FEB

Blog

  • Prodi MESP Adakan Workshop on Econometrics and Academic Writing

    Prodi MESP Adakan Workshop on Econometrics and Academic Writing

    Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Econometrics and Academic Writing, Kamis, 9 Maret 2023 secara daring.

    Workshop yang diikuti oleh Mahasiswa dari program S1, S2, maupun S3 FEB UNS tersebut menghadirkan Prof. Dr. Tamat Sarmidi dan Assoc. Prof. Dr. Norlida Hanim Mohd Salleh dari Universiti Kebangsaan Malaysia.

    Prof. Izza Mafruhah, Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS

    Membuka jalannya workshop, Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E, M.Si., Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS mengungkapkan rasa terima kasih kepada Prof. Tamat dan Prof Norlida atas kesediaannya untuk hadir secara daring dan berbagi ilmu dengan mahasiswa FEB UNS.

    “Terima kasih kepada Dr. Evi Gravitiani dan juga seluruh mahasiswa yang telah meluangkan waktu dan berkenan hadir dalam workshop hari ini. Workshop diselenggarakan juga dalam rangka Dies Natalis UNS ke 47, kita membutuhkan pelatihan yang bersifat kuantitatif dan kualitatif untuk kemudian digunakan oleh mahasiswa dalam penyusunan tesis,” jelas Prof. Izza dalam sambutannya.

    Prof. Dr. Tamat Sarmidi

    Lebih lanjut Prof. Izza juga mengungkapkan bahwa sebelumnya MESP telah melaksanakan beberapa pelatihan statistik lain seperti workshop data mining menggunakan Orange yang diselenggarakan pada bulan Februari 2023. Sementara pada workshop kali ini, kedua pembicara akan membahas mengenai online survey dan limited dependent variable.

    Assoc. Prof. Dr. Norlida Hanim Mohd Salleh

    “Semoga acara hari ini kita dapat mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Kepada mahasiswa apabila ada pertanyaan yang hendak ditanyakan dapat langsung ditanyakan. Terima kasih kepada para Profesor yang telah bersedia membagikan ilmu kepada peserta yang hadir. Selamat mengikuti workshop semoga bermanfaat.” ungkapnya.

    Pembicara pertama, Assoc. Prof. Norlida, menjelaskan mengenai peran teori dalam akademik writing. Academic writing harus mengikuti tata bahasa khusus. Teori yang digunakan perlu dicantumkan baik dalam skripsi maupun artikel ilmiah yang akan dipublikasikan.

    “Salah satu aspek dalam academic writing adalah kerangka teori (theoretical framework), bagian ini menjelaskan atau mendeskripsikan teori yang mendasari munculnya sebuah masalah, yang kemudian menjadi fokus penelitian. Bagaimana menentukan teori dalam riset? Penulis perlu membaca banyak literatur riset. Terutama untuk tingkat S3 perlu menemukan adanya research gap, yang akan menjadi manfaat penelitian,” jelas Prof. Norlida.

    Pada sesi kedua, Prof. Tamat Sarmidi menyampaikan materi tentang analisis statistik untuk variabel terikat yang terbatas (binary dependent variable). Dalam pembahasannya, Prof. Sarmidi menyampaikan empat uji statistik yang dapat digunakan dalam uji statistik dimana variabel terikat yang digunakan merupakan variabel binari (dummy). Keempat uji tersebut antara lain adalah probit, logit, multinomial logit, dan ordered probit model.

    Di akhir pemaparan materi Prof. Tamat juga mendemonstrasikan tata cara penggunaan keempat uji statistik menggunakan STATA.

     

  • Prodi EP Hadirkan Visiting Lecturer, Diskusikan Riset

    Prodi EP Hadirkan Visiting Lecturer, Diskusikan Riset

    Program Studi (Prodi) S1 Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kedatangan Prof. Hurng-Jyuhn Wang dari National Dong Hwa University dan Prof. Doo Chul Kim dari Okayama University, Kamis 2 Maret 2023.

    Kunjungan keduanya diterima oleh Kepala Prodi (Kaprodi)  Ekonomi Pembangunan, Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D, Dosen dan Mahasiswa EP di Ruang Telekonferen Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.

