FEB

Kategori: s3_pdie

  • PDIE Adakan Workshop Pengolahan Data Penelitian dengan NVIVO Seri ke-2

    PDIE Adakan Workshop Pengolahan Data Penelitian dengan NVIVO Seri ke-2

    Program Doktor Imu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Pengolahan Data Penelitian dengan NVIVO seri ke-2, Rabu 17 November 2021 secara hybrid.

    Kegiatan yang diikuti oleh dosen dan mahasiswa itu menghadirkan narasumber Dr. Wing Wahyu Winarno., MAFIS, CS, Akuntan dari STIE YKPN Yogyakarta.

    Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak, Kepala Program Studi PDIE dalam sambutannya menyampaikan, setiap bulan, PDIE rutin menyelenggarakan pelatihan-pelatihan dan webinar dengan mengundang praktisi dari luar.

    “Saat ini, secara perlahan, kegiatan-kegiatan ujian, seminar dan pelatihan, kita upayakan bisa dilakukan secara hybrid, luring dan daring agar kampus tidak terlihat sepi. Di kegiatan-kegiatan tersebut, juga tidak menutup peserta yang jauh untuk bergabung secara luring” ungkapnya.

    Lebih lanjut dikatakan Prof. Rahma, analisis data itu penting sekali supaya mahasiswa PDIE bisa mengolah sendiri data penelitiannya, terlebih sekarang sudah banyak yang menggunakan kualitatif.

    Para peserta yang saat ini hadir secara luring dapat langsung berkonsultasi dengan narasumber yang hadir juga secara luring di Ruang Telekonferen FEB UNS.

    Sebelum melanjutkan bahasan NVIVO seri ke 2, Dr. Wing mengulang sekilas bahwa NVIVO bukan alat yang bisa menyelesaikan sebuah masalah, namun merupakan alat bantu untuk mengorganisir penelitian.

    “Kita harus punya data dulu berupa teks atau file berupa video, audio, gambar, diagram, peta. File itu harus diberi catatan juga, diberi manuskrip, bukan file videonya yang bisa kita edit dengan NVIVO, bukan” katanya.

    Di kegiatan ini, Wing melanjutkan pembahasan NVIVO di seri 1. Pembahasan topik dimulai dari bagaimana menggunakan NVIVO dengan melakukan coding, baik dengan node dan case, juga melakukan case dan file classification maupun classification attribute. Selanjutnya melakukan analisis sentimen dan word search yang berkaitan dengan query, serta visualisasi dari data yang kita miliki.

    Dr. Wing berharap, topik ini bisa membawa semangat baru, baik bagi dosen dan mahasiswa untuk semakin cepat mengadakan penelitian.

    “Terutama bagi dosen, karena BKD sudah full online dan menjadi tanggung jawab kita sendiri untuk mengupload berbagai dokumen. Dan juga bagi mahasiswa yang tuntutan studinya harus publikasi”.

    Mudah-mudahan dengan kegiatan ini mampu memberikan semangat dosen dan mahasiswa untuk segera melakukan penelitian dan bisa segera dipublikasikan.

    Di kegiatan itu, para peserta dapat bertanya langsung selama paparan narasumber (Humas FEB).

  • 41 Tahun Mengabdi di UNS, Prof JJS Kontribusikan Kepakarannya  Dibidang Ekonomi Makro dan Ekonomi Pembangunan

    41 Tahun Mengabdi di UNS, Prof JJS Kontribusikan Kepakarannya  Dibidang Ekonomi Makro dan Ekonomi Pembangunan

    Dekan dan segenap Civitas Akademika Fakultas Ekonomi dan Binis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Prof. Dr. Julius Jhonny Sarungu, MS atau yang biasa disapa akrab dengan Prof. JJS atas kontribusi dan darmabaktinya selama mengabdi di FEB UNS.  Kami berharap dalam memasuki purnabakti, Prof.  JJS selalu sehat, tetap terus berkarya, dan bahagia bersama keluarga tercinta.

