FEB

Blog

  • FEB UNS Gelar Seminar Sex Education sebagai Langkah Pencegahan Seksual di Kampus

    FEB UNS Gelar Seminar Sex Education sebagai Langkah Pencegahan Seksual di Kampus

    Isu tentang kekerasan seksual marak terjadi di masyarakat, tak terkecuali di lingkungan perguruan tinggi. Dalam rangka mewujudkan lingkungan perguruan tinggi yang aman dari kekerasan seksual, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi dan  telah ditetapkan 31 Agustus 2021. Lebih lanjut, Permendikbudristek ini akan disosialisasikan lebih luas kepada publik sebagai Merdeka Belajar Episode Keempat Belas: Kampus Merdeka dari Kekerasan Seksual.

    Menindaklanjuti Permendikbudristek tersebut, langkah cepat telah dilakukan Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) dan juga Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaaan  UNS dengan membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS). Satgas PPKS UNS diketuai oleh Prof. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si  dengan anggota satgas dari dosen, tendik dan mahasiswa yang telah berpengalaman dalam penanganan kekerasan seksual.

    Pernyataan itu disampaikan Prof. Izza Mafruhah, S.E., M.Si., Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS dalam sambutannya pada acara Seminar bertajuk “Sex Education sebagai Langkah Pencegahan Seksual di Kampus” , Kamis 3/11/2022 di Aula Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.

    Satgas PPKS bertugas menangani banyak hal tindak kekerasan seksual di lingkungan UNS, baik yang dilakukan oleh masyarakat kampus, dosen, tendik, mahasiswa maupun yang dilakukan masyarakat luar kampus terhadap civitas akademika UNS.

    “Pencegahan dan penanganan kekerasan seksual bukan hanya menjadi tangung jawab Satgas PPKS tapi juga seluruh warga kampus yakni Dosen, Tendik dan Mahasiswa, khususnya dalam hal pencegahan terjadinya kekerasan seksual” ungkapnya.

    Sehubungan dengan itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB bergerak cepat agar FEB terhindar dari kekerasan seksual dengan melakukan kegiatan Seminar Sex Education dengan mengundang tokoh- tokoh yang selama ini cukup banyak membidangi kekerasan seksual.

    Prof. Ismi menegaskan kekerasan seksual mencakup tindakan yang dilarang secara verbal, fisik, non fisik, dan atau melalui teknologi informasi dan komunikasi.

    Menurutnya, ada sekitar 21 tindakan yang dikategorikan sebagai pelecehan dan kekerasan seksual, diantaranya: Memaksa korban untuk melakukan transaksi  atau kegiatan seksual; Membujuk, menjanjikan, menawarkan sesuatu, atau  mengancam korban untuk melakukan transaksi (transaksi tidak terbatas pada transaksi uang, tetapi juga meliputi transaksi jabatan, angka kredit, prestasi, ataupun transaksi nilai lainnya) atau kegiatan seksual yang tidak disetujui oleh korban; Mengirimkan pesan, lelucon, gambar, foto, audio, dan/atau video bernuansa seksual tanpa persetujuan korban; Mengambil, merekam, dan/atau mengedarkan foto dan/atau rekaman audio dan/atau visual korban yang bernuansa seksual tanpa persetujuan  korban; Mengintip atau dengan sengaja melihat korban yang sedang melakukan kegiatan secara pribadi dan/atau pada  ruang yang bersifat pribadi dan masih banyak lagi, bisa didapat pada materi seminar.

    Prof. Ismi menambahkan, terbentuknya Satgas PPKS UNS diharapkan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan Universitas Sebelas Maret dapat lebih mudah dan terarah.

    “Kami mengajak teman-teman untuk bersama-sama menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman melalui pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual yang tepat dan berperspektif  korban. Kuat bersama menghapuskan kekerasan seksual! “ ajaknya.

    Untuk pengaduan bisa langsung ke uns.id/LaporSatgasPPKS, Whatsapp 081327062341 atau email: satgasppks@unit.uns.ac.id.

    Peserta seminar yang sebagian besar mahasiswa sangat tertarik dengan kegiatan tersebut. Pembicara seminar lain yakni Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S. menjelaskan tentang kebijakan kampus dalam hal pencegahan dan penanganan kasus kekerasan   seksual dan dr. R. Prihandjojo Andri Putranto, M.Si. menjelaskan tentang pendidikan seks.

