prof. Doddy Setiawan, akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS menjelaskan tentang teknik dalam memilih jurnal yang sesuai untuk publikasi artikel ilmiah.

    Prof. Doddy Setiawan dari FEB UNS saat presentasi

    Prof. Doddy menyarankan agar para peneliti, baik itu mahasiswa program doktor ataupun dosen agar menghindari jurnal yang bermasalah dan mempersiapkan artikelnya sesuai dengan jurnal yang akan dituju.

    “Sebaiknya peneliti harus sudah memperkirakan tujuan jurnal publikasi ketika memulai penelitian. Hal ini juga berlaku pada mahasiswa program doktoral,” tegasnya.

    Dalam menentukan outlet publikasi terdapat beberapa poin penting yang perlu diperhatikan antara lain tujuan dan cakupan dari jurnal yang dituju untuk menghindari desk rejection,  tipe artikel yang hendak dipublikasi, mengikuti panduan penulis yang disyaratkan oleh jurnal yang dituju, dan yang terakhir adalah indeks jurnal (jurnal nasional terindeks Sinta, jurnal internasional, terindeks Scopus, SSCI-Web of Science, ESCI).

    Prof. Doddy secara khusus di penutup materinya menyatakan bahwa proses publikasi bukanlah seperti lari sprint melainkan seperti marathon, sehingga penulis perlu menjaga semangatnya dalam menulis, karena sangat kecil kemungkinan artikel kita akan dapat langsung diterima pada proses submit pertama kali. Pasti ada proses revisi berkali-kali.

    Sementara itu, narasumber lain, Prof. Law Siong Hook dari Universiti Putra Malaysia mengungkapkan bahwa  ada banyak workshop yang mengajarkan tentang bagaimana publikasi di jurnal internasional tapi tidak banyak yang mengungkap atau mengajarkan bagaimana caranya merespon report dari reviewer yang diterima selama proses publikasi jurnal.

    Prof. Law Siong Hook dari Universiti Putra Malaysia

    Dikatakannya,  respon terhadap reviewer report sangatlah penting karena hal ini mempengaruhi keputusan publikasi. Prof. Law juga memberi contoh langsung bagaimana merespon email review dari reviewer jurnal, beserta tips yang harus dilakukan ataupun dihindari ketika mengirimkan respon/jawaban kepada reviewer dan editor jurnal. (Aulia/Humas)

     

  • RG FEB UNS Bantu Kembangkan Kampung Wayang Kepuhsari

    RG FEB UNS Bantu Kembangkan Kampung Wayang Kepuhsari

    Kampung Wayang Kepuhsari yang berada di Kecamatan Manyaran Wonogiri bekerja sama dengan Tim Riset Group (RG) Applied Microeconomics Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) terus berinovasi di tengah Pandemi COVID-19.

    Berbagai upaya dilakukan tim dan masyarakat untuk memperbaiki situasi Kampung Wayang Manyaran sebagai desa wisata.

    Tim RG yang terdiri atas  Prof. Dr. Yunastiti Purwaningsih, M.P,  Tri Mulyaningsih,S.E., M.Si., Ph.D, Mulyadi, SE, M.Ec. Dev, dan Lely Ratwianingsih, S.E., M.Sc., bersama dengan aparat desa dan pengrajin setempat merumuskan beberapa atribut yang dibutuhkan agar Kepuhsari menjadi destinasi wisata yang senyatanya. Gagasan tersebut tercetus sebagai hasil Focus Group Discussion (FGD) yang digelar  bulan Agustus lalu.

    Beberapa atribut untuk lebih mempopulerkan Kepuhsari sebagai tempat wisata diantaranya papan penunjuk arah, papan nama homestay, dan media informasi desa.  Selain itu, sosialisasi nama jalan ke desa-desa sebelah dengan menggunakan selebaran. Adapun pelaksanaan pemasangan atribut identitas desa wisata dilakukan pada Kamis,  24 September 2020.

    Atribut ini dimaksudkan untuk bisa membedakan antara Kepuhsari sebagai desa wisata dengan desa lain yang bukan desa wisata.

    “Dengan pemasangan atribut ini, diharapkan keberadaan desa wisata lebih dapat dikenal oleh khalayak. Selain itu, calon pengunjung bisa lebih mudah menjangkau Kampung wayang ini dengan berbagai penunjuk arah yang sudah dibuat. Akhirnya, hasil dari kegiatan bersama ini, kini Kepuhsari tidak lagi sebagai sebuah desa wisata tanpa tanda-tanda” jelas Mulyadi kepada media FEB.

