FEB

Kategori: fakultas

  • Dekan FEB UNS Beri Ucapan Selamat dan Apresiasi kepada Para Wisudawan

    Dekan FEB UNS Beri Ucapan Selamat dan Apresiasi kepada Para Wisudawan

    Bertepatan dengan hari Pendidikan Nasional, Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar wisuda daring yang diikuti oleh 259 wisudawan, Sabtu 2 Mei 2020.

    Dekan FEB UNS Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com(Hons), Ph.D.Ak. mengatakan suasana wisuda daring di hari ini berbeda dari wisuda yang biasa dilakukan. Namun wisuda daring yang merupakan kali pertama diselenggarakan di UNS tetap terasa khidmat, serius dan formal.

    Dekan FEB UNS, saat wisuda daring

    Prof. Djoko menilai bahwa terobosan penerapan teknologi seperti ini sangat baik agar proses pendidikan bisa berjalan meskipun dalam kondisi darurat nasional, Pagebluk Covid-19.

    Dalam kesempatan itu juga, Prof. Djoko mengucapkan selamat dan sangat mengapresiasi kepada para wisudawan yang mengikuti wisuda daring hari ini.

    “Selamat kepada para wisudawan, kalian adalah pemuda pemudi yang hebat dan luar biasa. Masa darurat Covid-19 bukan suatu halangan yang berarti. Karakter pejuang tangguh ini yang selayaknya dimiliki oleh mahasiswa FEB UNS. Sifat tangguh, pejuang, motivasi tinggi dan tidak pernah mengeluh merupakan karakter sivitas akademika dan khususnya FEB UNS. Tetap semangat, Bumi Pertiwi menanti darma baktimu” tegasnya menyemangati.

    Sementara itu, salah satu mahasiswa FEB Program Studi Manajemen, Tsania Ulil Albab Sugeng, Sarjana Manajemen mendapat kehormatan untuk membacakan Prasetya Alumni UNS. Tsania sengaja memilih tempat yang tepat untuk prosesi wisuda daring yakni di pelataran joglo rumahnya.

    Tsania yang berpredikat cumlaude dengan Indeks Prestasi 3,94 juga mendapat predikat lulusan termuda untuk program sarjana dengan usia sampai saat lulus 20 tahun 2 bulan.

    Meski dalam suasana wisuda yang beda, Tsania merasa bahagia karena semua keluarga bisa melihat prosesi wisuda daring. Dan ayahnya yang memindahkan kucir topi wisuda.

    Tsania dan ayahnya, saat prosesi memindahkan kucir topi wisuda

    “Walaupun memang tidak semeriah wisuda biasa, tapi wisuda online ini berkesan sekali dan bisa jadi memori sampai tua besok” tuturnya penuh keceriaan.

    Bila pandemi Covid-19 telah berakhir, Tsania dan teman-temannya yang diwisuda hari ini berencana akan mengadakan acara tasyakuran meski hanya sederhana.  (Humas)

     

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

     

  • FEB UNS Gelar Pisah Sambut Kabag dan Kasubbag Secara Daring

    FEB UNS Gelar Pisah Sambut Kabag dan Kasubbag Secara Daring

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menggelar acara Pisah Sambut Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) dan Kepala Subbagian (Kasubbag) Administrasi Umum dan Keuangan (AUK), Kamis 30 April 2020.

    Acara yang diikuti oleh perwakilan Dekanat, Kepala Program Studi dan Pimpinan Administrasi berlangsung dengan lancar sekitar satu jam secara daring.

    Per tanggal 1 Mei 2020, Tunggul Ardhi, S.Si. telah diangkat jabatannya oleh Rektor UNS sebagai Kabag TU di FEB UNS yang sebelumnya menjadi Kabag Minat, Bakat, Penalaran dan Informasi Kemahasiswaan. Kabag TU FEB sebelumnya dijabat oleh Dra. Eny Widayati yang telah purna tugas beberapa waktu lalu.

    Demikian juga Ardi Wikanto, S.E, Ak diangkat menjadi Kasubbag AUK FEB UNS, sebelumnya menjabat Kasubbag AUK di Fakultas Kedoteran UNS.

    Sedangkan Hendri Prayitno, S.Sos. yang telah mengabdi sebagai Kasubbag AUK FEB kurang lebih 7 tahun lebih 5 bulan untuk selanjutnya akan bertugas di LPPM sebagai Kepala Subbagian Program dan Kerjasama pada bagian Tata Usaha LPPM.

    Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com .(Hons), Ph.D, Ak, dalam sambutannya yang pada kesempatan itu diwakili oleh Wakil Dekan (WD) Bidang Akademik menyampaikan selamat datang kepada Kabag dan Kasubbag AUK yang baru. Semoga pejabat yang baru mampu mengemban amanah yang telah diberikan, guyub rukun bekerja sama membangun FEB. Bekerja dimananapun, kapanpun, dengan pertentangan apapun harus tetap bekerja sesuai dengan porsi kita.

    Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kabag yang telah purnatugas dan Kasubbag AUK yang menjalani tugas di tempat lain. Selama di FEB telah banyak membantu pimpinan FEB, bekerja keras sesuai dengan tanggung jawab dan tugasnya masing-masing.

    FEB memiliki Kabag dan Kasubbag yang bekerja luar biasa, semoga FEB akan berkembang lebih pesat, sesuai dengan jargonnya “FEB UNS Jaya”.

    (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Tahap Kedua, Tim Satgas Covid-19 FEB UNS Bantu Mahasiswa

    Tahap Kedua, Tim Satgas Covid-19 FEB UNS Bantu Mahasiswa

    Tim Satgas Covid-19 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UNS) di tahap kedua memberikan bantuan bahan makanan kepada 20 mahasiswa FEB UNS yang di masa wabah masih berada di kos sekitar kampus dan memasak sendiri.

    Bantuan yang berupa bahan makanan diserahkan langsung oleh Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons). Ph.D, Ak., Dekan FEB UNS kepada salah satu mahasiswa yang hadir paling awal, Fauzan Nurhudaya, Senin 27 April 2020 di depan Gedung Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FEB UNS.

    Dekan bersama dengan WD Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Kabag TU dan Kasubbag sesaat sebelum bahan makanan dibagikan

    Sejak pukul 12.00-14.00 WIB, petugas membagikan bahan makanan kepada dua puluh mahasiswa yang datang secara bergantian. Mahasiswa harus tetap mentaati protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19, mengenakan masker dan menjaga jarak.

    Bahan makanan yang diberikan oleh Tim Satgas sesuai dengan kebutuhan mahasiswa berupa beras, minyak goreng, mie instan, telur ayam, telur asin, sarden, sambal botol, kecap botol dan juga ditambahkan masker.

    Jenis Bahan Makanan yang Dibagikan kepada 20 mahasiswa

    Dr. Dwi Prasetyani, M.Si, salah satu anggota Tim Satgas yang saat itu mendampingi Dekan mengatakan, bantuan diberikan secara merata kepada mahasiswa yang masih berada di kos sekitar kampus, termasuk juga mahasiswa dari luar negeri.

    Selanjutnya dikatakan, Tim Satgas juga telah memberikan bantuan uang tunai kepada 22 mahasiswa yang masih kos di lokasi kampus dan tidak memasak secara mandiri.

    Fauzannuar Dwinata, salah satu mahasiswa FEB UNS yang memperoleh bantuan, berterima kasih kepada Satgas Covid-19 FEB UNS yang telah peduli dengan mahasiswa.

    “Terima kasih kepada Tim Satgas. Kami sangat terbantu, terutama bagi mahasiswa yang tidak pulang kampung, merantau jauh dari keluarga, bisa sharing keadaan kami dan juga mendapat bantuan bahan makanan ataupun uang tunai” jelas mahasiswa S1 Transfer yang berasal dari Kalimantan.

    Menurutnya, ada kerinduan untuk pulang kampung. Namun kondisi wabah ini, ia harus bersabar diri bertahan di kos untuk menjaga kesehatan diri sendiri maupun sekitar.

    Dr. Dwi Prasetyani dan petugas sedang mempersiapkan bantuan untuk mahasiswa

    Sebelumnya, di tahap pertama Tim Satgas telah memberikan paket bahan makanan kepada 21 orang Tendik Non PNS.

    Mengingat situasi pandemi Covid-19 ini diprediksikan tidak akan berakhir dalam waktu dekat, maka Tim Satgas masih merencanakan untuk memberikan bantuan lanjutan. (Humas FEB)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Tingkatkan Imunitas, FEB UNS Beri Nutrisi Rutin kepada Pegawai

    Tingkatkan Imunitas, FEB UNS Beri Nutrisi Rutin kepada Pegawai

    Sejak dikeluarkannya Surat Edaran Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) tentang pemberlakuan pembatasan aktivitas kampus untuk mencegah penyebaran virus Corona, perkuliahan di UNS dilaksanakan dengan pola pembelajaran daring atau online. Dosen dan mahasiswa sepenuhnya melakukan aktifitas perkuliahan maupun ujian di rumah masing-masing.

