FEB

Blog

  • 6 Pemateri International Academic Webinar Bahas Digital Transformation

    6 Pemateri International Academic Webinar Bahas Digital Transformation

    Dalam rangka Malaysia-Indonesia Inbound dan Outbound Program, Faculty of Accountancy Universiti Teknologi MARA (UiTM), Sarawak, Malaysia bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan webinar internasional, Jum’at 11 November 2022.

    Webinar yang bertajuk International Academic Webinar “Digital Transformation” menghadirkan enam pembicara, dua diantaranya adalah Dosen FEB UNS, Taufiq Arifin, S.E., M.Sc., Ph.D, Ak (FEB UNS), Putra Pamungkas, M. Rech.,Ph.D (FEB UNS), Yussri Sawani (UiTM Sarawak), Assoc. Prof. Dr. Mazurina Mohd Ali (UiTM Puncak Alam), Puan NJH. Imilia Ibrahim (UiTM Sarawak), dan Assoc. Prof. Dr. Natrah Saad (Universiti Utara Malaysia).

    International Academic Webinar yang digelar melalui Zoom Cloud Meeting dibuka dengan sambutan oleh Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak dan Kaprodi S1 Akuntansi FEB UNS,  Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA.

    Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Dekan FEB UNS saat memberikan sambutan

    Pemateri pertama, Yussri Sawani menyampaikan materi terkait penerapan poin-poin Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals-SDG) di perguruan tinggi, dengan materi berjudul Online SDG Reporting of Higher Education.

    Kaprodi S1 Akuntansi FEB UNS,  Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA. saat beri sambutan

    “Dengan acara ini semoga kita dapat mempersiapkan mahasiswa dengan pengetahuan terkait SDG, sehingga di masa depan akan muncul generasi hijau yang berpengetahuan luas,” ungkap Yussri dihadapan lebih dari 100 peserta webinar.

    Pembicara kedua, Assoc. Prof. Dr. Mazurina menyampaikan materi bertajuk, ‘Digital Transformation in Accounting,’ yang membahas secara mendetail terkait perkembangan teknologi terkini yang dapat mendukung profesi akuntan, serta tantangan yang muncul.

    Materi yang disampaikan meliputi efek dari transformasi digital pada profesi akuntan, peluang, tantangan, serta perkembangan di masa depan.

    Materi ketiga berjudul Digital Transformation: Sustaining Institutional Memory, disampaikan oleh Puan NJH. Imilia Ibrahim, yang membahas mengenai cara menjaga pengetahuan dalam sebuah institusi di era transformasi digital. Dijelaskan, transformasi digital merujuk pada penggunaan teknologi digital ketimbang proses bisnis normal, dengan tujuan untuk mengembangkan proses bisnis melalui teknologi digital.

    Taufiq Arifin, S.E., M.Sc., Ph.D saat paparkan materi

    Assoc. Prof. Dr. Natrah Saad, menyampaikan materi berjudul Digital Transformation: The Effect on Teaching and Learning.

    Sementara itu, Taufiq Arifin, S.E., M.Sc., Ph.D, Ak memaparkan materi berjudul ‘Digital Transformation to Accelerate SDGs Impact’.

    Dr. Taufiq merinci bagaimana enam perspektif transformasi digital yang dapat mempercepat penerapan SDGs. Keenam perspektif tersebut antara lain adalah sumber daya manusia (human capital), energi terbarukan, smart cities, smart industry, pertanian digital (digital agriculture), dan pemerintahan digital (digital government).

    Putra Pamungkas, M. Rech.,Ph.D saat paparkan materi

    “Sebelumnya kita mengenal Millennium Development Goals (MDGs) yang khusus diperuntukkan bagi negara-negara berkembang. Nah, sekarang MDGs tersebut digantikan dengan SDGs yang tidak lagi terbatas untuk negara berkembang, tapi juga berlaku untuk negara maju (developed countries). Sehingga semua negara di dunia wajib menerapkan SDGs yang penting untuk mentransformasi kondisi dunia menjadi lebih berkelanjutan (sustainable),” jelas Dr. Taufiq di awal paparan materi.

    Pembicara terakhir, Putra Pamungkas, M. Rech.,Ph.D dengan materi berjudul Sustainable Finance Digital Transformation and Climate Changes, yang mencakup SDGs dan sustainable finance (keuangan berkelanjutan) serta peran digital transformasi dalam implementasi green economy oleh sektor UMKM.

