Rapat Kerja Pengembangan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) dan Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) mulai digelar Jumat, 21/2/2020 di Ruang Sidang II FEB UNS.
Kegiatan yang akan berlangsung hingga Minggu, 23/2/2020 diikuti oleh perwakilan dari ORMAWA dan UKM FEB UNS.
L Setyo Budi, S.IP, Kepala Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNS dalam sambutannya mengatakan, koordinasi dalam bidang administratif ini adalah kegiatan yang diinisiasi bidang kemahasiswaan bekerja sama dengan bagian lain di FEB UNS yakni bagian arsip, perencanaan dan informasi, bagian keuangan serta Biro Kemahasiswaan UNS.
Lidiya Kusuma Dewi, SE, Kasubbag Rensi, Nike Sri Sunarni,S.Mn, Arsiparis, Christina Yulia Puspita Dewanti, S.IP, BPP dan Ngadimin, S.Kom., M. Kom pengelola website menjadi narasumber di hari pertama.
Menurut Budi, S.IP, kegiatan ini adalah kali pertama diselenggarakan di FEB UNS. Tujuannya adalah untuk sosialisasi sekaligus memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada ORMAWA dan UKM di FEB UNS dalam bidang administrasi diantaranya tata persuratan dan arsip, proses pengajuan anggaran serta Laporan Pertanggung jawaban (LPJ) dan Surat Pertanggung jawaban (LPJ).
Diharapkan dengan kegiatan ini, ORMAWA dan UKM lebih bisa memahami setiap prosedur dan aturan dalam mengelola administrasi khususnya administrasi yang berhubungan kegiatan- kegiatan kemahasiswaan.
Pemahaman terhadap pengelolaan administrasi sangat banyak manfaatnya. Selain untuk meminimalisir kesalahan dalam pembuatan pelaporan atau surat, menjaga keseragaman dalam format surat dan menekankan pentingnya sebuah dokumen sehingga harus dikelola dengan baik.
Launching Web Mawa FEB UNS menjadi penutup acara di hari pertama. Besok, dihari kedua materi akan disampaikan Biro Mawa UNS, Kasubbag Kesma Biro Mawa, Minalwa Biro Mawa dan Kasubbag Minalwa. (Humas)
Perekonomian Indonesia akhir-akhir ini terus mendapatkan ujian. Usai turunnya persentase perekonomian Indonesia di Kuartal IV tahun 2019 di angka 4,97 persen, kini ekonomi Indonesia di awal tahun 2020 harus dihadapkan pada ujian yang lebih berat akibat merebaknya virus corona dan omnibus law.
Melalui Kuliah Umum bertajuk ‘Global and Indonesia Economic Outlook 2020’ yang digelar di Aula Konimex Gedung 4 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Sabtu (15/2/2020), Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Prof. Wimboh Santoso, Ph. D mengulas secara detail peran pemerintah, khususnya OJK, dalam mengatasi dampak ekonomi yang akan dirasakan Indonesia selama tahun 2020.
“Rupiah melemah tidak terlepas dari fenomena-fenomena di sekitar kita yang mempengaruhi ekonomi. Ekonomi Indonesia tidak bisa terisolir dari kondisi yang lain dan sangat tergantung dengan ekonomi dari negara lain. Walau corona belum masuk tapi dampaknya kena. Corona menjadi objek yang banyak disalahkan banyak orang,” ujar Prof. Wimboh Santoso mengawali kuliah umumnya.
Peserta seminar, dosen dan mahasiswa pascasarjana
Di hadapan dosen dan mahasiswa UNS yang hadir, Prof. Wimboh Santoso mengatakan bila virus corona yang saat ini sudah menjangkiti beberapa negara di dunia akan memberikan dampak yang signifikan bagi negara-negara yang memiliki angka ekspor yang tinggi. Ia memprediksi bahwa di Kuartal I tahun 2020 ini, pertumbuhan ekonomi Tiongkok mengalami penurunan di atas 1 persen.
