FEB

Kategori: fakultas

  • PDIE Hadirkan Lima Editor, Diskusikan Artikel Berstandar Jurnal Internasional Bereputasi

    PDIE Hadirkan Lima Editor, Diskusikan Artikel Berstandar Jurnal Internasional Bereputasi

    Lebih dari 150 peserta yang sebagian besar mahasiswa  Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) mengikuti kegiatan Shark Tank: Meet and Discuss with the Journals’ Editors, Sabtu 18 Juli 2020.

    Kegiatan yang diselenggarakan oleh  PDIE FEB UNS bertujuan untuk membantu mahasiswa PDIE yang sedang dalam proses publikasi hasil penelitian disertasi sehingga mereka dapat melakukan revisi artikel sesuai dengan standar jurnal internasional bereputasi.

    Dalam pidato sambutannya,  Prof. Rahmawati, Kepala Program Studi (Kaprodi) PDIE FEB UNS berterimakasih kepada para peserta yang hadir terutama para editor jurnal yang telah bersedia meluangkan waktu untuk membimbing mahasiswa. Event tersebut diharapkan dapat memfasilitasi para mahasiswa PDIE dalam melakukan publikasi, mengkritisi, serta memberikan masukan terhadap artikel yang telah ditulis.

    “Saat ini PDIE sedang dalam proses akreditasi internasional, sehingga harapannya, acara ini akan dapat mendukung visi jangka panjang UNS untuk menjadi World Class University serta mengakselerasi proses publikasi artikel di PDIE,” paparnya kemudian.

    Berbeda dengan acara diskusi pada umumnya dimana semua peserta tergabung di sebuah forum besar atau utama, usai pembukaan acara oleh Wakil Dekan Bidang Akademik mewakili Dekan FEB UNS,  peserta dibagi ke dalam lima ruang diskusi. Hal ini bertujuan  agar  peserta dapat  fokus mendiskusikan artikel dengan bimbingan masing-masing editor jurnal. Lebih dari 20 artikel yang dikirimkan peserta menjadi bahasan dalam diskusi.

    Lima editor jurnal internasional tersebut yakni Prof. Siong Hook Law,  Editor in Chief, International Journal of Economics and Management, Scopus membimbing di ruang 1 dengan topik Financial Economics and Corporate Finance; Prof. Hooy Chee Wooi, Editor in Chief, Asian Academy of Management Journal of Finance and Counting, Scopus membimbing di ruang 2 dengan topik diskusi Accounting and Corporate Governance; Dr. Evan Lau, Managing editor, International Journal of Business and Society, Scopus di ruang 3 dengan topik diskusi Economics; Dr. Abu Hanifah Ayob, Associate Editor, Jurnal pengurusan, Scopus di ruang 4 dengan topik diskusi di bidang Management; dan terakhir di ruang 5 Dosen dari FEB UNS Dr. Irwan Trinugroho, Associate Editor, International Journal of Economics and Management, Scopus, Associate editor, Asian Academy of Management Journal of Finance and Accounting, Scopus., & Managing Editor, International Journal of Economic Policy in Emerging Economies, Scopus dengan topik di bidang Banking and Fintech.

    Sebelum memasuki sesi diskusi artikel, Prof. Hooy Chee Wooi yang berada di ruang diskusi 2 menyampaikan alasan-alasan yang paling sering terjadi ketika sebuah artikel ditolak oleh sebuah jurnal.

    Prof. Hooy menyebutkan delapan alasan mengapa sebuah artikel ditolak antara lain karena gagal melewati screening teknis, tidak mencakup topik yang sesuai dengan jurnal yang dituju, tidak lengkap, kelemahan dalam hal prosedur analisis data, simpulan yang tidak didukung oleh argument yang kuat, memiliki kontribusi yang kecil, sulit dimengerti, dan yang terakhir adalah karena artikel tersebut membosankan.

    Lebih lanjut, Prof. Hooy menyatakan bahwa penting bagi penulis untuk memilih jurnal yang tepat dengan memperhatikan peringkat dari setiap jurnal, sehingga jangan sampai salah mempublikasikan artikel.

    “Di sini saya menggunakan analogi mobil, artikel Anda adalah mobil yang memiliki kualitas tertentu. Apabila anda memiliki artikel dengan kualitas yang tinggi maka jangan publikasi artikel tersebut di jurnal dengan ranking rendah, begitu pula sebaliknya,” jelas Prof. Hooy.

    Seperti halnya Prof. Hooy, keempat editor jurnal di ruang daring yang lain berdiskusi dan mereview  artikel-artikel yang telah dikirimkan peserta. Peserta sangat antusias mengikuti jalannya diskusi hingga usai. (Aulia/Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

     

     

     

  • New Normal, Saat Tepat Me-Rebranding Pasar Tradisional

    New Normal, Saat Tepat Me-Rebranding Pasar Tradisional

    Pembatasan sosial yang diterapkan di awal Maret 2020 lalu karena pandemi Covid-19 berdampak pada menurunnya transaksi ekonomi. Banyak pedagang khususnya di pasar tradisional yang tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya karena pendapatan mereka turun drastis. Data dari Dinas Perdagangan  Solo di bulan Mei 2020 transaksi di Kota Solo menurun terus  antara 30% hingga 90% sesuai jenis komoditas.