    Kedatangan Prof. Wang dan Prof. Kim dalam rangka diskusi membahas riset yang pernah dilakukan keduanya yakni rural development pada negara vietnam, juga pengentasan kemiskinan.

    Diskusi yang dipandu oleh Yogi Pasca Pratama, S.E., M.E., Dosen FEB UNS berlangsung aktif, banyak peserta yang bertanya tentang pengalaman penelitian oleh keduanya.

    Disela-sela diskusi, kedua pembicara memberikan apresiasi yang baik kepada Kaprodi Ekonomi Pembangunan, Bhimo Rizky Samudro, Ph.D karena berinisiatif mengadakan acara tersebut.

    Kedua pembicara juga menyambut hangat para peserta yang tertarik untuk melanjutkan studi di masing-masing kampusnya.

    “Kerjasama yang kedepannya akan kita lakukan bersama akan mampu menghasilkan karya-karya yang luar biasa. Tak sabar menunggu teman-teman untuk kita berkolaborasi bersama.” Tutur Prof. Hurng-Jyuhn Wan.

    Acara ditutup oleh Bhimo Rizky Samudro, Ph.D dengan ucapan terimakasih kepada para pembicara karena telah meluangkan waktu untuk datang berdiskusi bersama.

  • Asesor UNS Inclusion Metric Site Visit ke FEB

    Asesor UNS Inclusion Metric Site Visit ke FEB

    Tim Asesor UNS Inclusion Metric yang terdiri atas Dr. Herry Widyastono, M.Pd., Dr. Tri Rejeki Andayani, S.Psi., M.Si., Dewi dan Sri Rejeki, S.Pd.,M.Pd. melakukan site visit ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Senin 6 Maret 2023.

    Kedatangan Tim yang diterima oleh Pimpinan FEB di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS tersebut untuk mengkonfirmasi Borang UNS Inclusion Metric yang sebelumnya telah dikirimkan FEB.

    Beberapa hal yang dikonfirmasi dari borang diantaranya standar pembelajaran, standar dukungan psikologi, standar sarana fisik dan standar kelulusan bagi penyandang disabilitas.

    Wakil Dekan SDM, Keuangan dan Logistik FEB, Dr. Djuminah saat memberikan sambutan

    Lomba UNS Inclusion Metric yang diinisasi oleh Pusat Studi Difabilitas (PSD) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menjadi salah satu agenda dalam rangka memperingati Dies Natalis UNS ke- 47. Lomba ini diikuti oleh fakultas dan sekolah di lingkungan UNS.

    Wakil Dekan Sumber Daya Manusia, Keuangan dan Logistik FEB UNS, Dr. Djuminah menyambut baik kehadiran ketiga asesor UNS Inclusion Metric.

    Dikatakan, FEB saat ini sudah memfasilitasi  sarana bagi penyandang disabilitas diantaranya tempat parkir, ram, toilet khusus. Namun memang masih ada beberapa yang perlu pembenahan dan peningkatan.

    Tim Asesor UNS Inclusion Metric

    “Kami  masih memiliki kekuatan dan semangat untuk berusaha semaksimal mungkin memperbaiki layanan khususnya bagi penyandang disabilitas dan saat ini sudah ada yang dalam proses, renovasi, silahkan nanti bisa dilihat ke lapangan ” paparnya .

    Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan FEB, Prof Izza Mafruhah menambahkan, di tahun ini, untuk memperlancar proses pembelajaran bagi mahasiswa tuna rungu dan wicara yang ada di FEB, pimpinan juga telah menugaskan tiga Juru Bicara Isyarat (JPI). Selain itu para dosen pengampu juga sangat memberikan dukungan pembimbingan bagi mahasiswa tersebut.

    Mengawali sambutannya, Dr. Tri Rejeki Handayani berterimakasih kepada pimpinan FEB dan Tim Borang UNS Inclusion Metric di FEB yang menerima dengan hangat.

