FEB

Kategori: fakultas

  • Masyarakat Harus Punya Pengendalian Diri, Jangan Asal Share Berita

    Masyarakat Harus Punya Pengendalian Diri, Jangan Asal Share Berita

    Sangat banyak hoaks yang beredar di masyarakat disaat pandemi Covid-19. Minggu ini ada 469 berita hoaks tentang corona dan ini bukan jumlah sedikit. Masifnya berita ini sangat berpotensi menimbulkan keragu-raguan pada masyarakat awam yang tidak tahu berita yang sebenarnya. Keragu-keraguan itu bisa mendorong masyarakat untuk bertindak yang sebaliknya.

    Pernyataan itu disampaikan Retno Tanding Suryandari, SE, M.E, Ph.D, pengamat ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) dan juga Relawan Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) saat Dialog Interaktif RRI, Jumat 12 Juni 2020.

    Selanjutnya, dosen yang akrab dengan sapaan Tanding itu mengatakan hoaks yang menimbulkan keragu-raguan justru akan menimbulkan bahaya bagi masyarakat. Contoh salah satu hoaks adalah berita bahwa corona itu sama dengan influensa, jadi tidak perlu khawatir dengan corona, padahal tidak ada fakta yang mendukung bahwa corona sama dengan influensa. Justru riset membuktikan bahwa corona dan influensa adalah sesuatu hal yang berbeda. Corona belum ditemukan vaksinnya sedangkan influensa sudah ada.

    Saat pemerintah mulai mengajak masyarakat untuk masuk di tatanan kehidupan baru pun, hoaks masih banyak berkeliaran.

    Dalam hal persiapan menuju new normal, Tanding berharap kepada pemerintah agar aturan-aturan yang telah dibuat dikomunikasikan dengan lebih mengalir kepada masyarakat, apa yang harus dilakukan dengan kondisi ini.

    “Dalam kondisi new normal, aktifitas akan berjalan seperti biasa, jalan-jalan akan ramai, toko-toko, cafe-cafe mulai buka, kantor-kantor akan aktif secara penuh. Yang perlu kita tekankan bukan masalah pembukaannya, tapi ketika semuanya telah dibuka dan mulai ramai, apakah masyarakat sudah siap dengan tatanan yang baru ini, ada hal-hal yang harus dipertimbangkan, kebiasaan baru yang harus terus menerus dikomunikasikan, ditekankan dan terpantau agar masyarakat mau melakukan kebiasaaan baru yang diharapkan pemerintah” paparnya.

    Masyarakat perlu bijak menyaring informasi, apakah berita itu dari otoritas, apakah berita itu benar, apakah layak dan berguna untuk di-share. Kita harus punya pengendalian diri untuk tidak langsung share setiap informasi yang diterima, harus membaca secara utuh dan benar-benar yakin bahwa informasi itu benar, layak dan berguna untuk dishare.

    Dipenutup bincangnya, Tanding berharap semua individu punya tanggung jawab untuk meluruskan informasi yang diterima dan tersebar disekitar kita. Kita harus percaya kepada pemerintah, lebih banyak mendengarkan aturan-aturan dari pemerintah karena pemerintah yang membuat aturan meskipun mungkin kurang menyenangkan namun itu yang akan membuat hidup masyarakat lebih nyaman. (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

    .

  • FEB UNS Terima Kunjungan Silaturahmi Humas Pusat, Bergerak Bersama Membranding UNS

    FEB UNS Terima Kunjungan Silaturahmi Humas Pusat, Bergerak Bersama Membranding UNS

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menerima kunjungan silaturahmi dari Tim Humas UNS, Jumat 12 Juni 2020.

    Tim Humas UNS yakni Heru Sasongko,S.Farm., M.Sc., Divisi Kemitraan, Dr. Eng. Kusumaningdyah Nurul Handayani, S.T., M.T., Kepala Divisi Pengelolaan Brand dan Dwi Hastuti, S.Sos, Staf Humas UNS diterima oleh Dekan, Prof.Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons) Ph.D.,Ak. dan Humas FEB UNS di Ruang Dekan FEB UNS.

    Kunjungan tersebut dalam rangka silaturahmi, menjalin kedekatan, juga untuk mendiskusikan hal-hal yang berkaitan dengan kehumasan untuk lebih membranding UNS.