    Kondisi seperti di atas melatarbelakangi  Tim Riset dari Universitas Sebelas Maret (UNS) yang diketuai Dr. Sutanto, S.Si., DEA, Prof. Jamal Wiwoho, SH, M.Hum serta beranggotakan Dr. Intan Novela Qurrotul Aini, S.E., M.Si, Dr. Isharyanto, S.H., M.Hum. dan Tonang Dwi Ardyanto, dr.,Sp.PK., Ph.D. untuk  mencari alternatif solusi mengurangi keterpurukan para pedagang.

    Tim mulai menyusun gagasan dan segera mengimplementasikan sistem barter,  sistem perdagangan dengan saling bertukar barang. Dasar dari konsep ini adalah ketika transaksi berkurang karena krisis covid-19 dan jumlah uang beredar adalah tetap, maka agar tidak terjadi inflasi yang harus dilakukan adalah mengurangi kecepatan (velocity) uang berpindah tangan. Cara mengurangi velocity uang adalah membuat sistem barter di pasar tradisional dimana pedagang dapat menukarkan komoditasnya dengan sembako.

    Hal itu disampaikan Dr. Intan Novela Qurrotul Aini, S.E., MSi. dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS, selaku anggota tim riset ini, pada Seminar Riset Daring, Kamis 16 Juli 2020.

    Konsep ini mulai dijalankan pada April-Mei 2020 kepada para pedagang di Pasar Legi Solo.  Pedagang sangat antusias karena memang mereka saat itu tidak mendapatkan pemasukan karena penurunan omzet pejualan yang sangat drastis. Dana awal yang didapat Tim dari donatur, dalam dan luar negeri dibelikan sembako dan pedagang melakukan barter dengan  barang dagangan mereka, diantaranya pisang, buah, sayur, empon-empon dan lain sebagainya.

    “Ketika barang dari pedagang sudah banyak, pada Mei-Juni 2020 Tim sudah menformalkan konsep barter, barang-barang barter dari pedagang mulai diseleksi kualitasnya, diberi petunjuk harga dan dijual online melalui WA Bisnis, facebook, instagram dan aplikasi lainnya. Dan memasuki new normal kegiatan barter mulai menurun namun pasar penjualan online semakin luas, pedagang banyak mengambil manfaatnya dari penjualan online. Pesanan konsumen semakin meluas tidak hanya  barang yang ada di Pasar Legi namun merambah juga barang-barang yang dijual di pasar-pasar lainnya, seperti ikan dan ayam dan lainnya.” jelasnya.

    Dr. Intan melanjutkan, fokus dari konsep barter  itu tidak hanya menopang hidup para pedagang tapi juga mengedukasi tentang protokol kesehatan. Dalam proses menukar barang, pedagang harus belajar mentaati protokol kesehatan, mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

    Dalam menjalankan sistem barter ini, Tim memiliki  keterbatasan dalam hal  sosialisasi yang kurang masiv dan belum ada kepercayaan dari semua pedagang, mengingat ini adalah hal yang baru buat mereka. Baru sebagian pedagang yang bersedia bergabung dan bekerja sama. Profil pedagang sebagian besar merupakan wanita berusia lebih dari 30 tahun, berpendidikan SMA dan berdagang yang lebih dari 10 tahun.

    Keterbatasan lain untuk menjalankan gagasan ini adalah banyak pedagang yang kurang melek teknologi sehingga kurang termotivasi untuk ikut terlibat.

    Tim riset tetap optimis sistem perdagangan online akan berkembang di lingkungan pasar tradisional, karena era digitalisasi adalah sesuatu keniscayaan yang tidak bisa dihindarkan.  Agar konsep penjualan baru ini bisa berjalan dengan baik, para pedagang perlu mendapatkan lebih banyak edukasi, butuh usaha yang keras untuk memahamkan kepada pedagang agar lebih digital mindset. Juga perlu kerjasama intensif dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas SDM serta kerjasama dari aspek digitalisasi dan pembiayaan. Perlu juga di atur peran pemerintah untuk memberi regulasi barter serta pemberian insentif untuk memacu penjualan online pasar tradisional.

    Beberapa manfaat sistem barter yang diterapkan pada pedagang pasar tradisional mampu memperluas jaringan pasar dengan membuat market place bersama secara online, mempunyai komoditas hasil barter yang bisa dijual secara online, serta data komoditas beserta daftar harga akan menjadi peluang untuk membuat sistem perdagangan online dimana stok komoditas tetap berada di kios-kios pedagang.

    Di akhir paparannya, Dr. Intan menyampaikan, menuju new normal adalah sebuah momentum yang sangat tepat sekali untuk mulai me-rebranding pasar tradisional. Pasar yang semula di-image-kan sebagai tempat kumuh, tidak rapi dan kurang nyaman dapat diubah sebagai pasar yang bersih,  rapi, dan  mengikuti protokol kesehatan serta memiliki keunggulan dan keunikan. Pasar bukan sekedar tempat bertemunya pembeli dan penjual tapi juga tempat yang memberikan kenyamanan sebagai salah satu destinasi wisata dan menjadi edu wisata bagi kenormalan baru. (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Ariyo, Alumni FEB UNS Ajak Mahasiswa Berkarir sebagai Peneliti

    Ariyo, Alumni FEB UNS Ajak Mahasiswa Berkarir sebagai Peneliti

    Ekonom atau peneliti ekonomi memiliki berbagai aktifitas diantaranya menyusun program penelitian, menulis proposal, mencari sponsor atau mitra dalam penulisan artikel, menyusun jurnal, working paper, policy brief, kolom media, serta menjadi pembicara atau narasumber di seminar, media nasional, dan lain sebagainya.

