FEB

Kategori: fakultas

  • Tingkatkan Kebersamaan, FEB adakan Pembinaan Karakter dan Sarasehan

    Tingkatkan Kebersamaan, FEB adakan Pembinaan Karakter dan Sarasehan

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Karakter dan Sarasehan Tenaga Kependidikan, Sabtu, 11 Januari 2020 di Magelang.

    Kegiatan yang diikuti oleh 80 orang tenaga kependidikan (tendik) FEB,  juga dihadiri oleh Dekanat dan beberapa pimpinan prodi dan unit.

    Acara diawali dengan kegiatan rafting di sepanjang Sungai Elo. Cuaca yang cerah sangat mendukung terlaksananya rafting dengan lancar.

    Usai rafting, tendik mengikuti kegiatan di pendapa Kampung Ulu Resort untuk mengikuti sarasehan.

    Prof. Djoko Suhardjanto, Dekan FEB UNS dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan pembinaan dan sarasehan ini untuk refreshing, penyegaran kembali setelah sekian lama tendik bekerja dengan berbagai kesibukan di kantor.

    “Kegiatan ini juga sebagai sarana mendidik kita untuk berdisiplin, kerja keras dan bekerja sama menjaga kekompakkan. Senang dalam keadaan apapun meski dalam tekanan kerja untuk mencapai target yang kita inginkan bersama” tegas Dekan.

    Dikatakannya pula, kegiatan ini berguna untuk melatih kita menjadi event organizer yang baik. Bagaimana merencanakan sebuah kegiatan agar bisa berjalan dengan baik dan lancar serta memberikan pelayanan yang prima.

    Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UNS, Dr. Izza Mafruhah menceritakan sebuah kisah “Belajar dari Seekor Kupu-Kupu”.

    Seorang anak kecil melihat kepompong dan merasa kasihan melihat kupu-kupu didalamnya yang sangat sulit berjuang untuk keluar dari lobang kecil, tampak keluar sedikit lalu masuk lagi dan terus berulang.

    Si anak lalu berinisiatif mengguntingnya untuk membantu kupu-kupu keluar dan terbang, tetapi ternyata kupu-kupu tersebut masih lemah dan tidak bisa terbang.

    Upaya kupu-kupu yang tampak selalu keluar sedikit lalu masuk lagi ternyata untuk mengeluarkan lendir yang ada ditubuhnya hingga pada saat keluar sayapnya bisa berkembang dan terbang .

    Belajar dari kupu-kupu itu, adanya kesulitan dalam hidup sebenarnya membawa hikmah untuk kita  menjadi lebih kuat dan bijak. Berusaha keras dan perjuangan adalah bagian kehidupan yang kita perlukan.

    Dr. Izza juga mengingatkan bahwa FEB adalah sebuah keluarga, jika yang satunya ada yang sakit, maka yang lainpun juga merasakannya. Demikian juga jika mendapat kebahagiaan, yang lain turut berbahagia.

    “Dimanapun posisi kita, entah di bagian akademik, kemahasiswaan atau bagian yang lain harus selalu berkerja sama agar FEB melesat lebih cepat” tegasnya.

    Sesi kesan dan pesan tendik yang alih tugas disampaikan oleh Lucida Rectavia, mewakili ke empat tendik lainnya.

    Per 1 Januari 2020, lima Tendik FEB beralih tugas ke fakultas lain di lingkungan UNS, yakni Edi Kusnadi ke Fakultas Keolahragaan, Mohammad Taufiqurrahman,A.Md ke Fakultas MIPA, Sutopo, S.Kom ke Sekolah Vokasi, Hermawanti ke Bagian Hukum dan Administrasi dan Kerjasama serta Lucida Rectavia, SP ke Bagian Minat, Bakat, Penalaran dan Informasi Kemahasiswaan.

    Acara yang dikemas dalam suasana santai dan kekeluargaan diakhiri dengan foto bersama.

  • Prodi Akuntansi Adakan Penutupan Kegiatan ICSBAL

    Prodi Akuntansi Adakan Penutupan Kegiatan ICSBAL

     

    Program Studi S1 Akuntansi FEB UNS adakan Penutupan Kegiatan International Conference on Business, Accounting, Supply Chain , and Logistics (ICSBAL), Kamis, 9 Januari 2020.