    “Kita semuanya sedang sama-sama berbenah untuk mewujudkan kampus yang inklusif, kampus yang menyediakan pelayanan dan fasilitas yang layak dan dapat diakses oleh setiap warga kampus, termasuk para penyandang disabilitas” paparnya.

    Selanjutnya dikatakan, kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap tahunnya dan dilaksanakan pada Dies Natalis UNS.

    Site visit ini penting untuk memastikan kevalidan isian dalam borang. Selain itu juga dimungkinkan ada tambahan data atau informasi untuk melengkapi borang yang telah tersusun.

    Berdasarkan data yang ada pada asesor PSD, saat ini di FEB ada tiga mahasiswa disabilitas. Tim mengkonfirmasi data tersebut dan sejauh mana fakultas melakukan pendampingan dan menyiapkan sarana prasarana agar penyandang disabilitas lebih nyaman untuk melakukan aktifitas pembelajaran di lingkungan kampus.

    Pada penilaian standar dukungan psikologi, indikatornya adalah tersedianya dokumen kebijakan perguruan tinggi tentang pemberian layanan psikologis dan sosial, layanan konseling khusus dan pelatihan peningkatan motivasi, tersedianya beasiswa, layanan kesehatan dan anggaran khusus pendampingan bagi mahasiswa disabilitas.

    Sedangkan untuk standar fasilitas fisik, tersedianya pedestrian sepanjang jalan kampus, jalur pemandu tiap fakultas atau ruangan, rambu dan marka serta sarana transportasi dan tempat parkir khusus bagi penyandang disabilitas.

    Selain itu, tersedianya ram bagi penyandang disabilitas untuk naik ke lantai 2 di gedung berlantai 2, lift bagi gedung yang memiliki 3 lantai atau lebih, lebar dan tiggi pintu aksesibel untuk kursi roda. Label dalam huruf braille pada semua fasilitas. Juga tersedianya toilet khusus dan tempat duduk khusus bagi penyandang disabilias disetiap fasilitas bagi disabilitas.

    Usai konfirmasi isian borang, tim asesor melakukan cek ke lapangan di lingkungan FEB UNS diantaranya ram, toilet khusus, area parkir untuk disabilitas  di area Gedung Soeharno dan juga di sekitar Masjid Al-Latief.

  • UNS Inclusion Metric Assessor Visits FEB

    UNS Inclusion Metric Assessor Visits FEB

    The team of UNS Inclusion Metric consisted of Dr. Herry Widyastono, M.Pd., Dr. Tri Rejeki Andayani, S.Psi., M.Si., Dewi, and Sri Rejeki, S.Pd., M.Pd., conducted a site visit to the Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), Monday 6 March 2023.

    The Vice-Dean for Human Resources, Finance, and Logistics FEB UNS, Dr. Djuminah, delivered her remarks

    The team was welcomed by the leadership ranks of FEB UNS in the First Assembly Room, Soeharno TS Building FEB UNS, to assess the UNS Inclusion Metric Self-Evaluation Report that was previously submitted by FEB UNS.

    Certain aspects to be confirmed from the report are learning standards, psychological support standards, infrastructure standards, and graduate standards for diffability students.

    UNS Inclusion Metric Assessor Team
    The UNS Inclusion Metric Assessor Team

    The UNS Inclusion Metric Challenge was initiated by the Center for Diffability Study (PSD), Institute for Research and Community Service (LPPM), as part of the 47th UNS Anniversary Celebration. This challenge is followed by Faculties in UNS.

    The Vice-Dean for Human Resources, Finance, and Logistics FEB UNS, Dr. Djuminah, welcomed the visit of the three UNS Inclusion Metric assessors warmly. It was reported that currently, FEB has had disability-friendly facilities for diffable communities such as a parking lot, ramp, and special restroom. However, there was still room for improvement.

    “We still have the power and passion to try our best in improving service, especially for the diffable community, renovation is on the way, we can check for it later,” she explains.

    The Vice-Dean for Academic, Research, and Student Affairs FEB UNS, Prof Izza Mafruhah added that this year the faculty leader has delegated three Sign Language Spokespersons to support the learning process for deaf and speech-impaired students. Moreover, the lecturers can provide the necessary support for the diffable student.

