FEB

Kategori: s3_pdie

  • FEB UNS Adakan Sosialisasi dan Persiapan Akreditasi AQAS

    FEB UNS Adakan Sosialisasi dan Persiapan Akreditasi AQAS

    Program Studi Akuntansi, Manajemen dan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret  (UNS) tahun 2021 mengajukan Akreditasi Internasional AQAS. Self Evaluation Report (SER) AQAS sudah disubmit pada awal Agustus 2021 dengan dua prodi lainnya di lingkungan UNS. Apabila hasil review desk evaluation memenuhi,  maka awal Nopember akan ada  asesmen lapangan secara daring.

    Sehubungan dengan itu, FEB UNS menyelenggarakan Sosialisasi dan Persiapan Akreditasi Agency for Quality Assurance by Accreditation of Study Programs  (AQAS) untuk Civitas Akademika FEB UNS, Rabu 1 September 2021 secara luring dan daring.

    Dekan FEB UNS saat memberikan sambutan

    Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh tenaga pendidik, kependidikan dan perwakilan organisasi kemahasiswaan menghadirkan dua narasumber, Dr. Heni Hendrayati, SIP, MM, dari Universitas Pendidikan Indonesia Bandung dan Irwan Trinugroho, SE, M.Sc. Ph.D, Direktur Kerjasama  dan Internasionalisasi UNS dan juga Dosen di FEB UNS.

    Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com Hons, Ph.D, Ak dalam sambutannya mengatakan, AQAS merupakan salah satu lembaga akreditasi internasional yang diakui oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) dan berdiri pada tahun 2002 dan berkantor pusat di Cologne, Rhine-Westphalia Utara, Jerman.

    “Semenjak UNS berstatus Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTNBH) per 6 Oktober 2019 lalu, kita diberi mandat untuk bisa masuk ke 500 universitas besar di dunia. Ini sangat berat dan merupakan  tantangan kita bersama, oleh karena itu akreditasi internasional sangat diperlukan” ungkapnya.

    Selanjutnya dikatakan, Universitas Sebelas Maret yang memiliki 167 prodi, oleh kementerian ditarget 15 dari  prodi S1 harus terakreditasi internasional. FEB untuk S1 jelas tertarget semuanya untuk dapat tersertifikasi.

    Sebelum PTNBH, sebenarnya prodi di FEB sudah memiliki sertifikasi akreditasi internasional. Prodi S1 Manajemen, Ekonomi Pembangunan telah mendapat sertifikasi AUN QA, serta Prodi S1 Akuntansi tersertifikasi EPAS. Sedangkan untuk prodi pascasarjana, Magister Akuntansi, Magister Manajemen, Magister Akuntansi serta Program Doktor Ilmu Ekonomi telah tersertifikasi ABEST 21. Namun lembaga tersebut. Saat ini tidak diakui Dikti sehingga kita harus bisa sedikit merubah strategi untuk mencari lembaga akreditasi international yang diakui.

    Diakhir sambutan, Dekan berharap kedua narasumber bisa memberikan pencerahan, bagaimana titik fokus dari Akreditasi AQAS sehingga prodi di FEB berhasil memiliki status akreditasi internasional tersebut.  Di kriteria BAN PT, dalam peraturannya dinyatakan jika prodi sudah mendapatkan akreditasi internasional otomatis akan disetarakan dengan status unggul. Diharapkan akhir tahun ini seluruh prodi S1 bisa terakreditasi international.

    Irwan Trinugroho, Ph.D saat berikan arahan 

    Di kegiatan ini, kedua narasumber menjelaskan secara detil proses persiapan, pelaksanaan visitasi hingga gambaran evaluasi dari akreditasi AQAS. Dijelaskan juga strategi yang harus dilakukan agar pelaksanaannya berjalan dengan lancar.

    Irwan, Ph.D menekankan yang terpenting adalah  prodi dan taskforce secara intensif bertemu dengan dosen, mahasiswa dan siapapun stakeholder yang diminta interview sesuai SER AQAS, diskusikan dan dikomunikasikan agar semua berada dalam halaman yang sama. Persiapkan semua potensial dokumen dalam google drive dan sudah disusun dalam sub-sub untuk memudahkan pencarian file. Selain itu diisiplin dengan jadwal yang telah disetujui serta fokus pada proses asesmen. (Humas FEB)

  • Tiga Hal Pokok Disampaikan Dekan FEB UNS dalam Apel Pagi yang Diikuti Seluruh Pegawai di Lingkungan UNS

    Tiga Hal Pokok Disampaikan Dekan FEB UNS dalam Apel Pagi yang Diikuti Seluruh Pegawai di Lingkungan UNS

    Universitas Sebelas Maret sebagai salah satu perguruan tinggi yang tumbuh dari Rakyat Kampus Benteng Pancasila dan mengabdikan seluruh kemampuannya untuk kesejahteraan rakyat, berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran yang melibatkan seluruh stakeholder dalam kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

    Dalam kegiatan MBKM ini, UNS harus mampu membentuk karakter anak bangsa yang berbudi luhur, mahasiswa bisa mengembangkan kemampuan diri  bukan hanya hardskill namun juga softskill melalui delapan jenis kegiatan MBKM. Kondisi ini memastikan UNS tidak menjadi menara gading dalam dunia pendidikan namun juga ikut berperan aktif ke masyarakat mengabdikan energinya melalui amal ilmiah dan ilmu amaliah.