    Dalam kesempatan itu, Heru Sasongko mengatakan bahwa Humas UNS melakukan kunjungan silaturahmi ke semua fakultas di UNS dan mengharapkan dukungan dari seluruh fakultas di UNS untuk bersama-sama membranding UNS. Dukungan tersebut dilakukan dengan lebih menggencarkan penerbitan agenda kegiatan dan berita-berita fakultas. Perputaran informasi dan berita tentang UNS melalui media official tingkat fakultas maupun UNS harus semakin cepat.

    “Dalam hal ini, kami berharap fakultas tidak berjalan sendiri-sendiri, namun ada semangat kebersamaan sehingga UNS semakin kuat. Melalui humas di fakultas, setiap aktifitas yang ada di masing-masing fakultas harus selalu dikomunikasikan juga di tingkat pusat” paparnya

    Heru menambahkan, hal yang juga sangat penting untuk diangkat adalah menggali pemberitaan tentang penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen serta ulasan dan opini dosen tentang isu-isu terkini sesuai dengan masing-masing kepakarannya.

    Karena keterbatasan jumlah humas di fakultas, Heru juga memberikan masukan untuk lebih menggencarkan publikasi pemberitaan tersebut dengan menggandeng mahasiswa yang tergabung dalam himpunan mahasiswa jurusan.

    Lebih lanjut dikatakan, publikasi lewat media sosial, terutama instagram sangat cepat sekali terespon terutama karena media tersebut sasarannya adalah generasi milenial.

    “Media sosial instagram di UNS sudah tembus 120 ribu followers. Media sosial memang sangat liar sehingga dengan banyaknya follower, selain berdampak positif juga ada dampak negatifnya karena adanya akun-akun liar yang memungkinkan untuk memunculkan hal negatif yang imbasnya juga sangat besar, ini adalah tugas kami untuk membendungnya” paparnya

    Dekan FEB UNS berharap Humas UNS dapat berkolaborasi dengan yang ada di fakultas di setiap kegiatan-kegiatan yang berlangsung. Humas juga harus mampu membranding UNS dengan mengangkat budaya daerah terutama budaya Solo.

    “Kita harus mampu mengangkat budaya lokal , banyak hal yang bisa digali dan dikreasikan. Penggalian dari penelitian dan pengabdian dosen yang bermuatan lokal dan juga kegiatan lainnya” pungkasnya. (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Prodi Akuntansi Gelar Sarasehan Daring dengan Mahasiswa

    Prodi Akuntansi Gelar Sarasehan Daring dengan Mahasiswa

    Program Studi (Prodi) Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UNS) menggelar sarasehan dengan mahasiswa Akuntansi, Sabtu, 6 Juni 2020.

    Acara yang diikuti sekitar 236 mahasiswa dilaksanakan secara daring dengan narasumber Kepala Program Studi (Kaprodi) Akuntansi, Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA dan Kepala Sub Bagian Akademik, Nur Hariawan, S.H.

    Diawal paparan materinya, Kaprodi Akuntansi menyampaikan bahwa selama pandemi COVID-19 seluruh proses akademik disesuaikan , perkuliahan, ujian, pembimbingan, magang, KKN dan lainnya. Tak terkecuali sarasehan seperti yang diselenggarakan hari ini, dengan daring.

    Lebih lanjut disampaikan, ujian proposal skripsi atau seminar proposal ditiadakan dan akan digabung dengan ujian skripsi. Pendaftaran ujian skripsi dilayani oleh bagian akademik secara online dan ujian skripsi online dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan tim penguji.

    Untuk mendukung pembelajaran daring di masa pandemi, mulai 14 April 2020, UNS telah menyalurkan bantuan pulsa bagi mahasiswa senilai Rp. 50.000,00.

    Dalam hal keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT), prodi mengikuti kebijakan dari atas untuk memberi keringanan UKT Semester Genap dengan syarat tidak sedang mengajukan selang/cuti pada semester Februari – Juli 2020, tidak akan mengajukan selang/cuti pada semester Agustus 2020 – Januari 2021 dan bersedia melakukan pembayaran UKT pada semester Februari – Juli 2021 jika tidak dapat menyelesaikan tugas skripsi maksimal sampai akhir semester Agustus 2020 – Januari 2021.

    Beberapa penjelasan lain juga disampaikan yakni tentang pelaksanaan KKN dimasa pandemi dan mekanisme pendaftaran skripsi.

    Di sesi kedua, Nur Hariawan, S.H., Kepala Sub Bagian Akademik FEB UNS menyampaikan beberapa hal diantaranya tentang pelaksanaan ujian akhir semester, teknis keringanan UKT, penjelasan ujian skripsi, pembimbingan hingga perkuliahan semester depan.