    ICBASL dengan tema “New Paradigm of Link and Match Between Government, University, and Industry” telah digelar November 2019 lalu di Hotel Harris Solo.

    Narasumber ternama yang hadir dalam konferen yakni Prof. Juliana Sutanto (Lancaster University), Prof. Madya Dr. Corina Joseph (Universiti Teknologi MARA Cawangan Sarawak, Malaysia), Prof. Ruhul Salim, BSc, MSc., Ph.D. (Curtin University, Australia), and Prof. Habib Mahama, Ph.D (Qatar University, Qatar), dan Prof. Dr. Hooy Chee Woi (Universiti Sains Malaysia, Malaysia).

  • Alumni Serahkan Kaos Bagi Tendik

    Serah Terima Bantuan Kaos dari Dr. Abdul Kharis, alumni FEB UNS untuk kegiatan Pembinaan Karakter Tenaga Kependidikan FEB UNS, Kamis 9 Januari 2020.

  • Wujudkan Sinergi Positif , FEB Gelar Sarasehan Akhir Tahun

    Wujudkan Sinergi Positif , FEB Gelar Sarasehan Akhir Tahun

    Pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), menyelenggarakan sarasehan akhir tahun secara sederhana yang diikuti oleh Dekanat dan seluruh tenaga kependidikan (tendik) FEB, Jumat 27 Desember 2019.

    Sarasehan yang digelar di Ruang Sidang 2 Gedung 1 FEB bertujuan untuk mewujudkan sinergi positif yang terbangun diantara jajaran pimpinan dan tendik di lingkungan FEB UNS.

    Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNS, Dr. Mugi Harsono, M.Si. mengawali paparan di kegiatan itu dengan materi muhasabah, instropeksi atau koreksi terhadap diri sendiri atas segala perbuatan, ucapan, bahkan pikiran yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.

    Aspek yang perlu dimuhasabahi adalah hubungan kita dengan Alloh, ibadah harus sesuai dengan aturan yang telah diajarkan oleh Alloh dan Nabi. Semua yang kita lakukan harus dikembalikan kepada agama, demikian halnya dalam bekerja.

    Aspek lain yang perlu muhasabah yakni pekerjaan dan perolehan rizki. Keberhasilan bisa menjadi efek yang menggelinding. Jika cara kerja kita bagus urusan kita akan lebih mudah. Mendapat rizki yang baik dan halal itu penting.

    Selanjutnya, aspek kehidupan sosial, bagaimana akhlak kepada sesama manusia, cara melakukan interaksi.

    Dr. Mugi juga memberikan beberapa tips bermuhasabah diantaranya mencari perbandingan dengan orang lain yang kita pandang baik kehidupannya, memikirkan kelemahan yang ada pada diri serta
    menanamkan pada diri bahwa kita diawasi Alloh.

    Sementara itu, Dr. Djuminah, M.Si., Ak, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan berharap FEB merupakan sebuah ekosistem yang memiliki kebermanfaatan, kenyamanan bagi semua pihak yang berkepentingan internal maupun eksternal.

    Kita harus punya rasa memiliki ditempat bekerja agar muncul rasa tanggung jawab sehingga kinerja kita menjadi lebih baik.

    Selanjutnya diinformasikan, di tahun 2020, eselon 3 dan 4 akan dihapuskan.
    Para KTU dan Kasubbag se UNS posisinya ada tapi fungsi atau jabatanya berubah menjadi jabatan fungsional.

    Di awal tahun 2020 nanti juga ada beberapa tendik mengalami mutasi ke luar FEB ataupun bergeser ke subbag lain di FEB.

    Pergantian atau perubahan dalam lingkungan bekerja bukan sesuatu yang baru, dimana saja, hal yang wajar.

    Di bagian akhir paparan sarasehan, Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si. menyampaikan kepada tendik bahwa bekerja yang kita lakukan itu adalah bekerjasama bukan berkerja bersama-sama.

    Kedua istilah tersebut berarti beda. Bekerja bersama,  kita bekerja secara bersama. Sedangkan bekerjasama ada simpul, ada ikatan yang saling terkait.