    Pernyataan itu disampaikan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com (Hons), Ph,D, Ak. dalam Apel Pagi yang diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan UNS, Senin 30 Agustus 2021 secara daring.

    Selanjutnya dikatakan,  evaluasi kegiatan selama paruh semester kedua dan penyerapan anggaran  digunakan untuk meningkatkan fasilitasi baik dalam ranah pengembangan sumber daya manusia, fasilitas belajar mengajar termasuk laboratorium berkelas internasional serta berbagai macam fasilitas kegiatan dalam mendorong pencapaian akreditasi unggul baik level nasional maupun internasional.

    Peserta Apel Saat Penghormatan kepada Sang Merah Putih

    Dan di pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) semester kedua pada tahun 2021, di semester pertama kita telah melakukan berbagai upaya dalam pencapaian target IKU. Para pimpinan universitas, fakultas bahu membahu dengan dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan bekerja keras untuk bisa mencapai target IKU bahkan melampauinya dan tetap memantapkan UNS pada universitas klaster satu. Namun tentu saja hal ini harus terus berlanjut agar kita bisa masuk ke dalam universitas kelas dunia baik dalam tataran Asian University Ranking maupun World University Ranking.

    Tiga hal pokok tersebut disampaikan Prof. Djoko Suhardjanto dalam pengarahan Apel Pagi     untuk menyambut pekan terakhir di bulan Agustus ini. Harapannya, UNS semakin berjaya baik dalam ranah nasional maupun internasional.

    Apel pagi rutin diselenggarakan UNS pada hari Senin dan penanggungjawabnya secara bergilir di 16 Unit Kerja yang ada di UNS. Pada tanggal 30 Agustus 2021 ini, FEB bertanggung jawab penuh dalam pelaksanaannya.

    Pembacaan Naskah Pancasila oleh Ketua Senat Fakultas

    Petugas lain di apel pagi yakni Kaprodi S1 Manajemen, Dr. Atmaji yang memimpin penghormatan kepada Sang Merah Putih; Mengheningkan Cipta dipimpin oleh Dekan, Prof. Djoko Suhardjanto; Pembacaan Naskah Pancasila oleh Ketua Senat Fakultas, Prof. Tulus Haryono; Pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Tahun 1945 oleh Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan, Prof. Izza Mafruhah; Pembacaan Panca Prasetya Korps Pegawai RI oleh Wakil Dekan Sumber Daya Manusia dan Logistik, Dr. Djuminah; Doa oleh Wakil Dekan Perencanaan, Kerjasama Bisnis dan Informasi, Dr. Mugi Harsono, serta pemandu acara oleh Fungsional Pranata Humas, Tetri Wahyu Aryanti.  (Humas FEB).

  • Webinar PDIE Bahas Mixed Method: Kiat Membuat Artikel dan Publikasi di Jurnal Ilmiah Bereputasi

    Webinar PDIE Bahas Mixed Method: Kiat Membuat Artikel dan Publikasi di Jurnal Ilmiah Bereputasi

    Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menyelenggarakan webinar dengan topik Mixed Method: Kiat Membuat Artikel dan Publikasi di Jurnal Ilmiah Bereputasi dengan narasumber Prof. Nurul Indarti, Sivilokonom, Cand Merc., Ph.D dari  Universitas Gadjah Mada dan Prof. Doddy Setiawan, S.E.M.Si., Ph.D, Ak., Rabu 7 Juli 2021.

    Prof. Dr. Rahmawati,M.Si, Ak., Kepala Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS dalam sambutannya mengatakan, PDIE sebulan sekali rutin mengadakan diskusi-diskusi tentang disertasi.

    Dengan mendatangkan narasumber yang ahli dibidangnya, mahasiswa dapat menimba ilmu tentang kiat-kiat menulis artikel yang bagus dan publikasi di jurnal bereputasi. Publikasi di jurnal yang bereputasi merupakan syarat kelulusan bagi mahasiswa.

    “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa, baik yang sudah full disertasi atau ada yang sedang pada tahap proposal maupun sampai kelayakan. Saat ini perkembangannya sangat cepat. Mungkin waktu submit di jurnal belum discontinue tapi setelah beberapa bulan sudah discontinue, sehingga mahasiswa harus pandai-pandai memilih jurnal” pesannya menutup sambutan.

    Di webinar ini, Prof. Doddy berfokus kepada penelitian kuantitatif,  mulai dari mencari ide penelitian hingga mencari jurnal yang tepat.

    Dikatakannya, penelitian yang baik itu adalah penelitian yang selesai. Yang penting sudah ada bentuknya dulu, ada draf kasar,  sehingga bisa melangkah lebih lanjut, melakukan perbaikan-perbaikan. Jika terlalu banyak “mikir-mikir” dan ragu-ragu, maka akan terhalang banyak hal.

