FEB

Kategori: fakultas

  • Dosen FEB UNS Tanamkan Nilai-Nilai Kebangsaan dan Beri Pengetahuan Softskill kepada Siswa SMP

    Dosen FEB UNS Tanamkan Nilai-Nilai Kebangsaan dan Beri Pengetahuan Softskill kepada Siswa SMP

    Generasi muda penerus bangsa harus memahami sejarah dan cita-cita perjuangan para pendiri bangsa.

    Hal itu penting untuk menumbuhkan tekad giat belajar dan terus mengembangkan diri bagi kemajuan bangsa. Selain itu mampu menumbuhkan kesadaran untuk membela negara dari segala rongrongan, baik dari dalam maupun dari luar.

    Pernyataan itu disampaikan Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com., (Hons).Ph.D., Ak., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) kepada siswa SMP Negeri 1 Purwodadi pada Program UNS Mengajar Indonesia , Selasa, 3 Maret 2020 .

    Di hadapan siswa kelas delapan , Prof. Djoko memberikan pengetahuan tentang bela negara dan nilai-nilai kebangsaan yang memang kurang diberikan oleh para guru di SMP 1 Purwodadi.

    Untuk memberikan suasana yang lebih menyenangkan di kelas, Prof. Djoko yang juga alumni SMP 1 Purwodadi mencoba lebih banyak interaksi dengan siswa, mengobrol santai seputar materi . Sebelumnya diceritakan bahwa Prof Djoko juga berasal dari lingkungan yang sama, dari desa dengan segala pernak-pernik kesederhanaannya.

    Anak-anak diberi motivasi untuk terus belajar, melanjutkan studi yang lebih tinggi untuk menggapai cita-cita mereka.

    Terkait dengan proses pembelajaran di SMP 1 Purwodadi, Prof. Djoko sangat menyayangkan dengan kondisi di lingkungan sekolah menengah yang kurang memberikan pengetahuan tentang belanegara, pancasila, dan sejarah.

    “Jika dari sekolah menengah saja, para siswa kurang ditanamkan pemahaman kebangsaannya, bagaimana jika masuk ke jenjang yang lebih tinggi lagi, mereka akan kurang peduli dengan bangsanya” jelasnya kepada Humas FEB.

    Perlu adanya pemikiran dari banyak pihak untuk dapat memberikan solusi bagi masalah ini. Penanaman kebangsaan dan belanegara harus dikuatkan sejak dini untuk mengatisipasi perilaku-perilaku negatif yang merusak bangsa.

    Sementara itu, Prof. Dr. Rahmawati, M.Si.,Ak, Kepala Program Doktor Ilmu Ekonomi yang juga satu tim mengajar di SMP 1 Purwodadi, pada kelas yang lain mengajarkan tentang softskill yang harus dimiliki oleh para siswa.

    Untuk menjadi sukses, kepandaian yang ditunjukkan dengan nilai yang bagus saja tidak cukup. Siswa juga harus memiliki softskill diantaranya kemampuan berkomunikasi, tanggung jawab , disiplin, dapat bekerja mandiri, sifat terbuka , memiliki inisiatif dan inovatif dan lain sebagainya.

    Sebelum menyampaikan materi, anak anak diminta untuk membuat gambar tentang diri masing-masing, “siapa saya”, cita-cita mereka.

    “Sangat menarik dan lucu gambar-gambar mereka, banyak yang ingin menjadi seorang dokter. Ada juga yang ingin menjadi astronot dan desainer”paparnya.

    Bagi Prof. Djoko dan Prof. Rahma, pengalaman mengajar di SMP saat itu memberikan kesan yang sangat menyenangkan, merasa lebih dekat dan terpanggil kembali.

    Keduanya melihat kemanfaatan yang besar dari Program UNS Mengajar Indonesia dan berharap program ini diteruskan untuk tahun berikutnya. Menjalin kedekatan dengan masyarakat, khususnya di lingkungan sekolah, agar sekolah-sekolah di daerah-daerah termotivasi dan memiliki kebanggaan.