    Lebih lanjut dikatakan, selama ini masyarakat luar tidak cukup informasi persis mengenai letak geografis kampung wisata ini. Dari akses lalu lintas jalan raya Wonogiri hingga Pracimantoro tidak cukup jelas penunjuk arah ke Kepuhsari.

    Pendampingan Tim RG kepada Masyarakat Kampung Wayang ini bukan kali pertama. Sebelumnya Tim telah memberikan dukungan untuk mengembangkan sumber daya yang dimiliki oleh desa tersebut, yakni dengan melakukan pelatihan e-branding produk wayang. (Humas)

    Berita ini juga tayang di:

    https://kisuta.com/cerdik/rg-feb-uns-bantu-kembangkan-kampung-wayang-kepuhsari-sebagai-desa-wisata

  • Pengamat Ekonomi: Pertumbuhan Ekonomi Masih Berada dalam Teritori yang Positif

    Pengamat Ekonomi: Pertumbuhan Ekonomi Masih Berada dalam Teritori yang Positif

    Krisis ekonomi yang terjadi di masa pandemi Covid-19 menggambarkan alarm tentang bagaimana beberapa indikator ekonomi ada yang buruk. Namun hal itu harus dilihat dengan kacamata yang lebih jernih. Meskipun angka-angka absolutnya menunjukkan pelemahan, namun tidak semua sektor melemah. Pertumbuhan ekonomi masih berada dalam terori yang cukup positif.

    Krisis ekonomi paling banyak dirasakan di Kota Jakarta, selain sebagai episentrum kejangkitannya yang besar juga di sebagian aktifitas perekonomian memaksa harus berhenti. Dampak pandemi Covid-19 terhadap masyarakat sangat terlihat dari terbatasnya aktifitas, tingkat pendapatan menurun, beberapa bahkan ada yang dirumahkan. Namun hal ini telah diantisipasi pemerintah lewat dengan bantuan-bantuan yang telah digulirkan kepada masyarakat.

    Pernyataan itu disampaikan Hery Sulistio Sriwiyanto, SE, MSE, Pengamat Ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) saat Bincang Pagi di RRI Surakarta, Kamis, 17 September 2020.
    Selanjutnya disampaikan, pada masa terjadinya dua krisis, yakni kesehatan dan perekonomian, maka yang harus dilakukan adalah menyeimbangkan keduanya.

    “Yang terpenting adalah bagaimana cara kita mengatasinya disaat harus berjalan seiring dengan penyakit. Jika di sektor kesehatan, angka kejangkitan dan fatalitasnya tinggi maka saat itu rem harus diinjak” katanya.

    Untuk membantu kestabilan perekonomian, Hery berharap masyarakat tetap melakukan kegiatan konsumsi dengan wajar meskipun dengan cara online. Jangan sampai berhenti berkonsumsi yang menyebabkan produsen maupun UMKM tidak ada pembelinya. Konsumsi tetap berjalan meskipun ada pergeseran, lebih banyak konsumsi kuota dan fasilitas komunikasi lain dari pada sandang.

    Pemerintah telah mengantisipasi krisis ekonomi yang terjadi dengan jaring pengaman sosial yang saat ini jauh lebih baik dari sebelumnya. Masyarakat yang tidak mampu memenuhi kebutuhannya karena berkurang atau hilangnya pendapatan bisa terbantu dengan jaring pengaman tersebut.

    Demikian juga bagi pengusaha yang cukup berat menghadapi masa pandemi ini agar mampu memanfaatkan program-program stimulus dan skema-skema yang diberikan pemerintah agar tetap berpendapatan. (Humas)

  • Sejumlah Mahasiswa Ikuti Pelatihan Analisis Data Panel dengan Stata

    Sejumlah Mahasiswa Ikuti Pelatihan Analisis Data Panel dengan Stata

    Salah satu permasalahan yang sering dialami mahasiswa adalah sulitnya memahami dan mengaplikasikan teknik/ metode analisis data yang digunakan di artikel jurnal bereputasi terindeks Scopus atau Web of Science yang mereka jadikan rujukan. Terkhusus penelitian di bidang keuangan dan perbankan, data yang sering digunakan adalah data yang berbentuk panel yaitu ada variasi individu (cross-section) dan variasi waktu (time series).

    Untuk membekali mahasiswa agar familiar dengan olah data panel, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc,.Ph.D, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) memberikan Pelatihan Analisis Data Panel dengan Stata yang digelar secara daring,  Senin 14 September 2020.