    Untuk itu, seorang ekonom harus memiliki intuisi ekonomi, pemikiran kritis, kemampuan menulis, pengetahuan tentang data ekonomi, analisis kuantitatif dan kualitatif, kemampuan presentasi, serta memiliki jejaring yang luas dan kuat.

    Hal itu disampaikan Ariyo Dharma Pala Irhamna, Peneliti Ekonomi di INDEF (The Institute for Development of Economics and Finance) kepada mahasiswa FEB UNS yang akan menjalani program magang, Senin 13 Juli 2020.

    Kepada mahasiswa yang berjumlah lebih dari 400 orang itu, Ariyo mendorong agar lulusan FEB UNS dapat berkarir sebagai seorang peneliti.

    Selain pengetahuan yang diperoleh selama kuliah, mahasiswa dapat belajar membangun kemampuan sebagai peneliti dari aktifitas lain, bergabung dengan organisasi internal atau eksternal kampus, mengikuti isu-isu terkini dengan banyak membaca buku, koran atau media online serta aktif melakukan diskusi dengan berbagai pihak, dengan dosen, mahasiswa lain, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pihak eksternal lain.

    “Mahasiswa juga harus sering menulis, membuat prososal penelitian, laporan penelitian, artikel. Harus juga mengenal atau familiar dengan sumber perolehan data-data yang berhubungan dengan ekonomi. Hal itu dibangun melalui banyak membaca, tidak sekedar mendapatkan informasi dari yang disediakan tapi bagaimana selanjutnya penulis mampu menuangkan argumen-argumennya” jelasnya.

    Softskill yang harus dimiliki oleh seorang peneliti adalah kepemimpinan, providing feedback Influencing skill, pemikiran kritis, public speaking serta jejaring yang luas dan kuat.

    Meskipun karir peneliti itu lebih kepada kemampuan individual namun dalam pelaksanaannya menjadi lebih baik jika ada kerjasama dengan pihak-pihak lain, diperlukan kemampuan memimpin. Semisal, menyusun sebuah program, dalam mengimplementasikan ide-ide riset perlu ada kemampuan memimpin, bagaimana memperoleh masukan-masukan, mampu mempengaruhi di lembaga tempat bekerja.

    Jiwa kepemimpinan, public speaking, jejaring luas dan kemampuan lain yang mendukung karir sebagai peneliti banyak diperoleh dari keaktifan berorganisasi di masa studi. Ariyo sangat menekankan ke mahasiswa untuk berorganisasi selama studi karena sangat membawa manfaat besar dalam memasuki dunia kerja.

    Manfaat itu juga yang dirasakan oleh Ariyo, alumni FEB UNS yang saat ini sukses menekuni karirnya sebagai Peneliti Ekonomi di INDEF, sebuah lembaga riset independen yang tugas utamanya melakukan riset mengenai isu-isu terkini terutama mengenai kebijakan ekonomi.

    Selama menjalani perkuliahan di Jurusan Ekonomi Pembangunan (EP), alumni Angkatan 2008 itu sangat aktif di beberapa organisasi kampus, menjadi Pengurus 2009-2010 Himpunan Mahasiswa Jurusan EP, Pendiri sekaligus Ketua Umum Kelompok Studi Bengawan 2009-2012, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat FEB UNS 2012-2013, dan menjadi salah satu pendiri AIESEC UNS di tahun 2012. (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Siapkan Lulusan yang Adaptif dan Inovatif, ICD FEB UNS Gelar PJT

    Siapkan Lulusan yang Adaptif dan Inovatif, ICD FEB UNS Gelar PJT

    Lebih dari 400 mahasiswa dari Program Studi S1 Reguler angkatan 2017 dan S1 Transfer angkatan  2019 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) mengikuti Pre Job Training (PJT) secara daring yang diselenggarakan oleh Internship dan Career Development (ICD), Selasa 14 Juli 2020.

    Dr. Arum Kusumaningdyah Adiati, S.E, MM, Kepala Unit ICD FEB UNS bersama dengan divisi di ICD mengangkat  tema kegiatan ini sesuai dengan kondisi di masa pandemi Covid-19 “Menyiapkan Lulusan yang Adaptif dan Inovatif”. Diharapkan, lulusan FEB UNS mampu menyiapkan diri menjadi pribadi yang mudah beradaptasi dan inovatif terhadap tuntutan mutu dalam dunia usaha dan juga beradaptasi terhadap kondisi-kondisi yang terkadang tidak bisa kita prediksikan, seperti dimasa pandemi seperti ini.

    Dalam pembukaannya mewakili Dekan FEB UNS,  Dr. Mugi Harsono, M.Si., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNS menyampaikan pesan kepada peserta bahwa sebuah negara akan kuat perekonomiannya manakala jumlah entrepreneurnya semakin besar .

    “Ketika Anda lulus,  memulai sebagai employee adalah sebuah kewajaran. Yang penting adalah menikmati masa employee dan kemudian mempersiapkan diri untuk menjadi employer. Jangan terlalu bangga menjadi employee, siapkan masa-masa employee sebagai masa belajar dan akhirnya menjadi seorang pengusaha atau dengan menjalankan dua karir, disatu sisi sebagai employee pada sebuah organisasi tapi disisi lain punya usaha sendiri, kami mengharapkan seperti itu” jelasnya.