    Selain Prof. Rahma dan Prof. Djoko, ada beberapa dosen, alumni dan mahasiswa yang turut berpartisipasi mengajar di SMP 1 Purwodadi yakni Dr. Budhi Haryanto, MM; Dr. Setianingtyas H,MM,Ak; Agung Nur Probohudono, SE,M.Si.Ph.D., Ak., CA., ; Dra.Anastasia Riani S, M.Si; Dra. Nunung Sri Mulyani, M.Si; Drs. Djoko Purwanto, MBA; Drs. Bambang Sarosa, M.Si; Drs. Supriyono M.Si; Ir. Warseno Hardjodarsono,M.Si; Drs.Joko Karyono, M.Si ; Johan Pitoyo JK, M.Si; M. Anas Amiral,SM; Dr. Edy Supriyono; Suwarno, M.Si dan Ichsan SB, M.Si.  (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Tampil Amazing, Tim Senam FEB Raih Juara Senam Semar

    Tampil Amazing, Tim Senam FEB Raih Juara Senam Semar

    Sorak sorai supporter dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) terdengar riuh saat Rektor mengumumkan hasil lomba Senam Semar yang digelar di Danau UNS, Jumat 6 Maret 2020.

    Tim Senam FEB UNS berhasil tampil “amazing” mengungguli saingan terberatnya dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) dengan selisih nilai 10. FEB memperoleh nilai 1338, sedangkan FISIP dengan nilai 1328.

     

    Selain gerakan, penampilan dan kekompakan, Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho,SH,M.Hum saat umumkan hasil lomba mengatakan, dalam Senam Semar ada filosofi yang mendasar yang tidak boleh ditinggalkan.

    Tim FISIP semarnya ada dua sedangkan FEB tepat, Semarnya satu. Dan secara keseluruhan nilai dari juri, FEB lebih unggul.

    “FISIP bagus, FIB mantap, dan FEB Jos Tenan” komentar Rektor saat melihat penampilan hebat ketiga finalis.

    Dr. Izza Mafruhah, M.Si, Wakil Dekan Bidang Akademik, mewakili Dekan FEB UNS memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Tim Senam FEB yang sangat totalitas dalam final.

    “Sungguh amazing, event ini sangat luar biasa, bukan hanya kekompakan tim saja, namun teriakan supporter FEB mampu menumbuhkan semangat tim untuk gigih menjadi juara” papar Dr. Izza Mafruhah dengan ekspresi kegembiraannya.

    Selanjutnya dikatakan di kegiatan ini sebenarnya kita hanya ingin berpartisipasi untuk memeriahkan Dies Natalis UNS ke 44. Juara satu, dua atau tiga bukan hal yang utama, tapi alhamdulillah FEB menjadi juara.

    Sementara itu, Hendri Prayitno, S.Sos ketua tim Senam FEB sangat bangga dengan prestasi ini dan berterimakasih kepada Pimpinan FEB yang telah mensupport baik moril maupun materi. Dan juga kepada civitas akademika FEB UNS yang senantiasa memberikan dukungan sejak awal lomba.

    Tim sangat paham akan pesaing dari FISIP yang cukup berat dan dalam waktu yang sangat singkat, hanya sehari berusaha mempersiapkan strategi baru.

    “Alhamdulillah tidak sia-sia latihan yang kita lakukan meski waktu yang mendesak hanya dalam sehari untuk mempersiapkan maju ke final. Strategi baru kita susun, ada perubahan kostum, rias wajah dan formasi dari sebelumnya” kata Hendri

    Percaya diri adalah kekuatan yang utama dari tim untuk optimis menjadi juara. (Humas).

     

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

     

  • Kedatangan Dosen FEB Disambut Siswa dengan Lagu dan Tepuk Tangan

    Kedatangan Dosen FEB Disambut Siswa dengan Lagu dan Tepuk Tangan

    Mengajar di sebuah Sekolah Dasar (SD) menjadi pengalaman yang sangat seru bagi keempat Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), Dr. Izza Mafruhah, SE.,M.Si, Dr. Evi Gravitiani, SE, M.Si, Nurul Istiqomah, SE., M.Si dan Dra. Nunung Sri Mulyani, M.Si .

    Wajah mungil siswi SD An-Najah, saat perhatikan tim pengajar

    Kedatangan empat dosen FEB UNS di Aula SD An-Najah Jatinom Klaten pada hari Senin, 2 Maret 2020 disambut dengan lagu dan tepuk tangan meriah para siswa.