    Dalam paparan tersebut, Dr. Putra juga memaparkan hasil riset yang telah dilaksanakan di sektor UMKM di Indonesia yang melibatkan lebih dari 2000 usaha mikro dan kecil.

    “Dalam riset ini kami menemukan bahwa selama masa pandemi, usaha mikro dan kecil dengan penjualan dan pendapatan yang besar, memiliki kemungkinan untuk mengadopsi teknologi digital yang lebih tinggi. Kami juga menemukan bahwa transformasi digital di usaha mikro dan kecil memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap implementasi green economy,” jelas Dr. Putra.

    Agenda Webinar yang menjadi bagian dari Malaysia-Indonesia Inbound dan Outbound Program tersebut ditutup dengan sesi kuis interaktif melalui platform quizizz. (Tetri & Aulia)

     

  • Prodi EP FEB UNS Kunjungi IUP UI, Diskusikan Pengembangan Kelas Internasional

    Prodi EP FEB UNS Kunjungi IUP UI, Diskusikan Pengembangan Kelas Internasional

    Dalam rangka pengembangan kelas internasional, Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) melakukan kunjungan ke Universitas Indonesia (UI), Rabu, 9 November 2022.

    Kegiatan kunjungan yang dikemas dalam Focus Group Discussion (FGD) antara EP FEB UNS dan IUP Univeritas Indonesia dilaksanakan di Ruang Rapat Gedung Pusat Administasi Universitas Indonesia, Lt. 2.

    Dr. Isfandiarni, S.E., M.A. Koordinator IUP UI menyampaikan selamat datang kepada Kepala Prodi Ekonomi Pembangunan UNS,  Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D.  dan tim.

    “Selamat datang kami ucapkan, di kegiatan ini nanti kita akan berbagi, ada sesuatu yang kami miliki, dan ada sesuatu yang dibawa UNS untuk dibagi dan dibahas bersama, harapannya akan menjadi suatu bentuk kerja sama antara UI dan UNS khususnya EP UNS” sambutnya

    Lebih lanjut, Dr. Isfa menjelaskan mengenai bagaimana perjalanan dan proses IUP UI untuk dapat sampai pada fase ini. Komitmen yang besar dari pimpinan UI menjadi salah satu kunci penting untuk dapat menjalankan program kelas internasional dengan baik.

    Kegiatan yang dimoderatori oleh Ketua Departemen Ilmu Ekonomi, Vid Adrison, S.E., M.A., Ph.D. Berlangsung akrab dengan diskusi interaktif. Usai kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama.

  • Six Invited Speakers Discuss Digital Transformation in International Academic Webinar

    Six Invited Speakers Discuss Digital Transformation in International Academic Webinar

    Responding to the development of digital business and digital transformation, the Faculty of Accountancy, Universiti Teknologi MARA (UiTM), Sarawak, Malaysia, hosted an international webinar, inviting two faculty members of the Faculty of Economics and Business (FEB) UNS, Surakarta. The agenda entitled International Academic Webinar “Digital Transformation” was conducted on Friday, November 11th, 2022, and was opened with a remark from the Dean of FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak., and the Head of Accounting Study Program FEB UNS, Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA.

    Dean of FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak., delivering welcome remarks

    Inviting six speakers, the International Academic Webinar was conducted virtually through the Zoom Cloud Meeting. The six invited speakers are including two lecturers from FEB UNS, Dr. Taufiq Arifin (FEB UNS), and Dr. Putra Pamungkas (FEB UNS), as well as Yussri Sawani (UiTM Sarawak), Assoc. Prof. Dr. Mazurina Mohd Ali (UiTM Puncak Alam), Puan NJH. Imilia Ibrahim (UiTM Sarawak), Assoc. Prof. Dr. Natrah Saad (Universiti Utara Malaysia), .

    Head of Accounting Study Program FEB UNS, Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., delivering opening remarks

    The first speaker, Yussri Sawani, shared material regarding the implementation of Sustainable Development Goals in Higher Education Institutions, entitled Online SDG Reporting of Higher Education. “Hopefully, through this event, we can equip students with knowledge regarding SDG, thus, in the future, there will be the green generation with broad knowledge,” said Yussri in front of more than 100 webinar participants.

    The second speaker, Assoc. Prof. Dr. Mazurina, delivered material entitled ‘Digital Transformation in Accounting,’ which detailed the current technology development that will support the accounting profession as well as the upcoming challenges. The shared material covers the effect of digital transformation on the accounting profession, opportunities, challenges, and future development.

