FEB

Kategori: fakultas

  • PDIE Selenggarakan Seminar Proposal dan Hasil Disertasi Secara Online

    PDIE Selenggarakan Seminar Proposal dan Hasil Disertasi Secara Online

    Mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) FEB UNS presentasikan hasil dan proposal disertasi secara online pada Seminar Hasil dan Proposal Disertasi, Kamis 26 Maret 2020.

    Seminar  dengan aplikasi Zoom Cloud Meeting tersebut diikuti oleh 65 peserta yang terdiri dari para pembimbing dan juga dosen serta mahasiswa PDIE.

    Dalam seminar itu, Lyna Latifah mendapat kesempatan awal untuk mempresentasikan proposal disertasinya yang bertajuk Gaya Kepemimpinan Jawa dan Kinerja Usaha Kecil dan Menengah : Peran Inovasi, Jejaring Sosial dan Sistem Pengendalian Manajemen.

    Sedangkan dua mahasiswa lainnya, Sudarwati dan Rochmat Aldy Purnomo mendapat kesempatan berikutnya untuk mempresentasikan hasil disertasinya.

    Sudarwati memaparkan hasil disertasinya dengan judul Diseminasi Keunikan Produk : Solusi Peningkatan Kekuatan Preferensi Konsumen, sedangkan Rochmat Aldy Purnomo dengan judul Dinamika Kesiapan Adopsi Teknologi Dan Perdagangan Elektronik Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah serta Karakteristik yang Mempengaruhi di Wilayah Eks. Karesidenan Madiun.

    Prof. Dr. Rahmawati M.Si, Ak, Ketua PDIE memantau langsung jalannya seminar online tersebut dan sesekali memberikan respon dan arahan kepada seluruh peserta melalui menu “chat”.

    Seminar Online yang dipandu oleh Tri Mulyaningsih, S.E.,M.Si, Ph.D. berjalan sekitar dua jam dan cukup efektif. Beberapa masukan diberikan oleh peserta seminar kepada ketiga presenter untuk dapat memperbaiki proposal maupun hasil disertasi.

    Sebagian besar dosen dan mahasiswa dari berbagai daerah dapat mengikuti secara jelas jalannya seminar. Hanya sebagian kecil peserta mengalami hambatan sinyal.

    Di penutup acara,  Tri Mulyaningsih, Ph.D berterima kasih kepada seluruh peserta yang berpartisipasi dalam seminar online tersebut.

    “Tak disangka, seminar ini diikuti oleh banyak peserta, 65 orang, padahal biasanya, seminar tidak dikuti oleh sebanyak ini” paparnya

    Seminar online yang digelar oleh PDIE sebagai upaya social distancing dalam proses pembelajaran di lingkungan kampus. Hal ini juga untuk melaksanakan Edaran Rektor UNS tentang kewaspadaan dini, kesiapsiagaan serta tindakan antisipasi pencegahan penyebaran infeksi Covid-19 di lingkungan UNS. (Humas)

     

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Kampus FEB Tampak Sepi Sejak Diberlakukan Pembelajaran Daring, Layanan Administrasi Disesuaikan

    Kampus FEB Tampak Sepi Sejak Diberlakukan Pembelajaran Daring, Layanan Administrasi Disesuaikan

    Suasana kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) dan juga lingkungan UNS terlihat sepi sejak Rektor UNS mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang kewaspadaan dini, kesiapsiagaan serta tindakan antisipasi pencegahan penyebaran infeksi Covid-19 di lingkungan UNS.

    Dalam edaran tersebut, Rektor menginstruksikan kepada seluruh dosen UNS untuk mengubah bentuk perkuliahan tatap muka menjadi pembelajaran daring (online) terhitung sejak hari Senin 16 Maret s.d. Sabtu 28 Maret 2020.

    Suasana di Gedung 2 FEB UNS

    Ruang perkuliahan yang biasanya penuh dengan aktifitas pembelajaran sementara tidak difungsikan. Di gedung-gedung perkuliahan, gedung 2, gedung 4 dan gedung 5 FEB tampak sepi, hanya sesekali tampak petugas yang sedang membersihkan ruang-ruang kelas dan juga beberapa tenaga kependidikan (tendik) atau staf FEB UNS .

    Beberapa tendik FEB masih terlihat melakukan aktifitas administrasi di ruang kerja masing-masing. Pelayanan administrasi masih tetap diselenggarakan dengan dilakukan penjadwalan jaga/piket dan sebagiannya lagi memberlakukan kerja setengah hari.