    Para dosen secara bergantian mengajar, memberikan materi-materi yang sangat ringan kepada sekitar 158 siswa, diantaranya tentang gemar menabung, kewirausahaan, cinta lingkungan, berbakti kepada orang tua, serta anak sholeh dan sholehah .

    Suasana mengajar selama durasi 60 menit di aula saat itu sangat seru dan menyenangkan. Tak hanya diberikan materi, siswa juga diajak bermain, tanya jawab, nyanyi, tepuk, dan juga nano” Wes”.

    “Menyenangkan bisa bersama siswa SD di hari itu, apalagi ketika melihat mereka saling berebut ingin jawab pertanyaan, seru banget. Eh tapi ternyata tetep ada juga yang ngantuk dan cuek, namanya juga anak-anak “ Cerita Dr. Evi Gravitiani, Kepala Program Studi Magister Ekonomi Pembangunan.

    Usai mengajar, para dosen membagikan goodie bag yang berisi snack dan celengan. Raut muka bahagia terpancar di wajah para siswa saat menerima hadiah itu.

     

    Dosen FEB berfoto dengan guru SD An-Najah

    Program “UNS Mengajar Indonesia” merupakan salah satu kegiatan dari rangkaian Dies Natalis UNS ke-44. Program ini digaungkan bagi dosen, alumni dan mahasiswa agar dapat mengajar di sekolah-sekolah, SD, SMP, maupun SMA .

    Dr. Izza Mafruhah, M.Si. Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UNS mengatakan, kegiatan ini akan diikuti oleh banyak dosen, alumni dan mahasiswa FEB. Daerahnya pun beragam, ada yang di Solo, Sukoharjo, Yogyakarta, Purwodadi dan masih ada tempat yang lain. Rata-rata dilakukan di sekolah asalnya.

    Pelaksanaan Program “UNS Mengajar Indonesia” dilaksanakan sejak 24 Februari 2020 dan akan berakhir 10 Maret 2020. Puncaknya di tanggal 10 Maret 2020 Rektor UNS akan mengajar di salah satu sekolah SMA di Kabupaten Wonogiri.

    Kegiatan mengajar di sekolah-sekolah tersebut sebagai bentuk pengabdian UNS untuk memajukan pendidikan dan peningkatan SDM yang cerdas dan unggul. Program ini sekaligus juga sebagai sarana mendekatkan UNS kepada masyarakat agar lebih dikenal, terutama di lingkungan sekolah. (Humas)

     

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Tim Senam FEB Atasi Ketegangan di Menit Terakhir Lomba Hingga Masuk Final

    Tim Senam FEB Atasi Ketegangan di Menit Terakhir Lomba Hingga Masuk Final

    Suasana menegangkan bagi Tim Senam Semar  dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) yang dipimpin oleh Hendri Prayitno, S.Sos, dan juga bagi para supporter tiba-tiba terjadi di menit-menit terakhir lomba.

    Saat tim yang berkostum Semar semangat beraksi dengan gerakan lincahnya, tiba-tiba musik berhenti. Ada kesalahan teknis di operator. Penonton mulai riuh bersorak “huuuhhh”.

    Diluar dugaan, Tim Senam FEB mampu mengatasi ketegangan itu dengan aksi cerdasnya. Tim tetap beraksi dengan gerakannya meski tanpa musik dan mengakhiri senam dengan sempurna tanpa sedikitpun kesalahan.

    Seusai senam, para pimpinan, dosen dan tenaga kependidikan yang saat itu turut hadir mengapresiasi kehebatan tim dalam menyelesaikan masalah yang terjadi saat lomba dan tetap menyemangati tim untuk tetap optimis.

    Tim Senam FEB UNS Saat Berlaga

    “Tim Senam FEB sangat kompak dan mampu menyelesaikan masalah yang terjadi dengan aksi hebat, tidak grogi sedikitpun. Saya yakin musik yang tiba tiba berhenti tidak akan menjadikan pengurangan dalam penilaian juri karena itu kesalahan teknis, bukan kesalahan tim kita” kata Dr. Djuminah, Wakil Dekan Umum dan Keuangan FEB UNS menguatkan tim untuk tetap optimis.

    Dengan kejadian itu, tim berharap cemas saat hasil lomba akan diumumkan. Panitia membacakan penilaian juri secara urut dari kedua belas tim yang ikut lomba.

