FEB

Kategori: fakultas

  • Bahas Strategi Ekonomi di Tengah Pandemi, FEB Gelar Webinar Transformasi Digital

    Bahas Strategi Ekonomi di Tengah Pandemi, FEB Gelar Webinar Transformasi Digital

    Mengangkat isu seputar kondisi dan inovasi finansial di era pandemi COVID-19, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menyelenggarakan webinar bertemakan “Digital Transformation, Covid-10, and the Future of Financial Services” pada Kamis (25/6/2020).

    Webinar yang diselenggarakan melalui aplikasi Zoom Meeting dan disiarkan secara langsung di kanal Youtube UNS Fintech Center tersebut mengundang para pakar finansial berskala internasional, yakni Sukarela Batunanggar (OJK), Johan Sulaeman (National University of Singapore), dan Larisa Yarovaya (University of Southampton).

    Acara tersebut dibuka oleh Prof. Djoko Suhardjanto selaku Dekan FEB UNS yang menyatakan bahwa pandemi Covid-19 telah mempengaruhi sektor ekonomi secara global. Tak hanya itu, interaksi fisik pada layanan finansial di Indonesia yang ikut terdampak pun kini telah bergeser menjadi aktivitas digital. Berangkat dari hal tersebut, webinar ini diselenggarakan untuk menjadi wadah diskusi mengenai transformasi digital di era pandemi yang berpengaruh pada layanan finansial.

    Dari sudut pandang transformasi digital, Sukarela Batunanggar menyoroti strategi yang harus dilakukan dan keterampilan yang harus dimiliki untuk menyikapi perubahan ini di masa depan. Hal ini dilatarbelakangi oleh model bisnis, perilaku konsumen, dan pola persaingan yang kian berubah.

    “Perubahan di tingkat pendidikan juga harus bertransformasi menjadi lebih internasional, integratif, interdisiplin, inklusif, dan inovatif sebagai bentuk persiapan sumber daya manusia. UNS sudah ambil langkah tepat melalui UNS Fintech Center untuk mempersiapkan talent dan keterampilan baru dalam menghadapi digitalisasi di sektor finansial,” paparnya.

    Selain itu, strategi transformasi yang harus dilakukan saat ini terkait dengan Covid-19 juga dijelaskan oleh Johan Sulaeman. Salah satunya yaitu peningkatan pengalaman para pengguna jasa seperti digital banking.

    Para penyedia jasa finansial harus beradaptasi dengan teknologi agar tak ditinggalkan para pelanggannya. Adapun produk finansial juga perlu diperbarui agar dapat bersaing di tengah menjamurnya start-up di Indonesia.

    Lebih lanjut, Larisa Yarovaya menyebut bahwa krisis akibat Covid-19 merupakan black swan di pasar cyrptocurrency yakni kejadian yang tidak pernah terjadi sebelumnya yang berdampak pada resiko manajemen. Namun, pada akhirnya cryptocurrency tersebut dianggap gagal untuk mengembalikan situasi terburuk di sektor ekonomi saat ini. (FEB UNS)

  • R (Virtual) Menjadi Salah Satu Shoftware Pilihan bagi Peneliti

    R (Virtual) Menjadi Salah Satu Shoftware Pilihan bagi Peneliti

    Software R (Virtual) merupakan bahasa pemrograman untuk komputasi statistik dan grafik. Ada beberapa hal yang menjadikan pertimbangan mengapa kita sebagai peneliti menggunakan Shotware R, R itu gratis, open- source software. R adalah pilihan yang sangat baik bagi pengguna yang sering berurusan dengan statistik yang lebih luas dan tidak ingin dibatasi oleh program statistik.

    R ditemukan oleh Ikaha dan Gentleman pada tahun 1995 di University of Auckland dan dikembangkan sebagai bahasa pemrograman untuk komputasi statistik. Sejak itu R telah menjadi software yang dominan khususnya untuk data analisis dan digunakan oleh berbagai disiplin ilmu, termasuk ilmu tanah, ekologi, dan geoinformatika.