    Pernyataan itu disampaikan Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto., M.Com. (Hons), Ph.D, Ak. pada kegiatan Webinar Orasi Ilmiah Penghargaan Purnabakti Profesor yang diselenggarakan luring di Ruang Sidang IV UNS dan daring melalui Zoom Cloud Meeting,  Rabu, 29 September 2021.

    Dekan FEB Mengucapkan Terimakasih atas Pengabdian Prof. JJS

    Dikatakannya, sejak diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil pada tahun 1980, Prof. JJS melakukan pengabdian luar biasa terhadap UNS selama 41 tahun.

    “Ciri khas pria kelahiran Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, 11 Juli 1959 ini adalah jaket hitam dan saat mengajar selalu membawa kopi atau teh hangat. Prof JJS adalah dosen yang disiplin, ramah dan sabar. Menurut mahasiswanya, dalam mengajar pria berjaket hitam ini selalu menghargai pendapat dari mahasiswa. Tutur kata dan improvisasi saat mengajar membuat mahasiswa mudah paham dengan materi ajar. Pada saat membimbing tugas akhir, dengan sabar menjelaskan teori serta alur penulisan” jelasnya.

    Prof. JJS  lulus pendidikan Strata 1 dari Universitas Kristern Satya Wacana Salatiga di bidang studi ekonomi pada tahun 1977. Lulus pendidikan Strata 2 di Universitas Indonesia dengan bidang studi Kependudukan dan ketenagakerjaan di tahun 1991. Lulus pendidikan Strata 3 di Universitas Airlangga Surabaya di bidang studi Ilmu Ekonomi pada tahun 2001.

    Sebagai salah satu peletak dasar Fakultas Ekonomi khususnya di Program Studi Ekonomi Pembangunan, Prof. JJS pernah menjabat sebagai Sekretaris Jurusan Ekonomi Pembangunan, Asisten Direktur Bidang Akademik Program Studi MM (S2) dan Sekretaris II Program Doktor Ilmu Ekonomi (S3) Pascasarjana FEB UNS.

    Penyambutan Prof. JJS di Taman FEB Jaya

     

    Prof. JJS sangat menginspirasi yuniornya, telah berkontribusi di bidang keilmuan dan, puluhan tulisannya baik berupa buku text, artikel yang dimuat dalam jurnal Internasional Bereputasi, Jurnal Nasional terakreditasi maupun dalam bentuk prosiding. Karyanya menunjukkan kepakaran di bidang Ekonomi Makro dan Ekonomi Pembangunan. Dia juga aktif dalam organisasi keilmuan antara lain Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia dan Member of The Australian Development Studies Network, The ANU, Autralia. (Humas FEB).

  • Ketua OJK, Rektor UNS dan Dekan FEB UNS Tandatangani Prasasti, Resmikan Masjid Al-Latief FEB UNS

    Ketua OJK, Rektor UNS dan Dekan FEB UNS Tandatangani Prasasti, Resmikan Masjid Al-Latief FEB UNS

    Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia, Prof. Wimboh Santoso, Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Prof. Jamal Wiwoho dan  Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS Prof. Djoko Suhardjanto menandatangani prasasti sebagai tanda diresmikannya Masjid Al-Latief FEB UNS, Jumat (1/10/2021).

    Dalam peresmian masjid itu, Prof. Wimboh, Prof. Jamal dan Prof. Djoko juga melakukan pengguntingan pita sebagai tanda bahwa Masjid Al-Latief sudah mulai bisa digunakan sebagai tempat beribadah khusus seperti sholat maupun aktifitas-aktifitas lain yang mendukung kepada peningkatan ibadah dan juga kesejahteraan masyarakat.

    Pengguntingan pita: Prof. Jamal, Prof. Wimboh, Prof. Djoko (dari kiri ke kanan)

    Dekan FEB UNS dalam laporannya menyampaikan, Masjid Al-Latief yang diresmikan saat ini sebelumnya merupakan sebuah musala. Renovasi terhadap bangunan sangat perlu dilakukan agar jamaah bisa lebih nyaman dalam menjalankan ibadahnya.

    Dekan juga mengucapkan terima kasih kepada Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI dan OJK yang telah memberikan bantuan sehingga Masjid Al-Latief bisa lebih bagus dan memberikan kenyamanan jamaah dalam menjalankan aktifitas ibadah maupun lainnya.