“Kekhawatiran dampak meluasnya wabah virus corona yang memicu risk-off dan mendorong pelemahan bursa saham dan harga minyak. Negara yang punya ekspor lebih tinggi selalu kena corona outbreak. Beruntungnya Indonesia ekspornya tidak terlalu besar sehingga dampak dari corona outbreak tidak terlalu besar. Pertumbuhan ekonomi dunia minus 0,5 di Kuartal I 2020 akibat corona. China mengalami penurunan 1,5 persen,” lanjut Prof. Wimboh.
Tidak hanya menyinggung penurunan ekonomi Tiongkok, Prof. Wimboh juga menyinggung pertumbuhan kredit yang tercatat di angka 6,08 persen di akhir tahun 2019. Anomali yang terjadi sektor keuangan di akhir tahun 2019 tersebut dinilai oleh Prof. Wimboh sebagai akibat dari sikap para pelaku bisnis di Indonesia yang sedang menunggu omnibus law sebab insentif yang akan diberikan omnibus law jumlahnya akan besar.
Omnibus law yang saat ini sedang digodok oleh pemerintah menjadi perbincangan dan polemik nasional. Nantinya, melalui jurus baru pemerintah tersebut, pemerintah akan mengajukan dua Rancangan Undang-Undang (RUU), yaitu RUU Ketenagakerjaan dan RUU Perpajakan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
“Sektor keuangan agak anomali di akhir 2019 kemarin karena angkanya sangat mencengangkan karena kredit hanya tumbuh 6,08 dan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) 5,02 persen. Kenapa kredit turunnya drastis karena ada beberapa hipotesis. Kami di OJK sedang meneliti betul. Ini karena adanya pengumuman omnibus law semua menunggu karena insentifnya besar sekali. Karena menunggu itu makanya agak berpengaruh. Kalau nanti setelah omnibus law tidak digenjot maka PDB kita akan di bawah 5 persen dan belum lagi ditambah adanya corona.”
Sebagai Ketua OJK, Prof. Wimboh juga ikut meluruskan polemik omnibus law yang menjadi bahan kritikan akademisi dan buruh. Ia mengatakan bahwa omnibus law yang dicanangkan Presiden Jokowi sejak akhir tahun 2019 lalu ditujukan untuk menggenjot peningkatan investasi di Indonesia. Ia juga menambahkan bila dengan omnibus law, undang-undang (UU) akan semakin cepat direvisi mengingat jumlah UU di Indonesia sangat banyak dan akan memakan waktu lama bila harus merevisinya satu per satu.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Wimboh membagikan sejumlah jurus yang dilakukan pemerintah dalam merangsang sumber pertumbuhan ekonomi baru. Seperti membuat 10 prioritas destinasi wisata dan mengolah sumber daya di dalam negeri untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja.
“Kita membuat 10 prioritas destinasi wisata untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru, Misalnya, seperti PT. Freeport harus diolah di indonesia. Sebisa mungkin mengolah apa yang kita punya di negara sendiri agar menyerap sumber daya manusia. Yang dilakukan ke depan di sektor keuangan. Ekonomi harus ada sumber ekonomi baru yang menyerap tenaga kerja dan berorientasi ekspor. Tujuannya bagaimana bisa memberikan skema pembiayaan bagi pembayaran besar, UMKM, dan konsumen. Kami ada master plan sektor jasa keuangan 2020-2024, isinya supaya sektor keuangan bisa kompetitif di Indonesia dan di regional,” tutup Prof. Wimboh.
Melalui terselenggaranya Kuliah Umum ini, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FEB UNS, Dr. Djuminah, M.Si., Ak., berharap agar kedatangan Prof. Wimboh mampu untuk menambah ilmu dan menjadi bahan pendalaman materi bagi mahasiswa FEB UNS. Kedepannya, Dr. Djuminah juga mengatakan bila FEB akan menindaklanjuti tawaran OJK untuk mengadakan seminar seputar omnibus law dengan Fakultas Hukum (FH) UNS. Humas / Yefta.