    Selanjutnya disampaikan, bagaimana cara menemukan  ide penelitian. Sebaiknya peneliti mencari bidang yang disenangi, apakah bidang keuangan, digital ekonomi, digital finance karena jika sudah senang maka peneliti bisa “menikmati” proses dari penelitian itu.

    “Jangan lupa untuk melakukan suatu kajian menyeluruh terhadap suatu topik. Dengan  melakukan kajian yang secara menyeluruh bisa menjadi modal bagi Anda untuk dapat membuat suatu artikel yang membahas perkembangan terkini dari suatu bidang tertentu. Anda bisa memahami perkembangan penelitian di dunia atau melihat konteks penelitian di Indonesia” jelasnya.

    Untuk mencari ide penelitian dapat juga dengan melakukan “short cut” dengan cara mencari limitation of the study dan/atau suggestion for future study di artikel-artikel yang  terbit di jurnal yang bereputasi. Misalnya dengan mengumpulkan artikel-artikel di dua tahun terakhir, dilihat kemana arahnya dan ditaruh dalam folder tersendiri.

    Bagaimana menyusun artikel yang bagus, cobalah contoh artikel yang terbit di jurnal bereputasi, bisa dilihat bagaimana mereka menyajikan argumentasi, alurnya,  pola berfikirnya, dicontoh kemudian kita terapkan.

    Prof. Doddy juga memberikan kiat publikasi artikel di jurnal internasional bereputasi diantaranya  dengan menghindari jurnal yang telah diblack list oleh Dikti, hindari jurnal predatory, dan hindar hi-jacked.

    Narasumber kedua, Prof. Nurul lebih menekankan pada Mix Method Research yang didefinisikan sebagai sebuah penelitian dimana peneliti mengumpulkan dan menganalisis data, mengintegrasikan temuan, menarik kesimpulan dengan menggunakan dua pendekatan atau metode yakni kualitatif dan kuantitatif.

    Penelitian Mix Method yang pernah dilakukah Prof. Nurul adalah literature review atau kajian literatur.  Kajian literatur mengumpulkan banyak literatur dan menggunakan salah satu teknik yang dipakai yaitu teknik bibliometrik, atau teknik yang berbasis pada statistik, pengolahannya menggunakan perangkat lunak, software yang digunakan PoP software (publish of perish software). Dalam hal ini, literature review di awal mengandung kuantitatif, namun pada tahapan berikutnya menggunakan kualitatif. Setelah data terkoleksi dan terkodefikasi dilakukan proses interpretasi.

    Pekerjaan di literature review itu hanya dua yaitu pekerjaan konseptual dan teknikal. Pekerjaan konseptual diantaranya memilih topik, menformulasi research questions, keywordnya seperti apa. Teknikalnya mulai dari mencari artikel, menemukan, mengumpulkan, menyeleksi mana yang relevan dan  mana yang tidak, mendownload artikel-artikel,  menganalasis dan display data.

    Menurutnya, apabila peneliti menggunakan literatur review, sumbangsihnya pada keilmuan akan tinggi, kemungkinan disitasi akan banyak karena menawarkan kebaruan. Manfaat Literatur review memberikan gambaran yang komprehensif sehingga bisa menggarisbawahi pentingnya sebuah penelitian dilakukan juga  menghasilkan ide penelitian yang akan datang terutama mengidentifikasi gap. (Humas FEB)

  • Di Tahap Ketiga, Mahasiswa FEB UNS Ikuti Vaksinasi

    Di Tahap Ketiga, Mahasiswa FEB UNS Ikuti Vaksinasi

    Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) terlihat mengantri untuk mendapatkan vaksin di Auditorium Fakultas Kedokteran UNS, Senin 5 Juli 2021. Peserta dari FEB yang berjumlah 230 bergabung dengan mahasiswa fakultas lain dari  Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Fakultas Hukum (FH), dan Fakultas Keolahragaan (FKOR).

    Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si, Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan  FEB UNS menyampaikan bahwa kegiatan vaksinasi ini bertajuk Serbuan Vaksin untuk Mahasiswa Universitas Sebelas Maret. Aktifitas ini merupakan kerjasama UNS dengan  Panglima  TNI, Kapolri, Pemerintah Kota Surakarta dan Korem 074/Warastratama, diikuti oleh 1000 mahasiswa di setiap tahapnya.

    Utamanya, vaksinasi diberikan kepada mahasiswa yang tinggal di Wilayah Solo Raya atau juga mahasiswa dari luar Solo Raya namun hingga saat ini berada di Solo.

    Menurut Prof. Izza, kuota untuk mahasiswa FEB sebenarnya ada 300, namun kemungkinan karena saat ini sedang dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sehingga kuota tersebut belum terpenuhi. Harapannya, semoga untuk tahap berikutnya, mahasiswa yang belum mendapatkan vaksin akan memiliki kesempatan yang sama seperti rekannya yang lain.