    Pekerjaan yang dilakukan di bidang akademik bisa dilanjutkan oleh layanan kuliah, setelah itu dari pelayanan kuliah bisa diteruskan oleh layanan kemahasiswaan dan seterusnya.

    Tidak ada yang lebih penting dari yang lain karena masing-masing menjadi simpul-simpul yang terkait. Jika salah satu simpul
    lepas, bukan hanya simpul itu sendiri yang lepas tapi semua jalinan akan lepas. Semua unsur dalam sebuah organisasi, khususnya di FEB UNS, sama pentingnya.

  • Siapkan Akreditasi Kriteria 9, Prodi Harus Kerja Keras

    Siapkan Akreditasi Kriteria 9, Prodi Harus Kerja Keras

     

    Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) mengembangkan Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS)  4.0 yang  berorientasi pada output dan outcome. Pengukuran mutu lebih dititikberatkan pada aspek proses, output dan outcome, sementara instrumen sebelumnya lebih banyak mengukur aspek input.

    Program studi (Prodi) harus bekerja keras mempersiapkan diri untuk akreditasi dengan Kriteria 9 yang jauh  berbeda dengan sebelumnya dengan menggunakan standar 7.

    Kriteria 9 tersebut meliputi visi, misi, tujuan dan sasaran;  tata pamong, tata kelola dan kerjasama; mahasiswa; sumber daya manusia; keuangan, sarana, dan prasarana; pendidikan; penelitian;  pengabdian kepada masyarakat; luaran dan capaian tridharma.

    Hal  itu disampaikan Prof. Tulus Haryono,M.Ek. saat menjadi narasumber di bimbingan teknis akreditasi yang diikuti oleh sebanyak 20 orang pimpinan dari Universitas Mataram, Jumat, 27 Desember 2019 di UNS Inn, Solo.

    Lebih lanjut Prof. Tulus menjelaskan,  ada dua jenis laporan yang dikirim ke BAN PT yakni  laporan kinerja prodi, yang lebih banyak data kuantitatif dan laporan penyusunan evaluasi diri prodi, lebih banyak kualitatifnya.

    Enam bulan sebelum masa akreditasi habis, prodi harus sudah mengajukan ke BAN PT. Untuk itu, paling tidak satu tahun sebelumnya, prodi harus sudah mempersiapkan diri karena pengerjaan borang sangat butuh ketelitian.

    “Penyusunan borang dilakukan oleh  kepala program studi (kaprodi) dan dibantu oleh tim. Kaprodi harus terlibat langsung dan  sangat paham isi borang dan proses penyusunannya karena yang utama diwawancarai adalah kaprodi, sementara lainnya adalah membantu” tegas dosen yang pernah menjadi kaprodi program doktor di FEB UNS dan  sudah 16 tahun berjalan menjadi Asesor BAN PT

    Prof. Tulus juga menegaskan agar dalam penyusunan borang harus mengikuti template yang   sudah ditentukan oleh BAN PT.

    “Apapun templatenya harus kita ikuti, jangan pernah sekalipun mengubah format yang sudah disediakan oleh BAN PT” katanya.

    Dalam hal pelaporan kerjasama, prodi harus melaporkan  kerjasama dengan industri, instansi ataupun perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.  Namun yang perlu diingat adalah, kerjasama tersebut bukanlah kerjasama yang “tidur’ namun yang masih ada aktifitasnya .

    Untuk profil dosen, asesor akan menilai apakah dosen mengampu sesuai dengan keahlian atau tidak,  termasuk dosen tidak tetap. Yang dilihat adalah pendidikan terakhir.

    “Jika semua dosen mengampu sesuai dengan keahlian,  nilainya 4. Peraturan dari BAN PT, jika terdapat lebih dari 7 dosen yang mengampu tidak sesuai dengan keahliannya, maka nilainya 3”  katanya

    Untuk kepentingan akreditasi, Prof Tulus mengingatkan untuk memperbanyak dosen tetap karena sebagai  tulang punggung prodi, sebaliknya perlu membatasi dosen tidak tetap.

    Dalam presentasinya, Prof. Tulus memaparkan poin-poin penting  terkait akreditasi kriteria 9, dilanjutkan dengan sesi diskusi.