    Menghadapi masa kerja dimasa pandemi maka gerak, corak, filosofi dan gaya bekerja kita akan sangat berbeda dari tahun sebelumnya dan hal ini perlu  menjadikan pertimbangan.

    Di kegiatan ini,  ICD kembali menghadirkan salah satu alumni FEB UNS sebagai narasumber, Wahyu Purnamawati yang saat ini menjabat sebagai  Asisten Vice President Perencanaan dan Portofolio Divisi Bisnis Kartu  BNI dengan tema Tantangan  SDM di Era Digital.

    Diawal paparannya, Wahyu mendorong mahasiswa FEB UNS untuk tetap semangat belajar dan mengembangkan kemampuan diri  meski berada di masa pandemi.

    “Walaupun berada dalam kondisi pandemi Covid-19 dan ada pembatasan, sebenarnya banyak kesempatan yang bisa dilakukan.  Hal ini harus menjadi  penyemangat diri, tidak  khawatir meski ada krisis ekonomi ataupun Covid-19. Era di hadapan kalian sangat berbeda dari tahun sebelumnya, gunakan kesempatan ini” tegas alumni Program Studi Akuntansi angkatan 1998.

    Lebih lanjut disampaikan, dalam memasuki dunia kerja, banyak hal yang perlu dipersiapkan, mahasiswa harus mampu mengenal diri apa kelemahan dan kelebihan yang dimiliki,   mengasah kemampuan untuk terus belajar menjadi lebih baik, dan yang juga  penting adalah menyiapkan mental untuk kuat dan selalu berpikir positif.

    Saat ini mulai masuk ke era yang Vollatile, Uncertain, Complex  dan Ambigous  (VUCA), terjadi  perubahan yang sangat cepat, kesulitan untuk memprediksi kejadian atau peristiwa di masa depan, bauran antara isu dengan chaos yang terjadi di organisasi makin beraneka ragam dan kaburnya realitas dengan makna bauran dari berbagai kondisi yang ada. Kondisi ini menyebabkan ketidakpastian di pasar, digital disruption dan makin banyaknya proses yang terotomasi.  Dengan hal ini, para lulusan sangat perlu untuk beradaptasi dan berinovasi.

    Menurut Wahyu, SDM yang dibutuhkan di era VUCA adalah generasi yang banyak mencari tahu, yang terus menerus belajar mengembangkan diri dan tidak menutup diri hanya pada yang ilmu yang dimiliki saja.

    Untuk memasuki dunia kerja, satu hal lagi yang penting bagi lulusan generasi milineal yang jika dipopulasi hampir menguasai  30% dari jumlah penduduk Indonesia adalah tuntutan untuk berani bicara, berani berpendapat dan memunculkan ide-ide baru, out of the box.

    Terakhir, Wahyu menyemangati  bahwa lulusan UNS luar biasa, banyak yang telah sukses. Lulusan UNS harus berani untuk menunjukkan diri dengan segala kelebihannya. Era sekarang bukan untuk menjadi gentar tapi era untuk semakin bersemangat karena peluang menjadi sangat luas.

    Sementara itu, narasumber kedua,  Gita Aulia Nurani,  Psikolog yang sangat sering membantu proses rekrutmen di beberapa perusahaan menyampaikan secara detil proses rekrutmen  yang dilakukan oleh perusahaan dan strategi yang perlu dilakukan para lulusan agar mampu bersaing.

    Gita berpesan agar  mahasiswa mulai sekarang bisa melatih untuk menggali informasi yang berhubungan dengan isu-isu terkini dan juga mengasah kemampuan berpikir analitik melalui informasi yang diperolehnya. Rekruiter di awal 5 menit pertama wawancara bisa mendapatkan gambaran dari kandidat dari penguasaannya dalam bidang informasi.

    Sembilan puluh dua persen rekruiter menggunakan sosial media untuk mencari kandidat dan  87 % rekruiter percaya Linkedln dapat membantu mereka mendapatkan kandidat berkualitas .  (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Internship and Career Development FEB UNS Sosialisasikan Program Magang

    Internship and Career Development FEB UNS Sosialisasikan Program Magang

    Kegiatan magang merupakan proses pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman di dunia kerja. Mahasiswa dapat mengasah softskill, belajar untuk memahami berbagai alternatif penyelesaian masalah dengan menggunakan kajian ilmu yang telah diperoleh dari kampus.

    Magang bukan hanya sekedar formalitas untuk menggugurkan matakuliah yang wajib ditempuh namun lebih dari itu untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa.

    Untuk membekali mahasiswa yang akan melaksanakan magang, Internship dan Career Development (ICD) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) yang diketuai oleh Dr. Arum Kusumaningdyah Adiati, S.E, MM menyelenggarakan sosialisasi dan pembekalan magang bagi mahasiswa S1 Reguler 2018 dan S1 Transfer 2019, Senin, 13 Juli 2020 melalui daring.

    Sebelum pembekalan, Juliati, SE, MA, Ak, Kepala Divisi Magang ICD FEB UNS menjelaskan tentang  tata cara dan prosedur kegiatan magang .