    Pelaksanaan vaksinasi tetap menjaga Protokol Kesehatan

    “Pemberian vaksin bagi mahasiswa ini sangat membantu karena kita memang berharap agar perkuliahan luring atau minimal blended learning bisa dilakukan pada semester depan. Ini adalah ikhtiar sehat kita. Kita memang tidak menjamin yang sudah divaksin tidak terkena covid, namun minimal ketika sudah divaksin tingkat kebekebalan tubuh menjadi lebih tinggi dan ketika terkena pun tingkat keparahan tidak terlalu, harapannya seperti itu” katanya optimis.

    Nur Hariawan, SH, Sub Koordinator Akademik FEB UNS menambahkan, mahasiswa FEB mendapatkan kesempatan vaksin hari ini, di tahap ketiga bersama dengan tiga fakultas lain. Tahap pertama sudah dilakukan untuk Fakultas Kedokteran dan  tahap kedua untuk Fakultas MIPA,  Pertanian dan FKOR.

    Sebelumnya, sosialisasi untuk pendaftaran vaksin telah langsung disebarluaskan ke WhatsApp Grup dan juga Telegram agar mahasiswa dapat cepat mendaftar dan menyiapkan berkas yang diperlukan.

    Kegiatan akan berlangsung dari pagi hingga sore hari. Untuk tahap berikutnya masih akan dikoordinasikan pimpinan, harapannya, semua mahasiswa UNS akan mendapatkan vaksin.

    Sementara itu, saat ditemui media FEB di sela antrian,  Isti Farida, mahasiswa Program Studi Manajemen FEB yang berasal dari Temanggung mengatakan sangat senang mendapatkan informasi bahwa UNS menfasilitasi vaksinasi bagi mahasiswa.

    Salah satu mahasiswa FEB sedang divaksin

    “Dengan adanya fasilitas vaksin ini, saya senang dan sangat terbantu,  karena ternyata tidak mudah untuk mendapatkannya. Jika ada info untuk vaksin bagi masyarakat umum, biasanya rebutan dan  cepet habis. Penyebaran info dari bagian kemahasiswaan FEB untuk pendaftaran vaksin sangat cepat, teman-teman bisa dengan mudah untuk mendapatkan penjelasan jika ada kendala ” tutur mahasiswa yang punya sambilan usaha online di tengah studinya. (Humas FEB)

  • Rektor UNS Tandatangani MoU dengan Pemkab Trenggalek

    Rektor UNS Tandatangani MoU dengan Pemkab Trenggalek

    Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menandatangani MoU atau Kesepakatan Bersama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek. Kesepakatan Bersama tersebut berlaku selama tiga tahun, ditandatangani oleh Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho dan Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin. Kegiatan penandatanganan berlangsung secara daring, dihadiri oleh pejabat Pemkab Trenggalek dan pejabat di lingkungan UNS, Selasa 29/6/2021.

    Kerjasama yang diinisiasi oleh Bidang Kerjasama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS ini mencakup lingkup pendidikan, penelitian dan pengembangan, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perencanaan strategis daerah, kajian dan evaluasi pembangunan daerah, pendampingan dan bantuan teknis implementasi pembangunan daerah, pendampingan dan bantuan teknis peningkatan pendapatan asli daerah serta pelaksanaan Kampus Merdeka Merdeka Belajar (KMMB).

    Dalam sambutannya, Prof. Jamal menyampaikan bahwa tujuan kerjasama ini adalah untuk meningkatkan potensi dan keunggulan sumber daya yang dimiliki kedua belah pihak, baik oleh UNS maupun Kabupaten Trenggalek. Khususnya untuk kepentingan pembangunan daerah Trenggalek dan peningkatan mutu pendidikan di UNS.

    “Diantara ruang lingkup kerjasama UNS dan Pemkab Trenggalek adalah untuk melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Program KMMB. Seperti yang telah dicanangkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi,  kita berharap ada pertautan dan hubungan yang dekat antara kampus dan dunia usaha serta dunia industri, termasuk didalamnya dengan Pemkab Trenggalek” ungkapnya.

    Selanjutnya disampaikan institusi perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam berbagai kesempatan memang harus melakukan kegiatan sinergitas dan memadukan program kerja agar arah dan pengembangan masing-masing memiliki titik temu untuk menyukseskan kebijakan antara pemerintah daerah dengan kampus UNS.

    Di akhir sambutan, Prof. Jamal berharap MoU ini tidak hanya sekedar penandatanganan saja tapi lebih dari itu, UNS dan Pemkab Trenggalek  bersama-sama bisa mengimplementasikan isi kesepakatan kerjasama tersebut sehingga berdaya guna dan berhasil guna. (Humas FEB)

  • Bicara Prakerja Bahas 3 Topik Menarik

    Bicara Prakerja Bahas 3 Topik Menarik

    Diskusi daring “Bicara Prakerja”, kerjasama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Project Management Officer (PMO) Kartu Prakerja dan Universitas Sebelas Maret (UNS) membahas 3 topik menarik seputar Prakerja, Technology Stack Prakerja, Job, Skills and Trainings Prakerja serta Good Governance Prakerja, Jumat 18 Juni 2021.