    Beberapa pegawai di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS harus tetap rutin melakukan aktifitas kerja selama wabah. Tenaga keamanan masih aktif menjaga keamanan kampus, demikian juga tenaga kebersihan secara rutin menjalankan aktifitasnya membersihkan gedung dan halaman FEB UNS. Sedangkan untuk pejabat struktural dan tenaga kependidikan (tendik) dengan menerapkan sistem piket kerja yang pengaturannya diserahkan kepada atasan masing-masing.

    Pimpinan FEB UNS, sejak Senin 6 April 2020 rutin memberikan nutrisi atau gizi kepada para pegawai yang masih melakukan pekerjaannya di kantor, terutama untuk tenaga keamanan, tenaga kebersihan serta pejabat struktural dan tendik yang piket.

    Nutrisi direncanakan akan diberikan hingga tiga bulan ke depan. Jenis nutrisi bervariasi setiap harinya, bubur kacang hijau, jus buah, bubur ketan, bubur mutiara, sup makaroni dan sebagainya. Selain nutrisi, untuk meningkatkan daya tahan tubuh, juga diberikan tambahan vitamin.

    Pemberian nutrisi yang diberikan setiap pagi hari dan juga tambahan vitamin diharapkan dapat memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) FEB UNS, meningkatkan imunitas tubuh menghadapi Covid-19. (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Dekan FEB UNS Bentuk Satgas Atasi Dampak Sosial dan Ekonomi Wabah Covid-19

    Dekan FEB UNS Bentuk Satgas Atasi Dampak Sosial dan Ekonomi Wabah Covid-19

    Wabah Covid-19 yang telah melanda Negara Indonesia sejak awal Maret lalu telah memberikan dampak bagi masyarakat luas. Demikian juga bagi warga kampus di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS).

    Sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga besar FEB UNS atas dampak sosial dan ekonomi wabah Covid -19 serta mempertimbangkan bahwa wabah ini akan berlangsung hingga waktu yang belum bisa dipastikan, Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com., (Hons), Ph.D.,Ak menginisiasi pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Ketahanan Pangan.

    Satgas yang dibentuk bertugas untuk mengkoordinir donasi dari pihak internal maupun eksternal melalui satu pintu. Satgas sekaligus mengkoordinir distribusi bantuan kepada warga FEB UNS yang terdampak Covid-19.

    Heru Agustanto, S.E., M.S.M., Ketua Satgas mengatakan bahwa fokus utama dari terbentuknya satgas ini adalah untuk menjaga ketersediaan pangan bagi keluarga besar FEB UNS.

    “Kita akan melihat perkembangan yang ada, tergantung kondisinya, sementara ini bantuan diberikan secara bertahap dalam bentuk bahan makanan. Namun bisa fleksibel, menyesuaikan kebutuhan utama yang harus ditangani bersama” tegasnya.

    Selanjutnya dikatakan, satgas berencana akan membuat laporan dua minggu sekali dan akan disampaikan ke para donatur.

    Sementara itu , salah satu anggota satgas, Dr. Dwi Prasetyani, S.E. M.Si, mengatakan bahwa sumber donasi berasal dari alumni, mitra kerja sama, dosen, tenaga kependidikan (tendik), Komunitas Motor FEB dan juga masyarakat luas. Bantuan diterima dalam bentuk apapun.

    Sedangkan penerima bantuan adalah keluarga besar FEB yang membutuhkan, diantaranya keluarga tenaga kebersihan, petugas keamanan, penjaga sepeda, tendik, serta mahasiswa yang membutuhkan.

    “Program ini dijalankan melalui pengamatan, pengertian dan pemahaman yang lebih fokus, mudah- mudahan lebih tepat sasaran. Bantuan akan diberikan hingga wabah usai” papar Dr. Dwi yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Unit Kerja Sama FEB UNS.

    Pemberian tahap pertama dari Satgas berupa paket bahan makanan telah disampaikan kepada 21 orang Tendik Non PNS FEB pada hari Kamis, 16 April 2020 di Ruang Alumni Lounge.

    Sebelum terbentuknya satgas, sudah banyak pihak yang berempati atas dampak Covid-19 bagi keluarga besar FEB UNS.