    Tiga pembicara alumni FEB UNS dihadirkan sebagai narasumber untuk membekali mahasiswa agar siap magang yakni Cahyo Priyatno, SE, AK, M.ACC, CPMA,CMA, CEC, CIBA, CA , Komisaris PT Akuakultur Semesta Rata yang juga Dosen dan Trainer, Praliyana Mega Sari, Human Resources Department Hotel Novotel dan IBIS Solo serta Ariyo DP Irhamna, Ekonom INDEF (Institute for Development of Economics and Finance).

    Di awal paparannya, Cahyo Priyatno, alumni FEB UNS dari Program Studi (Prodi) Akuntansi menjelaskan pentingnya kegiatan magang bagi mahasiswa. Mahasiswa akan mendapatkan banyak hal selain yang sudah didapatkan di bangku kuliah, terutama mendapatkan pengalaman riil di dunia kerja.

    Mahasiswa harus meneguhkan tujuan awal dalam menjalankan magang karena akan berpengaruh terhadap sikap ketika magang, baik di perusahaan maupun instansi. Mahasiswa harus bersikap jujur terhadap aktifitas magangnya.

    Cahyo juga menyinggung beberapa hal yang menjadi salah kaprah dalam kegiatan magang yang perlu diluruskan, diantaranya mahasiswa yang magang melakukan kegiatan yang kurang bermanfaat, sering mengeluh atau meremehkan pekerjaan yang diberikan. Ada juga yang memiliki pemahaman bahwa magang yang digaji itu lebih baik, anak magang pasti bakal ditawari kerja di perusahaaan tersebut, harus mengejarkan sesuatu sesuai dengan jobdesk dan pemahaman bahwa magang harus di perusahaan yang besar.

    “Saat magang, silahkan mahasiswa bertanya kepada perusahaan untuk meminta penjelasan terhadap perkerjaan yang akan dan sudah dilakukannya dengan pertanyaan yang berkualitas namun jangan mempertanyakan, semisal kok saya diberi pekerjaan seperti ini. Mahasiswa harus menjaga profesionalitas serta menjaga kerahasiaan perusahaan” jelasnya.

    Sementara itu, alumni Prodi Manajemen FEB UNS, Praliyana Mega Sari menegaskan magang adalah saat yang tepat bagi mahasiswa untuk mengeksplor keahliannya. Ia juga mendorong kepada mahasiswa yang akan melaksanakan magang agar mulai melatih diri untuk memiliki perilaku yang positif dan juga memiliki kesiapan skill dan knowledge yang mendukung saat melakukan aktifitas magang. Hindari perilaku yang tidak berfaedah, misalnya dengan memposting status aktifitas di tempat magang yang dirasakan kurang menyenangkan. Terkadang perusahaan akan memberikan penilaian perilaku dari status yang diunggah oleh mahasiswa.

    Beberapa skill atau kemampuan yang perlu dipersiapkan sebelum magang diantaranya adalah kemampuan berbahasa Inggris, teknologi, pengetahuan akademik, kreatifitas, inovasi, komunikasi , kepemimpinan dan adaptasi.

    Mahasiswa juga harus memahami dan beradaptasi dengan budaya organisasi di tempatnya magang. Hal ini sangat penting agar mahasiswa bisa cepat dalam berintegrasi atau mengenal perusahaan dan juga dapat menjalin hubungan kerja dengan para pegawai dan pimpinan perusahaan serta banyak manfaat lebih lainnya untuk mengembangkan diri.

    Di sesi terakhir, Ariyo DP Irhamna, alumni Prodi Ekonomi Pembangunan FEB UNS yang saat ini sukses sebagai Ekonom INDEF lebih banyak berbagi pengalaman berkarir sebagai peneliti ekonomi.  (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Ketua Dewan Komisioner OJK Bahas Mitigasi Pandemi Covid-19 Terhadap Sektor Jasa Keuangan

    Ketua Dewan Komisioner OJK Bahas Mitigasi Pandemi Covid-19 Terhadap Sektor Jasa Keuangan

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen mengurangi kerugian ekonomi Indonesia akibat pandemi Covid-19 yakni dengan menstabilkan sektor jasa keuangan, mulai dari perbankan, pasar modal, dan sektor jasa keuangan lainnya.

    Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Wimboh dalam webinar ‘Kebijakan Countercyclical untuk Sektor Jasa Keuangan dalam Mitigasi Pandemi Covid-19’ yang digelar oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Sabtu 20 Juni 2020.

    Prof. Wimboh yang juga sebagai Guru Besar Tidak Tetap bidang Ilmu Manajemen Resiko FEB UNS menerangkan di awal merebaknya SARS-CoV-2 langsung direspon negatif oleh para investor global. Mereka sudah memprediksi bila hal ini akan berdampak langsung terhadap pengusaha yang mengeluarkan surat hutang atau sahamnya di pasar modal.

    “Ini menyebabkan investor outflow terjadi walau sektor riil masih oke tapi sentimen negatif sudah muncul di seluruh dunia. Akhirnya, para investor menjual sahamnya dan dialihkan ke emas,” ucap Prof. Wimboh.

    Sentimen negatif tersebut sempat dirasakan Indonesia dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Maret lalu. Dalam perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat terjadi trading halt selama 30 menit sebanyak 2 kali karena kemerosotannya lebih dari 5%.

    Prof. Wimboh menjelaskan bila sesuai dengan Surat Perintah OJK Nomor: S-274/PM.21/2020 bursa saham akan dihentikan aktivitasnya selama 30 menit bila IHSG anjlok 5% atau lebih. Tujuannya sebagai langkah preventif dalam mengurangi fluktuasi tajam di pasar modal.