    Dr. Taufiq Arifin delivering material

    The third material, entitled Digital Transformation: Sustaining Institutional Memory, was delivered by Puan NJH. Imilia Ibrahim, discusses how to maintain knowledge within an institution during this digital transformation era. “Digital transformation refers to the adoption of digital technology compared to the typical business process, which aims to develop a business process through digital technology. Moving on to the next material, Assoc. Prof. Dr. Natrah Saad, delivers material entitled Digital Transformation: The Effect on Teaching and Learning.

    Dr. Taufiq Arifin (FEB UNS) continues the discussion as the fifth speaker for the event. In his material entitled ‘Digital Transformation to Accelerate SDGs Impact,’ Dr. Taufiq specified six perspectives in digital transformation that can accelerate SDGs’ implementation. These six perspectives are human capital, renewable energy, smart cities, smart industry, digital agriculture, and digital government.

    “Previously, we know the Millennium Development Goals (MDGs), which were intended specifically for developing countries. However, now, the MDGs are replaced with SDGs that also target developed countries. Therefore, all countries are required to apply SDGs, which is crucial to transform the world to be more sustainable,” said Dr. Taufiq, opening his material presentation.

    Dr. Putra Pamungkas sharing material on Digital Transformation and Climate Change

    The last speaker, who also comes from FEB UNS, is Dr. Putra Pamungkas with a material entitled Sustainable Finance Digital Transformation and Climate Changes, covering SDGs and sustainable finance, as well as the role of digital transformation in green economy implementation by the MSMEs sector. In his material presentation, Dr. Putra also disseminates a research result involving 2,000 MSMEs in Indonesia. “Our research finds that during the pandemic, micro and small enterprises with huge sales and revenues have a higher opportunity to adopt more advanced digital technology. We also found that digital transformation in the micro and small enterprise has a positive and significant effect on green economy implementation,” explains Dr. Putra.

    The Webinar, as part of the Malaysia-Indonesia Inbound and Outbound Program, was concluded with an interactive quiz session conducted through the quizizz platform.

  • DESP FEB UNS Visited IUP UNAIR, Discussing International Class Development

    DESP FEB UNS Visited IUP UNAIR, Discussing International Class Development

    The Development Economics Study Program (DESP), Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, visited Universitas Airlangga Monday, 7 November 2022. This visit is part of the development program for the international class initiated by the Study Program in 2020.

    The visit led by the Head of the Development Economics Study Program, Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., was welcomed by Dr. Devi Sulistyo Kalanjati, SE., M.Acc., M.Sc., Ak., the Coordinator for Undergraduate Program (IUP) UNAIR, alongside IUP UNAIR program managers. On this occasion, a Focus Group Discussion (FGD) between DESP FEB UNS and IUP UNAIR was conducted.

    Dr. Devi welcomed the Head of Development Economics Study Program FEB UNS and the team. “Welcome to IUP UNAIR. On this occasion, we will exchange experiences, we have our experiences in IUP UNAIR, and also, there is knowledge brought by the UNS entourage to be shared and discussed. Hopefully, this discussion will lead to a collaboration between UNAIR and UNS, especially DESP FEB UNS,” she welcomed the FEB Team.

    Further, Dr. Devi explained the journey of IUP UNAIR and the process they undergo to reach its current state. A strong commitment from UNAIR leaders becomes one of the crucial keys to conducting a qualified international class.

    The discussion moderated by the Head of Development Economics Study Program UNAIR, Rumayya, S.E., M.Reg. Dev., Ph.D., goes amicably with interactive discussion. The agenda was concluded with a group picture taken as a token of appreciation.

  • Prodi EP FEB UNS Kunjungi IUP UNAIR, Diskusikan Pengembangan Kelas Internasional

    Prodi EP FEB UNS Kunjungi IUP UNAIR, Diskusikan Pengembangan Kelas Internasional

    Program Studi (Prodi) Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan kunjungan ke Universitas Airlangga, Senin, 7 November 2022. Kunjungan ini merupakan bagian dari pengembangan kelas internasional yang diinisiasi oleh Prodi Ekonomi Pembangunan sejak tahun 2020.

    Kunjungan yang dipimpin oleh Kepala Program Studi (Kaprodi) Ekonomi Pembangunan, Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D. tersebut diterima oleh Dr. Devi Sulistyo Kalanjati, SE.,M.Acc., M.Sc.,Ak, Koordinator Undergraduated Program (IUP) UNAIR dan juga beberapa pengelola IUP. Di kesempatan itu, digelar Focus Group Discussion (FGD) antara Prodi FEB UNS dan IUP UNAIR.