    “Bangunan masjid kita desain dengan memenuhi filosofi  syariat, tarekat, hakikat, dan juga makrifat. Pilar-pilarnya gilig sebagai simbol manembah kepada gusti” ungkapnya.

    Dekan juga telah menunjuk dosen muda FEB, Ibrahim Fatwa Wijaya, Ph.D sebagai Takmir Masjid  Al-Latief untuk bisa lebih memakmurkan masjid. Takmir yang baru diharapkan mampu menjadikan masjid sebagai center of excellent. Lebih menggerakkan aktifitas masjid dengan kajian-kajian Ekonomi Islam, Sejarah Islam sehingga memberikan kemanfaatan bagi masyarakat  dan turut mengharumkan nama UNS.

    Prof. Wimboh saat memberikan sambutan

    Hampir senada, Prof. Wimboh dalam sambutannya menekankan bahwa  fungsi masjid bukan sekedar tempat beribadah namun juga sebagai tempat mengembangkan ilmu yang memberikan manfaat kepada masyarakat. Di masjid harus ada kajian-kajian, inovasi-inovasi dalam pengembangan pemikiran syariah.

    “Alhamdulillah bangunan Masjid Al-Latief yang sebelumnya sebuah Musala sekarang sudah lebih baik, lebih nyaman dan bisa dimanfaatkan, baik oleh sivitas akademika FEB maupun masyarakat luas. Masjid Al-Latief dapat menjadi center of excellent. Masjid bukan hanya untuk sholat, bukan hanya untuk beribadah tapi untuk sinergi menggalang inovasi pemikiran syariah,” kata Prof. Wimboh.

    Menurutnya, hal itu sangat penting sebab dari 275 juta penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Islam harusnya porsi masyarakat untuk menikmati produk perbankan syariah menjadi besar.

    “Potensi syariah masih sangat kecil, hanya 9 persen. Sekarang bagaimana kita bisa meningkatkan porsi itu. Produk-produk syariah harus kita perbanyak, aset-aset syariah masyarakat juga diperbanyak. Pengurus masjid harus menggerakkan diskusi-diskusi soal inovasi bagaimana mengembangkan hal ini,” tegas Prof. Wimboh.

    Peninjauan arsitektur dan fasilitas masjid

    Usai peresmian, Prof. Wimboh, Prof. Jamal, dan Prof. Djoko diikuti oleh sejumlah tamu undangan  langsung meninjau arsitektur dan fasilitas yang ada di Masjid Al-Latief FEB UNS. (Humas FEB)

  • PDIE FEB UNS Adakan Colloquium on Business Economics

    PDIE FEB UNS Adakan Colloquium on Business Economics

    Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan the 3rd International Seminar and Colloquium on Business Economics (ICBE) dengan tema Rethinking Innovation and Research in Small and Medium Enterprises Under High Uncertainty pada 4-5 Oktober 2021.

    Seminar dan kolokium internasional tersebut terselenggara atas kerjasama dengan empat universitas mitra yaitu Universitas Garut, STIE Widya Gama Lumajang, Universitas Tidar, dan Universitas Slamet Riyadi (UNISRI).

    Di acara yang dihadiri oleh lebih dari 100 peserta dan 43 presenter itu, Kaprodi PDIE FEB UNS, Prof. Rahmawati mengucapkan terima kasih kepada universitas yang telah mendukung terlaksananya acara. Harapannya, kolokium tersebut dapat membantu dan memperlancar proses publikasi artikel riset mahasiswa program PDIE yang menjadi salah satu syarat kelulusan.

    Harapannya, kolokium tersebut dapat membantu dan memperlancar proses publikasi artikel riset mahasiswa program PDIE yang menjadi salah satu syarat kelulusan.

    Sementara itu, Prof. Izza Mafruhah, Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset dan Kemahasiswaan mewakili Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, saat membuka acara mewakili Dekan mengucapkan terima kasih kepada keempat pembicara yang telah berkenan hadir dalam acara kolokium internasional tersebut.