    “Paling parah dampakya di bulan Maret IHSG kita yang biasanya di atas 6.000 menjadi di bawah 4.500 karena sentimen negatif di pasar modal sehingga dampak ini yang pertama kita rasakan. Kalau kondisi normal saham akan di stop perdagangannya di level 7% tapi kita mengambil kebijakan auto rejection 5% agar penurunan tidak begitu cepat,” jelasnya

    Selain di pasar modal, Alumnus FEB UNS tahun 1983 ini juga menerangkan apabila sesuai dengan Peraturan OJK Nomor 11/POJK.03/2020, sektor perbankan/ lembaga keuangan yang nasabahnya tidak dapat mengangsur, diberi kemudahan untuk sementara tidak menyisihkan modalnya. Hal tersebut dimaksudkan agar sektor perbankan/ lembaga keuangan modalnya tidak berkurang.

    Langkah tersebut diambil OJK sebab banyak perusahaan di tanah air yang mengalami permasalahan keuangan akibat pandemi Covid-19 sehingga tidak bisa mengangsur kewajibannya ke bank/ lembaga keuangan.

    Prof. Wimboh juga menjelaskan bila pemerintah akan memberikan insentif kepada bank/ lembaga keuangan supaya untuk sementara tidak perlu menggolongkan kreditnya sebagai kredit macet/ non lancar dengan cara direstrukturisasi.

    “Salah satu opsinya menunda pembayaran pokok dan bunga. Dibayar kalau perusahaannya sudah recover dengan penundaan paling lama 1 tahun. Dalam skema restrukturisasi sementara tidak perlu menyisihkan modalnya untuk menutup kerugian. Yang bisa direstrukturisasi adalah perusahaan yang sebelumnya tidak bermasalah,” ujar Prof. Wimboh.

    Dalam webinar tersebut, Prof. Wimboh memastikan bila krisis akibat pandemi Covid-19 tidak akan menjalar menjadi krisis lainnya. Dengan terus menjalin komunikasi yang intens dengan pemangku kepentingan lainnya, seperti Menteri Keuangan (Menkeu), Bank Indonesia (BI), dan sektor jasa keuangan, ia percaya masyarakat tidak akan panik.

    “Insyaallah aman, krisis pandemi ini tidak akan menjadi krisis keuangan karena kita mitigate dengan kebijakan-kebijakan yang terukur, transparan, dan mudah diimplementasikan,” ujarnya. (Humas UNS)

  • Potensi dan Tantangan Pengembangan Destinasi Wisata Halal

    Potensi dan Tantangan Pengembangan Destinasi Wisata Halal

    Destinasi wisata halal harus memenuhi beberapa indikator diantaranya harus memiliki sertifikasi makanan dan minuman halal, memiliki fasilitas ibadah dan tidak boleh ada aktifitas yang non halal atau aktifitas yang ada kemaksiatan serta disarankan terpisah antara laki-laki dan perempuan.

    Komponen dari wisata halal tidak hanya terkait makanan tetapi juga beberapa komponen yaitu hotel, logistik, tour packages dan finance yang halal.

    Hal itu disampaikan Dr. Falikhatun, M,Si, Ak, CA, SAS, Ketua Riset Grup Ekonomi dan Keuangan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret dan pengurus DPW IAEI Jawa Tengah pada Webinar Tantangan dan Peluang Pemerintah Daerah dalam Mengembangkan Industri Halal Menyongsong Era New Normal, Sabtu 4 Juli 2020

    Selanjutnya disampaikan bahwa Indonesia di tahun 2019 mendapat penilaian yang sama dengan Malaysia dari Global Muslim Travel Index (GMTI) dengan score 78. Indonesia menjadi tujuan wisata halal yang kedua setelah malaysia. Jika Indonesia mau mengembangkan Islamic tourism merupakan potensi yang sangat luar biasa untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan negara selain pajak.

    Lombok merupakan destinasi wisata terbaik di Indonesia karena memiliki banyak kriteria kehalalan yang tidak dimiliki daerah lain, 60 hotel yang sudah tersertifikasi halal, memiliki 8456 masjid, 25 situs heritage dan banyak atraksi-atraksi yang tidak melanggar syariah, dan 7 event yang rutin dilakukan setiap tahun.

    Islamic tourism memiliki tantangan yakni tidak adanya standar global dalam sertifikasi. Masing-masing negara memiliki sertifikasi dan tidak berlaku internasional sehingga barang-barang di Indonesia yang sudah disertifikasi ketika diekspor masih dilakukan sertifikasi di negara lain.

    Tantangan lain dalam masalah gender, ada beberapa negara yang memiliki persepsi yang agak berbeda dengan negara lain, ada yang berkeyakinan bahwa wanita jika bepergian harus didampingi oleh mahromnya sehingga bisa dibuat suatu aturan agar muslimah enjoy dalam melakukan Islamic tourism. Juga terdapat perbedaan persepsi terhadap makanan halal.

    Demikian pula dukungan keuangan untuk meningkatkan pariwisata halal yang masih sedikit sekali. Bank-bank konvensional masih jadi masalah untuk beberapa aktifitas yang terkait industri hotel halal.