    Dr. Devi menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kaprodi Ekonomi Pembangunan FEB UNS dan tim.

    “Selamat datang kami ucapkan, di kegiatan ini nanti kita akan berbagi, ada sesuatu yang kami miliki, dan ada sesuatu yang dibawa UNS untuk dibagi dan dibahas bersama, harapannya akan menjadi suatu bentuk kerja sama antara UNAIR dan UNS khususnya EP UNS” sambutnya. 

    Lebih lanjut, Ibu Devi menjelaskan mengenai bagaimana perjalanan dan proses IUP UNAIR untuk dapat sampai pada fase ini. Komitmen yang besar dari pimpinan UNAIR menjadi salah satu kunci penting untuk dapat menjalankan program kelas internasional dengan baik.

    Kegiatan yang dimoderatori oleh Kepala Prodi Ekonomi Pembangunan UNAIR, Rumayya, S.E., M.Reg. Dev., Ph.D. itu  berlangsung akrab dengan diskusi interaktif. Usai kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama. (Tetri)

  • Donor Darah FEB Diikuti Lebih dari 100 Peserta

    Donor Darah FEB Diikuti Lebih dari 100 Peserta

    Antusias masyarakat untuk mendonorkan darahnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) sangat besar sekali. Hal ini terlihat dari jumlah pendaftar yang terus bertambah saat kegiatan tersebut digelar. Total lebih dari 100 peserta yang mendaftar, melalui googleform maupun on the spot.

    Kegiatan donor darah yang digelar di Aula Gedung Suhardi, Kamis 10 November 2022 terselenggara atas kerja sama FEB UNS dengan Dharma Wanita Persatuan UNS, Palang Merah Indonesia, SAR UNS, Medical Center UNS dan KSR UNS.

    Donor darah tersebut tidak hanya diikuti oleh civitas akademika UNS namun juga oleh masyarakat umum. Tidak hanya dari pendonor yang telah rutin namun juga beberapa peserta terdapat pendonor pemula.

    Dekan FEB, saat sambutan

    Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons), Ak. dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ibu-Ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) UNS, terutama Ibu Jamal yang telah menginisisasi kegiatan rutin donor darah, setiap bulan di UNS.

    “Tema kegiatan donor darah yang diselenggarakan di FEB UNS, Setetes Darahmu Selamatkan Sesama, semoga memberikan manfaat dan barokah bagi kita semua.  Jika dalam setahun, UNS bisa menyumbang sekitar 1000 ampul darah maka ini akan sangat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan” terangnya.

    Rektor UNS Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum. dalam sambutannya menegaskan kegiatan rutin donor darah ini sudah menjadi tekad kita bersama-sama,  berputar dari fakultas satu ke fakultas lain, dan juga ke unit lain di lingkungan UNS. Hal ini sebagai bentuk kepedulian sosial UNS kepada sesama.

    Rektor UNS saat sambutan dan membuka acara donor darah

    “Ini adalah tekad kita bersama. Di tengah-tengah kerja keras, kerja cerdas, kerja  tuntas dan kerja ikhlas Bapak Ibu untuk memajukan dan mengembangkan UNS, kita masih bisa menyisihkan waktu untuk kemanusiaan, yaitu dengan donor darah” tegasnya.

    Kegiatan donor darah rutin dilaksanakan di UNS setiap bulan di tanggal 11, namun  karena di bulan ini, tanggal 11 November bersamaan dengan agenda pemilihan Rektor UNS periode 2023-2028, maka pelaksanaan di FEB maju di tanggal 10 November.

    Peserta donor darah

    Mahasiswa Program Studi  Manajemen FEB UNS, Fitri Binawati  menuturkan sangat senang dengan adanya kegiatan donor darah di kampus, lebih dekat untuk berdonor darah dan bisa diikuti disela-sela jam kuliah. Dia merasakan kondisi kesehatan yang berbeda ketika bisa merutinkan donor darah.