    Para Ibu Dosen yang tergabung dalam Sosialita FEB telah memberikan bantuan 40 paket bahan makanan,  dan juga Alumni angkatan 1997 memberikan 40 paket bahan makanan kepada tenaga kebersihan, tenaga keamanan, dan penjaga sepeda. Selain itu, Alumni FEB angkatan 1988 memberikan Thermo Gun, dan juga beberapa dosen memberikan bantuan masker.

    Rasa empati dan kepedulian keluarga besar FEB UNS semoga memberikan semangat untuk selalu bergotong royong, guyub rukun, satukan daya energi, “urip sing urup memayu hayuning bawana”. (Humas)

     

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Para Dosen FEB Donasikan Sembako dan Masker

    Para Dosen FEB Donasikan Sembako dan Masker

    40 paket sembako diberikan kepada para tenaga kebersihan, keamanan dan penjaga sepeda di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), Jumat 3 April 2020 di Gedung 1 FEB UNS.

    Paket sembako tersebut merupakan donasi dari para Ibu Dosen FEB UNS sebagai tanda bakti cinta kepada petugas yang masih aktif rutin menjaga kebersihan dan keamanan kampus di masa kewaspadaan pencegahan penyebaran infeksi Covid-19 di lingkungan UNS.

    Meskipun dalam kondisi wabah dan sebagian besar sivitas akademika bekerja dari rumah, sebagai pekerja harian, mereka harus tetap masuk kerja setiap harinya untuk menopang penghidupan keluarganya dengan tetap berusaha menjaga diri untuk selalu sehat, meningkatkan daya tahan tubuh.

    Pembagian sembako kepada 24 orang tenaga kebersihan, 12 tenaga keamanan dan 4 orang penjaga sepeda dilakukan dengan tetap menerapkan aturan physical distancing, berbaris bergantian dengan menjaga jarak.

    Di hari berikutnya, seorang dosen FEB membagikan masker kepada tenaga kebersihan dan keamanan di lingkungan FEB.

    “Saya mewakili teman-teman satpam FEB UNS mengucapkan terima kasih kepada Dosen FEB atas perhatiannya kepada kami semoga Tuhan membalas dan melipat gandakan berkah rezeki dan sehat selalu” kata Yusak, koordinator Tenaga Keamanan usai menerima bantuan. (Humas).

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Getarkan Semesta dengan Bicara Positif, Tingkatkan Imunitas Cegah Penularan Covid-19

    Getarkan Semesta dengan Bicara Positif, Tingkatkan Imunitas Cegah Penularan Covid-19

    Virus corona yang mulai mewabah di Indonesia sejak awal Maret lalu menimbulkan banyak dampak negatif. Masyarakat tidak bisa beraktivitas seperti biasa, perekonomian melemah , dan tak sedikit orang merasakan ketakutan dan panik.

    Wabah Virus Corona tumbuh secara eksponensial, sejak 2 Maret, terinfeksi 2 orang ; 9 Maret terinfeksi 19 orang; 16 Maret terinfeksi 134 orang, 23 Maret terinfeksi 579 orang, 30 Maret terinfeksi 1414 orang. Setiap hari, jumlah orang yang terinfeksi mengalami lonjakan yang cukup besar.

    Hal itu disampaikan Dr. Intan Novela Qurrotul Aini, S.E., M.Si, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) yang tergabung dalam Ikatan Alumni Akademi Trainer (IAAT) dengan founder Bapak Jamil Azzaini, saat memberikan kuliah online Minggu, 5 April 2020.

    Dr. Intan bersama dengan 217 alumni Akademi Trainer se-Indonesia secara serentak mengisi acara online dalam rangka Festival Trainer Nasional dengan membuat #GerakanIndonesiaBicaraPositif. Tema yang diangkat seragam yaitu mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menyebarkan kata-kata, pembicaraan dan tindakan yang positif.

    (lebih…)

  • Sosialisasi Penundaan kredit bagi UMKM Harus Lebih Operasional

    Sosialisasi Penundaan kredit bagi UMKM Harus Lebih Operasional

    Belum lama ini, Presiden Joko Widodo menyampaikan adanya kebijakan relaksasi kredit yang khusus diberikan kepada para pelaku UMKM dan pekerja informal yang terdampak pandemi virus corona (covid-19).

    Kebijakan pemerintah tersebut menjadi topik hangat dalam Bincang Pagi RRI Surakarta dengan dua narasumber, Eko Yunianto, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo dan Prof. Dr. Asri Laksmi Riani, M.Si, Pengamat Ekonomi dari Universitas Sebelas Maret, Rabu 1 April 2020.