    Kegiatan yang dihelat dari pagi hingga sore itu menghadirkan keynote speech, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho.

    Ketiga topik diskusi disajikan menarik oleh para narasumber  yang ahli dibidangnya yakni Prof. Adi Sulistyono, Ketua Senat Akademik UNS, Prof. Izza Mafruhah, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS, Sumarna Abdurrahman, Direktur KPPE MPPKP, Dr. Bambang Harjito, Kepala TIK UNS, Hengky Sihombing, Direktur Operasi dan Teknologi MPPKP, Raynata, VP Director PT Qerja Manfaat Bangsa, Yulias, Asdep Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja Kemenko Perekonomian, Sidiq Juniarso,  Direktur HUK MPPKP, dan Dr. Piter Abdullah, Ekonom Senior CORE.

    Mengawali  keynote speech, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan Pandemi Covid-19 tidak hanya menguji pemerintah untuk mendengarkan amanat penderitaan rakyat namun juga menjadi tantangan agar pemerintah bisa cepat beradaptasi dan merespon pandemi. Kali pertama kali kasus Covid ditemukan 2 Maret 2020 lalu dan dalam waktu dua minggu, pemerintah mengeluarkan Inpres Realokasi Anggaran serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam Rangka Percepatan Penangananan Covid-19.

    Program Kartu Prakerja yang diberlakukan sejak 11 April 2020, dimulai membuka pendaftaran dengan kuota sebesar 200 ribu orang dengan bentuk semi bansos. Sampai minggu ini, sebanyak 8,3 juta orang sudah menjadi penerima kartu prakerja, yang merata di seluruh kabupaten kota di Indonesia.

    Selanjutnya dikatakan, melalui Kartu Prakerja, beragam pelatihan dapat disediakan dengan singkat berkat kolaborasi dengan swasta. Saat ini, ekosistem Prakerja terdapat 179 lembaga pelatihan yang menawarkan lebih dari 1591 jenis pelatihan, mereka bersaing dan tidak semua otomatis terjual.  Semua pelatihan disalurkan melaui 7 platform  digital. Selain itu, audit berjalan baik oleh BPK maupun oleh BPKP sehingga akuntabilitas program ini terus terjaga  dan dapat dipertanggungjawabkan.

    “Kartu Prakerja sangat terbuka untuk semua, berapapun umurnya apapun gendernya, tentunya yang  masih sekolah tidak eligible. Semua yang membutuhkan mendaftar ke situs Prakerja secara  mandiri tanpa perantara,  tidak ada birokrasi, tidak ada joki. Di antara penerima Kartu Prakerja diantaranya difabel, purnatugas,  pekerja migran Indonesia, lulusan SD, pencari kerja,  korban PHK, karyawan, hingga wirausaha” ungkapnya.

    Jalan digital end-to-end yang ditempuh Program Kartu Prakerja agar bisa membantu masyarakat dalam  skala lebih luas, lebih cepat dan akurat dengan tranparansi yang maksimal. Digital end-to-end juga meminimalkan resiko kesehatan bagi masyarakat di tengah pandemi covid.

    Untuk melihat tujuan akhir dari Prakerja, evaluasi juga telah dilakukan, survei angkatan kerja nasional melalui BPS pada Februari 2021 menunjukkan 90,97% penerima Kartu Prekerja mengatakan keterampilan mereka telah meningkat setelah mengambil pelatihan ini.

    Sementara itu, Sumarna Abdurrahman mengatakan Kartu Prakerja merupakan paradigma baru yang harus kita kembangkan untuk bisa memberikan akses yang sama untuk angkatan kerja. Kita akan selalu meningkatkan kualitas agar pelatihan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Jika pola pelatihan konvensional, peserta yang mendatangi lembaga pelatihan, maka di pelatihan daring,  pelatihan yang mendatangi rumah-rumah mereka.

    “Pelatihan daring di Program Kartu Prakerja memiliki manfaat yang luar biasa, dapat diikuti peserta yang tersebar di wilayah Indonesia, pedesaan maupun perkotaan.  Selain itu terdapat dinamika baru dalam pasar kerja kita, kegiatan usaha mandiri perkembangannya sangat meningkat. Saat industri demandnya rendah karena terdampak pandemi, kegiatan mandiri berkembang pesat dibuktikan dengan hasil survei dan testimoni” katanya.

    Hal senada juga diungkapkan  Prof. Izza bahwa dengan adanya kartu prakerja, masyarakat sudah dilatih sejak awal bahwa mereka akan bekerja secara daring sehingga adaptasi terhadap 4.0 sudah masuk dan lama kelamaan akan terlatih. Dengan Kartu Prakerja, masyarakat juga bisa memilih pelatihan sesuai dengan minat, bakat dan keinginan mereka .