    Beberapa Ibu DWP UNS turut berdonor darah

    “Saya sudah empat kali ini berdonor, alhamdulillah, merasakan di badan terasa lebih sehat. Sebelumnya saya sering sakit, namun ketika merutinkan donor darah jarang sekali sakit” katanya penuh semangat usai berdonor. (Tetri)

  • Discuss Global and Digital Marketplace, Management Study Program Invites Dr. Chandana Hewege in Visiting Lecture Marketing Management

    Discuss Global and Digital Marketplace, Management Study Program Invites Dr. Chandana Hewege in Visiting Lecture Marketing Management

    The development of social media’s role and its impact in the marketing field has brought numerous transformations, challenges, and new opportunities for the industrial sector. This condition encourages the Management Study Program, Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, to discuss ‘Global and Digital Marketplaces in Social Media Landscape: Challenges and Opportunities for Firms’ in a recent Visiting Professor Lecture series as part of the Kompetisi Kampus Merdeka Program (PKKM) 2022. The virtual agenda on November 3rd, 2022, became the first part of the Guest Lecture Marketing Management and was attended by 100 participants through the Zoom Cloud Meeting.

    Attending the event virtually as the main speaker was Dr. Chandana Hewege from Swinburne Business School, Australia. Dr. Hewege opened his material with the definition of a marketplace and the digital business condition after the Covid-19 pandemic. According to him, there is considerable development of the digital business that will stay relevant after the pandemic end, such as e-commerce. “There are considerable virtual or digital activities that will remain after the pandemic. Currently, the data accumulated in social media and other digital applications are huge, thus, it can be useful to predict the market condition,” explains Dr. Hewege.

    Further, he explains that the biggest challenge faced by marketing experts recently is the need to manage both physical and virtual stores harmoniously. Therefore, both services and products offered virtually can be delivered and received by customers. This condition is in line with the consumer demand that is now more focused on experiences, which will encourage producers to transform their business from multichannel to omnichannel, where a company needs to integrate all available marketing channels. “Customers now are more powerful than before. Especially with the existence of social media as a global catalyst, companies need to build an online community and must be present in every online discussion to maintain product image. It is no longer enough to own social media account, but they must be involved in the ongoing discussion,” he explained.

    Regarding this development, Dr. Hewege explains that currently, a firm’s value is not only measured from a monetary aspect but also from the social capital aspect. This concept refers to the condition where a firm attracts plenty of customers to buy or use the product offered by the firm. A simple example of social capital is a web page visited by countless people will have a higher value compared to a web page rarely visited by people. “You as a marketer can no longer only focus on growing customer groups. You need to establish a community, you will need authenticity in your communication approach with the community members or new customers. You also need to be aware of consumer activism, where experience or opinion shared by one consumer in social media can affect other consumers.”

    The visiting lecture continues with an interactive question-and-answer session after the material is presented. “Thank you, I hope you can use this material to grow better in the future,” hopes Dr. Hewege concluding the discussion session.

  • Bahas Global dan Digital Marketplace, Prodi S1 Manajemen Hadirkan Dr. Chandana Hewege Dalam Kuliah Tamu Manajemen Pemasaran

    Bahas Global dan Digital Marketplace, Prodi S1 Manajemen Hadirkan Dr. Chandana Hewege Dalam Kuliah Tamu Manajemen Pemasaran

    Peran dan pengaruh media sosial dalam aspek pemasaran telah banyak membawa perubahan, tantangan, serta kesempatan baru bagi dunia industri. Kondisi tersebut mendorong Program Studi S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk menggelar Kuliah Tamu Visiting Professor bertajuk ‘Global and Digital Marketplaces in Social Media Landscape: Challenges and Opportunities for Firms’ .

    Kegiatan ini merupakan bagian dari Rangkaian Kegiatan Visiting Professor dalam Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2022. Agenda yang dilaksanakan secara daring pada tanggal 3 November 2022 tersebut menjadi bagian pertama dalam seri Guest Lecture Marketing Management dan dihadiri oleh lebih dari 100 peserta, malalui aplikasi Zoom Cloud Meeting.

    Dr. Chandana Hewege, dari Swinburne Business School, Australia, pembicara kuliah tamu yang hadir secara virtual membuka paparan materinya dengan pengertian marketplace serta kondisi bisnis digital setelah pandemi Covid-19.

    Menurutnya, banyak perkembangan teknologi digital yang akan tetap relevan meskipun pandemi telah berakhir, contohnya e-commerce.

    “Banyak kegiatan digital atau daring yang akan terus berlangsung dan bertahan setelah pandemi. Saat ini data yang telah terakumulasi di media sosial dan aplikasi digital lain sangatlah besar, sehingga dapat digunakan untuk memprediksi kondisi pasar,” terang Dr. Hewege.

    Lebih lanjut, Dr. Hewege menjelaskan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi oleh ahli pemasaran saat ini adalah kebutuhan untuk mengelola toko fisik dan toko daring (virtual) secara selaras. Sehingga jasa, layanan, maupun produk yang ditawarkan secara daring benar-benar diterima oleh pelanggan.