    Pernyataan itu disampaikan oleh Yayan Satyakti, SE, M.Si, Ph.D. dari FEB UNPAD saat menjadi narasumber di Workshop Shoftware R (Virtual) yang diselenggarakan oleh Program Studi Ekonomi Pembangunan (Prodi EP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), Senin-Selasa, 22-23 Juni 2020.

    “Di jaman yang serba digital dan memerlukan big data, R sangat bermanfaat, bahkan google dan microsoft menggunakan R karena R bisa melakukan analisis dari data yang besar dan dengan R, peneliti bisa melakukan melakukan update dan mengkritisi. Updatenya dari user dan bukan dari perusahaannya” jelasnya.

    Menurutnya, R menjadi semakin populer tidak hanya dilihat dari komputasi statistiknya saja tetapi juga karena kemampuan Geographic Information System (GIS) yang membuatnya relatif mudah untuk menghasilkan model berbasis raster. Yang dikembangkan R adalah pada bahasa fungsi, matematika dan logika. Dengan R, peneliti bisa mengolah data lebih dari 10 fungsi dengan cepat bahkan ratusan.

    Kelemahan R karena sifatnya menggunakan bahasa pemrograman, berbeda dengan Stata atau Eviews, sehingga menjadi tampak sulit bagi yang tidak terbiasa. Peneliti harus memiliki pemahaman yang lebih di bahasa matematika, statistik dan ilmu logika. Kelemahan lainnya, dari sisi stabilitas, datanya kurang stabil, harus ada trik agar bisa di baca oleh R.

    Awalnya, R hanya alternatif berbiaya rendah bagi mereka yang tidak mampu membeli program statistik komersial. R telah melampaui persepsi ini dan sekarang mengalahkan persaingan komersial dalam hal fungsionalitas, fleksibilitas, dan keterpaduan dengan aplikasi lain. Banyak pesaing, misalnya SPSS bereaksi dengan mengintegrasikan R ke dalam program mereka.

    Usai menjelaskan detil tentang R, Yayan melatih para peserta untuk langsung praktik mengaplikasikan penggunaan software R. (Humas FEB)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Merdeka Belajar Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa

    Merdeka Belajar Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa

    Merdeka belajar dalam Kampus Merdeka yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim akan sangat berpengaruh kepada dunia pendidikan tinggi. Demikian juga berpengaruh bagi industri dan BUMN yang harus mempersiapkan lebih untuk menjadi mitra perguruan tinggi.

    Ada perubahan yang harus dipahami oleh seluruh civitas akademika, terutama dosen. Dosen yang dulunya banyak mengajar dan mahasiswa sebagai pendengar namun sekarang berubah, dosen sebagai penggerak. Dalam merdeka belajar, mahasiswa diberi kemerdekaan menambahkan kompetensi yang diinginkan.

    Peran program studi (prodi) menjadi sangat peting untuk mempersiapkan kurikulum merdeka belajar, memfasilitasi mahasiswa yang akan mengambil matakuliah lintas prodi dalam perguruan tinggi, menawarkan beberapa mata kuliah yang bisa diambil oleh mahasiswa di luar prodi dan luar perguruan tinggi beserta persyaratannya , melakukan ekuivalensi mata kuliah dengan kegiatan pembelajaran luar prodi dan perguruan tinggi, dan jika ada mata kuliah yang belum terpenuhi maka disiapkan kuliah daring.

    Pembelajaran di kelas bersifat diskusi, problem solving dan higher order thinking. Dosen sebagai penggerak dalam menfasilitasi pembelajaran mahasiswa secara independen. Merdeka belajar yang digunakan dalam bentuk non kuliah misalnya magang , menghadirkan praktisi, dan project yang melibatkan mahasiswa.

    Pernyataan itu disampaikan Prof. Dian Agustia,SE M.Si, Ak, CA, CMA, Ketua IAI KAPD dan juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga dalam Webinar Kurikulum Kampus Merdeka yang diselenggarakan Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas, Rabu 24 Juni 2020 .