    Beberapa tendik yang sedang piket

    Penjadwalan layanan ini merujuk pada SE Rektor nomor 10/UN27/SE/2020 tentang penyesuaian layanan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

    Dalam SE tersebut disebutkan bahwa pimpinan unit kerja dapat menunjuk tendik yang bekerja dari rumah (Work From Home) secara selektif dan adil. Penunjukkan tersebut dengan mempertimbangkan jenis pekerjaan yang dapat dilakukan dirumah, urgenitas pekerjaan yang harus diselesaikan, domisili dan alat transportasi yang digunakan serta kondisi kesehatan pegawai.

    Bagi tendik yang piket masih difasilitasi dengan finger print dan bagi yang bekerja dari rumah melakukan presensi secara manual serta wajib memberikan laporan hasil perkembangan pekerjaan kepada atasan langsung.

    Dalam hal pelaksanaan koordinasi antara pimpinan dan staf dapat dilakukan dengan media online zoom cloud meeting, webex, WA dan lainnya. Hal ini untuk mengurangi potensi kerumunan orang dan tatap muka yang menghadirkan banyak orang.

    Dr. Izza Mafruhah saat berkoordinasi dengan Nur Hariawan, SH

    Aktifitas koordinasi online ini, beberapa hari lalu pernah dilakukan Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UNS, Dr. Izza Mafruhah, M.Si dengan Kepala Sub Bagian Akademik, Nur Hariawan, SH.untuk membahas hal-hal yang berhubungan dengan informasi dan aktifitas bidang akademik, terutama tentang perkuliahan daring yang baru saja diberlakukan secara menyeluruh bagi dosen. (Humas)

     

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Optimalisasi Lahan-Lahan Pertanian untuk Mewujudka Kemandirian Pangan

    Optimalisasi Lahan-Lahan Pertanian untuk Mewujudka Kemandirian Pangan

    Kebutuhan pangan mempunyai arti yang sangat penting karena selain merupakan kebutuhan dasar dan hak asasi manusia, ketersediaan pangan di suatu negara yang tidak mencukupi kebutuhannya dapat menciptakan ketidakstabilan ekonomi. Untuk mewujudkan ketahanan pangan diperlukan komitmen nasional yang dicerminkan dari komitmen politik.

    Pemerintah telah mewujudkan komitmen tersebut dalam kebijakan Raskin ( Beras untuk Rakyat Miskin ) sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia. Selain merupakan permasalahan penting karena menyangkut basic need, pengeluaran kebutuhan beras juga memberikan pengaruh yang relatif besar terhadap fluktuasi inflasi yang ada di dalam negeri.

    “Beras menjadi variabel paling penting dalam konsumsi rumah tangga. masyarakat miskin atau biasa disebut sebagai Poverty Basket, karena merupakan persentase belanja paling besar” jelas Dr. Izza Mafruhah SE ,M.Si, Pengamat Ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) saat Bincang Pagi di RRI Surakarta, Kamis 12 Maret 2020.

    Di Bincang Pagi yang bertajuk “Stok Pangan Aman? “, Dr. Izza bersama dengan narasumber lain yakni Pimpinan Cabang Perum Bulog Kantor Cabang Surakarta dan Perwakilan Bank Indonesia Solo.

    Menurut Dr. Izza ada empat aspek penting dalam hal ketahanan pangan yang meliputi availiability (ketersediaan bahan pangan), accessibility (keterjangkauan), security (keamanan) dan sustainability ( keberlanjutan) harus berjalan seiring dengan jumlah pertumbuhan penduduk. Bagaimana bahan pangan tersebut diproduksi (how to produce) dan bagaimana bahan pangan tersebut diperoleh (how to get).

    Dalam hal keamanan pangan itu, kebijakan yang perlu dilakukan pemerintah adalah mengembalikan daya saing dari produk- produk pertanian, mulai dari aspek produksinya. Dan banyak lahan kita yang secara optimal bisa digunakan untuk meningkatkan kebutuhan pangan.

    Kedaulatan pangan sangat mendukung kemandirian pangan. Dr. Izza melihat, Indonesia belum memiliki kemandirian pangan sehingga ketika ada permasalahan di luar negeri, kita terpengaruh.