    Ucapan syukur alhamdulilah dan rasa bahagia yang luar biasa bagi Tim Senam FEB dan juga para supporter saat juri mengumumkan nilai FEB masuk di tiga besar.

    Tim FEB UNS akan maju ke babak final di tanggal 6 Maret 2020 melawan tim dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNS.

    Tim berfoto bersama dengan supporter usai lomba

    Panitia menginformasikan, final Senam Semar akan digelar di Danau UNS dan Rektor akan langsung menjadi juri dalam lomba itu.

    Lomba Senam Semar merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Dies Natalis UNS ke- 44.

    Lomba yang diadakan Rabu 4 Maret 2020 di Fakultas Keolahragaan UNS diikuti oleh 12 tim yang masing-masing tim terdiri dari dosen dan staf di lingkungan UNS.

    Tiap tim yang terdiri atas 7 orang melakukan senam sebanyak tiga putaran dengan pakaian bebas. Kategori penilaian meliputi gerakan, kekompakan dan penampilan. (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Aglomerasi, Pembangunan Infrastruktur dan Pendekatan Budaya Mampu Percepat Pertumbuhan Ekonomi

    Aglomerasi, Pembangunan Infrastruktur dan Pendekatan Budaya Mampu Percepat Pertumbuhan Ekonomi

    Percepatan dan pemerataan pertumbuhan wilayah Jawa Tengah (Jateng) bertumpu pada optimalisasi pusat-pusat pertumbuhan utama dan pembangunan infrastruktur sebagai penguatan konektivitas dan sistem logistik.

    Optimalisasi pusat pertumbuhan utama meliputi aglomerasi atau pemusatan industri manufaktur, sentra produksi, pusat potensi pariwisata, misalnya di Daerah Bregasmalang, Petanglong, Kedungsepur, Wanarakuti, Subosukowonosraten dan beberapa tempat lain di Jateng.

    Selain itu, Pemerintah Provinsi Jateng juga menggiatkan pembangunan infrastruktur antar kawasan, intra kawasan dan juga infrastruktur pendukung seperti pembangkit tenaga listrik dan jaringan pipa gas.

    Hal itu dinyatakan Kepala Bappeda Jateng dalam keynotespeechnya yang disampaikan oleh Tri Yuni Atmojo, ST, MSi, Kabid Risbang Bappeda Jateng pada acara Seminar Nasional bertema “Sinergisitas Potensi Daerah, Entrepreneurship dan Local Wisdom Menuju Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi”, Selasa 3 Maret 2020 di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS).

    Selanjutnya dikatakan, dalam hal pengembangan entrepreneurship di Jateng, diupayakan dengan peningkatan daya saing berbagai sektor diantaranya pariwisata, pertanian, koperasi dan UMKM dll.

    Pemerintah Provinsi Jateng juga melakukan pengembangan industri pariwisata berbasis local wisdom dengan memberdayakan desa wisata dan juga memberikan bantuan keuangan kepada pemerintah desa.

    Sementara itu, Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si, Akademisi FEB UNS melihat pentingnya mengintegrasikan dan mensinergikan kearifan lokal untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

    “Selama ini, budaya tidak pernah dijadikan bagian yang integral dalam strategi ekonomi. Budaya sebagai sumber kekuatan dalam pertumbuhan ekonomi bangsa kita, tidak pernah dibahas ” tegasnya

    Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak hanya urusan ekonomi belaka akan tetapi pembangunan ekonomi akan seiring dengan perubahan sosial  dan budaya masyarakat.

    Perlu selalu menumbuhkan kesadaran bahwa pembangunan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi berarti berjalan menuju sebuah kebudayaan dan peradaban yang baru yang mempertinggi kualitas hidup masyarakat.

    Harus ada keberanian untuk meninggalkan nilai-nilai dan cara-cara lama yang tidak sejalan dengan peradaban baru.

    Narasumber lain di seminar yang diikuti oleh hampir 300 an peserta yakni Dr. Bambang Pramono Kepala Bank Indonesia Surakarta dan Ir. Suhendro, Direktur Eksekutif Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo).

    Dalam acara yang dibuka oleh Prof. Dr. Ahmad Yunus, Wakil Rektor Bidang Akademik UNS, juga dilakukan penandatanganan kerjasama antara FEB UNS dan BAPPEDA Jateng dilanjutkan launching International Conference.

