Dalam rangka Malaysia-Indonesia Inbound dan Outbound Program, Faculty of Accountancy Universiti Teknologi MARA (UiTM), Sarawak, Malaysia bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan webinar internasional, Jum’at 11 November 2022.
Webinar yang bertajuk International Academic Webinar “Digital Transformation” menghadirkan enam pembicara, dua diantaranya adalah Dosen FEB UNS, Taufiq Arifin, S.E., M.Sc., Ph.D, Ak (FEB UNS), Putra Pamungkas, M. Rech.,Ph.D (FEB UNS), Yussri Sawani (UiTM Sarawak), Assoc. Prof. Dr. Mazurina Mohd Ali (UiTM Puncak Alam), Puan NJH. Imilia Ibrahim (UiTM Sarawak), dan Assoc. Prof. Dr. Natrah Saad (Universiti Utara Malaysia).
International Academic Webinar yang digelar melalui Zoom Cloud Meeting dibuka dengan sambutan oleh Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak dan Kaprodi S1 Akuntansi FEB UNS, Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA.

Pemateri pertama, Yussri Sawani menyampaikan materi terkait penerapan poin-poin Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals-SDG) di perguruan tinggi, dengan materi berjudul Online SDG Reporting of Higher Education.

“Dengan acara ini semoga kita dapat mempersiapkan mahasiswa dengan pengetahuan terkait SDG, sehingga di masa depan akan muncul generasi hijau yang berpengetahuan luas,” ungkap Yussri dihadapan lebih dari 100 peserta webinar.
Pembicara kedua, Assoc. Prof. Dr. Mazurina menyampaikan materi bertajuk, ‘Digital Transformation in Accounting,’ yang membahas secara mendetail terkait perkembangan teknologi terkini yang dapat mendukung profesi akuntan, serta tantangan yang muncul.
Materi yang disampaikan meliputi efek dari transformasi digital pada profesi akuntan, peluang, tantangan, serta perkembangan di masa depan.
Materi ketiga berjudul Digital Transformation: Sustaining Institutional Memory, disampaikan oleh Puan NJH. Imilia Ibrahim, yang membahas mengenai cara menjaga pengetahuan dalam sebuah institusi di era transformasi digital. Dijelaskan, transformasi digital merujuk pada penggunaan teknologi digital ketimbang proses bisnis normal, dengan tujuan untuk mengembangkan proses bisnis melalui teknologi digital.

Assoc. Prof. Dr. Natrah Saad, menyampaikan materi berjudul Digital Transformation: The Effect on Teaching and Learning.
Sementara itu, Taufiq Arifin, S.E., M.Sc., Ph.D, Ak memaparkan materi berjudul ‘Digital Transformation to Accelerate SDGs Impact’.
Dr. Taufiq merinci bagaimana enam perspektif transformasi digital yang dapat mempercepat penerapan SDGs. Keenam perspektif tersebut antara lain adalah sumber daya manusia (human capital), energi terbarukan, smart cities, smart industry, pertanian digital (digital agriculture), dan pemerintahan digital (digital government).

“Sebelumnya kita mengenal Millennium Development Goals (MDGs) yang khusus diperuntukkan bagi negara-negara berkembang. Nah, sekarang MDGs tersebut digantikan dengan SDGs yang tidak lagi terbatas untuk negara berkembang, tapi juga berlaku untuk negara maju (developed countries). Sehingga semua negara di dunia wajib menerapkan SDGs yang penting untuk mentransformasi kondisi dunia menjadi lebih berkelanjutan (sustainable),” jelas Dr. Taufiq di awal paparan materi.
Pembicara terakhir, Putra Pamungkas, M. Rech.,Ph.D dengan materi berjudul Sustainable Finance Digital Transformation and Climate Changes, yang mencakup SDGs dan sustainable finance (keuangan berkelanjutan) serta peran digital transformasi dalam implementasi green economy oleh sektor UMKM.
Dalam paparan tersebut, Dr. Putra juga memaparkan hasil riset yang telah dilaksanakan di sektor UMKM di Indonesia yang melibatkan lebih dari 2000 usaha mikro dan kecil.
“Dalam riset ini kami menemukan bahwa selama masa pandemi, usaha mikro dan kecil dengan penjualan dan pendapatan yang besar, memiliki kemungkinan untuk mengadopsi teknologi digital yang lebih tinggi. Kami juga menemukan bahwa transformasi digital di usaha mikro dan kecil memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap implementasi green economy,” jelas Dr. Putra.
Agenda Webinar yang menjadi bagian dari Malaysia-Indonesia Inbound dan Outbound Program tersebut ditutup dengan sesi kuis interaktif melalui platform quizizz. (Tetri & Aulia)





The visit led by the Head of the Development Economics Study Program, Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., was welcomed by Dr. Devi Sulistyo Kalanjati, SE., M.Acc., M.Sc., Ak., the Coordinator for Undergraduate Program (IUP) UNAIR, alongside IUP UNAIR program managers. On this occasion, a Focus Group Discussion (FGD) between DESP FEB UNS and IUP UNAIR was conducted.
Further, Dr. Devi explained the journey of IUP UNAIR and the process they undergo to reach its current state. A strong commitment from UNAIR leaders becomes one of the crucial keys to conducting a qualified international class.






Further, he explains that the biggest challenge faced by marketing experts recently is the need to manage both physical and virtual stores harmoniously. Therefore, both services and products offered virtually can be delivered and received by customers. This condition is in line with the consumer demand that is now more focused on experiences, which will encourage producers to transform their business from multichannel to omnichannel, where a company needs to integrate all available marketing channels. “Customers now are more powerful than before. Especially with the existence of social media as a global catalyst, companies need to build an online community and must be present in every online discussion to maintain product image. It is no longer enough to own social media account, but they must be involved in the ongoing discussion,” he explained.






At the end of the remark, the Rector of UNS congratulates Prof. Bambang Sutopo and Prof. Soeparmi for entering retirement. Both professors have shown their dedication, loyalty, and commendable and extraordinary dedication to UNS development. As one of UNS’s commitment and appreciation to Prof. Bambang Sutopo and Prof. Soeparmi’s service and dedication, the Rector of UNS invites both professors to dedicate their knowledge as emeritus professors in FEB and FMIPA UNS.