    “Saya yakin dengan kondisi saat ini, maka keberlanjutan di masa depan akan bagus karena memberikan dukungan kepada angkatan kerja kita tentang skill-skill yang mungkin selama ini tidak diterima mereka di dunia pendidikan atau skil-skill yang terkinikan. Dengan daring, maka update dari model, pembelajaran dan ilmu akan lebih cepat, dan sifatnya sangat global. Aktifitas yang dilakukan diseluruh dunia bisa dimasukkan dalam model pembelajaran kita termasuk juga peluang-peluang kerja” jelasnya.

    Prof. Izza menambahkan, model pembelajaran atau pelatihan dalam bentuk tayangan video untuk para peserta Kartu Prakerja memiliki keunggulan, memudahkan peserta untuk mengulang-ulang materi pelatihan hingga memberikan pemahaman yang lebih. (Humas FEB)

  • Webinar PDIE Bahas Paradigma Riset Kualitatif

    Webinar PDIE Bahas Paradigma Riset Kualitatif

    Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menggelar webinar dengan tema Paradigma Riset Kualitatif dengan narasumber Prof. Dr. Iwan Tri Yuwono dari Universitas Brawijaya, Rabu, 26 Mei 2021.

    Prof. Iwan menfokuskan pada pembahasan dua paradigma dalam riset penelitian kualitatif yaitu paradigma interpretivis dan posmodernis. Desain penelitian paradigma interpretivis meliputi desain fenomenologi, etnografi, etnometodologi, hermenetika, narasi, histori, dan grounded theory.

    Desain etnometodologi di paradigma interpretivis menjadi bahasan yang diangkat dalam webinar yang diikuti hampir 100 orang peserta.

    Etnometodologi merupakan studi tentang bagaimana masyarakat menggunakan metode-metode tertentu dalam menjalani kehidupan sosialnya. Didalam etnometodologi ada konsep indexicality dan reflexivity sebagai alat analisis.

    Menurut Prof. Iwan di dalam etnometodologi, yang diteliti adalah pemahaman masyarakat, bukan atas dasar pemahaman peneliti. Peneliti tidak boleh memaksakan pikirannya kepada orang yang ditelitinya. Bagaimana orang-orang memaknai simbol-simbol yang mereka temukan versi mereka sendiri, bukan versi peneliti. Ini yang penting dalam paradigma interpretivis, bagaimana kita memahami orang lain.

    Disampaikannya, dalam penelitian non positivis tidak menghendaki adanya generalisasi dari hasil penelitian.

    “Jika kita melakukan penelitian, hasilnya spesifik dimana kita melakukan penelitian itu, misal di PT X, hasilnya tidak digeneralisasikan untuk PT yang lain karena memang penelitiannya spesifik. Tapi tidak menutup kemungkinan bisa dipakai di PT Y dengan melakukan adaptasi karakter model yang kita temukan di PT X. Model dasar sudah ada, tapi untuk aspek lain harus disesuaikan dengan kondisi di perusahaan lainnya” ungkapnya.

    Desain etnometodologi meliputi pertanyaan penelitian, situs penelitian, metode koleksi data serta metode dan alat analisis data.

    Contoh pertanyaan untuk penelitian etnometodologi yaitu “Bagaimana cara mempraktikkan tanggung jawab sosial PT X dengan kerangka analisis etnometodologi?” dan contoh tujuan penelitian “Membangun konsep metode mempratikkan tanggung jawab sosial pada PT X dengan metode etnometodologi”

    Sepanjang pertanyaan penelitian menanyakan  cara bagaimana suatu komunitas mempraktikkan sesuatu maka termasuk ke dalam penelitian etnometodologi.

    “Di paradigma etnometodologi cukup satu pertanyaan saja karena penelitiannya sangat mendalam dan bisa mendapatkan konsep yang bisa dipakai peneliti. Berbeda dengan penelitian di paradigma positivis yang pertanyaannya bisa mencapai 10 hingga 15 pertanyaan tergantung dari banyaknya variabel” ungkapnya.

    Situs penelitian meliputi komunitas masyarakat tertentu secara aktif mempraktikkan budaya dalam kehidupan sehari-hari.  Komunitas bisa berarti perusahaan dengan stakeholdernya, organisasi nir-laba dengan stakeholdernya, perguruan tinggi, rumah tangga, accounting firm dan stakeholdernya ataupun masyarakat kota, desa, RW dan RT.

    Dalam pembahasan berikutnya, Prof. Iwan menjelaskan bahwa paradigma posmodernis mengkombinasikan antara sesuatu yang sudah ada dengan yang lain, misal dengan budaya. Contoh pertanyaan penelitian posmodernis, “Bagaimana praktik perolehan laba pada PT X dengan pendekatan kombinasi etnometodologi dan hamemayu hayuning bawana?”. Tujuannya membangun konsep metode perolehan laba pada PT X yang dapat membahagiakan manusia dan alam. Judul Penelitian:  “Hamemayu Hayuning Bawana sebagai Metode Perolehan Laba pada PT X untuk Kebahagiaan Manusia dan Alam dengan Paradigma Posmodernis.” Untuk paradigma ini, dapat pula dikombinasikan dengan agama.