    “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa program doktor untuk dapat melakukan publikasi pada tingkat nasional maupun internasional, serta untuk meningkatkan reputasi PDIE di bidang publikasi,” ungkap Prof. Izza.

    Dalam agenda Kolokium internasional yang ketiga tersebut terdapat dua sesi yaitu sesi plenary, peserta akan mendengarkan paparan materia dan keynote speech dari pembicara, dan di sesi paralel, peserta presenter akan mempresentasikan artikel riset yang telah melalui proses seleksi.

    The 3rd ICBE kali ini menghadirkan empat pembicara internasional antara lain Prof. Indah Susilowati dari Universitas Diponegoro, Dr. Kwabena G. Boakye dari Georgia Southern University, Prof. Budy Resosudarmo dari Australian national University, dan Prof. Benny Tjahjono dari Coventry University.

    Peserta mengikuti jalannya sesi plenary bersama dengan dua pembicara yaitu Prof. Indah Susilowati dan Dr. Kwabena G. Boakye. Dalam paparannya Prof. Indah menyampaikan materi berjudul ‘Rethinking Innovation and Resarch in Small and Medium Enterprises under High Uncertainty.’

    Prof. Indah menjelaskan bagaimana pandemi Covid-19 mempengaruhi kondisi perekonomian. Untuk sektor UMKM terdapat beberapa kendala yang dihadapi seperti menurunnya modal dan pelanggan, serta penurunan harga barang. Meskipun begitu, Prof. Indah mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia telah cukup proaktif dalam usaha pemulihan ekonomi.

    “Dengan gotong-royong, kerja sama, kita akan bisa menghadapi pandemi ini. Pemulihan ekonomi tentu akan membutuhkan waktu untuk dapat diterapkan dengan sukses,” ungkap Prof. Indah.

    Dr. Kwabena G. Boakye dengan materi yang berjudul Small and Medium Enterprises from Crisis to Growth mengatakan bahwa sumbangan sektor UMKM pada kondisi ekonomi cukup signifikan.

    “Dalam hal ini pemerintah dapat mendukung keberadaan UMKM melalui pelatihan keuangan, mendorong kemajuan riset, dan memberikan bantuan yang bersifat sector-specific,” jelasnya.

    Pada sesi plenary tersebut peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan secara interaktif kepada pembicara. Setelah sesi plenary selesai, peserta diundang untuk dapat mengikuti sesi paralel.

    Reporter: Aulia

    Editor: Humas

  • BPUF FEB UNS Beri Pelatihan Manajerial Pengurus Koperasi Syariah di Solo

    BPUF FEB UNS Beri Pelatihan Manajerial Pengurus Koperasi Syariah di Solo

    Sejumlah pengurus Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) di Solo mengikuti pelatihan manajerial yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Usaha Fakultas Ekonomi dan Bisnis (BPUF) Universitas Sebelas Maret (UNS), Sabtu, 25 September di Hotel Amrani Solo.

    Ketua BPUF, Dr. Ahmad Ikhwan Setiawan, S.E., M.T. dalam rilisnya mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyadarkan pentingnya mempertimbangkan berbagai hal dalam penerapan fintech.

    Menurutnya, penerapan fintech pada KSPPS di Surakarta masih sangat terbatas. Sebagian besar dari mereka masih beroperasi secara manual dengan pasar terbatas. Kondisi ini berbalik terbalik dengan semangat UMKM di Solo untuk berbisnis secara online.

    Kesenjangan ini perlu segera diatasi agar KSPPS di Solo berperan secara signifikan bagi peningkatan bisnis maupun pertumbuhan perekonomian Solo secara umum. Selain itu KSPPS juga diharapkan mampu bersinergi dengan lembaga keuangan yang ada untuk meningkatkan inovasi produk dan pembiayaan.

    “Koperasi perlu melakukan asesmen teknologi fintech untuk mengamati berbagai fintech yang sesuai bagi koperasi. Berikutnya koperasi perlu melakukan internalisasi dan sosialisasi kemanfaatan fintech agar karyawan tidak resisten. Pemilihan mitra penerapan fintech juga sangat penting agar dapat dipilih teknologi keuangan yang mumpuni sekaligus efesien. Setiap periode tertentu penerapan fintech bisa dievaluasi (monev) untuk mengetahui dampaknya terhadap kinerja koperasi”  jelasnya.