    Terakhir, Dr. Falikhatun memaparkan rekomendasi kepada pemerintah untuk meningkatkan destinasi wisata halal. Harus ada aturan khusus destinasi mana yang memiliki potensi untuk dikembangkan melalui musyarawah mufakat dari stakeholder dalam menjadikan sebuah desa sebagai tempat wisata.

    Kementerian wisata dan dinas wisata juga harus mendorong untuk diadakan training tourism agar destinasi wisata halal mampu berkembang subur di Indonesia. (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Webinar Prodi MM dan MESP Bahas Ekonomika Eksperimen

    Webinar Prodi MM dan MESP Bahas Ekonomika Eksperimen

    Program Studi Magister Manajemen dan Magister Ekonomi Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UNS) menggelar Webinar Behavioral Economics, Fondasi dan Arah Pengembangan Penelitian Ekonomi Keperilakuan, Sabtu 27 Juni 2020.

    Kegiatan diikuti oleh mahasiswa program pascasarjana dengan menghadirkan narasumber Rimawan Pradiptyo, SE, M.SC. Ph. D dari Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada.

    Dalam paparannya, Rimawan Pradiptyo yang menyebut Behavioral Economics dengan Ekonomika Eksperimen (EE) menjelaskan bahwa EE merupakan cabang ilmu ekonomi yang menggunakan metoda eksperimen untuk mempelajari bagaimana manusia mengambil keputusan ekonomi, baik secara mandiri maupun secara interaktif.

    Sebagian besar studi EE bertujuan untuk menguji teori ekonomi dan dilakukan di lingkungan yang mudah terkontrol (laboratorium). Hampir semua asumsi dalam teori ekonomi bisa dipenuhi di laboratorium.

    Dalam perkembangannya, EE dilakukan diluar laboratorium, yaitu sebagai field experiment yang menggunakan metoda randomised control trial (RCT).  RCT adalah tulang punggung analisis impact evaluation. Perkembangan selanjutnya,  EE digunakan untuk merumuskan kebijakan.

    Menurutnya, konsep rasionalitas di teori ekonomi cenderung memandang manusia tidak lebih dari sebuah robot yang  mengikuti program tertentu yang diinstal kepadanya. Manusia dalam teori ekonomi diasumsikan memiliki preferensi terhadap barang/ jasa/ prospek dengan ordering yang jelas dan manusia diasumsikan konsisten mengikuti preferensi tersebut. Faktanya manusia bukan robot yang memiliki keterbatasan kemampuan kognitif, memiliki  konsistensi preferensi yang sulit dipenuhi,  dan manusia secara sistematis melakukan kesalahan-kesalahan dalam pengambilan keputusan.

    Salah satu manfaat EE adalah untuk menguji kesahihan teori-teori ekonomi dalam lingkungan yang mudah terkontrol.

    Keunggulan lab eksperimen dapat digunakan untuk studi yang bersifat prospective (belum pernah terjadi) dan retrospektf. Lab eksperimen dapat digunakan sebagai “win tunnel” suatu kebijakan terutama untuk mengantisipasi hal yang belum terpikirkan dampaknya oleh peneliti. Beberapa tema yang terkait dengan Indonesia misalnya redenominasi, skema kompensasi untuk penurunan subsidi BBM dan perubahan nilai tanggungan simpanan nasabah dan lain-lain.

    Sedangkan kelemahan lab eksperimen cenderung kurang realistis sehingga subyek berpotensi kurang serius dalam mengambil keputusan (main-main), untuk riset dengan tujuan menguji teori maka ketidakrealistisan setting tidak menjadi masalah mengingat sebagian besar teori ekonomi memiliki banyak asumsi yang seringkali juga tidak realistis. Dan masalah muncul ketika studi bertujuan untuk menformulasikan kebijakan. Pada titik ini desain eksperimen perlu lebih membumi dan mencerminkan situasi nyata.  (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

     

     

  • Tiga Narasumber Webinar Sharing Human Resource Beri Tips Kesiapan Bekerja

    Tiga Narasumber Webinar Sharing Human Resource Beri Tips Kesiapan Bekerja

    Program Studi (Prodi) Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menggelar Webinar Sharing Human Resource, “Are You Ready to Get Hired?”, Sabtu, 27 Juni 2020.

    Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Prodi Akuntansi, Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA menghadirkan tiga pembicara muda yakni Bima Aryateja, S.E., Ahli Muda Human Capital PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk., Lukman Hakim, S.Psi., Training Development Spv PT. SGMW Motor Indonesia-Wuling, dan Harini Indrawati, M.Psi., HR Improvement & People Analytics KASKUS.

    Mengawali presentasinya, Bima Aryateja, S.E. memaparkan tentang tips penulisan  Cover Letter (CL) dan Curriculum Vitae (CV). CL merupakan pengantar dari CV yang bisa menunjukkan siapa diri kita dan menjadi self branding. Tiga isi dari cover letter adalah sumber info lowongan dan alasan tertarik menawar, alasan kenapa perusahaan harus memilih calon pelamar, dan ucapan terima kasih serta harapan dipanggil wawancara.

    Beberapa hal yang perlu dilakukan ketika akan menulis cover letter yaitu mencari tahu penerima CL, posisi pekerjaan yang ditawarkan, dan lebih baik kalau bisa menggunakan Bahasa Inggris. Jangan menulis terlalu panjang, cukup 1 halaman, terstruktur, hindari typo dalam penulisan jabatan maupun perusahaan.