    “Selama beberapa periode ini, dari aspek pasar kita agak termanjakan oleh adanya impor sehingga masyarakat merasakan nyaman-nyaman saja. Padahal sebenarnya kita itu punya sumber pangan yang luar biasa” kata Dosen yang saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan FEB UNS.

    Menyinggung soal virus corona, bisa dilihat dua aspek, negatif dan postif. Dalam aspek positif, kita dapat mengkampanyekan hasil pangan dari masyarakat. Kita punya sentra sentra bawang seperti di Brebes dan banyak produk-produk pertanian lain yang sepertinya agak mati.

    Menurut Dr. Izza, permasalahan pangan terbagi dalam empat masalah besar yang harus kita perhatikan meliputi produksi dan pasca panen, distribusi, tata niaga dan juga konsumsi. Misalnya dalam hal pasca panen, kita harus mulai bergerak di masa panen agar ada kualitas dari hasil panen dan juga aspek-aspek lainnya harus diperhatikan.

    Dalam UU no 18 tahun 2012 menyatakan bahwa penyelenggaraan pangan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia yang memberikan manfaat secara adil, merata, dan berkelanjutan.

    Pemenuhan konsumsi pangan tersebut harus mengutamakan produksi dalam negeri dengan memanfaatkan sumber daya dan kearifan lokal secara optimal.

    Untuk mewujudkan hal tersebut, empat hal pokok yang harus diperhatikan yakni ketersediaan pangan yang berbasis pada pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal, keterjangkauan pangan dari aspek fisik dan ekonomi oleh seluruh masyarakat, kualitas dan keamanan serta sumberdaya pangan dan gizi untuk hidup sehat, aktif, dan produktif, serta faktor sumber daya alam.

    Di akhir perbincangan, Dr Izza menyatakan bahwa ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, namun juga perlu melibatkan seluruh stakeholder baik di tingkat nasional maupun daerah.

    Perlu ada kerjasama yang baik antar berbagai pihak, baik dinas pertanian, bulog dan yang lainnya untuk memberikan support kepada masyarakat. (Humas)

  • Dosen FEB UNS Gunakan Beragam Aplikasi Pembelajaran Daring

    Dosen FEB UNS Gunakan Beragam Aplikasi Pembelajaran Daring

    Seluruh dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) sejak tanggal 16 s.d 28 Maret 2020 wajib melakukan perkuliahan daring (online). Kewajiban ini berlaku sejak Rektor UNS mengeluarkan Surat Edaran tentang kewaspadaan dini, kesiapsiagaan serta tindakan antisipasi pencegahan penyebaran infeksi Covid-19 di lingkungan UNS.

    Penggunakan aplikasi untuk perkuliahan daring yang dilakukan oleh dosen lebih fleksibel sesuai dengan kemampuan dosen. Aplikasi yang digunakan dosen beragam, ada yang menggunakan Spada (Sistem Pembelajaran Daring) UNS, Google Classroom, Google Meeting, Zoom Cloud Meeting, Webex , IG Live ataupun Whatsapp Group (WAG).

    Suasana kuliah daring Prof. Doddy dengan Aplikasi Zoom Cloud Meeting

    Di awal pemberlakuan wajib perkuliahan daring, Prof. Doddy Setiawan, SE.,MSi,. Ph.D, Ak, dosen Program Studi (Prodi) Akuntansi melaksanakan perkuliahan Metodologi Penelitian (Metopen) dengan menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meeting kepada 40 mahasiswa.

    Dengan aplikasi ini, perkuliahan lebih efektif karena dosen dan mahasiswa dapat berkomunikasi langsung dengan video call . Untuk presensi juga bisa terlihat semuanya, mana yang sudah join atau belum.

    Dalam perkuliahan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam itu, hanya ada sedikit kendala sinyal yang dialami oleh tidak lebih dari tiga orang mahasiswa yang berada di daerah.

    Muhammad Ridwan Ikhsan, Ketua Kelas C matakuliah Metopen mengatakan di keadaan darurat corona, pembelajaran ini cukup efektif. Namun akan menjadi efektif bila sinyal temen-temen mahasiswa tidak terhambat.

    “Kebetulan saya pakai wifi, kalau dari saya pribadi tidak masalah, namun untuk temen temen yang menggunakan kuota sebagian besar keberatan, mengingat dua jam lamanya pembelajaran online” jelasnya kepada Humas.