    Dr. Ikhwan menambahkan, banyak keuntungan yang diperoleh jika KSPPS menerapkan fintech. Koperasi yang menerapkan fintech menunjukkan kesungguhan pelayanan untuk mencapai kepuasan konsumen atau anggota. Koperasi yang mampu menggunakan fintech akan memperoleh citra koperasi yang terpercaya karena mereka mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

    Penerapan fintech juga memperluas pasar koperasi baik penabung maupun peminjam yang tidak hanya berasal dari suatu kota namun konsumen -baca anggota koperasi- bisa dari berbagai kota yang tersebar pada berbagai daerah. Fintech memungkinkan komunikasi antara penabung dan peminjam untuk saling terikat bisnis sehingga berbagai keputusan pinjam-meminjam bisa dilaksanakan dengan cepat. (Humas FEB).

  • Pimpinan FE UNTAN Kunjungi FEB UNS, Diskusikan MBKM

    Pimpinan FE UNTAN Kunjungi FEB UNS, Diskusikan MBKM

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS menerima kunjungan dari pimpinan Fakultas Ekonomi  Universitas Tanjungpura (UNTAN) Pontianak, Senin 20 September 2021 di Ruang Sidang 1 FEB UNS.

    Pimpinan FE UNTAN yakni  Muz’an Sulaiman, SE, MM, Wakil Dekan 1,  Dr. Haryono, SE, Ak, CPA, Asean CPA, Wakil Dekan 2, Dr. Restiatun, MSi, Sekprodi Doktor IE, Dr. Afrizal, MSi, Kepala Perpustakaan diterima langsung oleh Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons) Ph.D.,Ak., para Wakil Dekan, Kepala Program Studi (prodi) S1 dan Kepala Program Doktor Ilmu Ekonomi.

    Di kesempatan itu, Pimpinan FEB UNS menyampaikan profil FEB UNS, Kebijakan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan implementasinya di masing-masing prodi.

    Dr. Haryono, WD 2 FE UNTAN saat menyampaikan profil FE UNTAN

    Usai menyampaikan selamat datang kepada pimpinan FE UNTAN, Prof. Djoko Suhardjanto memaparkan sekilas profil FEB UNS.

    Seluruh prodi di FEB UNS, Prodi S1 dan Pascasarjana telah terakreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Sertifikasi akreditasi internasional pun telah diraih yakni  EPAS, AUN QA dan ABEST21. Sekitar bulan November tahun ini,  ketiga program studi S1  FEB UNS, Akuntansi, Manajemen dan Ekonomi Pembangunan akan divisitasi AQAS, lembaga akreditasi internasional yang diakui oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti).  Tahun ini pula, FEB UNS membuka kelas internasional.

    “Sejak 6 Oktober 2020 lalu, UNS menyandang status sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Selain itu, UNS masuk klaster satu atau klaster utama dari Perguruan Tinggi (PT) terbaik di Indonesia. Karena sudah PTNBH, syarat utama 50% dosennya harus bergelar  doktor dan FEB sudah mendekati” tegasnya.

    Sementara itu, Kebijakan MBKM disampaikan Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS, Prof. Izza Mafruhah, SE, M,Si dan untuk implementasinya di masing-masing prodi disampaikan oleh Kaprodi Akuntansi, Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA, Kaprodi Manajemen,  Dr. Atmaji, M.M., dan Kaprodi Ekonomi Pembangunan, Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D.

    Rombongan mengunjungi ruang studio FEB UNS

    Dalam kunjungan itu, pimpinan UNTAN juga ditunjukkan beberapa fasilitas FEB UNS yang telah disesuaikan dengan standar akreditasi nasional dan internasional diantaranya ruang kelas, ruang profesor, ruang studio pembelajaran, work station, ruang telekonferen dan lain sebagainya. (Humas FEB).