    CV menunjukkan self branding dan  sebaiknya dibuat semenarik mungkin dan diisi dengan data sebenar-benarnya. CV penting karena menjadi titik awal berupa representasi diri yang menjelaskan pengalaman hidup untuk masuk posisi dalam suatu perusahaan. Isi dari CV yang paling penting adalah data-data pelamar yang paling wow, paling menonjol dari diri pribadi calon pelamar,  buat CV yang menarik “eye catching”. Secara keseluruhan buat CV yang ringkas, foto yg update dan tampil professional, siap bekerja, dan kreatif

    Banyak tools dan cara membuat CV, misalnya www.canva.com, easy resume builder app, resume builder & CV maker app, youtube. Dalam membuat CV, buatlah CV semenarik mungkin dan menyajikan data yang sebenar-benarnya. Berbagai kemudahan yang ditawarkan dalam membuat CV agar CV menjadi menarik dan eye catching.

    Sementara itu, Lukman Hakim, S.Psi. memberikan tips untuk pertanyaan seputar gaji bagi  kandidat . Yang perlu diperhatikan adalah tidak memulai membicarakan gaji sebelum perusahaan menanyakan, mencari tahu UMR, dan jika bidang pendidikan lebih tinggi maka bisa ditingkatkan sedikit, dan paling penting adalah calon pelamar harus bisa menganalisis kebutuhan hidup, sehingga calon pelamar bisa memperkirakan berapa gaji yang dibutuhkan.

    Sistem penggajian yang perlu diketahui adalah berapa take home pay, gaji pokok dan tunjangan, insentif, kompensasi, THR, apakah ada BPJS ketenagakerjaan, intinya adalah jangan fokus pada gaji per bulan, tapi fokus pada gaji per tahun dan di rata-rata. Calon pelamar perlu juga fokus pada benefit-benefit apa yang didapatkan.

    Pembicara terakhir, Harini Indrawati, M.Psi menjelaskan tentang proses  Leaderless Group Discussion (LGD) yang biasanya dilakukan perusahaan untuk mengetahui karakter para pelamar agar sesuai dengan posisi pekerjaan yang dilamar, untuk mengetahui kompetensi kandidat dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Topik yang dipakai LGD biasanya lebih diskusi ke hot issue, terkait produk perusahaan, calon pelamar dapat membaca topik-topik terhangat dari koran, media-media lainnya. (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Berbekal Hardskill, Softskill dan Additional skill, Alumni Siap Memasuki Dunia Kerja

    Berbekal Hardskill, Softskill dan Additional skill, Alumni Siap Memasuki Dunia Kerja

    Setiap alumni harus mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja dengan dibekali beberapa hal yaitu hardskill, softskill dan additional skill. Yang paling dicari dalam dunia kerja adalah terutama terkait pengalaman-pengalaman alumni dalam berorganisasi selama di kampus. Karena dengan pengalaman-pengalaman yang ada dapat membentuk karakter yang dibutuhkan dalam dunia kerja.

    Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) bukan merupakan hal utama, tapi tetap menjadi prasyarat awal dalam memasuki dunia kerja, ada batas minimal IPK untuk proses seleksi. Kemampuan lain yang dilihat adalah lebih ke softskill, leadership, communication skill, dan lain-lain.

    Hal itu disampaikan Beltian Hanny, S.E,  Assistant Manager PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. saat memberikan materi Webinar yang diselenggarakan Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), Sabtu 27 Juni 2020.

     “Yang dicari dunia kerja dari jobseeker paling utama adalah pengalaman, misalnya pengalaman memimpin acara, pengalaman organisasi, dan pengalaman magang/seminar/lomba/beasiswa. 80% interview biasanya akan menanyakan terkait pengalaman-pengalaman tersebut. Selain pengalaman, banyak skill tambahan yang dapat menunjang kandidat agar diterima perusahaan, misalnya kemampuan Bahasa Inggris, presentation skill, brevet A/B/C, dan keahlian khusus lainnya” jelasnya

    Sementara itu, pembicara lain,  Bayu Bintoro Setyawan, S.E. , Departemen Luar Negeri Keuangan dan  Akuntansi Divisi Operasi 1 – Timur Tengah & Afrika PT Wijaya Karya (Persero) Tbk menyampaikan dihadapan peserta yang sebagian besar pelajar dan mahasiswa bahwa dalam proses rekrutmen harus mengutamakan kejujuran, keinginan untuk belajar, kegigihan, kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada dan minimal memiliki kompetensi di bidang akuntansi.

    Dan yang perlu dipersiapkan adalah communication skill (kemampuan dalam menyampaikan dan menguasai bahasa asing sebanyak-banyaknya), mentality (persiapan mental untuk bekerja dan tinggal di luar negeri), dan adaptive (kemudahan dalam menyesuaikan perubahan dan lingkungan yang baru).

    Pembicara lainnya,  Devi K. Putri, S.E., Assistant Analyst Accounting PT. PLN (Persero) Tbk. menjelaskan detil tentang  rangkaian seleksi di PLN serta tips dan triknya untuk bisa lolos bersaing.

    Ketiga pembicara muda di webinar itu adalah alumni FEB UNS yang telah menempati pekerjaannya sesuai dengan cita-cita dan harapan mereka. Di webinar yang bertajuk Daya Saing Lulusan Akuntansi di Dunia Kerja, alumni berbagi pengetahuan tentang pengalaman mereka memasuki dunia kerja hingga berada di posisi sekarang. (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.