    Berbeda dengan paradigma interpretivis, dalam  paradigma posmodernis bisa menggunakan pemikiran kita sebagai peneliti. (Humas FEB).

  • UNS Tanda Tangani MoU dengan Badan Keahlian DPR RI

    UNS Tanda Tangani MoU dengan Badan Keahlian DPR RI

    Universitas Sebelas Maret menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Keahlian Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Kamis 27 Mei 2021 di Aula Fakultas Ekonomi  dan Bisnis (FEB) UNS dan juga disiarkan secara daring.

    MoU ditandatangani langsung oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, SH, M.Hum, dan Kepala Badan Keahlian DPR RI, Dr. Inosentius Samsul, S.H., M.Hum dengan saksi Sekretaris Jenderal DPR RI Dr. Ir. Indra Iskandar, M.Si, dan Wakil Rektor Perencanaan, Kerjasama Bisnis dan Informasi UNS, Prof. Dr. rer.nat. Sajidan, M.Si.

    Ruang lingkup MoU mencakup penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, penelitian, riset, kajian, kegiatan ilmiah, seminar dan lokakarya; peningkatan dan pengembangan kompetensi sumberdaya manusia; perbantuan manajemen secara terpadu dalam rangka peningkatan mutu akademik dan pendampingan pakar/Mitra Bestari Jurnal.

    Selain itu, kerjasama yang akan dijalin juga dalam hal sharing data/open access penelitian atau perpustakaan; penyusunan jawaban mahkamah konstitusi; penyelenggaraan dukungan keahlian dalam pembentukan undang-undang, penyusunan naskah akademik, fungsi anggaran dan fungsi pengawasan; serta program magang dosen/mahasiswa di Badan Keahlian Sekretariat Jenderal DPR RI dan kegiatan lain yang disepakati oleh para pihak.

    Dr. Indra Iskandar, Sekretaris Jenderal DPR RI

    Usai penandatanganan MoU, dilaksanakan seminar bertema Mengawal Akuntabilitas Program Kartu Prakerja di Masa Pandemi Covid-19 dengan narasumber Rahmad Handoyo, S.Pi, M.M, Anggota Komisi IX DPR, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons), Ph.D, Ak., Dekan FEB UNS, Prof. Dr. Adi Sulistiyono, S.H. M.H. Ketua Senat Akademik UNS, Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M,.SI. Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiwaan FEB UNS dan Dr. Atmaji MM, Ketua Program Studi S1 Manajemen FEB UNS.

    Sekretaris Jenderal DPR RI,  Dr. Indra Iskandar dalam sambutannya menyampaikan adanya pandemi Covid-19 mendorong pemerintah untuk melakukan berbagai inovasi kebijakan untuk memastikan pandemi tidak memberikan dampak sinifikan kepada masyarakat. Salah satu kebijakan yang dilaksanakan yaitu Program Kartu Prakerja guna mengurangi peningkatan penggangguran terbuka yang menjadi salah satu dampak utama kontraksi ekonomi pada masa pandemi.

    “Terdapat  evaluasi yang menjadi catatan  pengawasan yang dilakukan oleh anggota DPR RI terhadap dinamika pelaksanaan Program Kartu Pekerja di tahun 2020 lalu dan 2021 yang sedang berjalan. Untuk memperkuat analisis pengelolaan Program Kartu Prakerja tersebut, Pusat Kajian Akuntabilitas Keuangan Negara (PK AKN) Badan Keahlian DPR memandang adanya kerjasama MoU dan juga seminar dengan narasumber dari anggota DPR dan akademisi UNS ini sangat penting untuk memastikan  kajian yang disusun tidak berada pada ruang hampa tapi mampu diimplementasikan di tengah-tengah masyarakat” jelasnya.

    Dr. Indra juga berharap agar berbagai masukan akan memberikan manfaat yang besar bagi PK AKN untuk mampu menciptakan kajian yang akan mendukung fungsi pengawasan DPR khususnya pengawasan atas keuangan negara.

    Prof. Jamal Wiwoho, Rektor UNS

    Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho mengucapkan terimakasih kepada Badan Keahlian DPR RI  yang telah memberi kepercayaan kepada UNS untuk menjalin kerjasama. Gagasan dari para narasumber seminar dan juga diskusi yang dilaksanakan semoga memberikan manfaat baik ditingkat nasional dan internasional, berkontribusi besar untuk peningkatan kualitas ketenagakerjaan di Indonesia.

    Sementara itu, Dekan FEB UNS. Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons), Ph.D, Ak. menyampaikan bahwa FEB UNS secara kelembagaan bersedia untuk mendukung peran dan fungsi Badan Keahlian DPR, mewujudkan Parlemen Profesional dalam memberikan dukungan 3 fungsi utama DPR yakni Pengawasan, Anggaran dan Legislasi.