Karakter bela negara yang kuat merupakan bekal yang harus dimiliki oleh setiap anak bangsa, terutama pemuda Indonesia agar terhindar dari pengaruh-pengaruh negatif yang melemahkan nasionalismenya. Karena tidak sedikit para pemuda yang mengikuti paham-paham radikal. Keberadaan paham-paham radikal di Indonesia sudah selayaknya patut dicurigai dan dicegah penyebarannya.
Dalam penyebaran paham radikal, beberapa metode digunakan untuk meyakinkan target, diantaranya adalah proxy war, perang yang menggunakan pihak ketiga yang merupakan pengganti berkelahi satu sama lain secara langsung. Metode yang lain adalah brain washing, dengan cara mengubah ideologi, paradigma, perilaku, kebiasaan dan budaya melalui infiltrasi, provokasi dan separatis. Ideologi Pancasila sering dibenturkan dengan agama ataupun dengan kitab suci.
Pernyataan itu disampaikan Prof. Dr. Ir. Bondan Tiara Sofyan, M.Si, Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dalam Seminar Nasional Pendidikan Karakter, Sabtu, 15 Februari 2020 di Aula Gedung 3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS).
Sekitar 400 peserta penuhi Aula di acara Pembinaan Karakter
Dikatakannya, sumber-sumber radikalisme masuk melalui agama dan kampus menjadi ladang yang sangat “empuk” bagi tersebarnya radikalisme.
“Karena penduduk di Indonesia adalah mayoritas muslim, penyebaran paham ini masuknya banyak melalui Agama Islam, bukan berarti paham ini tidak ada dalam agama lain” tegasnya
Prof. Bondan mengajak agar kita saling berpegangan tangan, jangan mau dibenturkan antar bangsa sendiri. Perkuat kesadaran untuk bela negara, dengan membangun kecintaan pada tanah air, pahami sejarah bangsa, mengenali tanah air dan menggunakan produk dalam negeri.
Kesadaran berbangsa dan bernegara juga perlu ditanamkan dengan menghindari hoax , utamakan dialog bersama, dan jadikan diri kita berjiwa rela berkorban untuk kemanusiaan dan keutuhan bangsa.
Sementara itu, M. Farid Sunarto, S.Pd.,M.Si., Ketua Solo Bersimfoni mengatakan milenial sekarang rata-rata memiliki penyakit akut seperti tuna budaya / local cultural values, tuna konservasi dan persepsi budaya beroposisi dengan modernitas.
Pemerintah Kota Solo pada khususnya sudah berupaya untuk mengurangi penyakit itu, salah satunya dengan membuat Peraturan Walikota Surakarta Nomor 49 tahun 2019 tentang Penyadaran, Pemberdayaan dan Pengembangan Pemuda.
Dikatakannya pula, milenial sejati dapat menjadi influencer bagi teman sejawat yang lain. Agar tidak terjadi hal yang negatif, seorang influencer harus memiliki karakter kuat yang positif. Menjadi seorang influencer yang “ saleh” berarti memiliki tujuan utama untuk mempengaruhi dan mengubah pengetahuan, perilaku, dan attitude.
Pembicara ketiga dalam seminar , Dr. Izza Mafruhah, S.E.,M.Si, Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UNS memandang pendidikan karakter merupakan proses belajar secara menyeluruh. Hal ini dikarenakan menguasai IPTEK saja tidak cukup menjadikan seorang pelajar menjadi manusia. Kemampuan sosialisasi dan religiusitas sebagai bagian IMTAQ yang baik adalah pelengkap yang menyempurnakan seorang pelajar. Berpendidikan karakter berarti seseorang tidak hanya memiliki intelektual yang baik, tapi juga memiliki emosi serta tingkat spiritual yang baik.
Dr. Izza mengajak kepada peserta seminar yang sebagian besar adalah pelajar dan mahasiswa untuk pandai-pandai dalam mencari guru.