    Sementara itu, di hari yang sama , Deny Dwi Hartomo, S.E.,M.Sc, Dosen Program Studi (Prodi) Manajemen melakukan perkuliahan untuk matakuliah Manajemen Perbankan kelas C dengan WAG.

    Penggunaan WAG sengaja dipilihnya untuk tidak terlalu membebani kuota bagi mahasiswa meskipun memang interaksi melalui WAG terbatas hanya tulisan atau voice record dan tidak bisa kontak mata dengan mahasiswa.

    “Alhamdulillah seluruh mahasiswa 100% bisa mengakses, dibuktikan dari view setiap chat oleh seluruh mahasiswa. Dan whatsapp tidak butuh kuota banyak. Video conference lebih efektif namun butuh kecepatan dan kuota data yg lumayan yang tentunya mahasiswa mungkin akan terbebani” paparnya

    Dalam perkuliahan yang berlangsung kurang lebih 2,5 jam, sempat ada kendala di pengiriman video presentasi mahasiswa karena maksimal file 60 mb saja. Lebih dari itu harus di-split.

    Dr. Aisyah dan para mahasiswa dengan Aplikasi Webex

    Dosen FEB yang lain, Dr. Siti Aisyah Tri Rahayu, S.E.,M.Si, menggunakan dua aplikasi dalam perkuliahannya yang dilakukan berturut-turut di 3 kelas, Webex untuk dua kelas S-1 Ekonomi Pembangunan dan Google Meeting untuk perkuliahan di kelas S-3 Manajemen.

    Dari dua aplikasi yang digunakan itu, Dr. Aisyah juga mengalami kendala teknis terutama kesulitan connect dan suara yang kurang jelas terdengar.

    Meskipun dalam prakteknya, masih ada beberapa kendala untuk penerapan aplikasi di perkuliahan daring, namun secara umum, perkuliahan dalam kondisi kedaruratan tersebut dapat terlaksana sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. (Humas)

     

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Cegah Penyebaran Infeksi Corona,  Dekan FEB UNS Inisiasi Penyemprotan Disinfektan

    Cegah Penyebaran Infeksi Corona, Dekan FEB UNS Inisiasi Penyemprotan Disinfektan

    Menindaklanjuti Edaran Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Nomor: 1480 /UN27/HK/2020, tentang kewaspadaan dini, kesiapsiagaan serta tindakan antisipasi pencegahan penyebaran infeksi Corona Virus Disease (Covid) -19 di lingkungan UNS, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak. telah berkoordinasi dengan Para Wakil Dekan, Kepala Program Studi (Kaprodi), Kepala Unit dan Kepala Sub Bagian untuk mulai melakukan upaya pembersihan di semua fasilitas kampus FEB.

    Tindak lanjut dari koordinasi tersebut, Senin, 16 Maret 2020 dilakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan di semua fasilitas FEB, meliputi ruang kerja pimpinan, ruang administrasi, ruang dosen, ruang kuliah, laboratorium, ruang Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), toilet dan mushola .

    Penyemprotan disinfektan terutama diarahkan untuk beberapa sisi yang sering dipegang orang seperti handel pintu, kursi, meja, tangga, lift dan sebagainya.

    Selain itu, karpet dan mukena di Mushola Al Latif FEB sementara waktu tidak difungsikan. Untuk aktifitas ibadah, jamaah dapat membawa sajadah dan mukena sendiri. Antisipasi bagi jamaah yang tidak membawa sajadah dan harus sholat di lantai, petugas kebersihan disiapkan untuk membersihkan lantai usai sholat.

    Fakultas juga telah menyediakan hand sanitizer di beberapa gedung FEB yang dapat dimanfaatkan oleh civitas akademika FEB dan juga pihak eksternal.

    “Dalam kondisi seperti ini, pembersihan dan penyemprotan dengan disinfektan terhadap fasilitas sangat penting. Saya berharap seluruh civitas akademika FEB UNS mendukung program ini. Mari kita bersama-sama menjadikan kampus FEB menjadi kampus yang sehat” tegas Dekan.

    Pembersihan dan penyemprotan disinfektan di beberapa fasilitas FEB selesai dalam sehari. Selama proses penyemprotan berlangsung, pimpinan dan staf berada di luar ruangan hingga “bau” disinfektan benar-benar hilang.