    Pelaksanaan ujian akhir semester mulai pada tanggal 2-12 Juni 2020 dengan entri nilai maksimal 10 Juli 2020.

    Terkait dengan keringanan UKT bagi mahasiswa UNS selama pandemi Covid-19 disesuaikan berupa penurunan dan atau penetapan ulang besaran UKT, diajukan melalui bagian kemahasiswaan. Penundaan pembayaran UKT diajukan online dan pembebasan UKT dapat menghubungi bagian akademik.

    “Agenda registrasi, heregistrasi, pengambilan mata kuliah dan mulai perkuliahan menunggu informasi dari kantor pusat. Perkuliahan menggunakan daring sampai dengan ujian tengah semester di bulan Oktober 2020. Sekiranya kondisi belum memungkinkan masih lanjut hingga ujian akhir semester ” jelasnya

    Nur Hariawan berharap mahasiswa bisa melakukan komunikasi dengan admin prodi ataupun layanan perkuliahan terhadap hal-hal yang memang belum dipahami.

    Usai paparan Kaprodi Akuntansi dan Kasubag Akademik, mahasiswa diberi kesempatan untuk bertanya di sesi tanya jawab. Beberapa pertanyaan diantaranya tentang dispensasi UKT, pembimbingan skripsi, pelaksanaan UKTA, subsidi pulsa, pengajuan dana pelaksanaan lomba secara online dan juga pelaksanaan magang.

    Sebelum sarasehan berakhir, Kaprodi menyampaikan nasihat kepada mahasiswa untuk senantiasa mengembangkan softskill, salah satunya yang utama adalah memahami tata krama dalam berkomunikasi.

    “Mahasiswa Akuntansi UNS adalah generasi yang cerdas karena skor UTBK saat masuk ke UNS pun sangat tinggi. Namun kecerdasan itu tak cukup, mahasiswa juga harus memegang teguh nilai-nilai budaya bangsa yang luhur, terutama tentang tata krama. Sebagai insan akademis, mahasiswa harus memahami etika berkomunikasi, tahu bagaimana cara bertegur sapa yang santun, tahu bagaimana cara menyampaikan pendapatnya dengan baik ” tegasnya

    Mahasiswa bebas berekspresi, namun sampaikan ekspresi tersebut dengan cara yang baik. Sangat disayangkan jika ada mahasiswa yang tidak mampu menjaga nama baik institusinya, tempat mereka menimba ilmu. (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Partisipasi FEB UNS Di Hari Lingkungan Hidup, Bersepeda dan Berjalan Kaki

    Partisipasi FEB UNS Di Hari Lingkungan Hidup, Bersepeda dan Berjalan Kaki

    Universitas Sebelas Maret (UNS) memperingati hari Lingkungan Hidup dengan gerakan UNS Sehari Tanpa Emisi, Jumat, 5 Juni 2020.

    Gerakan tersebut diawali dengan kegiatan bersepeda keliling kampus oleh Rektor, Wakil Rektor, Ketua Senat dan Pimpinan Fakultas serta lembaga dan Senat UNS pada pukul 06.30 WIB dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

    Di hari itu, sivitas akademika UNS pun diwajibkan untuk bersepeda atau berjalan kaki menuju tempat kerja. Bagi yang berkendaraan bermotor, diparkir di halaman LPPM, SPMB dan BAPSI UNS, kemudian menuju ke unit kerja masing-masing menggunakan bis kampus, jalan kaki atau naik sepeda.

    Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum. mengatakan aktifitas seperti ini sangat baik jika tidak hanya dilakukan setahun sekali. Hal ini akan didiskusikan lebih lanjut dengan pimpinan yang lain, harapannya minimal bisa sebulan sekali untuk bersepeda karena salah satu parameter UI Green Metric adalah dengan mengurangi emisi di lingkungan kampus.

    Sivitas Akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS turut berpartisipasi dalam gerakan UNS Sehari Tanpa Emisi.

    Tenaga Pendidik dan Kependidikan FEB UNS yang bertugas di hari itu banyak yang memanfaatkan kesempatan itu dengan berjalan atau bersepeda menuju tempat kerja meski disediakan bis kampus.

    Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons), Ph.D, Ak. menyambut baik gerakan yang dicanangkan UNS untuk mendukung kelestarian alam semesta.