    Kerjasama yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan hubungan kerjasama antara UNS dan Bappeda Jateng di bidang penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan melalui pelaksanaan konferensi internasional. (Humas)

     

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Perempuan Berdaya, Percepat Perkembangan Negeri

    Sensus penduduk di tahun 2010 menunjukkan bahwa  jumlah perempuan hampir separuh (49,7 %) dari jumlah keseluruhan penduduk di Indonesia. Dari jumlah itu, jika  diberdayakan, wanita yang “empower” akan sangat mempengaruhi negeri.

    Hal itu disampaikan Dra. Ningsih Hariyanto, salah satu narasumber di Seminar yang diselenggarakan oleh  Program Studi S2 Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS),  Kamis, 27/2/2020 di Aula Gedung 3 FEB UNS.

    Perempuan sangat memegang peranan penting,  mampu melakukan beberapa pekerjaan dalam waktu bersamaan (multitasking).

    “Jika dari  49,7% perempuan itu berdaya maka percepatan perkembangan negeri ini luar biasa. Perempuan yang mampu mengoptimalkan keunikan masing-masing yang dikaruniakan Tuhan kepadanya, akan menjadi pendorong yang hebat dan sangat mempengarui 50,3% sisanya” jelasnya di acara yang bertema Empower Women, Empower Nation,

    Lebih lanjut dikatakan, setiap orang memiliki keunikan masing-masing yang berbeda antara satu dengan yang lain. Keunikan diri terbentuk dari sinergi beberapa hal, diantaranya adalah adanya peran orang-orang terdekat, kepribadian, kekuatan dan kelemahan diri, pengalaman hidup serta kemampuan dan keterampilan.

    Keunikan yang dimiliki setiap orang tidak akan ada yang sama persis, maka hiduplah dengan keunikan masing-masing, dan arahkan kepada nilai-nilai yang baik.

    Tetapi kebanyakan perempuan tidak seperti yang kita harapkan. Banyak perempuan menghadapi tantangan dari dalam,  memiliki pemikiran seperti “sampah”.  Ada rasa kecewa, pikiran negatif, merasa tak berharga, mencari identitas diri, perasaan tertolak, trauma masa lalu,  hanya sekedar “konco wingking “. Ketika ada pemikiran negatif dalam dirinya akan melihat orang lain juga negatif.

    Padahal sesungguhnya perempuan adalah pribadi yang bernilai.  Dalam dirinya harus ditumbuhkan pemikiran bahwa  ada sebuah keberhargaan dan keunikan yang harus dimainkan secara maksimal,

    Sementara itu, Kristrianti Puji Rahayu, S.E., MBA, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan bahwa perempuan dengan tingkat literasi keuangan yang baik membuka kesempatan lebih besar untuk memperoleh akses keuangan (inklusi).

    Dari hasil penelitian, perempuan yang memiliki akses ke keuangan cenderung tidak hanya menghabiskannya untuk keperluan pribadi, tetapi lebih kepada keperluan rumah tangga dan anak. Pada akhirnya, peningkatan jumlah perempuan yang memiliki akses ke keuangan berkontribusi positif terhadap pengentasan kemiskinan .

    OJK  banyak memberikan literasi keuangan kepada wanita tetapi secara statistik literasinya masih dibawah laki-laki, demikian juga inklusinya. Sangat penting bagi wanita dalam hal mengelola keuangan dan memberdayakan diri secara ekonomi.

    Untuk memaksimalkannya,  OJK telah menjalankan program literasi dan inklusi keuangan ke berbagai instansi, lembaga, universitas. Di level universitas, salah satunya dapat diwujudkan dalam kerja sama program KKN. OJK juga menyediakan informasi dalam platform yang dekat dan mudah diakses oleh masyarakat serta mengikuti isu-isu terkini yang berkembang di masyarakat.

    Melalui terselenggaranya seminar yang dihadiri oleh hampir 300 peserta, Wakil Rektor Bidang Akademik UNS, Prof. Dr. Ir.Ahmad Yunus, MS, berharap peserta mendapatkan  pemahaman tentang “empower women” yang mampu menjadi “empower  nation”.

    Selain itu, kegiatan ini juga mampu mengembangkan kerjasama khususnya dalam perkembangan dan proses pembentukan kurikulum sesuai dengan yang digaungkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  RI, menjadikan pihak industri dan lembaga lain sebagai mitra pembelajaran di kampus.