    Sementara itu, narasumber lain, Gatot Soepriyanto, SE, Ak, M.Buss (Acc), Ph.D mengatakan dalam kampus merdeka, mahasiswa memiliki hak 3 semester untuk mendapatkan pengalaman di luar prodinya Beberapa hak itu diantaranya untuk melakukan 8 alternatif pilihan yakni magang, proyek di desa, kampus mengajar, pertukaran pelajar, penelitian/riset, kewirausahan, proyek mandiri , atau proyek kemanusiaan.

    Dikatakannya, ada panduan tersedia secara daring berjudul Buku Saku Panduan Merdeka Belajar Kampus Merdeka 2020. Dalam buku itu, dijelaskan mengenai mekanisme pelaksanaan merdeka belajar, yakni mengenai pendaftaran, seleksi administratif akademik, pemilihan dari 8 kegiatan yang akan mahasiswa lakukan, proses penilaian oleh dosen pembimbing dan bagaimana pendampingan dari pihak eksternal sampai mahasiswa dinyatakan lulus, nilai dikonversi SKS dan diinput dalam kartu hasil studi . Dalam buku saku itu juga secara lengkap memaparkan setiap model yang ada.

    Pembicara ketiga di webinar yakni Suprapto, SE, MM, Praktisi Asosiasi dan Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) membahas tentang kebutuhan di industri logistik yang memerlukan kompetensi dan integritas sumber daya manusia yang tinggi.

    Acara yang diikuti oleh sekitar 200 peserta itu dibuka oleh Prof. Drs.Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons), PhD, Ak., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS. (Humas FEB)

    Editor: Drs. Bambang Irawan, M.Si.

  • Prodi S1 Manajemen FEB UNS Selenggarakan Family Business Webinar

    Prodi S1 Manajemen FEB UNS Selenggarakan Family Business Webinar

    Program Studi Sarjana Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) mengadakan Family Business Webinar (Fabinar) “Advance Your Academic Career by Publishing a Family Business Teaching Cases with SAGE” pada Selasa, 23 Juni 2020 melalui Zoom Meeting.

    Fabinar ini menghadirkan Dr. Marleen Dieleman, Associate Professor of strategy and family business National University of Singapore dan Rachel Taliaferro, editor SAGE Business Cases serta dimoderatori oleh Dr. Sinto Sunaryo, dosen manajemen FEB UNS. Acara ini diikuti oleh 150 peserta.

    Fabinar ini bertujuan untuk memberikan motivasi serta tips and tricks untuk mulai menulis teaching case, khususnya dalam bidang family business. Seperti yang disampaikan oleh Dr. Marleen, teaching case adalah alternatif metode pengajaran di perguruan tinggi.

    Teaching case merupakan narasi panjang yang memuat satu atau beberapa isu yang membutuhkan alternatif penyelesaian, tentunya dengan metode yang terstruktur. Teaching case dibuat agar seolah-olah mahasiswa ikut dalam proses penyelesaian masalah dalam sebuah family business dengan memberikan beberapa alternatif solusi berdasarkan teori dan ilmu yang telah dipelajari.

    Topik family business di Indonesia seperti kelangsungan family business di tangan generasi kedua dan selanjutnya, implementasi nilai keluarga, dan tata kelola family business adalah topik-topik yang menarik untuk family business teaching case.

    Menulis family business case memiliki tantangan tersendiri. Selain faktor keterbatasan akses dan izin ke perusahaan family business untuk menemukan topik permasalahan, banyak family business yang tidak ingin ketika nama dan perusahaan mereka dicantumkan dalam case yang ditulis.

    Rachel Taliaferro memberikan alternatif dimana isu yang ditulis dalam family business case tidak harus merupakan isu internal yang terjadi di dalam family business, namun juga bisa berupa isu-isu yang bersumber dari secondary data dan public source lainnya atau yang selanjutnya disebut secondary case. Selain itu, tantangan lain untuk publikasi family business teaching case adalah masalah bahasa.

    Feranita, salah satu penulis family business case di SAGE dari Indonesia menyarankan agar bahasa inggris yang digunakan saat menulis family business case harus benar-benar diperhatikan dan telah di-proofread terlebih dahulu.