    “Kita sambut hari Lingkungan Hidup. FEB UNS terus berbenah untuk mendukung green environment. Desain kampus kita sesuaikan dengan yang ramah lingkungan sehingga lebih nyaman untuk dihuni. Green environment tidak hanya bermanfaat untuk generasi sekarang namun juga generasi yang akan datang. Urip sing urup memayu hayuning bawana” paparnya sebelum mengayuh sepeda keliling kampus UNS.(Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Jelang New Normal,  Tokoh Masyarakat dan Agama Sangat Berperan untuk Mengedukasi Masyarakat

    Jelang New Normal, Tokoh Masyarakat dan Agama Sangat Berperan untuk Mengedukasi Masyarakat

    Episenter Covid-19 di Indonesia hanya terjadi di beberapa provinsi diantaranya DKI Jakarta, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Saat ini, data laporan harian di laman resmi covid19.go.id menunjukkan bahwa prosentase kesembuhan pasien dari Covid-19 sudah sangat tinggi dan tingkat kematian per 1 Juni 2020 di banyak provinsi pun sudah banyak yang nol, jadi relatif “aman”. Kematian tinggi hanya terjadi di sebagian kecil daerah yang merupakan episenter. Dalam kondisi saat ini, masyarakat tidak perlu terlalu khawatir, tidak perlu membayangkan sesuatu yang buruk terjadi di Indonesia.

    Dr. Ade Armando, M.Sc.

    New normal yang telah mulai dipersiapkan oleh pemerintah adalah sebuah langkah yang harus ditempuh sebagai solusi terbaik bagi masyarakat Indonesia. Masyarakat akan kembali beraktifitas di luar sementara wabah belum usai, bekerja, bersekolah, beribadah dan aktifitas lainnya namun dengan lebih memperhatikan protokol kesehatan. Transaksi ekonomi harus berjalan karena jika berhenti efeknya akan jauh lebih merugikan masyarakat.

    Pernyataan itu disampaikan oleh Dr. Ade Armando, M.Sc., Pakar Komunikasi Indonesia saat menjadi narasumber dalam Diskusi Kebangsaan secara daring bertema New Normal dan Nilai-Nilai Pancasila yang diselenggarakan oleh Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), Selasa 2 Juni 2020.

    Selanjutnya dikatakan, yang juga sangat penting dalam permasalahan pencegahan virus Corona adalah melawan perpecahan masyarakat Indonesia.

    “Pemerintah tampaknya belum mendapat support dari orang-orang yang ingin agar perang melawan Corona tidak semudah yang dibayangkan. Beberapa pernyataan hiperbolis dari beberapa tokoh atau tema-tema seminar yang memojokkan pemerintah dalam penanganan Covid-19 justru akan semakin memperkeruh suasana” tegasnya .

    Diharapkannya, pada masa seperti ini, para tokoh masyarakat, tokoh agama yang memiliki kemampuan untuk menuntun grass root seharusnya bersatu padu mengedukasi masyarakat, memberikan support membantu pemerintah untuk bersama-sama berjuang menangani pandemi.

    Sementara itu, Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si. Ekonom dari FEB UNS berpendapat bahwa langkah new normal yang akan ditempuh oleh pemerintah adalah pilihan yang paling rasional bagi kita untuk menghadapi situasi sekarang ini. Prediksinya, new normal akan ada di kuartal ke-4 tahun ini. Hal ini dikarenakan, meskipun sedikit melandai, namun rantai supply dan demand di dalam perekonomian Indonesia masih belum pulih dan masih sangat negatif, apalagi vaksin belum ditemukan.

    Menurut pengamatannya, kelompok masyarakat terbagi menjadi dua yaitu masyarakat yang institusional dan non institusional. Kelompok masyarakat institutional adalah kelompok yang terinstitusi, melembaga. Sedangkan kelompok non institutional adalah masyarakat luas yang banyak dari mereka sangat taat dengan tokoh masyarakat atau tokoh agamanya.

    Terkait perilaku masyarakat dalam pandemi ini, di tataran grass root, Bambang melihat belum ada upaya keras dari tokoh-tokoh masyarakat ataupun tokoh agama untuk mensupport pemerintah. Belum tampak upaya gencar untuk menyuarakan dan mengedukasi kepada masyarakat bagaimana menghadapi Covid ini dengan akal sehat dan dengan kesadaran penuh. Sehingga masih banyak masyarakat yang masih mengabaikan protokol kesehatan yang telah digaungkan oleh pemerintah.