  • Seminar “EMPOWER WOMEN, EMPOWER NATION”

    Seminar “EMPOWER WOMEN, EMPOWER NATION”

    Program Studi S2 Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sebelas Maret mengadakan seminar

    ?Dengan Tema : *”EMPOWER WOMEN, EMPOWER NATION”*

    ? Pelaksanaan :
    ? Kamis, 27 Februari 2020
    ⏰ 08.30 – 12.00 WIB
    ? Aula FEB UNS Gd. 3

    ?Speaker
    ? Kristrianti Puji Rahayu, S.E., MBA (Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK)
    ? Dra. Ningsih Hariyanto (Women Movement)

    File Materi bisa di download :

    1. Materi 1 => download

    2. Materi 2 => download

  • Masuki Purnatugas, Bunda Eny Berterimakasih Telah Jadi Keluarga Besar FEB UNS

    Masuki Purnatugas, Bunda Eny Berterimakasih Telah Jadi Keluarga Besar FEB UNS

    Telah 31 tahun lamanya, Dra. Eny Widayati menjalani pengabdiannya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Universitas Sebelas Maret (UNS). Dari periode tersebut, kurang lebih 10 tahun menjadi Kepala Bagian Tata Usaha (KTU) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS.

    Dra. Eny yang terbiasa dipanggil dengan sapaan Bunda Eny oleh rekan-rekan Tenaga Kependidikan (Tendik) FEB UNS, per 1 Maret 2020 akan memasuki masa purnatugas.

    Dalam acara Silaturahmi Tenaga Kependidikan, Sabtu 22/02/2020 di Kemuning, Bunda Eny mengungkapkan rasa kebahagiaannya bisa menjadi bagian dari keluarga besar FEB UNS dan terima kasih kepada Pimpinan FEB UNS yang telah membimbingnya menyelesaikan tugas negara . Ucapan terimakasih disampaikan juga kepada rekan-rekan Tendik FEB UNS yang telah bersama-sama bekerja dan membantu memajukan fakultas.

    Bunda Eny menyampaikan permohonan maafnya apabila selama bekerja di FEB UNS belum maksimal dan banyak kekurangannya.

    Diakhir kata, Bunda Eny menyampaikan pesan kepada seluruh Tendik FEB UNS untuk selalu semangat dalam bekerja dan bekerjasama sehingga kinerjanya semakin meningkat, demi kemajuan FEB  khususnya dan UNS pada umumnya.

    Sementara itu, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons) Ak, Dekan FEB UNS dalam arahannya menyampaikan bahwa masa purnatugas merupakan bagian yang harus dijalani oleh setiap PNS dan harus disikapi dengan hal yang wajar.

    “Alhamdulillah Bunda Eny telah mampu menyelesaikan kewajibannya sebagai PNS hingga masa purnatugas dalam keadaan yang sehat” paparnya.

    Prof. Djoko juga berpesan kepada Bunda Eny untuk menjalani masa purnatugas dengan “enjoy” , tetap selalu membuka diri, menjalin tali silaturahmi khususnya dengan keluarga besar FEB UNS meskipun sudah purnatugas.

    Acara yang dihadiri oleh Tendik dan Dekanat FEB UNS penuh dengan rasa haru, diakhiri dengan foto bersama dan bersalam-salaman. (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Adaptasi Gagasan Kampus Merdeka, FEB UNS Persiapkan Pembelajaran

    Adaptasi Gagasan Kampus Merdeka, FEB UNS Persiapkan Pembelajaran

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS (FEB UNS) menyelenggarakan Rapat Dewan Dosen dengan Agenda Persiapan Perkuliahan Semester Genap Februari-Juli 2020, Kamis 20/2/2020 di Aula Gedung 3 FEB UNS.

    Rapat yang dipimpin oleh Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak diikuti oleh Dosen, Tenaga Kependidikan FEB UNS dan juga Dosen Luar Biasa (DLB) .

    Adaptasi gagasan Kampus Merdeka yang dicetuskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim menjadi fokus utama dalam pembahasan rapat, terutama dalam mendesain pola pembelajaran dan juga akreditasi kampus.