  • FEB UNS Hosted Sex Education Seminar as Preventive Measure Against Sexual Abuse on Campus Environment

    FEB UNS Hosted Sex Education Seminar as Preventive Measure Against Sexual Abuse on Campus Environment

    The issue regarding sexual abuse recently gained public attention following recent cases on the matter happening in the community. As an effort to build a higher education environment free from sexual abuse, the Minister of Education, Culture, Research, and Technology (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, issues Regulation of Ministry of Education, Culture, Research, and Technology (Permendikbudristek) Number 30 of 2021 regarding Prevention and Treatment on Sexual Violence (PPKS) on Higher Education Environment, applicable since 31 August 2021. Further, this Permendikbudristek will be disseminated to the public as part of the Fourteenth Episode of Merdeka Belajar: Kampus Merdeka dari Kekerasan Seksual (Sexual Violence-Free Campus).

    In response to the Permendikbudristek, strategic measures have been made by the Rector of Universitas Sebelas Maret (UNS) and the Vice-Rector for Academic and Student Affairs UNS by establishing a Task Force for Sexual Violence Prevention and Treatment (Satgas PPKS). The PPKS Task Force was led by Prof. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si., with members consisting of lecturers, academic support staff, and students with experience in handling sexual violence cases. These statements were delivered by Prof. Izza Mafruhah, S.E., M.Si., the Vice-Dean for Academic, Research, and Student Affairs FEB UNS, in her remark during the seminar entitled ‘Sex Education as Prevention of Campus Sexual Violence,’ Thursday 3/11/2022, at Soedarah Soepono Building Hall FEB UNS.

    PPKS Task Force is tasked with dealing with many cases of sexual violence in the UNS environment, either conducted by the academic community, lecturers, academic support staff, and students or done by the external community toward UNS academic members.

    “Prevention and treatment of sexual violence not supposed to become the PPKS Task Force’s responsibility only, all academic members, including lecturers, academic support staff, and students, should be involved, especially in terms of prevention measures,” she revealed.

    In line with this statement, the FEB UNS Student Executive Board (BEM) took the first action to prevent any sexual violence in FEB UNS by conducting Sex Education Seminar inviting various figures with experience in dealing with sexual violence cases.

    Prof. Ismi affirms that sexual violence covers numerous actions, either verbal, physical, non-physical, and or actions involving information technology and communication.

    According to her, there are around 21 actions that fall under sexual harassment and violence, including forcing the victim to engage in sexual transactions or activities; Persuading, promising, offering something, or threatening the victim to make transactions (transactions are not limited to money transactions, but also include transactions for positions, credit scores, achievements, or other value-based transactions) or sexual activities that are not approved by the victim; Sending messages, jokes, pictures, photos, audio and/or videos with sexual nuances without the victim’s consent; Take, record and/or distribute photos and/or audio and/or visual recordings of victims with sexual nuances without the victim’s consent; Peeping or deliberately seeing victims who are carrying out activities privately and/or in private spaces and many more, the detailed list of these actions can be found in the seminar material.

    Prof. Ismi added that the establishment of the PPKS Task Force UNS is expected to encourage the prevention and treatment of sexual violence in the Universitas Sebelas Maret environment to be more organized and focused.
    “We invite our fellow UNS academic members to create a safe and comfortable learning space through proper prevention and treatment of sexual violence cases using the victim’s perspective. Be stronger to eliminate sexual violence!” she pleaded.

    Any sexual violence case can be reported directly to uns.id/LaporSatgasPPKS, Whatsapp 081327062341 or email: satgasppks@unit.uns.ac.id.

    The participants mostly consisted of students who were enthusiastic about the seminar. Other speakers invited to the event were Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S., who explained campus policy in prevention and treatments for sexual violence cases, and dr. R. Prihandjojo Andri Putranto, M.Si., explaining sex education.

  • Selamat, Prof. Irwan Jadi Pemenang I Academic Leaders Bidang Ilmu Sosial dan Humaniora

    Selamat, Prof. Irwan Jadi Pemenang I Academic Leaders Bidang Ilmu Sosial dan Humaniora

    Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc,.Ph.D, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil menjadi Pemenang I pada seleksi Academic Leaders Tahun 2022 di UNS untuk Bidang Ilmu Sosial dan Humaniora. Selanjutnya, Prof. Irwan bersama dengan 2 dosen pemenang lain pada kategori bidang yang berbeda akan dikirimkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) untuk mengikuti seleksi tingkat nasional.