  • FEB UNS Undang Tiga Narasumber, Diskusikan Revitalisasi Pelatihan atau Jasa Konsultasi Berorientasi Pasar

    FEB UNS Undang Tiga Narasumber, Diskusikan Revitalisasi Pelatihan atau Jasa Konsultasi Berorientasi Pasar

    Bidang Kerjasama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar diskusi daring bertemakan Revitalisasi Pelatihan atau Jasa Konsultasi Berorientasi Pasar, Sabtu  18/9/2021.

    Tiga narasumber dari Lembaga Managemen  FEB Universitas Indonesia dihadirkan yakni Yuli Setiono, MSi, Direktur Training & Asessment, M. Slamet Wibowo, MBA, Tim Ahli Pimpinan dan Taufiq Nur, MSc, Assistant Group Head of Training Services.

    Dr. Ahmad Ikhwan Setiawan, S.E., M.T., Ketua Badan Pengelola Usaha Fakultas (BPUF) dalam sambutannya mengatakan FEB UNS memiliki lembaga pelatihan yang selama ini sudah berusaha bergerak aktif dalam rangka kemandirian lembaga. Misi BPUF adalah generating income, memberikan pendapatan untuk membesarkan nama lembaga. Untuk hal ini, perlu ada yang memotivasi baik dalam menggarap pasar  internal terutama di Solo Raya maupun upaya untuk mengembangkan ke jasa konsultasi.

    “Saat ini, FEB UNS memiliki sumberdaya yang cukup, dalam arti profesor dan doktor yang siap jual. Cuma perlu ada sentuhan yang lebih ke arah marketable atau orientasi pasar sehingga sumber daya kami bisa dioptimalkan untuk peningkatan pengalaman dosen-dosen senior dan juga untuk kemandirian lembaga.” katanya.

    Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS, Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si mengharapkan hasil dari diskusi ini bisa ditindaklanjuti dengan rapat-rapat kerja.

    “Apa yang kita serap di kegiatan ini menjadi salah satu wacana atau tambahan untuk mempersiapkan  di tahun 2022. Setelah ini, tim kerjasama akan menyelenggarakan rapat-rapat kerja untuk menyusun kerja ke depan. Kita coba terapkan, membangun, merekonstruksi atau merestrukturisasi kegiatan yang ada di FEB UNS” tegasnya.

    Dikatakannya, FEB UNS memiliki Pusat Pengembangan Ekonomi Pembangunan (PPEP), Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) dan Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) yang disatukan ke dalam satu wadah yaitu BPUF. BPUF di FEB merupakan penyatuan dari berbagai kekuatan yang ada di fakultas, kita akan mengangkut gerbong FEB ini sesuai dengan kekuatan masing-masing .

    Di pengelolaan kerjasama sebelumnya, FEB UNS merencanakan untuk pemetaan atau identifikasi dari masing-masing keahlian dosen. Kita perlu buat sebuah promosi yang dilakukan bersama-sama sehingga kita bukan hanya memberikan pelayanan kepada mahasiswa namun juga memberikan pelayanan kepada masyarakat , tidak hanya di Solo Raya tapi juga dari Sabang sampai Merauke. Terlebih dengan daring memungkinkan aktifitas tidak hanya untuk masyarakat sekitar tapi juga nasional bahkan internasional.

    Ketiga narasumber memberikan pengalamannya dalam pengelolaan LM FEB UI yang telah berdiri sejak tahun 1963 sebagai perusahaan jasa konsultasi manajemen dengan beberapa produknya yakni asesmen, pelatihan, riset dan konsultasi. (Humas FEB UNS) .

  • Latih Kekompakkan, FEB UNS adakan AMT dan Outbond

    Latih Kekompakkan, FEB UNS adakan AMT dan Outbond

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Achievement Motivation Training (AMT) dan Outbond, Sabtu, 11 September 2021 di Tempel, Sleman, Yogyakarta.

    Kegiatan di periode pertama yang diikuti oleh lebih dari 40 orang tenaga kependidikan (tendik) FEB UNS, juga dihadiri oleh Dekanat dan beberapa pimpinan prodi.