    “Problem yang kita hadapi sekarang ini adalah orang yang kesadarannya setengah-setengah dan tidak menggunakan akal sehat dalam perilakunya sehingga sangat mengabaikan anjuran pemerintah untuk taat pada protokol kesehatan. Mereka berkerumun tanpa menjaga jarak, tanpa masker. Bahkan ketika bantuan pemerintah datang, langsung menyerbu mall. Mereka tidak hanya membahayakan diri sendiri namun juga orang lain disekitarnya” terangnya.

    Di masa pandemi dan jelang new normal, tokoh-tokoh masyarakat dan agama memiliki peran besar untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai pancasila yang berakar dari nilai-nilai budaya bangsa pada masyarakat sekitar, terutama sikap tenggang rasa dan “tepa sarira”. (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Satgas Dampak Covid-19 UNS Bersama Teh Sepeda Balap Beri Bantuan Bahan Pangan kepada Mahasiswa

    Satgas Dampak Covid-19 UNS Bersama Teh Sepeda Balap Beri Bantuan Bahan Pangan kepada Mahasiswa

    Satgas Dampak Covid-19 FEB UNS bersama dengan Teh Sepeda Balap memberikan bantuan bahan pangan kepada 57 mahasiswa FEB UNS yang masih berada di kos sekitar kampus UNS, Jumat 29 Mei 2020.

    Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com (Hons), Ph.D,Ak. menyerahkan bantuan secara simbolis kepada salah satu mahasiswa penerima bantuan. Selanjutnya, mahasiswa secara bergantian menerima bahan pangan dari Tim Satgas dengan tetap mengikuti protokol kesehatan melakukan registrasi pendaftaran.

    Prof. Djoko menyampaikan ucapan terimakasih kepada Teh Sepeda Balap yang telah memberikan bantuan kepada mahasiswa yang masih berada di kos selama pagebluk.

    “Selama wabah, beberapa mahasiswa FEB menetap di kos, tidak bisa kembali ke tempat tinggalnya bersama keluarga, bahkan hingga lebaran tiba. Beberapa mahasiswa yang sempat kami kunjungi, berada di kos seorang diri karena teman-temannya sudah kumpul bersama keluarga. Satgas Dampak Covid-19 FEB UNS senantiasa memonitoring dan memberi semangat agar mereka punya spirit untuk tetap menjalankan proses perkuliahan dengan baik. Kami juga beberapa kali menghubungi orang tua mahasiswa untuk memastikan bahwa mereka berada dalam pengawasan pihak kampus dan orang tua sangat merespon sekali dengan beberapa kegiatan ataupun bantuan yang diberikan dari pihak kampus kepada putra putri mereka ” jelasnya

    Untuk memudahkan komunikasi , Tim Satgas juga membentuk grup whatsapp dengan mahasiswa yang masih kos di sekitar kampus dan senantiasa menyampaikan agar mahasiswa bisa mengkomunikasikan kondisi kesehatannya. Tim masih menerima masukan seandainya masih ada mahasiswa di sekitar kampus yang belum tergabung dan belum menerima bantuan.

    Usai menyerahkan bahan pangan, Dekan dan Satgas Satgas Dampak Covid-19 FEB UNS serta dari Teh Sepeda Balap berfoto bersama dengan para mahasiswa. (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Dengan New Normal,  Sektor Pariwisata Akan Ada Pergeseran Preferensi Wisatawan

    Dengan New Normal,  Sektor Pariwisata Akan Ada Pergeseran Preferensi Wisatawan

    Sektor pariwisata sebagai sumber kontribusi terbesar ke 2 di Indonesia terhadap devisa  negara nyaris tumbang karena Pandemi Covid-19 dan hal ini menjadi keprihatinan bersama. Tak terkecuali dengan obyek wisata yang ada di Solo yang sangat terdampak yakni Keraton  Surakarta, Pura Mangkunegaran, Museum Radya Pustaka, Taman Balekambang, Taman Sriwedari, Wayang Orang Sriwedari, Museum Batik Danar Hadi, Museum Keris Nusantara dan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ).

    Pernyataan itu disampaikan pengamat pariwisata yang juga dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret, Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si. dalam Bincang Pagi RRI Surakarta, Rabu, 27 Mei 2020.