    Prof. Djoko Suhardjanto di awal acara menyampaikan,  gagasan Mendikbud yang sangat perlu kita respon dengan cepat adalah formula pembelajaran “lima tiga”. Mahasiswa mengikuti proses pembelajaran di kampus selama 5 semester dan di 3 semester berikutnya mahasiswa melakukan pembelajaran dilakukan di luar kampus, di prodi lain, di fakultas lain, di universitas lain, di daerah-daerah ataupun di industri.

    Selanjutnya dikatakan, salah satu substansi Permendikbud no 5 tahun 2020 tentang akreditasi menyatakan bahwa prodi ataupun perguruan tinggi yang telah terakreditasi A berhak menyandang akreditasi selama 25 tahun, namun tetap akan dilakukan evaluasi lima tahunan. Salah satu indikator yang menjadi penilaian evaluasi adalah (1) Apabila terjadi penurunan minat mahasiswa; (2) Keterserapan di pasar kerja harus 80%; dan (3) laporan masyarakat. Saat ini seluruh Prodi di FEB UNS sudah terakreditasi A, sehingga perlu upaya keras untuk mempertahankannya.

    Prof. Djoko mengharapkan, gagasan tersebut harus ditanggapi secara serius oleh seluruh civitas akademika FEB UNS dan perlu kerja keras yang  dilakukan bersama-sama dan bergotong royong.

    Adaptasi gagasan Kampus Merdeka sudah akan diterapkan FEB di semester ini, diantaranya dengan membentuk team teaching yang salah satu pengajarnya adalah dari praktisi atau pengajar ahli dari industri atau instansi lain baik dari dalam atau luar negeri. Selain itu, para dosen akan dilatih pembelajaran dengan sistem daring atau dengan media online, untuk selanjutnya mampu mengaplikasikan di setiap matakuliah yang diampu.

    Di akhir acara, fakultas memberikan penghargaan kepada sembilan dosen yang berprestasi dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dosen berprestasi di bidang penelitian: Prof. Doddy Setiawan, Prof. Rahmawati.,Irwan Trinugroho, Ph.D; Di bidang pengabdian pada masyarakat: Prof. Rahmawati, Bambang Sarosa, M.Si, Nunung Sri Mulyani , M.Si; Dibidang pendidikan: Riwi Sumantyo, M.M, Sunarjanto, M.M, Sulardi, M.SI,Ak. (Humas)

     

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Prof. Tamat dari UKM Beri Kuliah Mahasiswa MESP dan PDIE

    Prof. Tamat dari UKM Beri Kuliah Mahasiswa MESP dan PDIE

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UNS) bekerja sama dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), khususnya dalam bidang akademik. Salah satu bentuk kerjasama yang dilakukan yakni dengan mendatangkan pengajar atau praktisi dari UKM sebagai team teaching.

    Magister Ekonomi Pembangunan (MESP) FEB UNS menghadirkan Prof. Tamat Sarmidi, Ph.D dari UKM sebagai narasumber Workshop Advanced Econometrics, Jumat 21/2/2020 di Ruang Teleconference Gedung 4 Lt 2 FEB UNS.

    Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa MESP dan Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) dibuka oleh Dr. Izza Mafruhah, M.Si, Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UNS.

    Dalam sambutannya, Dr. Izza mengatakan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat cepat sehingga FEB UNS harus bekerja sama dengan pihak lain baik dalam maupun luar negeri khususnya yang berhubungan dengan bidang akademik.

    “Melalui jalinan kerjasama ini , banyak keuntungan yang diperoleh terutama bagi pengembangan kemampuan mahasiswa” paparnya.

    Prof. Tamat menjadi salah satu redaksi jurnal yang dimiliki UKM, dan akan menjadi salah satu team teaching, bersama dosen FEB lain, yakni dengan Dr. Siti Aisyah Tri Rahayu, S.E.,M.Si, Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D dan Dr. Agustinus Suryantoro,M.S untuk matakuliah Ekonometrika di Program Studi MESP dan PDIE.

    Lebih lanjut, Dr. Izza berharap, apa yang disampaikan Prof. Tamat bisa memberikan tambahan bagi mahasiswa khususnya yang akan menulis dengan menggunakan alat analisis ekonometrika.

    Di sekitar bulan September dan Oktober, mahasiswa MESP dan mungkin beberapa mahasiswa S1 akan berkunjung ke UKM untuk mengikuti seminar proposal tesis yang siap submit di jurnal bereputasi internasional dan juga academic writing. (Humas)

     

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si