    Pagi hari sebelum penyemprotan fasilitas, di Ruang Sidang I FEB UNS, Dekan menggelar Rapat Pimpinan yang dihadiri oleh seluruh Pimpinan FEB untuk membahas operasionalisasi Surat Edaran Rektor terutama tentang pembelajaran daring (online), pembagian jam kerja bagi tenaga kependidikan dan hal-hal terkait lainnya.

    Dekan berharap agar para Kaprodi dapat mensosialisasikan hasil Rapat Pimpinan yang telah digelar hari ini di grup WA masing-masing sehingga para dosen bisa sepenuhnya memahami langkah-langkah yang telah disepakati di rapat tersebut. (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si

  • Peragaan Busana FEB UNS Meriahkan Dies Natalis UNS

    Peragaan Busana FEB UNS Meriahkan Dies Natalis UNS

    Dalam rangka menyemarakkan Dies Natalis ke-44 Universitas Sebelas Maret (UNS), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS menyelenggarakan Peragaan Busana Adat Nusantara, Rabu 11 Maret 2020 di Aula FEB UNS.

    Kegiatan yang diikuti oleh Dosen, Tenaga Kependidikan, Dharma Wanita dan Mahasiswa FEB UNS dibuka dengan pemotongan tumpeng oleh Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com., (Hons)., Ph.D, Ak.

    Dekan dalam sambutannya menyampaikan rasa bahagia melihat nuansa yang sangat berbeda dari hari sebelumnya, semua yang hadir di aula mengenakan pakaian adat nusantara, sangat meriah dengan keberagamaan.

     

    “Perbedaan di lingkungan sekitar kita pasti ada dan bukan menjadi hal yang harus dipertentangkan. Perbedaan yang ada harus kita syukuri sebagai kekayaan negeri kita” paparnya.

    Dekan juga berterimakasih dan sangat mengapresiasi kepada Dosen, Tenaga Kependidikan, Dharma Wanita dan Mahasiswa FEB UNS yang sudah berpartisipasi memeriahkan kegiatan dalam rangka Dies Natalis UNS.

    Di akhir sambutannya, Dekan mengajak seluruh yang hadir untuk mendoakan UNS agar menjadi lembaga yang makin jaya dan bermanfaat bagi bangsa.

    Sementara itu, Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, SH, M.Hum dalam kunjungan ke FEB UNS di tengah-tengah acara peragaan busana merasa sangat berbahagia dan mengapresiasi gempitanya partisipasi dari civitas akademika FEB UNS.

    “Dari kunjungan sebelumnya ke beberapa fakultas lain di UNS, FEB partisipasinya terbanyak” jelasnya.

    Dengan pakaian adat yang beragam yang dikenakan civitas akademika FEB UNS menunjukkan adanya kebinekaan. Namun demikian walaupun dengan pakaian yang berbeda-beda tetap menjadi satu dalam keluarga besar UNS.

    Dari hasil peragaan busana yang diikuti sekitar 120 peserta, juri menetapkan 9 orang sebagai pemenangnya berdasarkan penilaian yang meliputi kostum, tata rias dan penampilan.

    Yohana Tamara, SE, MM berhasil meraih juara 1, Emi Indrawati, SE raih juara 2, Dra.Ign. Sri Seventi P, M.Si juara 3, Winny Perwithosuci, SE juara harapan 1 , Ika Warsiyanti,S.Kom juara harapan 2 , dan Amina Sukma Dewi, SE, M.Sc. juara harapan 3.

    Tiga penghargaan lain juga diumumkan yakni untuk kategori kostum terbaik diraih oleh Indrian Supheni, SE, M.Aks,  penampilan terbaik diraih Kuncoro dan pemenang favorit Ari Kuncoro Widagdo, SE, MBA, Ph.D.,Ak.

    Bagi juara 1 dan penampilan terbaik akan mewakili FEB UNS untuk tampil di tingkat universitas tanggal 21 Maret  mendatang pada saat pagelaran wayang kulit. (Humas)

     

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

     

     

  • Uji Wawasan Pasar Modal, Galeri Investasi FEB UNS Selenggarakan SMIC 2020

    Uji Wawasan Pasar Modal, Galeri Investasi FEB UNS Selenggarakan SMIC 2020

    Galeri Investasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) Surakarta menggelar Sebelas Maret Investment Championship (SMIC), Selasa-Sabtu (3-6/3/2020). SMIC yang diselenggakan rutin tahunan merupakan ajang kompetisi mahasiswa tingkat nasional.