“Banyak informasi atau pengetahuan yang mudah didapat melalui google, tinggal ketik kata kuncinya, ribuan informasi tentang yang kita inginkan akan didapat, tapi pandailah menyaring, lihat sumbernya, hingga dapat memilah mana yang baik dan tidak” nasihatnya
Prof. Djoko Suhardjanto saat memberikan sambutan di Acara Pendidikan Karakter
Melalui seminar yang diikuti oleh hampir 400 orang itu, Dekan FEB UNS , Prof. Djoko Suhardjanto mengharapkan dengan kegiatan ini, para narasumber mampu membekali pengetahuan, pemahaman bagi generasi muda tentang pentingnya kesadaran bela negara sehingga terhindar dari paham-paham radikal yang sangat merugikan diri sendiri, keluarga, masyarakat dan bangsa. (Humas)
Sebanyak 33 siswa dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Surakarta melakukan simulasi di tiga laboratorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UNS), yakni Laboratorium Akuntansi, Ekspor Impor dan Perbankan, Selasa 11 Februari 2020.
Di laboratorium, para siswa diberikan pengenalan tentang fungsi dan mekanisme kerja laboratorium oleh masing-masing Kepala Laboratorium.
Selama kurang lebih 2 jam, para siswa dan guru belajar secara bergantian mengambil peran dalam simulasi tersebut. Di awal, para siswa tampak canggung, namun setelah diberikan arahan berulang-ulang, peserta sangat menikmati, bersemangat mengikuti simulasinya.
33 siswa-siswi MAN 2 Surakarta Belajar di Laboratorium FEB UNS
Sebelum diarahkan ke laboratorium, rombongan yang dipimpin oleh Sita Kurniasari, S.Pd, M.Si, guru pendamping MAN 2 Surakarta diterima oleh Dr. Djuminah. M.Si. Ak, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan di Ruang Sidang 1 FEB UNS
Dr. Djuminah menyambut hangat kunjungan tersebut dan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan MAN 2 Surakarta untuk melakukan kunjungan ke FEB UNS.
“Mudah-mudahan dengan mengenal lebih dekat dengan FEB UNS, khususnya setelah melihat dan melakukan simulasi di laboratorium, para siswa akan semakin tertarik untuk memilih UNS dan FEB khususnya sebagai pilihan utama” tegasnya disertai dengan ucapan “aamiin” dari seluruh siswa dan guru.
Dr. Djuminah semangati para siswa agar dapat bergabung di FEB UNS
Sementara itu, Sita Kurniasari, S.Pd, M.Si mengatakan, kunjungan ke FEB UNS hari ini adalah kali kedua yang dilaksanakan MAN 2 Surakarta dan akan rutin dilakukan juga untuk tahun berikutnya.
Tujuan kunjungan ini adalah untuk mengenalkan kepada siswa-siswi kami dengan dunia kampus.
“Siswa akan lebih tahu bahwa laboratorium tidak hanya dimiliki oleh fakultas yang eksakta, namun FEB UNS, sebagai salah satu fakultas yang sosial humaniora pun memiliki laboratorium” paparnya.
Harapannya, setelah kunjungan ini akan lebih memacu cita-cita mereka yang sebagian besar memang sangat berminat, memilih UNS, khususnya FEB UNS sebagai tujuan utama melanjutkan studinya usai lulus dari sekolah .
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UNS) bekerja sama dengan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Institute menggelar In House Training Export Import, Logistics & Freight Forwarder, Senin-Kamis, 10-13 Februari 2020 di Ruang Student Lounge Gedung IV Lt 1 FEB UNS.
Kegiatan yang diikuti oleh 16 orang Dosen FEB UNS dibuka langsung oleh Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak., Dekan FEB UNS.
Dalam sambutannya, Prof. Djoko menyampaikan kegiatan ini sebagai upaya merespon gagasan yang dicetuskan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Mas Nadiem Anwar Makarim tentang Kampus Merdeka.