    Hal ini selaras dengan permintaan pelanggan masa kini yang lebih berfokus pada pengalaman (experience), yang kemudian mendorong produsen untuk bertransformasi dari multi-channel menjadi omni-channel, dimana bisnis perlu mengintegrasikan semua saluran pemasaran yang tersedia.

    Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah dr-hewege-peserta-1-600x337.png

    Terkait perkembangan tersebut, Dr. Hewege juga menjelaskan bahwa saat ini nilai perusahaan tidak lagi hanya terbatas pada nilai moneter, tetapi juga ‘social capital’ (modal sosial). Konsep ini merujuk pada kondisi dimana perusahaan menarik banyak konsumen untuk membeli ataupun menggunakan jasa yang ditawarkan.

    Contoh sederhana dari ‘social capital’ ini adalah laman web yang dikunjungi oleh banyak orang akan memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan laman yang sepi pengunjung.

    “Anda sebagai pemasar tidak lagi hanya berfokus pada membangun kelompok konsumen. Anda perlu membangun komunitas, perlu adanya authenticity dalam komunikasi dengan komunitas maupun pelanggan baru. Anda juga perlu sadar akan pengaruh dari aktivisme konsumen (consumer activism), dimana pendapat atau pengalaman yang dibagikan oleh satu orang konsumen dapat mempengaruhi konsumen lain lewat media sosial” ungkapnya.

    Setelah sesi paparan materi, agenda kuliah tamu tersebut berlanjut dengan sesi tanya jawab interaktif.

    Sebagai penutup diskusi, Dr. Hewege berterima kasih atas dan berharap para mahasiswa menggunakan materi yang disampaikannya untuk lebih berkembang ke depan. (Tetri & Aulia)

  • Prof. Bambang Sutopo and Prof. Soeparmi, Delivered Tribute Speech for Professor Council Retirement

    Prof. Bambang Sutopo and Prof. Soeparmi, Delivered Tribute Speech for Professor Council Retirement

    Two of Universitas Sebelas Maret (UNS) professors have entered their retirement. Prof. Dr. Bambang Sutopo, M.Com., Ak., and Prof. Dra. Soeparmi, M.A., Ph.D., delivered their Council of Professor Retirement Tribute Speech on Tuesday, November 8th, 2022.

    Prof. Bambang Sutopo handed service baton to Taufiq Arifin, SE, M.Sc., Ph.D., Ak

    On this occasion, which was hosted in a hybrid manner at the Second UNS Assembly Room Dr. Prakosa Building and also available through Zoom Meeting and UNS Youtube Channel, Prof. Bambang Sutopo delivered his Tribute Speech entitled Accounting Research at the Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret: Achievements, Challenges, and Opportunities. Meanwhile, Prof. Dra. Soeparmi, M.A., Ph.D., delivered a speech entitled Research-Based Learning at Higher Education Institutions.

    After delivering their speech, the two professors handed their baton of service devotion in UNS to younger colleagues. Prof. Bambang Sutopo handed his service baton to Taufiq Arifin, SE, M.Sc., Ph.D., Ak., while Prof. Soeparmi handed hers to Mohtar Yunianto, S.Si., M.Si., as the younger colleagues at UNS.

    Prof. Soeparmi handed service baton to Mohtar Yunianto, S.Si., M.Si

    Prof. Drs. Suranto, M.Sc, Ph.D., as the Head of the UNS Council of Professor, in his remarks, convey his congratulation to Prof. Bambang Sutopo and Prof. Soeparmi as senior professors in UNS after dedicating their excellent service to UNS for years.

    “UNS Council of Professor Retirement Tribute Speech is an academic culture developed for UNS academic members, showing that we have a professor who had dedicated their service for 70 years in UNS and that we will organize a special ceremony for their service,” he revealed.

    Further, he states that there must be a special term for emeritus professors. Indeed, in one of the UNS regulations, Prof. Suranto specifically requested the Head of the Academic Senate to specify Professor Retirement not to be on the same term as normal retirement.

    Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S., delivering Rector’s Remarks

    If normal retirement is addressed to all academic support staff and lecturers, Professor retirement must be specifically addressed to the Council of Professors. According to him, this retirement is only addressed to professors entering their 70 years of service, a particular clause that was requested not to get amended.

    In this term, all professors entering their retirement are requested to deliver their tribute speech and hand a baton of service to their junior.