    Dikatakannya, sebelum pandemi, dari beberapa tempat wisata tersebut,  Taman Balekambang yang  difungsikan sebagai taman kota,  biasanya paling banyak mendapatkan kunjungan, satu tahunnya sekitar 2,6 jutaan pengunjung, sedangkan TSTJ sekitar 500 ribuan pengunjung. Namun di masa pandemi, saat Balekambang tidak ada pengunjung, maka untuk operasionalnya menggantungkan ke APBD.  Berbeda dengan TSTJ yang menggunakan tiket, dan dengan dijalankannya program penjualan  tiket di masa pandemi ini hingga terjual 50 ribu tiket dengan harga per tiket Rp 20 ribu sudah menghasilkan  1 M. Hal ini sangat membantu TSTJ untuk membantu operasional pengelolaan TSTJ.

    Menyikapi wacana pemerintah dengan kenormalan baru (new normal) di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda,  Bambang Irawan memprediksi bahwa new normal akan ada di kuartal ke 4 tahun ini, karena di kuartal sekarang ini  masih flat, memang agak melandai, rantai supply demand di dalam ekonomi masih belum pulih dan masih sangat negatif, apalagi vaksin belum ditemukan.

    Untuk sektor wisata, jalan menuju new normal adalah dengan melakukan persiapan dari berbagai aspek, diantaranya, pengelola didorong untuk mengevaluasi manajemennya, me-recharge pemandu wisata, mengevaluasi penataan barang-barangnya, dan sebagainya yang intinya memperbaiki ke dalam. Hal ini dikarenakan, dalam kondisi new normal akan ada pergeseran preferensi wisatawan.

    Ketika new normal, konteks wisata menjadi berkualitas untuk lingkungan dan kesehatan, harus ada responsible tourism,  setiap orang yang terkait langsung dengan wisatawan di destinasi wisata harus mampu dan bertanggung jawab untuk menjaga kesehatan dan keamanan lingkungan.

    “Dalam kondisi new normal, para pengunjung mungkin akan sangat ingin berwisata setelah beberapa waktu tinggal di rumah, dikarantina. Namun akan berbeda saat sebelum pandemi, dengan new normal, pengunjung akan lebih care terhadap dirinya sendiri, apakah sudah ada mitigasi yang sudah tersistem di tempat wisata, apakah ada SOP atau  sistem yang membatasi pengunjung ke tempat wisata, apakah kesehatan pengunjung terjamin, apakah pengunjung akan aman dan sebagainya. Hal ini harus  benar-benar dipersiapkan oleh pengelola obyek wisata sebelum membuka kembali tempat wisata. Dan ini bukan pekerjaan yang mudah namun harus segera dipersiapkan” tegasnya.

    Diakhir perbincangan, Bambang berharap pemerintah segera membuat panduan new normal agar di setiap sektor yang terdampak pandemi bisa mempersiapkan diri lebih dini. (Humas FEB)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

     

  • Satgas Dampak Covid-19 FEB UNS Ajak Mahasiswa Bersilaturahmi

    Satgas Dampak Covid-19 FEB UNS Ajak Mahasiswa Bersilaturahmi

    Satgas Dampak Covid-19 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), usai lebaran mengadakan silaturahmi dengan sejumlah mahasiswa FEB UNS yang berada di kos sekitar kampus UNS, Selasa 26 Mei 2020 di Aula FEB UNS.

    Kegiatan diselenggarakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, pengecekan suhu tubuh dengan termometer tembak sebelum masuk aula, wajib mengenakan masker, disiapkan hand sanitizer dan kursi sudah ditata berjarak di aula yang cukup luas.

    Mahasiswa mengikuti kegiatan dengan duduk berjarak

    Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com., (Hons). Ph.D, Ak., Dekan FEB UNS di awal sambutannya menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H kepada mahasiswa yang merayakan, mohon maaf apabila pihak fakultas, pimpinan, dosen, tenaga kependidikan selama memberikan layanan ke mahasiswa masih ada kekurangan.

    Selanjutnya disampaikan bahwa pihak fakultas melalui Satgas Dampak Covid -19 FEB UNS berusaha menjalin terus komunikasi dengan para mahasiswa, terutama yang masih berada di sekitar kampus.