    Fabinar yang berlangsung selama kurang lebih 1 jam ini berlangsung sangat baik. Antusias peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang masuk untuk para narasumber.

    Fabinar ini diharapkan mampu memotivasi peserta untuk menulis family business teaching case sebagai salah satu metode pengajaran di perguruan tinggi.(Tim/Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si

  • FEB UNS Latih Pembelajaran Daring untuk Dosen

    FEB UNS Latih Pembelajaran Daring untuk Dosen

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas (FEB UNS) telah menggelar Pelatihan Pembelajaran Online SPADA bagi dosen FEB UNS selama tiga hari pada tanggal 16, 19 dan 22 Juni 2020 di Ruang Laboratorium Komputer FEB UNS.

    Pelaksanaan kegiatan tersebut dibagi sesuai program studi masing-masing agar lebih efektif dan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi, peserta bermasker dan tempat duduk berjarak.

    Pembelajaran Online SPADA menghadirkan instruktur Ngadimin, S.Kom, M.Kom, Tenaga Kependidikan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran di Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan UNS.

    Fungsi pembelajaran SPADA berdasarkan peraturan Rektor Universitas Sebelas Maret no 1 tahun 2020 tentang Sistem Pembelajaran Dalam Jaringan yakni sebagai suplemen komplemen atau substitusi pembelajaran konvensional, sebagai inisiasi penyelenggaraan program materi terbuka, mata kuliah terbuka dan alih kredit terbuka serta sebagai pendukung penyelenggaraan program pembelajaran jarak jauh di perguruan tinggi.

    Di kegiatan itu juga dikenalkan tentang Coursera dan edX oleh Dr. Agr. Sigit Prastowo, S.Pt, M.Si., dosen Fakultas Pertanian yang juga menjabat sebagai staf ahli Wakil Rektor Bidang Akademik UNS. Cousera dan edX adalah kursus yang berstandar internasional, banyak perguruan tinggi Amerika yang terlibat di sana. Ada 5000 seat untuk Coursera dan 5000 seat untuk edX yang belum dimanfaatkan. Dosen diharapkan dapat mendorong mahasiswa yang memiliki kecakapan lebih untuk mendaftarkan. Mahasiswa yang bisa ikut materi dalam kursus tersebut akan direkognisi menjadi pengganti matakuliah.

    Dosen juga dilatih untuk membuat bahan ajar dengan power point oleh Tunggu Ardhi, S.Si., Kepala Bagian Tata Usaha FEB UNS. Dengan pemanfaatan power point. Dosen diharapkan memiliki kemampuan membuat bahan ajar berbasis video, membuat presentasi, membuat semua model animasi secara otomatis dan export file ppt menjadi file video. (Humas-FEB)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Webinar Prodi MM Bahas Pengembangan Layanan Konsumen dan Produk  Baru Perbankan di Masa New Normal

    Webinar Prodi MM Bahas Pengembangan Layanan Konsumen dan Produk Baru Perbankan di Masa New Normal

    Program Studi Magister Manajemen (Prodi MM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menggelar Business Webinar Series bertema Tantangan Industri Perbankan: Pengembangan Layanan Konsumen dan Produk Baru di Masa New Normal, Sabtu 20 Juni 2020.

    Webinar yang diikuti oleh lebih dari 200 peserta tersebut adalah kali pertama webinar yang diselenggarakan Prodi MM dengan menghadirkan narasumber Senior Vice President Kepala Unit Usaha Syariah PT Bank OCBC NISP, Koko Tjatur Rachmadi.

    Diawal sambutannya, Kepala Program Studi Magister Manajemen, Retno Tanding Suryandari, S.E.,M.E., Ph.D mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi dari Prodi-Prodi MM yang tergabung dalam Aliansi Program Studi Magister Manajemen Indonesia (APMMI). Prodi MM di perguruan tinggi yang tergabung dalam APPMMI tersebut, selain UNS yakni Telkom University, Universitas Airlangga, Unversitas Surabaya, Universitas Brawijaya, Universitas Indonesia, Universitas Islam Indonesia, Unika Soegijapranata, Unika Atmajaya, Universitas lampung, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Jambi, UPN Veteran Jakarta, Universitas Parahyangan, Universitas Sriwijaya, Universitas Sumatera Utara dan Universitas Terbuka. Business Webinar Series ini akan dilanjutkan di hari Sabtu berikutnya.