    Mekanisme penilaian Academic Leaders di UNS dilakukan dengan tiga tahapan yakni pemeriksaan administrasi dokumen peserta, presentasi dan wawancara. Pengarahan dan wawancara Dosen peserta Academic Leader telah dilaksanakan Selasa 4 Oktober 2022 di Ruang Sidang 1 Gedung dr. Prakosa UNS.

    Seleksi tersebut diselenggarakan UNS untuk menindaklanjuti Program Anugerah Dosen sebagai Academic Leaders Tahun 2022 dari Kemdikbudristek. Kegiatan penganugerahan kepada dosen ini merupakan salah satu prakarsa dari Kemendikbudristek untuk menggelorakan dan memperkuat implementasi Merdeka Belajar, Kampus Merdeka guna menghasilkan SDM Indonesia unggul, berakhlak mulia dan berkepribadian Pancasila.

    Penganugerahan ini diberikan kepada Dosen yang selama bertugas telah menghasilkan karya inovatif bidang pembelajaran, bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, berkontribusi nyata terhadap pencapaian indikator kinerja utama (IKU) perguruan tinggi tempat bekerja, menginspirasi teman sejawat dan sangat bermanfaat bagi pembangunan masyarakat dan bangsa, hingga mendapat pengakuan nasional dan/atau internasional.

     

  • FEB UNS Menerima Kunjungan Magister Ekonomi Universitas Andalas

    FEB UNS Menerima Kunjungan Magister Ekonomi Universitas Andalas

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menerima kunjungan dari Program Studi (Prodi) Magister Ekonomi Universitas Andalas, Selasa 1 November 2022. Kedatangan Kepala Program Studi, Dr. Neng Karmani beserta tim diterima oleh pimpinan dan juga beberapa mahasiswa Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB UNS.

    Dr. Neng Karmani menyampaikan bahwa kunjungannya bersama tim adalah untuk memperoleh  pengetahuan dan pengalaman tentang pelaksanaan pembelajaran di Program Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan di FEB UNS. Dalam kunjungan itu, selain beberapa pimpinan,  13 mahasiswa juga turut serta.

    Sementara itu, Prof. Izza Mafruhah, Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada pimpinan dan juga mahasiswa dari Prodi Magister Ekonomi UNAND.

    “Selamat datang kami ucapkan, di kegiatan ini nanti kita akan berbagi, ada sesuatu yang kami miliki, dan ada sesuatu yang dibawa UNAND untuk dibagi dan dibahas bersama, harapannya akan menjadi suatu bentuk kerja sama antara UNAND dan UNS khususnya FEB UNS” sambutnya

    Lebih lanjut Prof. Izza menjelaskan profil FEB UNS meliputi prodi-prodi yang ada di FEB, capaian akreditasi, fasilitas pembelajaran hingga perubahan status UNS sebagai Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTN-BH).

    Pada tanggal 6 Oktober 2020, UNS telah resmi menyandang gelar PTN-BH. Perubahan status ini didasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2020 tentang UNS Surakarta Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum PTN-BH yang telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo. Dengan demikian, UNS resmi tercatat sebagai perguruan tinggi di Indonesia ke-12 yang berstatus PTN-BH.

    Perubahan UNS menjadi PTN-BH memiliki banyak PR ke depan yang harus ditanggung oleh UNS. Salah satunya menjadikan UNS sebagai World Class University yang masuk dalam jajaran 500 perguruan tinggi terbaik di dunia. Di tanggal 6 Oktober kemarin baru saja UNS genap 2 tahun berstatus PTN-BH, masih banyak penataan-penataan yang dilakukan.

    Ditambahkan oleh Wakil Dekan Perencanaan, Kerja Sama Bisnis dan Informasi, Dr. Mugi Harsono, sejak UNS berstatus PTN-BH ada penekanan bahwa universitas harus mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk “dijual”.

    “Paradigmanya sudah berubah, untuk itu FEB telah mengagendakan adanya Lembaga Training and Consulting untuk mensertifikasi seluruh dosen FEB sesuai kompetensinya, lalu akan kami “jual”, alumni juga men-support” tegasnya.