    Starting the opening remarks, Dr. Tri Rejeki Handayani thanked the FEB UNS leader and FEB UNS Inclusion Metric Team, for the warm welcome.

    assessment of UNS Inclusion Metric by Assessor Team

    “Together we are improving our campus to establish an inclusive campus, a campus that provides favorable facilities that are accessible by all UNS academic communities including the diffable students,” she explains.

    Further, this championship will be an annual event during the UNS Anniversary celebration.

    This site visit will be crucial to validate the data reported by the faculty. There may be additional data or information uncovered during the visit.

    disability facilities assessment for UNS Inclusion Metric

    Based on the data submitted to the PSD assessor, currently, there are three students with diffability in FEB UNS. The assessors need to validate the data and assess how much the faculty provide assistance for students with diffability and provide supporting infrastructure to make the academic community members more comfortable in carrying out learning activities in the campus environment.

    As for psychological support standards, the assessment indicators are the availability of higher education policy documents regarding the provision of psychological and social services, special counseling services and motivational enhancement training, scholarship, health service, and a special budget for assistance for students with diffabilities.

    assessment of FEB UNS disability facility by UNS Inclusion Metric assessors

    Meanwhile, for physical infrastructure, the assessment indicators are pedestrian availability all around the campus, guiding path for each faculty or room, signs and markings, as well as transportation facilities and special parking areas for persons with diffabilities.

    Moreover, the availability of ramps for the diffable community to go up to the 2nd floor in a 2-story building, lift for buildings with more than three floors with suitable dimensions, and space for a wheelchair. Braille label in every facility. Availability of special restrooms and seating for the diffable community in each and every faculty facility.

    After validating the data reported, the assessor team checked the infrastructure in FEB UNS directly, such as the ramp, special restroom, and diffable parking lot at Soeharno Building and Masjid Al-Latief.

  • Prodi S1 EP Sosialisasikan MBKM kepada Mahasiswa

    Prodi S1 EP Sosialisasikan MBKM kepada Mahasiswa

    Program Studi (Prodi) S1 Ekonomi Pembangunan (EP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Sosialisasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) kepada mahasiswa EP khususnya semester 4, Selasa, 28 Februari 2023 di Aula Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.

    Kegiatan ini diadakan untuk mempersiapkan mahasiswa agar memahami bagaimana alur, prosedur dan dinamika proses MBKM pada Prodi S1 EP.

    Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D., Kepala Prodi S1 EP menjelaskan Program MBKM yang dirancang oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bertujuan untuk memberikan kebebasan dan otonomi kepada lembaga pendidikan dan merdeka dari birokratisasi dan dosen dibebaskan dari birokrasi yang kompleks, serta mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih bidang yang mereka sukai.

    Bhimo Rizky Samudro, Ph.D., Kepala Prodi S1 EP

    Beberapa program MBKM yang dicanangkan Kemendikbudristek yakni pertukaran mahasiswa, studi/proyek mandiri, kewirausahaan, penelitian, program kemanusiaan, pengembangan desa, magang dan program mengajar di sekolah.

    Prodi EP telah memfasilitasi mahasiswa untuk kelancaran program MBKM yang diikutinya.

    “Kami dari prodi selalu memfasilitasi para mahasiswa yang akan melakukan program MBKM agar dapat meningkatkan kualitas dan kemampuan dari tiap individu mahasiswa” tuturnya.

    Dalam perkembangannya, prodi S1 EP telah  mengirimkan mahasiswa (outbound) melalui program Permata Sakti, menerima mahasiswa (inbound) melalui program internal dengan Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP UNS mata kuliah ESDM.

    Selain itu, Prodi S1 EP telah melakukan Kerjasama reciprocal,   pertukaran mahasiswa (inbound-outbound) dengan EP FEB UB, EP FEB UNEJ, EP FEB UNSOED, EP FEB UNNES. Prodi EP juga menerima mahasiswa (inboud) dari kerjasama reciprocal dengan EP FEB UNLAM dan juga mengikuti program MBKM Permata Merdeka.