Dekan FEB UNS (tengah) membuka pelatihan
Salah satu gagasan Mendikbud yang sangat perlu kita respon dengan cepat adalah formula pembelajaran 5, 3. Mahasiswa mengikuti proses pembelajaran di kampus selama 5 semester dan di 3 semester berikutnya mahasiswa melakukan pembelajaran dilakukan di luar kampus; di fakultas lain, universitas lain, di daerah-daerah ataupun di industri.
“Untuk pembelajaran di luar kampus , saya lebih setuju kalau mahasiswa melakukan pembelajaran di industri-industri” tegasnya
Kegiatan ini juga sebagai upaya kita mendekatkan antara dunia kampus dengan dunia nyata. Mahasiswa diharapkan mulai membumi, mulai memahami apa yang terjadi.
Selain itu, akreditasi sembilan kriteria menstandarkan 80% lulusan dari sebuah perguruan tinggi harus terserap oleh industri atau mampu menciptakan lapangan kerja, jika tidak maka nilai akreditasinya dapat diturunkan.
Gagasan yang dilontarkan Mendikbud tersebut harus sungguh-sungguh kita tanggapi agar FEB UNS tidak tertinggal di kancah nasional maupun internasional.
Dan hasil dari kegiatan ini, keenam belas dosen yang mengikuti pelatihan diharapkan mampu mentransfer ilmu yang didapatkan dalam pelatihan kepada para mahasiswa.
Diakhir sambutannya, Dekan mengatakan bahwa kerjasama dengan pihak industri perlu kita tingkatkan. Laboratorium-laboratorium yang ada di FEB UNS bisa dimanfaatkan sebagai tempat pelatihan dengan mendatangkan juga peserta dari berbagai instansi dan perguruan tinggi lain.
Dua narasumber dari Alfi Institute di hari pertama pelatihan
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut dipandu oleh 6 orang trainer dari ALFI Institute. Beberapa materi yang disampaikan diantaranya Freight Forwarding Services & Multimoda Transport, Packaging & Dokumen Exim, Sales Contract & Documentary Credit, Other International Payment, Kepabeanan Ekpor Impor serta Trade Facilitation & SKA, Klasifikasi Barang Internasional.
Solo Great Sale (SGS) 2020 , hajatan besar yang digelar selama sebulan penuh di bulan Februari oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Solo dinilai sangat penting untuk mem-boosting perekonomian Kota Surakarta agar mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Pernyataan itu disampaikan Drs. Bambang Irawan , SE ,M.Si, Pengamat Ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) saat Bincang Pagi di RRI Surakarta, Kamis 6 Febuari 2020. Bincang Pagi itu bertajuk “Solo Great Sale Mampu Mendongkrak Pertumbuhan Ekonomi? “
Menurut Bambang Irawan, M.Si, dari sudut pandang tourism economics , event-event seperti SGS ini ditujukan untuk meremajakan pasar. Kenapa perlu diremajakan? karena memang dalam satu tahun masa bisnis, periode Januari sampai dengan Desember selalu berfluktuasi. Dalam konteks kepariwisataan selalu ada low season dan high season.
“Dari sisi kepariwisataan diharapkan SGS bisa mengatasi fenomena siklikal dalam pariwisata, paling tidak ketika low season masih ada segmen pasar yang bisa dikais oleh sektor pariwisata di Solo” paparnya
SGS perlu fokus ke marketnya, misalnya ke generasi milineal seperti apa agar lebih bisa mendorong mereka untuk mengunjungi pasar tradisional. Karena selama ini, generasi milineal sangat ingin berbelanja ke mall-mall.
Kegiatan ini akan sangat banyak manfaat juga apabila lebih diperluas lagi, se Solo Raya yang akan mendatangkan akan lebih banyak tenant.