  • Tandatangani MOU, FEB UNS Jalin Kerjasama dengan FEB UNRAM

    Tandatangani MOU, FEB UNS Jalin Kerjasama dengan FEB UNRAM

     

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menjalin kerjasama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram (FEB UNRAM).

    Hal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), Kamis,  26 Desember 2019 di UNS Inn Solo.

    Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si mewakili Dekan FEB UNS dengan Dekan FEB UNRAM, Dr. Musaidy Yasin, MS dan disaksikan oleh pimpinan dari kedua belah pihak.

    Kerjasama yang dilaksanakan UNS dan UNRAM dalam hal pembinaan pendidikan dan pengajaran (narasumber dan visiting professor), penelitian (coaching/ pendamping dan workshop penelitian serta penelitian bersama) dan publikasi hasil penelitian bersama pada jurnal internasional.

    Usai memperkenalkan jajaran pimpinan dan menyampaikan profil FEB UNS , Dr. Izza dalam sambutannya mewakili Dekan FEB UNS mengatakan bahwa kerjasama ini dilaksanakan bertujuan untuk mempercepat mutu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian serta meningkatkan kemampuan dosen FEB UNS dan FEB UNRAM agar mampu bersaing ditingkat internasional.

    Dibidang pendidikan, Program Doktor Ilmu Ekonomi UNS terbuka bagi para dosen UNRAM yang ingin menempuh studi lanjut.

    Demikian juga kerjasama dibidang penelitian dan pengabdian dan publikasi sangat memungkinkan untuk dilakukan.

    Lebih lanjut dikatakan Dr. Izza, pendidikan sebagai nafas perguruan tinggi diharapkan menghasilkan pendidikan yang berkualitas dan ditunjukkan dengan akreditasi, dan penganggaran adalah darahnya.

    “Dengan penganggaran yang sehat maka pendidikan di sebuah perguruan tinggipun akan maju” jelasnya.

    Usai penandatanganan MOU, dilaksanakan pembimbingan teknis dengan narasumber dari FEB UNS, Drs. Santoso Tri Hananto, M.Acc.,Ak. dan Dr. Djuminah, M.Si., Ak. dan diikuti oleh 20 orang  pimpinan FEB UNRAM.

    Di Bimtek tersebut, Drs. Santoso, M.Si memaparkan tentang Perencanaan Penganggaran, sedangkan Dr. Djuminah menyampaikan tentang Penganggaran.

    Bimbingan akan dilanjutkan Jumat, 27 Desember 2019 dengan narasumber Prof. Dr. Tulus Haryono, M.Ek. dengan materi Akreditasi dengan Kriteria 9.

  • BEM FEB Undang Pimpinan di Bincang-Bincang Fakultas

    BEM FEB Undang Pimpinan di Bincang-Bincang Fakultas

    Bersinergi Kawal Aspirasi merupakan tema yang diangkat oleh Kementerian Riset Data, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) di audiensi yang dikemas dalam Bincang-Bincang Fakultas, Kamis 19 Desember 2019  di Ruang Sidang II FEB UNS.

    Kegiatan yang diikuti oleh Dekanat, Pimpinan Administrasi, Unit dan Organisasi Kemahasiswaan FEB merupakan sarana untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa FEB kepada pimpinan fakultas.

    Sebelum mengadakan audiensi, BEM telah melakukan survei kepuasan pelayanan terhadap empat aspek yaitu akademik, sarana dan prasarana, kemahasiswaan dan keuangan.

    Survei telah dilaksanakan pada tanggal 21 November hingga 10 Desember 2019 secara online dengan jumlah responden sebanyak 231 mahasiswa FEB UNS dari seluruh angkatan dan program studi dengan metode stratified random sampling.

    Di aspek akademik, kuesioner meliputi pelayanan akademik, kinerja dosen, pelaksanaan ujian; aspek sarana dan prasarana meliputi indoor area, outdoor area dan sarana umum; aspek kemahasiswaan mencakup pelayanan mahasiswa,  dispensasi UKT, beasiswa, UKM dan lomba; sedangkan pada  aspek keuangan meliputi prosedur pencairan dana dan kejelasan SOP .

    Melalui survei ini,  diharapkan dapat menjadi acuan data persepsi mahasiswa dan dijadikan pertimbangan  atau bahkan pedoman pimpinan dalam perbaikan kualitas pelayanan di lingkungan FEB UNS.