    Di bidang akademik, FEB  sudah melakukan kerja sama dengan Badan Pusat Statistik dengan skema kelas kerja sama. Selain itu, FEB juga memiliki mitra binaan, dengan berbagai skema pembiayaan yang ada.

    Kegiatan yang dimoderatori oleh Kepala Program Studi Ekonomi Pembangunan, Bhimo Rizky Samudro, Ph.D  berlangsung akrab dengan diskusi interaktif. Usai kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama.

  • Webinar GR Kearifan Lokal Angkat Tema Content Analysis pada Penelitian Kualitatif Bidang Ekonomi-Sosial

    Webinar GR Kearifan Lokal Angkat Tema Content Analysis pada Penelitian Kualitatif Bidang Ekonomi-Sosial

    Content Analysis menjadi sesuatu yang menarik untuk kita kaji dan didiskusikan bersama meskipun secara definitif Content Analysis bukan merupakan teknik penelitian kuantitatif, namun kualitatif tetapi kalau kita lihat dari penelitian-penelitian sebelumnya bahwa didalam metode ini ternyata ada proses atau metode kuantitatif.

    Hal itu disampaikan Ana Shohibul Manshur A, SE, M.Sc, moderator di Seri Webinar bertajuk Content Analysis pada Penelitian Kualitatif Bidang Ekonomi-Sosial yang diselenggarakan oleh Grup Riset Kearifan Lokal Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), Senin 31 Oktober 2022 melalui Zoom Cloud Meeting.

    Dalam sejarah penggunaannya, metode ini sudah ada sejak 400 tahun yang lalu kaitannya dengan menganalisis sebuah ilmu komunikasi, bagaimana mengidentifikasi sebuah pesan dalam ilmu komunikasi.

    Sejalan dengan itu, narasumber webinar, Sarjiyanto, SE, MBA, Ph.D., peneliti GR Kearifan Lokal menyampaikan metode ini awalnya memang dilakukan untuk penelitian komunikasi. Namun saat ini, Content Analysis banyak digunakan untuk menganalisis ilmu-iIlmu lain karena perkembangan ilmu dan fenomena yang ada tidak cukup diselesaikan dengan sebuah metode saja, sehingga Content Analysis juga mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian.

    Sarjiyanto,Ph.D., peneliti GR Kearifan Lokal

    “Ada beberapa buku yang bisa kita jadikan dasar dalam menggunakan metode ini, buku yang paling lama miliknya Weber atau juga bisa menggunakan Krippendorff, yang menjadi acuan dalam pembahasan webinar ini dan tentunya banyak sekali referensi-referensi lain yang bisa kita jadikan acuan” ungkapnya.

    Mengacu pada Krippendorf 2013, Dr. Sarjiyanto menyampaikan Content Analysis adalah sebuah metode penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif, untuk membuat inferensi yang valid dan dapat diteliti ulang dari data berdasarkan konteksnya. Data yang berupa kata atau teks tersebut diinferensi dengan menggunakan Content Analysis sehingga menghasilkan informasi yang memiliki makna.

    Selanjutnya disampaikan, untuk mengklasifikasikan, di dalam metode ini ada beberapa pendekatan, Pragmatical Content Analysis, Semantical Content Analysis, Designation Content Analysis, Attribution Content Analysis, Assertions Content Analysis, Sign-Vehicle Content Analysis.

    Peserta Webinar

    Pragmatical Content Analysis dilakukan terhadap tanda menurut sebab akibat yang mungkin terjadi, bisa dengan melihat frekwensi, ucapan atau kata yang menunjukkan sikap atau perilaku atau kecenderungan. Metode ini biasa digunakan untuk penelitian di manajemen, marketing yang bisa menggunakan hubungan sebab akibat. Jika ada kata atau perilaku atau kecenderungan yang menyebabkan sebuah produk  bisa diterima oleh masyarakat.

    ,
    Dr. Joko Suyono, S.E. M.Si, Ketua GR Kearifan Lokal

    Webinar yang diikuti oleh lebih dari 150 peserta itu sangat menarik perhatian. Salah satu peserta yang juga sedang melakukan penelitian dengan Metode Content Analysis menyampaikan saran agar seri webinar tersebut bisa diunggah juga tayangannya ke channel Youtube agar peserta dapat mengikuti secara keberlanjutan dan memberikan pemahaman materi yang utuh.