Bhimo Rizky Samudro, Pengamat Ekonomi dari FEB UNS
Sementara itu, Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D. pengamat ekonomi yang juga dari FEB UNS saat diwawancarai melalui telepon di hari yang sama mengatakan, SGS tidak bisa serta merta instan untuk bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
“SGS hanya digelar sekali dalam setahun, sifatnya insidental, boomingnya hanya sekali. Akan sangat efektif jika dibuat lebih rutin, misalnya dalam jangka waktu 3 bulan” jelasnya
Dr. Bhimo melihat dengan adanya SGS memacu masyarakat untuk berinisiatif dan berkreatifitas sehingga potensi lokal di Solo tidak perlu keluar tapi diberikan wahana untuk bisa memacu kegiatan ekonomi.
Dengan kegiatan ini pula, memberikan semacam alternatif pilihan antara penjualan online dan penjualan konvensional. Memberikan alternatif menarik bahwa masih ada wahana yang memungkinkan penjualan secara konvensional yang dikemas dengan hal yang menarik.
Dr. Bhimo berharap agar kegiatan ini terus dikembangkan dengan melibatkan banyak pihak. Banyak usaha- usaha kecil yang belum tercatat dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan belum terlibat . Selama ini yang tercatat adalah yang formal. Padahal pedagang-pedagang yang informal sebenarnya sangat potensial .
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UNS) harus mampu merespon gagasan yang dicetuskan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim tentang Kampus Merdeka.
Salah satu gagasannya adalah formula pembelajaran 5, 3. Mahasiswa mengikuti proses pembelajaran di kampus selama 5 semester dan di 3 semester berikutnya mahasiswa melakukan pembelajaran dilakukan diluar kampus; di universitas lain ataupun di daerah-daerah.
Penyataan itu disampaikan Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak .dalam. sambutannya dalam acara Reuni Alumni FEB UNS angkatan 1990 yang digelar di Selasar Gedung 1 FEB UNS.
Lebih lanjut disampaikan, gagasan yang dilontarkan Mendikbud tersebut harus sungguh-sungguh kita tanggapi agar FEB UNS tidak tertinggal dalam percaturan dunia.
Dalam hal akreditasi , sembilan kriteria menstandarkan 80% lulusannya harus terserap oleh industri atau mampu menciptakan lapangan kerja. Dalam hal ini alumni sangat memiliki peran dalam mendesain kurikulum bersama-sama dengan dosen dan pihak industri .
Penulisan artikel ilmiah untuk publikasi, bukan semata-mata bertujuan untuk memenuhi kelulusan studi namun untuk mengenalkan ide baru karena ilmu itu harus dikembangkan berbasis penelitian dari perguruan tinggi. Dan penelitian itu harus didiseminasikan ke masyarakat melalui media.
Ada tiga hal yang harus kita perhatikan dalam menulis artikel yakni adanya kebaruan ide, substansi dari manuskrip yang kita tulis harus menarik perhatian pembaca dan juga harus bisa meyakinkan pembaca bahwa ide yang kita paparkan, benar.
Mahasiswa Prodi MM ikuti workshop penulisan artikel
Pernyataan itu disampaikan Dr. Eng. Anto Satriyo Nugroho dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi saat menjadi narasumber di Workshop Penulisan Artikel Ilmiah untuk Publikasi yang digelar oleh Program Studi Magister Manajemen, Sabtu 1/2/2020 di Aula Konimex Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS).
Selanjutnya dijelaskan, novelty atau kebaruan dalam artikel adalah untuk membangun knowledge pada sebuah bidang ilmu. Untuk ikut membangun harus ada kontribusi yang kita berikan, ada sebuah ide yang kita perkenalkan atau yang kebaruan yang kita berikan. Ide itu belum pernah dilakukan oleh orang lain.
“Untuk mengetahui kebaruan ide, hanya satu kuncinya, kita harus sering membaca jurnal ilmiah. Pembimbing saya saat studi menyarankan untuk membaca sepuluh artikel setiap hari. Ini berguna untuk mengetahui tren penelitian saat ini” papar Dr. Anto
Seorang peneliti harus berhati-hati juga dalam memilih tema, harus disesuaikan dengan lingkup jurnalnya. Apakah untuk kepentingan di tingkat nasional ataupun internasional.