    Prof. Djoko Suhardjanto, Dekan FEB UNS

    Salah satu fungsi utama DPR yaitu pengawasan penyelenggaraan program pemerintah, dalam ranah akademik, fungsi ini sangat lekat dengan istilah akuntabilitas. FEB UNS didukung program studi dan grup riset siap mendukung fungsi-fungsi pengawasan dan dukungan kajian ilmiah kepada Badan Keahlian, termasuk hari ini memberikan pandangan dan kajian secara mendalam mengenai akuntabilitas Program Kartu  Prakerja. (Humas FEB)

     

  • FEB UNS Adakan Silaturahmi Tahunan, Dekan Mengajak untuk Jaga Kekompakan

    FEB UNS Adakan Silaturahmi Tahunan, Dekan Mengajak untuk Jaga Kekompakan

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Silaturahmi Tahunan dan Halal Bihalal 1442 Hijriyah di Selasar FEB, Senin 17 Mei 2021.

    Kegiatan yang digelar usai Silaturahmi Tahunan di UNS itu diikuti oleh seluruh pimpinan FEB dan tenaga kependidikan.

    Di awal sambutannya, Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com., (Hons)., Ph,D, Ak., Dekan  FEB menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri 1442 Hijriyah. Setelah sebulan lamanya menunaikan ibadah puasa hingga sampai pada hari kemenangan di hari raya. Permohonan maaf atas segala kesalahan juga disampaikan, atas nama pribadi maupun mewakili seluruh pimpinan FEB UNS.

    Menurutnya, silaturahmi seperti ini sangat penting untuk menyatukan visi ke depan agar apa yang dilakukan memberikan manfaat, bagi diri pribadi, keluarga, institusi dan juga masyarakat.

    Seyogyanya acara ini diselenggarakan dengan mengundang seluruh keluarga besar FEB, seperti yang dilaksanakan sebelum pandemi.  Namun, karena kondisi yang belum memungkinkan, masih dalam suasana pandemi Covid-19, kegiatan dilaksanakan terbatas dan tetap menjaga protokol kesehatan.  Hal ini diharapkan tidak akan mengurangi esensi silaturahmi.

    Prof. Djoko berharap agar seluruh sivitas akademika FEB selalu menjaga kekompakan dalam membawa misi FEB agar FEB menjadi lebih baik dan go internasional.

    “Berubahnya status UNS menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) menuntut kita untuk semakin bekerja keras dan cepat. Perubahan-perubahan banyak sekali, tidak hanya pada struktur organisasinya, tapi juga perubahan dalam cara kerja, kita dituntut go internasional” tegasnya.

    Di akhir sambutannya, Prof. Djoko berharap seluruh keluarga besar FEB dalam keadaan sehat walafiat dan selalu mengoptimalkan diri untuk bekerja, pandemi bukan menjadi penghalang (Humas-FEB)

  • Pameran Virtual Produk Unggulan FEB Raih Juara 1

    Pameran Virtual Produk Unggulan FEB Raih Juara 1

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil meraih juara 1 pada lomba Virtual Exhibition dalam rangka Dies Natalis ke 45 UNS. Hasil lomba diumumkan secara luring dan daring pada Awarding Ceremony Virtual Exhibition and Virtual Choir Festival bertepatan pada Hari Pendidikan Nasional, Minggu, 2 Mei 2021.

    Lomba Virtual Exhibition diikuti oleh 15 tim dari fakultas, lembaga dan unit di lingkungan UNS yang menghadirkan tayangan beragam produk inovasi dan unggulannya. Penilaian lomba pameran virtual, selain video harus bersifat orisinal dan tidak pernah atau sedang diikutsertakan dalam kompetisi serupa juga berdasarkan like terbanyak di laman youtube UNS.

    Dari berbagai lomba yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke 45 UNS, selain Virtual Exhibition, FEB juga berhasil meraih juara 3 lomba Kantin Sehat dan juara 2 pada lomba UNS Bercerita untuk kategori peserta dari Tenaga Kependidikan (Tendik). Kemenangan lomba di kedua lomba itu telah diumumkan pada tanggal 20 Maret 2021 lalu pada Pagelaran Wayang Kulit Virtual.

    Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons), Ph.D., Ak. memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada tim FEB  yang telah meraih juara. Dekan juga menyemangati dan mengucapkan terima kasih kepada dosen, tendik dan mahasiswa FEB yang telah turut berpartisipasi dalam berbagai lomba dan telah bekerja sama dengan cukup baik meskipun ada yang belum meraih kemenangan.

    “Selamat kepada para pemenang. Terima kasih atas partisipasi semuanya, sivitas akademika FEB UNS di berbagai lomba yang diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis UNS. Kita harus selalu bekerja sama, guyub rukun agar FEB lebih kuat. Ke depan harus lebih ditingkatkan, harus lebih banyak yang aktif mengikuti lomba, harus lebih kreatif dan bergerak lebih cepat.” tegasnya.

    Beberapa lomba lainnya yakni external competition yang berupa kegiatan ilmiah, seni dan budaya serta lomba olah raga virtual akan diumumkan pada tanggal 20 Mei mendatang. (Humas-FEB)