    Di tahun 2020, SMIC mengangkat tema “Live to Invest, Achieve Great Future” . Tema yang diusung bermakna dengan berinvestasi kita dapat meraih masa depan yang cerah. Berinvestasi dapat dilakukan sejak dini tanpa harus bekerja terlebih dahulu.

    Sambutan Nasyi’ah Hasanah Purnomowati S.E.,M.Sc, Ak di hadapan 13 finalis

     

    Kepala Laboratorum Pasar Modal FEB UNS, Nasyi’ah Hasanah Purnomowati S.E.,M.Sc, Ak dalam sambutannya di acara Gala Dinner, Jumat malam, 6 Maret 2020 mengatakan bahwa SMIC merupakan salah satu dari rangkaian Sebelas Maret Investment Festival (SMARVEST). Acara lainnya adalah Fieldtrip, Gala Dinner dan Investalk sebagai puncak acara yang akan digelar di Auditorium UNS pada tanggal 11 April 2020 mendatang.

    Kompetisi yang diikuti oleh 85 tim dari perguruan tinggi se-Indonesia bertujuan untuk meningkatkan wawasan mahasiswa di dunia pasar modal, khususnya wawasan mengenai saham.

    Dari total 85 tim yang mengikuti babak Online Trading Competition terpilih 13 tim yang berhak melaju ke tahap selanjutnya yaitu Paper Analysis Post Test, Fast Challenge, Study Test dan Presentations.

    Dr. Izza Mafruhah, M.Si, Apresiasi Semangat Tim Berkompetisi di SMIC

    Sementara itu, Dr. Izza Mafruhah, M.Si, Wakil Dekan Bidang Akademik yang hadir mewakili Dekan FEB UNS dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada13 finalis yang mampu menyisihkan 85 peserta lain.

    Lebih lanjut dijelaskan bahwa Indonesia saat ini hingga tahun 2040 akan mengalami bonus demografi dividen, jumlah anak-anak muda paling banyak.

    “Jika anak-anak muda punya semangat berivestasi seperti kalian, saya yakin demografi akan dimanfaatkan secara maksimal” tegasnya

    Cita-cita kita menjadi salah satu Macan Asia bisa terwujud. Apalagi Indonesia tidak pada posisi negara bekembang tapi maju dimana peran serta anak-anak muda menjadi sangat penting.

    Dr. Izza juga menyemangati kepada 13 finalis yang hadir pada Gala Dinner. Bagi yang menang maupun yang kebetulan belum beruntung harus tetap beraktifitas dengan semangat, di tahun berikutnya masih berkesempatan mengikuti lomba yang sama.

    Foto bersama Sang Juara

    Di Gala Dinner itu pula diserahkan piala kepada 4 tim terbaik SMIC 2020 oleh Dr. Izza dan Nasyi’ah, M.Si.

    Juara 1 diraih LEVIOS, tim dari Universitas Negeri Semarang (Hery Kharisma Fitri & Latifah putri Hening Hati) , juara 2 diraih SAWADIKAP, tim dari Universitas Sebelas Maret (Muhammad Ryan Ilyasa & Widhy Setyo Nugroho) , keduanya adalah mahasiswa dari Program Studi S1 Manajemen UNS. Untuk juara tiga diraih PROFIT ALERT, tim dari Universitas Indonesia (I gede Angga Raditya Prasdha Wibawa & Hendra Rusly ) dan Best Paper diraih  NSL SQUAD, tim  dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta  (Anggung Gigih Mutawadhi & Annisa Khoirul Amanati). (Humas FEB)

    Editor: Drs. BRM.  Bambang Irawan, M.Si.

  • Kunjungi Almamater, Dosen Prodi Ekonomi Pembangunan FEB UNS Bimbing Siswa SMPN 8 Yogyakarta

    Kunjungi Almamater, Dosen Prodi Ekonomi Pembangunan FEB UNS Bimbing Siswa SMPN 8 Yogyakarta

    Dalam rangka turut berpartisipasi pada Program UNS Mengajar, empat Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan (Prodi EP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) kunjungi almamaternya di SMPN 8 Yogyakarta, Rabu, 4 Maret 2020 .

    Keempat dosen yang merupakan alumni SMPN 8 Yogyakarta yakni Bhimo Rizky Samudro, SE, M.Si.Ph.D., Dr. Tetuko Rawidyo Putro, S.E.,M.Si., Dr. Suryanto, SE,M.Si., dan Danur Condro Guritno, S.E., M.E diterima langsung oleh Wakil Kepala Sekolah dan para guru.