Selain itu, gaya penulisan menjadi salah satu yang sangat dipertimbangkan untuk diterima tidaknya artikel pada sebuah jurnal. Sering terjadi, ditolaknya sebuah artikel ilmiah bukan karena substansinya yang tidak baik namun salah satunya adalah gaya menulisnya yang kurang tepat.
Sementara itu, Tri Mulyaningsih,SE, M.Si,Ph.D, dari FEB UNS sebagai narasumber kedua di kegiatan itu memberi gambaran kepada peserta yang mengikuti workshop betapa sangat banyaknya permasalahan di sekitar kita yang bisa menjadi bahan penelitian.
“Banyak permasalahan yang bisa kita gali di sekitar kita, isu-isu yang sedang tren saat ini, misal tentang Virus Corona, Asuransi Jiwasraya, gagasan Mas Nadiem dengan Kampus Merdekanya dan lain sebagainya bisa menjadi topik penelitian yang menarik. Bahkan pengalaman pribadi kita pun bisa menjadi sumber inspirasi” jelasnya memberi semangat.
Retno Tanding Suryandari, Ph.D , Kaprodi MM saat membuka acara
Dari sisi penulisan artikel, peneliti harus memperhatikan gaya selingkung atau format penulisan dari jurnal. Karena masing-masing jurnal punya gaya selingkung yang berbeda.
Tri Mulyaningsih juga memaparkan kepada peserta, beberapa pedoman lain dalam penulisan paper.
Usai menyampaikan pemaparan, perserta berdiskusi dengan kedua narasumber.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak. memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Alumni FEB UNS Angkatan 1995 yang tidak hanya sekedar bereuni namun juga telah menggelar serangkaian kegiatan yang berdampak sosial. Terlebih, kegiatannya melibatkan seluruh komponen civitas akademika.
Dekan berikan apresiasi alumni angkatan 1995
“Alumni Angkatan 1995 ini sangat luar biasa, tidak hanya sekedar kumpul-kumpul tapi mampu mengemas kegiatan reuni dengan aktifitas yang sangat membantu bagi kemajuan fakultas dan juga bernuansa sosial. Bahkan, bisa menghadirkan dosen-dosen senior, yang aktif maupun yang sudah purna dan juga tenaga kependidikan (tendik). Semoga ini menjadi inspirasi juga bagi alumni-alumni yang lainnya” tegasnya saat beri sambutan acara “Alumni Talk” yang digelar Sabtu, 1/2/2020.
Disampaikannya, kolaborasi seluruh komponen civitas akademika, dosen, tendik, mahasiswa dan juga alumni akan sangat membantu bagi percepatan FEB UNS yang tak hanya tangguh di tingkat nasional, namun juga di tingkat internasional.
Saat ini, perguruan tinggi wajib menggunakan akreditasi dengan sembilan kriteria yang menstandarkan 80% lulusannya harus terserap oleh industri atau mampu menciptakan lapangan kerja. Untuk itu, kurikulum harus didesain secara bersama antara dosen, pihak industri dan juga alumni.
Alumni berkolaborasi dengan civitas akademika FEB UNS
Peran alumni juga sangat penting untuk memotivasi mahasiswa dalam bentuk sharing pengetahuan dan pengalamannya. Seperti acara Alumni Talk yang dihelat pagi hingga siang hari di Aula FEB UNS.
Diakhir sambutannya, Dekan menyampaikan terima kasih kepada sponsor utama yakni PT Wijaya Karya, dan juga kepada PT Perkebunan Nusantara XIV, Wika Gedung, PT Yogya Power dan Pukis Badran serta donasi dari seluruh alumni FEB UNS angkatan 1995.
“Alumni Talk” merupakan salah satu dari seluruh rangkaian acara yang telah digelar oleh alumni angkatan 1995. Empat alumni menjadi narasumber di acara itu yakni Danang Pamungkas, Manager Regional Teritory PT HM Sampurna, Tbk; Haryanto, Direktur Komersial PTPN XIV, Lenny Mardhiyati, Kasi Akuntansi dan Pelaporan I DJPK-Kemenkeu serta Renata Zoraifi, Owner Brand Pukis Badran.