    Lebih lanjut, Kaprodi EP menjelaskan Sistem Kampus Merdeka Prodi S1 EP yang telah di susun prodi untuk memfasilitasi mahasiswa.

    Peserta Sosialisasi: Mahasiswa Semester 4 Prodi S1 EP 

    Sebagai contoh, dalam pertukaran pelajar, Prodi S1 EP memilih bentuk proses belajar MBKM dengan model non blok. Pada model ini prodi menawarkan Mata Kuliah Umum (MKU) dan mata kuliah keprodian tingkat dasar di semester 1 dan 2.

    Pada semester 3 dan 4 prodi menawarkan matakuliah keprodian level menengah, selanjutnya pada semester 4,5,6 mahasiswa memperoleh hak mengambil mata kuliah di luar prodi, baik pembelajaran diluar perguruan tinggi (PT)/magang (semester 5 dan 7) dan pembelajaran di prodi lain dalam PT yang sama (semester 6). Mahasiswa kembali ke prodi di semester 8 untuk menyelesaikan skripsi.

  • Dr. Sinto Ajak Akademisi Mengangkat Kasus-Kasus Konteks Lokal sebagai Bahan  Case Based Method di Kelas

    Dr. Sinto Ajak Akademisi Mengangkat Kasus-Kasus Konteks Lokal sebagai Bahan  Case Based Method di Kelas

    Bagaimana kita mulai menulis case atau kasus yang akan digunakan sebagai bahan pembelajaran case based method di kelas?  Sumber kasus sebenarnya banyak, ada kasus yang bisa kita dapatkan dari berbagai jurnal internasional, bahkan ada jurnal-jurnal yang khusus menjadi outlet kasus,  bisa juga kita peroleh kasus dari Harvard Business School atau kasus yang ringkas yang bisa didapatkan di belakang chapter pada text books yang kita pakai.

    Persoalannya adalah kasus-kasus itu banyak bernuansa internasional atau banyak terjadi di negara-negara lain. Masih sedikit akademisi yang mengangkat kasus-kasus pada konteks Indonesia untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Kasus-kasus di Indonesia banyak dan perlu diangkat serta layak dipublikasikan selama proses penulisan itu memenuhi standar.

     

    Hal itulah yang menjadi tantangan untuk kita sebagai akademisi bagaimana kita menghadirkan kasus-kasus yang sifatnya konteks lokal dalam proses pembelajaran di kelas agar mahasiswa mengenali kasus yang ada di sekitarnya.

    Pernyataan itu disampaikan Dr. Sinto Sunaryo, SE, MSi, SHRM-CP, akademisi FEB UNS mengawali presentasinya pada Webinar yang diselenggarakan Grup Riset Kearifan Lokal Bekerja Sama dengan Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS),  Selasa, 28 Februari 2023.

    Lebih lanjut Dr. Sinto menjelaskan mengapa pembelajaran kasus itu penting.

    “Pembelajaran kasus ini penting bukan sekedar karena metode pembelajaran ini digunakan oleh sekolah bisnis ternama di dunia, juga bukan sekedar tuntutan dari Dikti untuk dimasukkan dalam IKU tapi lebih kepada esensi pembelajaran kasus itu sendiri, apa yang akan didapatkan mahasiswa, apa yang akan kita bekalkan kepada mahasiswa melalui pembelajaran kasus ini” terangnya.

    Menurutnya, esensi pembelajaran kasus adalah yang pertama, memberikan peluang bagi mahasiswa untuk terlibat mendalam, belajar menganalisis dan kemudian mengambil keputusan strategis atas apa yang benar-benar dihadapi, dalam situasi nyata. Kasus yang ditulis itu dalam real life, sepotong realita dari objek kasus tersebut dan tidak bersifat fiksional, apakah itu dari profit organisasi, non profit organisasi, ataupun industri.

    Yang kedua,  kasus memberikan peluang mahasiswa untuk menerapkan ilmu dan seni mengelola (manajemen) dalam seting laboratorium di kelas. Kelas adalah laboratorium khusus untuk mahasiswa belajar, menerapkan ilmu dan konsep yang dipelajari, mengasah soft skill dengan resiko yang kecil.