    Dalam perbincangan itu, Eko Yunianto menjelaskan bahwa OJK telah merespon kebijakan pemerintah tersebut dengan menerbitkan Peraturan OJK (POJK) nomor 11 tahun 2020 tanggal 13 Maret 2020 yang intinya mengatur adanya relaksasi untuk penetapan kualitas kredit dan restrukturisasi kepada debitur di industri perbankan.

    Sedangkan untuk industri non bank, sudah diputuskan dalam rapat dewan komisioner. Produk hukum dalam bentuk peraturan OJK masih menunggu, mungkin dalam waktu yang tidak lama lagi.

    Dikatakannya, keringanan pembayaran kredit tersebut ditujukan bagi masyarakat yang terdampak wabah covid 19 baik langsung maupun tidak, yakni para pekerja informal, baik itu ojek online, sopir taksi, dan pelaku UMKM, nelayan, dengan penghasilan harian, dengan kredit di bawah Rp10 miliar, dan akan mulai berlaku bulan April ini.

    Dalam hal ini, OJK telah melakukan diseminasi dan sosialisasi kepada stakeholder, pemerintah daerah, kadin dan asosiasi terkait berbagai ketentuan stimulus yg dikeluarkan dan untuk implementasinya, di dalam POJK, industri diminta untuk membuat pedoman internal tertulis yang intinya memuat ketentuan operasional dalam restrukturisasi. Pihak Industri harus melakukan inventarisasi yang terdampak covid-19, melakukan pemetaan berapa potensi yang dilakukan restrukturisasi.

    Mekanisme atau prosedurnya adalah debitur yang terkena dampak covid-19 pro aktif menghubungi kreditur, baik perbankan maupun industri keuangan non bank. Di kondisi saat ini, debitur cukup menghubungi melalui telepon, email atau Whatsapp. Debitur menyampaikan bahwa usahanya terkena dampak covid-19. Atas dasar itu , debitur bisa mengajukan permohonan untuk dilakukan restrukturisasi.

    Restrukturisasi yang akan dijalankan masing-masing perbankan ataupun industri keuangan non bank akan berbeda. Restrukturisasi bisa dalam bentuk penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu pengurangan tunggakan pokok dan juga tunggakan bunga, skema penambahan fasilitas kredit baru, dan dimungkinkan juga skema penunandaan pembayaran pokok dan atau bunga. Hal itu tergantung hasil assessment oleh krediturnya terhadap debitur-debitur yang mengajukan.

    Sementara itu, Prof. Asri  menilai kebijakan pemerintah dalam rangka menopang perekonomian masyarakat di tengah masa darurat ini sangat tepat. Banyak usaha terkena dampak covid-19, langsung maupun tidak.

    Prof. Asri berharap pihak perbankan maupun industri keuangan non bank bisa segera melakukan sosialisasi yang lebih operasional, Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mudah dipahami oleh para UMKM. Untuk menghindari kerumunan orang dalam kondisi harus physical distancing/menjaga jarak, sosialisasi bisa dilakukan melalui media sosial.

    Selanjutnya dikatakan, terhadap kebijakan pemerintah tersebut, para pengusaha UMKM khususnya tidak merespon secara terburu-buru, harus tetap mengikuti aturan yang ada. UMKM harus efisisen dalam menjalankan usahanya, memanfaatkan media sosial secara efektif dan melakukan transaksi secara online. (Humas).

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Tenaga Kebersihan FEB:  Kami Bekerja Membantu Pemerintah Lawan Covid-19

    Tenaga Kebersihan FEB:  Kami Bekerja Membantu Pemerintah Lawan Covid-19

    Tulisan singkat namun cukup membuat rasa kagum sivitas akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) tertoreh dalam sebuah banner sederhana yang dikreasikan oleh para tenaga kebersihan FEB UNS yang dipajang di area Gedung I FEB pagi tadi, Rabu, 1 April 2020 di Halaman Gedung I FEB.

    Banner itu bertuliskan  “Kami bekerja membantu pemerintah melawan Covid-19 dengan menjaga kebersihan lingkungan di FEB-UNS. Selamat dan Sukses. Semangat kerja melawan corona sampai selesai”.

    Kalimat  lugas namun cukup bermakna di banner itu digagas bersama oleh para tenaga kebersihan FEB yang berjumlah 24 orang sebagai rasa empati mereka terhadap wabah yang tak hanya melanda Indonesia namun hampir di seluruh negara.