    Sebelum outbond, Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com., Hons., Ph.D, Ak. Dekan FEB UNS memberikan arahan bahwa kegiatan ini selain untuk refreshing juga memberikan motivasi agar tendik lebih kuat dalam menjalani tantangan hidup dan juga melatih kekompakkan pada sebuah tim.

    Kegiatan outbond yang digelar tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Tendik akan berlatih untuk melakukan perjalanan yang cukup jauh di sekitar kaki Gunung Merapi dengan berbagai rintangan, menyusuri kebun salak, menerabas hutan dan juga berjalan di sepanjang aliran sungai.

    Dekan berharap dari kegiatan ini, tendik FEB bisa selalu guyub rukun menjaga kekompakkan untuk mencapai tujuan bersama.

    “Mari kita jaga agar hidup ayem tenteram, urip sing urup memayu hayuning bawana. Hidup hendaknya memberikan manfaat bagi orang lain, memberikan kebahagiaan, keselamatan kesejahteran bagi alam sekitar” katanya memotivasi.

    Saat outbond, tendik yang terbagi dalam 3 kelompok wajib mengikuti arahan dari pemandu perjalanan. Setiap kelompok harus selalu bersama dan membantu kesulitan setiap anggotanya. Beberapa aturan yang harus ditaati selama perjalanan diantaranya, tidak boleh mengambil apapun saat memasuki area perkebunan masyarakat, tidak boleh membuang barang apapun, tidak boleh membunuh hewan apapun kecuali dalam keadaan yang terpaksa.

    Selama perjalanan, tendik harus ekstra hati-hati, naik turun bukit yang tanahnya licin, menyusuri aliran Sungai Krasak yang cukup deras dan dalam serta tebing air terjun yang curam. Tendik juga harus menerabas sepanjang Hutan Sempadan. Di akhir perjalanan, untuk menjaga kelestarian alam, dilakukan penanaman sebuah pohon gayam di pinggir sungai Krasak.

    Usai outbond, di pendapa Omah Noto Plankton, tendik mengikuti kegiatan sharing dan evaluasi perjalanan yang telah ditempuh selama kurang lebih 4 jam .

    Seluruh tendik memiliki kesan yang menyenangkan dalam pengalaman perjalanannya menyusuri kebun, hutan dan sungai serta permainan yang diberikan tim pemandu. Para tendik juga memberikan beberapa saran dan masukan kepada tim Omah Noto Plankton yang memandu pelaksanaan outbond untuk perbaikan ke depan.

    Untuk kegiatan di periode 2 akan diadakan pada tanggal 2 Oktober mendatang di lokasi yang sama. (Humas FEB )

  • Tendik FEB Ikuti Pelatihan Zoom untuk Perkuliahan Hybrid

    Tendik FEB Ikuti Pelatihan Zoom untuk Perkuliahan Hybrid

    Sejumlah tenaga kependidikan Akademik Riset dan Kemahasiswaan (Akrima) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti Pelatihan Zoom Hybrid di ruang 2203 Gedung 2,  Kamis 9 September 2021. Pelaksanaan pelatihan dikoordinir oleh Sub Koordinator Akademik FEB, Nur Hariawan, SH.

    Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si, Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS dalam arahannya yang disampaikan secara daring mengatakan, mulai minggu ini, FEB sudah melaksanakan kuliah hybrid yaitu perpaduan kuliah luring dan daring. Untuk kelancaran perkuliahan hybrid diperlukan keahlian petugas akademik terutama pelayanan kuliah.

    Prof. Izza Mafruhah saat memberikan arahan kepada tendik Akrima

    “Alhamdulillah, fasilitas yang kita miliki untuk perkuliahan hybrid ini sudah bagus dan sangat mencukupi. Di FEB dipersiapkan 10 kelas yang akan kita gunakan untuk hybrid, sudah banyak juga dosen hingga saat ini mendaftar untuk melaksanakan hybrid. Tendik di sub Akrima terutama di layanan perkuliahan, baik untuk program S1 maupun pascasarjana diharapkan mampu menyerap ilmu dari pelatihan ini dan mampu mengaplikasikannya untuk memberikan layanan kuliah hybrid.”  ungkapnya.