Di acara yang dimeriahkan dengan festival kuliner itu, alumni juga memberikan apresiasi kepada dosen dan tendik serta bantuan beasiswa bagi mahasiswa.
Beberapa aktifitas lain yang telah digelar alumni yakni bakti sosial dengan membagikan 50 sembako kepada cleaning service, petugas keamanan, driver, Office boy, dan tenaga kependidikan serta cek kesehatan. Kegiatan tersebut telah digelar kemarin Jumat, 31/1/2020 usai senam pagi.
Alumni juga telah memberikan “gebyok”, penambahan fasilitas sarana ibadah, perbaikan prasarana umum meliputi renovasi kantin, toilet, perapihan selasar dan pemberian tempat sampah organik dan non organik.
Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta angkatan 1995 menggelar bakti sosial usai senam bersama civitas akademika FEB (Dekan, Wakil Dekan, Dosen dan Tenaga Kependidikan), yang dihadiri oleh 3 Wakil Rektor UNS, Jumat, 31/1/2020.
Sebanyak 50 sembako dibagikan kepada cleaning service, petugas keamanan, driver, Office boy, dan tenaga kependidikan.
Di kegiatan itu, seluruh civitas akademika juga berkesempatan untuk cek kesehatan, mulai dari cek tekanan darah, gula darah sewaktu (GDS), kolesterol, dan asam urat. Usai pengecekan kesehatan, peserta diarahkan langsung untuk berkonsultasi dengan Dokter.
Dosen dan tenaga kependidikan cek kesehatan
Subhan Adi Broto, alumni dari Program Studi Akuntansi mengatakan, kegiatan bakti sosial ini adalah sebagai wujud tanggung jawab dan bakti alumni kepada almamater. Kegiatan ini juga untuk memperingati 25 tahun kebersamaan alumni 1995. Ajang reuni untuk memperkuat ikatan silaturahmi dan civitas akademika ,dikemas dalam acara yang berkesan dan berdampak sosial.
“Kami mengucapkan terimakasih kepada Dekan dan Wakil Dekan FEB yang telah memberikan kesempatan bagi alumni angkatan 1995 untuk menggelar acara ini, serta partisipasi dari para Wakil Rektor UNS yang hadir saat itu dan juga seluruh civitas akademika FEB UNS. Semoga apa yang kami berikan, bermanfaat” paparnya
Untuk mendukung terpeliharanya budaya Jawa di lingkungan Kampus FEB UNS, alumni memberikan “gebyok” dan telah terpasang di gedung IV lantai 1 FEB.
Alumni juga akan memberikan bantuan dalam bentuk penambahan fasilitas sarana ibadah, perbaikan prasarana umum meliputi renovasi kantin, toilet, perapihan selasar dan pemberian tempat sampah organik dan non organik. Selain itu, alumni akan memberikan apresiasi kepada dosen dan tendik serta mahasiswa.
Kelanjutan dari aktifitas ini, alumni akan menggelar acara “Alumni Talk”, besok, Sabtu 1 Februari 2020 di Aula Gedung III FEB UNS. Empat orang alumni akan menjadi narasumber, mentrasfer pengetahuan dan pengalamannya kepada mahasiswa.
Subhan menyampaikan, serangkaian kegiatan ini didukung oleh PT Wijaya Karya, PT Perkebunan Nusantara XIV, dan donasi dari alumni FEB UNS angkatan 1995.
Sementara itu, Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada alumni FEB UNS angkatan 1995 yang telah berpartisipasi dalam memajukan fakultas, memberikan bantuan dalam bentuk perbaikan fasilitas maupun bantuan lainnya.
Prof. Djoko menyampaikan, untuk memajukan fakultas ini, kita melibatkan semua komponen civitas akademika, termasuk alumni dan berharap para alumni senantiasa memberikan kritikan agar FEB menjadi lebih baik dan semakin maju.