    GR Kearifan Lokal yang diketuai oleh Dr. Joko Suyono, S.E. M.Si rutin berbagi pengetahuan melalui hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh anggota GR  kepada Civitas Akademika UNS maupun masyarakat luas.

     

  • Siapkan Akreditasi, FEB Adakan Penyamaan Persepsi Borang 9 Standar

    Siapkan Akreditasi, FEB Adakan Penyamaan Persepsi Borang 9 Standar

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) sudah terakreditasi A dan untuk tahap selanjutnya FEB akan menghadapi akreditasi LAMEMBA dengan 9 standar yang cukup memiliki perbedaan dengan akreditasi  yang 7 standar. Sifatnya yang kualitatif dan acuan-acuannya yang berbeda tentunya  harus disamakan persepsinya.

    LAMEMBA adalah Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi yang bertugas untuk melakukan proses Akreditasi untuk Program Studi di Bidang Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi.

    Pernyataan itu disampaikan Prof. Izza Mafruhah, S.E., M.Si., Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS pada kegiatan bertajuk Penyamaan Persepsi Borang 9 Standar, Jumat 28 Oktober 2022 di Ruang Indrakila UNS Inn.

    Kegiatan yang diikuti oleh Reviewer Internal, Kepala Program Studi (Kaprodi), Tim Task Force Borang Akreditasi Prodi Manajemen dan Akuntansi, Koordinator serta Sub Koordinator diselenggarakan  untuk mempersiapkan akreditasi prodi yang akan berlangsung dalam waktu dekat, yakni untuk Prodi Manajemen dan Akuntansi.

    Sementara itu, Dr. Evi Gravitiani, SE, M.Si., Ak, Kaprodi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan dan juga sebagai Reviewer LAMEMBA menjadi narasumber di kegiatan tersebut menyampaikan bahwa peringkat akreditasi oleh LAMEMBA adalah Baik, Baik Sekali dan Unggul.

    “Di akreditasi ini intinya hanya 3 hal. Ketika sebuah perguruan tinggi, visi misinya sudah menunjukkan ke skala internasional maka pasti penilaiannya ke Unggul. Jika skala nasional, maka Baik Sekali. Jika masih lokal, maka Baik. Tetapi memang visi misi ini harus dijabarkan dan  didukung dengan bukti dan fakta. Seberapa internasional atau seberapa nasional” ungkapnya.

    Selanjutnya ditegaskan,  dalam proses akreditasi, kesemuanya harus didukung dengan bukti dan fakta, data-data sangatlah penting. Di FEB, perlu adanya Tim Data  yang data tersebut bisa terhubung dengan DKPS (Data Kuantitatif Program Studi)  sehingga memudahkan kerja tim akreditasi dan juga bisa digunakan untuk hal lainnya.

    Dalam LAMEMBA ada 9 kriteria penilaian, yakni kriteria  1. Visi Misi, Tujuan dan Strategi; 2. Tata Kelola, Tata Pamong dan Kerjasama; 3. Mahasiswa; 4. Sumber Daya Manusia; 5. Keuangan, Sarana dan Prasarana; 6. Pendidikan; 7. Penelitian; 8. Pengabdian kepada Masyarakat; serta 9. Luaran dan Capaian Tridharma.

    Dijelaskan, proses penilaian akan dilakukan dua tahap yaitu tahap Asesmen Kecukupan (AK) dan tahap Asesmen Lapangan (AL) oleh panel asesor dan diputuskan oleh komite akreditasi. Pada tahap AK dan AL panel asesor akan melakukan analisis data dan informasi serta klarifikasi terhadap dokumen yang disampaikan program studi yaitu Dokumen Evaluasi Diri (DED) dan Dokumen Kinerja Program Studi (DKPS).

    Program studi harus mampu menyajikan data dan informasi secara objektif, benar dan lengkap untuk 9 (sembilan) kriteria, dimensi dan elemen agar tercermin proses dan pencapaian mutu penyelenggaraan pendidikan di program studi sesuai dengan visi, misi, strategi dan tujuan. Dokumen-dokumen tersebut harus didasarkan atas evaluasi diri dan memperlihatkan keterkaitan antarkriteria.