    Tim Dosen FEB mengajar secara terpisah di kelas 7C, 7D, 7E dan 7F dengan materi yang berlainan. Dr. Bhimo menyampaikan materi dasar-dasar ilmu ekonomi dan kebangsaan, Dr. Tetuko tentang konsep pilihan rasional, Dr.Suryanto tentang simulasi kesehatan dan pencegahan covid 19 dan Danur, M.E. tentang motivasi diri.

    Dr. Bhimo menjelaskan kepada siswa tentang pemahaman bagaimana mengelola sumber daya yang ada di lingkungan sekitar dengan optimal untuk kepentingan bersama terutama kepentingan bangsa.

    “Kita harus lebih bangga untuk menggunakan produk bangsa sendiri karena berasal dari sumber daya lokal, misalnya, makanan tradisional” jelasnya kepada siswa.

    Suasana kelas dibuat menyenangkan. Selain menyampaikan materinya, Dr. Bhimo juga mengajak siswa berdiskusi yang melibatkan seluruh kelas, sesekali siswa diberi pertanyaan. Dan menariknya, ada hadiah 4 buku bagi siswa yang menjawab pertanyaan.

    Di tengah-tengah diskusi, siswa juga diminta bercerita tentang cita-cita mereka dan apa yang bisa disumbangkan dari cita-cita tersebut.

    Di kelas terpisah, Dr Tetuko dan Dr Suryanto memberikan wacana, simulasi dan games menarik tentang pilihan rasional serta pentingnya kesehatan lingkungan terutama pencegahan terhadap virus Covid 19.

    Dr. Bhimo dan tim merasa sangat senang bisa berada disekolahnya dulu, mentransfer ilmu yang dimiliki kepada adik-adik kelas. Bagi keempat Dosen FEB, SMPN 8 Yogyakarta merupakan bagian dari proses hidup dan pendidikan sehingga mampu pada pencapaian saat ini. (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Mengabdi di Sekolah Asal, Dosen dan Alumni UNS Mengajar Siswa SMAN 1 Trenggalek

    Mengabdi di Sekolah Asal, Dosen dan Alumni UNS Mengajar Siswa SMAN 1 Trenggalek

    Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), Dr. Mugi Harsono, M.Si. dan Risgiyanti,SE., M.Si. serta alumni Magister Kedokteran Keluarga UNS yang juga Kaprodi D3 ilmu Keperawatan Poltekes Negeri Malang, Rahayu Niningasih, S.Kep., Ners., M.Kes, melakukan pengabdian mengajar di SMAN 1 Trenggalek, Jumat 6 Maret 2020.

    Kedatangan ketiga dosen di SMAN 1 Trenggalek disambut oleh para Wakil Kepala sekolah beserta guru. Pengelola sekolah menyambut baik program UNS Mengajar dan berencana akan studi banding ke UNS untuk kerjasama.

     

    Di kegiatan mengajar itu, tim yang dipimpin oleh Dr. Mugi Harsono, M.Si yang saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNS membagi siswa dalam 2 kelas.

    Kelas Sosial dengan materi Family Business diampu oleh Dr. Mugi dan materi entrepreneurship diampu oleh Risgiyanti, M.Si. Sedangkan kelas Biologi dengan materi Kesehatan Reproduksi diampu oleh Rahayu Niningasih. M.Kes

    Di kelas sosial, Dr. Mugi yang juga alumni Program A3 (sosial) SMAN 1 Trenggalek di tahun 1988 mengajarkan pentingnya penguatan ekonomi sebagai unsur ketahanan nasional, implementasinya dalam nilai-nilai kewirausahaan, serta inisiasi (start up) dalam bentuk bisnis keluarga.

    Dr. Mugi juga menjelaskan bahwa bisnis keluarga biasanya hanya bertahan pada tiga generasi, dengan perumpamaan yang terkenal: generasi pertama memulai, generasi kedua mengembangkan, generasi ketiga menghancurkan. Oleh karena itu harus ada upaya perencanaan suksesi agar bisnis keluarga bisa bertahan lebih lama.

    Sementara itu, dosen muda FEB UNS, Risgiyanti, M.Si. menguatkan ketertarikan para siswa dengan entrepreneurship game, yang menggambarkan seberapa tinggi siswa berani menanggung risiko.