    ” Sivitas akademika FEB UNS senantiasa guyub rukun bersama-sama menghadapi pagebluk ini. Kami berusaha terus menjalin komunikasi, memantau mahasiswa agar di masa pagebluk ini, mahasiswa senantiasa sehat dan bisa mengikuti perkuliahan daring dengan lancar. Jika ada kesulitan bisa diatasi bersama. ” tegasnya

    Prof. Djoko juga menyemangati mahasiswa untuk selalu optimis meski pagebluk sudah melanda cukup lama dan menghambat banyak aktifitas. Di setiap wabah pasti ada hikmah besar di baliknya. Dengan kondisi ini, seluruh dosen dan mahasiswa akhirnya mampu melaksanakan perkuliahan dengan daring meskipun masih ada beberapa hambatan.

    Dekan memberikan semangat kepada mahasiswa

    Usai memberikan sambutan, Prof. Djoko berkesempatan melakukan komunikasi melalui video call bersama dengan Bapak Sugito, orang tua dari salah satu mahasiswa Cahya Isnaini dari Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

    Dalam video call itu, Prof. Djoko menyampaikan ke Bapak Sugito untuk tidak perlu khawatir dengan kondisi putrinya yang berada di Solo. Melalui grup whatsapp, mahasiswa akan selalu berkomunikasi dengan Satgas dan selalu dipantau perkembangan kesehatan dan perkuliahannya.

    Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UNS berikan penjelasan tentang perkuliahan daring

    Bapak Sugito berterimakasih kepada pimpinan fakultas yang telah menjalin komunikasi dengan orang tua mahasiswa dan juga semua perhatian yang diberikan kepada mahasiswa di masa pandemi.

    Tim Satgas berbincang seputar aktifitas mahasiswa di kos selama pandemi

    Sementara itu, Dr. Dwi Prasetyani, M.Si dari Satgas Dampak Covid-19 FEB UNS berterima kasih kepada para mahasiswa yang bersedia hadir sesuai dengan yang telah disepakati di acara silaturahmi. Tim berusaha memposisikan diri menjadi orang tua, khususnya bagi mahasiswa yang di masa pandemi tidak bisa bersama keluarga, bertahan di kos, bahkan saat Hari Raya Idul Fitri tiba.

    “Ini adalah masa yang spesial, jangan patah semangat. Ke depan, kondisi seperti ini menjadi bagian dari sejarah besar bagi para mahasiswa. Masih ada di kos sementara ribuan temen-temen lainnya bisa pulang bersama keluarga. Pasti ada rasa sedih, rasa kangen terlebih saat hari raya seperti sekarang ini. Kami ada bersama kalian” jelasnya menghibur.

    Satgas berkomitmen secara rutin untuk membantu mahasiswa , memenuhi kebutuhan yang betul-betul diperlukan mahasiswa selama pandemi. Donasi yang telah diamanahkan kepada Satgas berasal dari keluarga besar FEB UNS, dosen, tendik dan juga para alumni.

    Sebelum acara ditutup, mahasiswa berkesempatan menyampaikan masukan ataupun ungkapan rasa selama proses pembelajaran daring, pemberian bantuan ataupun hal lainnya kepada pimpinan yang hadir di kesempatan itu . (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Bantuan Di Masa Pandemi Covid-19  Dipastikan Tepat Sasaran

    Bantuan Di Masa Pandemi Covid-19 Dipastikan Tepat Sasaran

    Pandemi Covid-19 membawa dampak bagi sistem pembelajaran di kampus dan juga mengubah pola kerja yang semula banyak dilakukan di dalam kampus, sejak pertengahan Maret 2020 lalu harus membiasakan dengan pembelajaran daring dan pola kerja dengan sistem piket dan Work From Home (WFH).

    Beberapa pegawai di FEB UNS ada juga yang karena pekerjaannya harus tetap rutin melakukan aktifitas kerjanya, bekerja setiap hari, seperti cleaning service dan satpam.

    Pernyataan ini disampaikan Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), Dr. Djuminah, M.Si, Ak. saat acara bincang-bincang sesi kedua di Radio Metta FM, Senin 18 Mei 2020.

    Lebih lanjut dikatakan bahwa bidang dua telah menganggarkan dalam tiga bulan ke depan untuk meningkatkan imunitas, dengan tambahan vitamin dan nutrisi di setiap hari kerja, khususnya untuk cleaning service, satpam, tenaga kependidikan dan Dekanat yang menjalankan piket kerja.

    Untuk menjaga agar lingkungan kampus FEB UNS terbebas dari virus, secara rutin di hari Senin dan Kamis dilakukan penyemprotan desinfektan dan juga selalu menyediakan hand sanitizer di beberapa pintu masuk gedung FEB UNS.