    Prof. Izza mengingatkan kepada peserta pelatihan, dalam 4 hingga 5 bulan ini, bidang Akrima akan menghadapi masa yang sibuk karena pelaksanaan perkuliahan hybrid. Hybrid mengharuskan kita untuk memberikan layanan Works From Office (WFO) sementara mahasiswa masih berkomunikasi  secara daring.

    “Temen-teman tendik di Akrima akan bekerja lebih banyak dibandingkan dengan yang seharusnya dan harus bersiap” katanya menyemangati.

    Peserta mempraktekkan langsung teknis zoom hybrid

    Selanjutnya dikatakan, setelah agenda pelatihan ini, akan ada lagi kegiatan secara luring untuk tendik Akrima dengan narasumber dari Biro Akademik dan Kemahasiswaan untuk mendapatkan petunjuk mengenai model layanan yang harus dilakukan ketika harus hybrid.

    Bidang Akrima juga akan mengundang dari organisasi kemahasiswaan, dengan tujuan agar BEM atau UKM bisa mensosialisasikan kepada mahasiswa lainnya agar dapat memahami bahwa kinerja pelayanan akademik yang dilakukan kepada mahasiswa dengan perkuliahan hybrid ini sudah merupakan kerja yang optimal.

    Pelatihan yang berlangsung sekitar 2 jam itu, dipandu langung oleh Effendi Setiawan S, tenaga kependidikan FEB. Setelah mendapatkan penjelasan teknis dalam mengoperasikan zoom hybrid, peserta melakukan praktek langsung. (Humas FEB)

  • FEB UNS Adakan Simulasi Perkuliahan Hybrid

    FEB UNS Adakan Simulasi Perkuliahan Hybrid

    Sejumlah mahasiswa dari Program Studi S-1 Manajemen semester 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti kuliah Pengantar Ekonomi Makro yang diampu oleh Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si secara luring di Ruang 2.203 Gedung 1  dan beberapa mahasiswa lainnya mengikuti secara daring di rumah masing-masing, Jumat 3 September 2021.

    Perkuliahan secara hybrid, menggabungkan dua metode pembelajaran luring dan daring itu merupakan simulasi awal yang dilakukan FEB untuk mempersiapkan Perkuliahan Tatap Muka (PTM) yang secara bertahap akan mulai dilakukan oleh UNS. Di tahap awal, UNS akan  menggelar PTM bagi mahasiswa semester 1 dan diutamakan bagi warga Solo Raya dan sudah mendapatkan vaksin.

    Mahasiswa terlihat semangat dan antusias mengikuti simulasi perkuliahan hybrid yang berlangsung selama 2 jam, baik yang berada di ruang kelas maupun yang mengikuti secara daring di rumah.

    “Mahasiswa yang mengikuti kuliah luring saat ini sementara baru dari Solo Raya, ada yang dari Wonogiri, Sukoharjo, Klaten dan juga Solo. Dengan seperti ini, ada nilai plusnya, dosen bisa menjelaskan secara detil apalagi untuk matakuliah yang ada hitung-hitungannya seperti yang saya ampu, kalau menggunakan zoom masih ada kesulitan” kata Prof. Izza usai mengajar.

    Menurutnya, memang perlu sekali dipersiapkan peralatan dan petugas teknis yang mendukung pelaksanaan perkuliahan hybrid ini sehingga peserta yang ada diruang kelas dan yang ada dirumah bisa terhubung, dapat jelas menerima apa yang disampaikan dosen pengampu, demikian juga diskusi kelas dapat berjalan dengan lancar.

    Prof. Izza berharap agar universitas segera memberikan fasilitas vaksin kepada mahasiswa baru agar mahasiswa yang mengikuti perkuliahan merasa aman.

    Sementara itu, Andreansyah Saputra, mahasiswa S1 Manajemen mengatakan, metode perkuliahan seperti ini sangat baik diterapkan. Mahasiswa dapat memahami dengan jelas materi yang disampaikan dosen.

    “Kami sebagai mahasiswa merasa nyaman mengikuti perkuliahan dengan tetap menjaga protokol kesehatan di kampus dan juga di dalam kelas” ungkapnya singkat. (Humas FEB)