    Usai melaksanakan aktifitas rutin pagi  membersihkan lingkungan FEB, mereka berkreasi menciptakan banner tersebut dengan alat seadanya, menggunakan kalender bekas, papan tulis yang sudah tidak terpakai dan dihiasi dengan bunga yang dipetik dari lingkungan FEB.

    Bagus Puspoyudo, koordinator tenaga kebersihan FEB  mengatakan,  ide ini  memang sudah direncanakan beberapa hari sejak wabah corona mulai melanda, khususnya  setelah   Rektor UNS mengeluarkan surat edaran tentang kewaspadaan dini, kesiapsiagaan serta tindakan antisipasi pencegahan penyebaran infeksi Corona Virus Disease (Covid) -19 di lingkungan UNS dan perkuliahan mulai dilakukan secara daring atau online.

    “Kami ingin turut berperan dalam pencegahan corona dengan tetap menjalankan aktifitas,  kami   membersihkan lingkungan di FEB UNS meskipun gedung perkuliahan tidak terpakai selama pembelajaran daring dan kami juga berusaha menjaga kesehatan kami” papar Yudo mewakili teman-temannya yang saat itu terlihat sangat ceria.

    Meski dalam kondisi wabah dan sebagian besar sivitas akademika bekerja dari rumah, sebagai pekerja harian, mereka harus tetap masuk kerja setiap harinya untuk menopang penghidupan keluarganya dan berusaha menjaga diri untuk selalu sehat, meningkatkan daya tahan tubuh  dengan berjemur di pagi hari di halaman FEB dan juga mengkonsumsi “empon-empon”.

    “Waspada tetep Bu, kami juga harus rajin berjemur dan mengkonsumsi empon-empon, satu kali godokan  bisa digunakan tiga hari, macamnya banyak  ada kunci, temu giring, temu ireng, temu lawak, kunir putih, kencur, laos dan lain-lain, biasanya temen-temen buatnya tidak sama ramuannya. Dan yang terpenting juga dalam kondisi seperti ini,  kami membuat diri kami selalu gembira” papar Evi salah satu tenaga kebersihan yang juga diiyakan oleh semua tenaga kebersihan.

    Selama masa pencegahan corona, jam kepulangan kerja para tenaga kebersihan lebih awal dari waktu biasanya. Biasanya bekerja mulai  pukul 06.00 s.d. 15.30 WIB, disesuaikan menjadi  pukul 06.00 s.d. 14.00 WIB. Dalam menjalankan aktifitasnya, mereka  tetap memakai masker.  (Humas).

     

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si

  • Mahasiswa MESP Presentasikan Proposal Tesis Secara Online

    Mahasiswa MESP Presentasikan Proposal Tesis Secara Online

    Anggia Desty Rahmasari, mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Ekonomi (MESP) FEB UNS presentasikan proposal tesisnya pada Seminar Proposal Tesis secara online, Senin 30 Maret 2020.

    Seminar proposal berlangsung dengan menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meeting dan diikuti oleh 15 peserta, kaprodi, pembimbing, dosen, dan mahasiswa MESP .

    Dalam seminar itu, Anggia mempresentasikan proposal tesisnya yang bertajuk Analisis Modal Fisik, Psikis dan Sosial Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Sembilan Negara Asean Periode Tahun 2008-2018.

    Dr. Evi Gravitiani, SE, M.Si, Ketua Prodi MESP hadir untuk memantau langsung jalannya seminar online. Demikian juga Dr. Guntur Riyanto, S.E, M.Si sebagai pembimbing pertama dan Dr. Siti Aisyah Tri Rahayu, SE, M.Si.sebagai Pembimbing kedua hadir untuk mengarahkan mahasiswa.

    “Semua persyaratan kami cek semalam dan sudah terpenuhi semuanya sehingga seminar untuk Saudari Anggia sudah bisa dilaksanakan” kata Dr. Guntur sebelum seminar dimulai.

    Seminar Online yang dipandu oleh Amelia Choya Tia Rosalia, S.E. berjalan sekitar satu setengah jam. Beberapa masukan kepada presenter disampaikan peserta untuk dapat memperbaiki proposal tesis.

    Dr. Guntur di penghujung seminar menyampaikan terima kasih kepada para peserta yang memberi masukan,  terutama kepada Dr. Budhi Haryanto, M.M., dosen dan juga Ketua Unit Penjaminan Mutu FEB UNS yang telah memberikan banyak masukan kepada Anggia. (Humas)