    Dalam materi yang disampaikan, Koko Tjatur Rachmadi memberikan contoh pengembangan layanan dan konsumen yang diterapkan oleh Bank OCBC NISP di masa new normal.

    Masa pandemi menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan masyarakat untuk melakukan aktitifitas diluar, termasuk dalam menjalankan transaksinya di Bank. Dalam kondisi seperti ini, perbankan harus tetap memberikan layanan prima dan optimal serta memastikan kesehatan dan keselamatan stakeholders-nya.

    Di masa new normal, perbankan harus melayani pelanggan menjadi lebih baik dengan tranformasi digital sehingga sangat memudahkan nasabah. Nasabah dapat melakukan transaksi perbankan kapan saja dan dimana saja.

    Beberapa penyesuaian operasional harus dilakukan diantaranya dengan meminimalisir bertatap muka, menggunakan digital dokumen, pelayanan melalui banking in the cloud (daring) dan juga melakukan banyak kreatifitas layanan dan produk-produk baru.

    Untuk layanan di tempat, perbankan juga sangat perlu menerapkan kreatifitas pelayanan ,  salah satunya adalah dengan Premium Guest House yang menghadirkan layanan berkualitas, modern tapi sangat hangat. Tempat untuk melayani nasabah layaknya bagian dari keluarga di rumah mereka sendiri dengan kenyamanan dan kehangatan dalam setiap interaksinya. Selain itu, ruang nteraksi di desain up to date dengan berbagai layanan yang smart dan kontemporer tetap sarat akan nilai-nilai tradisional.  (Humas FEB)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

     

  • PDIE Sukses Gelar Pelatihan Analisis Data Kualitatif dengan Program NVIVO012

    PDIE Sukses Gelar Pelatihan Analisis Data Kualitatif dengan Program NVIVO012

    Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Sebelas Maret sukses menggelar Pelatihan Daring Analisis Data Kualitatif dengan Program NVIVO012, Rabu-Kamis, 17-18 Juni 2020. Pelatihan yang diikuti oleh dosen, alumni dan mahasiswa PDIE FEB UNS menghadirkan narasumber Prof. H., Imam Ghozali , M.Com, Ph.D, Ak. dari FEB Universitas Diponegoro.

    NVIVO adalah sebuah software untuk mendukung riset para peneliti. Dengan NVIVO, para peneliti dapat bekerja lebih efisien, mengorganisasikan dan mengambil data dengan cepat, menemukan koneksi yang tidak memungkinkan secara manual serta dapat mencadangkan temuan dengan bukti.

    Di hari pertama, Prof. Imam memulai pelatihan dengan menjelaskan tentang dasar penelitian kualitatif dan penekanannya yang membedakan dengan penelitian kuantitatif. Usai penjelasan teori, Prof. Imam mengarahkan peserta untuk praktek menggunakan Program NVIVO. Diawali dengan cara menginstal program, mengimport data dan dokumen ke program NVIVO. Kemudian pelatihan dilanjutkan dengan penentuan code dan node dalam NVIVO.

    Di hari kedua, Prof. Imam menjelaskan pemanfaatan NVIVO dalam membuat literatur review. Selain itu juga mengekplorasi hubungan antar atribut dan membuat visualisasi data dalam bentuk project map, project map coding, chart dan diagram.

    NVIVO memudahkan untuk mengecek apakah literatur yang dimiliki merupakan literatur yang bisa mendukung satu studi misalnya dengan menunjukkan word similarity dan atribut similarity. Jika ada keterkaitan antara satu dan beberapa artikel bisa menjadi bahan untuk literatur review.