    Dalam setiap hasil survei pada keempat aspek tersebut, diuraikan  hal-hal yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan serta  saran yang ditawarkan.

    Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si, Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UNS dalam sambutannya mengapresiasi audiensi ini, sarana mengevaluasi  kinerja dosen, tendik maupun pimpinan fakultas dalam mengelola fakultas dari kacamata mahasiswa.

    “Ada banyak kacamata yang menilai kinerja kita. Rektorat juga menilai fakultas, terlebih dalam hal prestasi mahasiswa. Ada beberapa prestasi yang belum optimal, utamanya adalah di Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM). Dan ini menjadi tanggung jawab kita bersama” kata Dr. Izza tegas.

    Lebih lanjut disampaikan,  di tahun depan, pimpinan secara bersama-sama,   bersinergi mengawal prestasi mahasiswa agar  lebih maju. Selain memacu prestasi PKM, juga dengan program internasionalisasi.

    Di anggaran  tahun 2020,  pimpinan akan berikan dana kepada mahasiswa untuk student outbound dan sifatnya kompetitif. Kami akan mengirimkan beberapa mahasiswa ikuti  summer program, sekitar dua atau tiga minggu untuk belajar budaya negara lain yang didatangi, bisa memacu untuk meningkatkan prestasi.

    Selain itu, pimpinan juga akan membahas kegiatan kompetisi starup untuk mahasiswa. Hal ini  untuk mendukung wirausaha mahasiswa.

    “Jika mahasiswa ada ide kreatif bisa disinergikan untuk mendukung prestasinya dan kita sudah ada sponsor yang siap bekerja sama” jelasnya

    Sementara itu, dari hasil survei yang dilakukan oleh BEM,  hasilnya cukup bagus, semua masukan untuk dosen akan disampaikan pada forum rapat dewan dosen.

    Diskusi berjalan sangat aktif,  dengan beberapa pertanyaan dan usulan diantaranya terkait sistem pembimbingan skripsi, pelaksanaan ujian terstuktur, kontrol terhadap kualitas mengajar dosen, kejelasan  informasi dan kemudahan prosedur  beasiswa,  kemudahan dalam peminjaman fasilitas, kejelasan format pelaporan keuangan, penambahan fasilitas olahraga dan sebagainya.

    Salah satu usulan mahasiswa adalah membentuk sebuah wadah untuk mentransfer knowledge dari mahasiswa yang berpengalaman, berprestasi, baik secara nasional dan internasional kepada mahasiswa  yang belum berprestasi. Dan di wadah itu, menjadi tempat untuk pembimbingan mahasiswa yang lebih intensif oleh dosen FEB.

    Dr. Djuminah, M.Si, Ak, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan,  Dr. Mugi Harsono Msi, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB beserta pimpinan administrasi merespon balik setiap pertanyaan  dan usulan mahasiswa.

    Untuk dapat menampung seluruh aspirasi mahasiswa, pimpinan sangat terbuka, dan  di hari lain, kegiatan ini dapat ditindaklanjuti dengan bincang-bincang dalam nuansa yang tidak terlalu formal .

  • Kelola Tri Dharma Perguruan Tinggi di Era 4.0

    Kelola Tri Dharma Perguruan Tinggi di Era 4.0

    Pengelolaan di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pengajaran, penelitian, dan pengadbian masyarakat sangat perlu diperhatikan untuk penyusunan borang akreditasi.

    Di tiga aspek tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa ( FEB UNWAR) dapat melakukan sharing, bekerjasama dibidang pengajaran, penelitian maupun pengabdian dengan keunggulan yang dimiliki.

    Hal di atas disampaikan Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si, Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UNS saat menjadi narasumber di bimbingan teknis akreditasi yang diikuti oleh sebanyak 50 orang pimpinan dari Universitas Warmadewa Bali, 18 Desember 2019 di UNS Inn, Solo.

    Dijelaskannya lebih lanjut, kerjasama UNS dan UNWAR banyak memiliki kemanfaatan. Dengan sharing energi, sharing hasil, sharing sumberdaya manusia dapat meningkatkan Key Performance Indicator (KPI) di kedua belah pihak.