    Beberapa materi yang disampaikan dalam pelatihan itu meliputi materi Fixed Effects Regression, Random Effects Regression, Hausman Test dan Classical Assumption for Panel Data.

    Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc,.Ph.D

    Dalam presentasinya, Dosen yang lebih akrab disapa dengan nama Andi menyampaikan bahwa Stata adalah alat analisis yang menjadi trend dalam riset keuangan.  Banyak keunggulan dan keutamaan dari alat analisis ini. Meskipun demikian, alat ini bukanlah satu-satunya alat yang bisa digunakan. Mahasiswa dapat menggunakan alat analisis lain seperti  SPSS atau Eviews.

    “Mahasiswa  tidak diharuskan untuk menguasai semua alat analisis.  Salah satu sudah cukup untuk dipilih, baik Stata, SPSS atau Eviews dan yang terpenting adalah ketika mengerjakan skripsi mampu menganalisis data sesuai dengan tujuan yang diinginkan’ jelasnya kepada  peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa S-1 dari berbagai jurusan.

    Usai paparan materi dan menjelaskan detil tentang data panel dan alat analisis Stata, dilanjutkan dengan tutorial dan peserta mengikuti dengan seksama.

    Dr. Atmaji, MM

    Kegiatan pelatihan dibuka oleh Dr. Atmaji, MM, Ketua Program Studi Manajemen FEB UNS. Dalam sambutannya, Kaprodi menyampaikan bahwa mahasiswa sebagai seorang ilmuwan wajib melakukan aktifitas penelitian. Stata sebagai salah satu alat analisis dalam penelitian banyak digunakan para peneliti. Diharapkan peserta dapat mengikuti pelatihan hingga usai dan  mengambil manfaat dari pelatihan yang diperolehnya. (Humas)

  • Prodi Akuntansi Gelar Kuliah Perdana Program Permata Kampus Merdeka Mata Kuliah Akuntansi Logistik

    Prodi Akuntansi Gelar Kuliah Perdana Program Permata Kampus Merdeka Mata Kuliah Akuntansi Logistik

    Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Yukki Nugrahawan mengucapkan terima kasih kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS)  atas terjalinnya kerjasama yang melahirkan suatu gagasan dan program unggulan yang sangat luar biasa. Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa seluruh Indonesia dalam program kurikulum merdeka yaitu hadirnya mata kuliah akuntansi logistik. Kerjasama ini mendekatkan sistem pembelajaran kampus menyesuaikan dengan kebutuhan dunia industri khususnya di sektor logistik.

    Ketua Umum DPP ALFI, Yukki Nugrahawan

    Pernyataan itu disampaikannya pada sambutan Kuliah Perdana Program Permata Kampus Merdeka Mata Kuliah Akuntansi Logistik yang diselenggarakan oleh Program Studi Akuntansi (Prodi) FEB UNS, Jumat 18 September 2020.

    Selanjutnya dikatakan, munculnya matakuliah akuntansi logistik ini sangat penting karena sumber daya manusia yang kompeten serta didukung pemahaman informasi teknologi akan memudahkan perusahaan yang bergerak di bidang logistik mendapatkan tenaga yang kompeten di bidang keuangan dan akuntansi maupun pemahaman dibidang informasi dan teknologi.

    “Ke depan matakuliah ini perlu didukung laboratorium industri, seperti laboratorium pergudangan dan persediaan dengan menggunakan informasi teknologi, transportation management system, warehouse management system agar mahasiswa lebih bisa memahami bagaimana industri melalukan aktifitasnya, dan untuk ini DPP ALFI sangat mendukung” pungkasnya.

    Sementara itu,  Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto mengapresiasi acara yang diselenggarakan oleh Prodi Akuntansi dalam mensukseskan Program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara-Sistem Alih Kredit Dengan Teknologi Informasi (PERMATA-SAKTI). Prodi Akuntansi sebagai bagian dari FEB UNS turut memberikan kontribusi dalam rangka menyukseskan program ini dengan membuat satu mata kuliah unggulan yakni Mata Kuliah Akuntansi Logistik.

    Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto

    “Kami berterima kasih kepada ALFI yang telah bekerjasama dengan FEB UNS. Kami percaya mata kuliah ini akan bermanfaat untuk menambah kompetensi lulusan akuntan terutama karena dunia logistik merupakan daerah bisnis yang cukup luas dan memerlukan lulusan yang siap pakai” ungkapnya.