    Penilaian akreditasi LAMEMBA menekankan pada Continuous Improvement dengan melakukan Pemantauan dan Evaluasi (PANEV) setiap tahunnya terhadap program studi dan program studi harus menyampaikan laporan mengenai: (1) Kecukupan dan Kualifikasi Dosen, (2) Jaminan Pembelajaran dan (3) Luaran dan Capaian Tridharma Perguruan Tinggi.

    Kegiatan yang dimoderatori oleh Wakil Dekan Perencanaan, Kerja Sama Bisnis dan Informasi tersebut berjalan dengan diskusi interaktif.

  • Management Study Program Hosted Guest Lecture on Marketing Management with Dr. Chandana Hewege

    Management Study Program, Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, hosted another visiting lecture under the Visiting Professor Series, Kompetisi Kampus Merdeka Program (PKKM) 2022. On this occasion, the Study Program hosted the Guest Lecture Marketing Management entitled Emerging Trends in Global Consumer Behavior: Implications for Marketers. The event conducted on Thursday, October 27th, 2022, invited Dr. Chandana Hewege (Swinburne Business School, Australia) to share his knowledge through the Zoom Cloud Meeting.

    Invited speaker, Dr. Chandana Hewege

    At the opening of the discussion, Dr. Hewege explained the globalization of consumption. Regarding this aspect, he explains that consumer demand is formed through the consumption patterns from other countries, thus, consumers in a specific country may wish to try food products from other countries. Therefore, connected global consumers need a product to be globally available or manufactured globally.

    Further, Dr. Hewege also highlights the millennial consumers’ characteristics with their unique attributes. “This consumer group (millennials) is different. They do not want a product but instead demand experiences. They wish to be heard and interact with companies, under a belief that their generation has the right to a better future, they also demand social justice, care for the climate change issue, are highly sensitive, and have a distinct need for authenticity,” explains Dr. Hewege.

    Participants’ enthusiasm shows from the number of questions delivered by participants during the interactive question and answer session.

  • Inviting Prof. Clotilde Coron, Management Study Program Discuss Organizational Theory

    Inviting Prof. Clotilde Coron, Management Study Program Discuss Organizational Theory

    The Visiting Professor Series of the Kompetisi Kampus Merdeka Program (PKKM) 2022, hosted by the Management Study Program, Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, goes on. In their recent agenda, the Management Study Program invited Prof. Clotilde Coron, from Sorbonne Business School, France, to a Guest Lecture Management: Organizational Theories and Flexibility Organizational Design. The event was conducted virtually through the Zoom Cloud Meeting and was attended by 270 participants.

    Guest Lecture Participants

    Starting the discussion of organizational theory, Prof. Coron explains the definition of organization and organizational theory. In general, she explained that an organization is a group of individuals with the objective of accomplishing a specified goal. However, in real life, there must be challenges faced by an organization to achieve its goal. These problems are usually related to the alignment between the individual and organization’s objective, distribution of duties, and control process. “Therefore, in an organization, it is crucial to ensure that all members have a similar objective to the organization’s goal. Hence, an organization must ensure that the collaborative objective within the organization can be internalized as members’ objective,” explains Prof. Coron.

    Prof. Clotilde Coron, from Sorbonne Business School, France

    Meanwhile, regarding organizational theory, Prof. Coron explained various commonly-used theories to understand an organization. Further, she explained the classical theories, human relations, contingency theories, and systemic theories. “Not all organizations have the same system. There is a specific characteristic in each organization, which is affected by internal factors such as technology, strategy, qualification level, organization’s age, and size. In this matter, a theory is focused on the function and objectives of an organization to improve its efficiency,” reveals Prof. Coron.

    After the material presentation, the event conducted on Thursday, October 27th, 2022, continues with a questions and answers session led by Dr. Wulan Permatasari, SE., MM., as Moderator. The participants’ enthusiasm, which was dominated by students, was proved by the number of questions delivered by participants.

  • Hadirkan Prof. Clotilde Coron, Prodi S1 Manajemen Bahas Teori Organisasi

    Hadirkan Prof. Clotilde Coron, Prodi S1 Manajemen Bahas Teori Organisasi

    Rangkaian Kegiatan Visiting Profesor Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2022 yang dilaksanakan oleh Program Studi S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, masih berlanjut.