    Dibidang pengajaran, UNS dan UNWAR dapat bekerjasama dalam hal student inbound.

    “Mahasiswa yang mengikuti student inbound seminggu berada di Solo untuk dapat lebih mengenal budaya Solo, sebagainya membuat wayang, membuat batik Seminggu kemudian di Bali, belajar melukis, menari dan sebagainya” katanya

    Demikian halnya, kita dapat sharing untuk visiting professor.

    Di bidang pengabdian masyarakat, UNWAR dapat memanfaatkan beberapa potensi wisata ataupun budaya yang menjadi ciri khas Bali dan bisa berkolaborasi dengan lebih dari dua perguruan tinggi.

    Misal, Subak sebagai organisasi kemasyarakatan yang khusus mengatur sistem pengairan sawah (irigasi) yang digunakan dalam bercocok tanam padi di Bali yang berbeda dengan model di Jawa dan daerah lainnya. Model ini dapat dicoba untuk diaplikasikan di daerah lain. Kita cari apakah yang menjadi faktor pengungkit dan pendukungnya.

    Publikasi dosen perlu giatkan untuk meningkatkan prosentase Lektor Kepala dan Guru Besar.

    Seorang dosen yang banyak melakukan penelitian maka kualitas mengajarnya akan berbeda karena akan mengaitkan kondisi dalam teori dengan dunia nyata, memberikan contoh-contoh yang sesuai kondisi riil, temasuk keikinian data dan informasi yang diberikan.

    Dengan penelitian diharapkan juga menghasilkan buku ajar.

    Dr. Izza juga menjelaskan perlunya kesiapan perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan di industri 4.0.

    “Kita harus mengaitkan kurikulum, capaian pembelajaran lulusan dengan industri 4.0. Kita juga harus menyadari dan mamou brradp ahwa kita itu berada diera dan siapa yang kita ajar” papar

    Pembelajaran model koordinating, dosen memberikan ceramah dan mahaiswa mendengarkan sudah tidak pas untuk diterapkan di era 4.0.

    Diera ini, mahasiswa sangat dimudahkan dalam pencarian materi pembelajaran yang diajarkan dosen bahka

  • FEB UNS Tandatangani Kerjasama dengan FEB UNWAR

    FEB UNS Tandatangani Kerjasama dengan FEB UNWAR

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menjalin kerjasama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa (FEB UNWAR).

    Hal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), Rabu,  18 Desember 2019 di UNS Inn Solo.

    Salam Komando: Dekan FEB UNWAR dan Dekan FEB UNS Seusai Menandatangani MOU

    Penandatanganan dilakukan oleh Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto dengan Dekan FEB UNWAR, Dr. I Made Sara, SE, MP dan disaksikan oleh pimpinan dari kedua belah pihak.

    Kerjasama yang dilaksanakan dalam hal pembinaan pendidikan dan pengajaran (narasumber dan visiting professor), penelitian (coaching/pendamping dan workshop penelitian serta penelitian bersama) dan publikasi hasil penelitian bersama pada jurnal internasional.

    Kerjasama ini dilaksanakan untuk mempercepat mutu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian serta meningkatkan kemampuan dosen FEB UNS dan FEB UNWAR agar mampu bersaing ditingkat internasional.

    Usai penandatanganan MOU, dilaksanakan pembimbingan teknis dengan narasumber dari FEB UNS, Prof. Tulus Haryono,M.Ek. dan Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si dan diikuti oleh 50 orang  pimpinan FEB UNWAR.

    Dekan FEB UNWAR dan FEB UNS Berfoto Bersama dengan Narasumber dan Moderator Bimtek

    Di Bimtek tersebut, Prof. Tulus memaparkan tentang Akreditasi BAN PT 9 Kriteria menuju Akreditasi Internasional, sedangkan Dr. Izza menyampaikan tentang Pengelolaan Tri Dharma Perguruan Tinggi Berbasis Industri 4.0

  • Prodi Perlu Kerja Keras Siapkan Akreditasi dengan Kriteria 9

    Prodi Perlu Kerja Keras Siapkan Akreditasi dengan Kriteria 9

    Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) mengembangkan Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS)  4.0 yang  berorientasi pada output dan outcome. Pengukuran mutu lebih dititikberatkan pada aspek proses, output dan outcome, sementara instrumen sebelumnya lebih banyak mengukur aspek input.