    Dekan berharap setelah mempelajari mata kuliah akuntansi logistik, peserta dapat memahami dunia logistik termasuk cara memperhitungkan komponen yang dibutuhkan dalam dunia akuntansi logistik, baik terkait modul incoterm, perhitungan HPP barang export import berdasarkan jenis incoterm, perhitungan manajemen biaya transportasi angkutan barang darat laut udara, manajemen gudang dan biaya asuransi dan importasi, dan lain sebagainya.

    Suprapto Suwaji, SE, MM, CPSCM
    Arif Sanjaya SE MM

    Pada kuliah perdana daring yang dikuti hampir 300 peserta tersebut, dua dosen akuntansi logistik, Suprapto Suwaji, SE, MM, CPSCM dan Arif Sanjaya SE, MM memberikan gambaran awal tentang industri logistik, apa logistik, seperti apa kaitannya dengan kemajuan negara dan bagaimana pekerjaan logistik itu dilakukan. (Humas)

  • Pekik UNS Bisa FEB Jaya Semangati Mahasiswa Baru

    Pekik UNS Bisa FEB Jaya Semangati Mahasiswa Baru

    Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret Bisa (FEB UNS), Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons). Ph.D Ak. menyemangati mahasiswa baru dengan  pekik “UNS Bisa FEB Jaya”  di kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) yang digelar secara daring,  Rabu, 16 September 2020.

    Kepada lebih dari 600 mahasiswa baru dari seluruh Program Studi (Prodi) di FEB UNS, Dekan mengucapkan selamat datang  dan secara simbolis menyerahkan Kartu Rencana Studi kepada empat  mahasiswa  perwakilan prodi.

    Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons). Ph.D Ak.

    “Segenap pimpinan FEB UNS mengucapkan selamat kepada mahasiswa baru. Perasaan senang dan bangga karena anda semua telah bergabung menjadi mahasiswa kami meskipun diterima dalam suasana pandemi Covid-19. Perkuliahan di awal semester ini masih dilakukan secara daring, tidak bisa tatap muka langsung tetapi harus tetap semangat untuk mengikutinya” kata Dekan  menyemangati.

    Ungkapan syukur harus senantiasa terpanjatkan karena mahasiswa telah diterima di FEB,  fakultas yang membanggakan, seluruh prodi di FEB UNS  telah terakreditasi A dari BAN PT. Akreditasi internasional pun telah diraih dari AUN QA dan  ABEST21.

    Mahasiswa baru dari seluruh prodi di FEB Ikuti PKKMB

    Dekan berpesan agar dalam menempuh perkuliahan  di FEB UNS, mahasiswa baru harus membaur dengan semua komponen yang telah lebih dulu melakukan aktifitas  di kampus. Mahasiswa juga diharapkan menorehkan prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional dengan tetap mengangkat nilai-nilai budaya bangsa.

    Di penutup sambutannya,  Dekan mengajak mahasiswa untuk semangat dalam belajar, belajar dan belajar.  Para dosen di FEB UNS akan selalu mensupport seluruh aktifitas belajar mahasiswa. Diharapkan bisa kuliah tepat waktu, mampu maksimal dalam memperoleh ilmu, pengetahuan dan pengalaman selama kuliah.

    Sementara itu,  Dr. Mugi Harsono, M.Si, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni menyampaikan arahan kepada mahasiswa bahwa dunia mahasiswa tidak hanya sekedar menyelesaikan tugas akademik tapi juga merupakan dunia aktualisasi. Mahasiswa harus mampu mengembangkan minat dan bakat serta menorehkan prestasi. Untuk mengasahnya, mahasiswa telah difasilitasi fakultas dengan   organisasi kemahasiswaan dan unit kegiatan mahasiswa.

    Dr. Mugi Harsono, M.Si

    “Jangan hanya menjadi kutu buku, tapi jadilah mahasiswa yang Indeks Prestasi Kumulatif nya OK dan penalarannya juga Ok. Serius kuliah adalah penting tapi beraktualisasi untuk menunjukkan siapa anda juga penting. Jadi, seimbangkan antara kegiatan akademis dan kegiatan kemahasiswaan “ tegasnya

    Lebih lanjut dikatakan, bidang tiga akan membentuk Komunitas Mahasiswa Prestatif untuk mewadahi mahasiswa yang memiliki kelebihan baik dalam menulis, entrepreneur, vokal dan sebagainya. Diharapkan mahasiswa baru dapat berkontribusi aktif untuk bergabung dalam komunitas tersebut selanjutnya mampu menorehkan prestasi.