    Prof. Suranto, Head of UNS Council of Professors Delivering Remarks 

    “We visited and requested for the professor to deliver their speech, not in a ceremonial style, but a tribute speech to be more flexible. This allows whether they wish to recount their experiences during their service in UNS, and what’s special is the professors will show the way to the juniors, who will continue to expand their study,” he explains.

    Rector of Universitas Sebelas Maret, in his remark delivered by Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S., Vice-Rector for Academic and Students Affairs UNS, revealed to all invited guests that retirement is often associated with unproductive or a period to rest to enjoy their retirement age.

    However, according to the Rector of UNS, retirement is not the end of all activities and shall not become a terrifying period. If retirement is only interpreted as a time limit to stop any activity and only rest, never retire.

    Invited guest of the UNS Council of Professor Retirement Tribute Speech

    However, if retiring means stopping working on boring routines and starting working on an exciting assignment that makes you happy, joyful, and feel useful, then by all means, retire as soon as possible. There are many of us, for instance, people out there who started our new careers after entering retirement.

    Further, it was said that older adults are not those with sickness or patients who need to reduce their activity and constantly rest. Human minds are similar to a muscle, they need exercises and stimulation to remain active and stay well-maintained.

    The Rector of UNS also gives an example of how Prof. Bambang Sutopo and Prof. Soeparmi, even after entering their 70th years of service, can maintain their sharp and clear thought. Both are innovative, always active, independent, productive, and diligently carries out their duty as a lecturer, with various duties involving supervising students, conducting research, and examining students’ thesis for bachelor, postgraduate, doctoral, and professional degree.

    Our minds actually work according to certain cycles. We need to admit that our habits for decades will need great effort to establish new comfortable habits after entering retirement.

    However, the Rector of UNS believes that Prof. Bambang Sutopo and Prof. Soeparmi will not find significant challenges in adjusting to the new life cycle.

    At the end of the remark, the Rector of UNS congratulates Prof. Bambang Sutopo and Prof. Soeparmi for entering retirement. Both professors have shown their dedication, loyalty, and commendable and extraordinary dedication to UNS development. As one of UNS’s commitment and appreciation to Prof. Bambang Sutopo and Prof. Soeparmi’s service and dedication, the Rector of UNS invites both professors to dedicate their knowledge as emeritus professors in FEB and FMIPA UNS.

  • Prof. Bambang Sutopo dan Prof. Soeparmi Sampaikan Orasi Penghormatan Purnabakti Dewan Profesor

    Prof. Bambang Sutopo dan Prof. Soeparmi Sampaikan Orasi Penghormatan Purnabakti Dewan Profesor

    Dua Profesor Universitas Sebelas Maret (UNS) yang telah memasuki masa purnabakti, Prof. Dr. Bambang Sutopo, M.Com., Ak dan Prof. Dra. Soeparmi, M.A.,Ph.D menyampaikan Orasi Penghormatan Purnabakti Dewan Profesor, Selasa, 8 November 2022.

    Prof. Bambang Sutopo menyerahkan tongkat estafet kepada Taufiq Arifin, Ph.D

    Di kegiatan yang digelar secara hybrid, luring di Ruang Sidang 2 UNS dan daring melalui Zoom Meeting dan Channel Youtube UNS, Prof. Bambang Sutopo menyampaikan Orasi Kehormatan dengan judul Penelitian Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret: Prestasi Tantangan dan Peluang. Sedangkan Prof. Dra. Soeparmi, M.A.,Ph.D. dengan judul Pembelajaran Berbasis Riset di Perguruan  Tinggi.

    Usai menyampakan orasi, kedua profesor menyerahkan tongkat estafet perjalanan pengabdian di UNS kepada kolega muda. Prof. Bambang Sutopo menyerahkan kepada Kolega Muda Taufiq Arifin, SE, M.Sc., Ph.D., Ak., sedangkan Prof. Soeparmi menyerahkan kepada Kolega Muda Mohtar Yunianto, S.Si., M.Si.

    Prof.Drs. Suranto, M.Sc, Ph.D., Ketua Dewan Profesor UNS dalam sambutannya menyampaikan  ucapan selamat dan rasa bangga karena Prof. Bambang Sutopo dan Prof. Soeparmi, para senior telah memasuki masa purnabakti setelah mengabdikan sekian tahun lamanya di UNS.

    Prof. Soeparmi menyerahkan tongkat estafet kepada Mohtar Yunianto, M.Si

    “Kegiatan Orasi Penghormatan Purnabakti Dewan Profesor UNS  adalah budaya akademik yang kita kembangkan kepada civitas akademika di UNS bahwa seorang profesor yang telah genap 70 tahun beliau bekerja di UNS akan kita adakan sebuah acara yaitu purnabakti profesor” ungkapnya.