    Program studi (Prodi) perlu bekerja keras mempersiapkan diri untuk akreditasi dengan Kriteria 9 yang jauh  berbeda dengan sebelumnya dengan menggunakan standar 7.

    Kriteria 9 tersebut meliputi visi, misi, tujuan dan sasaran;  tata pamong, tata kelola dan kerjasama; mahasiswa; sumber daya manusia; keuangan, sarana, dan prasarana; pendidikan; penelitian;  pengabdian kepada masyarakat; luaran dan capaian tridharma.

    Hal  itu disampaikan Prof. Tulus Haryono,M.Ek. saat menjadi narasumber di bimbingan teknis akreditasi yang diikuti oleh sebanyak 50 orang pimpinan dari Universitas Warmadewa Bali, 18 Desember 2019 di UNS Inn, Solo.

    Lebih lanjut Prof. Tulus menjelaskan,  ada dua jenis laporan yang dikirim ke BAN PT yakni  laporan kinerja prodi, yang lebih banyak data kuantitatif dan laporan penyusunan evaluasi diri prodi, lebih banyak kualitatifnya.

    Enam bulan sebelum masa akreditasi habis, prodi harus sudah mengajukan ke BAN PT. Untuk itu, paling tidak satu tahun sebelumnya, prodi harus sudah mempersiapkan diri karena pengerjaan borang sangat butuh ketelitian.

    “Penyusunan borang dilakukan oleh  kepala program studi (kaprodi) dan dibantu oleh tim. Kaprodi harus terlibat langsung dan  sangat paham isi borang dan proses penyusunannya karena yang utama diwawancarai adalah kaprodi, sementara lainnya adalah membantu” tegas dosen yang pernah menjadi kaprodi program doktor di FEB UNS dan  sudah 16 tahun berjalan menjadi Asesor BAN PT

    Prof. Tulus juga menegaskan agar dalam penyusunan borang harus mengikuti template yang   sudah ditentukan oleh BAN PT.

    “Apapun templatenya harus kita ikuti, jangan pernah sekalipun mengubah format yang sudah disediakan oleh BAN PT” katanya.

    Dalam hal pelaporan kerjasama, prodi harus melaporkan  kerjasama dengan industri, instansi ataupun perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.  Namun yang perlu diingat adalah, kerjasama tersebut bukanlah kerjasama yang “tidur’ namun yang masih ada aktifitasnya .

    Untuk profil dosen, asesor akan menilai apakah dosen mengampu sesuai dengan keahlian atau tidak,  termasuk dosen tidak tetap. Yang dilihat adalah pendidikan terakhir.

    “Jika semua dosen mengampu sesuai dengan keahlian,  nilainya 4. Peraturan dari BAN PT, jika terdapat lebih dari 7 dosen yang mengampu tidak sesuai dengan keahliannya, maka nilainya 3”  katanya

    Untuk kepentingan akreditasi, Prof Tulus mengingatkan untuk memperbanyak dosen tetap karena sebagai  tulang punggung prodi, sebaliknya perlu membatasi dosen tidak tetap.

    Dalam presentasinya, Prof. Tulus memaparkan poin-poin penting saja  terkait akreditasi kriteria 9, dilanjutkan dengan sesi diskusi.

    Disela-sela paparannya, Prof Tulus juga memotivasi peserta untuk selalu berusaha meraih jabatan akademik tertinggi

    “Itu adalah hak Anda sebagai dosen. Kalo sudah punya karya silahkan proses untuk ke jabatan akademik yang lebih tinggi lagi, tidak akan ada yang menghalangi. Beda halnya dengan jabatan struktural yang ada campur tangan orang lain dalam pencapaiannya” paparnya.

    Selanjutnya, Prof. Tulus juga menekankankan agar dosen mengembangkan ilmunya dengan studi lanjut.

    Seorang petani saja setiap pagi mengasah aritnya untuk mengolah lahan. Demikian juga sebagai dosen yang lahannya adalah mahasiswa, harus selalu mengasah pengetahuannya, memperbaiki pola pembelajarannya kepada mahasiswa, maka dosen harus studi lanjut.