    Kegiatan PKKMB yang digelar sejak pagi hingga menjelang sore tersebut diisi juga dengan paparan dari bidang akademik, bidang umum dan keuangan serta dari masing-masing program studi. Para alumni dan dosen yang telah berjaya dan berprestasi pun dihadirkan untuk memotivasi mahasiswa baru baik live ataupun melalui video, diantaranya Prof. Wimboh Santoso, Doni P Joewono, Didiek Hartantyo,  Endang Kurniawan, Putriesti Mandasari, Ibrahim Fatwa Wijaya dan Dewanti Cahyaningsih.  (Humas)

  • Applied Microeconomics Research Group Bahas Pandemi Covid-19, Ekonomi Rumah Tangga dan Malnutrisi pada Anak  

    Applied Microeconomics Research Group Bahas Pandemi Covid-19, Ekonomi Rumah Tangga dan Malnutrisi pada Anak  

    Permasalahan gizi di Indonesia terbagi dalam tiga permasalahan yakni kekurangan gizi pada anak, child stunting mencapai 27,67%, child wasting 10,2% dan juga kelebihan gizi balita sebesar 8%, dewasa 21%. Masalah lain, kekurangan gizi mikro yang dapat dilihat dari anemia Ibu hamil sebesar 48,9%. Keadaan malnutrisi tersebut perlu diwaspadai karena berdampak kuat terhadap penyakit tidak menular pada masa berikutnya, yaitu hipertensi, stroke dan diabetes.

    Stunting berdampak luas  tidak sebatas hambatan pertumbuhan dan perkembangan saja, lebih jauh lagi hingga gangguan metabolisme, hipertensi, stroke dan diabetes. Berbagai penyakit tersebut berakibat pada penurunan produktifitas yang berpotensi pada kerugian ekonomi negara juga besar.

    Untuk mengatasi permasalahan gizi, kita memerlukan investasi gizi karena setiap investasi $1 di Indonesia untuk menurunkan stunting melalui intervensi spesifik dengan cakupan minimal 90% akan memberikan manfaat 48 kalinya ($48). Investasi perbaikan gizi juga dapat membantu memutus lingkaran kemiskinan dan meningkatkan PDB negara hingga 3% per tahun.

    Dr. Dhian Dipo

    Pernyataan itu disampaikan  Dr. Dhian Dipo, Direktur Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada Webinar Series kedua bertema Pandemi Covid-19, Ekonomi Rumah Tangga dan Malnutrisi pada Anak yang diselenggarakan oleh Applied Microeconomics Research Group Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), Kamis 10 September 2020.

    Selanjutnya disampaikan program perbaikan gizi selama masa pandemi telah dilakukan dengan memodifikasi pelayanan gizi. Pelayanan dilakukan dengan pencatatan dan pelaporan pelayanan gizi seperti sebelum pandemi, membuat grup media sosial secara daring, kunjungan rumah bagi sasaran berisiko (balita gizi kurang, balita gizi buruk, bumil anemia, rematri anemia), konseling melalui media virtual, edukasi masyarakat melalui berbagai media komunikasi, buku KIA sebagai alat edukasi pemantauan pertumbuhan dan perkembangan yang dilakukan secara mandiri di rumah.

    Dr. Dhian berharap adanya dukungan dan koordinasi berbagai sektor terkait dalam pelaksanaan kegiatan posyandu pada adaptasi kebiasaan baru, penguatan pemberdayaan masyarakat dalam mendukung upaya percepatan perbaikan yang berkelanjuan serta penguatan peran Tri Dharma Tinggi, pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat untuk memaksimalkan kontribusi upaya penanggulangan stunting.

    Sementara itu, narasumber kedua,  Dr. Elan Satriawan, M.Ec. Chief of Policy Working Group TNP2K, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan yang juga Dosen FEB UGM menyatakan upaya memulihkan ekonomi dan kesejahteraan termasuk malnutrisi juga harus didahului dengan upaya efektif pengendalian Covid-19.

    Dr. Elan Satriawan, M.Ec.

    Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar hampir 700 triliun rupiah untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) termasuk untuk mempertahankan kesejahteraan kelompok bawah. Tantangannya adalah memastikan efektifitas anggaran dan program PEN mulai dari data, banyak program, serapan anggaran yang rendah dan kualitas pelaksanaan.