    “Sepotong realita yang kita bawa melalui kasus yang kita hadirkan di dalam kelas itu betul-betul mencerminkan kenyataan yang dihadapi objek kasus itu tanpa harus berisiko dengan terjun langsung dalam objek.  Mahasiswa tidak terjun di objek yang sesungguhnya, misalnya perusahaan.” jelasnya kemudian.

    Yang ketiga, kasus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berulang-ulang mengasah kemampuan mereka dalam mengidentifikasi, menganalisis, menyelesaikan masalah dalam beragam seting, apakah setingnya keilmuan berdasarkan perspektif tertentu misalnya marketing, human resources, finansial, atau seting kasusnya dari beragam organisasi.

    Lebih lanjut Dr. Sinto menerangkan ide kasus bisa didapatkan dari banyak sumber diantaranya majalah, surat kabar, text books, mahasiswa atau alumni bahkan dari rekan bisnis.

    Sedangkan dalam hal penulisan kasus haruslah menggambarkan situasi yang nyata  dan juga ada keterkaitan antara masalah utama, isu manajerial dan keputusan manajerial. Dalam kasus juga harus ada hubungan dengan konsep teori atau metode tertentu.

    Di akhir paparannya, kepada hampir 200 peserta yang hadir, Dr. Sinto memberikan contoh bahan pembelajaran case based method yang telah disusun oleh Tim Dosen Manajemen FEB UNS berjudul: A Casebook in Business Management: Indonesian Traditional Herbal Industry dan telah diterbitkan oleh Penerbit Salemba Empat, salah satu penerbit ternama bereputasi nasional. Buku tersebut diterbitkan dalam Bahasa Inggris agar kasus-kasus di Indonesia juga bisa dipakai untuk pembelajaran di luar negeri.

    Para peserta sangat tertarik dengan bahasan yang diangkat narasumber di webinar hari itu terlihat dari banyaknya peserta yang aktif berdiskusi.

     

  • FEB Universitas Pakuan Visits FEB UNS

    FEB Universitas Pakuan Visits FEB UNS

    Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, welcoming a benchmarking visit from the Head of FEB Universitas Pakuan, Wednesday, 22 February 2023, at First Assembly Room, Soeharno TS Building FEB UNS.

    The team led by Dr. Retno Martanti Endah Lestari, Vice-Dean for Academic and Student Affairs FEB Universitas Pakuan, was welcomed by the Deanery members of FEB UNS and several lecturers.

    Agung Nur Probohudono, Ph.D., the Head of the Accounting Study Program, representing the Leaders of FEB UNS, welcomed the Head of FEB Universitas Pakuan.

    After introducing the attending FEB UNS Heads and lecturers, Dr. Agung Nur Probohudono shares a brief profile of FEB UNS.

    Currently, FEB UNS has four undergraduate degree study programs: the Accounting Study Program, Management Study Program, Development Economics Study Program, and Digital Business Study Program. For the postgraduate degree, FEB UNS administers the Master in Management Study Program, the Master in Economics and Development Study Program, the Master in Accounting Study Program, and the Doctoral in Economics Study Program (PDIE) under accounting and management focus study. All study programs have been accredited with an ‘A’ predicate from the BAN-PT. Additionally, the three undergraduate programs in Accounting, Management, and Development Economics FEB UNS were granted international accreditation from AQAS in 2023, while both Accounting Study Program and Management Study Program will apply for accreditation from LAMEMBA.

    Further, he reveals that FEB UNS has numerous notable alumni. “We can consider FEB UNS young, established on 11 March 1976. FEB has numerous successful alumni, such as Prof. Wimboh Santoso, who was the Chairman of the Commissioner Board of OJK until 2022; Doni Primanto Joewono, the current Deputy Governor of Bank Indonesia; Didiek Hartantyo, the Director of Indonesia Railways Company (PT KAI), and many other alumni who were succeeded in the private sector such as Harijanto and Nur Harjanto,” he revealed.