    Jurnal yang disimpan di Mendeley bisa diekspor ke NVIVO dan kemudian dapat dilakukan maping dengan menggunakan NVIVO. Ditunjukan Beberapa notes mulai dari riset gap, metode ,alat analisis, untuk mengidentikasi satu jurnal dengan jurnal lain dengan NVIVO sehingga lebih sistematis. NVIVO juga dapat mengkombinasikan antara reference tools Mendeley dengan NVIVO.

    Di akhir acara, Prof. Rahmawati, M.Si., Ak., Kepala PDIE FEB UNS menyampaikan ucapan terimakasih kepada narasumber, Prof. Imam Ghozali atas kelonggaran waktunya selama 2 hari memberikan tambahan pengetahuan khususnya Program NVIVO012 yang cukup lancar melalui daring.

    Terimakasih juga disampaikan kepada peserta, mahasiswa, alumni dan dosen PDIE yang aktif dengan tekun mengikuti pelatihan dari pagi hingga sore. Semoga pelatihan ini memberikan banyak manfaat mempermudah para peneliti dalam menyusun paper.

    PDIE akan banyak menggelar pelatihan-pelatihan. Salah satu agenda terdekat berikutnya di tanggal 18 Juli 2020 akan ada pelatihan dengan menghadirkan editor jurnal internasional yang terindeks scopus. Mahasiswa diharapkan bisa mengikuti dan mempersiapkan paper untuk bisa dikonsultasikan dengan editor-editor jurnal internasional. (Humas FEB)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Pahami Kriteria Agar Artikel Bisa Diterima di Jurnal Ilmiah Internasional

    Pahami Kriteria Agar Artikel Bisa Diterima di Jurnal Ilmiah Internasional

    Dosen adalah seorang peneliti yang memiliki kewajiban untuk melakukan pencarian kebenaran ilmiah untuk memajukan ilmu pengetahuan. Dalam pencarian kebenaran tersebut harus menghindarkan diri dari perbuatan tercela yakni fabrikasi, falsifikasi dan plagiarisme.

    Semua bentuk penelitian seharusnya menghasilkan temuan, pengungkapan pendapat atau gagasan pemikiran baru yang orisinal sehingga jelas penambahan delta sumbangan ilmiahnya. Dan seorang peneliti belum selesai melakukan penelitiannya jika belum melakukan registrasi pada jurnal ilmiah.

    Pernyataan itu disampaikan Prof. Dr. Rahmawati, M.Si, Ak, Kepala Program Doktor Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret saat menjadi narasumber kegiatan Webinar di FEB UPY “V” Yogyakarta dengan mengangkat tema Peningkatan Kemampuan Publikasi Karya Ilmiah, Hibah dan Pengabdian Masyarakat, Sabtu 13 Juni 2020.

    Selanjutnya, dijelaskan bahwa seorang penulis harus memahami beberapa kriteria agar suatu artikel ilmiah bisa diterima di jurnal ilmiah internasional yakni artikel yang dibuat harus menjadi minat internasional bukan hanya untuk kepentingan lokal saja, keuniversalan ilmu yang ditulis, kepioniran, dan kekomprehensivan data yang dikumpulkan.

    Sebelum menulis artikel ilmiah ada prasyarat mutlak yaitu adanya hasil penelitian yang sudah dirancang dan dilakukan dengan baik, dianalisis dengan baik dan benar, datanya telah disederhanakan dalam bentuk tabel atau grafik, sudah dikuasai dan dibahas dan sudah menghasilkan kesimpulan. Bahkan saat merancang penelitian sudah harus ditargetkan di jurnal mana nanti hasil penelitian itu akan diterbitkan.

    Pesannya kepada para pemula adalah dengan mencoba membaca artikel-artikel sebidang untuk belajar bagaimana cara orang-orang yang sudah berhasil menuliskan artikelnya dalam bahasa Inggris.

    “Pelajari strategi penulisan semua komponen artikel supaya ada acuan bagaimana kita menuliskannya dalam bahasa Inggris yang bisa diterima dan sebelum menulis artikel bacalah instruction for author dengan baik karena dalam instruction itu mengandung format penulisan seluruh naskah” jelasnya.