    Dr. Elan menyinggung adanya potensi riset ke depan terhadap krisis ekonomi yang dipicu oleh Covid-19 dan telah berlangsung selama lebih kurang 6 bulan. Sejauh ini beberapa dampak dari krisis ini telah tampak. Dari sisi makro adanya kontraksi ekonomi, penurunan konsumsi-investasi, pengeluaran pemerintah, maupun penurunan aktifitas ekonomi sektoral, maupun peningkatan kemiskinan dan ketimpangan. Dan dari sisi mikro adanya penurunan konsumsi rumah tangga, hilangnya pekerjaan atau pendapatan, penurunan kualitas pembelajaran, penurunan akses pada layanan kesehatan, dan lain-lain.

    Di sesi kedua,  Tri Mulyaningsih, SE, M.Si, Ph.D  dan Vitri Widyaningsih dr, MS, Ph. D, dosen UNS serta beberapa peneliti lain dalam riset kolaborasi melihat stunting sebagai masalah yang kompleks, diasosiasikan dengan banyak dimensi yakni dimensi anak, dimensi kondisi orang tua dan rumah tangga maupun dimensi sekitar lingkungan dimana anak tumbuh.

    Tri Mulyaningsih, SE, M.Si, Ph.D

    Penelitian terhadap stunting perlu memperhatikan dimensi yang kompleks, misalnya perilaku makanan anak-anak berkaitan erat dengan resiko stunting yang tinggi. Stunting banyak diobservasi juga di rumah tangga miskin dengan tingkat pendidikan orang tua yang rendah. Terkait dengan lingkungan sekitar, adanya keterbatasan pada akses pelayanan kesehatan dan infrastruktur dasar berkontribusi pada tingginya angka stunting. (Humas)

  • Tim Pengabdian FEB UNS Beri Pelatihan Pengelolaan Keuangan dan Pembukuan di  Desa Sanggung

    Tim Pengabdian FEB UNS Beri Pelatihan Pengelolaan Keuangan dan Pembukuan di  Desa Sanggung

    Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) yang diketuai oleh  Sri Suranta, SE, M.Si, Ak dan Drs. Santoso tri Hananto, M.Si, Ak  serta Sulardi, SE, M.Si, Ak sebagai anggota melaksanakan kegiatan Pelatihan Pengelolaan Keuangan dan Pembukuan BUMDes Lestari Jaya Desa Sanggung, Rabu, 9 September 2020.

    Kegiatan  yang digelar di Pendopo Balai Desa Sanggung Gatak Sukoharjo diikuti oleh pengurus BUMDes, Ketua RT, perangkat desa, BPD dan  UKM.

    Kepala Desa Sanggung,  Sri Hartini, SH dan juga para peserta lain  merespon baik pelatihan yang diinisiasi oleh tim pengabdian dari FEB UNS karena pelatihan ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi bagi pengurus BUMDes dan UKM terutama dalam hal pengelolaan keuangan dan manajemen usaha serta penyusunan laporan keuangan.

    Ketua Tim menyampaikan, pelatihan ini dilatarbelakangi oleh aturan pemerintah tentang pembukuan BUMdes mengacu pada akuntansi berbasis akrual.

    “Selama ini BUMdes Lestari Jaya belum melakukan pembukuan dengan tertib, hanya pencatatan seadanya, oleh karena transaksi BUMdes belum kompleks hanya persewaan peralatan resepsi, dan pada masa pandemi ini persewaan resepsi jarang terjadi” jelas Sri Suranta.

    Selanjutnya disampaikan, peserta yang berjumlah 40 orang mengikuti pelatihan dengan seksama. Selain menyampaikan melalui paparan materi, tim juga mendampingi peserta untuk praktik pembukuan.

    Beberapa pelatihan yang disampaikan ke peserta meliputi pembukuan untuk usaha jasa dan pemberian contoh pembukuan untuk usaha persewaan perlengkapan untuk resepsi seperti yang dilakukan BUMDEs, praktik pembukuan BUMDes menggunakan software EXCEL sederhana, 1 file untuk beberapa worksheet yang mengaitkan hubungan transaksi dengan ikhtisar sampai penyusunan laporan keuangan, terutama laporan laba rugi dan neraca atau laporan posisi keuangan.

    Usai pelatihan, perangkat desa berharap tim masih dapat melakukan pendampingan untuk penyusunan transaksi riil mulai dari pencatatan sampai penyusunan laporan keuangan. Selain itu juga bisa mengarahkan dalam meningkatkan usaha BUMDes dengan menciptakan usaha baru selain persewaan, misalnya usaha pemberian modal bagi UKM, terutama UKM Kuliner di desa Sanggung. (Humas FEB UNS)