    Sementara itu Dr. Dwi Prasetyani, M.Si dari Satgas Dampak Covid-19 menyampaikan
    untuk menjaga ketahanan pangan di lingkungan internal FEB UNS, awal April 2020, Dekan telah membentuk Tim Satgas Dampak Covid-19 dan disosialisasikan kepada dosen, karyawan, termasuk juga kepada para alumni untuk menjadi donatur.

    Donasi disalurkan kepada cleaning service, security dan tenaga kependidikan yang membutuhkan serta kepada mahasiswa yang berada di kos sekitar kampus, tidak bisa pulang selama wabah.

    “Kami memposisisikan sebagai orang tua mereka, kami memantau hampir 80-an mahasiswa yang masih kos di sekitar kampus. Setiap dua pekan kita tanyakan kebutuhannya, yang masak sendiri kita beri bahan makanan dan yang tidak masak sendiri diberikan bantuan uang tunai. Kami berharap bantuan ini benar-benar tepat sasaran, sesuai yang dibutuhkan mahasiswa” jelas Dr. Dwi

    Pada perkembangannya, bantuan juga diberikan ke luar FEB UNS. Bekerja sama dengan EMC, komunitas Motor FEB membantu Taman Satwa Taru Jurug, dalam bentuk donasi uang tunai pembelian tiket untuk membantu pengelolaan pakan satwa dan juga bantuan kepada karyawan di TSTJ. (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Tim Satgas Dampak Covid-19 FEB UNS Bergerak Ke Luar Kampus

    Tim Satgas Dampak Covid-19 FEB UNS Bergerak Ke Luar Kampus

    Ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19 wajib dikendalikan dengan baik agar kondisi sosial dan ekonomi masyarakat tetap stabil. Terlebih, para ahli masih belum bisa memprediksikan secara pasti sampai kapan Pageblug Covid-19 ini akan berakhir.

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) sebagai sebuah lembaga akademik juga memiliki kewajiban untuk turut berkontribusi menjaga ketahanan pangan, baik di lingkungan internal maupun eksternal.

    Pernyataan itu disampaikan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak. saat acara bincang-bincang di Radio Metta FM, Senin 18 Mei 2020. Bincang-bincang yang membahas Ketahanan Pangan di Masa Pandemi Covid-19 tersebut, Prof. Djoko bersama dengan Drs. Bambang Sarosa, MSi. dari Tim Satgas Dampak Covid-19 yang juga Ketua komunitas motor FEB UNS, EMC.

    Dekanat FEB UNS di awal April 2020 telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Dampak Covid-19 yang bertujuan untuk menjaga ketersediaan pangan bagi mahasiswa yang masih berada di tempat pondokannya masing-masing, juga bagi keluarga besar FEB UNS yang terdampak COVID.

    “Penggalangan donasi berasal dari para alumni UNS, korporasi, dosen dan tenaga kependidikan dan EMC. Satgas ini pada akhirnya diharapkan dapat memberikan sumbangsihnya dan memberikan dampak yang luas terhadap efek dari pageblug Covid-19” jelas Prof. Djoko .

    Seiring berjalannya waktu, gagasan ini berkembang, bantuan tidak hanya untuk lingkungan keluarga besar FEB UNS namun juga di luar FEB UNS yang membutuhkan.

    Drs. Bambang Sarosa M.Si mengatakan, gagasan pembentukan Tim Satgas Dampak Covid-19 ini spontan dari Dekan. Dalam kondisi wabah seperti ini, lingkungan FEB UNS harus memiliki ketahanan, baik dari segi ekonomi, sosial maupun psikis. Selanjutnya, bantuan pun akhirnya mulai bergerak keluar,  FEB UNS membantu pengelolaan pakan satwa di tengah pagebluk Covid dan beri bantuan kepada karyawan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ).

    Di akhir perbincangan, Prof. Djoko berharap agar pandemi ini segera usai sehingga kehidupan bisa normal kembali. Selama wabah, masyarakat harus sadar bahwa kita tidak hidup sendiri, namun hidup bermasyarakat, jangan seenaknya sendiri, mari patuhi anjuran yang baik dari pemerintah, jaga jarak, pakai masker, rajin cuci tangan agar kita segera memutus mata rantai wabah ini.

    FEB UNS mengusung slogan “Urip Sing Urup Memayu Hayuning Bawana” dengan harapan dapat mengambil sikap peduli pada sesama makhluk hidup, baik manusia maupun bumi dan seisinya. (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.