    Di kesempatan itu, Prof. Rahmawati memaparkan secara detil tentang tahapan proses penulisan ilmiah pada jurnal bertaraf internasional bereputasi yang akan dilalui oleh seorang penulis sejak dari awal penulisan hingga artikel tersebut diterbitkan. (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Pemerintah Tak Bisa Jalan Sendiri, Perlu Peran Masyarakat dalam Pemulihan Ekonomi

    Pemerintah Tak Bisa Jalan Sendiri, Perlu Peran Masyarakat dalam Pemulihan Ekonomi

    Pasar merupakan nafas dari kehidupan ekonomi apalagi pasar tradisional, semua aktifitas ekonomi ada di sana, pembeli, supplyer, dan distributor. Di masa pandemi, kondisi pasar sangat rentan sekali, akhir-akhir ini kluster terbaru muncul dipasar-pasar tradisional seperti di Kudus, Semarang, Sukoharjo sehingga pasar ditutup sementara. Penularan Corona yang sangat cepat akan sangat berpengaruh bukan hanya pada kondisi kesehatan tapi menurunkan kembali kondisi perekonomian kita.

    Pengontrolan di pasar tradisional sangat sulit karena banyak sudut yang bisa dijadikan pintu masuk sehingga petugas keamanan tak mudah melakukan pengecekan suhu badan. Berbeda dengan ketika masuk di mall atau supermarket, pintunya tertentu sehingga lebih mudah mengontrolnya.

    Pernyataan itu disampaikan Dr. Izza Mafruhah, M.Si., pengamat ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) pada Dialog Interaktif RRI bertemakan Pemulihan Ekonomi Menuju Tata Kehidupan Baru, Senin 15 Juni 2020.

    Menurut Dosen yang saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UNS, banyak masyarakat yang sudah mulai menyadari pentingnya protokol kesehatan, sudah menggunakan masker saat keluar rumah, di setiap depan warung atau toko sudah menyediakan air untuk mencuci tangan yang airnya mengalir. Meskipun demikian masih ada yang menganggap remeh dengan Corona. Jika semua berpikiran seperti ini akan sangat membahayakan bahkan selama beberapa hari terakhir, penambahan jumlah yang terkonfirmasi Covid-19 sangat tinggi, sempat beberapa kali mencapai sekitar 1000 orang. Munculnya kasus-kasus baru akan semakin memperpanjang proses pemulihan ekonomi.

    Dalam hal pemulihan ekonomi, tidak bisa langsung, selalu ada mekanisme transmisi yang mungkin tidak bisa cepat tergantung kesiapan seluruh stakeholder yang ada di masyarakat. Pemerintah tidak bisa jalan sendiri, masyarakat harus turun langsung dalam pemulihan ini. Membutuhkan waktu dan pemetaan yang lebih detil lagi sehingga arah pemulihan lebih tepat sesuai dengan yang dibutuhkan.

    Terdapat 5 tahap pada pemulihan ekonomi pasca terjadinya krisis yaitu rescue, stability, recovery, development, dan growth. Pada tahapan rescue, di saat banyaknya pengangguran, pemerintah telah meluncurkan kartu prakerja, memberikan pelatihan-pelatihan kepada para pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan sebagainya. Saat ini Indonesia masih dalam tahapan stability. OJK, BI dan perbankan bekerja sama memberikan tangguh waktu untuk pembayaran bahkan juga PLN yang juga memberikan penangguhan waktu.

    “Stability benar-benar butuh peran masyarakat, untuk memakai masker, untuk jaga jarak, jika badan tidak enak memulihkan diri terlebih dahulu. Setelah stability, berikutnya masuk ke recovery, jarak antara stability dan recovery sangat tipis. Kita bisa menjalankan stability sekaligus untuk recovery” paparnya. (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • 18 Mahasiswa FEB UNS Mulai Laksanakan KKN Rekognisi

    18 Mahasiswa FEB UNS Mulai Laksanakan KKN Rekognisi

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) melepas 18 mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) rekognisi mulai hari ini, Senin 15 Juni 2020 hingga 40 hari ke depan termasuk hari sabtu dan minggu. KKN rekognisi merupakan salah satu pengejawantahan dari kampus merdeka dan pengelolaan sepenuhnya berada di fakultas. Di masa pandemi ini, mahasiswa bisa memberdayakan diri di lingkungan sekitarnya, membersamai masyarakat dan mengembangkan berbagai hal yang disarankan dalam KKN rekognisi.