    Meanwhile, Dr. Retno, in her remarks, states that their visit to FEB UNS aims to improve the higher education quality assurance program through quality policy and quality standards, its implementation and evaluation, which also include achievement affirmation of the vision and mission of FEB Universitas Pakuan.

    The topic discussed with FEB UNS through the visit, among others, are study program and faculty management, internationalization of FEB, laboratory management, and accreditation for the Digital Business Study Program.

    The discussion went smoothly and is expected to be beneficial for both FEB Universitas Pakuan and FEB UNS.

  • Official Uniform on Free Emission Day and UNS Batik

    Universitas Sebelas Maret designated the official uniform on Free Emission Day and UNS Batik for 2023 academic year as follows:

    [Announcement for official uniform on free emission day]

  • UNS 47th Anniversary Agenda

    Universitas Sebelas Maret will be hosting various agenda to celebrate its 47th anniversary. Find out all scheduled agenda in the following leaflet:

    Leaflet-Dies-47-UNS.pdf

     

     

  • FEB Universitas Pakuan Studi Banding ke FEB UNS

    FEB Universitas Pakuan Studi Banding ke FEB UNS

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima Kunjungan Studi Banding Pimpinan FEB Universitas Pakuan, Rabu 22 Februari 2023 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS.

    Tim yang dipimpin oleh Dr. Retno Martanti Endah Lestari, Wakil Dekan 1 Bidang Akademik  dan Kemahasiswaan FEB Universitas Pakuan disambut oleh sejumlah pimpinan dan dosen FEB UNS.

    Agung Nur Probohudono, Ph.D, Kepala Program Studi S1 Akuntansi, mewakili Pimpinan FEB mengucapkan selamat datang atas kunjungan pimpinan FEB Universitas Pakuan.

    Usai memperkenalkan pimpinan dan dosen yang hadir, Agung Nur Probohudono memaparkan profil FEB UNS.

    FEB saat ini memiliki empat Prodi S1 yakni S1 Akuntansi, S1 Manajemen, S1 Ekonomi Pembangunan dan S1 Bisnis Digital. Sedangkan S2, Magister Manajemen, Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan, Magister Akuntansi serta satu Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) dengan peminatan Akuntansi dan Manajamen. Kesemua prodi telah terakreditasi A dari BAN PT. Tiga prodi di FEB,  S1 Akuntansi, Manajemen dan Ekonomi Pembanguan FEB telah terakreditasi internasional AQAS. di tahun 2023  ini, Prodi S1 Akuntansi dan Manajemen akan direakreditasi oleh LAMEMBA.

    Lebih lanjut dikatakan, FEB telah banyak menghasilkan alumni-alumni yang sukses.

    “FEB masih tergolong muda, lahir pada 11 Maret 1976. FEB telah banyak menghasilkan alumni-alumni yang sukses, seperti Prof. Wimboh Santoso, pernah menjabat Dewan Komisioner OJK hingga tahun 2022,  Doni Primanto Joewono, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Didiek Hartantyo, Direktur Kereta Api Indonesia dan beberapa alumni lain yang sukses disektor swasta diantaranya Harijanto dan Nur Harjanto dan masih banyak lagi“ , jelasnya.

    Sementara itu, Dr. Retno dalam sambutannya menyampaikan bahwa kedatangannya bersama tim dekanat dan prodi ke FEB UNS dalam rangka meningkatkan pelaksanaan penjaminan mutu pendidikan tinggi melalui kebijakan mutu, dan standar mutu maupun terhadap implementasi dan evaluasinya serta penguatan capaian visi dan misi FEB Universitas Pakuan.

    Hal-hal yang didiskusikan dengan FEB UNS di kunjungan tersebut diantaranya terkait dengan pengelolaan fakultas dan program studi, internasionalisasi FEB, pengelolaan laboratorium dan juga akreditasi Program Studi S1 Bisnis Digital.

    Diskusi berjalan dengan lancar, harapannya  banyak memberikan manfaat, baik bagi FEB  Universitas Pakuan, demikian juga sebaliknya untuk FEB UNS.