    Dalam agenda terbarunya, Prodi S1 Manajemen menghadirkan Prof. Clotilde Coron, dari Sorbonne Business School, Perancis, dalam Guest Lecture Management: Organizational Theories and Flexibility Organizational Design. Acara tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Cloud Meeting dan dihadiri oleh lebih dari 270 peserta.

    Peserta Guest Lecture Management

    Memulai paparan mengenai teori organisasi, Prof. Coron menyampaikan definisi dari organisasi dan teori organisasi. Secara garis besar, organisasi adalah kelompok individu yang bertujuan untuk mencapai tujuan tertentu. Meskipun begitu, pada praktiknya, terdapat beberapa hambatan yang sering dihadapi oleh sebuah organisasi dalam mencapai tujuan. Masalah tersebut seringkali berhubungan dengan keselarasan antara tujuan individu dan organisasi, pembagian tugas, serta proses kontrol.

    “Untuk itu dalam sebuah organisasi, penting untuk memastikan bahwa setiap anggota memiliki tujuan yang sama dengan tujuan organisasi. Dalam kata lain, organisasi perlu memastikan bahwa tujuan kolaboratif dalam organisasi tersebut menjadi tujuan dari setiap anggota di dalammya,” jelas Prof. Coron.

    Sementara dalam hal teori organisasi, Prof. Coron menyampaikan berbagai macam teori yang sering digunakan dalam memahami organisasi. Dalam paparannya, dijelaskan tentang teori klasik (classical theories), teori hubungan (human relations), teori kontingensi (contingency theories), serta teori sistemik (systemic theories).

    Prof. Clotilde Coron, dari Sorbonne Business School, Perancis

    “Tidak semua organisasi memiliki sistem yang sama. Terdapat karakteristik khusus dari setiap organisasi yang dipengaruhi oleh faktor internal seperti teknologi, strategi, tingkat kualifikasi, usia organisasi, serta ukuran organisasi. Dalam hal ini teori, berfokus pada bagaimana organisasi berfungsi dan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi organisasi,” ungkap Prof. Coron.

    Setelah paparan materi, acara yang dilaksanakan pada hari Kamis 27 Oktober 2022 tersebut berlanjut dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator, Dr. Wulan Permatasari, SE., MM.

    Peserta yang didominasi oleh mahasiswa sangat aktif menyampaikan pertanyaan disesi diskusi. (Tetri & Aulia)

  • Prodi Manajemen Adakan Guest Lecture Marketing Management I bersama Dr. Chandana Hewege

    Prodi Manajemen Adakan Guest Lecture Marketing Management I bersama Dr. Chandana Hewege

    Program Studi (Prodi) S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta kembali mengadakan kuliah tamu dalam Rangkaian Kegiatan Visiting Profesor, Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2022, Kamis 27/10/2022 melalui Zoom Cloud Meeting.

    Guest Lecture Marketing Management I bertajuk ‘Emerging Trends in Global Consumer Behavior: Implications for Marketers’ menghadirkan Dr. Chandana Hewege (Swinburne Business School, Australia).

    Narasumber: Dr. Chandana Hewege

    Diawal paparan materi, Dr. Hewege menjelaskan topik terkait globalisasi konsumsi. Menurutnya, permintaan konsumen terbentuk dari paparan terhadap pola konsumsi di negara lain, sehingga konsumen bisa saja memiliki keinginan untuk mencoba produk makanan dari negara lain. Untuk itu, konsumen global yang saling terkoneksi membutuhkan produk yang tersedia atau diproduksi secara global.

    Lebih lanjut, Dr. Hewege juga menyoroti tentang karakteristik konsumen millennial dengan karakter uniknya.

    “Konsumen ini (millennial) berbeda. Mereka tidak menginginkan produk, melainkan pengalaman (experiences). Mereka ingin didengar dan berinteraksi dengan perusahaan, dengan keyakinan bahwa generasi mereka berhak atas masa depan yang lebih baik. Mereka juga menuntut keadilan sosial, peduli dengan perubahan iklim, sangat sensitif, dan kebutuhan akan keunikan (authenticity),” jelas Dr. Hewege.

    Peserta tampak antusias, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang masuk saat sesi tanya jawab interaktif di akhir acara. (Tetri & Aulia)