    Cara mengajar tim dibuat mengalir, diberi pengantar materi, dilanjutkan dengan diskusi dan permainan di dalam ruangan. Siswapun sangat antusias berpartisipasi, bertanya, berinisiatif maupun menjawab pertanyaan.

    Terkait sekolah asalnya itu, Dr. Mugi menerangkan bahwa SMAN 1 Trenggalek merupakan salah satu sekolah negeri tertua di Trenggalek yang saat ini sebagian besar staf pengajarnya berpendidikan S2.

    Saat berkunjung ke SMAN 1 Trenggalek, ketiga dosen merasakan kesan adanya persepsi dari pihak pengelola sekolah bahwa perguruan tinggi di Jawa Tengah (Jateng) melakukan rayonisasi sehingga calon mahasiswa dari luar Jateng sulit masuk.

    Dalam kesempatan itu, Dr. Mugi Harsono menjelaskan perihal prosedur masuk ke UNS yang sangat terbuka bagi siswa-siswi di berbagai penjuru tanah air , termasuk dari Propinsi Jawa Timur.  (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Akuntansi UNS Mengajar Assalam:  Implementasi Audit Internal dan Peran Satuan Pengawas Internal (SPI)

    Akuntansi UNS Mengajar Assalam: Implementasi Audit Internal dan Peran Satuan Pengawas Internal (SPI)

    Dalam rangka mensukseskan program UNS Mengajar memperingati Dies Natalis UNS yang ke-44 Program Studi Akuntansi Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan pelatihan di Pondok Pesantren Modern Assalam, Jumat, 6 Maret 2020.

    Pelatihan yang diadakan di Ruang Pertemuan Kantor Assalam Lantai II
    mengusung tema “Implementasi Audit Internal dan Peran Satuan Pengawas Internal (SPI)”

    Pengusungan tema pelatihan ini diinisiasi dari permintaan pihak Assalam kepada Program Studi Akuntansi untuk mengadakan pelatihan SPI.

    Hal ini dikarenakan pihak Yayasan Majelis Pengajian Islam Surakarta (YMPIS) yang menaungi Pondok Pesantren Modern Assalam sedang dalam pengembangan SPI dengan tujuan untuk membentuk entitas yang lebih bersih dan profesional.

    Acara dibuka oleh Ketua Umum Yayasan Majelis Pengajian Islam Surakarta, Bp Ahmad Syamsuri, Ketua Yayasan, Prof. Dr. Munawir Yusuf, M.Psi dan Ketua Program Studi Akuntansi, Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA.

    Selanjutnya, lima belas dosen secara bergantian memaparkan materi, yakni Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., Prof. Dr. Munawir Yusuf, M.Psi , Drs. Sri Hanggana, M.Si,. Ak., Dr. Sri Hartoko, M.BA, Ak., Ari Kuncara Widagdo SE, MBA, Ph.D, Ak, Nurmadi Harsa Sumarta, S.E.,M.Si.,Ak, Drs. Muhammad Agung Prabowo, M.Si., Ph.D.,Ak, Dr. Djuminah, M.Si., Ak., Khresna Bayu Sangka, S.E., M.M.PH.D, Dr. Arum Kusumaningdyah Adiati, S.E, MM, Estetika Mutiaranisa Kurniawati, S.E., M.Acc, Dian Perwitasari, S.Ak., M.Si, An Nurrahmawati, S.E., M.Sc., Nur Chayati, S.E.,M.Sc., dan Saktiana Rizki Endiramurti, S.E.,M.Ak.

    Acara dihadiri oleh puluhan civitas akademika Pondok Pesantren Modern Assalam, mulai dari Ketua Yayasan hingga pengajar.

    Acara diskusi setelah pemaparan materi berlangsung hangat. Peserta bersemangat mengajukan pertanyaan terkait SPI kepada para narasumber terutama terkait saran implementasi SPI dalam entitas berbentuk yayasan.

    Pihak Yayasan Majelis Pengajian Islam Surakarta (YMPIS) dan Prodi Akuntansi melakukan follow-up acara dengan penandatanganan MoU pelatihan SPI antara kedua belah pihak.

    Acara ditutup kembali oleh Ketua Yayasan dan Kaprodi Akuntansi. Kedepan diharapkan, kolaborasi antara pihak yayasan dan akademik dapat berkembang lebih luas.

     

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.