    Prof. Suranto., Ketua Dewan Profesor UNS saat memberikan sambutan

    Selanjutnya dikatakan, istilah ini hanya digunakan khusus di Dewan Profesor. Bahkan di sebuah peraturan UNS, Prof. Suranto secara khusus meminta kepada Ketua Senat Akademik agar istilah purnabakti profesor jangan diganti dengan purnatugas. Kalau purnatugas itu untuk seluruh pegawai, seluruh dosen, tapi kalau purnabakti spesial untuk Dewan Profesor.

    Menurutnya, istilah purnabakti ini hanya terjadi dan hanya untuk para profesor yang memasuki masa pengabdiannya 70 tahun. satu pasal khusus yang dimintakan kepada Ketua Senat untuk tidak diubah.

    Di kegiatan ini, para profesor yang memasuki purnabakti dimohon untuk memberikan orasinya dan menyerahkan tongkat estafet kepada juniornya.

    “Kami sowan kepada beliau untuk memberikan orasi, bukan pengukuhan tapi orasi kehormatan sehingga lebih luwes, apakah kemudian akan bercerita tentang pengalamannya selama beliau mengabdi di UNS dan yang istimewa pada saat ini adalah beliau akan menunjukkan kepada kita juniornya yang akan kemudian terus mengembangkan keilmuan” jelasnya.

    Prof. Ahmad Yunus menyampaikan Sambutan Rektor

    Rektor Universitas Sebelas Maret dalam naskah sambutannya yang dibacakan oleh Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S., Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS menyampaikan kepada seluruh undangan bahwa pensiun biasanya identik dengan tidak produktif atau waktunya beristirahat menikmati masa tua.

    Namun menurut hemat Rektor, pensiun bukanlah akhir dari segala-galanya dan bukan masa yang menakutkan kalau memang pensiun dimaknai sebagai batas berhenti beraktivitas dan beristirahat saja. Jangan pernah pensiun, namun kalau pensiun itu berarti berhenti mengerjakan rutinitas yang membosankan dan mulai melakukan hal-hal yang membuat Bapak Ibu senang, bahagia dan merasa berarti, maka pensiunlah secepatnya.

    Tamu Undangan Orasi Penghormatan Purnabakti Dewan Profesor

    Banyak dari kita, contoh-contoh di dalam dan di luar sana justru mulai berkarir lagi setelah memasuki masa pensiun.

    Selanjutnya disampaikan, orang tua bukanlah orang sakit yang perlu mengurangi aktivitas dan terus-menerus beristirahat. Pikiran sebagaimana otot kita juga perlu selalu dilatih dan dirangsang sehingga tetap aktif tetap terpelihara dengan baik.

    Rektor juga memberikan contoh bagaimana  Prof. Bambang Sutopo dan Prof. Soeparmi meskipun sudah memasuki usia 70 tahun tetapi tetap mampu berpikir dengan jernih dan tajam. Keduanya juga inovatif, tetap aktif, mandiri, produktif dalam berkarya serta rajin menjalani aktivitasnya sebagai dosen yang tidak hanya mengajar tetapi juga membimbing, meneliti, menguji mahasiswa di berbagai jenjang pendidikan S1, S2, S3 dan profesi.

    Mental kita sebenarnya bekerja berdasarkan siklus tertentu. Kita akui bahwa berbagai kebiasaan beraktivitas yang selama ini telah kita jalankan secara rutin puluhan tahun, ketika memasuki masa purnabakti, pikiran dan tubuh kita akan memerlukan usaha untuk membentuk pola kenyamanan yang baru.  Namun Rektor percaya, Prof. Bambang Sutopo dan Prof. Soeparmi tidak akan terkendala dalam menyesuaikan ritme kehidupan baru.

    Di akhir sambutannya, Rektor mengucapkan selamat dan sukses kepada Prof. Bambang Sutopo dan Prof. Soeparmi yang telah memasuki masa purnabakti. Kedua profesor telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, keteladanan dan pengabdian yang luar biasa demi kemajuan UNS.

    Sebagai salah satu bentuk komitmen UNS dan penghargaan atas jasa Prof. Bambang Sutopo dan Prof. Soeparmi, Rektor mengajak kedua profesor untuk mengabdikan ilmunya dan tenaganya sebagai guru besar ber-NIDK di FEB dan FMIPA UNS. (Tetri)