    Kedelapan belas mahasiswa tersebut dibagi menjadi dua kelompok, satu Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) maksimal mengkoordinasikan 10 mahasiswa. Untuk pengelompokkan tersebut, Dr. Izza Mafruhah, M.Si. memberikan pendampingan untuk kelompok yang ada di Solo Raya dan Madiun, sedangkan untuk Jawa Tengah non Solo Raya, DKI Jakarta dan Jawa Barat dibimbing oleh Dr. Mugi Harsono, M.Si.

    Pernyataan itu disampaikan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNS sebagai pengelola KKN rekognisi, Dr. Mugi Harsono, M.Si. di Upacara Pemberangkatan KKN Rekognisi Secara Daring, Senin, 15 Juni 2020.

    Dr. Mugi Harsono, M.Si. saat melaporkan KKN Rekognisi

    .

    Selanjutnya disampaikan, KKN rekognisi diperuntukkan bagi mahasiswa yang belum mengambil mata kuliah KKN dalam Kartu Rencana Studi (KRS) dan nilai akan keluar saat mahasiswa mengambil mata kuliah KKN berikutnya. Apabila mahasiswa sudah mengambil matakuliah KKN dan ingin mengikuti KKN rekognisi, maka harus seijin Unit Pelaksana (UP) KKN.

    “Saya berharap mahasiswa bisa memahami aturan KKN rekognisi selama masa pandemi, patuhi protokol kesehatan dan selalu menjaga nama baik FEB UNS. Karena ini adalah KKN yang sifatnya mandiri, misalkan ada kegiatan yang membutuhkan dana, mahasiswa bisa melakukan koordinasi dengan RT atau RW setempat” jelasnya.

    Sementara itu, Dr. Izza Mafruhah, M.Si, Wakil Dekan Bidang Akademik diawal sambutannya mewakili Dekan FEB UNS menyampaikan bahwa rekognisi atau penyesuaian adalah satu upaya yang dilakukan oleh bidang 3 yang diberikan kepada mahasiswa, khususnya yang memiliki prestasi-prestasi spesial, misalnya ketika mahasiswa bisa menulis karya ilmiah kemudian masuk dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) dan menjadi finalis, maka mahasiswa tersebut berhak tidak ikut ujian skripsi dan lulus dengan nilai A atau melakukan pengabdian masyarakat dan pengabdian payung dengan dosen maka bisa direkognisi ke dalam mata kuliah magang atau wirausaha dan seterusnya. Dan salah satu mata kuliah yang bisa direkognisi adalah matakuliah KKN.

    Dr. Izza Mafruhah, M.Si. Berikan Sambutan Mewakili Dekan FEB UNS

    Selanjutnya dikatakan, dengan KKN rekognisi yang dilakukan dalam kondisi pandemi ini, mahasiswa justru bisa berperan nyata di dalam aktifitas-aktifitas kemanusiaan. Mahasiswa bisa membuat karya nyata dengan lintas ruang dan lintas waktu. Mahasiswa dari berbagai daerah secara bersama-sama bisa memberikan nilai plus kepada pelaku-pelaku usaha.

    “Mahasiswa bisa mengambil topik-topik dan tema-tema yang ditawarkan oleh LPPM, tema-tema yang sifatnya ekonomi, kemanusiaan atau humaniora. Mahasiswa yang punya kemampuan bahasa Inggris, bisa melakukan kursus bahasa Inggris untuk UKM-UKM yang siap masuk pasar ekspor, bisa buat video tutorial yang bermanfaat, misal tentang ekonomi lingkungan, buat tanaman hidroponik dan sebagainya” jelasnya.

    Hal-hal semacam ini yang sifatnya out of the box justru akan membuat nilai positif bagi mahasiswa yang melakukan aktifitas KKN rekognisi. (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.